Category: Bisnis.com Tekno

  • Tantangan Bisnis Serat Optik Akses Terbuka, Apjatel: Biaya Regulasi di Daerah

    Tantangan Bisnis Serat Optik Akses Terbuka, Apjatel: Biaya Regulasi di Daerah

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menyampaikan tantangan terberat dalam bisnis infrastruktur digital penyewaan serat optik saat ini adalah ongkos regulasi.

    Perusahaan penggelar kabel serat optik dibebani oleh biaya dan pungutan yang cukup besar saat hendak memperluas jaringan mereka. Adapun rasio antara biaya regulasi dengan total pendapatan perusahaan telekomunikasi Indonesia telah menyentuh 12%. Lebih tinggi dari rerata rasio di Asia Pasifik yang sebesar 8,7% dan global yang sebesar 7%.

    Ketua Umum Apjatel Jerry Mangasas Siregar mengatakan ongkos regulasi menjadi salah satu hambatan dalam bisnis serat optik terbuka saat ini.

    Dia tidak menyebutkan berapa biaya yang dipikul oleh perusahaan telekomunikasi penggelar kabel, tetapi dipastikan biaya besar tersebut berdampak pada bisnis pemain penyedia infrastruktur serat optik. 

    “Akan sangat baik jika ada peta jalan serat optik yang jelas, yang dilakukan bersama Komdigi didukung regulasi yang simple dalam penggelaran jaringan fiber optik (FO) serta tidak banyaknya regulatory cost dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” kata Jerry kepada Bisnis, Selasa (23/12/2025). 

    Dia juga mengatakan dengan dukungan tersebut penerapan serat optik open access akses serta sharing infrastruktur secara bersama-sama pemain jaringan serat optik lainnya akan berjalan optimal. 

    Sekadar informasi, perusahaan telekomunikasi besar mulai mengoptimalkan aset yang dimiliki dengan membuka akses sebesar-besarnya bagi siapa pun untuk menggunakan aset serat optik yang mereka miliki. 

    PT Indosat Tbk. menyusul Infranexia milik Telkom dengan memperluas bisnis dalam pengembangan serat optik open access atau independent. Indosat menggandeng  perusahaan investasi besar seperti Northstar dan Arsari Grup milik Hashim. 

    Jerry menambahkan secara prinsip hadirnya perusahaan telekomunikasi besar di bisnis penyewaan serat optik tidak akan mengubah persaingan bisnis di industri. Langkah Telkom dan Indosat, menurutnya, justru diperlukan untuk percepatan penggelaran kabel serat optik Indonesia. 

    Sebagai informasi, panjang kabel serat optik menurut laporan Komdigi sekitar 1 juta kilometer dan konsentrasi dominan serat optik tersebut sebesar 30% dari 514Kab/Kota Di Indonesia 

    “Sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo agar Indonesia dapat terkoneksi seluruhnya sampai dengan 2029 diperlukan roadmap yang clear jalur dan support dari  penyelenggara jaringan serat optik,” kata Jerry.

  • Frekuensi 2,6 GHz Krusial untuk Dongkrak Peringkat Internet RI di Tingkat Global

    Frekuensi 2,6 GHz Krusial untuk Dongkrak Peringkat Internet RI di Tingkat Global

    Bisnis.com, JAKARTA— Kehadiran spektrum frekuensi baru, termasuk pita 2,6 GHz, dinilai masih sangat relevan dan strategis untuk meningkatkan kecepatan sekaligus peringkat internet Indonesia di tingkat global. 

    Diketahui Indonesia saat ini menempati urutan ketujuh di Asia Tenggara sebagai negara dengan layanan seluler tercepat. Indonesia hanya unggul tipis dari Kamboja dan masih tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

    Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai spektrum merupakan elemen krusial dalam peningkatan kualitas jaringan seluler nasional.

    “Kehadiran spektrum frekuensi baru termasuk pita 2,6 GHz masih sangat relevan dan strategis untuk meningkatkan kecepatan serta peringkat internet Indonesia,” kata Heru saat dihubungi Bisnis pada Senin (22/12/2025). 

    Menurut dia, terdapat beberapa alasan utama. Pertama, dari sisi kapasitas dan kualitas jaringan. Spektrum disebut sebagai “bahan baku” utama jaringan seluler. 

    Pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar dibandingkan pita rendah, sehingga ideal untuk mengatasi lonjakan trafik data, khususnya di wilayah urban dan kawasan dengan kepadatan pengguna tinggi.

    “Dengan carrier aggregation dan optimalisasi LTE-Advanced maupun 5G, spektrum ini dapat langsung berdampak pada peningkatan kecepatan rata-rata pengguna,” jelasnya.

    Kedua, dari aspek efisiensi teknologi. Heru menilai, teknologi jaringan saat ini makin bergantung pada mid-band spectrum untuk mencapai keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas.

    Tanpa tambahan spektrum yang memadai, peningkatan kecepatan akan cepat menemui batas meskipun infrastruktur radio dan core network telah ditingkatkan.

    Ketiga, terkait posisi Indonesia dalam pemeringkatan global. Indeks kecepatan internet global tidak hanya menilai cakupan, tetapi juga throughput aktual yang dirasakan pengguna. Dia mengatakan negara-negara dengan performa tinggi umumnya memiliki portofolio spektrum yang cukup, contiguous, dan dapat digunakan secara optimal oleh operator. 

    “Karena itu, penambahan spektrum tetap menjadi prasyarat penting meski bukan satu-satunya faktor untuk mendorong lonjakan peringkat Indonesia,” kata Heru.

    Meski demikian, Heru menekankan spektrum baru harus dibarengi kebijakan turunan yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk mendorong peningkatan posisi Indonesia pada 2026, Heru menyoroti sejumlah faktor kunci yang perlu menjadi fokus Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Pertama, kebijakan spektrum yang pro-operator serta masyarakat dan tepat guna. Selain menyediakan spektrum baru, Komdigi perlu memastikan harga spektrum yang rasional, blok frekuensi yang cukup lebar (contiguous), serta kepastian regulasi jangka panjang. Tanpa hal tersebut, operator cenderung menahan ekspansi jaringan berkecepatan tinggi.

