Category: Bisnis.com Tekno

  • Cara Membatalkan Langganan PlayStation Plus yang Dirasa Memberatkan

    Cara Membatalkan Langganan PlayStation Plus yang Dirasa Memberatkan

    Bisnis.com, JAKARTA — Layanan PlayStation Plus pada konsol perangkat PlayStation (PS) menjadi akses bagi pengguna untuk mengjangkau game besutan Sony. Namun, harganya yang makin membuat pengguna ingin berhenti langganan. Berikut caranya.

    Akhir bulan nanti,dalam rangka merayakan hari jadi ke-15 tahun layanan tersebut, mereka menyediakan berbagai ujicoba gratis untuk game seperti WWE 2K25 dan sejumlah game lainnya kepada pengguna yang sudah berlangganan, dikutip dari laman resmi blog.playstation.com.

    Layanan berlangganan ini telah berkembang selama bertahun-tahun, diawali dengan kehadirannya sebagai cara untuk mendapatkan game baru setiap bulan, lalu menambahkan akses ke Online Multiplayer.

    Sekarang, PlayStation Plus telah mengembangkan dua fitur tersebut lebih jauh, dan fungsinya lebih seperti Game Pass Ultimate milik Xbox. 

    Layanan ini tetap memberikan game baru setiap bulan, walaupun tidak secara langsung menambahkan game pihak pertama ke dalamnya.

    Kesimpulannya, game-game baru dan akses permainan daring tetap didapatkan oleh pelanggan, tetapi kini mereka dihadapkan pilihan paket berlangganan, antara Essential, Extra, dan Premium dengan harga dan fitur yang sudah ditentukan.

    Harga langganannya yang naik mungkin akan memberatkan pelanggan PlayStation Plus untuk tetap berlangganan sepanjang tahun, dan selaku perusahaan yang menaungi PS, Sony, membuat prosedur pembatalannya tidak mudah, bahkan ada perpanjangan otomatis yang mungkin juga merugikan pengguna.

    Pembatalan keanggotaan PS Plus dapat dilakukan dari ponsel, komputer, atau konsol PS itu sendiri. 

    Dikutip dari Digital trends, berikut adalah cara membatalkan layanan Playstation Plus:

    1.Membatalkan PlayStation Plus di PS5 dan PS4:

    2.Buka layar beranda, lalu navigasikan menu ke Pengaturan

    3.Pilih menu Pengguna dan Akun

    4.Dari menu Akun, pilih Pembayaran dan Langganan

    5.Navigasikan ke Langganan dan pilih PlayStation Plus

    Pilih Batalkan Langganan di kiri bawah, kemudian akan diarahkan ke layar yang menanyakan apakah Anda yakin ingin membatalkan

    Pilih Konfirmasi Pembatalan, setelahnya, layanan akan berakhir sesuai tanggal kedaluwarsa selanjutnya. Pengguna akan tetap bisa menikmati fitur PlayStation Plus hingga tanggal tersebut. Pembatalan juga dapat dilakukan lewat browser.

    Membatalkan PlayStation Plus dari browser:

    1.Kunjungi halaman Manajemen Akun Sony dan masuk menggunakan akun PlayStation

    2.Pilih Langganan dari daftar opsi menu di sebelah kiri. Akan muncul pertanyaan apakah ingin membuka halaman lain, jadi konfirmasikan hal ini untuk melanjutkan ke langkah berikutnya

    3.Dari halaman berikutnya, daftar opsi baru akan muncul di sisi kanan layar, salah satunya adalah Batalkan Langganan di bagian bawah

    4.Pilih Konfirmasi Pembatalan, dan langganan PlayStation berhasil diakhiri

    5Perlu diketahui bahwa pembatalan layanan akan menyebabkan pengguna kehilangan akses ke semua game yang diperoleh melalui PS Plus, artinya, kita tidak akan memiliki akses ke game apapun yang tersedia dari katalog di seluruh keanggotaan PlayStation plus. 

    Pengguna juga tidak akan bisa memainkan online multiplayer (kecuali untuk game gratis) hingga memutuskan untuk berlangganan lagi. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • SSD Penuh dan Sayang untuk Dibuang? Ini Cara Mengubahnya Menjadi Drive Portabel!

    SSD Penuh dan Sayang untuk Dibuang? Ini Cara Mengubahnya Menjadi Drive Portabel!

    Bisnis.com, JAKARTA — Laptop atau komputer masa kini kebanyakan sudah dilengkapi penyimpanan SSD yang cepat dan andal. Namun, ketika ini penuh, maka harus diupgrade. Pada titik ini, banyak orang yang enggan melakukan upgrade dan tidak mau kehilangan SSD lama.

    dikutip dewaweb.com, Solid State Drive (SSD) merupakan jenis perangkat penyimpanan yang menggunakan memori flash NAND untuk menyimpan data. Mekanisme ini yang membuat SSD bekerja lebih cepat dan tahan lama.

