Category: Bisnis.com Tekno

  • China Atur Penggunaan Face Recognition Tak Boleh Dipaksakan ke Individu

    China Atur Penggunaan Face Recognition Tak Boleh Dipaksakan ke Individu

    Bisnis.com, JAKARTA — Regulator China mengumumkan peraturan baru yang mengatur penggunaan teknologi pengenalan wajah atau face recognition.

    Melansir dari Reuters, Minggu (23/3/2025), dalam peraturan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa individu tidak boleh dipaksa untuk memverifikasi identitas mereka menggunakan teknologi pengenalan wajah.

    China telah berada di garis depan dalam penerapan teknologi ini, yang digunakan oleh aparat keamanan untuk melacak penjahat serta memantau kelompok tertentu seperti pembangkang dan etnis minoritas. 

    Namun, peraturan terbaru ini tidak mencakup penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh aparat keamanan.

    Administrasi Dunia Maya China (CAC) menyatakan bahwa peraturan ini diterbitkan untuk merespons kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkait risiko pelanggaran privasi data yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi pengenalan wajah secara meluas.

    “Individu yang tidak setuju dengan verifikasi identitas melalui informasi wajah harus diberikan pilihan lain yang wajar dan mudah,” tulis CAC.

    Peraturan ini juga bertujuan untuk mengatur penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam situasi sehari-hari, seperti di hotel atau akses ke lingkungan yang terjaga keamanannya. Peraturan yang disetujui oleh Kementerian Keamanan Publik Tiongkok ini akan mulai berlaku pada bulan Juni.

    Selain itu, peraturan ini mengharuskan perusahaan untuk memastikan bahwa data wajah yang dikumpulkan dari kamera pengenalan wajah hanya diproses setelah memperoleh persetujuan dari individu yang bersangkutan.

    Meskipun peraturan ini tidak menjelaskan secara detail penerapan teknologi tersebut di ruang publik, tanda pemberitahuan harus dipasang di tempat-tempat yang menggunakan teknologi pengenalan wajah.

    Perusahaan-perusahaan lokal seperti Sensetime dan Megvii telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan atau AI yang semakin canggih. Penyebaran teknologi ini telah memicu kekhawatiran privasi di kalangan masyarakat.

    Sebuah survei yang dilakukan pada 2021 oleh lembaga pemikir yang berafiliasi dengan media milik pemerintah, The Beijing News menunjukkan bahwa 75% responden khawatir tentang penggunaan teknologi pengenalan wajah dan 87% menentang penerapannya di ruang publik.

    Pada Juli 2021, Mahkamah Agung China melarang penggunaan teknologi pengenalan wajah untuk verifikasi identitas di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan hotel, dan mengizinkan masyarakat untuk meminta metode verifikasi alternatif untuk memasuki lingkungan tempat tinggal mereka. 

    Selain itu, pada November 2021, Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi mulai diberlakukan, yang mewajibkan persetujuan pengguna sebelum pengumpulan data wajah, dengan denda berat bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan ini.

  • Bintang T Coronae Borealis Diprediksi Meledak 27 Maret 2025

    Bintang T Coronae Borealis Diprediksi Meledak 27 Maret 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Nova Bintang T Coronae Borealis diprediksi akan segera meledak tahun ini.

    Namun ilmuwan masih mempertanyakan apakah bintang Blaze ini akhirnya meledak pada 27 Maret 2025? Atau mungkin 10 November 2025?

    Dilansir dari earthsky, Jean Schneider dari Observatorium Paris, menerbitkan prediksi ini dalam Catatan Penelitian American Astronomical Society pada Oktober 2024.

    Schneider memperkirakan tanggal-tanggal yang memungkinkan dengan menggunakan kombinasi tanggal letusan sebelumnya dan ephemeris orbit sistem biner.

    Dalam makalahnya, Schneider mengakui tidak seorang pun dapat memprediksi letusan secara tepat, ia mencoba memprediksi tanggal letusan dengan presisi satu atau dua minggu.

    Blaze Star merupakan bintang yang berada di konstelasi Corona Borealis, Northern Crown, yang seharusnya berubah menjadi nova tahun lalu.

