Category: Bisnis.com Tekno

  • Apple Umumkan iOS 26 hingga Fitur Gaming Baru

    Apple Umumkan iOS 26 hingga Fitur Gaming Baru

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple, produsen gawai asal Amerika Serikat, mengumumkan kehadiran iOS 26 hingga fitur game baru dalam pembukaan gelaran Worldwide Developers Conference (WWDC) 2025 pada Senin (9/6/2025). 

    Tahun ini, Apple menghadapi tekanan besar untuk menepati janji inovasi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), dan memperbaiki hubungan dengan para pengembang di tengah tantangan hukum yang terus berlanjut terkait App Store.

    Salah satu sorotan terbesar di WWDC 2025 adalah pengenalan desain antarmuka baru bernama Liquid Glass. Ini merupakan perubahan visual paling signifikan sejak iOS 7 diluncurkan pada 2013. Jika dulu Apple beralih dari skeuomorfisme ke desain flat minimalis, kini iOS 26 tampil dengan elemen visual yang reflektif, transparan, dan mengkilap, menciptakan nuansa “kaca” yang dinamis.

    Liquid Glass membuat tampilan layar menjadi tembus pandang dan mampu beradaptasi dengan konten serta kondisi pencahayaan sekitar, baik terang maupun gelap. 

    Notifikasi kini muncul dari titik sentuh pengguna, sementara menu konteks akan berkembang menjadi daftar yang mudah dipindai saat digulir dan diketuk. Pembaruan desain juga menyentuh Lock Screen dan Home Screen agar selaras dengan estetika Liquid Glass.

    Mulai tahun ini, Apple mengubah skema penamaan sistem operasinya. Alih-alih menggunakan angka urut, Apple kini memakai tahun sebagai bagian dari nama, seperti iOS 26, iPadOS 26, macOS 26, tvOS 26, watchOS 26, dan visionOS 26. Langkah ini diambil untuk menyederhanakan identitas produk di seluruh ekosistem Apple.

    Dilansir dari Techcrunch, Selasa (10/6/2025), Apple juga memperkenalkan Games app, aplikasi khusus yang menjadi pusat pengalaman bermain game di perangkat Apple. 

    Melalui aplikasi ini, pengguna dapat meluncurkan game, melacak pencapaian, melihat papan peringkat, serta menikmati fitur sosial seperti “Play Together” untuk melihat aktivitas teman, membandingkan skor, dan mengundang mereka bermain bersama. Fitur “Challenges” memungkinkan pengguna berkompetisi skor dengan teman.

    Apple juga mengumumkan fitur baru untuk AirPods, seperti perekaman audio kualitas studio dan remote kamera. Sementara CarPlay kini mendukung widget, live activities, dan opsi “tapback” untuk membalas pesan, serta kemampuan pin percakapan favorit seperti di iMessage.

  • Smartphone Lipat Makin Murah, Harga Tipe Flip Turun Drastis dalam 5 Tahun Terakhir

    Smartphone Lipat Makin Murah, Harga Tipe Flip Turun Drastis dalam 5 Tahun Terakhir

    Bisnis.com, JAKARTA — Smartphone lipat atau ponsel lipat terus mencatatkan penurunan harga dalam 5 tahun terakhir atau selama periode 2020-2024, dengan tipe filp jatuh lebih dalam dibandingkan dengan tipe fold.

    Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), harga jual rata-rata (average selling price/ASP) smartphone lipat secara global menunjukkan tren penurunan pada kedua jenis model, yakni tipe fold maupun tipe flip. 

    Smartphone lipat tipe Fold (atau juga dikenal sebagai ponsel lipat) adalah smartphone yang memiliki layar yang dapat dilipat menjadi dua bagian. Layar akan terbuka seperti buku saat digunakan, dan dilipat seperti buku saat dibawa. 