    Kedua, percepatan implementasi 5G yang bermakna atau use-case driven. Menurut Heru, peningkatan kecepatan tidak cukup hanya dengan label 5G, melainkan juga membutuhkan densifikasi BTS, fiberisasi backhaul, serta pengembangan use case industri, smart city, dan layanan publik digital.

    Ketiga, penguatan jaringan fiber optik nasional. Kecepatan seluler sangat bergantung pada kualitas jaringan tetap, baik fixed broadband maupun backbone. Integrasi jaringan fiber hingga ke site BTS harus menjadi prioritas agar kecepatan radio tidak terhambat oleh bottleneck backhaul.

    Selain itu, Heru juga menyoroti pentingnya reformasi perizinan dan tata ruang infrastruktur. Hambatan perizinan daerah, biaya sewa lahan, serta aturan pembangunan menara masih menjadi penghambat densifikasi jaringan. Penyederhanaan regulasi lintas sektor dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas jaringan.

    Tak kalah penting, peningkatan kualitas layanan dan pengawasan quality of service (QoS) juga perlu diperkuat. Menurut Heru, selain kecepatan puncak, konsistensi dan kualitas layanan seperti latency, jitter, dan reliability harus diawasi lebih ketat dengan pendekatan berbasis pengalaman pengguna.

    Pekerja memperbaiki pemancar internet di menara telekomunikasi

    Diketahui di tengah upaya peningkatan infrastruktur, kinerja internet Indonesia di kawasan Asia Tenggara menunjukkan tren membaik. 

    Berdasarkan laporan Speedtest by Ookla yang dikutip Senin (22/12/2025), Indonesia menempati posisi ketujuh di Asia Tenggara dengan median kecepatan unduh internet mobile sebesar 50,77 Mbps.

    Capaian tersebut menempatkan Indonesia di atas Kamboja dan Laos. Kamboja mencatatkan median kecepatan unduh internet mobile sebesar 50,18 Mbps, sementara Laos berada di posisi kesembilan dengan kecepatan 47,18 Mbps. Speedtest Global Index tidak mencatat data kecepatan unduh internet mobile di Myanmar dan Timor Leste.

    Meski demikian, posisi Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara di kawasan. DataIndonesia mencatat Brunei Darussalam masih menjadi negara dengan jaringan internet mobile tercepat di Asia Tenggara per November 2025, dengan median kecepatan unduh mencapai 226,92 Mbps. Singapura berada di posisi kedua dengan 195,65 Mbps, disusul Vietnam sebesar 160,5 Mbps dan Malaysia dengan 141,18 Mbps. Adapun Thailand dan Filipina masing-masing mencatatkan kecepatan 136,91 Mbps dan 54,39 Mbps.

    Speedtest Global Index sendiri membandingkan data kecepatan internet di lebih dari 190 negara, dengan data yang diperbarui setiap pertengahan bulan berdasarkan pengujian di lebih dari 15.000 server di seluruh dunia.

  • Indosat, Northstar, dan Arsari Group Hashim Bangun Perusahaan Serat Optik Terbuka

    Indosat, Northstar, dan Arsari Group Hashim Bangun Perusahaan Serat Optik Terbuka

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) bekerja sama dengan Northstar Group, dan Arsari Group, perusahaan investasi multisektor milik Hashim Djojohadikusumo, menjalin kemitraan bersama untuk mengembangkan infrastruktur digital Indonesia melalui sebuah platform infrastruktur digital berbasis serat optik yang independen atau akses terbuka.

    Penandatanganan Perjanjian Investasi antara Indosat dengan Arsari Group dan Northstar Group rencananya akan diadakan hari ini, Selasa (23/12/2025) MX Center Indosat, Jakarta. President Director & CEO Indosat Vikram Sinha  dan Komisaris Utama Indosat Nezar Patria kabarnya akan hadir dalam MoU tersebut.

    Sementara itu, dalam dokumen yang diterima Bisnis, perusahaan infrastruktur terbuka itu diharapkan dapat memberi dampak terhadap Indonesia, dunia usaha, dan komunitas.

    Dokumen menyebut peningkatan 10% dalam penetrasi fixed broadband diasosiakan dengan pertumbuhan PDB inkremental sebesar 0,9-1,5 poin atau 1,5 kali efek limpahan (spillover effects) lintas sektor dalam jangka menengah.

    Indonesia yang saat ini penetrasi fixed broadbandnya masih rendah, menjadi peluang bagi perusahaan gabungan Indosat, Northstar, dan Arsari Group.

    Perusahaan itu juga diharapkan dapat berdampak pada ketenagakerjaan. Tolok ukur internasional memperkirakan terciptanya 10.000-17.000 lapangan kerja per USD 1 miliar investasi broadband jika memperhitungkan efek langsung, tidak langsung, dan imbasan. Jika diterapkan secara konservatif, FiberCo dapat mendukung 8.000 tahun kerja (job years) yang mencakup konstruksi, operasi, layanan digital, dan industri hilir.

    Diketahui, Indosat telah mengucurkan belanja modal lebih dari Rp10 triliun sepanjang Januari-September 2025 yang mayoritas digunakan untuk bisnis selular.

    Berdasarkan info memo Indosat, belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang 9 bulan 2025 mencapai Rp10,73 triliun. Jumlah tersebut tidak termasuk belanja modal aset hak guna yang mencapai Rp4,47 triliun.

    Manajemen ISAT menyampaikan sekitar 79,5% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan telekomunikasi tetap.

    Belanja modal Indosat sepanjang 9 bulan 2025 setara dengan 26,06% dari pendapatan perseroan pada periode yang sama yang mencapai Rp41,16 triliun.