    Memprediksi letusan bintang bukanlah ilmu pasti. Blaze Star (T Coronae Borealis) mengalami dua letusan yang diketahui dan dicatat oleh para astronom. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 12 Mei 1866 dan 9 Februari 1946. Letusan tersebut terjadi dalam rentang waktu 80 tahun.

    Jadi, para ilmuwan memperkirakan bahwa dalam 80 tahun berikutnya, bintang tersebut akan meletus lagi. Jadi, 80 tahun dari tahun 1946 akan menjadi tahun 2026. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Mengapa para astronom mengira letusan tersebut akan terjadi pada tahun 2024?

    Nah, bintang itu menjadi terang dan redup sebelum letusan terakhirnya pada tahun 1946. Dan sekarang bintang itu juga menjadi terang dan redup, membuat beberapa orang berpikir nova akan terjadi lebih cepat daripada nanti. Namun tampaknya nanti lebih mungkin terjadi. Jadi kita tunggu saja…

    Mengapa bintang itu akan menjadi nova?

    Blaze Star bukan satu bintang, melainkan dua. Bintang itu adalah sistem biner dengan katai putih dan raksasa merah. Katai putih adalah sisa-sisa bintang, inti bintang mirip matahari yang terekspos yang melepaskan lapisan luarnya di akhir kehidupan deret utamanya. Bintang itu adalah bintang superpadat dengan massa seperti matahari kita, tetapi hanya seukuran Bumi.

    Katai putih Blaze Star telah mengumpulkan material di permukaannya, yang disedot dari bintang raksasa merah. Secara berkala, bintang itu “tidak dapat menahan lebih banyak lagi” dan meledak, sekitar setiap 80 tahun.

    Rasi bintang yang mudah ditemukan ini tampak seperti huruf C terbalik pada saat ini. Rasi bintang ini terletak di antara bintang terang Arcturus dan bentuk bintang empat berbentuk persegi Hercules. Lihatlah ke arah timur ke bintang-bintang yang muncul di balik cakrawala sebelum fajar. Temukan bintang oranye terang Arcturus. Kemudian, di kiri bawah Arcturus terdapat bentuk C terbalik.

    Pada musim panas, rasi bintang ini akan berada tinggi di langit lagi. Anda selalu perlu meluangkan waktu untuk menyesuaikan mata Anda dalam kegelapan sebelum dapat melihat rasi bintang dengan benar. Selain itu, teropong akan menjadi ide yang bagus. Dan Anda harus siap berangkat saat kami mendapatkan beritanya, karena berita itu hanya akan tersedia selama beberapa hari.

    Seberapa terangkah Blaze Star?

    Ledakan nova Blaze Star yang sebenarnya kemungkinan akan mengerdilkan ledakan apa pun yang pernah Anda lihat. Namun, bintang itu sangat jauh. Seberapa terangkah bintang itu di langit kita? Para astronom memperkirakan bintang itu akan mencapai magnitudo tampak 2. Itu adalah kecerahan yang cukup baik untuk sebuah bintang. Bintang itu sebanding dengan bintang paling terang di Northern Crown, Jewel of the Crown, Alphecca. Jadi, selama beberapa hari, Northern Crown akan memiliki dua permata!

    T Corana Borealis – Blaze Star – juga merupakan salah satu bintang terjauh yang pernah Anda lihat. Alphecca berjarak sekitar 75 tahun cahaya, sedangkan Blaze Star berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya. Jadi, itu memberi Anda beberapa perspektif tentang magnitudo absolut (kecerahan) ledakan dahsyat ini. Dan karena cahaya ledakan ini telah menempuh perjalanan selama 3.000 tahun untuk sampai di sini, secara relatif nova itu terjadi selama Zaman Perunggu.

    Nova berada 40 kali lebih jauh daripada Alphecca. Selain itu, kita tidak melihat kedua bintang tersebut pada saat yang bersamaan. Satu bintang terlihat seperti 75 tahun yang lalu dan yang lainnya terlihat seperti 3.000 tahun yang lalu. Mungkin sulit untuk memahami hal itu!

    Nova akan mencerahkan bintang hingga ribuan kali lipat, biasanya hanya dalam beberapa jam, lalu butuh beberapa hari untuk memudar lagi. Setelah selesai, bintang akan kembali ke penampilan normalnya.

