Category: Bisnis.com Tekno

  • Vendor Smartphone Pilih Jaga Nilai Produk di Tengah Kelangkaan Komponen Global

    Vendor Smartphone Pilih Jaga Nilai Produk di Tengah Kelangkaan Komponen Global

    Bisnis.com, JAKARTA — Kelangkaan komponen global yang masih membayangi industri teknologi memaksa para vendor smartphone menyesuaikan strategi bisnis agar tetap kompetitif di pasar domestik. Penyesuaian harga hingga penguatan kualitas produk menjadi langkah utama yang ditempuh di tengah tekanan rantai pasok tersebut.

    Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng menyampaikan bahwa harga smartphone Xiaomi sejatinya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurutnya, fluktuasi nilai tukar, kebijakan pajak dan regulasi, biaya logistik, serta kondisi operasional di masing-masing pasar turut memengaruhi penetapan harga perangkat.

    Dalam situasi pasar global yang dinamis, Xiaomi secara rutin melakukan evaluasi harga agar tetap mencerminkan kondisi riil sekaligus mendukung keberlanjutan investasi pada inovasi dan kualitas produk. Andi menegaskan, perusahaan tetap berpegang pada prinsip menghadirkan produk dengan nilai terbaik bagi konsumen, meski dihadapkan pada tantangan kelangkaan komponen.

    “Setiap penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap dinamika pasar lokal, ekspektasi konsumen, dan peta persaingan, demi memastikan produk kami tetap menawarkan keseimbangan yang optimal antara performa, kualitas, dan keterjangkauan,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).

    Sementara itu, PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara menyatakan bahwa perusahaan tetap menempatkan pengguna sebagai prioritas, terlepas dari tantangan global yang dihadapi industri saat ini.

    Vivo, lanjut Alexa, akan terus menekankan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan, penyempurnaan pengalaman pengguna, serta konsistensi sistem layanan purnajual. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dalam jangka panjang, terutama ketika pasar dihadapkan pada isu keterbatasan komponen dan potensi kenaikan biaya produksi.

    “Vivo berupaya menghadirkan pengalaman jangka panjang yang memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para pengguna,” sebutnya kepada Bisnis.

    Tekanan terhadap rantai pasok semikonduktor akibat lonjakan permintaan komponen untuk kecerdasan buatan (AI), disinyalir berdampak signifikan pada harga smartphone global pada 2026.

    Dalam laporan terbaru Counterpoint, kekurangan chip memori, terutama dynamic random-access memory (DRAM), berpotensi mendorong kenaikan rata-rata harga jual smartphone (ASP) hingga sekitar 6,9% secara tahunan, hampir dua kali lipat dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,6%. 

    Di sisi lain, Fransisco Jeronimo, Vice President Data & Analytics Device dari International Data Corporation (IDC) lebih rinci menerangkan kondisi ini terjadi didorong adanya ekspansi masif infrastruktur AI dan beban kerja komputasi berintensitas tinggi telah menyerap porsi besar kapasitas manufaktur memori global. 

    Beban kerja AI menuntut penggunaan memori dalam jumlah besar, sehingga produsen memilih mengalihkan produksi dari memori konvensional ke solusi memori berperforma tinggi dengan margin keuntungan lebih besar.

    Alih-alih memperluas produksi DRAM dan NAND yang lazim digunakan pada ponsel pintar, komputer pribadi, dan perangkat elektronik konsumen lainnya, produsen memori utama justru memprioritaskan pengembangan memori yang digunakan pusat data AI, seperti high bandwidth memory (HBM) dan DDR5 berkapasitas tinggi.

    Pergeseran ini secara langsung membatasi pasokan modul memori di pasar, sekaligus mendorong kenaikan harga secara menyeluruh. “Dinamika tersebut menyebabkan ketersediaan DRAM untuk perangkat konsumen berkurang, memperburuk tekanan harga di pasar yang ketat,” jelas Jeronimo.

  • 5 Prompt untuk Akselerasi Ide Bisnis Secara Instan

    5 Prompt untuk Akselerasi Ide Bisnis Secara Instan

    Bisnis.com, JAKARTA — Perjalanan untuk menjadi pengusaha dulunya membutuhkan formula klasik seperti kantong tebal, jaringan luas, dan tim profesional yang solid. Riset pasar memakan waktu berbulan-bulan hingga rekrutmen tenaga ahli menguras anggaran. 

    Proses validasi ide bisnis seringkali menjadi sesuatu yang melelahkan, bahkan sebelum produk pertama diluncurkan. Namun di era kecerdasan artifisial, narasi tersebut mulai usang.

