Category: Bisnis.com Tekno

  • YouTube Ditonton 85% Populasi Asia Tenggara, Setara 290 Juta Jiwa

    YouTube Ditonton 85% Populasi Asia Tenggara, Setara 290 Juta Jiwa

    Bisnis.com, JAKARTA – Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujuan bagi 8 dari 10 pengguna internet di Asia Tenggara.

    Masifnya angka tersebut diklaim oleh YouTube berperan vital dalam mendorong pencapaian perusahaan, terutama, di sektor e-commerce. 

    Studi Kantar menemukan 85% penonton di Thailand dan 67% di Indonesia menganggap kreator konten YouTube dapat dipercaya.

    Faktor serupa juga berlaku terhadap brand. Kantar menyebut 60% Gen Z Indonesia percaya dengan brand yang ditampilkan kreator di YouTube, dibandingkan dengan hanya 40% di platform sosial lain.

    Hal ini selaras dengan perilaku pembeli. Data Ipsos menunjukkan di negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia, dan Filipina, lebih banyak orang mempercayai Google dan YouTube dalam perjalanan pembelian mereka daripada platform media sosial populer.

    “Kepercayaan ini terwujud menjadi keyakinan untuk membeli, dengan YouTube mendorong niat membeli hampir 4x lebih besar dibandingkan platform media sosial lain di kawasan,” kata VP Southeast Asia and South Asia Frontier, Google, Sapna Chadha dalam keterangan resmi, dikutip Senin (9/6/2025).

    Bahkan, sambungnya, fokus YouTube kepada konten bermanfaat dan berkualitas tinggi memungkinkan brand untuk menyampaikan identitas dan tujuan secara efektif, serta membangun kemitraan jangka panjang dengan para kreator berdasarkan kesamaan nilai.

    Secara keseluruhan, pemain besar ekosistem kreator YouTube di Asia Tenggara berlokasi di Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Total, terdapat 7.600 kreator dengan lebih dari 1 juta pelanggan, dan lebih dari 77.000 channel dengan 100.000 subscriber.

    Konten yang diunggah dari Indonesia dan Vietnam tercatat tumbuh 85% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2023 – 2024.

    Khusus di sektor commerce, video menjadi drive penting yang terus berkembang di perekonomian digital Asia Tenggara dengan kontribusi 20% terhadap GMV e-commerce, naik 4 kali lipat dalam 2 tahun terakhir. 

  • Prudential Bantah soal Situs Belum Terdaftar di Sistem PSE

    Prudential Bantah soal Situs Belum Terdaftar di Sistem PSE

    Bisnis.com, JAKARTA — Manajemen Prudential Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut situs prudential.com masuk dalam daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang mendapat notifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

    Perusahaan menegaskan bahwa situs tersebut bukan bagian dari entitas mereka yang beroperasi di Indonesia.

    “Menanggapi pemberitaan dari Komdigi terkait PSE yang belum mutakhirkan data, bersama ini kami klarifikasi bahwa situs Prudential.com tidak memiliki hubungan dengan perusahaan kami, PT Prudential Life Assurance [Prudential Indonesia] dan PT Prudential Sharia Life Assurance [Prudential Syariah],” tulis Manajemen Prudential Indonesia saat dikonfirmasi pada Senin (9/6/2025). 

    Prudential Indonesia menyebut bahwa situs prudential.com merupakan milik perusahaan Prudential Financial Inc, sebuah perusahaan asuransi jiwa yang berbasis di Amerika Serikat. 

    Sementara itu, PT Prudential Life Assurance dan PT Prudential Sharia Life Assurance merupakan bagian dari Grup Prudential plc yang berbasis di Hong Kong.

    “Prudential Indonesia dan Prudential Syariah merupakan bagian dari group Prudential Plc yang berbasis di Hongkong dan bergerak di bidang asuransi jiwa dan kesehatan serta manajemen aset, dengan berfokus di Asia dan Afrika,” jelas Manajamen Prudential Indonesia. 

    Manajemen juga menyebutkan situs resmi yang mewakili entitas mereka:

        1.    PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia): prudential.co.id

        2.    PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah): prudentialsyariah.co.id

        3.    Group Prudential plc: prudentialplc.com

    “Dapat kami konfirmasikan bahwa Prudential Indonesia dan Prudential Syariah selalu mengikuti dan mematuhi semua peraturan dan hukum yang berlaku,” tegas manajemen.

    Sebelumnya, Komdigi menyampaikan peringatan kepada 36 entitas PSE Privat yang belum melakukan pendaftaran atau pemutakhiran data sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola ruang digital nasional.

