Category: Bisnis.com Tekno

  • Risiko Tinggi, Komdigi Sebut AI di Sektor Kesehatan Butuh Regulasi dan Uji Coba

    Risiko Tinggi, Komdigi Sebut AI di Sektor Kesehatan Butuh Regulasi dan Uji Coba

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di sektor kesehatan membutuhkan perhatian yang lebih serius.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, menegaskan arti penting proses pengembangan dan pengawasan melalui pendekatan sandboxing. 

    Menurutnya, sebelum sebuah sistem AI diimplementasikan secara luas, terlebih dahulu perlu melewati tahapan pengujian dalam lingkungan terbatas dan terkontrol sebelum terintegrasi ke sistem yang lebih besar.

    “Saya kira penting sekali. AI itu harus lolos dulu dari proses ini. Di situ kita bisa lihat bagaimana sistem itu comply dengan regulasi, mitigasi  risikonya seperti apa, dan apakah cocok dengan use case yang diajukan, dengan trial yang dibuat,” kata Nezar dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).

    Menurut Nezar, dalam proses sandboxing para pemangku kepentingan bisa menilai berbagai aspek teknis dan etis, termasuk kesiapan operasional dan potensi dampaknya terhadap masyarakat. 

    Dia mencontohkan proses yang dijalankan di China dan bisa mengungguli negara-negara maju lain karena melakukan sandboxing terlebih dahulu di level domestik.

    “Dan sebelum go global, mereka mencoba di pasar domestik dulu, jadi sandboxingnya sudah berlangsung di negara mereka lebih dulu,” tambahnya.

    Nezar mengingatkan tantangan lain dalam penerapan model Agentic AI, yang mampu membuat keputusan sendiri tanpa campur tangan orang lain.

    Menurutnya, hal ini adalah risiko yang tidak bisa dihindari dalam pengembangan teknologi mutakhir. Khususnya dalam konteks kesehatan, risiko AI bukan hanya teknis, tetapi juga sosial dan etis.

    “AI di sektor kesehatan tantangannya besar sekali. Disinformasi misalnya, itu sektor kesehatan adalah yang tertinggi kedua setelah politik. Belum lagi ada bias dengan kepentingan komersial. Bisa saja muncul rekomendasi medis yang tidak pernah melewati uji klinis,” ucap Nezar.

    Oleh karena itu, Nezar Patria menekankan pengembangan AI kesehatan yang berbasis pada data nasional yang telah dikurasi dan divalidasi oleh para ahli dalam negeri.

    “Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa membangun sistem AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, etis, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.

  • Simak! Ini 5 Cara Lindungi Data di WhatsApp, Tak Cuma Andalkan Enkripsi

    Simak! Ini 5 Cara Lindungi Data di WhatsApp, Tak Cuma Andalkan Enkripsi

    Bisnis.com, JAKARTA — WhatsApp telah lama dikenal sebagai aplikasi perpesanan yang mengutamakan keamanan, berkat fitur enkripsi ujung ke ujung (end to end encryption/E2EE) yang melindungi pesan dari pengintaian pihak ketiga. 

    Namun, pengguna masih bisa meningkatkan privasi Andi lebih jauh lagi dengan memanfaatkan sejumlah fitur tambahan yang telah disediakan WhatsApp.

    Melansir dari The Verge, Sabtu (3/5/2025) berikut fitur tambahan di WhatsApp yang berguna untuk meningkatkan privasi penggunanya.

    1. Cegah Ekspor Obrolan oleh Orang Lain

    Kini pengguna bisa memblokir kemampuan orang lain untuk mengekspor obrolan bersama. Fitur ini dapat diaktifkan melalui halaman info obrolan, dengan memilih opsi Privasi obrolan lanjutan.

    Untuk Android, Anda dapat mengetuk tiga titik (kanan atas) dalam obrolan, lalu Lainnya > Ekspor obrolan.
    Di iPhone, ketuk tajuk di bagian atas obrolan, lalu Ekspor obrolan.

    2. Kunci dan Sembunyikan Obrolan Penting

    Fitur kunci obrolan memungkinkan Anda dapat memindahkan percakapan tertentu ke folder khusus. 

    Obrolan yang dikunci dapat ditemukan di atas semua pesan Anda yang lain pada daftar obrolan utama, dan metode buka kunci yang saat ini tersedia untuk ponsel Anda (seperti Face ID, misalnya) akan diperlukan untuk obrolan ini. Cara mengunci obrolan:

    Ketuk tajuk di bagian atas percakapan.
    Pilih Kunci obrolan (Android) atau Kunci obrolan (iOS).

