Category: Bisnis.com Tekno

  • Spesifikasi dan Harga Lenovo Yoga Pro 7, Seri Baru dengan Prosesor AMD Ryzen AI

    Spesifikasi dan Harga Lenovo Yoga Pro 7, Seri Baru dengan Prosesor AMD Ryzen AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Seri terbaru Laptop Lenovo, Yoga, yang dilengkapi dengan prosesor AMD Ryzen AI akan segera dirilis. Dua di antaranya adalah Lenovo Yoga Pro 7, dan Lenovo Yoga 7 2-in-1. 

    Seri Yoga Pro 7 memiliki ukuran sebesar 14 inci dan berat sekitar 1.54 kg dilengkapi prosesor AMD Ryzen AI 9 365 dan sistem operasi Windows 11. 

    Laptop tersebut juga berkapasitas RAM 32 GB, serta penyimpanan internal sebesar 1 TB. 

    Untuk ketahanan baterai, Yoga Pro 7 mampu bertahan hingga 22 jam, dan pengisian dayanya dilengkapi fitur Rapid Charge Express. Seri Yoga Pro 7 rencanaya akan dipatok dengan harga Rp21 juta.

    Sementara itu, Yoga 7 2-in-1 juga akan memiliki ukuran sebesar 14 inci dan berat sekitar 1.38 kg.

    Terdapat dua pilihan prosesor untuk Yoga 7 2-in-1, yaitu AMD Ryzen AI 7 350 dan AMD Ryzen AI 5 340, sementara itu, untuk sistem operasinya adalah Windows 11 Home.

    Kapasitas penyimpanannya pun juga terbagi menjadi dua opsi. Untuk RAM, terdapat pilihan 16 GB atau 32 GB, dan untuk penyimpanan internal pilihannya adalah 512 GB atau 1 TB.

    Kedua seri tersebut sama-sama dilengkapi kamera FHD 1080p dengan empat microphone Array. Ditawarkan juga empat speaker Dolby Atmos yang menjadi fitur audio laptop-laptop itu.

    Layar convertible, atau layar yang mampu ditekuk 360 derajat menjadi pembeda seri Yoga 7 2-in-1 dengan Yoga Pro 7 yang menjadikannya tidak hanya fleksibel dari segi bentuk, tetapi juga fleksibel dari segi fungsi.

    Fitur yang ditawarkan tersebut membuat laptop seri Yoga 7 2-in-1 dapat difungsikan seperti perangkat tablet layar sentuh. Selain itu, Yoga Pen, yang berfungsi sebagai pena stylus juga dihadirkan untuk memudahkan pengguna menulis atau menggambar dengan laptop tersebut.

    Untuk harga, Yoga 7 2-in-1 dipatok dengan harga Rp21,1 juta. 

    AI Now menjadi aplikasi AI baru yang ditambahkan ke dalam dua seri ini. Aplikasi tersebut nantinya akan berfungsi sebagai asisten AI berbasis Meta Llama 3, dapat dipersonalisasi, dan mampu beroperasi tanpa memerlukan koneksi internet. 

    Lenovo menargetkan produk-produk tersebut untuk kalangan Gen Z dan content creator, serta mengharapkan fitur-fitur AI yang tersedia mampu membantu penggunanya mencapai potensial diri serta mengembangkan kreativitas. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Gojek Cs Disebut Telah Restui Usulan Tarif Baru Driver

    Gojek Cs Disebut Telah Restui Usulan Tarif Baru Driver

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan pihak aplikator, seperti Gojek, Grab, Maxim dan lain sebagainya, telah menyetujui usulan tarif baru bagi mitra driver. 

    Dirjen Hubda Kemenhub Aan Suhanan mengatakan dalam usulan tarif baru, Kemenhub melakukan kajian sesuai dengan zona yang sudah ditentukan. 

    Kenaikan bervariasi kenaikan mulai dari 8% hingga 15%, tergantung dari zona yang ditentukan. Total ada 3 zona.

    “Pada prinsipnya kenaikan tarif ini sudah disetujui oleh aplikator,” kata Aan dalam RDP bersama Komisi V DPR RI, Senin (30/6/2025). 