    Kelebihannya adalah layar yang lebih besar, sehingga smartphone lipat tipe Fold memungkinkan multitasking, yaitu menjalankan dua aplikasi secara bersamaan.
    Beberapa contoh tipe fold adalah Samsung Galaxy Z Fold 5, Samsung Galaxy Z Fold 6, Vivo X Fold 3 Pro, hingga OPPO Find N3 Fold. 

    Sementara itu tipe flip adalah smartphone yang memiliki layar yang dilipat ke atas atau ke bawah, seperti lipatan ponsel jaman dulu.

    Sepanjang periode 2020-2024, harga jual rata-rata smartphone lipat tipe fold mencapai US$1.750 atau Rp28 juta, sedangkan tipe flip rata-rata sekitar US$1.030 atau sekitar Rp16,7 juta.

    Grafik harga smartphone lipat tipe Fold dan Filip/DataIndonesia

    Dari sisi laju penurunan, harga tipe fold mengalami penurunan rata-rata tahunan sebesar 4,46%, sedangkan tipe flip turun lebih tajam, yakni 9,24% per tahun. 

    Dilansir dari DataIndonesia, Selasa (10/6/2025) secara lebih rinci, pada 2024, harga jual rata-rata tipe fold tercatat sebesar US$1.598 atau Rp26 juta, turun tipis 0,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$1.650. 

    Di sisi lain, harga jual rata-rata tipe flip pada 2024 mencapai US$872 atau Rp14,2 juta, menurun cukup tajam hingga 8,31% dibandingkan dengan 2023 yang sebesar US$951. 

    Bila dibandingkan dengan kondisi 5 tahun sebelumnya, yakni pada 2020, penurunan harga terpantau lebih dalam. Harga jual rata-rata tipe fold pada 2024 anjlok 17,37% dari posisi pada 2020 yang senilai US$1.934.

    Sementara tipe flip mengalami penurunan lebih drastis, yakni 33,23% dari US$1.306 pada 2020. Selama 5 tahun terakhir, harga jual rata-rata tertinggi untuk kedua tipe smartphone lipat tercatat pada 2020, yaitu US$1.934 untuk tipe fold dan US$1.306 untuk tipe flip. Sebaliknya, harga jual terendah keduanya tercatat pada 2024, dengan tipe fold sebesar US$1.598 dan tipe flip US$872.

    Jika dilihat dari persentase perubahannya, 2023 menjadi satu-satunya tahun di mana harga jual rata-rata tipe fold mengalami kenaikan, sebesar 1,10%. Sementara penurunan terdalam harga tipe fold tercatat pada 2022, yakni 14,60%. 

  • Ilmuwan AS Prediksi Manusia Bisa Hidup Abadi Mulai Tahun 2030

    Ilmuwan AS Prediksi Manusia Bisa Hidup Abadi Mulai Tahun 2030

    Bisnis.com, JAKARTA – Ilmuwan Amerika Serikat Ray Kurzweil memperkirakan manusia dapat mencapai keabadian pada tahun 2030.

    Dia mengatakannNanobot dapat merevolusi pengobatan, akan memperbaiki sel dan membalikkan penuaan manusia. Kurzweil juga memperkirakan AI akan menyamai kecerdasan manusia pada tahun 2029.

    Menurutnya, manusia dan mesin akan bergabung. Ini akan meningkatkan kemampuan manusia. Singularitas, periode perubahan teknologi yang cepat, dapat terjadi sekitar tahun 2045. 

    Dilansir dari timesofindia, Kurzweil telah meramalkan bahwa pada tahun 2030, manusia dapat mencapai apa yang sebelumnya dianggap mustahil keabadian biologis. Pernyataan tersebut, meskipun luar biasa, bukanlah khayalan.

    Sebaliknya, pernyataan tersebut didukung oleh kemajuan pesat disiplin ilmu utama seperti nanoteknologi, genetika, dan robotika. Kurzweil meramalkan bahwa masa depan kedokteran akan ditandai dengan munculnya mesin mikroskopis yang disebut nanobot. Robot kecil semacam ini akan membantu perjalanan dalam sistem peredaran darah manusia, terus-menerus memeriksa status tubuh, menyembuhkan sel-sel yang rusak, dan membalikkan tanda-tanda penuaan.