    3. Aktifkan Kunci Biometrik untuk Aplikasi

    WhatsApp saat ini memiliki fitur baru yang mendukung Anda dapay melakukan penguncian aplikasi secara keseluruhan.

    Namun, fitur ini dapat berguna jika ponsel Android atau iOS Anda sudah memiliki keamanan biometrik yang diatur untuk layar kunci. Berikut cara mengaktifkannya.

    Di Android, dari daftar obrolan utama, ketuk tiga titik (kanan atas), lalu Setelan > Privasi > Kunci aplikasi.
    Di iOS, alihkan ke tab Setelan, lalu pilih Privasi > Kunci aplikasi.

    4. Enkripsi Cadangan Obrolan

    Untuk mencegah pencurian data dari cadangan, aktifkan enkripsi ujung ke ujung pada fitur cadangan obrolan.

    Namun, mengaktifkan fitur ini berarti Anda memerlukan kunci enkripsi atau kata sandi yang diberikan WhatsApp untuk memulihkan cadangan. Berikut cara mengaktifkannya.

    Buka pengaturan aplikasi (tiga titik lalu Pengaturan pada tab Obrolan di Android, tab Pengaturan di iOS)
    Pilih Obrolan > Cadangan obrolan. 
    Dari sini, Anda dapat mengelola pencadangan percakapan ke akun Google atau iCloud, dan mengaktifkan enkripsi melalui opsi Cadangan terenkripsi ujung ke ujung.

    5. Lindungi Akun dengan Verifikasi Dua Langkah

    WhatsApp juga menawarkan autentikasi dua faktor (2FA) berbasis PIN enam digit. Fitur ini mencegah akses ilegal ke akun Anda, terutama saat login di perangkat baru. Berikut cara mengaktifkannya.

    Buka Setelan WhatsApp di ponsel Anda.
    Pada Android, buka tab Obrolan, ketuk tiga titik (kanan atas), dan pilih Setelan.
    Pada iOS, alihkan ke tab Setelan, lalu ketuk Akun > Verifikasi dua langkah untuk menyiapkan fitur tersebut.

  • Google Izinkan Anak di Bawah 13 Tahun Gunakan Chatbot Gemini, ini Syaratnya

    Google Izinkan Anak di Bawah 13 Tahun Gunakan Chatbot Gemini, ini Syaratnya

    Bisnis.com, JAKARTA — Kecerdasan buatan (AI), Google Gemini akan bagi anak-anak di bawah usia 13 tahun mulai minggu depan.

    Melansir dari Techcrunch, Sabtu (3/5/2025) kebijakan ini berlaku bagi anak yang memiliki akun Google yang dikelola orang tua melalui layanan Family Link.

    Berdasarkan laporan The New York Times, anak-anak yang terdaftar dalam sistem Family Link kini dapat menggunakan Gemini, dengan pengawasan dan pengaturan dari orang tua. 

    Google menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan pembatasan khusus guna memastikan penggunaan chatbot tetap aman bagi pengguna muda.

    Seorang juru bicara Google menjelaskan, Gemini untuk anak-anak akan dilengkapi dengan pembatasan konten dan pengawasan yang sesuai, serta tidak akan menggunakan data interaksi anak-anak untuk melatih model AI.

    Langkah ini menunjukkan bahwa raksasa teknologi mulai menargetkan audiens yang lebih muda di tengah persaingan ketat dalam pengembangan teknologi AI generatif. 

    Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak terkait potensi risiko penggunaan chatbot oleh anak-anak, mengingat teknologi ini belum sepenuhnya sempurna.

    Sebelumnya, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mendorong pemerintah di berbagai negara untuk menerapkan regulasi penggunaan AI generatif di sektor pendidikan. 

    Salah satu rekomendasinya adalah menetapkan batas usia pengguna dan memperkuat perlindungan data serta privasi anak-anak.

  • Komdigi Targetkan Uji Coba Operasional PDN Dimulai Juni 2025

    Komdigi Targetkan Uji Coba Operasional PDN Dimulai Juni 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan operasionalisasi Pusat Data Nasional (PDN 1) bakal dilakukan Juni 2025. 

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan bahwa PDN yang terletak di Cikarang telah melalui proses serah terima pada Maret 2025 dan kini memasuki tahap penilaian (assessment) keamanan serta operasional oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

    “Kami targetkan uji coba operasional dapat dimulai pada Juni,” kata Meutya dalam keterangannya dikutip, Sabtu (3/5/2025).