    Dia menjelaskan bahwa keputusan perubahan tarif itu sudah final. Bakal terdapat kenaikan tarif pada Ojol roda dua.

    Terkait pemotongan 10 persen, kata Aan, Kemenhub sedang mengkaji dan mensurvei mengingat ekosistem yang terbangun dari Ojek Online ini sudah sangat banyak sekali. 

    Untuk mitra total ada lebih dari 1 juta driver sementara itu UMKM yang sudah ada di dalam ekosistem tersebut ada sekitar 25 juta.

    “Insyaallah dalam waktu dekat kami akan menyampaikan hasil kajian tersebut. Dan tentu ini akan disosialisasikan sehingga ekosistem atau yang terlibat dalam Ojek Online ini juga tidak ada yang dirugikan,” kata Aan.

    Aan menegaskan pihaknya berhati-hati dalam menentukan kebijakan ini. Kemenhub menginginkan ekosistem ini tetap terpelihara. 

    Sebelumnya, Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan aksi demo ojol tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan driver lantaran pemerintah dinilai pasif dalam menindak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh aplikator.

    Ketika dikonfirmasi Bisnis terkait dengan pelanggaran regulasi yang dimaksud, Igun menjelaskan bahwa hal tersebut terkait dengan pemotongan tarif yang mencapai 50%. 

    “Potongan tarif yang mencapai sampai 50%, maka kami tuntut agar Kemenhub merevisi biaya aplikasi menjadi 10%,” ujar Igun.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati. Dia menjelaskan, dalam aksi itu para driver ojol akan menuntut aplikator untuk segera melakukan revisi biaya aplikasi. Di mana, saat ini biaya aplikasi yang ditanggung oleh para driver ojol mencapai 70%. 

    “Kondisi kerja yang jauh dari layak itu termanifestasi dalam bentuk potongan platform yang selangit hingga mencapai 70%,” tegasnya kepada Bisnis, Kamis (15/5/2025).  

    Dalam penjelasannya, biaya aplikasi itu menyebabkan pengemudi ojol hanya mendapat upah sebesar Rp5.200 dari hasil kerjanya mengantarkan makanan. Padahal, pelanggan melakukan pembayaran ke platform sebesar Rp18.000. 

  • Internet 100 Mbps untuk Sekolah Rakyat Pengaruhi Harga ISP ke Masyarakat?

    Internet 100 Mbps untuk Sekolah Rakyat Pengaruhi Harga ISP ke Masyarakat?

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat telekomunikasi menyoroti faktor biaya dalam program internet cepat 100 Mbps untuk Sekolah Rakyat. 

    Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai menggulirkan program penyediaan internet cepat dengan kecepatan minimal 100 Mbps di Sekolah Rakyat (SR). Rencananya, seluruh Sekolah Rakyat akan mendapat fasilitas internet cepat ini.

    Pakar telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo mencermati struktur biaya (cost structure) dari sisi penyelenggara layanan. 

    Struktur biaya ini nantinya akan sangat memengaruhi harga layanan yang dibebankan kepada pelanggan akhir. Selain itu, Agung menyoroti pentingnya penerapan prinsip keadilan dan pemerataan dalam implementasi program ini. 

    Pemerintah daerah juga diminta aktif menciptakan iklim regulasi yang sehat dan tidak membebani pelaku industri.

    “Semua pihak, Pemerintah Pusat maupun Daerah, membuat kebijakan, regulasi, dan kemudahan untuk penggelaran infrastruktur telekomunikasi. Pungutan berupa retribusi dan pajak mesti dihitung secara cermat agar tidak membebani industri,” kata Agung kepada Bisnis, Senin (30/6/2025).

    Di sisi lain, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyuarakan kekhawatiran terhadap keberlanjutan program penyediaan internet cepat hingga 100 Mbps, termasuk untuk Sekolah Rakyat (SR) yang menjadi bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

    Sekretaris Umum APJII, Zulfadly Syam, menilai inisiatif ini harus dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pelaku industri, khususnya penyelenggara jasa internet (ISP) lokal.

    “Kekhawatiran kami adalah seberapa sustain model bisnis dari pemerintah ini terhadap penyelenggara internet. Kami sudah mencatat beberapa kegagalan akselerasi pengadaan internet hanya karena ketidakkonsistenan pemerintah dalam menjalankan model ini,” kata Zulfadly.

    Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk memastikan apakah penyediaan layanan internet akan diberikan kepada satu perusahaan besar atau didistribusikan ke ISP-ISP setempat. Dia menegaskan, apabila hanya satu penyelenggara yang ditunjuk, maka pemerintah tidak akan memiliki kepekaan terhadap ekosistem yang telah diatur dalam regulasi.

    Zulfadly juga menekankan pentingnya program ini menghasilkan manfaat tidak hanya bagi pengguna akhir, tetapi juga bagi para penyelenggara internet tanpa unsur monopoli.

    “Kita juga tahu orang Indonesia ketika diberikan fasilitas, malah akan menjadi penikmat fasilitas. Bukan menjadikan fasilitas sebagai landasan untuk menghasilkan inovasi. Artinya, bahwa penting literasi setelah kecepatan internet diberdayakan,” ungkap Zulfadly.

    Dia menambahkan, program SR tidak akan mempengaruhi persaingan di industri fixed broadband asalkan pemerintah membagi instalasi secara merata kepada ISP sesuai kapabilitas dan zona daerah masing-masing. Skema ini diyakini mampu memperkuat infrastruktur dan layanan teknis secara lokal.

    “Kekuatan infrastruktur masing-masing Penyelenggara berbeda-beda. Ada yang kuat di Jawa namun tidak kuat di Sumatera. Berdasarkan hal tersebut, maka model bisnis terbaik adalah prioritaskan Penyelenggara dari lokal daerah tersebut,” katanya.

    Sebelumnya, Komdigi menegaskan seluruh SR yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan terhubung dengan jaringan internet cepat berbasis fiber optik.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan pihaknya mendapat penugasan langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) untuk memastikan layanan internet cepat tersedia di seluruh lokasi SR.

    “Sesuai penugasan yang terdapat di Inpres SR, Komdigi mendapat tugas salah satunya mendukung ketersediaan sistem dan jaringan internet di Sekolah Rakyat, dengan demikian Komdigi akan memastikan bahwa di seluruh SR sudah ada jaringan FO yang bisa digunakan SR untuk mendapatkan layanan internet,” kata Wayan.

    “Sekolah ini nanti didesain sesuai arahan Bapak Presiden adalah sekolah dengan smart school, di mana semuanya sangat tergantung juga dengan layanan internet yang diberikan oleh teman-teman Komdigi,” ujar Meutya.

  • Google Patok Langganan Veo 3 untuk Vertex AI senilai Rp4,8 Juta

    Google Patok Langganan Veo 3 untuk Vertex AI senilai Rp4,8 Juta

    Bisnis.com, JAKARTA  — Google meluncurkan Veo 3, platform pengujian machine learning (ML) yang disediakan oleh Google Cloud. Platform ini dibuat khusus untuk semua pengguna Vertex AI dan dibanderol dengan harga US$300 atau Rp4,8 juta.

    Mengutip Bleeping Computer, produk anyar Google ini merupakan generator video tercanggih yang dilatih menggunakan jutaan video YouTube, dan mampu menghasilkan video realistis.

    “Namun, kualitas tinggi ini datang dengan biaya yang tidak murah. Veo 3 tidak gratis, tapi karena menjadi bagian dari Google Cloud, Anda bisa menggunakannya secara gratis melalui uji coba senilai US$300 yang ditawarkan oleh Google,” tulis Bleeping Computer, dikutip Bisnis pada Senin (30/6/2025).

    Untuk memulai, pengguna bisa mendaftar untuk mendapatkan kredit uji coba Google Cloud, yang berlaku untuk semua layanan Google Cloud, termasuk Vertex AI.

    Uji coba Google Cloud ini memerlukan kartu kredit atau debit untuk verifikasi identitas manusia, dan memberikan kredit sebesar US$300 untuk Cloud Billing yang berlaku selama 90 hari.

    “Anda pengguna tidak akan dikenakan biaya hingga batas tersebut habis dan Anda meningkatkan ke akun reguler,” tulis media tersebut.

    Dijelaskan lebih lanjut, kredit US$300 sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan beberapa klip, tapi perlu diingat bahwa Vertex AI hanya dapat menghasilkan klip Veo 3 berdurasi 8 detik.