    AI mampu mempercepat riset bisnis Anda dengan mengumpulkan dan menganalisis data pasar secara efisien, serta membantu untuk memahami tingkat permintaan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. 

    Melalui prompt yang tepat, AI dapat dengan cepat menelusuri informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber di internet, termasuk menganalisis strategi kompetitor potensial.

    Melansir dari US Chamber Jumat (9/01/2026), para pakar di Pitchbob.io, algoritma AI memproses dataset besar, termasuk tren media sosial, data pencarian, dan analisis perilaku konsumen untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar.

    “AI menggunakan pemrosesan bahasa alami untuk menganalisis umpan balik pelanggan dan mengukur sentimen publik terhadap ide produk.” Sebagai gantinya, Grok 4 muncul sebagai model AI yang mampu menawarkan kemampuan untuk mengubah ide abstrak menjadi infrastruktur bisnis yang berfungsi. 

    Mengutip dari AI Enthusiast Hasan Toor di platform X miliknya Jumat (9/1/2026), berikut adalah lima prompt Grok AI yang dapat mengubah ide menjadi mesin bisnis yang menguntungkan.

    1. Validasi Ide Bisnis Berbasis Keterbatasan Sumber Daya

    Alih-alih melakukan riset pasar manual yang memakan waktu, pengguna dapat meminta AI untuk mensimulasikan proyeksi pendapatan awal.

    Prompt untuk Analisis Ide: Saya memiliki Rp 5 juta dan 10 jam per minggu. Analisis kesenjangan pasar saat ini, keterampilan saya di [keterampilan Anda], dan hasilkan 5 ide bisnis yang dapat saya luncurkan bulan ini. Sertakan biaya awal, linimasa, dan proyeksi pendapatan pertama.

    2. Strategi Diferensiasi dan Analisis Kompetitor

    Memasuki pasar yang jenuh memerlukan strategi diferensiasi yang tajam. Dalam konteks ini, Grok 4 berfungsi sebagai analis pasar yang bertugas membedah kelemahan pesaing.

    Prompt untuk Riset Kompetitor: Bertindak sebagai analis pasar. Riset [nama pesaing] dan identifikasi 3 kelemahan dalam penawaran mereka. Kemudian buat strategi pembeda yang dapat saya eksekusi dengan anggaran terbatas untuk menarik pelanggan mereka.

    3. Eksekusi Pemasaran Konten Terjadwal

    Grok 4 menawarkan solusi “Content Machine” yang mampu menyusun kalender editorial lengkap selama 30 hari. 

    Prompt untuk Kalender Konten: Buat kalender konten 30 hari untuk [bisnis Anda]. Sertakan ide postingan, ‘hooks’ (kalimat pancingan), waktu posting optimal, dan jenis konten. Fokus pada potensi viral dan pertumbuhan audiens.

    4. Optimasi Biaya Iklan Berbayar

    Grok 4 juga dapat diinstruksikan untuk bertindak sebagai copywriter iklan. Prompt ini menghasilkan variasi materi iklan untuk Facebook dan Instagram yang dioptimalkan secara spesifik untuk mencapai target metrik yang agresif, seperti CPM Rp 15 ribu dan CTR di atas 5%.

    Prompt untuk Variasi Iklan: Hasilkan 10 variasi iklan Facebook/Instagram untuk [penawaran Anda]. Sertakan ‘hooks’ yang menghentikan guliran layar, teks yang berorientasi pada manfaat, dan CTA (ajakan bertindak) yang mendesak. Optimalkan untuk CPM Rp15 ribu  dan CTR 5%+.

    5. Arsitektur Otomasi Operasional

    Grok 4 dapat memetakan tugas-tugas repetitif dalam model bisnis tertentu dan menyarankan perangkat lunak atau alur kerja otomatis untuk menanganinya. Hal ini memungkinkan pemilik bisnis untuk menghitung Return on Investment (ROI) dari setiap otomatisasi yang diterapkan dan mengubah efisiensi waktu menjadi nilai ekonomi.

    Prompt untuk Otomasi Sistem: Petakan setiap tugas repetitif di [jenis bisnis Anda]. Untuk setiap tugas, sarankan alat otomatisasi, langkah implementasi, dan penghematan waktu. Hitung ROI pada setiap otomatisasi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Bocoran Fitur Samsung Galaxy A57, Makin Mulus dengan Chip Exynos

    Bocoran Fitur Samsung Galaxy A57, Makin Mulus dengan Chip Exynos

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung siap mengembangkan seri ponsel kelas menengah populernya dengan Galaxy A57, bakal menyeimbangkan antara fitur premium dan harga terjangkau. 