    Meutya mengatakan operasional PDN menjadi tonggak penting dalam mewujudkan layanan publik berbasis data yang aman, efisien, dan transparan.

    Percepatan pembangunan PDN merupakan bagian dari upaya mendukung 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan 17 program prioritas nasional. Salah satu sasaran utamanya adalah memastikan penyaluran bansos lebih transparan dan akuntabel melalui teknologi digital yang andal.

    “PDN adalah pondasi penting dalam memperkuat ekosistem digital pemerintahan. Kami bekerja sama dengan Bappenas dan kementerian terkait untuk memastikan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, pemerintah merencanakan pembangunan tiga Pusat Data Nasional sebagai penguatan infrastruktur digital. 

    Selain PDN 1 yang segera beroperasi, PDN 2 dan PDN 3 sedang disiapkan dengan skema co-sharing yang tengah dibahas untuk mempercepat realisasi. Meutya juga menyoroti urgensi penguatan cadangan operasional. 

    “Saat ini, opsi cadangan masih mengandalkan PDN Sementara [PDNS], tetapi anggarannya belum tersedia. Jika tidak segera dianggarkan, ada risiko sistem berjalan tanpa cadangan, dan itu tidak ideal,” ujarnya.

    Untuk diketahui, PDN nantinya akan memiliki peran sebagai tempat menampung data-data dari berbagai instansi pemerintah. PDN juga akan melakukan pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat.

    PDN juga berfungsi memastikan data dapat dipulihkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan data. PDN Cikarang awalnya ditarget beroperasi pada Januari 2025.

    Namun, pengoperasian PDN ini kembali diundur hingga akhir Maret 2025. Saat ini, pemerintah memprediksi PDN Cikarang baru bisa beroperasi pada April 2025.

  • Tim Cook Sebut Beban Apple Naik Rp14,9 Triliun Kuartal III/2025, iPhone Makin Mahal?

    Tim Cook Sebut Beban Apple Naik Rp14,9 Triliun Kuartal III/2025, iPhone Makin Mahal?

    Bisnis.com, JAKARTA — CEO Apple Tim Cook mengungkap dampak tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump akan menambah biaya perusahaan sebesar US$900 juta atau Rp14,9 triliun (kurs: Rp16.609) pada kuartal III tahun ini. 

    Penilaian tersebut dengan asumsi kondisi tarif global saat ini tetap tidak berubah. Kenaikan beban tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai harga dan kualitas smartphone iPhone dan turunannya ke depan. 

    Cook mengatakan bahwa Apple hanya mengalami “dampak terbatas” dari tarif pada Maret 2025. Namun, dia enggan memprediksi dampak tarif pada kuartal mendatang. 

    “Saya tidak ingin memprediksi masa depan, karena saya tidak yakin apa yang akan terjadi dengan tarif,” ujar Cook dikutip dari TechCrunch, Jumat (2/5/2025).

    Meskipun demikian, Cook memberikan perkiraan $900 juta sebagai gambaran, dengan catatan bahwa angka tersebut hanya berlaku jika tarif, kebijakan, dan aplikasi global saat ini tidak berubah selama sisa kuartal tersebut dan tidak ada tarif baru yang ditambahkan. 

    Dia juga memperingatkan bahwa perkiraan ini tidak boleh digunakan untuk memproyeksikan dampak tarif pada kuartal-kuartal mendatang, karena ada “faktor unik” yang menguntungkan kuartal Juni.

    Dalam wawancara dengan CNBC, Cook meremehkan dampak tarif, mencatat bahwa Apple sudah memasok sekitar setengah dari iPhone-nya untuk AS dari India, dan sebagian besar produk lainnya untuk pasar AS dari Vietnam.

    Pernyataan Cook memberikan kelegaan bagi investor, yang menyebutnya sebagai “hasil yang cukup baik.” Namun, kekhawatiran masih menyelimuti investor mengenai dampak tarif pada kuartal-kuartal mendatang, mengingat perubahan kebijakan perdagangan AS yang cepat dalam beberapa minggu terakhir.

    Cook menekankan bahwa Apple akan terus mengelola perusahaan dengan keputusan yang bijaksana, fokus pada investasi jangka panjang, dan dedikasi pada inovasi. 

    Cook juga mengungkapkan sangat terlibat dalam diskusi tarif.

