Category: Bisnis.com Tekno

  • Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy S25 Edge, Catat Tanggalnya!

    Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy S25 Edge, Catat Tanggalnya!

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung dikabarkan akan meluncurkan Galaxy S25 Edge pada pekan depan, Selasa (13/5/2025).

    Dalam sebuah teaser berdurasi 15 detik yang diposting di akun Youtube Samsung, nampak bocoran tanggal perilisan dari Samsung Galaxy S25 Edge ini.

    “Siap untuk tampil lebih ramping? Bergabunglah dengan kami pada tanggal 13 Mei 2025 untuk melihat Galaxy S Series paling ramping yang pernah ada,” tulis deskripsi video tersebut.

    Adapun, berdasarkan artikel The Verge, Kamis (8/5/2025), Samsung akan meluncurkan Galaxy S25 Edge saat gelaran Unpacked Virtual.

    Dalam sebuah postingan blog yang diterbitkan bersamaan dengan pengumuman tersebut, Samsung tidak menyembunyikan bahwa S25 Edge adalah bintang utama acara. 

    Perusahaan menggambarkan perangkat ini sebagai ponsel yang menetapkan standar baru sekaligus membuka era pertumbuhan baru bagi industri seluler.

    Salah satu fitur utama yang diungkap adalah kamera utama 200 megapiksel, sama seperti yang terdapat di Galaxy S25 Ultra, menandakan bahwa S25 Edge akan hadir sebagai perangkat premium meski mengusung desain ramping. 

    Samsung juga menyebutkan bahwa S25 Edge akan menggabungkan kinerja tingkat unggulan dengan portabilitas yang unggul.

    Hal ini membedakan S25 Edge dari iPhone 17 Air yang dirumorkan akan mengusung pendekatan ponsel ramping, tetapi dengan spesifikasi campuran antara kelas atas dan menengah.

    Soal harga dan wilayah peluncuran, Samsung masih merahasiakan detailnya. Namun, spekulasi menyebutkan bahwa peluncuran awal bisa saja dimulai di Korea Selatan. 

    Di sisi lain, tanda-tanda peluncuran di Amerika Serikat cukup kuat, terutama dengan adanya penawaran kredit senilai US$50 untuk pre-order dari Samsung AS.

  • Perdagangan Derivatif Kripto Kian Diminati, Pintu Catat Jumlah Pengguna Tumbuh 340%

    Perdagangan Derivatif Kripto Kian Diminati, Pintu Catat Jumlah Pengguna Tumbuh 340%

    Bisnis.com, JAKARTA — Perdagangan kripto derivatif secara global mengalami pertumbuhan pesat ketimbang perdagangan pasar spot. Pemain lokal PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menjadi salah satu pelaku yang mendapat berkah dari tren tersebut.

    Berdasarkan data dari Coingecko per 23 April 2025, total volume perdagangan kripto derivatif mencapai US$888 miliar sekitar Rp14,98 kuadriliun. Sementara itu untuk perdagangan pasar spot per 23 April 2025 hanya mencapai Rp2,46 kuadriliun.

    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad menjelaskan tren ini ikut membawa aplikasi crypto all-in-one besutannya, Pintu Pro Futures mencatatkan performa positif sejak diluncurkan. 

    “Respons pasar pada produk Pintu Pro Futures sangat positif sejak diluncurkan. Berdasarkan data internal, secara kuartalan, jumlah trader baru Pintu Pro Futures tumbuh lebih dari 340%. Selain itu, trading volume juga mengalami peningkatan hingga 65% dan jumlah transaksi naik hampir 40%,” ujar Iskandar dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (7/5/2025).

    Oleh karena itu, pihaknya pun meluncurkan fitur baru, yakni verifikasi akun Pintu Pro Futures yang bisa dilakukan di Pintu Pro Web, serta penambahan token yang membuat pilihan investasi dan kripto lebih beragam.