    SSD memiliki fungsi meningkatkan kinerja sistem perangkat, dan juga meningkatkan mobilitas perangkat elektronik. Kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan bermanfaat bahkan hingga ranah bisnis dan gaming.

    Namun, jenis penyimpanan ini biasanya berkapasitas kecil, biasanya antara 256 GB sampai 1 TB. Biasanya, penggunanya akan melakukan upgrade pada SSD internal untuk menambah kapasitas penyimpanan dan bingung apa yang harus dilakukan terhadap SSD lamanya.

    Ternyata, SSD bekas tersebut dapat disulap menjadi drive penyimpanan eksternal yang berfungsi penuh untuk banyak jenis perangkat. Caranya adalah dengan menambahkan penutup SSD. Berikut ini tips untuk membeli penutup SSD dan cara menggunakannya, dikutip dari slashgear.com:

    Tips Membeli Penutup SSD

    SSD internal, selayaknya perangkat penyimpanan internal lainnya, tidak memiliki casing atau port USB yang memungkinkan penggunanya menghubungkannya langsung ke perangkat lain, sehingga membutuhkan penutup SSD agar bisa terhubung dengan berbagai perangkat.

    Penutup SSD hadir dengan wujud casing kecil dengan slot untuk SSD internal, dilengkapi dengan konektor internal seperti port USB-A atau USB-C. Penutup ini tidak hanya menyediakan interface USB, tetapi juga melindunginya.

    Untuk membelinya, kita dapat mencari di toko komputer terdekat, atau melalui e-commerce. Banyak pilihan penutup SSD yang ditawarkan di sana, dari yang harganya terjangkau sampai yang lebih mahal dan dilengkapi fitur RGB serta desain yang lebih ramping.

    Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah interface USB yang terpasang di penutup SSD, apakah berupa USB 2.0 atau USB 3.0, sebab nantinya interface USB akan mempengaruhi kecepatan SSD internal. 

    Bahan pembuatan tutup SSD juga menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, apakah terbuat dari plastik atau logam yang keras. Opsi casing logam yang kokoh dapat dikatakan lebih baik dan cocok untuk menghindari risiko kerusakan.

    Terakhir, sebelum membeli tutup SSD, jangan lupa untuk memeriksa apakah SSD lama tersebut berfungsi lewat uji drive.

    Cara Menggunakan Tutup SSD

    Setelah membeli penutup SSD, cukup mudah untuk menggunakannya. Langkah-langkahnya mungkin sedikit berbeda bergantung pada merek dan modelnya, tetapi, berikut panduan umumnya:

    1.Buka casing penutup, ada model yang perlu dibuka sekrupnya, ada juga yang cukup digeser

    2.Pasang SSD secara hati-hati ke konektor penutup

    3.Pastikan menyelaraskan kontak emas pada SSD dengan interface enklosur SSD

    4.Amankan ujung lain SSD dengan mengencangkannya dalam wadah

    5.Tambahkan bantalan termal, bila disediakan, di atas SSD agar mudah menghilangkan panas

    6.Pasang casing penutup kembali.

    Setelahnya, SSD bekas kini dapat berfungsi sebagai drive penyimpanan portabel, layaknya hardisk eksternal. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Telkomsel Perkuat Roaming 5G dengan RoaMAX Prestige & Auto-On

    Telkomsel Perkuat Roaming 5G dengan RoaMAX Prestige & Auto-On

    Bisnis.com, JAKARTA – Merayakan tiga dekade perjalanan inovasi “Majukan Indonesia”, Telkomsel meluncurkan dua inovasi roaming sekaligus: RoaMAX Prestige, paket roaming premium dengan kuota besar, jangkauan terluas, dan manfaat Diamond Tier Telkomsel Prestige; serta RoaMAX Auto-On, layanan roaming harian otomatis yang aktif di darat maupun di udara tanpa repot aktivasi berulang.

    RoaMAX Prestige: Standar Baru Roaming Premium

    RoaMAX Prestige dirancang bagi pelanggan yang mengutamakan kenyamanan dan keleluasaan konektivitas global. Tersedia seharga Rp1 juta di aplikasi MyTelkomsel, paket ini menyediakan kuota 30 GB dengan masa aktif 30 hari yang bisa digunakan di lebih dari 180 negara, serta layanan konektivitas dalam penerbangan (inflight connectivity).