    “Seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat [PSE Privat] baik dari dalam negeri [domestik] maupun luar negeri [asing], memiliki kewajiban untuk mendaftar dan memperbarui data pendaftaran guna menjaga akurasi dan keandalan data,” kata Alexander dalam keterangannya pada Kamis (29/5/2025).

    Komdigi mencatat terdapat 23 PSE Privat yang belum melakukan pendaftaran, dan 13 entitas lainnya belum memperbarui data. 

    Perusahaan-perusahaan yang disebut dalam daftar peringatan tersebut mencakup berbagai sektor, dari otomotif, teknologi, hingga makanan cepat saji. Komdigi mengimbau seluruh PSE Privat untuk segera melakukan pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS) jika belum terdaftar, dan memastikan seluruh data selalu diperbarui apabila terdapat perubahan pada entitas usaha atau layanan.

    “Pengaturan ini untuk menjamin kedaulatan digital nasional dan melindungi masyarakat sebagai pengguna layanan digital,” kata Alexander.

    Berikut Ini Daftar PSE Privat yang Belum Terdaftar:

        1.    PT Yamaha Musik Indonesia Distributor – yamaha.com

        2.    PT MNC Asia Holding Tbk – mncgrup.com

        3.    PT Philips Indonesia Commercial – philips.com

        4.    Electronic Arts, Inc. – ea.com

        5.    HP Inc. – hp.com

        6.    PT Daya Intiguna Yasa Tbk – mrdiy.com

        7.    PT Indofood Sukses Makmur Tbk – indofood.com

        8.    PT Dunia Luxindo – bathandbodyworks.co.id

        9.    PT Unilever Indonesia Tbk – unilever.com

        10.    PT Fast Food Indonesia Tbk – order.kfcku.co.id

        11.    WarnerMedia Global Digital Services, LLC – max.com dan aplikasi Max

        12.    ebay, Inc. – ebay.com

        13.    ASUSTek Computer Inc. – asus.com

        14.    Micro-Star International Co. Ltd. – msi.com

        15.    Nike, Inc. – nike.com

        16.    Microsoft Corporation – xbox.com

        17.    BYD Company Limited / PT BYD Motor Indonesia – byd.com

        18.    The Emirates Group – emirates.com

        19.    Harman International Industries, Inc. – id.jbl.com

        20.    KLM Royal Dutch Airlines – klm.com

        21.    Cathay Pacific Airways Limited – cathaypacific.com

        22.    DHL Group – dhl.com

        23.    PT Lenovo Indonesia – lenovo.com

    Berikut Daftar PSE Privat yang Harus Memperbarui Data:

        1.    Ecart Webportal Indonesia (Lazada) – lazada.com

        2.    Rekso Nasional Food (McDonald’s Indonesia) – aplikasi McDonald’s

        3.    Zurich LiveWell / Zurich Asuransi Indonesia / Zurich Topas Life – zurich.com

        4.    Google Indonesia – ads.google.com, play.google.com

        5.    Traveloka Indonesia – traveloka.com

        6.    TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) – aplikasi JNE

        7.    Apple Distribution International Limited – apple.com

        8.    Garmin Indonesia Distribution – garmin.com

        9.    Riot Games Services Pte. Ltd. – leagueoflegends.com

        10.    Epic Games International S.A.R.L – epicgames.com

        11.    PT Prudential Life Assurance – prudential.com

        12.    PT Kereta Api Indonesia – kai.id

  • Ubah Nama hingga Fitur AI

    Ubah Nama hingga Fitur AI

    Bisnis.com, JAKARTA— Apple dikabarkan akan memperkenalkan sistem operasi terbarunya, iOS 19 dalam gelaran Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2025 pada hari Senin, (9/6/2025). 

    Beberapa rumor menarik pun beredar, mulai dari perubahan nama sistem operasi, tampilan baru yang terinspirasi dari Vision Pro, hingga fitur-fitur canggih berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Menurut laporan dari Bloomberg, Apple dikabarkan akan mengubah cara penamaan sistem operasinya. Jika sebelumnya memakai nomor versi (seperti iOS 19), kini sistem operasi akan dinamai berdasarkan tahun rilis, misalnya menjadi iOS 26 untuk tahun 2026. 

    Perubahan ini juga akan berlaku untuk sistem lain seperti iPadOS 26, macOS 26, watchOS 26, tvOS 26, dan visionOS 26 — mirip seperti penamaan model mobil.

    Lebih jauh, iOS 19 disebut-sebut akan menjadi pembaruan desain paling besar sejak iOS 7. Desain baru ini dinamakan Liquid Glass, yang mengadopsi tampilan dari perangkat Vision Pro milik Apple. 