    “Tanggapan positif muncul berkat keunggulan fitur yang kami miliki. Mulai dari tampilan trading profesional, indikator margin, kalkulasi margin yang transparan, dashboard yang lengkap, serta fitur untuk menunjukkan performa trading. Selain itu, hingga April 2025, terdapat lebih dari 90 token yang bisa diperdagangkan di Pintu Pro Futures dengan menggunakan leverage 25x,” tambahnya

    Sekadar info, leverage dalam perdagangan derivatif adalah strategi investasi di mana investor memanfaatkan modal tambahan untuk meningkatkan potensi pengembalian investasi. Penggunaan leverage dalam aset kripto bisa meningkatkan probabilitas, namun juga sebaliknya. Untuk itu, perlu strategi yang tepat dalam perdagangan kripto derivatif. 

    “Perdagangan derivatif kripto memberikan fleksibilitas bagi trader dalam berbagai kondisi market untuk tetap bisa memaksimalkan potensi peningkatan portofolio. Meski begitu, sebagai trader tetap perlu disiplin dalam menerapkan strategi trading derivatif, pastikan do your own research alias DYOR,” tutupnya.

  • Meta Semringah Menang atas NSO Group, Tegaskan Urgensi Perlindungan Privasi

    Meta Semringah Menang atas NSO Group, Tegaskan Urgensi Perlindungan Privasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram menyambut baik putusan pengadilan di Amerika Serikat (AS) yang memaksa NSO Group membayar ganti rugi kepada WhatsApp.

    Adapun, NSO Group, perusahaan asal Israel pembuat perangkat lunak mata-mata Pegasus harus harus membayar lebih dari US$167 juta atau Rp2,7 triliun (kurs Rp16.528) kepada WhatsApp setelah kalah dalam persidangan atas kasus peretasan tahun 2019.

    “Keputusan juri pengadilan yang memaksa NSO membayar ganti rugi adalah pencegahan penting bagi industri berbahaya ini terhadap tindakan ilegal mereka yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan Amerika dan pengguna Meta di seluruh dunia,” kata perwakilan Meta dalam keteranganya, Rabu (7/5/2025).

    Dalam kasus ini, WhatsApp bekerja sama dengan Citizen Lab menyelidiki lebih lanjut dan memberitahu para pengguna yang diyakini menjadi target serangan, 

    Penyelidikan ini dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang serangan tersebut maupun untuk menginformasikan langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk mengamankan perangkat mereka.

    “Langkah hukum ini merupakan bagian dari upaya Meta yang lebih luas untuk melindungi pengguna dari penyalahgunaan teknologi pengawasan,” tulis perwakilan Meta.

    Diberitakan sebelumnya, NSO Group, perusahaan asal Israel pembuat perangkat lunak mata-mata Pegasus, diperintahkan untuk membayar lebih dari US$167 juta atau Rp2,7 triliun (kurs Rp16.528) kepada WhatsApp.

    Melansir dari Techcrunch, Rabu (7/6/2025) NSO harus membayar ke WhatsApp setelah kalah dalam persidangan atas kasus peretasan tahun 2019 yang menargetkan lebih dari 1.400 pengguna platform pesan milik Meta tersebut.

    Putusan ini disampaikan oleh juri pengadilan federal AS pada Selasa (6/5/2025), menandai berakhirnya proses hukum yang berlangsung selama lima tahun. 

    NSO Group diwajibkan membayar ganti rugi punitif sebesar US$167 juta dan ganti rugi kompensasi senilai US$444.719, jumlah yang diklaim WhatsApp sebagai biaya atas waktu dan sumber daya yang digunakan untuk memulihkan, menyelidiki, dan memperbaiki kerentanan yang dieksploitasi.

    Ini merupakan kemenangan hukum besar pertama melawan pengembang spyware komersial, dan dinilai sebagai preseden penting dalam upaya perlindungan privasi digital.

    WhatsApp, dalam gugatannya, menuduh NSO Group mengakses server mereka secara ilegal dan mengeksploitasi celah pada fitur panggilan suara untuk memasang spyware kepada pengguna, yang di antaranya adalah aktivis hak asasi manusia, jurnalis, dan pembangkang politik.

    Putusan ini juga menyusul keputusan Desember lalu, saat Hakim Phyllis Hamilton memutuskan bahwa NSO Group melanggar hukum federal AS, hukum peretasan California, dan ketentuan layanan WhatsApp.