    Jika terwujud, teknologi ini mungkin tidak hanya menyembuhkan penyakit sebelum muncul tetapi juga memulihkan tubuh manusia pada tingkat seluler, yang secara efektif menghentikan proses penuaan. Siapakah Ray Kurzweil? Ray Kurzweil tidak asing dengan dunia prediksi teknologi yang dramatis. Ia terkenal karena visinya dalam mengantisipasi arah inovasi digital. Sebagian besar prediksinya, yang dibuat bertahun-tahun lalu dan dianggap tidak mungkin pada saat itu, telah menjadi kenyataan dengan ketepatan yang mencengangkan. Ia terkenal meramalkan kemunculan internet, kecerdasan buatan, dan penggabungan biologi dan komputasi, terkadang puluhan tahun sebelum diterima secara luas.

    Banyak orang yang percaya dengan ucapannya, karena hampir 86 persen dari 147 prediksinya terbukti benar. Pada tahun 1999, ia dianugerahi National Medal of Technology, penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah Amerika kepada para inovatornya. Kredibilitasnya tidak hanya berasal dari keberhasilan profesionalnya, tetapi juga karena pendekatan langsungnya terhadap penelitian dan pengembangan teknologi canggih. Bagaimana AI dan pikiran manusia akan bergabung untuk mendefinisikan ulang kecerdasan pada tahun 2029

    Bersamaan dengan transformasi biologis ini muncul evolusi kecerdasan buatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kurzweil berpikir AI akan mencapai tolok ukur krusialnya pada tahun 2029, ketika mesin akan memiliki kecerdasan tingkat manusia dan akan mampu lulus uji Turing—tolok ukur kemampuan mesin untuk mensimulasikan perilaku yang tidak dapat dibedakan dari manusia.

    Ia memperkirakan bahwa manusia dan mesin tidak hanya akan hidup berdampingan, tetapi akan bersatu. Penggabungan kesadaran manusia dengan AI akan meningkatkan daya ingat, persepsi, dan pengambilan keputusan sehingga kemampuan manusia melampaui batas biologis alami. Kecerdasan manusia akan berkembang biak melebihi imajinasi sekitar tahun 2045

    Inti dari ramalan Kurzweil adalah gagasan tentang Singularitas, sebuah titik waktu teoritis di masa depan di mana perkembangan teknologi melaju cepat hingga ke titik yang mengubah peradaban manusia secara radikal. Ia meramalkan transisi ini akan terjadi sekitar tahun 2045. Kecerdasan manusia akan meningkat satu miliar kali lipat saat kita mulai berintegrasi dengan penemuan kita sendiri. Integrasi ini akan menghasilkan jenis keberadaan baru di mana kesadaran tidak terbatas pada jaringan berbasis karbon tetapi dapat diunggah, ditambah, dan bahkan dibuat bertahan selamanya.

    Kurzweil bukan satu-satunya yang membayangkan dunia seperti itu. Para inovator teknologi di seluruh dunia telah menyetujui pemikiran tersebut. Salah satunya adalah Masayoshi Son, CEO SoftBank, yang juga telah meramalkan munculnya mesin super-cerdas pada tahun 2047. Menurut Son, mesin-mesin itu akan belajar sendiri dan berpotensi memperoleh kecerdasan emosional yang dapat menggulingkan posisi manusia di puncak rantai intelektual. Penciptaan Pepper oleh SoftBank, sebuah robot humanoid dengan kemampuan untuk merasakan emosi manusia, adalah contoh bagaimana komputasi emosi sudah mulai merambah ke dalam kehidupan. Bagaimana terobosan AI terbaru membentuk kembali masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan

    Meskipun visi Kurzweil tentang keabadian didasarkan pada harapan akan kekuatan sains, visi tersebut mengangkat isu-isu etika dan filosofis yang sangat mendasar. Jika manusia tidak lagi menua dan mati secara alami, bagaimana masyarakat akan mengelola pertumbuhan populasi, distribusi sumber daya, dan keseimbangan ekonomi? Akankah keabadian hanya menjadi pilihan bagi orang kaya, atau akan menjadi hak yang dimiliki setiap orang? Dan, yang lebih mendasar, apa yang dilakukan persepsi kita tentang kehidupan, tujuan, dan warisan ketika kematian tidak lagi menjadi kenyataan yang tak terelakkan? Ini bukan hanya pertanyaan ilmiah—ini adalah isu budaya, etika, dan sangat manusiawi yang perlu kita persiapkan untuk dihadapi. 

  • OpenAI Klaim Capai Pendapatan Tahunan Rp162,7 Triliun, Naik 81%

    OpenAI Klaim Capai Pendapatan Tahunan Rp162,7 Triliun, Naik 81%

    Bisnis.com, JAKARTA — OpenAI mengklaim telah mencapai pendapatan tahunan sebesar US$10 miliar, meningkat tajam dari sekitar US$5,5 miliar pada tahun sebelumnya. 

    Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan pesat perusahaan dalam waktu kurang dari tiga tahun sejak meluncurkan platform chatbot populernya, ChatGPT.

    Melansir  laman TechCrunch pada Selasa (10/6/2025 seorang juru bicara OpenAI mengatakan angka tersebut mencakup pendapatan dari produk konsumen, produk bisnis ChatGPT, serta layanan API perusahaan. 

    Saat ini, OpenAI melayani lebih dari 500 juta pengguna aktif mingguan dan 3 juta pelanggan bisnis berbayar. Target ambisius juga dicanangkan perusahaan, yakni meraih pendapatan sebesar US$125 miliar pada 2029. 

    Namun, OpenAI berada di bawah tekanan untuk meningkatkan pendapatan dengan cepat. Perusahaan ini menghabiskan miliaran dolar setiap tahun untuk merekrut talenta terbaik dan membangun infrastruktur yang diperlukan guna melatih serta menjalankan sistem AI-nya. 

    OpenAI belum mengungkapkan berapa besar biaya operasionalnya atau apakah perusahaan sudah mendekati titik impas.

    Diberitakan sebelumnya, OpenAI juga terus mendapatkan pendanaan dari sejumlah investor besar. 

    Perusahaan pengembang ChatGPT itu baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana sekitar US$6,6 miliar dari berbagai investor, termasuk Microsoft, NVIDIA, Thrive Capital, dan Khosla Ventures. 

    Pendanaan ini mendorong valuasi OpenAI mencapai sekitar US$157 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan swasta paling bernilai di dunia.

    Laporan Reuters menyebutkan sebagian besar pendanaan ini berasal dari penerbitan obligasi konversi. Thrive Capital dilaporkan telah menginvestasikan lebih dari US$1 miliar, dan bahkan membuka peluang untuk menambah investasi di tahun berikutnya jika OpenAI mampu memenuhi target pendapatan.

    SoftBank, melalui Vision Fund, juga dikabarkan tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam pendanaan ini. Jika terealisasi, ini akan menjadi investasi pertama SoftBank di OpenAI. Sementara itu, Apple dilaporkan memilih mundur dari rencana partisipasi dalam pendanaan tersebut.

    OpenAI sendiri memproyeksikan pendapatan sebesar US$11,6 miliar pada 2025, naik tajam dari estimasi pendapatan tahun 2024 yang mencapai US$3,7 miliar.

  • SKKL Bifrost – Echo Belum Siap Komersial, 4 Tahun Dibangun

    SKKL Bifrost – Echo Belum Siap Komersial, 4 Tahun Dibangun

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha kabel laut mengungkap komersialisasi sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Bifrost dan Echo belum dimulai. Padahal, proyek kabel laut yang menghubungkan Amerika Utara – Guam – Indonesia ini telah berjalan selama 4 tahun. 