  • Masalah Geopolitik, Pembicaraan Italia dengan Starlink Terhenti

    Masalah Geopolitik, Pembicaraan Italia dengan Starlink Terhenti

    Bisnis.com, JAKARTA — Negosiasi mengenai kontrak potensial antara operator internet satelit milik Elon Musk, Starlink, dan pemerintah Italia telah terhenti.

    Melansir dari Reuters, Minggu (23/3/2025) Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan ketegangan geopolitik yang lebih luas. 

    Crosetto menyatakan bahwa semua diskusi dengan Starlink telah berhenti. Alasannya karena pembicaraan tersebut beralih dari aspek teknis ke pernyataan mengenai Musk.

    Hal ini terjadi setelah pemerintah Perdana Menteri Giorgia Meloni berusaha untuk menjamin komunikasi yang aman bagi pejabat negara, diplomat, dan personel militer yang bertugas di wilayah berisiko. 

    “Bagi saya, semuanya telah terhenti,” kata Guido.

    Starlink, yang sudah memiliki sekitar 7.000 satelit orbit rendah dan telah beroperasi di Italia sejak 2021, sebelumnya dipertimbangkan untuk menyediakan sistem komunikasi terenkripsi ini. 

    Rumor menyebutkan bahwa Italia mempertimbangkan kesepakatan lima tahun senilai 1,5 miliar euro atau US$1,62 miliar dengan Starlink, yang merupakan bagian dari grup SpaceX milik Musk.

    Namun pembicaraan ini memicu kemarahan dari politisi oposisi yang mempertanyakan kebijakan memberikan kontrak sensitif terkait keamanan nasional kepada pengusaha asing, terutama dengan latar belakang hubungan Musk dengan Presiden AS Donald Trump. 

    Meskipun Perdana Menteri Meloni menempatkan aliansi dengan AS sebagai inti kebijakan luar negeri Italia, ketegangan politik domestik mengharuskan Italia untuk menjaga keseimbangan politik, terlebih dengan tekanan dari mitra koalisinya, Liga sayap kanan, yang lebih pro-Trump dan pro-Musk.

    Matteo Salvini, pemimpin Liga dan wakil Meloni, menyatakan pada hari Jumat bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Wakil Presiden AS JD Vance, memuji kemampuan luar biasa AS dalam bidang komunikasi satelit.

    Di sisi lain, Andrea Stroppa, perwakilan Musk di Italia, menyatakan bahwa meskipun Italia dan mitra Eropa dapat mempertimbangkan untuk membangun infrastruktur satelit independen dalam beberapa tahun ke depan, Starlink masih bisa menjadi solusi terbaik untuk jangka pendek.

    “Dalam 3-5 tahun ke depan, ada kebutuhan operasional yang harus dipenuhi,” ujar Stroppa.

  • Indosat (ISAT) Prioritaskan Ekspansi Jaringan ke Indonesia Timur pada 2025

    Indosat (ISAT) Prioritaskan Ekspansi Jaringan ke Indonesia Timur pada 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Director & Chief Technology Officer PT Indosat Tbk. Desmond Cheung mengatakan perusahaan akan terus melakukan ekspansi jaringan yang agresif pada tahun ini, khususnya di Indonesia bagian Timur seperti Nusa Tenggara hingga Papua.

    Pasar di Indonesia Timur masih luas. Indosat berupaya mengoptimalkan pasar tersebut dengan memberikan pilihan baru kepada para pelanggan.  

    “Karena masih ada peluang yang sangat bagus di Indonesia. Ini berbeda dengan negara lain. Di Indonesia, beberapa kawasan jauh belum terlayani. Jadi kita perlu menyediakan pilihan untuk pelanggan,” kata Desmond kepada Bisnis, Minggu (16/3/2025). 

    Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2024 menyebutkan penetrasi internet di Indonesia Timur, yang meliputi Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, baru mencapai 67%. Angka penetrasi itu lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia Bagian Barat yang telah mencapai 88%.

    Hal ini menandakan ruang pertumbuhan di Indonesia Bagian Timur masih cukup besar, mengingat masih ada 33% wilayah di Indonesia Timur yang belum terlayani internet. 