    Setelah membeli RoaMAX Prestige, dalam maksimal 3 hari kalender pelanggan otomatis berstatus Diamond Tier Telkomsel Prestige dan dapat segera menikmati akses lounge bandara gratis, jaringan prioritas, asisten virtual pribadi, layanan fast-lane GraPARI dan Call Center, serta ragam penawaran eksklusif dari mitra digital lifestyle Telkomsel.

    Direktur Marketing Telkomsel, Derrick Heng, menyatakan, “RoaMAX Prestige kami rancang dengan keunggulan kuota besar, jangkauan terluas, dan manfaat Diamond Tier Telkomsel Prestige, agar pelanggan Telkomsel bisa tetap produktif, nyaman, dan merasa istimewa di mana pun mereka berada.”

    Pelanggan dapat mengaktifkan paket RoaMAX Prestige melalui aplikasi MyTelkomsel, USSD *266# dan info selengkapnya di tsel.id/rmxprestige.

    RoaMAX Auto-On: Roaming Harian Otomatis di 136+ Negara dan In-Flight untuk Pelanggan Telkomsel Halo

    Untuk frequent traveler sekaligus pelanggan Telkomsel Halo terpilih yang butuh solusi praktis, RoaMAX Auto-On aktif otomatis begitu ponsel terdeteksi di lebih dari 136 negara atau di penerbangan internasional yang didukung. Pelanggan Telkomsel Halo yang terpilih cukup mengaktifkan paket melalui USSD *266*06#; biaya Rp100 ribu/hari ditagihkan hanya saat paket benar-benar terpakai di luar negeri, dengan alokasi kuota 2 GB di negara tujuan + kuota 2 GB dalam penerbangan.

    Inflight connectivity tersedia di lebih dari 19 maskapai internasional – ketersediaan menyesuaikan jenis pesawat, rute, dan durasi penerbangan – memastikan pelanggan bisa tetap online dari boarding hingga mendarat.

    “Bagi pelanggan Telkomsel Halo yang sering bepergian ke luar negeri, RoaMAX Auto-On memadukan kemudahan aktivasi otomatis dengan kontrol biaya yang jelas. Pelanggan bebas khawatir lupa membeli paket roaming atau terkena Pay-As-You-Use,” tambah Derrick.

    Info selengkapnya terkait Paket RoaMAX Auto-On di tsel.id/roamaxauto.

    Peningkatan Layanan RoaMAX

    Telkomsel terus memperluas jangkauan dan kualitas RoaMAX hingga kini tersedia di lebih dari 200 destinasi internasional dengan mitra operator terbaik di tiap negara. Pelanggan bisa menikmati kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan 5G di 20 negara dan layanan VoLTE di 25 negara untuk panggilan suara berkualitas tanpa memutus koneksi internet. Pelanggan RoaMAX yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center bebas pulsa 24/7 di +62 811-0000-333 atau mengunjungi telkomsel.com/roaming.

    Selama perayaan “30 Tahun, 30 Kejutan”, Telkomsel juga menghadirkan berbagai persembahan spesial – mulai dari kuota besar, paket baru, diskon bundling perangkat, hingga cashback tagihan – sebagai wujud komitmen menghadirkan konektivitas yang semakin inklusif dan bermakna bagi seluruh pelanggannya.

  • Tarif Menggunakan Robotaxi Tesla Milik Elon Musk

    Tarif Menggunakan Robotaxi Tesla Milik Elon Musk

    Bisnis.com, JAKARTA – Kekayaan bersih Elon Musk melonjak sebesar US$19 miliar atau setara dengan Rp310 triliun pada Senin (23/6/2025), dan menjadi “Top Gainer” dalam sehari.

    Mengutip Indeks Miliarder Bloomberg, lonjakan kekayaan ini terjadi seiring dengan peluncuran Robotaxi oleh Tesla, perusahaan mobil listrik miliknya, di Austin.

    Tesla secara resmi meluncurkan layanan taksi tanpa pengemudi pada Minggu (22/6) kepada sekelompok pengguna tertentu di kota asalnya, dengan biaya tetap sebesar US$4,20 per perjalanan.

    Untuk mendukung memperkenalkan layanan komersil ini, Tesla pun mengundang sejumlah influencer untuk melakukan uji coba.

    Mereka diminta untuk mengunggah video menggunakan Robotaxi, yang mana di dalamnya memperlihatkan layanan pesanan, penjemputan dan pengantaran.

    “Jika Tesla sukses di Austin, itu baru akhir dari tahap awal, bukan awal dari akhir,” kata Profesor teknik komputer dari Carnegie Mellon University, Philip Koopman, dikutip dari Reuters.

    Namun dalam peluncuran Robotaxi ini, perjalanan masih didampingi oleh karyawan Tesla demi keselamatan penumpang.

