Category: Bisnis.com Tekno

  • Bos Bulog Geram, Karung Beras SPHP Dijual Bebas di Shopee dan TikTok-Tokopedia

    Bos Bulog Geram, Karung Beras SPHP Dijual Bebas di Shopee dan TikTok-Tokopedia

    Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengaku geram dengan adanya  karung beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) bekas yang dijual secara bebas di platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penjualan karung beras SPHP merupakan tindakan ilegal, 

    “Bahaya itu. Nah ini makanya saya perintahkan Direktur Pengadaan hari ini untuk bertindak, jangan sampai ada jual-jual karung yang ilegal,” kata Rizal saat ditemui di Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/7/2025).

    Rizal menyatakan Bulog akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang menyediakan karung SPHP bekas dan melakukan repacking beras SPHP.

    Berdasarkan pantauan Bisnis, terdapat beberapa penjual di Tokopedia yang menjual karung plastik beras SPHP laminasi ukuran 5 kilogram. Selain karung beras SPHP, penjual juga menjual karung plastik beras merek lain.

    Bisnis juga menemukan praktik penjualan karung SPHP di platform e-commerce Shopee, dengan harga satuan lebih murah. 

    Adapun Shopee dan TikTok-Tokopedia merupakan dua e-commerce terbesar di Indonesia saat ini dengan pangsa pasar di atas 20%. 

    Karung SPHP di Tokopedia

    Karung SPHP di Shopee

    Lebih lanjut, Rizal menuturkan, nantinya Bulog akan menambahkan hologram hingga identitas khusus yang menandakan bahwa beras tersebut merupakan beras SPHP asli. Dengan begitu, diharapkan masyarakat percaya dengan beras SPHP yang dipasarkan Bulog.

    “Nanti dari Direktur Pengadaan akan menambahkan hologram kah, atau id-id khusus kah, atau semacam kalau dulu ada semacam kertas yang ditempel di dalam itu. Sehingga nanti para pembeli beras SPHP itu yakin, oh ini beras betul-betul asli, berasnya Bulog. Kalau nggak ada tanda gini, berarti bukan beras Bulog nih, nah gitu,” tuturnya.

    Dia menyampaikan rencana penambahan hologram dan identitas khusus ini seiring dengan temuan beras oplosan yang dikemas ulang (repack) ke dalam kantong beras SPHP bekas di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau.

    Adapun, oknum ini telah diringkus Direktorat Pinwil Khusus Polda Riau pada 24 Juli 2025. Rizal mengungkap modus operasi yang dilakukan oknum ini adalah dengan membeli kantong beras SPHP bekas dengan mengisinya dengan beras seharga Rp8.000 per kilogram.

    “Kemudian dengan beras yang Rp8.000 [per kilogram] itu ditambah lagi beras reject yang pecahan-pecahan itu, dimasukkan ke dalam beras SPHP, dimasukkan ke dalam kantong beras packing SPHP,” tuturnya.

    Setelahnya, sambung Rizal, oknum bakal menjahit kemasan SPHP bekas dan menjualnya di pasar seharga Rp13.000 per kilogram.

    “Nah hasil pemeriksaan dan hasil penelitian bahwa yang bersangkutan mengaku itu [melakukan repacking]. Jadi bukan beras Bulog yang dijadikan oplosan, tapi kantongnya yang dipakai untuk jualan SPHP itu,” terangnya.

    Adapun, Rizal menyatakan Perum Bulog telah menerjunkan tim ke seluruh wilayah untuk mengontrol beras SPHP di pasaran, termasuk melibatkan Bintara Pembina Desa/Samudera/Angkasa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

    “Dan kemudian juga kami libatkan teman-teman Koperasi Merah Putih juga untuk bantu-bantu ngawasin. Kalau ada yang nakal kasih tahu, laporin ke Satgas Pangan biar ada tindakan,” pungkasnya.

  • APJII Sebut Amerika Serikat Lebih Mumpuni Lindungi Data Pengguna Ketimbang RI

    APJII Sebut Amerika Serikat Lebih Mumpuni Lindungi Data Pengguna Ketimbang RI

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut Amerika Serikat lebih baik dalam hal pelindungan data pribadi pengguna Internet dibandingkan dengan Indonesia.