    Dibandingkan dengan 9 bulan 2024, capex Indosat mengalir lebih deras pada tahun ini. ISAT tercatat menghabiskan belanja modal Rp7,26 triliun per kuartal III/2024, tidak termasuk Rp5,48 triliun aset hak guna.

    Pada periode yang sama tahun lalu, Indosat menggulirkan sekitar 84,2% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
    permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan TI.

    Di sisi kinerja keuangan, Indosat mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih selama 9 bulan 2025. Laba bersih ISAT turun 7,5% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,58 triliun per 9 bulan 2025, dari sebelumnya sebesar Rp3,87 triliun.

    Penurunan laba bersih ini salah satunya diakibatkan oleh penurunan pendapatan perseroan menjadi Rp41,16 triliun sampai akhir September 2025, dari sebelumnya sebesar Rp41,8 triliun. Pendapatan ini turun 1,6% secara tahunan.

    Penurunan pendapatan ini diakibatkan oleh penurunan pendapatan selular sebesar Rp34,5 triliun atau turun 1,9% YoY, pendapatan MIDI yang naik menjadi Rp6 triliun, dan pendapatan telekomunikasi tetap yang turun 9,9% menjadi Rp604 miliar.

    Manajemen ISAT dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan pendapatan selular perseroan menurun sebesar 1,9% dibandingkan 9 bulan 2024, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan data, telepon, dan SMS yang diimbangi kenaikan jasa nilai tambah dan jasa interkoneksi.

    Di sisi lain, ISAT mencatatkan beban sebesar Rp33,32 triliun pada 9 bulan 2025, turun sebesar Rp23,7 miliar atau 0,1% lebih rendah dibanding 9 bulan 2024 sebesar Rp33,34 triliun.

  • Kelahiran XLSMART hingga Perluasan FWA Lewat 1,4 GHz

    Kelahiran XLSMART hingga Perluasan FWA Lewat 1,4 GHz

    Bisnis.com, JAKARTA— Kaleidoskop industri telekomunikasi Indonesia pada 2025 merangkum sejumlah peristiwa penting mulai dari merger XL Axiata dengan Smartfren hingga lelang frekuensi 1,4 GHz.

    Di saat yang sama, kualitas internet bergerak menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Indonesia masih perlu mengejar ketertinggalan dari negara-negara dengan ekosistem digital yang lebih matang di Asia Tenggara. 

    Berikut rangkuman kaleidoskop industri telekomunikasi sepanjang 2025 yang dihimpun Bisnis:

    Konsolidasi Operator Seluler: Lahirnya XLSmart

    Konsolidasi kembali menjadi kata kunci industri telekomunikasi pada 2025. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan restu atas penggabungan PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), dan PT Smart Telecom (ST) menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart). Persetujuan ini menandai lahirnya entitas baru di tengah pasar seluler yang semakin kompetitif dan padat modal.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan persetujuan diberikan setelah proses verifikasi faktual dan pertemuan langsung dengan manajemen perusahaan. “Maka hari ini kami setelah verifikasi faktual dengan bertemu, kami prinsipnya memberikan persetujuan kepada PT XLSmart Telecom Sejahtera,” kata Meutya di Kantor Komdigi (17/4/2025).

    Customer service melayani pelanggan XLSMART

    Namun, restu pemerintah disertai prasyarat. Komdigi mewajibkan XLSmart menambah 8.000 base transceiver station (BTS) serta meningkatkan kecepatan jaringan hingga 16% pada 2029. Kewajiban tersebut menjadi penyeimbang atas konsentrasi pasar yang menguat pascamerger.

    Konsolidasi XLSmart memperpanjang jejak merger di industri telekomunikasi nasional setelah Indosat dan Tri Indonesia bergabung pada awal 2022. PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) saat itu mendapat persetujuan hampir bulat dari pemegang saham untuk membentuk PT Indosat Ooredoo Hutchison. 

    Di luar jaringan terestrial, layanan satelit juga menghadapi tantangan sepanjang 2025. SpaceX mengumumkan layanan Starlink tidak tersedia sementara bagi pelanggan baru di Indonesia karena kapasitas yang telah habis terjual.

    “Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitasnya telah habis terjual di seluruh Indonesia,” tulis Starlink melalui laman resminya, pada 13 Juli 2025. 

    Kondisi tersebut mencerminkan tingginya permintaan akses internet berbasis satelit, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber dan seluler. SpaceX bahkan disebut tengah mencari pendanaan hingga Rp6,5 triliun untuk menambah kapasitas satelit.

    Tak berselang lama, SpaceX kembali membuka layanan bagi pelanggan baru di Indonesia per 23 Juli 2025. Ketersediaan ini mencakup segmen ritel, korporasi, hingga backhaul, dan ditampilkan melalui peta ketersediaan resmi Starlink.

    Peluncuran Starlink

    Penataan Spektrum Baru: Lelang Frekuensi 1,4 GHz

    Selain konsolidasi operator, 2025 juga diwarnai oleh penataan spektrum baru. Komdigi membuka seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz untuk layanan broadband wireless access. Spektrum ini dinilai strategis untuk memperluas akses internet tetap nirkabel. Hasil lelang yang diumumkan pada Oktober 2025 menunjukkan menguatnya peran pemain non-operator seluler besar. 

    PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), memenangkan regional I yang meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan penawaran sebesar Rp403,7 miliar.

    Sementara itu, PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), menguasai regional II yang mencakup Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, serta regional III yang meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

    Jajaran direksi Surge WIFI

    Kualitas Internet Membaik, Regulasi Kian Ketat

    Di tengah berbagai tantangan, kualitas internet Indonesia menunjukkan perbaikan relatif. Data Speedtest Global Index menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh Asia Tenggara dengan median kecepatan unduh internet mobile sebesar 50,77 Mbps per November 2025. Meski demikian, jarak dengan negara seperti Brunei Darussalam dan Singapura masih cukup lebar.

