Category: Bisnis.com Tekno

  • Star Media Group Pilih Antsomi CDP 365 untuk Maksimalkan Data Pelanggan

    Star Media Group Pilih Antsomi CDP 365 untuk Maksimalkan Data Pelanggan

    Bisnis.com, KUALA LUMPUR – Star Media Group, yang memiliki portofolio beragam termasuk surat kabar dan portal berita berbahasa lnggris terkemuka di Malaysia, beberapa stasiun radio, bisnis event, dan lainnya, mulai menjalankan strategi baru dalam hal unifikasi dan pemanfaatan data pelanggan mereka secara efektif. Perusahaan media besar ini telah memilih Antsomi CDP 365 sebagai platform data pelanggan (Customer Data Platform/CDP) mereka untuk mendorong strategi pemanfaatan data pihak pertama (first party data) dan meningkatkan keterlibatan pelanggan di berbagai titik interaksi.

    Antsomi CDP 365 adalah solusi Software-as-a-Service (SaaS) yang membantu media dan perusahaan lain untuk menyatukan data pelanggan dan mengaktifkannya di berbagai saluran dengan pesan yang sangat personal dan pengalaman pelanggan yang disesuaikan.

    Melalui kerja sama dengan Antsomi, perusahaan teknologi pemasaran regional yang memiliki klien di kawasan Asia Pasifik, dan mengimplementasikan Antsomi CDP 365, Star Media Group berhasil menghadirkan pemahaman yang lebih menyeluruh dan komprehensif terhadap pelanggan, memungkinkan wawasan yang lebih dalam mengenai perilaku dan preferensi audiens untuk meningkatkan keterlibatan dan layanan.

    Di era dimana kebiasaan konsumsi media berkembang dengan cepat, perusahaan media harus tetap unggul dengan memanfaatkan teknologi dan solusi berbasis data. Kemitraan ini menegaskan perlunya perusahaan media untuk merangkul inovasi agar tetap kompetitif.

    Kevin Seng, General Manager Senior Teknologi di Star Media Group, menekankan pentingnya inisiatif ini.

    “Sebagai grup media terkemuka di Malaysia, kami memiliki banyak titik interaksi dengan pembaca dan pelanggan kami, baik secara online maupun offline. Data pihak pertama ini dapat membantu kami melayani mereka dengan lebih baik. Adopsi platform data pelanggan, yaitu Antsomi CDP 365, akan memungkinkan kami mencapai tujuan kami sekaligus mematuhi regulasi privasi yang relevan melalui anonimisasi data yang tepat. Platform ini mendukung komitmen kami terhadap strategi data pihak pertama jangka panjang, serta meningkatkan keterlibatan dan penawaran kami kepada audiens kami.”

    Antsomi CDP 365 memungkinkan Star Media Group menciptakan pemahaman terhadap pelanggan lebih menyeluruh dengan mengintegrasikan data dari sumber online seperti situs web dan aplikasi seluler dengan sumber offline seperti data yang dikumpulkan saat kegiatan dan aktivitas lapangan. lntegrasi ini memungkinkan grup media tersebut membentuk profil pelanggan secara 360 derajat yang komprehensif, sehingga meningkatkan upaya personalisasi di berbagai platformnya.

    Dengan pemahaman mendalam tentang perilaku pelanggan, Star Media Group bertujuan untuk mendorong langganan digital untuk The Star Digital melalui pendekatan multi-touchpoint, memastikan keterlibatan dan retensi audiens yang lebih baik.

    Selain itu, kemampuan segmentasi audiens berbasis Al dari Antsomi CDP 365 akan memungkinkan Star Media Group memanfaatkan kamus dan taksonomi IAB (Interactive Advertising Bureau) untuk mengklasifikasikan pengguna secara akurat. Model Al yang telah dilatih ini kemudian akan menyinkronkan data audiens ke server iklan milik The Star, Google Ad Manager, memungkinkan penargetan iklan yang lebih relevan berdasarkan perilaku dan konteks pengguna.

    Lebih jauh lagi, platform ini akan secara signifikan meningkatkan analitik data dan pelaporan bagi tim analitik The Star, menyediakan wawasan yang lebih luas untuk memfasilitasi pengambilan keputusan strategis yang lebih baik.