    Elemen visual seperti panel transparan dan ikon aplikasi berbentuk lingkaran kemungkinan besar akan hadir. Desain baru ini akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh ekosistem Apple, termasuk CarPlay, untuk menciptakan pengalaman visual yang lebih seragam.

    Beberapa aplikasi juga akan mendapat pembaruan besar, seperti Phone App yang menghadirkan tampilan baru yang menggabungkan kontak favorit, riwayat panggilan, dan pesan suara dalam satu halaman. Serta camera app dan safari yang kabarnya akan mendapat pembaruan tampilan seperti bilah alamat transparan di Safari.

    Apple juga dikabarkan sedang menyiapkan aplikasi khusus untuk game, yang akan menggabungkan Apple Arcade dan konten game dari App Store. 

    Aplikasi ini akan menjadi pusat bagi pengguna untuk melihat pencapaian, papan peringkat, dan rekomendasi game. Rumor ini muncul setelah Apple dikabarkan mengakuisisi studio game pertamanya, RAC7.

    Apple kemungkinan menghadirkan fitur AI baru berupa asisten kesehatan pribadi. Chatbot ini akan memberikan saran gaya hidup dan tips kesehatan berdasarkan data yang dikumpulkan dari aplikasi Health. Aplikasi Health juga disebut akan mendapat fitur pencatatan makanan, seperti konsumsi karbohidrat dan kafein.

    iOS 19 juga mungkin akan membawa fitur manajemen baterai berbasis AI, yang dapat menganalisis pola penggunaan perangkat dan menyesuaikan performa untuk menghemat daya. Ada juga bocoran soal ikon baru di layar kunci yang menunjukkan estimasi waktu penuh saat mengisi daya.

    Fitur reverse wireless charging juga tengah diuji coba di iPhone 17 Pro, yang memungkinkan pengguna mengisi daya AirPods atau Apple Watch langsung dari iPhone mereka.

    Aplikasi Messages akan mendapat dukungan Apple Intelligence untuk menerjemahkan pesan secara otomatis saat pesan masuk. Selain itu, akan ada fitur polling di grup chat yang disarankan oleh AI, dan pengguna juga bisa menambahkan gambar latar belakang di pesan, mirip seperti di WhatsApp atau Instagram.

    Apple kemungkinan juga akan menghadirkan aplikasi Preview (yang sebelumnya hanya ada di macOS) ke perangkat iPhone dan iPad. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengedit dan memberi catatan pada file PDF, dan tersedia secara bawaan.

    Fitur Genmoji juga mendapat penyempurnaan kecil, di mana pengguna akan bisa menggabungkan emoji yang sudah ada menjadi kombinasi baru, contohnya bola basket yang masuk ke tempat sampah.

    Meski Apple sempat memamerkan kemampuan baru Siri yang lebih pintar dan kontekstual pada 2024, fitur-fitur canggih tersebut tampaknya masih ditunda perilisannya. 

    Jadi, kemungkinan fokus utama pembaruan kali ini adalah desain dan fitur berbasis AI lainnya.

  • Komdigi Targetkan Lelang Pita 1,4 GHz Digelar Bulan Ini

    Komdigi Targetkan Lelang Pita 1,4 GHz Digelar Bulan Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan proses seleksi atau lelang pita frekuensi 1,4 GHz dapat digelar pada semester pertama 2025, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerintah terus berupaya untuk tetap menjaga momentum digitalisasi nasional melalui optimalisasi spektrum frekuensi.

    Pemerintah ingin seleksi pita frekuensi 1,4 GHz dapat terealisasi semester ini. Artinya, waktu yang dimiliki pemerintah untuk menggelar seleksi pita frekuensi terakhir bulan Juni ini, mengingat bulan depan sudah masuk semester baru.

    “Kami upayakan seleksi pita frekuensi 1,4 GHz tetap di semester 1 tahun 2025,” kata Wayan kepada Bisnis, Senin (9/6/2025).

    Diketahui,  Komdigi berencana mengalokasikan pita frekuensi 1,4 GHz untuk keperluan Broadband Wireless Access (BWA) atau layanan internet cepat tetap nirkabel. Komdigi menunggu masukan publik guna menyusun regulasi pemanfaatan seleksi tersebut.  BWA adalah teknologi khusus akses internet berkecepatan tinggi secara nirkabel (tanpa kabel) di area yang luas.