    Langkah pemerintah menyerahkan data warga RI ke AS sebagai bagian dari kesepakatan dagang untuk menurunkan beban tarif merupakan hal yang benar. 

    Sekjen APJII Zulfadly Syam mengatakan pada hakekatnya dari waktu ke waktu data masyarakat Indonesia sudah berada di AS sejak lama. Data personal, kebiasaan, agenda meeting dan lain-lain sudah ditempatkan di AS seiring dengan tingginya penggunaan aplikasi-aplikasi asal AS oleh warga Indonesia. 

    Adapun mengenai perlindungan data dengan maraknya data Indonesia di sana, menurutnya, AS sejauh ini lebih baik dari Indonesia. 

    “Menempatkan data di AS jauh lebih baik dari sisi perlindungan. Namun perlindungan yang ada menganut hukum-hukum di AS bukan hukum Indonesia,” kata Zulfadly kepada Bisnis, Minggu (27/7/2025). 

    Zulfadly mengatakan saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap keamanan siber masih rendah. Istilah ‘data adalah sumber minyak baru’ hanyalah jargon yang kerap disemburkan pemerintah.

    Faktanya kesadaran terhadap menjaga data dari serangan siber masih lemah. Sedangkan AS jauh lebih sadar terhadap urgensi menguasai dan menjaga data. 

    Sementara itu data di Indonesia sudah bocor. Indonesia termasuk salah satu negara dengan kebocoran data signifikan di dark web, dengan jutaan catatan pribadi terekspos.

    Data Global Surfshark 2004−2024 menyebut kebocoran data di Indonesia mencapai 157.053.913 kasus, lebih besar jika dibandingkan dengan negara di kawasan Asean. 

    “Itulah mengapa kami sebut data di AS lebih “terlihat” secure. Walaupun data-data tersebut tetapi diolah untuk kepentingan mereka,” kata Zulfadly. 

    Zulfadly juga menyampaikan bahwa AS bukan tidak memiliki regulasi Pelindungan Data Pribadi, tetapi mereka memiliki aturan berdasarkan negara bagian bukan secara nasional. Berbeda dengan Europe yang memiliki General Data Protection Regulation (GDPR)

    “Tapi so far mereka concern bagaimana melindungi dengan cybersecurity protection yang baik,” kata Zulfadly. 

    Berbeda, Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja menyebut AS bukan negara yang aman bagi data-data di Indonesia. Perusahaan-perusahaan dan lembaga pemerintahan di AS tidak kebal atas serangan siber dengan marakya pemberitaan kebocoran data di Negeri Paman Sam. 

    Pada Juli 2024, sebanyak 1,4 GB data vital Badan Keamanan Nasional (NSA) AS dikabarkan bocor. Data tersebut mencakup data pribadi karyawan dan proyek-proyek besar. 

    Kemudian, 3 hari lalu data peretas memanfaatkan celah di server perangkat lunak Microsoft yang menyebabkan data 400 perusahaan berhasil dicuri.

    “Tiap hari ada data bocor di AS,” kata Ardi. 

    Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang bersejarah antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia di berbagai sektor, termasuk di sektor digital terkait proses pengolahan data pribadi. 

    Di sektor tersebut, Donald Trump lewat keterangan resmi Gedung Putih menyebut AS dan RI menghapus hambatan perdagangan digital dengan berencana merampungkan komitmen mengenai perdagangan digital, jasa, dan investasi.

    Sejumlah komitmen diambil oleh Indonesia. Pertama, memberikan kepastian atas kemampuan memindahkan data pribadi keluar dari wilayah Indonesia ke AS melalui pengakuan bahwa AS memberikan perlindungan data yang memadai menurut hukum Indonesia.

    Kedua, menghapus tarif HTS (harmonized tariff schedule) atas produk tidak berwujud dan menangguhkan persyaratan deklarasi impor terkait.

  • Komdigi Undang Tiongkok Kembangkan AI untuk Perikanan dan Pertanian

    Komdigi Undang Tiongkok Kembangkan AI untuk Perikanan dan Pertanian

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak Tiongkok untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) khususnya pada sektor perikanan dan pertanian. 

    Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan Indonesia mengundang Tiongkok untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia pada sektor prioritas, seperti perikanan dan pertanian.