    Adapun Indosat telah hadir di Indonesia Timur sejak 2022. Desmond mengatakan bahwa sejak kehadiran jaringan internet perusahaan di Indonesia Timur, trafik Indonesia mengalami lesatan, yang menandakan layanan Indosat dapat diterima di pasar Indonesia Timur.

    “⁠Peningkatan kapasitas yang sangat besar. Kenaikan kapasitas mencapai 200%,” kata Desmond.

    Pada 2023, Indosat mencatat dalam kurun waktu 10 bulan, penetrasi layanan di wilayah Nusa Tenggara telah meningkat sebesar 2,3 kali lipat, sedangkan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur telah meningkat 3,7 kali lipat.

    Sejak merger dengan Tri pada 2022, Indosat telah menambah cakupan layanan kepada lebih dari 10 juta populasi di Indonesia, dengan 16.400 desa yang sebelumnya tak terlayani kini dapat menikmati layanan Indosat. 

    Indosat memiliki lebih dari 250.300 BTS pada 2024. Jumlah tersebut bertambah sekitar 20.800 BTS dibandingkan dengan 2023 yang berjumlah 229.500 BTS. Adapun BTS 4G mendominasi pada 2024 dengan total mencapai 196.300 BTS atau bertambah 17.200 BTS. 

    Sementara itu BTS 2G tercatat sebesar 53.900 atau bertambah 3.500 BTS secara tahunan. Pertumbuhan BTS 2G yang lebih rendah sejalan dengan bisnis seluler yang telah beralih dari layanan suara dan SMS ke layanan berbasis data atau internet. 

    Indosat mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp13 triliun pada 2025 untuk memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, hingga mengadopsi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan.

    Dia mengatakan wilayaah Papua, Maluku, Nias, hingga Nusa Tenggara menjadi salah satu target wilayah ekspansi jaringan. Indosat yang sudah hadir sejak tahun lalu pulau tersebut, akan memperluas layanan mereka dengan menjangkau lebih banyak kota. 

    “Pada tahun ini di kuartal pertama sudah dibangun lagi jaringa. Indonesia benar-benar besar,” kata Desmond. 

  • Komdigi Berharap Satelit Amazon Kuiper Buka Lapangan Kerja Baru

    Komdigi Berharap Satelit Amazon Kuiper Buka Lapangan Kerja Baru

    Bisnis.com, JAKARTA — Hadirnya satelit orbit rendah Amazon Kuiper diharapkan dapat menjadi pelengkap Satelit Satria-1 di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T) hingga membuka lapangan pekerjaan baru. Saat ini proses penjajakan masih berlangsung.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto mengatakan jika kerja sama tersebut  terealisasi, akan membuat banyak pilihan bagi penyelenggara dalam memenuhi permintaan konektivitas satelit di 3T.

    Wayan menyebut, pihaknya mengharapkan pemain LEO seperti Kuiper dapat memberikan nilai tambah dan manfaat lebih kepada penyelenggara lokal, serta membuka lapangan kerja baru.

    “Dengan memberikan kesempatan kepada penyelenggara lokal untuk dapat bekerjasama dengan Kuiper dalam bentuk value chain apapun yang memungkinkan dan memberi nilai tambah, memberikan lapangan kerja,” ujar Wayan kepada Bisnis, dikutip Minggu (23/3/2025).

    Tidak hanya itu, kehadiran Kuipers nantinya tidak akan mengganti layanan yang sudah dijalankan oleh Satria-1.

    Sebab, Satria -1 merupakan program Pemerintah melalui BAKTI untuk memenuhi konektivitas berbasis satelit di sejumlah titik layanan publik misalnya sekolah, pusat layanan kesehatan, kantor pemerintahan, dsb, khususnya di wilayah 3T. 

    “Diharapkan kedua sistem satelit tersebut akan memberikan optimasi solusi pengentasan masalah blank spot yang lebih efisien dan mengurangi beban anggaran subsidi Pemerintah dalam hal ini Komdigi,“ ucapnya.

    Adapun, Komdigi saat ini berencana menggandeng Amazon Kuipers untuk memperluas konektivitas digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus mendukung transformasi digital nasional.