    Prompt dasar pun sudah cukup untuk menghasilkan klip video dengan audio, yang bahkan dapat menyesuaikan dengan aksen asli berbagai bahasa.

    Selain itu, saluran YouTube milik Google memiliki beberapa video tidak terdaftar (unlisted) yang menampilkan kualitas dari Veo 3.

  • Kemenhub: Pembahasan Kenaikan Tarif Gojek

    Kemenhub: Pembahasan Kenaikan Tarif Gojek

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberi sinyal bahwa pemerintah bakal segera merevisi penetapan tarif per kilometer ojek online atau Ojol.

    Dirjen Hubda Kemenhub Aan Suhanan menjelaskan bahwa keputusan perubahan tarif itu sudah final. Dia menjelaskan, bakal terdapat kenaikan tarif pada Ojol roda dua.

    “Untuk tuntutan terkait tarif, kami sudah lakukan pengkajian dan sudah final untuk perubahan tarif. Terutama roda dua itu ada beberapa kenaikan,” jelasnya dalam RDP bersama Komisi V DPR RI, Senin (30/6/2025).

    Aan melanjutkan, pihaknya juga telah mengkaji rencana kenaikan tarif tersebut. Nantinya, besaran kenaikan akan bervariasi sesuai dengan zona yang telah ditentukan.

    Aan juga memastikan, usulan kenaikan tarif ini telah mendapat persetujuan dari pihak aplikator.

    “Sudah kami buat, kami kaji sesuai dengan zona yang sudah ditentukan. Bervariasi kenaikan tersebut, ada [yang naik] 15%, ada 8% tergantung dari zona yang kita tentukan ada 3, Zona 1, 2, dan 3,” tegasnya.

    Untuk diketahui, keputusan untuk merevisi tarif Ojol ini dilakukan sebagai tindakan lanjutan usai sejumlah pengemudi Ojol melakukan demonstrasi pada 20 Mei 2025.

    Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan aksi demo ojol tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan driver lantaran pemerintah dinilai pasif dalam menindak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh aplikator.

    Ketika dikonfirmasi Bisnis terkait dengan pelanggaran regulasi yang dimaksud, Igun menjelaskan bahwa hal tersebut terkait dengan pemotongan tarif yang mencapai 50%. 

    “Potongan tarif yang mencapai sampai 50%, maka kami tuntut agar Kemenhub merevisi biaya aplikasi menjadi 10%,” ujar Igun.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati. Dia menjelaskan, dalam aksi itu para driver ojol akan menuntut aplikator untuk segera melakukan revisi biaya aplikasi. Di mana, saat ini biaya aplikasi yang ditanggung oleh para driver ojol mencapai 70%. 

    “Kondisi kerja yang jauh dari layak itu termanifestasi dalam bentuk potongan platform yang selangit hingga mencapai 70%,” tegasnya kepada Bisnis, Kamis (15/5/2025).  

    Dalam penjelasannya, biaya aplikasi itu menyebabkan pengemudi ojol hanya mendapat upah sebesar Rp5.200 dari hasil kerjanya mengantarkan makanan. Padahal, pelanggan melakukan pembayaran ke platform sebesar Rp18.000. 

    Tak hanya itu, tambahnya, SPAI juga menuntut dihapuskannya skema atau program diskriminatif yang membuat pesanan prioritas bagi sebagian pengemudi ojol. Dia menilai, program itu menimbulkan ketimpangan hak yang diterima pengemudi ojol.

    “Maka kami mendukung tuntutan potongan 10% dan bahkan kami menuntut potongan platform dihapuskan. Selain itu, harus ada kejelasan tarif penumpang, barang dan makanan yang setara dan adil,” pungkasnya.

  • Lenovo & AMD Rilis Seri Yoga-Ideapad Baru untuk Konten Kreator, Harga Rp21 Juta

    Lenovo & AMD Rilis Seri Yoga-Ideapad Baru untuk Konten Kreator, Harga Rp21 Juta

    Bisnis.com, JAKARTA — Lenovo meluncurkan memperkenalkan seri Yoga dan Ideapad terbaru yang menyasar konten kreator. Laptop ini dibekali dengan fitur AI Now dan dibanderol dengan harga mulai dari Rp21 juta. 