    “Salah satu pengembangan AI yang sedang kita fokuskan adalah perikanan dan juga pertanian. Kami berharap dukungan dari Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (27/7/2025).

    Meutya mengungkapkan beberapa lahan pertanian di Indonesia telah menerapkan teknologi AI. Dukungan dari Tiongkok, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perangkat-perangkat AI yang digunakan di sektor pertanian untuk meningkatkan produksi.

    Kedua negara juga akan memperkuat kerja sama di bidang peningkatan infrastruktur digital hingga perluasan kerja sama antarperguruan tinggi sebagai bagian dari percepatan transformasi digital nasional.

    Meutya menyampaikan harapannya agar perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat menjalin kemitraan yang lebih erat dengan pemerintah daerah di Indonesia.

    “Dalam transformasi digital kita selalu siap bekerja sama dengan semua negara selama menghormati hukum Indonesia,” tambahnya. 

    Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail mengatakan pihaknya mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dan Universitas Tsinghua di Beijing untuk pengembangan talenta digital di bidang AI.

    “Banyak talenta digital muda kita yang sekarang menuntut ilmu di Universitas Tsinghua di Beijing. Kami mengusulkan Universitas Tsinghua untuk membuka cabang di Indonesia, khususnya di bidang AI,”  ujarnya.

    Ismail juga menambahkan bahwa Kementerian Komdigi siap memfasilitasi kolaborasi antara Universitas Tsinghua dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

  • Tugas Dasco ke Komisi I DPR Setelah Pemerintah Setujui Transfer Data Pribadi dengan AS

    Tugas Dasco ke Komisi I DPR Setelah Pemerintah Setujui Transfer Data Pribadi dengan AS

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pimpinan DPR telah menugaskan Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, intelejen, serta komunikasi dan informatika untuk meminta keterangan dari pemerintah terkait kejelasan transfer data pribadi yang jadi kesepakatan dagang RI-Amerika Serikat (AS).

    “Kami sudah minta kepada komisi I untuk secepatnya kalau perlu dalam masa reses ini untuk melakukan komunikasi kepada pemerintah,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (25/7/2025).

    Dasco menyatakan untuk mendapatkan kejelasan Komisi I DPR dapat mendatangi pemerintah atau sebaliknya mengundang menteri terkait ke DPR. Dia berharap komunikasi ini membuahkan kejelasan mengenai transfer data.

    Sementara itu di sisi pemerintah, dijelaskan bahwa transfer data pribadi jadi kesepakatan dagang RI-Amerika Serikat akan ditopang oleh protokol keamanan yang berlandaskan hukum. 

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah tengah memfinalisasi protokol perlindungan data pribadi antarnegara sebagai kelanjutan dari komitmen bilateral kedua negara untuk menghapus hambatan non-tarif di sektor ekonomi digital, termasuk soal kebebasan transfer data. 

    “Kesepakatan Indonesia dan Amerika adalah membuat protokol untuk perlindungan data pribadi lintas negara, sehingga finalisasinya akan memberikan kepastian hukum yang sah, aman, dan terukur untuk tata kelola lalu lintas data pribadi antar negara,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (24/7/2025).

    Dia mengakui bahwa isu transfer data telah menjadi perhatian lama perusahaan-perusahaan teknologi AS yang berinvestasi di Indonesia. 

    Kini, pemerintah Indonesia bersiap memberikan pengakuan terhadap AS sebagai yurisdiksi yang memiliki perlindungan data memadai sesuai hukum nasional, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

  • Perbandingan Kekuatan Militer Thailand dan Kamboja dari Sisi Anggaran dan Alutsista

    Perbandingan Kekuatan Militer Thailand dan Kamboja dari Sisi Anggaran dan Alutsista

    Bisnis.com, JAKARTA — Konflik bersenjata di perbatasan Thailand dan Kamboja terus berlanjut dan telah memasuki hari ketiga pada Sabtu (26/7/2025), dengan munculnya titik bentrokan baru. 

    Setidaknya 30 orang tewas dan lebih dari 130.000 warga terpaksa mengungsi akibat pertempuran paling sengit antara dua negara Asia Tenggara tersebut dalam 13 tahun terakhir.