    Platform ini juga akan memungkinkan pengiriman survei kontekstual kepada audiens yang ditargetkan berdasarkan relevansi konten, memastikan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dan pengumpulan umpan balik audiens yang lebih efektif.

    Serm Teck Cheon, salah satu pendiri dan CEO Antsomi, membagikan antusiasmenya terhadap kemitraan ini: “Kami merasa terhormat karena Star Media Group telah memilih Antsomi CDP 365 sebagai platform data pelanggan mereka. Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memberdayakan grup media ini dengan strategi dan pendekatan data yang tepat untuk mengoptimalkan segmentasi dan keterlibatan audiens.”

    Baik Star Media Group maupun Antsomi sangat antusias dengan kolaborasi strategis ini dan menantikan kemitraan jangka panjang yang akan mendorong inovasi serta pengambilan keputusan berbasis data dalam industri media.

    Dengan memanfaatkan kekuatan Al dan data pihak pertama, Star Media Group menjadi contoh bagi para penerbit tentang bagaimana beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk lebih baik dalam melayani audiens mereka. Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak besar, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di seluruh kawasan, serta menginspirasi organisasi media lainnya untuk mempercepat transformasi digital mereka dan mendefinisikan ulang masa depan keterlibatan media.

  • Cisco-Nvidia Rilis Pengaman Infrastruktur AI, Percepat Adopsi Kecerdasan Buatan

    Cisco-Nvidia Rilis Pengaman Infrastruktur AI, Percepat Adopsi Kecerdasan Buatan

    Bisnis.com, JAKARTA — Cisco dan Nvidia memperkenalkan Cisco Secure AI Factory sebagai pengaman infrastruktur atau pusat data yang menjalankan kecerdasan buatan (AI). 

    Cisco Secure AI Factory with NVIDIA akan menyematkan keamanan di semua lapisan, mulai dari lapisan aplikasi, lapisan beban kerja, hingga lapisan infrastruktur yang menggunakan solusi-solusi seperti Cisco AI Defense dan Hybrid Mesh Firewall.

    Solusi keamanan tersebut menyederhanakan penerapan, pengelolaan dan pengamanan  infrastruktur AI di perusahaan dengan skala apa pun.

    Founder dan CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan bahwa AI factory mentransformasi setiap industri dan keamanan harus dibangun di setiap lapisan untuk melindungi data, aplikasi, dan infrastruktur.

    “Nvidia dan Cisco menciptakan cetak biru untuk AI yang aman, sehingga memberikan fondasi yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan agar bisa sepenuhnya yakin dalam mengembangkan AI sekaligus melindungi aset-aset mereka yang paling berharga,” kata Huang, dikutip Kamis (27/3/2025).

    Di sisi lain, Chair dan CEO Cisco Chuck Robbins menyampaikan teknologi AI dapat menciptakan berbagai peluang luar biasa bagi perusahaan-perusahaan. Untuk mencapai hal ini, integrasi jaringan dan keamanan sangat penting. 

    “Solusi inovatif dan terpercaya dari Cisco dan NVIDIA membantu para pelanggan kami untuk memanfaatkan potensi AI dengan maksimal namun secara sederhana dan aman,” ujarnya.

    Cisco dan Nvidia masing-masing membawa pemahaman unik tentang kebutuhan infrastruktur AI pelanggan. Dengan menggabungkan wawasan mereka, dapat menawarkan model-model penerapan yang fleksibel bersama dengan arsitektur referensi yang sudah terbukti. 

    Dengan Secure AI, para pelanggan di segmen perusahaan atau enterprise dapat memiliki infrastruktur AI yang dapat ditingkatkan dan berkinerja tinggi yang mendukung di setiap tahap penerapan AI mereka dan mengintegrasikan keamanan di seluruh proses. 

    Adapun, Cisco Secure AI Factory with Nvidia akan memiliki opsi penggunaan full-stack yang fleksibel seperti ready to deploy dan build your own.

    Ready to deploy yaitu memanfaatkan Cisco Nexus Hyperfabric AI bersama portofolio keamanan Cisco dan teknologi NVIDIA.

    Dengan opsi ini, pelanggan dapat menerapkan solusi AI yang terintegrasi secara vertikal yang mengotomatiskan dan menyederhanakan siklus hidup AI factory yang aman mulai dari desain hingga penerapan dan pemantauan yang berkelanjutan.