    Consumer Product Manager Lenovo Indonesia Hendry Lim mengatakan AI Now ini adalah sebuah library, di mana pengguna bisa menciptakan database di laptop dan memakai bahasa sehari-hari untuk menggunakan teknologi AI ini.

    AI Now nantinya dapat dioperasikan tanpa perlu koneksi internet. Semua prosedur AI dilakukan di dalam perangkat masing-masing pengguna, sehingga, ini juga menjamin keamanan penggunanya.

    Seluruh sistem ini dapat bekerja optimal dengan dukungan prosesor AMD Ryzen AI 300 Series.

    “Lenovo AI diharapkan dapat membuat membantu mengembangkan kreativitas dan mencapai potensial dengan AI yang dapat dipersonalisasi, tanpa masalah privasi,” kata Hendry Lim di Jakarta, Senin (30/6/2025). 

    Hendry mengatakan laptop Ideapad terbaru memiliki ukuran yang ringkas dan tipis, tanpa mengesampingkan durabilitas produk. 

    Selain fitur-fitur AI, Lenovo juga menawarkan uji coba gratis Adobe Creative Cloud selama dua bulan, serta Microsoft Office 2024 dan Microsoft 365 Basic, terkhusus di seri Yoga. 

    Consumer Product Manager Lenovo Indonesia Inggita S. Susila mengungkapkan, bahwa produk-produk baru Lenovo ini nantinya akan menyasar target pasar content creator dan gaming, khususnya  pengguna yang membutuhkan fleksibilitas perangkat, yang multifungsi serta mudah dibawa ke manapun. 

    “Semua produk baru ini bisa menyasar pengguna yang mendambakan fleksibilitas,” kata Inggita. 

    Produk-produk dengan label 2-in-1 merupakan laptop-laptop yang convertible, yang dapat disesuaikan fungsinya, bisa menjadi laptop biasa, atau juga sebagai perangkat tablet.

    Adapun fitur-fitur AI baru yang ditawarkan oleh seri terbaru Lenovo tersebut adalah seperti Cocreator. Fitur tersebut merupakan fitur ‘penyempurnaan’ sketsa gambar. 

    Cara kerja fitur Cocreator adalah dengan membuat sketsa kasar suatu gambar, kemudian fitur itu akan melanjutkan sketsa kasar tersebut dan menyajikan gambar yang lebih disempurnakan.

    Fitur AI lainnya yang tersedia adalah Windows Studio Effects dan Restyle Image. Windows Studio Effects berfungsi sebagai peningkat kualitas gambar ketika melakukan panggilan video, sementara itu, Restyle Image dapat berfungsi untuk mengubah gambar ke dalam bentuk yang lebih artistik.

    Produk-produk Lenovo seri terbaru ini juga memperkenalkan satu aplikasi berbasis AI lainnya bernama AI Now. Aplikasi tersebut dijalankan dengan base Meta Llama 3 dan berfungsi layaknya asisten pribadi yang bahkan dapat dipersonalisasi.

    Dengan mengusung misi “Smart AI For All”, dua seri laptop terbaru Lenovo, yaitu Yoga dan Ideapad diperkenalkan. Kedua seri tersebut dibagi lagi menjadi beberapa produk dengan rincian sebagai berikut:

    Seri Lenovo Yoga:

    Yoga Slim 7 2-in-1

    Yoga Slim 7

    Yoga Pro 7

    Seri Lenovo Ideapad:

    Ideapad 5 2-in-1

    Ideapad Slim 5

    Ideapad Pro 5

    (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Ada Kampung Gaming Pertama di Indonesia

    Ada Kampung Gaming Pertama di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA – Infinix Indonesia resmi membuka Kampung Gaming Infinix pertama di Indonesia, kawasan kampung bertema esports dengan kompetisi E-sport berkelanjutan dan fungsi komunitas yang aktif.

    Kampung Gaming Infinix yang terletak di Manado ini, menjadi pionir dalam menciptakan ruang kolaboratif yang menggabungkan pengalaman teknologi, komunitas gaming, pembinaan talenta muda, dan pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis esports tourism.