    Dilansir dari Reuters, Angkatan Laut Thailand melaporkan adanya bentrokan baru di Provinsi pesisir Trat pada Sabtu pagi, membuka front konflik baru yang berjarak lebih dari 100 kilometer dari titik-titik pertikaian utama di perbatasan yang telah lama disengketakan.

    Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak insiden penembakan yang menewaskan seorang tentara Kamboja pada akhir Mei, dalam baku tembak singkat. Sejak saat itu, kedua belah pihak memperkuat pengerahan pasukan di sepanjang perbatasan, memicu krisis diplomatik besar yang nyaris menggoyahkan pemerintahan koalisi Thailand yang rapuh.

    Bagaimana gambaran kekuatan militer konvensional kedua negara tersebut? Berikut adalah perbandingan kekuatan militer Thailand dan Kamboja yang dikutip dari berbagai sumber

    Kekuatan dan Anggaran

    Berdasarkan data Global Power, Kamboja memiliki skor Indeks Kekuatan (PwrIndx) sebesar 2,0752, peringkat ke-95 dari 145 negara. Sementara itu, Thailand memiliki posisi yang lebih kuat dengan PwrIndx sebesar 0,4536, peringkat ke-25 secara global.

    Sementara itu, data International Institute for Strategic Studies menyebut, anggaran pertahanan Kamboja sebesar US$1,3 miliar atau sekitar Rp21 triliun pada 2024, dengan total personel militer aktif sebanyak 124.300 orang. 

    Angkatan bersenjata Kamboja dibentuk pada 1993 melalui penggabungan kekuatan militer bekas komunis dan dua kelompok perlawanan lainnya.

    Adapun, Thailand memiliki anggaran pertahanan yang jauh lebih besar, yakni US$5,73 miliar atau sekitar Rp93 triliun pada tahun yang sama, dengan jumlah personel aktif mencapai lebih dari 360.000 orang. 

    Thailand juga diklasifikasikan sebagai sekutu utama non-NATO oleh Amerika Serikat.

    Angkatan Darat

    Tentara Kamboja memiliki sekitar 75.000 personel, dilengkapi dengan lebih dari 200 tank tempur dan sekitar 480 unit artileri. Sementara itu, Angkatan Darat Thailand berjumlah sekitar 245.000 personel, termasuk sekitar 115.000 wajib militer. 

    Thailand mengoperasikan sekitar 400 tank tempur, lebih dari 1.200 kendaraan lapis baja, serta sekitar 2.600 senjata artileri. Angkatan Darat Thailand juga memiliki armada udara sendiri yang terdiri dari pesawat penumpang, helikopter seperti Black Hawk buatan AS, dan drone.

    Angkatan Udara

    Angkatan Udara Kamboja tercatat memiliki sekitar 1.500 personel, dengan armada pesawat yang tergolong kecil. Saat ini, Kamboja hanya mengoperasikan 10 pesawat angkut dan 10 helikopter transportasi. 

    Kamboja dilaporkan tidak memiliki jet tempur, tetapi mengandalkan 16 helikopter multirole, termasuk 6 Mi-17 buatan Uni Soviet dan 10 Z-9 buatan China.

    Sebaliknya, Thailand memiliki salah satu kekuatan udara terbesar dan terbaik di kawasan Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih mengerahkan sekitar 46.000 personel di angkatan udaranya, dengan 112 pesawat tempur aktif, termasuk 28 jet F-16 buatan AS dan 11 jet tempur Gripen buatan Swedia, serta puluhan helikopter berbagai tipe.

    Angkatan Laut 

    Angkatan Laut Kamboja diperkirakan memiliki sekitar 2.800 personel, termasuk 1.500 pasukan infanteri laut. Armada lautnya mencakup 13 kapal patroli dan tempur pesisir, serta 1 kapal pendarat amfibi.

    Sementara itu, Angkatan Laut Thailand memiliki hampir 70.000 personel, mencakup unit penerbangan angkatan laut, marinir, pertahanan pantai, serta personel wajib militer.

    Thailand juga mengoperasikan 1 kapal induk, 7 fregat, dan 68 kapal patroli dan tempur pesisir. Armada ini diperkuat oleh sejumlah kapal pendarat dan amfibi berkapasitas ratusan personel, serta 14 kapal pendarat kecil untuk operasi pantai.