    Kemudian untuk build your own yaitu memungkian pelanggan dapat mengintegrasikan infrastruktur yang ada saat ini dan membangun solusi yang dirancang secara tepat untuk lingkungan unik.

  • XL-Smartfren Resmi Merger, Bos Mitratel Prediksi Bisnis Menara Makin Moncer

    XL-Smartfren Resmi Merger, Bos Mitratel Prediksi Bisnis Menara Makin Moncer

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel memperkirakan bisnis menara akan makin tumbuh sejalan dengan merger di industri telekomunikasi, salah satunya merger PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

    Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko atau yang akrab disapa Teddy mengatakan konsolidasi di sektor telekomunikasi akan memberikan dampak positif terhadap iklim kompetisi, yang pada gilirannya memberikan dampak positif terhadap industri infrastruktur penunjang, termasuk penyewaan menara dan fiber optic. 

    Dengan persaingan di industri telekomunikasi yang lebih sehat, kinerja keuangan para operator seluler diharapkan akan lebih kuat, sehingga memiliki kapasitas untuk memperluas coverage sekaligus meningkatkan kualitas jaringan.

    “Permintaan untuk sewa menara, fiber optic dan layanan penunjang lainnya bakal meningkat sejalan dengan rencana ekspansi, terutama ke wilayah sentra pertumbuhan ekonomi baru di masa mendatang,” kata Teddy, dikutip Kamis (27/3/2025). 

    Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memberikan restu bagi EXCL untuk melakukan merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Manajemen XLSmart menyampaikan akan fokus melakukan integrasi terlebih dahulu sebelum mengumumkan panduan kinerja.

    Direktur dan Chief Financial Officer XLSmart Antony Susilo mengatakan fokus dirinya dan direksi lainnya di XLSmart saat ini adalah pada integrasi. Integrasi tersebut baik yang berada di tingkat operasional, sistem, serta di sisi karyawan. 

    “Kami sedang memikirkan bagaimana cara mendapatkan integrasi yang baik dan lancar. Selain itu, kami juga tengah berfokus pada penyusunan rencana bisnis,” ujar Antony dalam konferensi pers Merger XLSmart, Selasa (25/3/2025).

    Dia melanjutkan, setelah rencana bisnis atau business plan dari XLSmart selesai, pihaknya baru akan menyampaikan panduan kinerja bagi perusahaan hasil merger ini.

    Adapun Antony juga mengatakan XLSmart memiliki nilai sinergi pra pajak sebesar US$300-US$400 juta per tahun, dengan proyeksi pendapatan proforma sebesar Rp45,8 triliun.

    EBITDA dari XLSmart juga diperkirakan dapat mencapai Rp22,5 triliun, dengan total pelanggan gabungan sebanyak 94,5 juta pelanggan, dan pangsa pasar gabungan sebesar 25%.

    “Sinergi tersebut baru dapat terwujud setelah kami mencapai integrasi yang solid. Jadi, yang terpenting saat ini adalah menyeimbangkan integrasi terlebih dahulu,” tutur Antony.

    Kinerja MTEL

    Sementara itu Mitratel membukukan laba bersih Rp2,11 triliun atau naik 4,1% pada 2024 dibandingkan dengan 2023. Pencapaian tersebut menandakan strategi ekspansi bisnis ekosistem menara secara organik dan inorganik hingga pengelolaan biaya secara lebih efisien, membuahkan hasil positif.

    Dari sisi topline, Mitratel berhasil membukukan pendapatan Rp9,31 triliun pada  2024 tumbuh 7,2% year on year/YoY. Bisnis penyewaan menara atau tower leasing masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan dengan nilai Rp7,63 triliun, atau tumbuh 6,9% YoY. Sementara itu, pendapatan dari segmen fiber optic juga terus bertumbuh dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp486 miliar atau meningkat 64,3% dari tahun sebelumnya.

  • Keamanan Data Jadi Fokus Utama 64% Pelaku Industri Finansial pada Era AI

    Keamanan Data Jadi Fokus Utama 64% Pelaku Industri Finansial pada Era AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Hitachi Vantara mengungkap kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) memaksa pelaku industri di sektor perbankan, finansial, dan asuransi (BFSI) untuk memprioritaskan antara keamanan, kualitas, dan keberlanjutan data.

    Berdasarkan survei terbaru Hitachi Vantara dari dari 231 pemimpin TI dan bisnis global, ditemukan 36% responden mengakui pentingnya kualitas data untuk keberhasilan AI dan sisanya 64% tetap lebih fokus pada keamanan data.