    Pada sisi regulasi, pemerintah bersiap menerapkan kewajiban registrasi SIM card berbasis biometrik pengenalan wajah. Aturan ini akan berlaku penuh mulai 1 Juli 2026, dengan masa transisi sejak Januari 2026.

    “Tapi setelah 1 Juli itu udah mulai setiap kartu baru dibuka harus dengan face recognition,” kata Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah.

    Peluncuran Satelit Nusantara Lima

    Penguatan infrastruktur telekomunikasi nasional pada 2025 tidak hanya bertumpu pada jaringan terestrial dan konsolidasi operator, tetapi juga pada pengembangan konektivitas berbasis satelit. Salah satu tonggak pentingnya adalah peluncuran Satelit Nusantara Lima yang diharapkan memperluas akses internet, khususnya ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang masih sulit dijangkau jaringan fiber optik dan seluler.

    Satelit Nusantara Lima resmi diluncurkan ke angkasa pada Kamis (11/9/2025) malam waktu Florida, Amerika Serikat, atau Jumat pagi waktu Indonesia, menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Peluncuran ini semula dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2025, namun mengalami beberapa kali penundaan akibat faktor cuaca di lokasi peluncuran.

    Dengan kapasitas lebih dari 160 gigabit per detik (Gbps), Nusantara Lima menjadi salah satu satelit komunikasi terbesar di Asia saat ini. Satelit ini dirancang untuk memperluas jangkauan layanan internet tidak hanya di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan Filipina, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas regional.

    Satelit meluncur ke orbit

    Satelit tersebut diproduksi oleh Boeing Satellite Systems International Inc. dengan platform Boeing 702MP dan bobot peluncuran sekitar 7,8 ton. Nusantara Lima dirancang memiliki masa operasi lebih dari 15 tahun, didukung teknologi Ka-Band Very High Throughput Satellite (VHTS), XIPS Electrical Thruster, serta Gen 7 Channelizer untuk efisiensi dan stabilitas transmisi data.

    Bencana Alam dan Uji Ketahanan Infrastruktur Konektivitas

    Menjelang akhir tahun, industri telekomunikasi kembali diuji oleh bencana alam. Banjir dan tanah longsor menyebabkan lumpuhnya konektivitas di sejumlah wilayah Sumatra, terutama Aceh. Komdigi mencatat pemulihan layanan di Aceh mencapai 80%, sementara Sumatra Utara dan Sumatra Barat hampir pulih sepenuhnya.

    “[Saat ini] yang memang masih kami akan fokus kerjanya untuk pemulihan [di Aceh] itu ada di wilayah Aceh Tamiang, kemudian di wilayah Gayo Lues, dan di wilayah Bener Meriah,” kata Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya.

    PT Telkomsel mengungkapkan tantangan utama pemulihan berasal dari sektor kelistrikan. Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut banyak infrastruktur listrik yang rusak akibat bencana.

    “Banyak sutet yang sudah rubuh dan belum bisa disambungkan kembali kemudian integrasi dengan pembangkit-pembangkit listrik yang ada juga belum bisa dilakukan sepenuhnya sampai saat ini,” katanya.

  • Varian 16 Pro Turun Drastis Jelang Libur Natal

    Varian 16 Pro Turun Drastis Jelang Libur Natal

    Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2025, distributor resmi Apple di Indonesia, iBox, terpantau melakukan penyesuaian harga secara besar-besaran untuk lini iPhone 16 Series.

    Penurunan harga paling mencolok menyasar model premium, yakni iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max, dengan nilai potongan mencapai jutaan rupiah dibandingkan dengan harga yang pernah ditulis oleh Bisnis awal Desember kemarin..

    Menurut pantauan data dari laman resmi iBox pada Senin (22/12/2025), iPhone 16 Pro kini dibanderol mulai dari Rp17.499.000 untuk varian kapasitas 128GB. Harga tersebut menunjukkan penurunan sekitar 20% dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp21.999.000.

    Sementara itu, varian tertinggi iPhone 16 Pro Max kapasitas 256GB saat ini dipatok seharga Rp21.499.000, turun dari harga awal Rp25.999.000.

    Penurunan harga paling mencolog ditemukan pada iPhone 16 Pro Max varian 1TB yang kini dihargai Rp29.499.000, atau hemat sekitar Rp5,5 juta dari harga pada awal Desember.

    Berikut adalah update harga iPhone 17 Pro Max hingga iPhone 15 dibandingkan dengan harga pada awal Desember 2025:

    Harga iPhone 17 Pro Max

    256GB: Rp 25.749.000

    512GB: Stok habis

    1TB: Stok habis

    2TB: Rp 43.999.000

    Harga iPhone 17 Pro

    256GB: Rp 23.749.000

    512GB: Rp 28.249.000

    1TB: Rp 32.999.000

    Harga iPhone 16 Pro Max

    256GB: Rp 21.499.000 (sebelumnya Rp 21.999.000)

    512GB: Rp 25.499.000 (sebelumnya Rp 26.499.000)

    1TB: Rp 29.499.000 (sebelumnya Rp 31.499.000)

    Harga iPhone 16 Pro 

    128GB: Rp 17.499.000 (sebelumnya Rp 17.999.000)

    256GB: Rp 19.999.000 (sebelumnya Rp 20.499.000)

    512GB: Rp 23.499.000 (sebelumnya Rp 24.499.000)

    1TB: Rp 27.999.000 (sebelumnya Rp 28.999.000)

    Harga iPhone 16

    128GB: Rp 14.999.000 

    256GB: Rp 16.499.000 

    512GB: Rp 20.999.000

    Harga iPhone 16 Plus

    128GB: Rp 17.249.000 

    256GB: Rp 19.749.000

    512GB: Rp 22.999.000 

    Harga iPhone 15

    128GB: Rp 11.249.000

    Harga iPhone 15 Plus

    128GB: Rp 13.499.000

    256GB: Rp 15.999.000

    Adapun informasi ketersediaan produk dapat diperoleh melalui situs resmi iBox atau dengan mengunjungi gerai iBox terdekat secara langsung. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26+ Bakal Diperkuat Chipset Exynos 2600

    Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26+ Bakal Diperkuat Chipset Exynos 2600

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung baru saja memperkenalkan chipset flagship generasi terbaru, Exynos 2600, yang diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2nm Gate-All-Around (GAA) tercanggih. Chipset ini nantinya dipersiapkan untuk mentenagai perangkat masa depan seperti Galaxy S26 dan Galaxy S26+.