  • TelkomMetra (Telkom) Eksplorasi Bisnis, Sasar Koperasi Desa Merah Putih

    TelkomMetra (Telkom) Eksplorasi Bisnis, Sasar Koperasi Desa Merah Putih

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Multimedia Nusantara atau TelkomMetra mencari peluang untuk dapat terlibat dalam program Koperasi Desa Merah Putih, yang rencananya akan berjumlah 80.000 koperasi.

    Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu memiliki produk unggulan dengan sentuhan kecerdasan buatan (AI) yang dapat meningkatkan efektivitas operasional hingga transparansi koperasi.

    Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Hario Utomo mengatakan saat ini perusahaan memang belum melakukan pembicaraan secara khusus mengenai kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, Telkom Metra terus mempelajari terkait sejumlah solusi yang berpeluang dioptimalkan pada salah satu program prioritas milik pemerintah. 

    Pramasaleh melihat Koperasi Desa Merah Putih sebagai peluang bagi Metra Group, terutama dalam menawarkan solusi Enterprise Resource Planning (ERP).

    Lebih lanjut, Pramasaleh menjelaskan bahwa melalui anak perusahaan dan unit bisnisnya, TelkomMetra dapat menyediakan berbagai layanan digital yang relevan untuk koperasi. 

    Misalnya, solusi pembiayaan dengan dukungan AI dari InfoMedia, layanan digital advertising, e-materai, serta digitalisasi perpajakan melalui Digitex. 

    “Manfaatnya di perangkat financing-nya, menggunakan AI, sehingga tagihan keluar lebih cepat, Lebih transparan. Kami juga menyediakan digital advertising,” kata Pramasaleh kepada Bisnis, Rabu (7/5/2025). 

    Adapun mengenai proyeksi bisnis TelkomMetra pada tahun ini, Pramasaleh mengakui adanya tantangan yang signifikan, terutama terkait dengan kebijakan tarif Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik di Asia. 

    Sekadar informasi, di tengah memanasnya perang dagang AS dan China, ketegangan juga terjadi antara India – Pakistan. Masing-masing negara saling menembakan rudal hingga menyebabkan korban jiwa berjatuhan. 

    Sementara itu di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi melandai pada kuartal I/2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Daya beli masyarakat juga mengalami pelemahan. 

    Ilustrasi konektivitas internet

    Dalam menghadapi kondisi global dan dalam negeri yang cukup menantang, Pramasaleh memastikan TelkomMetra tidak tinggal diam. 

    TelkomMetra berupaya lebih intensif menggarap potensi pasar regional di seluruh Indonesia. Pramasaleh mencontohkan potensi besar di Indonesia Timur dan Sulawesi dengan munculnya berbagai industri baru yang sangat bergantung pada infrastruktur dan solusi digital. 

    “Di sana itu kebutuhannya karena mereka sangat remote area, cukup tergantung dengan internet dan solusi digital,” jelasnya.

    TelkomMetra, lanjutnya, akan mengoptimalkan pasar regional dengan berperan sebagai penyedia  solusi layanan digital, setelah konektivitas dari Telkom terpasang.

    Perusahaan memberikan value added lewat digital, yang membuat jalannya operasional bisnis mitra menjadi lebih optimal. 

    Strategi ini tidak hanya fokus pada Indonesia Timur, tetapi juga wilayah lain seperti Jawa Tengah (kawasan industri Batang) dan Jawa Barat (industri baterai dan otomotif).

    Meskipun masih melakukan analisis dampak bisnis terhadap dinamika global, TelkomMetra menargetkan pertumbuhan pendapatan low single digit di pada 2025 dengan mengoptimalkan pasar-pasar regional dan memberikan solusi digital yang inovatif setelah infrastruktur konektivitas terpasang.

    Diketahui, Telkom menunjukkan kinerja positif di segmen Enterprise pada kuartal I/2025. Perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp5 triliun dari business to business (B2B).

    Berdasarkan laporan info memo, pendapatan segmen B2B Telkom naik tipis 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).

    Adapun secara konsolidasi, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp36,6 triliun pada kuartal I/2025. Artinya, segmen enterprise berkontribusi sekitar 13,6% dari total pendapatan perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut. 

    Pertumbuhan pendapatan segmen Enterprise ini terutama didorong oleh kinerja yang kuat dari lini bisnis Indibiz, Layanan Satelit, dan bisnis Pembayaran, termasuk di dalamnya layanan digital dari TelkomMetra.