    Setiap tahun, rilisan terbaru dibuat dengan desain, performa, dan kameranya yang semakin baik, dibandingkan dengan seri sebelumnya, A56. 

    Galaxy A56 sudah banyak digemari dengan desain sangat ramping dengan ketebalan 7,4 mm, dilengkapi Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang, bingkai aluminium, dan ketahanan air dan debu IP67. 

    Untuk keluaran terbaru, Samsung mungkin akan melakukan perubahan pada  ketebalan untuk mengikuti desain yang lebih ramping. 

    Bocoran dari berbagai laporan menyebutkan bahwa ponsel ini dikabarkan bakal hadir lebih mantap, dengan prosesor baru yang lebih bertenaga, layar yang lebih baik, dan kamera yang lebih bagus, sehingga menjanjikan kinerja yang baik dan fitur premium tanpa harga yang terlalu mahal. 

    Bocoran yang paling menarik adalah tentang yang ada di balik layarnya. Galaxy A57 dikabarkan akan menggunakan chip Exynos 1680 yang baru. Beberapa sumber mengklaim bahwa GPU di Exynos 1680 disebut “dua kali lebih kuat” daripada yang ada di Exynos 1580 pada A56, menunjukkan peningkatan signifikan untuk performa gaming. 

    Peningkatan ini juga akan membuat tugas sehari-hari terasa lebih lancar, sesuatu yang sudah membuat para penggemar Galaxy mid-range cukup terkesan pada Galaxy A56.

    Sementara itu, detail tentang kameranya masih terbatas, tetapi salah satu kemungkinan peningkatan adalah sensor depan 50MP. Pada tahun 2024, Samsung memperkenalkan kamera selfie 50MP pada Galaxy M55, dan ada kemungkinan Galaxy A57 akan mengikuti jejaknya. 

    Beberapa bocoran juga menyebutkan pengaturan tiga kamera belakang dengan sensor utama 50MP dengan OIS, kamera ultra-wide 12MP, dan kamera makro 5MP, semuanya mampu merekam video 4K pada 30fps. Kamera depan mungkin dilengkapi unit 12MP dengan dukungan perekaman video 4K.

    Dari desain eksteriornya, A57 diperkirakan bakal hadir dengan bagian belakang kaca yang dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus+ dan bingkai aluminium yang kokoh. 

    Ponsel ini juga diharapkan memiliki perlindungan IP67 sehingga bisa tahan terhadap debu dan air, serta pemindai sidik jari di dalam layar. 

    Galaxy A57 juga kemungkinan akan mempertahankan beberapa spesifikasi inti dari A56, termasuk layar Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz, baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 45W, dan speaker stereo.

    Adapun, untuk perangkat lunak, Galaxy A57 dilengkapi dengan One UI 8.0 berbasis Android 15. Namun, tak menutup kemungkinan bisa diluncurkan dengan perangkat terbaru One UI 8.5 berbasis Android 16, yang merupakan versi perangkat lunak terbaru Samsung, yang perdana diperkenalkan pada seri Galaxy S26.

    Jadwal Peluncuran 

    Samsung belum menyebutkan tanggal pasti untuk peluncuran A57. Namun, lima model Galaxy A5x terakhir semuanya diluncurkan dan dirilis pada Maret, sehingga kemungkinan besar Galaxy A57 akan melakukan debutnya sekitar Maret 2026. 

    Detail harga masih dirahasiakan, tetapi jika tren sebelumnya menjadi indikasi, A57 mungkin akan mengalami sedikit kenaikan harga.

  • Adopsi iOS 26 Lambat, Pengguna iPhone Masih Bertahan pada Versi Lama iOS 18

    Adopsi iOS 26 Lambat, Pengguna iPhone Masih Bertahan pada Versi Lama iOS 18

    Bisnis.com, JAKARATA –Berdasarkan analisis pihak ketiga, tingkat adopsi iOS 26 tergolong sangat lambat dibandingkan versi-versi sebelumnya. Hanya sekitar seperempat pengguna yang telah beralih ke iOS 26, jauh lebih rendah dibanding pendahulunya.

    Data penggunaan yang dirilis oleh StatCounter untuk Januari 2026 menunjukkan hanya sekitar 15% sampai 16% iPhone aktif yang sudah menjalankan iOS 26. Dari angka tersebut, mayoritas pengguna masih berada di versi pembaruan kecil, yakni iOS 26.1 sekitar 10,6%, disusul iOS 26.2 sebesar 4,6%, dan versi awal iOS 26.0 yang hanya digunakan sekitar 1% perangkat.