    Banyak analis percaya bahwa nilai saham Tesla yang sangat tinggi saat ini sebagian besar bertumpu pada kemampuan mereka menghadirkan robotaxi serta robot humanoid di masa depan.

    Sahamnya melonjak hingga 11% dalam perdagangan hari Senin sebelum ditutup naik 8% pada US$348,68, memangkas kerugian tahun berjalannya menjadi hanya di bawah 7%.

    Reli satu hari itu menghasilkan keuntungan sebesar US$19 miliar, atau sekitar Rp310 triliun bagi Musk, yang sekarang memiliki kekayaan sebesar US$385 miliar alias sekitar Rp6.282 triliun di Bloomberg Billionaires Index.

    Hal ini semakin memperkuat posisinya di puncak daftar orang terkaya di dunia meskipun telah mengalami kerugian sebesar US$47,5 miliar sejak awal 2025.

    Namun, para analis tetap berhati-hati dan memperingatkan bahwa meskipun visi robotaxi Tesla menarik, keberhasilannya bergantung pada mengatasi rintangan utama dalam hal keselamatan, infrastruktur operasional, keterbatasan sensor, dan penerapan di dunia nyata, yang semuanya masih belum terbukti.

  • Regulasi AI di Indonesia Perlu Dipaksakan, Antisipasi Dampak Negatif

    Regulasi AI di Indonesia Perlu Dipaksakan, Antisipasi Dampak Negatif

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai penerapan regulasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) oleh pemerintah Indonesia merupakan langkah penting, yang perlu didorong secara paksa berbasis pada kebutuhan nyata.

    Adapun saat ini pemerintah tengah menyiapkan peta jalan AI sebagai langkah lanjut atas surat edaran AI yang diterbitkan tahun lalu.

    Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno menekankan peningkatan level regulasi, dari sekadar surat edaran menjadi peraturan yang bersifat mengikat (enforcement), harus mempertimbangkan urgensi serta dampak dari penggunaan teknologi AI.

    Menurutnya untuk menuju regulasi yang memiliki daya paksa, diperlukan kasus konkret yang menunjukkan dampak negatif dari AI, seperti konten yang memicu perpecahan sosial.

    “Harus ada case yang mendesak untuk di-enforce gitu. Misalnya soal, apa namanya, berita yang menimbulkan perpecahan, ini langsung ke konten gitu ya, disebabkan oleh AI,” kata Sarwoto saat ditemui usai Symposium & MoU Signing bertajuk “Building a Resilient Digital Indonesia: Integrating AI, Cybersecurity, and Privacy” yang digelar oleh MASTEL bersama Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia di Jakarta pada Kamis (26/6/2025). 

    Mastel juga menyoroti cepatnya perkembangan teknologi AI yang kini digunakan mulai dari jaringan (backroom) hingga ke layanan yang berhadapan langsung dengan publik (frontroom), seperti pemasaran digital dan manajemen media. 

    Sarwoto mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan generasi muda Indonesia dalam mengembangkan teknologi ini.

    Dalam konteks kebijakan kekayaan intelektual (copyright), Sarwoto mengusulkan agar Indonesia mengadopsi pendekatan kerja sama dengan negara-negara yang sudah lebih maju dalam pengaturan hak cipta AI, seperti Jepang. 

    Menurutnya, banyak institusi lokal yang belum siap dalam memahami kompleksitas teknologi ini.

    Lebih lanjut, MASTEL menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas budaya dalam membentuk ekosistem regulasi AI yang adaptif. Kegiatan simposium yang melibatkan pemerintah Victoria, Australia, disebut sebagai langkah awal dalam membangun pemahaman bersama.

    “Sebenarnya kalau secara institusi ini, kesempatan yang bagus karena pemerintah Australia, khususnya Victoria, mereka kan sudah lagi membangun kekuatan digitalisasinya itu untuk bisa ditularkan yang lain melalui digital innovation. Ini penting karena khusus yang sesuai topik AI, itu kan larinya ke ketahanan nasional lah,” katanya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan roadmap AI nasional ditargetkan rampung pada Juni 2025. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa aturan pertama dalam roadmap ini akan difokuskan pada aspek etika penggunaan AI.

    “Jadi kemungkinan besar, ini sedikit bocoran, bahwa aturan pertama terkait artificial intelligence akan menyangkut dengan etika AI itu sendiri,” kata Meutya beberapa waktu lalu.

    Isu konten berbasis AI yang menyesatkan, seperti gambar penambangan buatan AI di Raja Ampat, juga menjadi perhatian pemerintah. Meutya menegaskan bahwa labeling konten AI menjadi salah satu opsi untuk menjaga etika dan mencegah penyebaran hoaks.