    “Kontributor terbesar dalam segmen Enterprise masih berasal dari layanan Konektivitas Enterprise dan Layanan IT Digital,” tulis manajemen Telkom dikutip Rabu (7/4/2025).

  • Bill Gates Tolak Permintaan Wanita Terkaya RI soal Dukungan AI untuk Pendidikan

    Bill Gates Tolak Permintaan Wanita Terkaya RI soal Dukungan AI untuk Pendidikan

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Direktur PT Persada Capital Investama, yang merupakan wanita terkaya di Indonesia, Arini Subianto berdialog dengan pemilik Gates Foundation, Bill Gates terkait dengan dukungan sektor swasta terhadap pendidikan. 

    Pada dialog bersama Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates di Istana Kepresidenan, Jakarta, Arini mengaku telah bertemu dengan tim Microsoft untuk membahas soal perbaikan kualitas mengajar bagi para guru. 

    Arini menyinggung bahwa Microsoft, yang didirikan oleh Bill Gates, memiliki program Microsoft Copilot yang dikembangkan oleh Microsoft Education. 

    Platform AI itu  bisa melakukan metode belajar mandiri (self-teaching) untuk para guru. Dia pun bertanya kepada Bill ihwal potensi kerja sama antara Indonesia dengan platform AI tersebut. 

    “Apakah ada cara kita bisa berkolaborasi lebih dan memberikan lebih karena pemerintah tidak akan bisa mengerjakan ini sendirian. Sektor swasta perlu untuk berkontribusi dalam memberantas buta huruf serta meningkatkan kualitas mengajar,” ucap Arini kepada Bill Gates di Ruang Oval Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). 

    Adapun mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Arini menyinggung pemerintahan Prabowo sangat mendorong pembelajarannya. Namun, dia mengakui pemerintah belum memiliki infrastruktur yang dibutuhkan. 

    “Untuk itu, saya bertanya-tanya, apakah kami bisa menggunakan Copilot anda untuk diterapkan di seluruh Indonesia melalui program CSR, karena tidak mungkin kami melakukan ini sendiri,” paparnya. 

    Bill Gates mengaku bahwa AI dapat membantu pendidikan. 

    Dia mencontohkan Gates Foundation membiayai grup bernama Khan Academy yang mengembangkan AI bernama Khamigo. Meski demikian, Bill mengaku yayasannya saat ini masih lebih fokus terhadap isu kesehatan, dibandingkan pendidikan. 

    “Saya berharap memiliki sumber daya cukup untuk fokus ke dua-duanya yakni kesehatan dan pendidikan secara serius, tapi kami 90% fokus ke kesehatan,” ujar pendiri Microsoft itu. 

    Namun demikian, Bill berpesan bahwa kesehatan dan pendidikan berjalan beriringan. Dia menyebut, semakin sehat anak-anak, dan semakin turun jumlah kasus stunting, maka mereka akan semakin terdidik. 

    Ujungnya, perekonomian masyarakat akan meningkat dan pemerintah melalui penerimaan pajak akan bisa lebih membiayai program kesehatan publik. 

  • Kemendikdasmen Luncurkan Program Perkuat Mutu Pendidikan dengan Teknologi

    Kemendikdasmen Luncurkan Program Perkuat Mutu Pendidikan dengan Teknologi

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Google dan YouTube untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan Indonesia dengan bantuan teknologi, termasuk bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). 

    Hal ini sejalan dengan komitmen untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan aman untuk semua, dan menyediakan akses pembelajaran yang luas dan berkualitas bagi para pendidik, sekaligus menegaskan komitmen terhadap keamanan anak-anak dalam ekosistem digital.

    Sebagai wujud komitmen tersebut, Google dan YouTube bekerja sama dengan Kemendikdasmen meluncurkan dua inisiatif pendidikan berbasis teknologi. Pertama, Gemini Academy 2025. 

    Program ini bertujuan membekali guru dan siswa dengan keterampilan AI Gemini dan coding, bagaimana menggunakan bantuan Gemini dan membuat prompt yang tepat untuk membuat proses belajar mengajar lebih aktif dan menyenangkan. 