    Teknologi satelit memainkan peran penting dalam mengatasi kesenjangan digital, terutama di daerah terpencil. Kuiper dikabarkan berencana menggelontorkan investasi sebesar Rp328 miliar untuk masuk ke Indonesia. Lebih besar dari komitmen investasi Starlink yang hanya Rp30 miliar.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komdigi, Ismail mengatakan rencana kerja sama antara Amazon Kuiper tidak akan mengganti satelit Satria-1 yang sudah ada. Kerja sama ini, kata Ismail malah akan menjadi pelangkap layanan Satria-1 yang berada di wilayah 3T.

    “Enggak (mengganti Satria-1), kan saling komplemen,” kata Ismail. 

    Project Kuiper merupakan jaringan satelit broadband orbit rendah (LEO) milik Amazon yang bertujuan menyediakan konektivitas internet cepat dan terjangkau ke seluruh dunia, terutama untuk daerah yang belum terlayani atau kurang terlayani oleh opsi internet. 

    Amazon berencana mengerahkan 3.236 satelit di orbit rendah untuk menjangkau lokasi terpencil dan pedesaan yang sulit dijangkau infrastruktur internet tradisional.

    Project Kuiper diklaim dapat menawarkan akses internet berkecepatan tinggi hingga 1 Gbps, jauh lebih cepat dari yang tersedia di banyak daerah pedesaan dan kurang terlayani.

    Adapun, pemerintah saat ini masih mengandalkan Satria I dalam menyalurkan internet di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T). 

    Tercatat, pada 8 Agustus 2024, Program Akses Internet Bakti Kominfo disebut telah melayani total 18.712 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk 3T. 

    Sebanyak 4.078 di antaranya telah dilayani Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 gigabyte per second (gbps) untuk konektivitas internet lebih luas dan cepat dan direncanakan akan digenapkan hingga 20.000 lokasi di 2024.

  • Telkom (TLKM) Putar Otak Optimalkan Pasar BUMN-BUMD di Tengah Efisiensi Prabowo

    Telkom (TLKM) Putar Otak Optimalkan Pasar BUMN-BUMD di Tengah Efisiensi Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) putar otak untuk meningkatkan pendapatan dari sektor business to business (B2B) dengan menghadirkan solusi IT Telkom Solution ke pasar BUMN-BUMD. 

    Telkom berharap dengan menghadirkan Telkom Solution, perusahaan dapat membantu BUMN-BUMD untuk lebih efisiens sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. 

    VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengatakan melalui Telkom Solution, perusahaan telekomunikasi pelat merah itu ingin meningkatkan kolaborasi dengan lebih dari 130 konglomerasi dan afiliasinya. 

    Telkom Solution merupakan umbrella brand untuk beragam solusi digital, berpotensi meningkatkan digitalisasi pada semua kluster BUMN, BUMD, pemerintah, dan sektor swasta, yang berujung pada peningkatan produktivitas hingga efisiensi bisnis operasianal perusahaan-perusahaan tersebut.

    “Telkom menyiapkan layanan konektivitas secara end to end melalui agregasi layanan advanced connectivity dan digital services seperti SDWAN, Cloud, Data Center, dan IT Services, kata Andri kepada Bisnis, dikutip Minggu (23/3/2025). 

    Pada kuartal III/2024, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp112,1 triliun, naik tipis 0,9% secara tahunan. Dari total tersebut, sekitar  Rp85,2 triliun dikontribusikan dari anak usaha mereka yang berfokus pada sektor B2C, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Artinya, untuk B2B kontribusi terhadap total pendapatan sekitar Rp27 triliun.

    Andri menambahkan untuk segmentasi BUMND, Telkom tidak mengejar kuantitas semata melainkan kolaborasi dan intensifikasi kerja sama bisnis khususnya di bidang teknologi dan digital.

    Dia menuturkan dalam mendukung langkah efisiensi sesuai kebijakan dari Pemerintah, Telkom Solution menghadirkan berbagai solusi digital yang dirancang untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan, produktivitas, efektivitas operasional dan optimalisasi sumber daya.