    Beberapa teknologi yang termasuk dalam BWA antara lain Wi-Fi, WiMAX atau teknologi nirkabel jarak jauh yang dapat mencakup area yang lebih luas daripada Wi-Fi, 4G/5G, hingga satelit.  Hinet (Berca) dan Bolt adalah beberapa merek Wimax yang terkenal pada masanya

    Dalam draf Rancangan Peraturan Menteri tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada Pita Frekuensi 1,4 GHz diketahui bahwa hak penggunaan frekuensi diberikan dalam bentuk IPFR kepada penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis packet Switched dengan wilayah layanan regional. 

    Ada 3 regional dengan jumlah zona layanan yang berbeda-beda. Regional 1 terdiri atas zona 4, zona 5, zona 6, zona 7, zona 9, dan zona 10.  Sementara itu regional 2 terdiri dari zona 1, zona 2, zona 3, zona 8, dan zona 15. Terakhir, Regional 3 terdiri dari zona 11, zona 12, zona 13, dan zona 14. 

    Wayan belum dapat memberi tahu jumlah peserta yang akan terlibat seleksi. Jumlah peserta baru diketahui setelah seluruh dokumen lengkap dan lelang digelar.

    “Jumlah peminat yang akan mengikuti seleksi baru akan diketahui setelah pengumuman resmi seleksi dilakukan,” kata Wayan.

    Laporan Global Momentum and Economic Impact yang dikeluarkan oleh Plum untuk GSMA pada 2015 menyebutkan bahwa pita 1,4 GHz – 1,5 GHz telah digunakan di sejumlah negara Eropa dan Asia.

    Jepang menjadi salah satu negara yang telah memanfaatkan pita 1427-1518 MHz untuk internet sejak 2015. Sementara itu, di Eropa disebut terdapat 28 negara pada 2015, yang telah menggunakan pita frekuensi 1452-1492 MHz untuk internet, dengan konsultasi lelang di Prancis, Italia, dan Irlandia.

    Brasil menjadi negara perwakilan di Amerika Latin, sementara itu Asia Pasifik, India masih sebatas rencana untuk memanfaatkan spektrum tersebut.

    Pita 1,4 GHz menjadi pita tambahan bagi layanan internet seluler dengan cakupan luas, cocok untuk pedesaan dan dalam gedung.  Frekuensi tersebut juga dapat mengantarkan internet dengan baik karena penggunaannya masih minim.

    Bahkan, 1 dekade lalu memperkirakan potensi manfaat ekonomi global mencapai dalam memanfaatkan 1,4 GHz untuk FWA dapat mencapai US$50 miliar dari penggunaan 40 MHz (downlink), dengan tambahan 20% jika 40 MHz lagi tersedia 5 tahun kemudian.

  • Update Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Juni 2025, Mulai Rp1 Jutaan

    Update Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Juni 2025, Mulai Rp1 Jutaan

    Bisnis.com, JAKARTA – Cek di bawah ini untuk megetahui update daftar harga HP Xiaomi terbaru Juni 2025.

    Buat Anda yang ingin membeli HP murah dengan kualitas terbaik, maka ponsel merek Xiaomi bisa menjadi solusi cerdas.

    Xiaomi memiliki banyak sekali pilihan HP dengan harga bersaing yang dijual pada Juni 2025 ini.

    Meski dijual murah, namun ponsel buatan Xiaomi memiliki kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Spesifikasinya bisa diandalkan untuk sehari-hari atau pemakaian berat.

    Berikut adalah update harga HP Xiaomi Juni 2025:

    POCO M7 Pro 5G 8GB | 256GB Rp 2.799.000
    Redmi A5 4GB | 128GB Rp 1.199.000
    Xiaomi Redmi A3 (4GB/128GB): Rp 1.099.000
    POCO C75 (6GB/128GB): Rp 1.299.000
    POCO C75 (8GB/256GB): Rp 1.449.000
    Redmi 14C (6GB/128GB): Rp 1.399.000
    Redmi 14C (8GB/256GB): Rp 1.599.000
    Redmi 13 (8GB/128GB): Rp 1.699.000
    Redmi 13 (8GB/256GB): Rp 1.799.000
    POCO M6 (8GB/256GB): Rp 1.799.000
    POCO M6 Pro (8GB/256GB): Rp 2.499.000
    Redmi Note 14 (8GB/128GB): Rp 2.399.000
    Redmi Note 14 (8GB/256GB): Rp 2.599.000
    Redmi Note 13 5G (8GB/256GB): Rp 2.799.000
    Redmi Note 14 5G (8GB/256GB): Rp 3.199.000
    Redmi Note 14 5G (12GB/512GB): Rp 3.999.000
    Redmi Note 13 Pro (8GB/256GB): Rp 3.299.000
    Redmi Note 13 Pro 5G (8GB/256GB): Rp 4.399.000
    Redmi Note 13 Pro 5G (12GB/512GB): Rp 4.749.000
    Redmi Note 14 Pro 5G (8GB/256GB): Rp 4.399.000
    Redmi Note 14 Pro 5G (12GB/512GB): Rp 4.999.000
    POCO X6 5G (12GB/256GB): Rp 3.449.000
    POCO X6 Pro 5G (12GB/512GB): Rp 4.349.000
    POCO X7 5G (8GB/256GB): Rp 3.499.000
    POCO X7 5G (12GB/512GB): Rp 4.099.000
    POCO X7 Pro 5G (12GB/512GB): Rp 4.799.000
    POCO F6 (8GB/256GB): Rp 4.999.000
    POCO F6 (12GB/512GB): Rp 5.699.000
    Redmi Note 14 Pro+ 5G (8GB/256GB): Rp 5.499.000
    Redmi Note 14 Pro+ 5G (12GB/512GB): Rp 5.999.000
    Xiaomi 14T (12GB/256GB): Rp 6.499.000
    Xiaomi 14T (12GB/512GB): Rp 6.999.000
    Xiaomi 14T Pro (12GB/256GB): Rp 8.499.000
    Xiaomi 14T Pro (12GB/512GB): Rp 8.999.000
    Xiaomi 14 (12GB/256GB): Rp 11.999.000
    Xiaomi 15 (12/256GB ): Rp11.999.000 
    Xiaomi 15 12/512GB: Rp12.999.000 untuk varian.
    Xiaomi 15 Ultra (16/512GB): Rp16.999.000
    Xiaomi 15 Ultra (16GB/1TB.) Rp19.999.000

    Xiaomi yang paling banyak dicari…

  • Update Harga HP Samsung Terbaru Juni 2025, Banyak yang Turun Harga!

    Update Harga HP Samsung Terbaru Juni 2025, Banyak yang Turun Harga!

    Bisnis.com, JAKARTA – Di bawah ini adalah informasi mengenai update harga Samsung terbaru Juni 2025 yang dijual makin murah.

    Samsung menjadi salah satu merek ponsel pintar yang cukup punya nama di pasar tanah air.

    Per Juni 2025 ini, ada banyak pilihan HP Samsung yang bisa Anda beli sesuai budget dan kebutuhan. Tenang saja, HP Samsung dijual dari harga Rp1 jutaan hingga puluhan juta rupiah.

    Dengan demikian, pengguna memiliki kesempatan untuk memilih mana yang terbaik untuk dirinya.

    Update Harga HP Samsung Juni 2025

    Samsung Galaxy A06 (4GB/64GB): Rp 1.299.000
    Samsung Galaxy A06 (4GB/128GB): Rp 1.559.000
    Samsung Galaxy A06 (6GB/128GB): Rp 1.899.000
    Samsung Galaxy A05s (6GB/128GB): Rp 2.099.000
    Samsung Galaxy A06 5G (6GB/128GB): Rp 2.199.000
    Samsung Galaxy A16 (8GB/128GB): Rp 2.669.000
    Samsung Galaxy A16 Special Kids Edition (8GB/128GB): Rp 2.799.000
    Samsung Galaxy A16 (8GB/256GB): Rp 2.899.000
    Samsung Galaxy A16 Special Kids Edition (8GB/256GB): Rp 3.099.000 
    Samsung Galaxy A16 5G (8GB/256GB): Rp 3.299.000
    Samsung Galaxy A26 5G (8GB/256GB): Rp 3.999.000
    Samsung Galaxy A36 5G (8GB/256GB): Rp 4.899.000
    Samsung Galaxy A36 5G (12GB/256GB): Rp 5.429.000
    Samsung Galaxy A56 5G (8GB/256GB): Rp 5.949.000
    Samsung Galaxy A56 5G (12GB/256GB): Rp 6.449.000
    Samsung Galaxy S24 FE (8GB/128GB): Rp 7.849.000
    Samsung Galaxy S24 FE (8GB/256GB): Rp 8.599.000
    Samsung Galaxy S24 FE (8GB/512GB): Rp 9.599.000
    Samsung Galaxy S24 (8GB/256GB): Rp 10.499.000
    Samsung Galaxy S25 (12GB/256GB): Rp 14.299.000
    Samsung Galaxy S25 (12GB/512GB): Rp 16.199.000
    Samsung Galaxy S25+ (12GB/256GB): Rp 17.999.000
    Samsung Galaxy S25+ (12GB/512GB): Rp 19.049.000
    Samsung Galaxy S25 Edge (12GB/512GB): Rp 19.499.000
    Samsung Galaxy S24 Ultra (12GB/256GB): Rp 17.139.000
    Samsung Galaxy S25 Ultra (12GB/256GB): Rp 21.899.700
    Samsung Galaxy S25 Ultra (12GB/512GB): Rp 23.809.000
    Samsung Galaxy S25 Ultra (12GB/1TB): Rp 28.299.000
    Samsung Galaxy Z Flip6 (12GB/256GB): Rp 14.999.000
    Samsung Galaxy Z Fold6 (12GB/256GB): Rp 22.499.000
    Samsung Galaxy Z Fold6 (12GB/512GB): Rp 24.499.000