    Diketahui pada 2021, Google dan Meta membangun SKKL yang menghubungkan langsung Indonesia dengan Amerika Utara melalui jalur Guam. SKKL tersebut bernama Bifrost dan Echo. SKKL Bifrost digarap oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (melalui Telin), Meta, dan Keppel T&T. 

    Proyek ini memiliki panjang lebih dari 20.000 kilometer dan membentang melalui Laut Jawa, Laut Sulawesi, dan beberapa wilayah lain.  

    Sementara itu SKKL Echo, digarap oleh Meta, Google, dan XL Axiata. Rute dan panjang kabel tidak jauh berbeda dengan SKKL Biforst.  

    Bifrost direncanakan rampung pada 2024, sementara Echo ditargetkan selesai pada 2023. Adapun pada realitasnya, SKKL Bifrost baru selesai pada Februari 2025. Namun demikian, layanan tersebut belum siap untuk melayani pengguna. 

    Terkait proyek SKKL Bifrost dan Echo—dua kabel laut yang juga digarap oleh Meta dan Google— Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (Askalsi), Resi Y. Bramani menyebutkan bahwa pembangunan fisik sudah dimulai, namun kedua sistem tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum beroperasi secara komersial.

    Dengan demikian, utilisasi atau pemanfaatan kapasitas kabel-kabel ini pun belum bisa diukur.

    “Masih belum live atau belum siap komersial” kata Resi kepada Bisnis, Selasa (10/6/2025).

    Sebelumnya, Menteri Meutya Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk investor global, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital.

    Dengan keterbatasan anggaran negara, investasi asing seperti yang direncanakan Google dan Meta diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan mendukung pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

    Meutya juga mengungkap terkait  rencana dua raksasa teknologi global, Google dan Meta, untuk membangun sistem komunikasi kabel laut (SKKL) baru. 

    Mengenai kabar ini Resi menyatakan bahwa hingga saat ini asosiasi belum menerima informasi terkait rencana pembangunan SKKL baru oleh Google dan Meta. 

    “Terkait ini kami belum ada info atau update. Dari anggota-anggota Askalsi sebagai mitra landing partner di Indonesia, yang bersangkutan juga belum ada info,” ujar Resi. 

    Resi juga mengatakan bahwa kehadiran SKKL tersebut akan memberi dampak mulai dari masuknya investasi asing dan peningkatan kapasitas bandwidth nasional. Namun, sejumlah aspek krusial juga harus dikaji lebih dalam. 

    Resi menyoroti mengenai dampak SKKL Google – Meta jika langsung masuk ke Indonesia tanpa menggandeng mitra lokal. Dari sisi kedaulatan digital, dia melihat potensi pengusaan data nasional oleh asing. 

    Kemudian masuknya SKKL Google juga akan berdampak pada persaingan yang makin ketat, yang diharapkan tidak berimbas kepada persaingan yang tidak sehat. Selain itu ada juga mengenai keamanan data hingga perizinan yang harus jelas posisinya. 

    “Untuk tantangannya, bagaimana meminimalisir risiko yang ditimbulkan dari dampak-dampak tersebut,” kata Resi. 

  • Google Tutup Celah Keamanan yang Mengancam Miliaran Data Nomor Telepon Pengguna

    Google Tutup Celah Keamanan yang Mengancam Miliaran Data Nomor Telepon Pengguna

    Bisnis.com, JAKARTA — Google telah memperbaiki sebuah celah keamanan yang memungkinkan nomor telepon pemulihan (recovery) pengguna dapat diketahui tanpa sepengetahuan pemilik akun. Adapun jumlah pengguna Google diklaim telah mencapai miliaran akun. 

    Bug ini sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk mengungkap nomor telepon pribadi hampir semua akun Google, yang berisiko membahayakan privasi dan keamanan pengguna.