    Telkom Solution kini merupakan rejuvenasi dari Telkom Solution sebelumnya, dengan solusi yang lebih beragam dan terintegrasi.

    Untuk mendukung hal ini, Telkom telah membangun kerjasama strategis dengan sejumlah perusahaan raksasa teknologi global dalam penyediaan solusi layanan yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing global.

    Dengan rejuvenasi ini, Telkom Solution menawarkan solusi yang lebih holistik, komprehensif, dan terintegrasi, sambil tetap mengutamakan pengalaman pelanggan. 

    “Melalui inisiatif ini, Telkom berharap dapat mendukung transformasi digital di berbagai sektor di Indonesia,” kata Andri

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi di sejumlah lembaga dan kementerian. Dampak dari kebijakan tersebut, Indonesia berhasil berhemat sekitar Rp327 triliun.

  • Gojek Salurkan Bonus Hari Raya Bagi Mitra Driver Pengganti THR, Ini Besaran Kategorinya!

    Gojek Salurkan Bonus Hari Raya Bagi Mitra Driver Pengganti THR, Ini Besaran Kategorinya!

    Bisnis.com, JAKARTA– Menjelang Idulfitri, Gojek menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) kepada Mitra Driver sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang aktif, produktif, dan berkinerja baik.

    Chief of Public Policy & Government Relations, GoTo Ade Mulya, menjelaskan pemberian dana ini bukan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana untuk pekerja formal, namun merupakan kontribusi Gojek untuk mendukung Mitra Driver dalam merayakan Idulfitri, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemberian bonus tambahan bagi mitra driver.

    Dia mengatakan sebagai perusahaan teknologi karya anak bangsa, kemitraan dengan Mitra Driver menjadi fondasi utama bisnis Gojek. “Dengan komitmen untuk terus menghadirkan solusi yang berkeadilan dan transparan, pemberian BHR ini disesuaikan dengan kapasitas finansial perusahaan agar tetap berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (22/3/2025).

    Dia melanjutkan, dengan menerapkan prinsip adil, Gojek membagi penerima BHR ke dalam lima kategori, dengan Mitra Juara Utama sebagai kategori tertinggi.

    Mitra dalam kategori Mitra Juara Utama mendapatkan BHR yang dihitung sekitar 20% dari rata-rata penghasilan bersih di kategori tersebut. Besaran BHR yang diterima dalam kategori tertinggi adalah Rp 900.000 untuk Mitra roda dua dan Rp 1.600.000 untuk Mitra roda empat.

    Agar manfaat ini dapat menjangkau lebih banyak Mitra, Gojek juga menghadirkan empat kategori tambahan, yaitu Mitra Juara, Mitra Unggulan, Mitra Andalan, dan Mitra Harapan. Nominal BHR di setiap kategori dihitung berdasarkan tingkat produktivitas, kontribusi, serta tetap disesuaikan dengan kapasitas finansial perusahaan.

    BHR akan diterima oleh Mitra Driver yang memenuhi kriteria mulai tanggal 22 – 24 Maret 2025 melalui saldo GoPay Mitra. Dengan pembagian kategori ini, BHR diberikan secara tepat sasaran, memastikan apresiasi bagi Mitra Driver yang aktif dan terus berkontribusi dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

  • 5G Masuk Era Dampak, Komersialisasi jadi Tantangan Selanjutnya

    5G Masuk Era Dampak, Komersialisasi jadi Tantangan Selanjutnya

    Bisnis.com, JAKARTA — Kearney, lembaga penelitian dan konsultan global, mengungkapkan teknologi 5G akhirnya akan memasuki ‘Era Dampak’, di mana operator telekomunikasi dapat memanfaatkan investasi dan melihat pertumbuhan komersial.

    Indeks Keberhasilan 5G Kearney 2025 menunjukkan bahwa penetrasi 5G  terus tumbuh, dengan lebih dari 30% populasi kini menggunakan 5G di 10 negara.

    Uni Emirat Arab dan Malaysia memimpin dengan penetrasi lebih dari 50%. Penerapan 5G secara signifikan melampaui 4G, dengan enam negara mencapai penetrasi 30% pada lima tahun setelah peluncuran.