    “Kami yakin dengan kemampuan kami untuk berinovasi dan memperkaya kehidupan pengguna kami, dan yakin bahwa kami dapat terus menjalankan bisnis kami dengan cara yang selalu membedakan Apple,” kata Cook.

    Sebelumnya, setelah pertemuan dengan Presiden Trump, iPhone Apple terhindar dari perubahan kebijakan perdagangan yang berpotensi membuat harga iPhone melonjak.

  • 10 Kode Redeem ML Baru dan Aktif untuk Ditukar Hadiah Hari Ini, Jumat 2 Mei 2025

    10 Kode Redeem ML Baru dan Aktif untuk Ditukar Hadiah Hari Ini, Jumat 2 Mei 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Simak kumpulan kode redeem Mobile Legends (ML) hari ini, Jumat (2/5/2025) yang bisa Anda klaim untuk mendapat item spesial. 

    Mobile Legends merupakan game buatan Moonton. Selaku developer, Moonton terus berusaha menarik perhatian pengguna dengan merilis kode redeem setiap harinya.

    Terdapat banyak kode redeem ML yang bisa Anda tukar dengan berbagai hadiah spesial. Berikut ini daftar kode redeem yang masih bisa ditukar untuk mendapat hadiah. 

    Kode Redeem ML Hari Ini

    Klaim kode redeem Mobile Legends (ML) terbaru hari ini, Jumat (2/5/2025) di bawah ini:

    HOLAMLBB (Aktif untuk player baru)
    MLBBGETAPPS
    wget29onw 
    ikfbrfonx
    9d0kxrpvp
    n2cx4ppvq
    dcwej1q9e
    b18to4q1v
    XY8O9NQIY8QT
    w4txx8pvq

    Cara Klaim Kode Redeem ML

    1. Buka situs m.mobilelegends.com/en/codexchange

    2. Masukkan salah satu kode redeem ML pada kotak Redemption Code 

    3. Lalu tuliskan ID user gim Mobile Legends dan kode verifikasi pada kotak yang ada

    4. Klik Redeem, bila berhasil hadiah akan otomatis masuk ke dalam inbox game

  • 8 Kode Redeem FF Terupdate Hari Ini, Jumat 2 Mei 2025 untuk Diklaim Hadiah

    8 Kode Redeem FF Terupdate Hari Ini, Jumat 2 Mei 2025 untuk Diklaim Hadiah

    Bisnis.com, JAKARTA – Garena memberikan update kode redeem Free Fire (FF) untuk diberikan kepada para pemain setia. Kode ini bisa langsung diklaim pada hari ini, Jumat (2/5/2025).

    Pemain Free Fire tercepat yang menukarkannya dan beruntung bisa mendapat item menarik secara cuma-cuma, seperti senjata, skin, dan aneka voucher.

    Namun, perlu diketahui bahwa kode redeem FF terdiri dari 12 karakter berupa huruf kapital dan angka.

    Sehingga apabila kode tidak memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar kode yang dimasukkan adalah palsu atau ada kesalahan.

    Kode redeem FF ini juga memiliki limit waktu dan kuota penggunaan. Dengan demikian, penukaran tak bisa dilakukan jika kode redeem telah melewati waktu yang ditentukan dan sebelumnya sudah pernah diklaim.

    Cara Klaim Kode Redeem FF

    Cara melakukan klaim kode redeem yakni dengan mengunjungi situs resmi Garena di reward.ff.garena.com/id.

    Setelah itu, lakukan login dengan masuk ke akun Anda. Masukkan kode redeem yang sudah ada dapatkan ke dalam kotak yang tersedia.

    Klik “Confirm” untuk me-redeem kodenya agar kita mendapat hadiah. Apabila berhasil, hadiah akan masuk melalui bagian Vault pada beranda gim.

    Hadiah pun bisa langsung digunakan oleh para pemain setelah kode berhasil di-redeem.

    Pemain juga bisa melakukan redeem melalui aplikasi Free Fire secara langsung. Caranya yakni masuk ke aplikasi dan pilih ikon Event di bagian atas paling kiri.

    Masuk ke info di dashboard dan pilih website kode redeem. Masukkan 12-16 digit kode redeem lalu klik tombol Konfirmasi.Kode redeem pun sudah ditukarkan.