    Exynos 2600 membawa loncatan performa komputasi sebesar 39% serta peningkatan kemampuan kecerdasan artifisial (AI) generatif hingga 113% dibandingkan pendahulunya.

    Chipset ini juga mengadopsi konfigurasi klaster ‘1 + 3 + 6’ yang memanfaatkan desain inti terbaru dari ARM, serupa dengan yang ditemukan pada chipset kompetitor seperti MediaTek Dimensity 9500.

    Dukungan terhadap arsitektur ARM v9.3 memungkinkan chipset ini mengimplementasikan instruksi Scalable Matrix Extension 2 (SME2).

    Mirip dengan teknologi yang digunakan pada chip Apple M4, SME2 memungkinkan Exynos 2600 menangani beban kerja kompleks dengan jauh lebih efisien. Pecinta mobile gaming juga akan merasakan peningkatan performa ray tracing hingga 50%.

    Samsung turut memperkenalkan fitur Exynos Neural Super Sampling (ENSS) yang berfungsi sebagai solusi up-scaling industri pada level SoC. Fitur ini mendukung frame generation yang memastikan peningkatan framerate signifikan pada aplikasi gim tanpa menguras daya baterai secara berlebih.

    Sektor AI menjadi sorotan utama melalui kehadiran Neural Processing Unit (NPU) 32K Mac yang didesain untuk efisiensi operasional. Samsung mengklaim implementasi AI ini mampu mengurangi konsumsi daya hingga 50% dalam penggunaan tertentu.

    Selain itu, teknologi AI ini terintegrasi ke dalam Visual Perception System (VPS) untuk meningkatkan kualitas fotografi dan video secara real-time.

    ISP (Image Signal Processor) pada Exynos 2600 mampu mengenali elemen detail, termasuk gerakan halus seperti kedipan mata.

    Chipset ini juga telah mendukung penggunaan sensor kamera hingga resolusi 320MP serta mengadopsi codec APV. Untuk memperkuat kualitas video di kondisi minim cahaya, Samsung menyertakan fitur Deep Learning Video Noise Reduction (DVNR).

    Dari sisi keamanan, Exynos 2600 menjadi SoC seluler pertama di dunia yang mengadopsi Post-Quantum Cryptography (PQC) berbasis perangkat keras.

    Teknologi ini memberikan perlindungan yang berakar pada ROM (ROM-rooted) guna menjamin keamanan data jangka panjang bagi pengguna.

    Samsung juga berupaya mengatasi masalah manajemen suhu melalui penerapan teknologi Heat Pass Block (HPB). Penggunaan teknologi HPB ini diklaim mampu menurunkan resistensi termal sebesar 16% untuk menjaga stabilitas suhu chipset.

    Laporan sebelumnya bahkan menyebutkan bahwa pendekatan pengaturan panas terbaru ini dapat memberikan penurunan suhu hingga 30%. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Spektrum 2,6 GHz Bakal Dongkrak Kecepatan dan Peringkat Internet Indonesia

    Spektrum 2,6 GHz Bakal Dongkrak Kecepatan dan Peringkat Internet Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA— Kehadiran spektrum frekuensi baru, termasuk pita 2,6 GHz, dinilai masih sangat relevan dan strategis untuk meningkatkan kecepatan sekaligus peringkat internet Indonesia di tingkat global. 

    Sejumlah pengamat telekomunikasi menilai, tambahan spektrum menjadi prasyarat penting di tengah lonjakan trafik data dan kebutuhan layanan digital berkecepatan tinggi. Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai spektrum merupakan elemen krusial dalam peningkatan kualitas jaringan seluler nasional.

    “Kehadiran spektrum frekuensi baru termasuk pita 2,6 GHz masih sangat relevan dan strategis untuk meningkatkan kecepatan serta peringkat internet Indonesia,” kata Heru saat dihubungi Bisnis pada Senin (22/12/2025). 

    Menurut dia, terdapat beberapa alasan utama. Pertama, dari sisi kapasitas dan kualitas jaringan. Spektrum disebut sebagai “bahan baku” utama jaringan seluler. 

    Pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar dibandingkan pita rendah, sehingga ideal untuk mengatasi lonjakan trafik data, khususnya di wilayah urban dan kawasan dengan kepadatan pengguna tinggi.

    “Dengan carrier aggregation dan optimalisasi LTE-Advanced maupun 5G, spektrum ini dapat langsung berdampak pada peningkatan kecepatan rata-rata pengguna,” jelasnya.

    Kedua, dari aspek efisiensi teknologi. Heru menilai, teknologi jaringan saat ini makin bergantung pada mid-band spectrum untuk mencapai keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas. Tanpa tambahan spektrum yang memadai, peningkatan kecepatan akan cepat menemui batas meskipun infrastruktur radio dan core network telah ditingkatkan.

    Ketiga, terkait posisi Indonesia dalam pemeringkatan global. Indeks kecepatan internet global tidak hanya menilai cakupan, tetapi juga throughput aktual yang dirasakan pengguna. Dia mengatakan negara-negara dengan performa tinggi umumnya memiliki portofolio spektrum yang cukup, contiguous, dan dapat digunakan secara optimal oleh operator. 

    “Karena itu, penambahan spektrum tetap menjadi prasyarat penting meski bukan satu-satunya faktor untuk mendorong lonjakan peringkat Indonesia,” kata Heru.