    “Masalah ini telah diperbaiki,” kata juru bicara Google, Kimberly Samra dikutip dari laman TechCrunch pada Selasa (10/6/2025). 

    Kemampuan untuk mengungkap nomor telepon pribadi dapat membuka peluang bagi serangan yang lebih terarah, termasuk pengambilalihan akun. 

    Nomor telepon yang terhubung dengan akun Google dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan SIM swap, yaitu mengambil alih nomor telepon pengguna agar bisa menerima kode pemulihan kata sandi, lalu mengakses akun-akun penting lainnya.

    Samra pun mengatakan pihaknya selalu menekankan pentingnya bekerja sama dengan komunitas peneliti keamanan melalui program penghargaan kerentanan Google. 

    “Kami ingin berterima kasih kepada peneliti yang telah melaporkan masalah ini,” katanya. 

    Samra mengatakan laporan dari para peneliti seperti ini adalah salah satu cara perusahaan dapat dengan cepat menemukan dan memperbaiki masalah demi keamanan pengguna. Dia juga mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kaitan langsung yang terkonfirmasi antara celah tersebut dengan eksploitasi nyata.

    Peneliti keamanan independen yang menemukan bug ini menggunakan nama samaran brutecat dan mempublikasikan temuannya melalui blog. Dis menjelaskan celah ini ditemukan pada fitur pemulihan akun milik Google. 

    Eksploitasi dilakukan melalui rangkaian proses atau attack chain yang kompleks, termasuk membocorkan nama tampilan lengkap dari akun target dan melewati sistem perlindungan anti-bot yang diterapkan Google untuk mencegah penyalahgunaan permintaan pengaturan ulang kata sandi.

    Dengan menembus batasan jumlah percobaan (rate limit), peneliti tersebut mampu menguji berbagai kemungkinan kombinasi nomor telepon yang terkait dengan sebuah akun, hingga akhirnya menemukan angka yang tepat. 

    Peneliti mengatakan proses ini dapat diotomatisasi dengan skrip dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, tergantung pada panjang nomor telepon yang dicoba.

    Atas temuannya ini, brutecat menerima hadiah sebesar US$5.000 dari program bug bounty milik Google.

  • Amazon Investasi Rp325,54 Triliun di AS untuk Perluas Infrastruktur Pusat Data

    Amazon Investasi Rp325,54 Triliun di AS untuk Perluas Infrastruktur Pusat Data

    Bisnis.com, JAKARTA – Amazon.com berencana untuk berinvestasi setidaknya US$20 miliar atau setara Rp325,54 triliun (US$1=Rp16.277) di Pennsylvania, Amerika Serikat untuk memperluas infrastruktur pusat data.

    Melansir Reuters pada Selasa (10/6/2025), langkah tersebut menambah miliaran dolar AS yang telah dikomitmenkan oleh raksasa teknologi tersebut untuk perluasan kecerdasan buatan. 

    Investasi di Pennsylvania ini dilakukan kurang dari seminggu setelah Amazon mengatakan akan menginvestasikan US$10 miliar di North Carolina dan mengumumkan rencana untuk menginvestasikan lebih dari US$5 miliar dalam infrastruktur cloud barunya di Taiwan.

    Investasi tersebut akan menciptakan 1.250 pekerjaan berketerampilan tinggi dan mendukung ribuan lainnya dalam rantai pasokan pusat data Amazon Web Services, kata perusahaan tersebut.

    Salem Township dan Falls Township adalah komunitas pertama yang diidentifikasi sebagai lokasi kampus masa depan, menurut perusahaan tersebut.

    Amazon tidak segera menanggapi permintaan untuk rincian tambahan mengenai apakah investasi senilai $20 miliar tersebut merupakan bagian dari rencana belanja modal yang diumumkan sebelumnya. Perusahaan tersebut juga tidak menyebutkan jangka waktu investasinya.