    Kode Redeem FF Hari Ini

    Berikut ini adalah kode redeem Free Fire yang masih berlaku pada hari ini, Jumat (2/5/2025):

    FFX6DI2F3B7L8K9R
    FNYJ8X55GRTHY14G
    FR6YHR67HY5TRY43 
    F6UJHB49S1GVTEGR
    F6HJXUYT2I1DRFRY 
    F9C8IU2Q2Q54E1FH 
    FFR3H6V9Z2J8FX4C
    FYHR56YR56G5R6FT 

  • Telkom Cetak Pendapatan Rp36,6 Triliun Kuartal I/2025, Segmen Enterprise Naik

    Telkom Cetak Pendapatan Rp36,6 Triliun Kuartal I/2025, Segmen Enterprise Naik

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp36,6 triliun pada kuartal I/2025. Bisnis enterprise tetap tumbuh di tengah kondisi makro yang menantang.

    Dalam laporan info memo, Manajemen Telkom menyampaikan pendapatan dari layanan Data, Internet & TI tercatat sebesar Rp21,3 triliun pada kuartal I/2025, mengalami penurunan sebesar 5,4% secara year-on-year (YoY) dan 5,7% secara quarter-on-quarter (QoQ). 

    Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh melemahnya Bisnis Digital yang terkoreksi sebesar 5,9% YoY. Penurunan disebabkan tantangan ekonomi yang lebih luas dan penurunan belanja konsumen selama musim perayaan Lebaran. 

    Perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut menyiapkan sejumlah langkah dalam menghadapi tantangan tersebut, salah satunya dengan menyederhanakan produk. 

    “Telkom tetap fokus pada kualitas jaringan, memperkuat keterlibatan pelanggan, penyederhanaan produk, dan memperkaya pengalaman digital,” tulis Manajemen Telkom dikutip dari Info Memo, Jumat (2/5/2025). 

    Telkom mengungkap di tengah penurunan tersebut, Bisnis Enterprise perusahaan tetap tumbuh sebesar 2,9% YoY, yang didorong oleh layanan High-Speed Internet (HSI). 

    Di sisi lain, pendapatan konsolidasi IndiHome menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan sebesar 3,4% YoY menjadi Rp6,7 triliun pada kuartal I/2025. 

    Secara khusus, pendapatan IndiHome B2C juga tumbuh sebesar 1,3% YoY menjadi Rp6,7 triliun, menunjukkan ketahanan di tengah kontraksi ekonomi yang lebih luas, terutama di Jawa. Telkom berhasil mencatatkan penambahan bersih sekitar 230.000 pelanggan IndiHome selama kuartal ini.

    Pendapatan konsolidasi dari layanan SMS, Telepon Tetap, dan Suara Seluler meningkat sebesar 2,4% YoY menjadi Rp2,6 triliun pada kuartal I/2025, terutama disebabkan oleh perlakuan akuntansi keuangan.

    Pendapatan Interkoneksi mengalami penurunan sebesar 7,0% YoY menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal I/2025, yang mencerminkan moderasi berkelanjutan dalam pendapatan SMS hubbing. 

    Tren ini sejalan dengan pergeseran preferensi komunikasi pengguna ke platform pesan over-the-top (OTT) berbasis data. Namun, secara kuartalan, pendapatan interkoneksi tumbuh sebesar 3,6% QoQ, didukung oleh peningkatan aktivitas dalam bisnis suara wholesale internasional.

    Layanan Jaringan dan Jasa Telekomunikasi Lainnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,5% YoY menjadi Rp3,7 triliun pada kuartal I/2025. 

    Secara kuartalan, pendapatan pada kuartal I/2025 tumbuh sebesar 4,4% QoQ, terutama didorong oleh layanan satelit dan bisnis solusi pembayaran.

  • Indosat Catatkan 2,9 Juta Pelanggan di Bali Nusra, ARPU Naik

    Indosat Catatkan 2,9 Juta Pelanggan di Bali Nusra, ARPU Naik

    Bisnis.com, DENPASAR – Operator telekomunikasi Indosat Oordeo Hutchison atau Indosat mencatatkan 2,9 juta pelanggan hingga kuartal I/2025. 

    EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro menjelaskan jumlah pelanggan naik 500.000 per tahun. Dengan jumlah itu, pertumbuhan pelanggan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi yang tertinggi di Indonesia pada kuartal I/2025. 

    Selaras dengan kenaikan pelanggan tersebut, trafik data di region Bali Nusra mengalami peningkatan hingga 19,3% YoY.