    Divisi penerbangan angkatan laut Thailand memiliki armada tersendiri yang mencakup helikopter dan drone (UAV). Di darat, Korps Marinir Thailand terdiri atas 23.000 personel, didukung oleh puluhan kendaraan tempur lapis baja.

  • APPDI Ingatkan Pemerintah soal Aturan Transfer Data Pribadi ke AS

    APPDI Ingatkan Pemerintah soal Aturan Transfer Data Pribadi ke AS

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Praktisi Perlindungan Data Indonesia (APPDI) mengingatkan pemerintah untuk tidak abai terhadap aspek hukum dalam kesepakatan transfer data pribadi warga negara Indonesia ke Amerika Serikat.

    APPDI menegaskan bahwa proses transfer data lintas negara harus mengikuti regulasi yang ketat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 27/2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

    “Transfer data pribadi dari Indonesia ke Amerika Serikat dalam konteks Pernyataan Bersama harus dimaknai sebagai transfer data pribadi yang tetap harus dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” tulis APPDI dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (26/7/2024).

    Merujuk pada UU PDP, pemerintah wajib memastikan bahwa negara tujuan memiliki tingkat perlindungan data pribadi yang setara atau lebih tinggi dari Indonesia. Adapun penilaian terhadap kelayakan transfer data dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Data Pribadi.

    APPDI memahami bahwa transfer data ke AS memiliki urgensi tersendiri, baik untuk kepentingan hukum maupun inovasi bisnis. Menurut asosiasi, penyaluran data pribadi ke luar negeri bukan hal baru dan telah lazim dilakukan oleh berbagai negara.

    Meski demikian, APPDI mendorong agar proses transfer tersebut diawasi secara ketat, termasuk mekanisme dan tata cara pelaksanaannya, guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak-hak warga negara.

    “Hal ini baru akan menjadi terang setelah Pemerintah Indonesia menyelesaikan negosiasi dan menandatangani perjanjian definitif, yaitu Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade),” tulis APPDI.

    Diketahui, Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati perjanjian perdagangan timbal balik pada 22 Juli 2024. Salah satu poin kesepakatan tersebut mencakup pernyataan bersama mengenai penyaluran data warga Indonesia ke AS.

    Sebagai tindak lanjut, pemerintah sedang merancang regulasi perlindungan data pribadi lintas negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa protokol ini akan menjadi dasar hukum untuk lalu lintas data pribadi antarnegara.

    “Kesepakatan Indonesia dan Amerika adalah membuat protokol untuk perlindungan data pribadi lintas negara, sehingga finalisasinya akan memberikan kepastian hukum yang sah, aman, dan terukur untuk tata kelola lalu lintas data pribadi antar negara,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (24/7/2025).

  • Cara Membedakan Gambar Asli dengan Gambar Buatan AI

    Cara Membedakan Gambar Asli dengan Gambar Buatan AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat makin sulit dalam mencari keaslian gambar di tengah penetrasi kecerdasan buatan (AI) yang makin gencar. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui sebuah gambar hasil AI atau asli. 

    Dilansir dari Techcrunch, Sabtu (26/07/25), peramban DuckDuckGo membantu pengguna dalam mendeteksi data buatan AI. Belum lama, DuckDuckGo meluncurkan pengaturan baru yang memungkinkan penggunanya menyaring gambar AI di hasil pencarian. 

    Perusahaan peramban tersebut menyatakan peluncuran fitur ini dilakukan untuk menanggapi masukan dari pengguna terkait gambar-gambar AI yang menghalangi mereka dalam menemukan apa yang hendak dicari.

    Fitur “Filter Gambar AI” terbaru ini dapat diakses setelah pengguna melakukan pencarian di DuckDuckGo dan membuka tab gambar. 

    Dari sana, pengguna akan melihat menu tarik-turun berjudul “Gambar AI”, kemudian mereka dapat memilih apakah ingin melihat konten AI dengan memilih “Tampilkan” atau “Sembunyikan”.

    Cara lain

    Selain menggunakan DuckDuckGo Anda juga dapat memperhatikan beberapa detail berikut untuk mengetahui apakah gambar tersebut asli atau buatan AI. 