    Dalam survei tersebut juga ditemukan 48% responden menyebut keamanan data sebagai perhatian utama dalam penerapan AI. Hal ini mencerminkan pentingnya perlindungan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar organisasi.

    Vice President dan General Manager untuk wilayah Asean Hitachi Vantara, Joe Ong mengatakan lembaga keuangan di seluruh dunia tengah mempercepat adopsi AI.

    Akan tetapi, dirinya melihat masih banyak yang tidak menyadari bahwa infrastruktur data mereka belum siap untuk mendukung adopsi AI.

    “Organisasi keuangan perlu memperkuat fondasi data mereka agar AI dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” kata Joe dikutip Kamis (27/3/2025).

    Selain itu ditemukan juga 84% responden mengakui bahwa kehilangan data akibat serangan atau kesalahan akan berdampak katastrofik.

    Dalam survei ini juga ditemukan 36% responden mengkhawatirkan risiko kebocoran data akibat AI internal dan 38% khawatir tidak mampu memulihkan data dari serangan ransomware.

    Meskipun serangan ransomware menjadi perhatian utama para pemimpin TI di sektor BFSI, 36% responden menyatakan bahwa kebocoran data akibat kesalahan AI merupakan tiga kekhawatiran teratas mereka.

    Di sisi lain, 32% responden khawatir bahwa serangan yang didukung AI dapat menyebabkan pelanggaran data.

    Meskipun terdapat tantangan akurasi, adopsi AI di sektor BFSI terus mengalami percepatan. Namun, banyak organisasi yang menerapkan AI tanpa persiapan memadai, dengan 71% responden mengakui bahwa mereka melakukan pengujian dan iterasi langsung pada implementasi aktif. Sementara, hanya 4% yang menggunakan lingkungan sandbox.

    Penelitian ini menegaskan bahwa para pemimpin sektor jasa keuangan meyakini kualitas data sebagai pertimbangan paling penting untuk keberhasilan implementasi AI. 

    Namun, kekhawatiran seperti keamanan data terlalu mendesak untuk diabaikan dan hal ini berdampak pada menurunnya return on investment (ROI).

    Laporan ini disusun berdasarkan Survei Global State of Data Infrastructure 2024 dari Hitachi Vantara, dan mewakili pandangan dari 231 spesialis BFSI, eksekutif tingkat C, serta pengambil keputusan di bidang TI yang berasal dari 15 negara di seluruh dunia.

  • Mitratel (MTEL) Cetak Laba Bersih Rp2,11 Triliun, Naik 4,8% YoY

    Mitratel (MTEL) Cetak Laba Bersih Rp2,11 Triliun, Naik 4,8% YoY

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) membukukan laba bersih Rp2,11 triliun atau naik 4,8% pada 2024 dibandingkan dengan 2023.

    Pencapaian tersebut menandakan strategi ekspansi bisnis ekosistem menara secara organik dan inorganik hingga pengelolaan biaya secara lebih efisien, membuahkan hasil positif. 

    Dari sisi topline, Mitratel berhasil membukukan pendapatan Rp9,31 triliun pada  2024 tumbuh 7,2% year on year/YoY. Bisnis penyewaan menara atau tower leasing masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan dengan nilai Rp7,63 triliun, atau tumbuh 6,9% YoY. Sementara itu, pendapatan dari segmen fiber optic juga terus bertumbuh dengan mencatatkan pendapatan

    sebesar Rp486 miliar atau meningkat 64,3% dari tahun sebelumnya.

    Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko (Teddy) mengatakan pencapaian tahun 2024 tidak lepas dari ekspansi Mitratel dalam menambah portofolio aset, terutama di luar

    Jawa. Strategi tersebut sejalan dengan rencana bisnis perusahaan operator seluler yang tengah menggelar ekspansi keluar Jawa, baik untuk memperluas coverage, pangsa pasar

    hingga meningkatkan kualitas koneksi internet di rural area.

    “Di saat yang sama, kami terus mengoptimalkan aset produktif dan memperbanyak penggunaan teknologi digital dalam operasional bisnis. Strategi ini bukan hanya membuat bisnis model kami makin efisien,  juga meningkatkan experience pelanggan,” kata lelaki yang akrab disapa Tedd, dikutip Kamis (27/3/2025).