    Meski demikian, Heru menekankan spektrum baru harus dibarengi kebijakan turunan yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Untuk mendorong peningkatan posisi Indonesia pada 2026, Heru menyoroti sejumlah faktor kunci yang perlu menjadi fokus Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Pertama, kebijakan spektrum yang pro-operator serta masyarakat dan tepat guna. Selain menyediakan spektrum baru, Komdigi perlu memastikan harga spektrum yang rasional, blok frekuensi yang cukup lebar (contiguous), serta kepastian regulasi jangka panjang. Tanpa hal tersebut, operator cenderung menahan ekspansi jaringan berkecepatan tinggi.

    Kedua, percepatan implementasi 5G yang bermakna atau use-case driven. Menurut Heru, peningkatan kecepatan tidak cukup hanya dengan label 5G, melainkan juga membutuhkan densifikasi BTS, fiberisasi backhaul, serta pengembangan use case industri, smart city, dan layanan publik digital. Ketiga, penguatan jaringan fiber optik nasional. Kecepatan seluler sangat bergantung pada kualitas jaringan tetap, baik fixed broadband maupun backbone. Integrasi jaringan fiber hingga ke site BTS harus menjadi prioritas agar kecepatan radio tidak terhambat oleh bottleneck backhaul.

    Selain itu, Heru juga menyoroti pentingnya reformasi perizinan dan tata ruang infrastruktur. Hambatan perizinan daerah, biaya sewa lahan, serta aturan pembangunan menara masih menjadi penghambat densifikasi jaringan. Penyederhanaan regulasi lintas sektor dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas jaringan.

    Tak kalah penting, peningkatan kualitas layanan dan pengawasan quality of service (QoS) juga perlu diperkuat. Menurut Heru, selain kecepatan puncak, konsistensi dan kualitas layanan seperti latency, jitter, dan reliability harus diawasi lebih ketat dengan pendekatan berbasis pengalaman pengguna.

    Pandangan serupa disampaikan Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Joseph Matheus Edward. Dia menilai, pita 2,6 GHz dengan bandwidth yang besar sangat relevan untuk mendorong kecepatan internet seluler dan fixed wireless access (FWA).

    “Tentu 2.6 GHz dengan bandwidth 190 Mhz akan mendorong internet seluler maupun bwa/fwa yg lebih cepat atau riil 5G. Jadi sangat relevan dalam meningkatkan kecepatan internet,” kata Ian kepada Bisnis pada Senin (22/12/2025). 

    Namun, dia menegaskan penambahan bandwidth saja tidak cukup. Menurutnya, penguatan jaringan backbone optik dan content delivery network (CDN) yang lebih dekat dengan pelanggan juga menjadi faktor penentu.

    Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi dari ITB lainnya, Agung Harsoyo, menjelaskan tambahan spektrum akan langsung berdampak pada kecepatan data, terutama karena mayoritas layanan seluler di Indonesia masih menggunakan teknologi 4G.

    “Jadi, tentu saja, ketika pita frekuensi bertambah misal 2.6GHz), maka bertambah cepat transfer datanya,” kata Agung.

    Agung mengingatkan peningkatan kecepatan pada sisi radio, yang menghubungkan ponsel pelanggan dengan BTS, harus diimbangi dengan ketersediaan jaringan backhaul dan backbone yang cepat serta berkualitas, khususnya melalui dukungan jaringan fiber optik.

    “Jadi, pemerintah perlu men-support penyelenggara jaringan untuk menggelar fiber optik dan selular sekaligus. Inilah era fixed-mobile convergence (FMC),” katanya.

    Di tengah upaya peningkatan infrastruktur tersebut, kinerja internet Indonesia di kawasan Asia Tenggara menunjukkan tren membaik. 

    Berdasarkan laporan Speedtest by Ookla yang dikutip Senin (22/12/2025), Indonesia menempati posisi ketujuh di Asia Tenggara dengan median kecepatan unduh internet mobile sebesar 50,77 Mbps.

    Capaian tersebut menempatkan Indonesia di atas Kamboja dan Laos. Kamboja mencatatkan median kecepatan unduh internet mobile sebesar 50,18 Mbps, sementara Laos berada di posisi kesembilan dengan kecepatan 47,18 Mbps. Speedtest Global Index tidak mencatat data kecepatan unduh internet mobile di Myanmar dan Timor Leste.

    Meski demikian, posisi Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara di kawasan. DataIndonesia mencatat Brunei Darussalam masih menjadi negara dengan jaringan internet mobile tercepat di Asia Tenggara per November 2025, dengan median kecepatan unduh mencapai 226,92 Mbps. Singapura berada di posisi kedua dengan 195,65 Mbps, disusul Vietnam sebesar 160,5 Mbps dan Malaysia dengan 141,18 Mbps. Adapun Thailand dan Filipina masing-masing mencatatkan kecepatan 136,91 Mbps dan 54,39 Mbps.

    Speedtest Global Index sendiri membandingkan data kecepatan internet di lebih dari 190 negara, dengan data yang diperbarui setiap pertengahan bulan berdasarkan pengujian di lebih dari 15.000 server di seluruh dunia.

  • Google Translate Bisa Terjemahkan Suara Langsung Lewat Headphone, Ini Caranya

    Google Translate Bisa Terjemahkan Suara Langsung Lewat Headphone, Ini Caranya

    Bisnis.com, JAKARTA — Google secara resmi memperkenalkan fitur penerjemahan percakapan real-time melalui headphone pada layanan Google Translate. 

    Teknologi live speech-to-speech translation ini memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) Gemini untuk memberikan pengalaman komunikasi antar bahasa yang lebih natural.

    Melalui fitur ini, pengguna dapat mengikuti percakapan, mendengarkan kelas kuliah, atau menonton film dalam bahasa asing tanpa hambatan.