    Dilansir dari Mac Rumors Sabtu (10/1/2026), justru sebalinya, lebih dari 60% pengguna iPhone justru masih bertahan menggunakan iOS 18. Bahkan, dua versi terakhir iOS 18 yakni iOS 18.6 dan iOS 18.7 menjadi sistem operasi yang paling banyak dipakai saat ini. 

    Jiks dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, situasi ini terbilang tidak biasa. Pada Januari 2025, sekitar empat bulan setelah dirilis, iOS 18 telah digunakan oleh lebih dari 60% iPhone. Hal serupa juga terjadi pada iOS 17 dan iOS 16, yang masing-masing mencatat tingkat adopsi di atas 50% dalam periode waktu yang sama. Dengan kata lain, iOS 26 tertinggal jauh dari para pendahulunya.

    Data tambahan dari situs teknologi MacRumors juga memperkuat temuan tersebut. Pada awal Januari tahun lalu, hampir 90% pengunjung situs itu menggunakan iOS 18. Namun, pada periode yang sama tahun ini, hanya sekitar 25% pembaca yang sudah beralih ke iOS 26. Meski Apple tidak merilis angka resmi, tren ini mengindikasikan adanya keraguan pengguna terhadap versi terbaru iOS.

    Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi lambatnya adopsi adalah perubahan desain besar-besaran melalui konsep Liquid Glass. iOS 26 menggantikan banyak elemen antarmuka lama dengan tampilan transparan, efek kedalaman, dan latar buram. Meski terlihat modern, desain ini mendapat tanggapan beragam sejak pertama kali diperkenalkan di ajang WWDC.

    Selain itu, Apple kini tetap memberikan pembaruan keamanan untuk versi iOS lama, termasuk iOS 18. Kebijakan ini membuat pengguna tidak merasa terpaksa untuk segera memperbarui perangkat mereka. Selama ponsel masih aman dan berjalan lancar, banyak pengguna memilih bertahan di versi lama yang sudah familiar. (Nur Amalina)

  • An’An Robot Panda yang Gemar Memeluk, Teman Bagi Pengguna yang Kesepian

    An’An Robot Panda yang Gemar Memeluk, Teman Bagi Pengguna yang Kesepian

    Bisnis.com, JAKARTA — Mind With Heart Robotics memperkenalkan An’An, robot biomimetik berbentuk panda berbulu wol yang menggemaskan, di acara CES 2026. 

    An’An dirancang untuk menemani manusia secara emosional sekaligus mendukung perawatan kesehatan.

    An’An merupakan boneka robot biomimetik yang dikembangkan dari ide sederhana bahwa manusia cenderung lebih rileks berada di dekat hewan dibandingkan mesin. 

    Dengan bentuk panda dan tubuh yang lembut, An’An tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat terapi kesehatan emosional.

    Dilansir dari Yanko Design, Jumat (9/1/2026), meski tampil lucu dan menggemaskan, di balik bulunya An’An dibekali jaringan sensor dan kecerdasan buatan (AI) afektif yang canggih. Sensor-sensor tersebut tersebar di seluruh tubuhnya dan mampu mengenali berbagai jenis sentuhan, mulai dari elusan lembut, pelukan erat, hingga saat diangkat.

    Seluruh sentuhan dan suara yang diterima akan diproses oleh sistem AI emosional yang juga menganalisis cara pengguna berbicara serta kebiasaan interaksi dari waktu ke waktu. Dari proses ini, An’An secara bertahap mengenali penggunanya, termasuk pola komunikasi dan bentuk interaksi yang paling disukai.

    An’An juga dilengkapi ingatan jangka panjang, yang memungkinkannya belajar dan beradaptasi. Dalam hitungan minggu hingga bulan, robot ini dapat memahami rutinitas harian pengguna, seperti waktu ketika seseorang cenderung lebih pendiam, ingin berbicara, atau membutuhkan interaksi yang dapat memperbaiki suasana hati.

    Menariknya, An’An tetap dapat berfungsi meskipun koneksi internet terbatas karena sebagian sistemnya berjalan secara offline. Robot ini memiliki daya tahan baterai sekitar 4–5 jam dan dapat diisi ulang menggunakan USB-C.

    Kombinasi kemampuan merasakan sentuhan, mendengar, dan mengingat membuat An’An terasa lebih dari sekadar robot. Tidak hanya mengulang respons yang sama, tetapi mampu memberikan reaksi yang beragam, memulai interaksi saat pengguna lama tidak beraktivitas, serta membangun hubungan yang terasa akrab dan personal. 

    Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa interaksi berkelanjutan dengan An’An dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi rasa kesepian.