    Dia juga mengatakan bahwa kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, optimalisasi aset dan pengelolaan biaya membuat EBITDA Margin perusahaa makin baik. 

    Masyarakat menerima panggilan telepon dekat menara telekomunikasi

    Teddy menjelaskan, Mitratel akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis operator seluler dalam melakukan efisiensi sekaligus membantu mereka ekspansi ke sejumlah wilayah baru pusat pertumbuhan ekonomi.

    “Portofolio menara dan fiber kami tersebar merata di seluruh Indonesia. Jaringan infrastruktur yang kami miliki akan memudahkan para operator seluler untuk memperdalam penetrasi pasar dan mengembangkan bisnis, terutama di area rural,” katanya.

    Efektivitas Operasional dan Ekspansi Luar Jawa

    Kinerja keuangan Mitratel yang solid dapat tercapai berkat kinerja operasional yang baik. Pada 2024, Mitratel berhasil menambah 1.390 menara sehingga saat ini memiliki 39.404 menara, atau meningkat 3,7% dari akhir tahun sebelumnya. Menempatkan Mitratel Perusahaan Infrastruktur Telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dari sisi jumlah kepemilikan menara.

    Di tengah tren konsolidasi, Mitratel terus mencatatkan kenaikan jumlah kolokasi dari 19.395 pada  2023 menjadi 20.464 tenant pada  2024, atau meningkat 5,5%. Sehingga jumlah tenant juga bertumbuh 4,3% dari 57.409 menjadi 59.868 tenant. Peningkatan ini berdampak pada tenancy ratio yang berada di level 1,52x. Kontribusi bisnis di luar Jawa tercermin pada pertumbuhan tenant sebesar 5%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang pertumbuhannya sebesar 3%.

    Mitratel juga berhasil mengimbangi kenaikan dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien. Mitratel  menjaga efektivitas operasional dengan mencatatkan beban operasional Rp1,6 triliun, turun 5,2% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp1,7 triliun. Alhasil, perseroan mampu menghasilkan EBITDA senilai Rp7,69 triliun atau naik 10,2%. Margin EBITDA pun makin baik dari 80,4% pada 2023 menjadi 82,7% pada 2024. 

    Dampak Merger XL-Smartfren …

  • Strategi Huawei di Balik Inovasi Smartphone Lipat Terbaru

    Strategi Huawei di Balik Inovasi Smartphone Lipat Terbaru

    Bisnis.com, JAKARTA – Huawei terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri smartphone lipat dengan peluncuran HUAWEI Mate X6, yang merevolusi desain dan mendorong batasan teknologi yang ada. Di tengah persaingan ketat, Huawei tetap konsisten berinovasi dan memimpin pasar global dengan produk unggul di sektor smartphone dan wearable.

    Perjalanan Inovasi Huawei

    Huawei sudah memprediksi bahwa smartphone lipat akan menjadi tren utama dalam industri mobile. Pada 2019, Huawei meluncurkan Mate X pertama, dengan desain lipat keluar pertama di dunia. Pada 2020, Huawei meluncurkan Mate Xs dengan perbaikan pada ketahanan layar dan engsel.

    Pada 2021, Huawei memperkenalkan Mate X2 dengan desain lipat ke dalam, meningkatkan kenyamanan dan ketahanan perangkat. Pada 2023, Mate X3 memperkenalkan desain ramping dan lebih ringan, dan pada 2024, Huawei meluncurkan Mate XT, smartphone lipat tri-fold pertama yang dilengkapi dengan Advanced Precision Hinge System.

    Penghargaan Global atas Inovasi Huawei

    Inovasi Huawei tidak hanya diterima positif oleh konsumen, tetapi juga oleh para ahli dan tokoh teknologi global. CEO NVIDIA, Jensen Huang, memuji Mate XT sebagai terobosan besar dalam teknologi lipat yang akan merubah cara kita menggunakan perangkat mobile. Raja Spanyol Felipe VI juga mengapresiasi Huawei atas desain dan teknologi canggih yang dihadirkan dalam Mate XT.