    Di Kampung Gaming, ada sejumlah zona gaming dan fasilitas interaktif bagi para gamers muda seperti gaming corner di beberapa kafe lokal di jalan Flamboyan, Manado, leaderboard komunitas game, totem peta digital, serta elemen visual bertema Gaming yang membentang di sepanjang jalan Flamboyan. Pengunjung dapat bermain langsung menggunakan Infinix GT 30 Pro, smartphone AI gaming terbaru Infinix  dengan performa stabil bebas frame drop dan visual ultra responsif sebagai perangkat resmi dalam rangkaian turnamen di Kampung Gaming.

    Zona-zona tersebut tidak hanya menjadi fasilitas kompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman digital interaktif bagi masyarakat dan pengunjung. Dengan pendekatan open-to-public, seluruh lingkungan Kampung Gaming Infinix menjadi bagian dari ekosistem digital yang terintegrasi.

    Kampung Gaming juga memperkenalkan konsep esports tourism, yakni menjadikan kawasan tematik berorientasi gaming sebagai destinasi wisata digital. Inisiatif ini membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan turis, kolaborasi dengan pelaku usaha kecil, serta aktivasi komunitas kreatif yang tumbuh dari ekosistem digital.

    Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia, menjelaskan, peluncuran Kampung Gaming menjadi milestone baru bagi Infinix dalam mendukung pertumbuhan ekosistem esports nasional.

    “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa hadir lebih dekat dengan komunitas, membuka peluang, dan mendorong lahirnya talenta baru dari daerah. Kami juga sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Manado atas hadirnya Kampung Gaming Infinix sebagai esports tourism yang kami harap mendukung pengembangan pariwisata Kota Manado menjadi salah satu episenter komunitas esports Indonesia” paparnya.

    Sebagai proyek berkelanjutan, lanjutnya, Kampung Gaming Infinix dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal dalam industri digital dengan menghadirkan infrastruktur gaming dan pengalaman interaktif langsung di tengah lingkungan berkumpul. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Infinix dalam mengukuhkan posisi sebagai brand teknologi yang relevan bagi komunitas dan generasi muda Indonesia.

    Dia memaparkan salah satu visi utama dari Kampung Gaming Infinix adalah membuka akses pembinaan talenta secara terbuka dan berkelanjutan. Sepanjang program, akan diselenggarakan turnamen esports mingguan dengan sistem poin dan leaderboard. Pemain terbaik tiap minggunya akan dikurasi ke dalam database talenta esports lokal yang disusun oleh tim Infinix dan dapat diakses oleh organisasi profesional di tingkat nasional.

    Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Infinix juga menyiapkan jalur pengembangan lebih lanjut bagi pemain berbakat. Pemain yang dinilai memiliki potensi tinggi akan mendapat kesempatan untuk mengikuti program offline trial selama satu bulan di Gaming House ONIC Esports Jakarta, termasuk sesi latihan langsung bersama tim profesional. Biaya transportasi dan akomodasi peserta akan ditanggung oleh Infinix sebagai bentuk dukungan penuh terhadap regenerasi talenta esports dari daerah.

    Kota Manado menjadi spot peluncuran Kampung Gaming Infinix di Indonesia karena memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia esports, dengan sejumlah pemain profesional nasional seperti ONIC Kiboy atau Nicky Fernando Pontonuwu berasal dari kota ini. Potensi ini menjadi inspirasi bagi Infinix untuk memulai regenerasi talenta melalui pendekatan komunitas berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

    .

     

  • Komdigi Dorong AI Berdaulat, Talenta dan Lembaga Riset Disiapkan

    Komdigi Dorong AI Berdaulat, Talenta dan Lembaga Riset Disiapkan

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong hadirnya kecerdasan buatan (AI) berdaulat di Tanah Air dengan menyiapkan lembaga riset dan talenta.

    AI Berdaulat adalah sebuah konsep yang pengembangan AI di dalam negeri, menggunakan talenta lokal dan untuk kepentingan nasional.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). 