    “Itu yang tadi namanya etika, jadi di beberapa negara yang kami lihat memang harus ada labeling AI. Kalau orang memang lihatnya [AI] untuk menyebarkan hoaks maka dia tidak akan menaruh etika,” ujar Meutya.

  • Pengamat Sebut Kuota Internet Berbasis Waktu seperti Kesepakatan Dagang

    Pengamat Sebut Kuota Internet Berbasis Waktu seperti Kesepakatan Dagang

    Bisnis.com, JAKARTA — Polemik mengenai kuota internet yang hangus dan dituding merugikan konsumen hingga keuangan negara dinilai keliru. Skema kuota internet berbasis waktu sama seperti kesepakatan dagang pada umumnya.

    Mekanisme kuota berbatas waktu dinilai sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan regulasi sektor telekomunikasi.

    Pengamat telekomunikasi yang juga mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2012–2015, Riant Nugroho menilai tudingan terkait kuota hangus merugikan masyarakat dan negara menunjukkan adanya kesalahpahaman terhadap prinsip-prinsip dasar hukum perdata.

    “Jadi yang menuding operator telekomunikasi merugikan keuangan negara dan merugikan konsumen berarti mereka tidak mengerti hukum dagang atau perjanjian perdata,” kata Riant, dikutip Kamis (26/6/2025). 

    Riant menjelaskan dalam hukum dagang, kesepakatan antara penjual dan pembeli bersifat mengikat sebagaimana halnya dalam jual beli rumah. 

    Selama penjual telah menyampaikan kondisi produk dan pembeli setuju, maka transaksi tersebut tidak bisa dibatalkan secara sepihak, kecuali ada perjanjian baru antara kedua belah pihak. 

    Prinsip ini, kata dia, sejalan dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

    Lebih lanjut, dia mengatakan pembelian pulsa maupun kuota internet adalah bagian dari mekanisme pasar, di mana konsumen telah setuju dengan syarat dan ketentuan yang diberikan oleh operator. 

    Hal ini pun telah memenuhi ketentuan dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya kewajiban pelaku usaha untuk menyampaikan informasi secara transparan terkait harga, masa aktif, dan volume kuota.

    Apabila syarat dan ketentuan sudah disepakati kedua belah pihak, lanjut Riant, maka tidak bisa pihak luar memperkarakannya apalagi menuduh adanya pelanggaran pidana. 

    “Sebelumnya tidak pernah ada masyarakat yang mengeluhkan seperti ini yang menyebabkan kegaduhan,” tambahnya.

    Dia pun menilai perbandingan antara kuota internet dengan token listrik atau gas LPG yang tidak memiliki masa aktif, tidak relevan. 

    Dalam pembelian token listrik atau LPG, barang yang dijual adalah volume penggunaan, bukan layanan berbasis waktu seperti internet.

    Menurutnya operator seluler juga memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. 

    “Seharusnya ketika masyarakat hanya membutuhkan internet sedikit, mereka bisa membeli kuota yang kecil. Penjual juga tidak memaksakan konsumen membeli kuota yang besar. Mereka juga menyediakan kuota kecil, sehingga masyarakat kita perlu diedukasi untuk membeli kuota sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Riant.

    Sebelumnya, dugaan kerugian negara akibat kuota internet hangus mencapai Rp63 triliun ramai diperbincangkan publik. 

    Indonesian Audit Watch (IAW) bahkan telah melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI, BPK, KPK, dan Kejaksaan Agung, mendesak audit menyeluruh terhadap model bisnis tersebut dan menyelidiki potensi pelanggaran hukum.

    Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menegaskan bahwa praktik masa aktif adalah hal yang lazim dalam industri. 

    Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir menyebut kuota internet berbeda dengan komoditas seperti listrik atau tol karena berbasis pada lisensi spektrum dari pemerintah.

    “Hal ini berbeda dengan listrik atau kartu tol,” katanya. 

    Dia menyebut operator global seperti Kogan Mobile (Australia) dan CelcomDigi (Malaysia) juga menerapkan masa berlaku pada paket data mereka. 

    Operator juga telah memberikan informasi terbuka mengenai masa aktif, kuota, dan harga yang bisa diakses melalui situs resmi atau platform pembelian.

    “Pelanggan diberikan keleluasaan untuk memilih dan membeli paket data sesuai keinginannya dan kebutuhannya,” tegas Marwan.

  • UMKM Terancam ‘Kabur’ dari Shopee Cs Imbas Rencana Pemungutan Pajak

    UMKM Terancam ‘Kabur’ dari Shopee Cs Imbas Rencana Pemungutan Pajak

    Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Wisnu Setiadi Nugroho melihat adanya potensi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beralih ke platform lain, menyusul adanya rencana pemerintah melibatkan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia sebagai pemungut pajak dari penjual di platform tersebut.