    “Pada penerapannya dalam proses belajar mengajar, diharapkan AI di sini menjadi alat bantu memberikan ide-ide pengajaran, membuat guru lebih kreatif dan menjadikan proses belajar anak-anak lebih menyenangkan, dan bagaimana menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Bukan AI untuk sekadar mencari jawaban,” ujar Veronica Utami, Country Director Google Indonesia di Jakarta, Rabu (7/5/2025). 

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, juga menegaskan bahwa penerapan AI melalui Gemini ini nantinya bukan untuk mempermudah siswa mencari jawaban sehingga tidak perlu belajar, melainkan untuk menopang apa yang sedang mereka pelajari sekarang. 

    “AI sebagai salah satu metode yang dipakai oleh guru dalam mengajarkan pelajaran. Selain untuk membantu mencari ide pengajaran yang menarik, dan bagaimana penerapan pelajaran itu dalam kehidupan sehari-hari, dan juga bisa memberikan layanan yang cepat karena akselerasi akses informasi yang cepat,” ungkap Mu’ti.

    Namun, dalam penerapannya, program ini tetap perlu disinkronisasi dan disesuaikan dengan konten dari buku teks di sekolah maupun konten pelajaran yang ada di sajian elektronik, seperti video di YouTube. 

    Selain Gemini Academy, juga ada program Gerakan Edukreator melalui Akademi Edukreator bersama Kok Bisa dan Senyawa+. 

    Program ini bertujuan yang memberdayakan pembuatan konten edukatif berkualitas di YouTube.

    Danny Ardianto, Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara mengatakan bahwa program ini untuk memberikan kiat-kiat kepada para konten kreator pendidikan agar konten yang dibuat bisa lebih menarik. 

    “Terlebih saat ini banyak guru, ada 89% dari yang kami survei, mengandalkan konten edukasi berkualitas dari YouTube, untuk membantu menjadi bahan ajar di sekolah dan di luar sekolah,” jelasnya. 

    Program Edukreator ini diselenggarakan selama 7 bulan, yang ditujukan untuk menyuburkan konten edukasi bermutu di Indonesia. 

    “Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, program ini telah menjangkau lebih dari 3.200 peserta di 34 provinsi. Kami berharap karya edukatif para kreator dapat memperkaya ekosistem pembelajaran di Indonesia,” lanjut Danny. 

    Adapun, pendaftaran program Gemini Academy dan Edukreator telah dibuka dan akan dimulai pada 7 Juni 2025.

  • Telkom Raup Rp5 Triliun dari Segmen B2B Kuartal I/2025, Ditopang Layanan Digital

    Telkom Raup Rp5 Triliun dari Segmen B2B Kuartal I/2025, Ditopang Layanan Digital

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menunjukkan kinerja positif di segmen Enterprise pada kuartal I/2025. Perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp5 triliun dari business to business (B2B).

    Berdasarkan laporan info memo, pendapatan segmen B2B Telkom naik tipis 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).

    Adapun secara konsolidasi, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp36,6 triliun pada kuartal I/2025. Artinya, segmen enterprise berkontribusi sekitar 13,6% dari total pendapatan perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut. 

    Pertumbuhan pendapatan segmen Enterprise ini terutama didorong oleh kinerja yang kuat dari lini bisnis Indibiz, Layanan Satelit, dan bisnis Pembayaran.

    “Kontributor terbesar dalam segmen Enterprise masih berasal dari layanan Konektivitas Enterprise dan Layanan IT Digital,” tulis manajemen Telkom dikutip Rabu (7/4/2025).

    Telkom menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapabilitas di berbagai area strategis, termasuk bisnis Cloud, Layanan IT Digital, dan Cybersecurity. Langkah ini diwujudkan melalui pembangunan kemitraan strategis dengan pemain teknologi global terkemuka.

    Melalui kolaborasi tersebut, Telkom berharap dapat mempercepat inovasi dan menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi pelanggan korporasi.

    Dalam inisiatif strategisnya, Telkom juga memfokuskan penguatan di beberapa area kunci. Pertama, Digitalisasi Platform di Segmen Pemerintah, yang bertujuan untuk mendukung transformasi digital instansi pemerintah melalui platform dan solusi yang terintegrasi.