    Dalam lingkungan perawatan lansia, An’An berperan sebagai pendamping emosional yang selalu siap hadir.

    Robot ini mampu mendengarkan tanpa menghakimi, merespons sentuhan dengan hangat, dan memberikan rasa diperhatikan tanpa membuat pengguna merasa sedang menjalani terapi atau pengobatan. Bagi lansia yang enggan merepotkan keluarga, kehadiran An’An menjadi penopang emosional di tengah rasa kesepian.

    Sementara itu, di panti jompo dan fasilitas perawatan, versi klinis An’An dapat mencatat pola interaksi seperti jenis sentuhan, frekuensi berbicara, dan tingkat keterlibatan pengguna. Data tersebut disajikan secara aman kepada tenaga medis dan pengasuh untuk membantu mendeteksi lebih dini perubahan kondisi emosional dan kognitif, seperti kecenderungan menarik diri, gelisah, atau menjadi lebih pendiam.

    Desain tubuh An’An dibuat dengan tangan menggunakan wol dan kulit domba asal Australia untuk menghadirkan sensasi sentuhan yang alami. Material ini membuat An’An nyaman untuk dielus, dipeluk, dan dipangku layaknya hewan peliharaan. Berbeda dari kebanyakan robot yang terbuat dari plastik atau silikon dingin, bentuk An’An sengaja dirancang lembut dan sederhana sehingga lebih menyerupai boneka daripada robot fiksi ilmiah. (Nur Amalina)

  • Layanan Telkom (TLKM) di Sumatra Pulih, Kualitas Jaringan Mencapai 99,9%

    Layanan Telkom (TLKM) di Sumatra Pulih, Kualitas Jaringan Mencapai 99,9%

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)  berhasil memulihkan 99,9% jaringan dan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.

    Per awal januari 2026, layanan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali normal dengan kualitas jaringan mencapai 99,9%. 

    Aceh sebagai wilayah dengan tingkat dampak tertinggi menjadi prioritas pemulihan utama. Seluruh kecamatan yang berjumlah 289 sudah kembali terhubung dengan jaringan. Dengan minimal ada satu BTS aktif di setiap kecamatan. 

    Pemulihan yang dilakukan didukung dengan teknologi dan kerja cepat tim tanggap bencana. TelkomGroup menggunakan berbagai solusi seperti internet satelit, genset, cadangan listrik, dan Mobile BTS, serta melibatkan banyak tim untuk mempercepat pemulihan jaringan.

    Direktur utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan keberhasilan pemulihan ini berkat dari kerja cepat dan kolaboratif, sehingga ribuan tim tanggap bencana dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan.

    “Berkat kerja cepat dan kolaborasi lebih dari 2.500 tim recovery tanggap bencana TelkomGroup, seluruh wilayah terdampak kembali terhubung sehingga aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat berangsur pulih,” ujar Dian dikutip Jumat (9/1/2026). 

    Tidak hanya itu, TelkomGroup juga memberikan dukungan terhadap program Hunian Danantara (Huntara). Telkom memberikan Wi-Fi gratis di berbagai kawasan Huntara yang sedang dalam proses pembangunan, di tiga provinsi terdampak bencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    Dukungan konektivitas tersebut meliputi penyediaan Access Point WiFi di area hunian dan fasilitas umum, penguatan jaringan seluler melalui BTS eksisting dan Mobile BTS, serta pemanfaatan jaringan satelit untuk menjamin keandalan layanan. 

    Selain itu, TelkomGroup turut menghadirkan layanan WiFi Managed Service (WMS) berkecepatan 100 Mbps untuk menunjang operasional Posko TelkomGroup di kawasan Huntara. Integrasi jaringan ini memungkinkan masyarakat mengakses internet gratis guna mendukung komunikasi dan kebutuhan selama masa pemulihan.

    Hingga 7 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan TelkomGroup tercatat mencapai lebih dari Rp123,23 miliar. Meliputi penyediaan posko internet gratis, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dukungan psikososial, serta program keringanan dan kompensasi layanan bagi pelanggan terdampak. (Nur Amalina)

  • Peneliti Temukan Teknologi untuk Melawan Gaya Gravitasi Bumi

    Peneliti Temukan Teknologi untuk Melawan Gaya Gravitasi Bumi

    Binis.com, JAKARTA — Mantan insinyur NASA mengklaim telah menemukan teknologi baru yang bisa menghasilkan dorongan tanpa menggunakan bahan bakar atau melawan gravitasi bumi. Jika benar, temuan ini berpotensi mengubah cara manusia menjelajah luar angkasa. 