    Wisnu menyampaikan, rencana ini kemungkinan akan mendorong pelaku UMKM kembali ke jalur penjualan informal seperti media sosial. Mengingat hingga saat ini platform media sosial relatif bebas dari regulasi dan pemungutan pajak.

    “Iya, ada potensi UMKM memilih kembali ke jalur penjualan informal seperti media sosial,” kata Wisnu kepada Bisnis, Kamis (26/6/2025).

    Selain itu, Wisnu melihat kebijakan ini dapat menjadi hambatan awal bagi UMKM yang baru merintis usaha, utamanya yang belum memiliki sistem pencatatan atau model bisnis yang stabil.

    “Apalagi, konsumen kita sangat sensitif terhadap harga. Beban kepatuhan tambahan di tahap awal bisa memengaruhi insentif untuk bertahan di ekosistem digital formal,” tuturnya.

    Menurut Wisnu, kondisi ini dapat menciptakan insentif negatif terhadap formalitas dan transparansi. Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk merancang kebijakan yang tidak hanya adil dari sisi fiskal, tapi juga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk tetap berada di ekosistem formal.

    Misalnya, kata dia, dalam bentuk akses pembiayaan, pelatihan, atau visibilitas pasar yang lebih luas. Dia mencontohkan, banyak UMKM di Amerika Serikat (AS) yang tertib lapor pajak dan melakukan pelaporan administrasi secara formal lantaran ada insentif yang diberikan oleh pemerintah seperti insentif upah dan insentif Covid selama pandemi.

    Di sisi lain, dia memandang sebagian besar UMKM masih menghadapi tantangan dalam hal literasi pajak dan sistem pencatatan keuangan yang memadai.

    Merujuk riset yang ada, Wisnu menyebut bahwa, masih banyak UMKM belum memiliki pembukuan rapi atau memahami klasifikasi pajak yang berlaku.

    Jika kebijakan ini diharapkan dapat efektif dan inklusif, pemerintah perlu mendampingi dengan program edukasi dan digitalisasi pembukuan yang terjangkau, bukan hanya sekadar regulasi semata. 

    “Account representative DJP juga harus berperan aktif menjemput bola dan tidak bisa melakukan business as usual,” pungkasnya. 

  • XLSmart (EXCL) Incar 40 Juta Keluarga Belum Terhubung Wi-Fi

    XLSmart (EXCL) Incar 40 Juta Keluarga Belum Terhubung Wi-Fi

    Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menilai ceruk pasar home broadband di Indonesia masih menyimpan potensi besar, seiring rendahnya penetrasi koneksi Wi-Fi rumah tangga yang baru menyentuh 25–30% dari total sekitar 55 juta keluarga. Dengan kata lain, masih terdapat sekitar 40 juta rumah tangga yang belum terlayani.

    Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan perusahaan kini tengah fokus menangkap peluang tersebut melalui layanan multi-brand seperti XL Home, XL Satu, dan XL Smart. Selain itu, XLSMART juga memperkuat posisinya melalui akuisisi First Media dari Link Net.

    “Saat ini kami memiliki sekitar 1 juta pelanggan home broadband. Ini baru sekitar 25–30% dari total keluarga di Indonesia yang berjumlah sekitar 55 juta. Artinya, ada 40 juta keluarga yang belum terhubung,” katanya dalam wawancara eksklusif di XLSMART Tower, Kuningan, Jakarta pada Rabu (18/6/2025). 

    Rajeev menambahkan dengan portofolio layanan yang semakin luas dan sinergi yang kuat antar lini bisnis, perusahaan menargetkan menjadi pemain dominan di pasar broadband rumah.

    Menurutnya, keunggulan XLSMART terletak pada basis pelanggan yang besar dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan mereka. Kombinasi ini dianggap sebagai kekuatan utama untuk mendorong ekspansi layanan broadband.

    “Kami memiliki basis pelanggan yang besar, sekitar 100 juta pelanggan. Kami mengenal mereka dengan baik, dan kami tahu bahwa mereka juga membutuhkan layanan Wi-Fi di rumah. Ini menjadi salah satu kekuatan kami dibandingkan dengan ISP lain di pasar,” lanjut Rajeev.

    Tak hanya itu, perusahaan juga mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dimiliki. Rajeev menyebut bahwa kekuatan jaringan dan cakupan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam menyediakan layanan yang andal.

    Dalam jangka panjang, XLSMART menargetkan pertumbuhan secara bertahap, dimulai dari wilayah yang telah menjadi basis kuat mereka.

    “Kami ingin menjadi pemain utama di segmen ini, memulai dari pasar yang sudah dekat dengan basis kami, dan terus mengembangkannya secara bertahap,” tegas Rajeev.