    Di antaranya banyaknya ponsel di atas, ada beberapa yang turun harga pada Juni 2025 ini.

  • Update Harga iPhone 11, 12, 13, 14, 15, dan 16 Terbaru Juni 2025

    Update Harga iPhone 11, 12, 13, 14, 15, dan 16 Terbaru Juni 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Berikut adalah update harga iPhone 11, 12, 13, 14, 15, dan 16 pada bulan Juni 2025 yang bisa Anda jadikan rekomendasi.

    Bulan Juni 2025 ini tampaknya menjadi waktu yang tepat jika Anda ingin membeli HP iPhone baru.

    Sebab, beberapa seri iPhone dijual dengan harga yang lebih murah daripada sebelumnya.

    Misalnya saja iPhone 16 yang turun harga menjadi sangat murah pada pertengahan tahun 2025 ini. Ponsel ini semula dijual Rp16.999.000 di iBox.

    Akan tetapi pada Juni 2025, iPhone 16 dijual dengan harga sangat murah yakni Rp14.999.000 saja.

    Berikut adalah update harga iPhone terbaru Juni 2025:

    Harga iPhone 16 Juni 2025

    128 GB dari Rp 16.999.000 jadi Rp 14.999.000

    256 GB dari Rp 19.499.000 jadi Rp 17.499.000

    512 GB dari Rp 23.499.000 jadi Rp 21.999.000

    Harga iPhone 16 Plus Juni 2025

    128 GB dari Rp 18.999.000 jadi Rp 16.999.000

    256 GB dari Rp 21.499.000 jadi Rp 19.499.000

    512 GB dari Rp 25.499.000 jadi Rp 23.999.000

    Harga iPhone 16 Pro Juni 2025

    128 GB dari Rp 21.999.000 jadi Rp 18.499.000

    256 GB dari Rp 24.499.000 jadi Rp 21.499.000

    512 GB dari Rp 28.499.000 jadi Rp 25.999.000

    1 TB dari Rp 32.499.000 jadi Rp 30.499.000

    Harga iPhone 16 Pro Max Juni 2025

    256 GB dariRp 25.999.000 jadi Rp 22.499.000

    512 GB dari Rp 30.999.000 jadi Rp 27.999.000

    1 TB dari Rp 34.999.000 jadi Rp 32.999.000

    Harga iPhone 15 Juni 2025

    128 GB dari Rp 14.499.000 jadi Rp 11.499.000

    256 GB dari Rp 17.499.000 jadi Rp 13.999.000

    512 GB dari Rp 21.499.000 jadi Rp 17.999.000

    Harga iPhone 15 Plus Juni 2025

    128 GB dari Rp 16.499.000 jadi Rp 13.499.000

    256 GB dari Rp 19.499.000 jadi Rp 15.999.000

    512 GB Rp 23.499.000 jadi Rp 19.999.000

    Harga iPhone 14 Juni 2025

    128 GB dari Rp 12.499.000 jadi Rp 9.749.000

    256 GB dari Rp 15.299.000 jadi Rp 11.999.000 

    Harga iPhone 13 Juni 2025

    128 GB dari Rp 10.299.000 jadi Rp 8.499.000

    256 GB dari Rp 12.799.000 

    Harga iPhone 12 Juni 2025

    64GB dari Rp 11.499.000

    128 GB dari Rp 12.499.000

  • Kedaulatan Data jadi Sorotan di Tengah Wacana Pembangunan SKKL Baru Google

    Kedaulatan Data jadi Sorotan di Tengah Wacana Pembangunan SKKL Baru Google

    Bisnis.com, JAKARTA — Rencana dua raksasa teknologi global, Google dan Meta, untuk membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) baru di Indonesia mendapat sorotan, khususnya perihal kedaulatan dan keamanan data nasional. 

    Kabar pembangunan SKKL baru Google Meta kembali mencuat setelah Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan tengah dalam tahap diskusi dengan pemerintah terkait investasi dan pembangunan infrastruktur kabel bawah laut tambahan yang akan memperkuat konektivitas nasional Indonesia. 