    “Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen Indosat untuk terus melakukan perluasan dan peningkatan kualitas jaringan, serta menghadirkan pengalaman yang mengesankan (marvelous experience) bagi semua pelanggan,” jelas Fahd dari keterangan resminya, Rabu (30/4/2025). 

    Sementara itu total BTS 4G di region Bali Nusra telah bertambah hampir 350 BTS 4G dalam setahun sehingga mencapai 7.635 BTS.

    Secara nasional, Pada kuartal I/2025, Indosat mencatatkan pertumbuhan ARPU yang positif disertai dengan peningkatan berkelanjutan dalam jumlah pelanggan menjadi bukti ketangguhan Indosat dalam menghadapi dinamika pasar. 

    ARPU Indosat tercatat mencapai hampir Rp40.000 [Rp39.2000], tumbuh sebesar 4,6% YoY, sementara jumlah pelanggan seluler bertambah sebanyak 700 ribu dibandingkan kuartal sebelumnya, sehingga total pelanggan mencapai 95,4 juta.

    Indosat mencatat pendapatan yang stabil sebesar Rp13.577,9 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp6.415,1 miliar atau tumbuh 0,6% secara kuartalan (QoQ), didukung oleh fokus berkelanjutan Perusahaan terhadap disiplin biaya dan eksekusi yang efisien.

    Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk meningkat sebesar 27% secara kuartalan menjadi Rp1,31 triliun, menandai kinerja laba positif selama 17 kuartal berturut-turut.

  • Telkom (TLKM) Cetak Laba Rp5,8 Triliun Kuartal I/2025, IndiHome Tumbuh

    Telkom (TLKM) Cetak Laba Rp5,8 Triliun Kuartal I/2025, IndiHome Tumbuh

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatat laba bersih sebesar Rp5,81 triliun pada kuartal I/2025. Layanan internet bergerak menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut, dengan layanan internet tetap IndiHome menorehkan kinerja positif.

    Berdasarkan data info memo, Kamis (1/5/2025) laba bersih Telkom pada 3 bulan pertama 2025 sedikit terkoreksi 4% dibandingkan dengan Rp 6,05 triliun pada kuartal I/2024.

    Pendapatan Telkom pada kuartal I/2025 tercatat sebesar Rp 36,63 triliun dengan beban operasional perusahaan yang turun tipis sebesar 1% menjadi Rp 26,15 triliun dari Rp 26,42 triliun pada 2024.

    Manajemen mengungkap kuartal pertama  2025 menyajikan lanskap ekonomi yang beragam bagi Indonesia. Meskipun terjadi penurunan dalam belanja konsumen selama periode perayaan Lebaran, TelkomGroup menunjukkan ketahanan dan ketangkasan strategis.

    “Kami terus mendapatkan momentum dalam bisnis Konsumen kami, didukung oleh pertumbuhan payload data yang sehat dan peningkatan penetrasi broadband, sementara segmen Wholesale & International dan Enterprise kami mendapat manfaat dari meningkatnya permintaan akan infrastruktur dan solusi digital,” tulis manajemen.

    Dari sisi ritel, pada Kuartal I/2025, Telkomsel mempertahankan basis pelanggan seluler berkualitas tinggi dan mencatatkan pertumbuhan payload data sebesar 19,8% year on year (YoY). Bisnis Digital tetap kuat, menyumbang 90,3% dari pendapatan seluler, yang menggarisbawahi komitmen Telkom terhadap monetisasi digital yang berkelanjutan di tengah normalisasi musiman.

    IndiHome B2C mengalami penurunan dengan penetrasi konvergensi yang melambat menjadi 55%, mencerminkan pendekatan yang hati-hati dan selektif terhadap tantangan makro yang persisten. Meskipun demikian, pendapatan IndiHome B2C masih tumbuh 1,3% YoY, dengan penambahan pelanggan bersih sekitar 230.000 pelanggan pada Kuartal I/2025.

    Jumlah pelanggan IndiHome meningkat 7.0% YoY, dari 10,3 juta pelanggan pada kuartal I/2024 menjadi 11,03 juta pelanggan pada kuartal I/2025.

    Sementara itu, pada segmen seluler, Telkomsel Halo (pascabayar) mencatatkan pertumbuhan pelanggan sebesar 6.2%, dengan jumlah pelanggan mencapai 7,99 juta. Namun, Telkomsel Prabayar mengalami penurunan jumlah pelanggan sebesar 0,9%, dengan total pelanggan 150,81 juta sejalan dengan strategi perusahaan yang mengincar pelanggan berkualitas.