    Adapun dari sisi jaringan, merger antara XL Axiata dan Smartfren membuka peluang untuk efisiensi dan peningkatan kualitas layanan. XLSMART kini mengelola sekitar 67 ribu menara, namun hanya membutuhkan sekitar 50 ribu untuk melayani pelanggan saat ini. Sisanya dapat dialihkan untuk memperluas jangkauan layanan

    Selain itu, perusahaan juga mendapat tambahan spektrum dari Smartfren, yakni di pita 850 MHz dan 2300 MHz, yang sebelumnya tidak dimiliki XL Axiata.

    “Kami juga mendapat tambahan spektrum dari Smartfren [850 dan 2300 MHz] yang sebelumnya tidak dimiliki XL. Dengan kombinasi ini, posisi spektrum kami menjadi yang terbaik di pasar,” tuturnya.

    Rajeev menegaskan meskipun belum akan langsung menggelar layanan 5G secara massal, infrastruktur jaringan XLSMART telah siap menyambut kebutuhan tersebut di masa mendatang.

    “Kami juga memperbarui seluruh peralatan jaringan agar siap untuk 5G. Bukan berarti langsung menggelar 5G, tapi kami siap ketika pelanggan sudah memiliki perangkat yang mendukungnya. Jadi, jaringan kami akan menjadi lebih kuat, dengan kapasitas lebih besar, dan siap mendukung pengalaman pelanggan serta masa depan 5G,” ujarnya.

    Untuk strategi ekspansi di luar Pulau Jawa, XLSMART menerapkan pendekatan berbasis potensi wilayah, dengan mempertimbangkan karakteristik dan peluang pasar lokal.

    “Kami menggunakan pendekatan berbasis potensi kota. Setiap kota punya karakteristik berbeda. Di beberapa tempat kami sudah punya kekuatan, di tempat lain kami masih bisa bertumbuh. Contohnya, lima tahun lalu kami pemain kecil di Sumatra. Kini, Sumatra menjadi pasar nomor satu kami, berkat keputusan investasi yang tepat,” kata Rajeev.

    Rajeev menggarisbawahi bahwa industri telekomunikasi Indonesia masih diwarnai persaingan yang tidak sehat, terutama dalam hal praktik pemasaran kartu SIM murah.

    Dia menegaskan XLSMART tidak ingin terjebak dalam perang harga. Perusahaan lebih memilih membangun loyalitas pelanggan lewat peningkatan kualitas layanan dan nilai tambah.

    “Ini bukan strategi yang sehat. Kami tidak ingin bermain di situ. Fokus kami adalah memberikan pengalaman terbaik, layanan digital yang baik, dan menjaga pelanggan dengan nilai tambah. Pasar ini terlalu sering mengandalkan permainan harga. Kami ingin mengubah itu,” tutup Rajeev.

  • PSN dan CTech Kembangkan Komunikasi Satelit Bergerak

    PSN dan CTech Kembangkan Komunikasi Satelit Bergerak

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menggandeng anak usaha Turkish Aerospace Industries, CTech, untuk mengembangkan komunikasi satelit bergerak (Satellite Communications on the Move).

    CTech dipilih sebagai mitra karena merupakan perancang dan produsen perangkat komunikasi Beyond Line of Sight (BLOS), dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Adapun perusahaan induk CTech, Turkish Aerospace Industries, adalah perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan terbesar di Turki.

    Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso mengatakan dinergi akan mencakup menyelaraskan sistem, teknis untuk memastikan interoperabilitas antara teknologi CTech dan jaringan satelit milik PSN, serta mengejar inovasi bersama di bidang komunikasi satelit lainnya.

    “Kami optimistis kerja sama ini akan membuka jalan bagi percepatan transformasi digital di sektor-sektor penting seperti transportasi, maritim, dan pertahanan nasional,” kata Adi, Kamis (26/6/2025).

    Dia menambahkan sistem komunikasi satelit yang telah dikembangkan ini dapat memajukan teknologi satelit Indonesia secara signifikan. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menerima sinyal jaringan satelit saat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga cocok digunakan di pesawat, kapal, atau kendaraan lain.

    Pengembangan sistem komunikasi ini juga dilakukan dengan memanfaatkan jaringan satelit milik PSN guna mendukung konektivitas bergerak melalui infrastruktur satelit nasional. Sistem ini dirancang agar bisa digunakan secara mulus di berbagai perangkat atau platform, memastikan konektivitas yang andal di darat, laut, dan udara.

    Deputy General Manager of Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam memajukan teknologi komunikasi satelit.
     
    “Kolaborasi ini bukan hanya tentang pengembangan teknologi saat ini, tetapi juga investasi kami dalam membangun masa depan konektivitas bergerak di kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.