    Namun, ada satu masalah besar, klaim ini tampaknya bertentangan dengan hukum fisika yang selama ini kita kenal.

    Dalam dunia sains, mesin pendorong biasanya bekerja dengan cara mendorong sesuatu ke belakang seperti gas buang roket agar kendaraan bisa bergerak maju. Tanpa proses itu, sebuah mesin seharusnya tidak bisa menghasilkan dorongan. Karena itulah, ide mesin tanpa bahan bakar sering dianggap mustahil.

    Meski demikian, ide tersebut terus menarik perhatian para peneliti. Salah satu upaya terbaru datang dari mantan insinyur NASA Charles Buhler, yang kini menjadi pendiri perusahaan antariksa bernama Exodus Propulsion Technologies. 

    Buhler mengklaim telah mengembangkan sistem pendorong berbasis elektrostatik yang mampu menghasilkan gaya dorong tanpa membuang massa apa pun. 

    “Penemuan Gaya Baru ini sangat mendasar karena medan listrik saja dapat menghasilkan gaya berkelanjutan pada suatu objek dan memungkinkan translasi pusat massa objek tersebut tanpa mengeluarkan massa.” Ujar Buhler, mengutip Popular Mechanics, Jumat (9/1/2026).

    Tidak hanya itu, Buhler juga mengungkapkan teknologi ini memanfaatkan gaya baru, yakni efek dari medan listrik tertentu yang bisa menciptakan dorongan berkelanjutan. Sistem tersebut bahkan mampu melawan gravitasi Bumi dalam pengujian terbaru.

    Ini Merupakan penemuan besar kata Buhler, dia juga menjelaskan bahwa medan listrik saja jika disusun dengan cara tertentu, dapat menghasilkan gaya yang membuat suatu objek bergerak tanpa bahan bakar.

    Buhler juga menegaskan bahwa proyek ini tidak terkait dengan NASA. Buhler mempresentasikan temuannya dalam sebuah konferensi bernama Alternative Propulsion Energy Conference (APEC), sebuah forum yang mempertemukan insinyur dan penggemar teknologi yang tertarik pada metode propulsi non konvensional.

    Pengalaman Buhler di bidang elektrostatika ilmu yang mempelajari muatan listrik diam menjadi dasar pengembangan teknologi ini. Buhler dan timnya, yang terdiri dari mantan personel NASA, Blue Origin, dan Angkatan Udara AS, telah meneliti konsep mesin tanpa bahan bakar selama puluhan tahun. 

    Awalnya, dorongan yang dihasilkan sangat kecil, tetapi terus meningkat seiring pengembangan alat. Pada 2023, Buhler mengklaim dorongan tersebut akhirnya cukup kuat untuk mengatasi tarikan gravitasi Bumi.

    Meski terdengar menjanjikan, klaim ini masih menuai banyak keraguan. Sejarah mencatat bahwa teknologi serupa pernah muncul sebelumnya, salah satunya EmDrive, mesin yang diperkenalkan pada awal 2000-an dan sempat menghebohkan dunia. Namun setelah diuji secara mendalam oleh berbagai lembaga, termasuk universitas di Jerman, EmDrive terbukti tidak menghasilkan dorongan sama sekali.

    Karena itu, para ilmuwan menekankan pentingnya pengujian independen. Klaim seperti ini harus dibuktikan berulang kali oleh pihak luar dengan metode ilmiah yang ketat. Tanpa pembuktian tersebut, temuan ini belum bisa diterima sebagai terobosan nyata. (Nur Amalina)

  • Cara Mengaktifkan Fitur Aktivitas Mendengarkan dan Request to Jam di Spotify

    Cara Mengaktifkan Fitur Aktivitas Mendengarkan dan Request to Jam di Spotify

    Bisnis.com, JAKARTA — Spotify kini menambahkan fitur yang memungkinkan Anda berbagi apa yang sedang Anda dengarkan di dalam pesan secara real time. Fitur ini diberi nama Aktivitas Mendengarkan, dan bersifat opsional.

    Ketika Anda sedang mendengarkan lagu maka lagu anda akan ditampilkan kepada teman atau orang-orang yang sudah terhubung dengan Anda. Namun, ketika Anda tidak sedang mendengarkan, lagu terakhir Anda yang akan ditampilkan sebagai gantinya.

    Tidak semua orang bisa melihat aktivitas Anda, hanya orang-orang yang sudah terhubung dengan Anda di dalam pesan Spotify. 

    Anda juga bisa melihat aktivitas orang lain meskipun Anda belum mengaktifkan fitur Aktivitas Mendengarkan. Anda juga bisa menonaktifkan fitur ini secara default.