    Untuk berdaulat digital di tengah derasnya arus transformasi global, Indonesia harus menyiapkan ekosistem nasional yang kuat mulai dari riset dan pengembangan (R&D), komputasi, regulasi, hingga talenta digital unggul

    “Sebetulnya jelas sekali kalau kita ingin membuat satu regulasi dan lain sebagainya kita harus lihat geopolitik pengembangan AI ini. Atlas of AI itu harus jadi pedoman untuk membuat regulasi AI untuk Indonesia kalau kita mau teknologi yang berdaulat,” kata Nezar, dikutip Senin (30/6/2025). 

    Indonesia, lanjut Nezar, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sangat strategis untuk industri chip dan komputasi AI global, seperti nikel, boron, hingga mineral penting lainnya. Namun, belum ada desain besar yang mampu menjadikan kekayaan tersebut sebagai bagian dari ekosistem global AI.

    Untuk memperkuat posisi Indonesia, Nezar menekankan pentingnya membangun pusat riset dan cluster komputasi dalam negeri yang kuat—baik dari sisi hardware, infrastruktur, maupun kapasitas data. 

    Alasannya, saat ini dana R&D Indonesia hanya 0,24% dari total GDP sehingga perjalanan menuju kedaulatan digital, khususnya di bidang AI, masih lambat.

    “Nah tanpa R&D ini agak susah kita bisa mengembangkan AI yang berdaulat, AI yang milik kita sendiri. Untuk membangun semuanya dibutuhkan komputasi yang cukup kuat, infrastruktur yang mumpuni. Dua hal ini masih dalam perencanaan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Nezar menjelaskan pentingnya kedaulatan AI bagi Indonesia karena AI dirumuskan dengan foundation model yang dibuat negara pengembangnya seperti Amerika Serikat sehingga data-data yang digunakan adalah nilai-nilai yang ada di barat, yang ‘membonceng’ nilai-nilai nyata saat dilatih.

    “Alhasil, bias dalam data untuk dipakai oleh masyarakat di luar Amerika itu sering terjadi, termasuk juga stereotyping terhadap kelompok-kelompok tertentu, ras tertentu, bangsa tertentu itu terjadi di AI,” kata Nezar. 

  • Ada yang Membobol Rumah Kami

    Ada yang Membobol Rumah Kami

    Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan di balik ChatGPT, OpenAI mengaku tidak akan tinggal diam setelah Meta berhasil merekrut 8 peneliti senior perusahaan dalam sepekan. 

    Perusahaan AI yang berbasis di San Francisco tersebut  akan mengambil langkah cepat. 

    “Saya merasakan firasat yang kuat saat ini, seolah-olah seseorang telah membobol rumah kami dan mencuri sesuatu,” kata Kepala Riset OpenAI Mark Chen dalam memo Slack yang diperoleh Wired dikutip dari laman TechCrunch pada Senin (30/6/2025). 

    Chen menegaskan dirinya bersama CEO Sam Altman dan tim pimpinan lainnya terus menjalin komunikasi intensif dengan para peneliti yang menerima tawaran dari perusahaan lain, termasuk Meta. 

    Upaya tersebut juga dibarengi dengan penyesuaian ulang sistem kompensasi dan pencarian cara-cara kreatif untuk mempertahankan serta mengapresiasi talenta terbaik mereka. 

    Langkah ini menjadi respons serius atas laporan yang menyebutkan setidaknya delapan peneliti telah hengkang ke Meta dalam sepekan terakhir. 

    Bahkan Altman sempat menyindir Meta di sebuah podcast, menyebut perusahaan itu menawarkan bonus  senilai US$100 juta atau Rp1,6 triliun, klaim yang kabarnya dibantah oleh internal Meta.

    Sebelumnya, Meta dikabarkan berhasil merekrut empat peneliti dari OpenAI. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari strategi agresif Meta dalam mengembangkan proyek superintelijensi yang dipimpin langsung oleh CEO Mark Zuckerberg. 

    Menurut laporan The Information yang dikutip Reuters pada Sabtu (28/6/2025) keempat peneliti yang direkrut adalah Shengjia Zhao, Jiahui Yu, Shuchao Bi, dan Hongyu Ren. 

    Mereka dikabarkan telah menyetujui tawaran untuk bergabung dengan raksasa teknologi tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses perekrutan ini. 