    “Teknologi ini bekerja untuk mempertahankan nada, penekanan, dan irama dari setiap pembicara guna menciptakan terjemahan yang lebih alami,” tulis Google dalam keterangan resminya, dikutip Senin (22/12/2025).

    Saat ini, fase beta untuk fitur live translation melalui headphone telah tersedia di aplikasi Google Translate versi Android. Layanan ini sudah mendukung lebih dari 70 bahasa dan baru mulai digulirkan bagi pengguna di wilayah Amerika Serikat, Meksiko, dan India.

    Google mengonfirmasi bahwa ekspansi fitur ini untuk platform iOS dan negara-negara lainnya akan menyusul pada tahun depan.

    Selain fitur suara, Google juga meningkatkan kualitas terjemahan teks di platform Search dan aplikasi Translate menggunakan model Gemini yang sama. Peningkatan ini difokuskan pada pemahaman frasa yang memiliki makna bernuansa seperti idiom, ekspresi lokal, hingga bahasa gaul (slang).

    Sebagai contoh, penerjemahan idiom bahasa Inggris “stealing my thunder” kini diklaim lebih akurat dan kontekstual daripada sekadar terjemahan harfiah kata demi kata. Berdasarkan pemeriksaan langsung, “stealing my thunder” akan langsung diartikan sebagai “mencuri perhatianku”.

    Pembaruan teks ini mencakup hampir 20 bahasa populer, termasuk Mandarin, Jepang, Spanyol, Jerman, dan Hindi.

    Dari sisi operasional dan pengembangan pasar, Google juga memperluas alat pembelajaran bahasa di dalam aplikasinya ke hampir 20 negara baru. Negara-negara seperti Jerman, India, Swedia, dan Taiwan kini mendapatkan akses ke fitur feedback yang ditingkatkan untuk praktik berbicara.

    Cara Menggunakan Fitur Live Translate

    Berdasarkan keterangan teknis dari Google, berikut adalah cara menggunakan fitur terjemahan langsung melalui headphone:

    1. Hubungkan headphone atau earbuds ke perangkat Android yang sudah terpasang aplikasi Google Translate terbaru.

    2. Buka aplikasi Google Translate, lalu temukan dan ketuk menu bertajuk “Live translate”.

    3. Pilih bahasa sumber yang ingin didengarkan dan bahasa target yang ingin Anda dengar di headphone.

    4. Klik tombol mulai, dan Gemini akan secara otomatis menerjemahkan ucapan lawan bicara langsung ke telinga Anda secara real-time. (Muhammad Farel Ramadhan)

  • Delapan Tren Smartphone yang Diperkirakan Muncul pada 2026

    Delapan Tren Smartphone yang Diperkirakan Muncul pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Smartphone pada 2026 diperkirakan tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Perangkat ini akan berkembang menjadi pusat aktivitas digital yang semakin cerdas, terhubung, dan mendukung berbagai kebutuhan pengguna, baik untuk kehidupan pribadi maupun pekerjaan.

    Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, desain perangkat, hingga konektivitas jaringan mendorong produsen smartphone menghadirkan inovasi baru. Sejumlah tren pun diprediksi akan membentuk arah industri smartphone pada 2026. Berikut delapan tren yang diperkirakan akan muncul dikutip dari laman Forbes pada Senin (22/12/2025). 

    1. Kecerdasan Buatan Terintegrasi Langsung di Perangkat

    Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan semakin menyatu dengan sistem smartphone. Jika sebelumnya AI lebih banyak hadir sebagai fitur tambahan, pada 2026 pemrosesan AI akan dilakukan langsung di perangkat. Hal ini membuat kinerja lebih cepat, penggunaan lebih aman, serta pengalaman pengguna menjadi lebih mulus tanpa harus selalu terhubung ke cloud.

    2. Aplikasi Pintar yang Bisa Bertindak untuk Pengguna

    Aplikasi di smartphone akan semakin cerdas dan mampu menjalankan berbagai tugas secara otomatis. Aplikasi berbasis AI tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga dapat mengatur jadwal, melakukan pemesanan, hingga mengelola pembayaran. Smartphone pun berfungsi sebagai asisten digital yang membantu aktivitas sehari-hari.

    3. Smartphone Layar Lipat dan Multi-Layar Lebih Terjangkau

    Perangkat layar lipat dan layar ganda diperkirakan mulai menyasar pasar menengah. Penurunan biaya produksi dan peningkatan kualitas material membuat desain ini semakin diminati. Smartphone multi-layar menawarkan kemudahan multitasking, baik untuk bekerja maupun hiburan.

    4. Perangkat yang Lebih Ramah Lingkungan

    Isu lingkungan menjadi perhatian penting dalam pengembangan smartphone. Produsen didorong untuk membuat perangkat yang lebih tahan lama, mudah diperbaiki, serta menggunakan bahan daur ulang. Dukungan pembaruan sistem dan keamanan dalam jangka panjang juga semakin diperhatikan.

    5. Peningkatan Kamera Berbasis AI

    Kamera smartphone terus mengalami peningkatan, meski bersifat bertahap. Pada 2026, teknologi AI akan membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabil, tajam, dan optimal dalam kondisi minim cahaya. Kemampuan perekaman dan pengeditan video langsung di perangkat juga semakin ditingkatkan.

    6. Pengembangan Layar Holografik

    Setelah layar lipat, teknologi layar holografik mulai dikembangkan oleh sejumlah produsen. Meski belum digunakan secara luas, layar 3D tanpa kacamata diperkirakan akan terus disempurnakan dan menarik perhatian pasar pada 2026.

    7. Konektivitas Satelit Mulai Digunakan Lebih Luas

    Smartphone generasi terbaru mulai mendukung konektivitas satelit. Teknologi ini memungkinkan pengguna tetap terhubung di wilayah yang sulit dijangkau jaringan seluler. Konektivitas satelit membuka peluang komunikasi yang lebih merata, terutama di daerah terpencil.