    Cara mengaktifkan fitur Aktivitas Mendengarkan

    Buka aplikasi Spotify lalu masuk ke pengaturan, pilih privasi dan sosial. Selanjutnya aktifkan Aktivitas Mendengarkan, setelah aktif, aktivitas akan muncul di baris obbrolan pada laci samping, aktivitas juga tampil di bagian atas obrolan pesan. Hanya kontak yang Anda pilih yang dapat melihat aktivitas Anda, dan fitur ini dapat dinonaktifkan kapan saja.

    Selain itu, Anda juga bisa melakukan Request to Jam, yaitu cara baru untuk mengundang teman-teman yang terhubung dengan Anda di pesan agar dapat bergabung saat sesi mendengarkan langsung. Jam bisa dilakukan meskipun teman berada di lokasi yang berbeda. 

    Request to Jam memungkinkan Anda melihat kapan seseorang sudah mendengarkan, bergabung dengan mereka, dan mengirim pesan secara sinkron sambil mendengarkan.

    Bagi pengguna premium Anda bisa mengirim permintaan jarak jauh dengan cara mengetuk Jam di pojok kanan atas untuk mengirim permintaan Jam jarak jauh. Jika permintaan Anda diterima, penerima permintaan akan menjadi host sesi Jam, dan kalian dapat menambahkan lagu ke antrean dan mendengarkan lagu bersama.

    Anda juga bisa meninggalkan Jam kapanpun Anda mau, dan undangan Jam yang terlewatkan akan otomatis kadaluarsa jika tidak diterima dalam beberapa menit.  

    Fitur Aktivitas Mendengarkan dan Permintaan untuk Jam sedang mulai dirilis untuk pengguna Spotify di wilayah yang sudah mendukung fitur Pesan, baik di perangkat iOS maupun Android. 

    Kedua fitur ini akan bisa digunakan secara luas pada awal Februari. Perlu diketahui, Permintaan untuk Jam hanya tersedia bagi pengguna Spotify Premium, sedangkan Aktivitas Mendengarkan dapat digunakan oleh semua pengguna Spotify. (Nur Amalina)

  • HP yang Dapat Telepon & SMS via Satelit, Tanpa Menara BTS

    HP yang Dapat Telepon & SMS via Satelit, Tanpa Menara BTS

    Bisnis.com, JAKARTA — Produsen HP asal China, Infinix, merilis sebuah ponsel yang bisa digunakan dengan jaringan satelit. Artinya, mereka tidak butuh menara telekomunikasi untuk berkomunikasi dengan pengguna smartphone lainnya.

    Pada acara Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, perusahaan itu secara resmi mengumumkan bahwa seri Infinix Note 60 yang terbaru dapat menggunakan fitur panggilan dan pesan satelit.

    Perangkat ini dipastikan menjadi ponsel pertama dari perusahaan yang mengintegrasikan sistem Komunikasi Satelit Infinix dan arsitektur pendingin cair HydroFlow.

    Melansir dari The Tech Outlook Jumat (9/1/2026), seri Infinix Note 60 dijadwalkan hadir di pasar pada tahun ini.

    Fitur unggulan utama pada seri ini adalah sistem Komunikasi Satelit yang mendukung transmisi data sebesar 4kbps. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna melakukan panggilan dua arah serta layanan pesan singkat (SMS).

    “Teknologi ini mencakup hampir dua pertiga permukaan Bumi dan diposisikan sebagai koneksi darurat yang selalu aktif,” dikutip dari The Tech Outlook.

    Infinix menegaskan bahwa keunggulan sistem ini terletak pada kemudahan akses bagi pengguna. Konsumen nantinya dapat memanfaatkan konektivitas satelit tanpa perlu melakukan proses registrasi tambahan.

    Selain itu, perangkat lunak yang disematkan memungkinkan peralihan yang lancar (seamless) antara konektivitas seluler standar dan jaringan satelit.

    Dari sisi kinerja hardware, Infinix memperkenalkan inovasi manajemen suhu melalui sistem pendingin cair HydroFlow. Arsitektur baru ini menampilkan pompa keramik piezoelektrik ganda yang mampu mendorong cairan pendingin dengan kecepatan aliran 6,5 ml per menit.

    Sistem tersebut dipadukan dengan kipas piezoelektrik model baru yang menggunakan bilah getar ultra tipis setebal 0,1 mm. Kipas ini dirancang untuk berdenyut hingga 25.000 kali per detik guna memaksimalkan pembuangan panas dari komponen internal.