    Huawei: Menyelesaikan Tantangan dan Menghadirkan Solusi Nyata

    Huawei berhasil mengatasi berbagai tantangan dalam pengembangan smartphone lipat, dari masalah ketahanan layar hingga bobot perangkat yang tebal. Mate X pertama menawarkan lipatan luar yang mulus, Mate X2 menghilangkan celah pada lipatan dalam, dan Mate X3 memberikan desain lebih tipis. Mate XT memukau dengan lipatan tiga yang kokoh dan mekanisme engsel presisi tinggi.

    Fokus pada R&D dan Inovasi Berkelanjutan

    Huawei berinvestasi besar dalam R&D, mengalokasikan lebih dari 10% pendapatannya untuk pengembangan teknologi. Huawei telah menginvestasikan lebih dari CNY 1,11 triliun dalam sepuluh tahun terakhir, menjadikannya salah satu perusahaan paling inovatif di dunia. Setiap generasi Mate X menunjukkan peningkatan signifikan, memberikan pengalaman lebih baik bagi penggunanya.

    HUAWEI Mate X6: Smartphone Lipat Bifold Premium

    Mate X6 hadir dengan desain lipat ganda ramping, menggunakan material fiberglass terbaru untuk kekuatan dan tekstur premium. Dengan layar utama 7,93 inci dan layar sekunder 6,45 inci, Mate X6 memberikan pengalaman visual luar biasa. Ditenagai SoC Kirin 9010, RAM 12 GB, dan penyimpanan 512 GB, Mate X6 menawarkan performa tinggi. Kamera Ultra Chroma dengan 50 MP utama, 48 MP telefoto, dan 40 MP ultra-wide memberikan hasil foto luar biasa. Baterai 5.110 mAh mendukung pengisian cepat 66W dan pengisian nirkabel 50W.

    Peluncuran Global Mate X6

    Peluncuran global Mate X6 pada 11 Maret 2025 disambut antusias dengan harga promosi Rp 24.999.000 untuk periode penjualan pertama, termasuk bonus HUAWEI WATCH GT 5 dan layanan purnajual premium.

    Era Baru Smartphone Lipat

    Huawei menghadirkan tren smartphone lipat baru dengan Mate X6. Setelah peluncuran di Tiongkok, lebih dari 1 juta unit dipesan dalam waktu singkat, menunjukkan betapa tingginya antusiasme konsumen. Huawei mendefinisikan ulang perangkat mobile dengan gaya hidup layar besar yang tetap dapat dimasukkan dalam saku.

    Kesimpulan: Transisi ke Era Baru

    Peluncuran HUAWEI Mate X6 menandai tonggak penting dalam industri smartphone lipat. Keberhasilan ini tidak hanya membuktikan visi revolusioner Huawei, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi di pasar smartphone global, menetapkan standar baru untuk perangkat lipat premium.

  • Cara Mudah Nonaktifkan Pesanan Baru di TikTok Shop Selama Libur Lebaran

    Cara Mudah Nonaktifkan Pesanan Baru di TikTok Shop Selama Libur Lebaran

    Bisnis.com, JAKARTA — TikTok Shop, platform e-commerce, memiliki fitur libur toko yang dapat dimanfaatkan oleh penjual untuk menutup toko sementara saat libur lebaran. 

    Fitur ini memungkinkan pemilik toko untuk menghentikan penerimaan pesanan baru saat mereka tidak dapat beroperasi, seperti saat hari libur, akhir pekan, atau periode liburan panjang seperti menjelang Hari Raya. 

    Alhasil, dengan fitur libur toko, pengguna TikTok Shop dapat memastikan bahwa tidak ada pesanan baru yang diterima selama periode tertentu. 

    Langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur Toko Libur:

    1.Pengguna perlu masuk ke akun TikTok Shop mereka dan menuju ke menu “My Account”.

    2.Setelah itu, Anda bisa memilih “Account Settings” dan mengaktifkan fitur libur toko dengan mengklik nama toko mereka di menu “Store Holiday Mode”.

    3.Langkah selanjutnya. Anda cukup memasukkan tanggal mulai dan selesai liburan sebelum mengklik “Submit”.

    Saat fitur libur toko diaktifkan, toko akan berhenti menerima pesanan baru sementara. Namun, pengguna masih bisa mengaktifkan fitur balasan pesan otomatis kepada pelanggan. Ini memungkinkan mereka untuk tetap berkomunikasi dengan pelanggan meskipun toko sedang dalam masa libur. 