    Belanja modal Amazon berjumlah sekitar US$25 miliar pada kuartal I/2025, dan perusahaan tersebut mengatakan akan mempertahankan tingkat pengeluaran tersebut selama sisa tahun ini.

    Hal ini menggarisbawahi komitmen Big Tech untuk melakukan investasi besar-besaran guna mendukung teknologi AI generatif yang sedang berkembang pesat, karena perusahaan-perusahaan terbesar di dunia saling berlomba untuk memberikan model AI dan layanan cloud yang paling canggih.

  • Terbatas, Klaim Kode Redeem ML Terbaru Hari Ini Selasa 10 Juni 2025 di Sini!

    Terbatas, Klaim Kode Redeem ML Terbaru Hari Ini Selasa 10 Juni 2025 di Sini!

    Bisnis.com, JAKARTA – Simak kumpulan kode redeem Mobile Legends (ML) hari ini, Selasa (10/6/2025) yang bisa Anda klaim untuk mendapat item spesial. 

    Mobile Legends merupakan game buatan Moonton. Selaku developer, Moonton terus berusaha menarik perhatian pengguna dengan merilis kode redeem setiap harinya.

    Terdapat banyak kode redeem ML yang bisa Anda tukar dengan berbagai hadiah spesial. Berikut ini daftar kode redeem yang masih bisa ditukar untuk mendapat hadiah. 

    Cara Klaim Kode Redeem ML

    Berikut cara tukarkan kode redeem Mobile Legends untuk mendapat hadiah spesial:

    1. Buka situs m.mobilelegends.com/en/codexchange

    2. Masukkan salah satu kode redeem ML pada kotak Redemption Code 

    3. Lalu tuliskan ID user gim Mobile Legends dan kode verifikasi pada kotak yang ada

    4. Klik Redeem, bila berhasil hadiah akan otomatis masuk ke dalam inbox game

    Kode Redeem ML Hari Ini

    Klaim kode redeem Mobile Legends (ML) terbaru hari ini, Selasa (10/6/2025) di bawah ini:

    HOLAMLBB (Aktif untuk player baru)
    MLBB2025JUNI
    MLREDEEM5JUNE
    MLBBNEWITEM25
    akiibmr0g
    amkvocor0g
    amxz4mr0g
    2y5narqkn
    ny2pzck6bsdx233zt

  • 11 Kode Redeem FF Baru dan Update untuk Ditukar Reward Spesial Hari Ini, Selasa 10 Juni 2025

    11 Kode Redeem FF Baru dan Update untuk Ditukar Reward Spesial Hari Ini, Selasa 10 Juni 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Garena memberikan update kode redeem Free Fire (FF) untuk diberikan kepada para pemain setia. Kode ini bisa langsung diklaim pada hari ini, Selasa (10/6/2025).

    Pemain Free Fire tercepat yang menukarkannya dan beruntung bisa mendapat item menarik secara cuma-cuma, seperti senjata, skin, dan aneka voucher.

    Namun, perlu diketahui bahwa kode redeem FF terdiri dari 12 karakter berupa huruf kapital dan angka.

    Sehingga apabila kode tidak memenuhi kriteria tersebut, kemungkinan besar kode yang dimasukkan adalah palsu atau ada kesalahan.

    Kode redeem FF ini juga memiliki limit waktu dan kuota penggunaan. Dengan demikian, penukaran tak bisa dilakukan jika kode redeem telah melewati waktu yang ditentukan dan sebelumnya sudah pernah diklaim.

    Kode Redeem FF Hari Ini

    Berikut ini daftar kode redeem Free Fire yang masih berlaku pada hari ini, Selasa (10/6/2025):

    8HGB7TKY6975
    WLSGJXS5KFYR
    FFPLFMSJDKEL
    FFCZWYHR24NI
    PAESPASSINDO
    S14T4JYNTC5K
    B6IYCTNH4PV3
    G3MZ0QX1WAUE
    VNY3MQWNKEGU
    D1M0NDFF2K25
    V8FJK9DUQ6ZR

    Cara Klaim Kode Redeem FF 

    Cara melakukan klaim kode redeem yakni dengan mengunjungi situs resmi Garena di reward.ff.garena.com/id.