    1. Perhatikan Detail Tangan, Jari, Wajah dan Tubuh

    Gambar dari AI sering menunjukkan keanehan seperti jumlah jari yang tidak wajar (lebih atau kurang), tangan menyatu, mata tidak simetris, atau proporsi tubuh aneh. Telinga atau gigi bisa tampak buram atau terlalu rapi, dan ekspresi wajah cenderung kurang emosional atau canggung. 

    2. Amati Tekstur, Latar Belakang dan Pola

    Gambar AI sering menghasilkan tekstur kulit yang terlalu halus tanpa pori-pori alami, latar belakang “nyeleneh” seperti pola baju atau objek yang terputus tiba-tiba, atau background yang sekilas blur, berubah-ubah atau tidak konsisten. 

    3. Cek Cahaya dan Bayangan

    Foto asli memiliki logika pencahayaan dan bayangan yang konsisten, sedangkan gambar AI kadang-kadang menampilkan illuminasi yang janggal, bayangan tidak logis, atau pantulan yang aneh di permukaan benda.

    4. Teliti Tulisan, Logo atau Objek Kecil

    Gambar AI kadang gagal menampilkan teks atau logo dengan benar, misalnya huruf yang terdistorsi atau sulit dibaca. Detail kecil, seperti kancing, label, atau permukaan objek, sering tampak tidak wajar bila diperbesar.

    Jika analisis manual belum cukup, Anda dapat menggunakan beberapa alat deteksi online seperti  Sensity AI, Deepware, Hive Moderation, dan Undetectable AI

    Cukup unggah gambar dan biarkan sistem menganalisis kemungkinan gambar tersebut dibuat oleh AI atau manusia. Alat-alat ini memeriksa pola, warna, hingga metadata untuk memberikan skor estimasi keaslian gambar. 

    Anda juga dapat menggunakan fitur Google Images dan TinEye Lakukan pencarian gambar terbalik untuk menemukan asal usul dan konteks gambar. Gambar AI biasanya belum banyak beredar di internet atau memiliki riwayat publikasi yang sangat baru. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Google Keep Versi Terbaru, Material Design 3 Kini Dilengkap Kata Sandi

    Google Keep Versi Terbaru, Material Design 3 Kini Dilengkap Kata Sandi

    Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi catatan buatan Google, Keep, meluncurkan pembaruan Material Design 3 Expressive yang disertai perlindungan kata sandi dalam aplikasinya. Membuat data Anda tersimpan lebih aman.

    Pembaruan tersebut menghadirkan bahasa desain material yang terbaru, menekankan elemen desain yang lebih ekspresif dengan warna lebih cerah dan tata letak dinamis.

    Pembaruan Material Design 3 Expressive nantinya akan menampilkan bilah pencarian yang lebih tebal dengan ikon hamburger di sebelah kiri. Kolom pencarian juga akan menampilkan Google Keep saat aplikasi dimuat sebelum beralih ke “Cari Keep”.

    Ikon yang difungsikan untuk beralih dari satu kolom diubah menjadi multi-kolom yang terdapat di bagian sebelah kanan.

    Pada fitur pencatatan juga disediakan beberapa perubahan lainnya, seperti, posisi tombol-tombol yang lebih rapi di dalam wadah, termasuk yang ada di kiri bawah layar. Tombol pin, pengingat, dan arsip di pojok kanan atas layar juga ditempatkan dalam satu lingkaran.

    Namun, dilansir dari Phone Arena (25/07/25), tampilan dan pembaruan tersebut sayangnya belum dimunculkan di semua perangkat Android. Ini mengisyaratkan Google belum mengaktifkan pembaruan server, sehingga tampilan baru Material Design 3 Expressive belum disebarluaskan secara umum.

    Artinya, pengguna Android yang belum mendapatkan update Google Keep terbaru perlu bersabar menanti Google menerapkan pembaruan tersebut.

    Aplikasi Google Keep tersedia untuk iOS dan Android, berfungsi sebagai alat bantu bagi penggunanya dalam membuat daftar atau catatan. Dalam catatannya bahkan dapat disisipkan file gambar yang baru diambil dari kamera, atau juga dari galeri aplikasi bawaan smartphone dan Google Photos.

    Tidak hanya mencatat, pengguna juga dapat merekam rapat dan mendapatkan transkrip tertulisnya dengan aplikasi itu. pengingat tugas pun dapat dibuat di sini.