    Meskipun kabar ini sudah beredar, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (Askalsi), Resi Y. Bramani, menyatakan bahwa hingga saat ini asosiasi belum menerima informasi terkait rencana pembangunan SKKL baru oleh Google dan Meta. 

    “Terkait ini kami belum ada info atau update. Dari anggota-anggota Askalsi sebagai mitra landing partner di Indonesia, yang bersangkutan juga belum ada info,” ujar Resi kepada Bisnis, Senin (9/6/2025). 

    Resi juga mengatakan bahwa kehadiran SKKL tersebut akan memberi dampak mulai dari masuknya investasi asing dan peningkatan kapasitas bandwidth nasional. Namun, sejumlah aspek krusial juga harus dikaji lebih dalam. 

    Resi menyoroti mengenai dampak SKKL Google – Meta jika langsung masuk ke Indonesia tanpa menggandeng mitra lokal. Dari sisi kedaulatan digital, dia melihat potensi pengusaan data nasional oleh asing. 

    Kemudian masuknya SKKL Google juga akan berdampak pada persaingan yang makin ketat, yang diharapkan tidak berimbas kepada persaingan yang tidak sehat. Selain itu ada juga mengenai keamanan data hingga perizinan yang harus jelas posisinya. 

    “Untuk tantangannya, bagaimana meminimalisir risiko yang ditimbulkan dari dampak-dampak tersebut,” kata Resi. 

    Kelanjutan Bifrost-Echo

    Diketahui pada 2021, Google dan Meta membangun SKKL yang menghubungkan langsung Indonesia dengan Amerika Utara melalui jalur Guam. SKKL tersebut bernama Bifrost dan Echo. SKKL Bifrost digarap oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (melalui Telin), Meta, dan Keppel T&T. 

    Proyek ini memiliki panjang lebih dari 20.000 kilometer dan membentang melalui Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan beberapa wilayah lain.  Sementara itu SKKL Echo, digarap oleh Meta, Google, dan XL Axiata. Rute dan panjang kabel tidak jauh berbeda dengan SKKL Biforst.  

    Bifrost direncanakan rampung pada 2024, sementara Echo ditargetkan selesai pada 2023. Adapun pada realitasnya, SKKL Bifrost baru selesai pada Februari 2025.  

    Terkait proyek SKKL Bifrost dan Echo—dua kabel laut yang juga digarap oleh Meta dan Google—Resi menyebutkan bahwa pembangunan fisik sudah dimulai, namun kedua sistem tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum beroperasi secara komersial.

    Dengan demikian, utilisasi atau pemanfaatan kapasitas kabel-kabel ini pun belum bisa diukur.

    “masih belum live atau belum siap komersial” kata Resi.

    Sebelumnya, Menteri Meutya Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk investor global, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital.

    Dengan keterbatasan anggaran negara, investasi asing seperti yang direncanakan Google dan Meta diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan mendukung pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

  • Warga Indonesia Belum Percaya AI untuk Membantu Menyelesaikan Pekerjaan Rumit

    Warga Indonesia Belum Percaya AI untuk Membantu Menyelesaikan Pekerjaan Rumit

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Indonesia enggan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang rumit menurut sebuah riset. AI digunakan untuk tujuan yang lebih sederhana.

    Berdasarkan hasil survei Snapcart, sebanyak 43% responden di Indonesia mengaku sering menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence/AI pada April 2025. Kemudian, 41% responden jarang memakai AI. Di sisi lain, ada 16% responden yang menyatakan belum pernah menggunakan teknologi tersebut.

    Menurut tujuan penggunaannya, sebanyak 43% responden menggunakan teknologi AI untuk membantu mengerjakan tugas sekolah atau kuliah. Masyarakat belum menggunakan teknologi ini untuk sesuatu yang lebih berat.  

    “26% responden memanfaatkan AI untuk browsing dan/atau mencari data untuk penelitian dan hanya 14% responden menggunakan AI untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang rumit,” tulis laporan tersebut dilansir dari DataIndonesia, Senin (9/6/2025).

    Riset Snapchart tidak mengungkap alasan AI belum dipercaya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumit. 

    Lebih lanjut riset juga mengungkap bahwa 9% responden yang memanfaatkan AI sebagai hiburan dan 6% responden memanfaatkannya sebagai teman untuk diajak bicara dan berbagi perasaan. Adapun, sebanyak 2% responden memanfaatkan AI untuk tujuan lainnya. 