    Setelah itu, lakukan login dengan masuk ke akun Anda. Masukkan kode redeem yang sudah ada dapatkan ke dalam kotak yang tersedia.

    Klik “Confirm” untuk me-redeem kodenya agar kita mendapat hadiah. Apabila berhasil, hadiah akan masuk melalui bagian Vault pada beranda gim.

    Hadiah pun bisa langsung digunakan oleh para pemain setelah kode berhasil di-redeem.

    Pemain juga bisa melakukan redeem melalui aplikasi Free Fire secara langsung. Caranya yakni masuk ke aplikasi dan pilih ikon Event di bagian atas paling kiri.

    Masuk ke info di dashboard dan pilih website kode redeem. Masukkan 12-16 digit kode redeem lalu klik tombol Konfirmasi.Kode redeem pun sudah ditukarkan.

  • Curhat Pengguna yang Tinggalkan Samsung Galaxy S25 Edge

    Curhat Pengguna yang Tinggalkan Samsung Galaxy S25 Edge

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung Galaxy S25 Edge memang memikat banyak orang berkat desainnya yang super tipis. Namun di sisi lain, kapasitas baterai menjadi hal yang dikeluhkan.

    Dengan ketebalan hanya 5,8 mm, ini adalah seri Galaxy S paling ramping yang pernah dibuat. Dengan layar besar mencapai 6,7 inci, tetap terasa ringan di tangan. 

    Di atas kertas, spesifikasinya juga premium yakni menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite dan dilengkapi sistem pendingin uap berukuran besar. Namun di balik semua keunggulan itu, mulai banyak pengguna yang merasa kecewa, terutama soal baterainya.

    Melansir laman SamMobile pada Senin (9/6/2025) salah satu pengguna membagikan pengalamannya setelah menggunakan Galaxy S25 Edge sebagai ponsel utama. 

    Awalnya, dia masih bisa menerima keterbatasan daya tahan baterai. Namun semua berubah ketika ibunya harus dirawat di rumah sakit selama seminggu untuk pemeriksaan medis.

    “Bukan situasi darurat, tapi saya harus ada di sana setiap saat, dan satu-satunya cara tetap terhubung ke keluarga dan pekerjaan adalah lewat ponsel,” tulisnya dalam artikel tersebut.

    Saat itulah dia mulai menyadari bahwa Galaxy S25 Edge bukanlah ponsel yang bisa diandalkan dalam situasi penting. Meski Samsung mengklaim baterainya tahan seharian, dalam praktiknya, pengguna kerap harus mengecas ulang di siang atau sore hari, apalagi jika menggunakan data, multitasking, atau sekadar mengakses media sosial.

    Lebih parahnya lagi, meskipun sudah dibekali sistem pendingin besar, bodi ponsel yang sangat tipis justru membuat panas terjebak di dalam. 

    Akibatnya, Galaxy S25 Edge terasa cepat hangat, bahkan saat hanya dalam kondisi standby.

    “Yang saya pikir sebelumnya bisa saya toleransi, ternyata berubah menjadi kekhawatiran. Kalau ini situasi darurat, bagaimana saya bisa andalkan ponsel ini?” tulisnya.

    Dia akhirnya memutuskan untuk mengganti ponsel dan kembali memakai Galaxy S24 Ultra, yang punya baterai lebih besar dan performa lebih stabil. Namun, dia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang punya ponsel cadangan.

    “Sebagian besar orang hanya punya satu perangkat utama. Kalau sudah keluar lebih dari Rp15 juta untuk Galaxy S25 Edge, lalu ponselnya malah bikin khawatir saat dibutuhkan, tentu itu mengecewakan,” lanjutnya.