    CTech merupakan perusahaan asal Turki yang telah beroperasi sejak 2005, serta memiliki keahlian dalam sistem komunikasi untuk domain pertahanan dan kedirgantaraan. Portofolio produknya mencakup sistem komunikasi satelit dan sistem komunikasi line-of-sight, serta produk khusus untuk ruang angkasa dan aviasi.
     
    CTech juga telah mendukung standar internasional infrastruktur teknologi nasional Turki dalam proyek-proyek militer, ruang angkasa, dan sipil, termasuk kolaborasi dengan lembaga pertahanan dan mitra global.

  • Mastel Soroti Sisi Demand dari Rencana Internet 100 Mbps

    Mastel Soroti Sisi Demand dari Rencana Internet 100 Mbps

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendukung rencana pemerintah untuk memperluas layanan internet tetap (fixed broadband) berkecepatan tinggi 100 Mbps.

    Namun, Mastel menekankan pentingnya memastikan adanya permintaan (demand) yang memadai agar program ini bisa berkelanjutan secara komersial. Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan dari sisi teknologi, kecepatan 100 Mbps sejatinya sudah memungkinkan dan telah dikembangkan sejak lama. Tantangannya justru terletak pada aspek komersialisasi dan kesiapan pasar, terutama di daerah dengan daya beli rendah.

    “Kalau secara teknologi, 100 Mbps itu ada. Bahkan mau di daerah blank spot pun ada. Cuman masalahnya secara komersial,” kata Sarwoto ditemui disela acara Symposium & MOU Signing yang digelar Mastel bersama Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, di Jakarta pada Kamis (26/6/2025).

    Dia menambahkan, internet cepat bukan sekadar soal kemampuan teknis, melainkan soal ekosistem. Jika kecepatan tinggi diterapkan di wilayah dengan tingkat permintaan rendah seperti daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), maka harus dipertimbangkan siapa yang akan mendorong pemanfaatannya.

    “Nah kalau blank spot itu di daerah 3T yang daya belinya rendah, ya pasti kita mikir ngapain kasih 100 Mbps. Mungkin urusannya adalah siapa mau push atau pull gitu,” ujarnya.

    Menurut Sarwoto, teknologi bisa hadir, tapi jika tidak ada kebutuhan nyata dari masyarakat atau industri, maka implementasinya berisiko menjadi sekadar eksperimen.

    “Kecuali itu government need, kebutuhan pemerintah,” katanya.

    Sarwoto menilai kecepatan tinggi seperti 100 Mbps mungkin dibutuhkan untuk mendukung kepentingan pemerintahan, seperti layanan e-government, pelaporan dari daerah ke pusat, atau penanganan bencana.

    Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan peningkatan penetrasi fixed broadband nasional dengan menghadirkan layanan internet tetap 100 Mbps yang terjangkau. 

    Hal ini akan diwujudkan melalui optimalisasi spektrum frekuensi 1,4 GHz yang dirancang khusus untuk layanan tetap, bukan bergerak. Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menjelaskan bahwa program ini merupakan strategi pemerintah untuk mengejar ketertinggalan akses broadband tetap, yang saat ini baru menjangkau sekitar 21% rumah tangga.

    “Ini kan salah satu cara kita untuk mengejar ketinggalan fixed broadband. Karena [penetrasi] fixed broadband itu kan di kisaran 20 sekian persen rumah yang baru dikoneksi,” kata Ismail. 

    Menurutnya, masih banyak masyarakat, terutama di segmen menengah dan bawah, yang belum memiliki akses internet tetap karena keterbatasan jaringan dan harga. Maka dari itu, solusi berbasis wireless fixed broadband akan difokuskan di wilayah padat penduduk yang sulit dijangkau fiber optic secara langsung.

    “Jadi ini bukan blank spot yang benar-benar di remote, nggak ada akses sama sekali. Ini kan fixed broadband. Ini yang sudah ada rumah-rumah yang harus dilalui optic dulu, di ujungnya waktu masuk ke perumahan itu kan sulit sampai fiber, kadang-kadang ada yang digang, di mana disitulah dipakaikan wireless,” jelasnya.

    Konsep teknis yang digunakan yakni hybrid network, di mana jaringan fiber digunakan untuk menghubungkan core hingga base transceiver station (BTS) sementara akses dari BTS ke rumah pelanggan memanfaatkan teknologi wireless.

    “Ya itu karena dia hanya di ujungnya saja pakai, di belakangnya optic. Jadi sampai di BTS ujung baru pakai wireless, tapi dari belakang BTS sampai ke core itu pakai optic. Itu bisa, kita sudah lakukan, sudah dicoba,” kata Ismail.