    Namun, optimisme ini bertolak belakang dengan ketidakpastian yang  berlangsung tentang cara terbaik memonetisasi teknologi 5G untuk meraup manfaatnya, dengan lebih dari separuh (53%) dari semua negara dalam Indeks mengalami penurunan skor keberhasilan 5G pada  2024.

    Co-Lead Asia Pasifik Komunikasi, Media, dan Teknologi di Kearney Sarovar Agarwal mengatakan Indeks Keberhasilan 5G Kearney 2025 menegaskan bahwa operator berada di titik balik dalam evolusi 5G. 

    Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Pasifik telah membuat langkah signifikan dalam adopsi 5G dan memimpin secara global. 

    “Sekarang, di Era Dampak, di mana kesiapan 5G yang matang telah membawa operator ke ambang keberhasilan, komersialisasi adalah kunci untuk membuka potensi penuh 5G,” kata Sarovar, dikutip (22/3/2025). 

    Dia mengatakan untuk meraih keberhasilan  5G  membutuhkan kombinasi strategi, Application Programming Interface (API) jaringan dan kolaborasi lintas industri memainkan peran penting untuk itu. 

    “Dengan pasar API Asia Pasifik yang diharapkan mencapai US$72 miliar pada 2025, kami yakin bahwa beberapa perusahaan telekomunikasi di kawasan ini memiliki posisi yang baik untuk memimpin jalan bagi komersialisasi 5G,” kata Sarovar. 

    Dalam laporan Indeks Kearney pada 2024, disebutkan bahwa penetrasi 5G tumbuh tetapi komersialisasi melambat, dengan negara-negara di Asia Pasifik, termasuk Australia dan Singapura menempati peringkat lima teratas, bersama dengan Amerika Serikat, Spanyol, dan Finlandia.

    Amerika Serikat dengan skor indeks 8,3 mempertahankan posisi nomor satu berkat ketersediaan dan penetrasi 5G yang tinggi di samping penawaran komersial yang ambisius dari operatornya, termasuk beberapa API canggih, dan ekosistem digital yang sedang berkembang.

    Sementar itu Australia (skor 7,4) memiliki penetrasi yang tinggi meskipun komersialisasinya lebih lambat. Infrastruktur yang kuat dan fokus pada jaringan pribadi di negara ini telah membuatnya tetap kompetitif.

    Spanyol (7.3) memiliki penetrasi 5G yang tinggi, kemitraan strategis dan investasi Spanyol dalam API jaringan telah memungkinkan komersialisasi 5G yang sukses, menjadikannya sebagai pemimpin di Eropa.

    Kemudian Singapura (7.3) diuntungkan oleh fokus strategisnya pada kesiapan digital dan penerapan pita rendah, investasi Singapura dalam infrastruktur kota pintar dan integrasi layanan digital telah mendorong adopsi 5G yang meluas, memposisikannya sebagai pemimpin regional.

    “Finlandia (7.1) mencapai penetrasi yang baik dengan ekosistem digital yang matang dan jangkauan 5G yang kuat,” kata Sarovar.

  • Telkomsel Kebut 5G, Ini Perbandingan Kecepatan Maksimum di Surabaya vs Jabotabek

    Telkomsel Kebut 5G, Ini Perbandingan Kecepatan Maksimum di Surabaya vs Jabotabek

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengakselerasi perluasan jaringan 5G di Surabaya dan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) untuk memberikan pengalaman internet berkualitas. Lantas, seperti apa perbedaan kecepatan 5G di Surabaya dan Jabotabek? 

    Diketahui, Telkomsel telah menambah 50 Base Transceiver Station (BTS) 5G baru, sehingga secara total  BTS 5G aktif di kota pahlawan menjadi lebih dari 90 unit selama periode Ramadan dan Idulfitir 2025. 

    Perluasan jaringan Hyper 5G Telkomsel di Surabaya telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kecepatan internet. Kecepatan unduh kini mencapai 481 Mbps, sementara kecepatan unggah menembus 87 Mbps – empat kali lebih cepat dibandingkan jaringan 4G. 5G Telkomsel hadir di kawasan bisnis, residensial, kampus, hingga bandara di Surabaya.

    Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, mengatakan perusahaan telah memperluas cakupan Hyper 5G yang contiguous tanpa terputus di Surabaya, mengingat ekosistem perangkat dan kebutuhan 5G makin matang. 

    “Ekspansi ini akan berlanjut ke wilayah strategis lainnya seperti Makassar, Medan, dan Batam untuk mengakselerasi transformasi digital Indonesia,” kata Indra, dikutip Sabtu (22/3/2025).

    Indra mengatakan  hingga Maret 2025 penetrasi handset 5G di Surabaya telah mencapai lebih dari 25%, dengan rata-rata konsumsi data 5G sebanyak 22 GB per pengguna setiap bulan[

    Selain Surabaya, Telkomsel juga agresif menggelar lebih dari 1.400 BTS 5G di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) untuk menghadirkan koneksi internet super cepat, stabil, dan berkualitas  di kawasan bisnis utama, pusat transportasi, area pemukiman, hingga destinasi wisata di Jabotabek.

    Hingga Maret 2025, tercatat penetrasi handset 5G di Jabotabek telah mencapai lebih dari 30%, dengan konsumsi data 5G bulanan rata-rata 30 GB per pengguna. 

    Perluasan cakupan jaringan Hyper 5G Telkomsel secara masif di wilayah ini telah meningkatkan pengalaman pengguna dengan kecepatan unduh maksimum hingga 500 Mbps dan kecepatan unggah hingga 110 Mbps – 5 kali lebih cepat dibanding rata-rata 4G.

    Dengan catatan tersebut maka kecepatan 5G Telkomsel di Jabodetabek masih lebih tinggi dibandingkan dengan Surabaya. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh jumlah BTS yang lebih banyak, dan ketersediaan perangkat. 

    Adapun saat ini  Telkomsel total mengoperasikan lebih dari 2.250 BTS 5G yang tersebar di 56 kota/kabupaten di Indonesia. Telkomsel berupaya untuk terus mendukung percepatan transformasi digital nasional melalui ekspansi jaringan 5G yang bertahap, terarah, dan terukur.

  • Menekraf Ungkap Ambisi Lahirkan Startup Unicorn Baru di Era Prabowo

    Menekraf Ungkap Ambisi Lahirkan Startup Unicorn Baru di Era Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia, termasuk upaya melahirkan unicorn baru.

    Dia mengaku bahwa meskipun tidak ada target spesifik yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam lima tahun kepemimpinannya, tetapi pemerintah menekankan pentingnya industri kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas, terutama bagi generasi muda.

    “Secara khusus belum disebutkan, tetapi secara umum tentu, jelas pada misi ketiga cita-cita sendiri kan industri kreatif diharapkan juga dapat memberikan pekerjaan berkualitas, terutama kepada generasi muda,” ujarnya kepada Bisnis.com di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (21/3/2025).

    Belum lagi, Teuku melanjutkan bahwa pemerintah melihat bahwa saat ini pengangguran secara mayoritas berada di bawah usia 40 tahun.

    Oleh sebab itu, kata Teuku, industri kreatif sebetulnya dapat memberikan harapan juga lapangan pekerjaan untuk para generasi muda.

    Dia menambahkan bahwa anak-anak muda biasanya ingin bekerja di tempat yang sesuai dengan passion atau hobi mereka, dan ruang tersebut tersedia di industri atau ekonomi kreatif. Sehingga, pemerintah bakal meracik cara agar dapat mendukung munculnya lebih banyak unicorn baru di Indonesia.

    “Jadi tentu ke depan kita berharap mendukung lebih banyak lagi timbulnya unicorn-unicorn baru di Indonesia,” pungkas Teuku.

    Berdasarkan CB Insight, Indonesia memiliki 7 startup yang telah mencapai status unicorn, yaitu perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari US$1 miliar. Beberapa di antaranya adalah Traveloka, Akulaku, eFishery, DANA, Xendit, Ajaib, dan Kopi Kenangan. 

    Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan startup terbanyak di dunia pada awal 2024. Per Januari 2024 terdapat 2.562 startup di Indonesia. Jumlahnya paling banyak nomor satu di Asia Tenggara, peringkat ke-2 di skala Asia, dan peringkat ke-6 secara global.