    Perekrutan ini terjadi hanya beberapa hari setelah laporan dari The Wall Street Journal menyebut Meta juga berhasil memboyong tiga peneliti AI lainnya dari kantor OpenAI di Zurich, yaitu Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, dan Xiaohua Zhai. Meta dan OpenAI belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut.

  • Australia Tempat Melahirkan Startup Unicorn Paling ‘Murah’ Saat Pendanaan Seret

    Australia Tempat Melahirkan Startup Unicorn Paling ‘Murah’ Saat Pendanaan Seret

    Bisnis.com, JAKARTA — Australia dinilai menjadi negara yang paling efektif dalam menghasilkan perusahaan rintisan (startup) yang mencapai kategori unicorn. 

    Unicorn adalah sebutan yang biasa digunakan untuk menyebut startup yang nilai valuasi perusahaannya sudah melampaui US$1 miliar (Rp16 triliun).

    Laporan terbaru dari Side Stage Ventures, Dealroom dan Amazon Web Services menunjukkan sejak 2000 Australia mampu melahirkan 1,22 unicorn untuk setiap investasi senilai US$1 miliar. Capaian ini menjadi tertinggi di dunia dan hampir dua kali lipat dari rasio di AS. Sementara itu, China bahkan tidak masuk dalam daftar, menyusul tekanan terhadap sektor swasta yang meningkat sejak 2020.

    Meski demikian, pendanaan startup Australia masih jauh di bawah puncaknya beberapa tahun lalu. Negara tersebut kini berupaya menghidupkan kembali arus investasi.

    Ukuran pasar domestik Australia yang relatif kecil serta jarak geografis dari pusat modal ventura seperti Silicon Valley dan Beijing menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, komunitas startup lokal optimistis dengan mengacu pada kisah sukses global seperti Canva Inc. dan Atlassian Corp.

    Ben Grabiner, Co-Founder Side Stage Ventures mengatakan ekses terhadap modal masih menjadi tantangan besar saat bersaing dengan perusahaan dan pendiri dari negara lain.

    “Namun, semakin banyak orang yang menyadari potensi ekosistem startup di Australia,” jelasnya dikutip dari Bloomberg, Senin (30/6/2025).

    Sektor perangkat lunak mendominasi lanskap startup di Australia, mencerminkan fokus para pendiri pada produk dan layanan yang lebih mudah diekspor ke luar negeri.

    Selain Canva dan Atlassian, perusahaan asal Australia seperti penyedia perangkat lunak logistik WiseTech Global Ltd. dan perusahaan fintech Afterpay Ltd. juga berhasil mencapai valuasi puluhan miliar dolar.

    Grabiner juga mencatat sektor energi, kesehatan, dan industri kreatif sebagai bidang pertumbuhan utama lainnya. Menurutnya, permintaan regional yang meningkat terhadap energi terbarukan turut mendorong inovasi di bidang tenaga surya.

    Meski demikian, Australia masih berada dalam musim dingin pendanaan. Sepanjang 2024, pendanaan startup hanya mencapai US$3,4 miliar, nyaris stagnan dibandingkan tahun sebelumnya dan anjlok dari puncaknya sebesar US$6,5 miliar pada 2021, berdasarkan data PitchBook.

    Salah satu tantangan utama adalah terbatasnya modal lokal dan ketergantungan pada investor asing. Pada 2024, sekitar 39% pendanaan tahap awal di Australia berasal dari luar negeri, jauh lebih tinggi dibandingkan 21% di AS dan 27% di Eropa.

    Startup tahap awal menjadi yang paling terdampak. Tahun lalu, perusahaan rintisan tahap awal di Australia hanya berhasil menghimpun US$1 miliar, jauh di bawah AS dan China yang masing-masing meraup US$24 miliar dan US$10 miliar, menurut laporan yang sama.

    “Pertanyaannya kini bukan lagi apakah startup bisa bertahan di Australia, tetapi seberapa baik mereka bisa tampil,” ujar Grabiner.

    Meski begitu, Phil Cummins, Managing Director StepStone Group menyebut, kondisi ini juga menyimpan peluang. Diaa menjelaskan, valuasi tahap awal dan ukuran dana investasi di Australia masih lebih kecil dibandingkan AS dan Eropa, dengan tingkat persaingan yang juga lebih rendah.