    Untuk mengaktifkan fitur balasan pesan otomatis, pengguna cukup mengklik “Setup Now” di halaman Fitur Libur Toko, menulis pesan singkat namun informatif yang akan diterima pelanggan saat mereka menghubungi toko, dan menyimpannya.

    Selain menjaga kinerja toko dari potensi dampak negatif saat tidak aktif dalam menjual produk, fitur libur toko juga membantu pengguna mengatur jadwal liburan atau hari tidak beroperasi. 

    Dengan mengaktifkan fitur ini, mereka dapat memperlancar hubungan dengan pembeli dan memastikan bahwa toko hanya beroperasi saat mereka siap untuk melayani pelanggan.

    Dengan demikian, fitur libur toko tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pemilik toko dalam mengelola jadwal mereka, tetapi juga membantu meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberi tahu mereka tentang status toko saat ini. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan jangka panjang.

  • OpenAI Tunda Peluncuran ChatGPT Image Generator untuk Pengguna Gratis

    OpenAI Tunda Peluncuran ChatGPT Image Generator untuk Pengguna Gratis

    Bisnis.com, JAKARTA — OpenAI mengumumkan penundaan peluncuran pembuat gambar bawaan Image Generator) ChatGPT untuk pengguna gratis.

    Melansir dari The Verge, Kamis (27/3/2025) CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa alat pembuat gambar yang baru diluncurkan itu ternyata lebih populer dari yang diperkirakan.

    Akibatnya, peluncuran pembuat gambar untuk pengguna tingkat gratis akan ditunda untuk sementara waktu.

    “Peluncuran ke tingkat gratis kami sayangnya akan ditunda untuk sementara waktu,” kata Sam Altman.

    Sejak peluncurannya, pengguna telah membanjiri media sosial dengan foto-foto yang diubah menjadi gambar yang dibuat dengan gaya Studio Ghibli.

    Fitur pembuat gambar ini baru saja ditambahkan ke ChatGPT pada hari Selasa, memungkinkan pengguna untuk membuat gambar langsung dalam aplikasi menggunakan model GPT-4o yang telah ditingkatkan. 

    GPT-4o ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar dengan pendekatan autoregresif, yang membuat gambar dihasilkan secara berurutan dari kiri ke kanan dan atas ke bawah.

    Model ini tidak hanya unggul dalam menyajikan teks secara akurat, tetapi juga dalam mengikuti perintah dengan tepat, serta memanfaatkan basis pengetahuan dan konteks obrolan yang ada dalam GPT-4o untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan keinginan pengguna.

    Salah satu kemampuan utama dari model ini adalah kemampuannya untuk mengubah gambar yang diunggah atau menggunakan gambar tersebut sebagai inspirasi visual. 

    Fitur ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengubah atau mengembangkan gambar sesuai dengan deskripsi atau ide yang diinginkan, menjadikannya alat yang sangat berguna untuk komunikasi visual yang efektif.

    Saat ini, pembuat gambar ini hanya tersedia untuk pelanggan ChatGPT Plus, Pro, dan Team. Meskipun demikian, OpenAI belum mengonfirmasi kapan fitur tersebut akan tersedia bagi pengguna gratis. 

  • TikTok Jadi Kartu Trump dalam Perundingan Tarif Impor AS-China

    TikTok Jadi Kartu Trump dalam Perundingan Tarif Impor AS-China

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump bersedia memberikan pengurangan tarif impor kepada China guna menyelesaikan kesepakatan dengan ByteDance, induk perusahaan TikTok yang berbasis di China. 

    Melansir dari Reuters, Kamis (27/3/2025) kesepakatan ini berkaitan dengan penjualan aplikasi video pendek TikTok, yang memiliki lebih dari 170 juta pengguna di Amerika Serikat.

    ByteDance diberi tenggat waktu hingga 5 April untuk mencari pembeli non-China untuk TikTok, atau menghadapi larangan dari AS yang berlandaskan pada kekhawatiran terkait keamanan nasional. 

    Larangan ini seharusnya diberlakukan mulai Januari 2024 berdasarkan undang-undang yang disahkan. Dimana UU berasal dari kekhawatiran Amerika kepada TikTok yang dapat digunakan oleh pemerintah China dapat mengumpulkan data pribadi warga Amerika.

    Trump mengungkapkan kesediaannya untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut jika kesepakatan terkait TikTok belum tercapai. Salah satunya dengan memberikan pengurangan tarif impor kepada China.