    8. SIM Fisik Perlahan Ditinggalkan

    Penggunaan kartu SIM fisik diperkirakan semakin berkurang. Teknologi eSIM dan iSIM memungkinkan konektivitas langsung tertanam di perangkat, sehingga pengguna tidak perlu lagi memasang kartu secara manual. Proses aktivasi jaringan menjadi lebih cepat dan praktis.

  • Pengguna E-Commerce jadi Sasaran Empuk, Peretas Tebar 6,7 Juta Serangan 2025

    Pengguna E-Commerce jadi Sasaran Empuk, Peretas Tebar 6,7 Juta Serangan 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Sektor ritel dan e-commerce menjadi sasaran empuk kejahatan siber sepanjang 2025. Pencurian data melalui aplikasi palsu, ransomware, aktivitas phising, hingga spam marak menyasar para pengguna yang mengandalkan belanja secara digital.

    Dalam Buletin Keamanan 2025 yang dirilis Kaspersky, sebanyak 14,41% pengguna di sektor ritel tercatat menghadapi ancaman berbasis web, sementara 22,20% lainnya mengalami ancaman langsung di perangkat (on-device). 

    Pada tingkat korporasi atau, sekitar 8,25% perusahaan ritel dan e-commerce tercatat terdampak serangan ransomware. 

    Adapun yang paling mencolok, jumlah pengguna B2B unik di sektor ritel dan e-commerce yang mengalami deteksi ransomware melonjak hingga 152% pada 2025 dibandingkan 2023. 

    Selain ransomware, phishing masih menjadi ancaman dominan. Kaspersky mengidentifikasi sekitar 6,7 juta serangan phishing yang menargetkan pengguna toko online, sistem pembayaran, dan perusahaan pengiriman sepanjang 2025. 

    Dari total tersebut, lebih dari separuh atau 50,58% secara spesifik menyasar toko online.

    Lebih terperinci, dari tren yang dicatat Kaspersky dalam Buletin Keamanan 2025, kebiasaan digital sehari-hari pengguna menjadi titik rawan baru serangan siber. 

    Berbelanja dan memesan makanan melalui aplikasi seluler dalam beberapa waktu terakahir menjadi rutinitas masyarakat.

    Kendati demikian, Kaspersky mengungkap bahwa bahkan aplikasi yang tampak sah dan diunduh dari toko aplikasi resmi tidak selalu menjamin keamanan data. 

    Sepanjang 2025, sejumlah insiden menunjukkan pencurian data dan kredensial keuangan dapat terjadi melalui aplikasi populer, termasuk layanan pemesanan makanan.

    Pada segmen B2B, peningkatan deteksi ransomware sebagian besar dipicu oleh satu aktor dominan. Jumlah pengguna unik di sektor ritel dan e-commerce yang mengalami deteksi ransomware meningkat sebesar 152% pada 2025 (November 2024 – Oktober 2025) dibandingkan dengan 2023 (November 2022 – Oktober 2023).

    Kaspersky mencatat penyebaran cepat keluarga Trojan-Ransom.Win32.Dcryptor sebagai faktor utama lonjakan kasus pada periode 2024–2025. 

    Varian ransomware ini memanfaatkan utilitas DiskCryptor yang sah untuk mengenkripsi partisi disk sistem korban, sehingga menyulitkan pemulihan dan meningkatkan dampak operasional bagi perusahaan ritel dan e-commerce.

    Aktivitas phishing yang masif juga menunjukkan bahwa teknik serangan lama tetap relevan. Dari November 2024 hingga Oktober 2025, produk Kaspersky memblokir 6,7 juta upaya untuk mengakses tautan phishing yang menargetkan pengguna toko online, sistem pembayaran, dan layanan pengiriman. 

    Dari upaya tersebut, 50,58% menargetkan pembeli online, 27,3% meniru sistem pembayaran, dan 22,12% menargetkan pengguna perusahaan pengiriman (delivery).

    Sementara itu, puncak belanja online terus menguntungkan para penyerang. 

    Periode peningkatan aktivitas promosi menurunkan kewaspadaan pengguna dan memungkinkan skenario phishing dan spam yang sudah dikenal untuk berbaur dengan lalu lintas pemasaran yang sah, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan serangan.

    Anna Larkina, pakar analisis data web dan privasi di Kaspersky menyampaikan, terjadi pergeseran bertahap dari kueri kata kunci sederhana ke cara yang lebih personal seperti percakapan dan visual untuk menemukan apa yang akan dibeli.

    “Karena model-model ini bergantung pada masukan pengguna yang lebih luas, penanganan data yang cermat akan tetap menjadi pertimbangan penting untuk menjaga kepercayaan pengguna,” tuturnya, Senin (22/12/2025).

    Untuk menjaga privasi dan keamanan data masyarakat, berikut langkah-langkah yang direkomendasikan Kaspersky:

    1. Jaga privasi dengan alat-alat pintar

    Berhati-hatilah dengan apa yang dibagikan dan hindari mengunggah gambar atau detail pribadi dalam pertanyaan. Interaksi Anda membantu membangun profil yang digunakan untuk iklan dan peningkatan layanan.

    2. Verifikasi pengirim dan tautan

    Jangan percaya diskon atau pemberitahuan pesanan dari sumber pihak ketiga. Selalu periksa kembali alamat pengirim dan ketik URL situs web toko secara manual ke browser daripada mengklik tautan apa pun yang diterima.

    3. Teliti toko sebelum membeli

    Jika berbelanja di toko online baru atau yang tidak dikenal, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa keabsahannya. Cari ulasan pelanggan, pastikan alamat situs web dieja dengan benar, dan konfirmasikan bahwa halaman situs terlihat profesional dan rapi.

    4. Pantau transaksi kartu perbankan secara teratur

    Jadikan kebiasaan digital (misalnya, seminggu sekali) untuk masuk ke perbankan online atau aplikasi seluler untuk meninjau semua transaksi terbaru. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, blokir kartu dan hubungi bank segera.