    Kedua, Solusi Vertikal & Ekosistem di Segmen Enterprise Besar, yang berfokus pada penyediaan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik berbagai industri dan membangun ekosistem digital yang kuat bagi perusahaan-perusahaan besar.

    “Ketiga, Indibiz untuk mengakselerasi penetrasi pasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui jaringan Telkom Regional di seluruh Indonesia,” kata Manajemen Telkom.

    Upaya-upaya strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Telkom dalam mendukung Transformasi Digital pelanggan B2B, sekaligus memungkinkan perusahaan untuk tumbuh bersama dengan para pelanggannya.

  • Init-6 Achmad Zaky Investasi ke One% Nutrition, Dukung Ekspansi ke Pasar Asean

    Init-6 Achmad Zaky Investasi ke One% Nutrition, Dukung Ekspansi ke Pasar Asean

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan modal ventura, Init-6 berinvestasi dan mendukung misi one% Nutrition untuk memperluas jangkauan produknya di seluruh Asia Tenggara.

    Init-6 adalah perusahaan modal ventura yang didirikan oleh Achmad Zaky, pendiri Bukalapak, bersama Nugroho Herucahyono. Init-6 fokus pada investasi di startup tahap awal (early stage) di Indonesia, dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan ekosistem startup di negara ini. 

    Venture Partner Init-6, Rexi Christopher mengatakan, selain memperluas jangkauan produk investasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap konsumsi nutrisi sehari-hari.

    “one% Nutrition mewakili generasi baru produk nutrisi fungsional yang dirancang khusus untuk konsumen perkotaan yang aktif dan selalu bepergian serta untuk memenuhi kebutuhan segmen sport lifestyle akan produk yang sehat dan bernutrisi,” kata Rexi dalam keterangannya, Rabu (7/5/2025).

    Adapun, menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, nilai ekonomi olahraga Indonesia diperkirakan mencapai 39,45 triliun rupiah ($2,3 miliar) pada tahun lalu. 

    Angka ini menunjukkan peningkatan 5,8% dari tahun 2023, setara dengan 0,19% dari produk domestik bruto (PDB). Hal tersebut, kata Rexi menjadi salah satu alasan Init-6 melakukan investasi kepada one% Nutrition.

    “Kami telah mengikuti pertumbuhan sport!lifestyle yang memang berkembang pesat akhir akhir ini, terutama di kota-kota besar. Kami yakin bahwa pertumbuhan ini memiliki potensi untuk terus berkembang signifikan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh pasar Asia Tenggara,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Rexi menyampaikan dipilihnya one% Nutrition karena telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat, lebih dari dua kali lipat penjualannya dari bulan ke bulan dan mendapatkan momentum yang kuat di jaringan online dan offline. 

    one% juga telah bermitra dengan fitness center, wellness communities, dan ritel yang berfokus untuk mendorong adopsi produk lebih optimal dan juga untuk memperluas penawaran produknya akhir tahun ini.

    “Kami terkesan dengan visi one% Nutrition, dan eksekusi tim yang strategis. one% memiliki pemahaman mendalam tentang lanskap konsumen yang terus berkembang di Asia Tenggara dan tengah membangun merek yang selaras dengan kebutuhan konsumen yang menghargai kesehatan dan gaya hidup seimbang,” ucapnya.

    Di sisi lain, CEO dan Co-Founder one% Nutrition, Ken Opamuratawongse mengatakan, saat konsumen ingin hidup lebih sehat tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.

    Maka dari itu pihak one% memanfaatkan peluang ini untuk menghadirkan produk nutrisi fungsional berkualitas tinggi yang mudah diakses dan terintegrasi dengan rutinitas harian pengguna. 

    “kami melihat peluang yang cukup mendesak untuk menawarkan solusi yang praktis dan yang dibuat dengan lebih baik. Ini milestone penting untuk kami dan kami akan menggunakan pendanaan ini untuk memperluas portofolio produk kami, serta meningkatkan jaringan distribusi kami, dan mempercepat akselerasi pasar terutama di Asia Tenggara,” tutur Ken.

    Di Putaran pendanaan awal ini, tidak hanya Init-6 yang berpartisipasi namun juga First Move, perusahaan investasi tahap awal yang berbasis di Singapura juga ikut bergabung dengan senior management dari startup terkemuka.