    “Mungkin saya akan memberi mereka sedikit pengurangan tarif atau sesuatu untuk menyelesaikannya,” kata Trump.

    TikTok sendiri belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Trump. Namun, Trump menunjukkan bahwa penjualan TikTok menjadi prioritas utama bagi pemerintahannya dan cukup penting untuk menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar dengan China.

    Sejak Februari lalu, Trump telah menambah tarif sebesar 20% pada seluruh impor dari China, dan ia sebelumnya pernah mengancam untuk mengenakan tarif lebih lanjut pada China jika China gagal menyetujui kesepakatan tentang TikTok. 

    Wakil Presiden JD Vance mengatakan bahwa ia mengharapkan ketentuan umum dari sebuah perjanjian yang menyelesaikan kepemilikan platform media sosial tersebut akan tercapai paling lambat tanggal 5 April.

    Reuters melaporkan bahwa pembicaraan antara Gedung Putih dan para investor terkemuka dari ByteDance sedang berlangsung, dengan rencana untuk mengakuisisi operasi TikTok di AS oleh investor non-China.

    Meskipun TikTok sempat terancam diblokir pada Januari setelah Mahkamah Agung AS mendukung larangan tersebut, aplikasi tersebut kembali beroperasi setelah Trump menjabat pada Januari. 

    Trump kemudian mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda penegakan larangan tersebut hingga 5 April, dan mengatakan bahwa dirinya mungkin akan memperpanjang tenggat waktu lebih lanjut untuk memastikan tercapainya kesepakatan yang memadai.

  • Nvidia Dikabarkan Akuisisi Lepton AI, Ekspansi ke Bisnis Penyewaan Server

    Nvidia Dikabarkan Akuisisi Lepton AI, Ekspansi ke Bisnis Penyewaan Server

    Bisnis.com, JAKARTA — Nvidia dilaporkan dalam pembicaraan untuk mengakuisisi Lepton AI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan server berbasis chip. Perusahaan milik Jensen Huang tersebut ingin merambah bisnis baru.

    Melansir dari Techcrunch, Kamis (27/3/2025) rencana akuisisi ini dikabarkan mencapai ratusan juta dolar.

    Langkah Nvidia untuk mengakuisisi Lepton AI merupakan bagian dari upayanya untuk memperluas jejaknya di pasar penyewaan server.

    Namun, hingga saat ini Nvidia belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini. Tetapi, Nvidia hampir mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Lepton AI.

    Lepton AI adalah cloud AI yang terkelola sepenuhnya untuk mengembangkan, melatih, dan menyebarkan model AI, dengan kinerja tingkat produksi, efisiensi biaya, perkakas ML yang komprehensif, dan opsi GPU fleksibel yang didukung oleh SLA perusahaan.

    Lepton AI, yang didirikan dua tahun lalu, sebelumnya telah mengumpulkan dana sebesar US$11 juta atau Rp182 miliar pada Mei 2023 dari investor seperti CRV dan Fusion Fund. 

    Perusahaan ini menawarkan solusi penyewaan server dengan dukungan teknologi AI, yang semakin diminati seiring meningkatnya permintaan terhadap komputasi berbasis kecerdasan buatan.

    Selain Lepton AI, Together AI yang juga menyediakan layanan serupa, telah berhasil mengumpulkan lebih dari US$500 juta dalam pendanaan meskipun usianya lebih muda dari Lepton.

    Diketahui, Nvidia bukan kali pertama melakukan akuisisi. Pada 2019 Nvidia dikabarkan mengakuisisi perusahaan solusi jaringan Mellanox dengan nilai transaksi US$6,9 miliar atau sekira Rp98,2 triliun dalam bentuk tunai.

    Itu berarti, NVidia akan mengambil alih semua saham biasa yang beredar dan diterbitkan Mellanox dengan harga 125 dolar atau sekitar Rp1,7 juta per saham. Transaksi tersebut diharapkan akan menambah margin kotor dan arus kas perusahaan itu ke depan.

    Akuisisi itu akan menyatukan dua perusahaan terkemuka dunia dalam komputasi kinerja tinggi (HPC). Bersama-sama, platform komputasi NVidia dan interkoneksi Mellanox menguasai lebih dari 250 super komputer TOP500 dunia dan memiliki pelanggan penyedia layanan cloud dan pembuat komputer.