    ChatGPT Kalahkan META AI

    Riset Snapcart juga mengungkap ChatGPT menjadi aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang paling sering digunakan oleh responden Indonesia. Sebanyak 71% responden mengaku rutin memanfaatkan ChatGPT dalam aktivitas sehari-hari mereka. 

    Di posisi kedua, Meta AI digunakan oleh 52% responden, diikuti Capcut dengan 40%, Gemini 34%, dan Google Assistant 23%.

    Data ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi AI di Indonesia semakin meluas, dengan ChatGPT mendominasi sebagai platform pilihan utama masyarakat. Sementara itu, aplikasi lain seperti Meta AI dan Capcut juga menunjukkan tingkat penggunaan yang cukup tinggi, menandakan minat masyarakat terhadap berbagai solusi AI yang dapat menunjang produktivitas dan kreativitas.

    Sebelumnya, Microsoft melihat akan ada enam tren kecerdasan buatan (AI) yang akan terjadi pada 2025, dengan salah satu yang terkuat yaitu evolusi AI dalam mengubah cara kerja.

    Executive Vice President of Business Development, Strategy and Ventures Microsoft, Chris Young menyampaikn AI telah membuat hal yang sebelumnya mustahil menjadi mungkin. 

    Dalam satu tahun terakhir, pihaknya telah melihat banyak individu dan organisasi beralih dari eksperimen dengan AI, menuju adopsi yang lebih bermakna.

    Dalam setahun terakhir saja, penggunaan AI generatif di antara pemimpin bisnis dan pengambil keputusan AI melonjak dari 55% menjadi 75%. Tools baru AI akan membawa potensi yang lebih besar lagi.

    “Ini adalah awal dari transformasi besar tentang bagaimana teknologi ini akan mengubah hidup kita,” kata Chris.

  • Cara Melacak Nomor HP Pakai Google Maps, Mudah dan Cepat

    Cara Melacak Nomor HP Pakai Google Maps, Mudah dan Cepat

    Bisnis.com, JAKARTA — Google Maps tak hanya berfungsi sebagai peta dan penunjuk arah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk melacak lokasi nomor smartphone secara gratis. 

    Fitur ini bisa menjadi solusi praktis bagi pengguna yang ingin mengetahui keberadaan perangkat milik sendiri maupun milik orang lain, seperti anggota keluarga, pasangan, atau rekan kerja.

    Berikut ini beberapa cara melacak lokasi HP menggunakan Google Maps secara legal dan etis:

    1. Gunakan Fitur Berbagi Lokasi di Google Maps

    Google Maps memiliki fitur Location Sharing atau Berbagi Lokasi yang memungkinkan pengguna membagikan lokasi secara real-time dengan orang lain. Fitur ini sangat bermanfaat untuk memantau keberadaan anggota keluarga atau orang terdekat secara langsung. Beberapa keunggulan dari fitur ini antara lain:

    • Menampilkan lokasi terkini secara real-time

    • Pengguna bisa mengatur batas waktu berbagi lokasi

    • Lokasi bisa dibagikan melalui tautan atau langsung dari aplikasi

    Langkah-langkah untuk membagikan lokasi di Google Maps:

    1. Buka Google Maps: Jalankan aplikasi Google Maps di ponsel.

    2. Masuk ke Menu Berbagi Lokasi: Ketuk foto profil atau inisial di pojok kanan atas, lalu pilih “Berbagi Lokasi”.

    3. Pilih Kontak: Pilih orang yang ingin kamu bagikan lokasimu dari daftar kontak.

    4. Atur Durasi: Tentukan berapa lama lokasi akan dibagikan (misalnya 1 jam, atau tanpa batas waktu).

    5. Bagikan Lokasi: Ketuk “Bagikan” untuk mulai membagikan lokasi secara real-time.

    Dengan langkah-langkah ini, orang yang dipilih dapat melihat lokasi secara langsung melalui Google Maps.

    Pertanyaan terkait bisakah melacak lokasi seseorang tanpa sepengetahuan mereka memang sering muncul. Namun demikian penting untuk menegaskan bahwa melacak lokasi seseorang tanpa izin adalah tindakan yang bisa melanggar hukum dan privasi. 

    Oleh karena itu, selalu pastikan untuk mendapatkan persetujuan dari orang yang bersangkutan.

    Berikut beberapa cara melacak secara etis:

    • Minta Izin: Selalu utamakan keterbukaan dan minta izin secara langsung.

    • Gunakan Fitur Family Sharing: Beberapa perangkat memiliki fitur berbagi lokasi khusus keluarga yang lebih transparan.

    • Dalam Situasi Darurat: Jika memang darurat, melibatkan pihak berwenang adalah langkah yang lebih aman dan legal.

    Fitur menarik ….