    Infinix juga melakukan pembaruan pada aspek design dengan penggunaan material kulit fotokromik dan tinta termokromik pada panel belakang. Teknologi material ini memungkinkan badan ponsel berubah warna, menampilkan efek 3D, atau animasi mengalir yang responsif terhadap cahaya dan suhu.

    Untuk mendukung produktivitas dan hiburan, perusahaan turut memperkenalkan ekosistem “AI Module Universe”. Ekosistem ini mencakup modul konferensi untuk terjemahan instan, modul VlogCam dengan pelacakan subjek berbasis AI, serta pengontrol gim terpisah dengan touchpad sensitif tekanan.

    ​Sebagai sinyal kesiapan masuk ke pasar, Infinix Note 60 diketahui telah muncul dalam basis data regulasi Federal Communications Commission (FCC). (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Mark Zuckberg Hentikan Penjualan Ray-Ban Display di Prancis, Italia, dan Kanada

    Mark Zuckberg Hentikan Penjualan Ray-Ban Display di Prancis, Italia, dan Kanada

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Meta mengumumkan penundaan rencana penjualan secara global untuk produk kacamata pintar Ray-Ban Display. 

    Keputusan mengejutkan ini disampaikan di tengah gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu mengonfirmasi bahwa peluncuran yang semula dijadwalkan untuk awal tahun 2026 di pasar Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada kini dihentikan sementara.

    Meta menyebutkan bahwa tingginya permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta keterbatasan pasokan menjadi alasan utama dibalik langkah ini. 

    Akibatnya, daftar tunggu untuk mendapatkan perangkat seharga Rp13,4 juta ini dilaporkan telah mengular hingga jauh ke tahun 2026.

    “Sejak diluncurkan pada musim gugur lalu, kami telah melihat minat yang luar biasa besar,” tulis Meta dalam pernyataan resminya,” tulis Meta dikutip dari Reuters Jumat (9/1/2026). 

    Perusahaan menambahkan bahwa fokus operasional saat ini akan dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi pesanan yang sudah ada di Amerika Serikat sembari melakukan evaluasi ulang terhadap pendekatan ketersediaan internasional mereka.

    Sebagai informasi, Ray-Ban Display pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada 30 September 2025. Perangkat ini merupakan kacamata pintar berteknologi augmented reality (AR) yang jauh lebih canggih dibandingkan varian Ray-Ban Meta yang sudah ada sebelumnya. 

    Perangkat ini dilengkapi dengan tampilan layar warna tunggal yang tertanam pada lensa kanan, sebuah fitur premium yang membedakannya dari pesaing lain di pasar, termasuk model Oakley Meta HSTN.

    Salah satu fitur unik yang menjadi daya tarik utama perangkat ini adalah “Meta Neural Band,” sebuah gelang khusus yang dikenakan di pergelangan tangan pengguna. 

    Meta menjelaskan bahwa gelang ini berfungsi untuk menerjemahkan aktivitas otot pengguna, memungkinkan kontrol pengalaman AR yang lebih intuitif. Kecanggihan teknologi inilah yang disinyalir memicu lonjakan minat yang besar sejak peluncuran September lalu.

    Meta mengakui bahwa produk ini adalah yang pertama dari jenisnya dengan persediaan yang memang sangat terbatas sejak awal. 

    Namun, kesuksesan penjualan yang melampaui ekspektasi justru menjadi bumerang bagi strategi distribusi global mereka. Berita penundaan ini menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi konsumen di luar Amerika Serikat yang telah menanti kedatangan teknologi ini di pasar lokal mereka.

    Meskipun Meta menyatakan akan memfokuskan kembali energinya untuk pasar Amerika Serikat, situasi bagi konsumen di negara tersebut juga dilaporkan masih cukup menantang. 

    Ketersediaan produk ini digambarkan sebagai sesuatu yang tidak merata. Proses pembelian Ray-Ban Display tidak semudah melakukan transaksi online; calon pembeli diharuskan mengunjungi toko fisik secara langsung.

    Konsumen di AS harus mendatangi gerai-gerai tertentu seperti Best Buy, LensCrafters, Sunglass Hut, atau toko resmi Ray-Ban yang berpartisipasi. 

    Selain itu, pembeli juga diharuskan menjadwalkan sesi demonstrasi produk sebelum dapat membelinya. Persyaratan ini jadi hambatan tersendiri bagi mereka yang tidak tinggal di kota-kota besar yang memiliki akses ke jaringan ritel tersebut. 

    Selain menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi kembali pendekatan distribusi mereka, Meta masih belum memberikan tanggal pengganti yang spesifik untuk peluncuran di belahan negara lainnya. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)