  • Bill Gates Ungkap Peran AI untuk Pendidikan dan Kesehatan di Depan Prabowo

    Bill Gates Ungkap Peran AI untuk Pendidikan dan Kesehatan di Depan Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA  – Pemilik Gates Foundation, Bill Gates berbicara soal kecerdasan buatan (AI) untuk sektor kesehatan dan pendidikan saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, AI membuka pintu inovasi di berbagai sektor.

    Bill menyatakan kehadiran AI menjadikannya optimistis terhadap inovasi. Bill, yang juga merupakan pendiri Microsoft, mengatakan AI akan membantu manusia dalam menemukan alat-alat baru untuk mendukung produktivitas dan menekan ongkos.  

    Bill Gates Foundation membaca pentingnya peran AI dalam memajukan sektor kesehatan, pendidikan serta pertanian. Filantropi Bill Gates memiliki fokus kuat dalam pengembangan AI pada ketiga sektor tersebut.   

    “Kami akan menggunakan AI. Jadi, anda tahu, saya sangat menikmati kerja filantropi dan sangat menantikan kerja lebih banyak ke depannya,” ucap Bill, Rabu (7/5/2025). 

    Dia mengatakan kecerdasan buatan AI memiliki peran yang krusial. Dirinya terus memantau perkembangan AI di Indonesia, termasuk saat pemerintah memutuskan bekerja bersama Microsoft dalam memacu penggelaran AI.. 

    Bill juga menyebut yayasannya banyak berfokus di bidang kesehatan. Di Indonesia, yayasannya mengembangkan uji coba vaksin TBC serta untuk menyembuhkan anemia utamanya pada kelompok perempuan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. 

    Adapun Presiden Prabowo menyebut Gates Foundation telah memberikan bantuan ke Indonesia pada berbagai sektor sejak 2009.  Total nilai yang diberikan Gates ke Indonesia sejak 16 tahun yang lalu sudah mencapai US$159 juta. 

    Bantuan-bantuan itu meliputi kesehatan dengan porsi terbesar, kemudian teknologi, pertanian dan bantuan sosial. 

    Bill Gates

    Sebelumnya, CB Insight, perusahaan analisis swasta, mengungkap jumlah pendanaan yang mengalir ke perusahaan kecerdasan buatan (AI) dunia melesat 159% pada kuartal IV/2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Total pendanaan yang disalurkan menyentuh US$43,8 miliar atau Rp727,1 triliun (kurs: Rp16.601) pada periode Oktober-Desember 2024.

    Laporan CB Insight juga mengungkap pada tahun ini pendanaan ke perusahaan AI mencapai titik tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

    Berdasarkan wilayahnya, pendanaan untuk perusahaan AI paling banyak mengalir ke Amerika Serikat, yakni US$38 miliar dengan 548 kesepakatan pada kuartal IV/2024.

    Sementara itu pendanaan ke pasar Eropa dan Asia masih terbuka lebar karena pendanaan yang masuk masih sangat kecil yaitu masing-masing sebesar US$2,5 miliar dan US$2 miliar.

    Adapun secara tahunan, nilai pendanaan untuk perusahaan AI di dunia sepanjang tahun 2024 sebesar US$100,4 miliar dengan 4.505 kesepakatan. Pendanaan tersebut meningkat 79,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai US$55,9 miliar dengan 4.236 kesepakatan. 

    Menurut CB Insights, pendanaan ke perusahaan AI ini melewati angka US$100 miliar untuk pertama kalinya pada 2024 lantaran didorong oleh 13 kesepakatan yang memiliki nilai di atas US$1 miliar.  

    Secara keseluruhan, mega-round atau kesepakatan bernilai di atas US$100 juta menyumbang 69% dari total pendanaan. Ini mencerminkan tingginya biaya pengembangan AI. 

  • Sains & Teknologi 2 jam yang lalu Studi Ungkap Manusia Bisa Berkomunikasi hanya dengan Tatapan Mata

    Sains & Teknologi

    2 jam yang lalu

    Studi Ungkap Manusia Bisa Berkomunikasi hanya dengan Tatapan Mata