    Proses kreatif juga dapat dilakukan dengan Google Keep, karena mendukung pengguna untuk menggambar, atau melakukan perekaman suara. Ini dapat membantu perekaman lagu, atau jika pengguna ingin menyimpan beberapa ide lirik yang baru saja terpikirkan.

    Aplikasi serbaguna ini juga cocok bagi pelaku bisnis yang berpengalaman, atau juga bagi desainer logo perusahaan untuk memvisualisasikan ide. Selain itu, Google Keep dapat dimanfaatkan untuk membuat daftar belanja dengan tampilan yang lebih menarik. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • 5 Tren Penggunaan Gen AI di Asia Tenggara, Automasi Laporan

    5 Tren Penggunaan Gen AI di Asia Tenggara, Automasi Laporan

    Bisnis.com, JAKARTA — Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan adopsi kecerdasan buatan (AI) generatif yang cukup tinggi. Peran AI membantu manajer di sejumlah perusahaan dalam bekerja.  

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) mengungkap adopsi AI di Asia Tenggara mencapai 65%. Khusus Indonesia sebanyak 92% pekerja terampil menyatakan siap mengadopsi generatif AI, lebih tinggi dibandingkan rerata global yang sebesar 75% dan Asia Pasifik 82%. 

    Sementara itu, President & Managing Director SAP Asia Tenggara Liher Urbizu mengatakan seiring dengan adopsi AI yang tinggi, lanskap bisnis dan kompetensi yang dibutuhkan karyawan juga berubah.

    “Penting bagi kami mengembangkan keterampilan teknis sekaligus pola pikir adaptif,” kata Urbizu dikutip Sabtu (26/7/2025).

    Urbizu menambahkan perusahaan-perusahaan Asia Tenggara mengadopsi AI dengan cepat, dan itu dapat memberikan manfaat nyata seperti peningkatan efisiensi, pertumbuhan bisnis, dan juga pendapatan. 

    Lebih lanjut Urbizu menjelaskan mengenai penggunaan AI yang paling diminati. Berdasarkan data SAP, berikut 5 kasus pemanfaatan AI di Asia Tenggara. 

    1. Otomasi Laporan

    SAP mengungkap AI banyak membantu pekerja di Asia Tenggara dalam membuat laporan pengeluaran otomatis termasuk untuk foto struk pembayaran. 

    AI dapat menyelesaikan laporan dengan cepat hingga meminimalkan kesalahan manusia . Alat AI juga dapat mengidentifikasi pola dan wawasan dalam data, sehingga laporan Anda lebih informatif dan akurat.

    2. Verifikasi Pengeluaran 

    AI telah digunakan untuk membantu memverifikasi pengeluaran untuk memastikan pengeluaran tersebut sesuai dengan kebijakan Perusahaan. 

    Selain itu, AI juga membantu mempersonalisasi layanan dan produk, menciptakan peluang, mengelola risiko dan penipuan, memungkinkan transparansi dan kepatuhan, serta mengotomatiskan operasi dan mengurangi biaya.

    3. Penulisan Narasi HR

    Karyawan di Asia Tenggara menggunakan Generative AI untuk membantu menulis narasi ringkas dan tepat pada aplikasi HR. AI membuat bahasa menjadi lebih runut dan mudah dipahami. Langkah tersebut juga dapat menghemat waktu dan membuat HR mendapat masukan yang lengkap.

    4. Menyusun sasaran kinerja

    Perusahaan di Asia Tenggara kini menggunakan AI untuk membantu menyusun sasaran kinerja. AI dapat membantu memproyeksikan target secara moderat maupun eksponensial. 

    AI juga membantu manajer melakukan percakapan kinerja berbasis data, mengidentifikasi dan mendeteksi tren, serta menghilangkan bias. Namun perlu diingat, AI tidak dapat menggantikan interaksi manajer dengan karyawannya.

    5. Integrasi Dokumen Penting untuk Q&A

    Perusahaan mulai mengintegrasikan dokumen-dokumen krusial ke dalam co-pilot berbasis AI dengan tujuan agar ketika ada pertanyaan yang ditujukan kepada perusahaan, dapat dijawab secara cepat dan akurat.

    Hal ini menjadi penting karena masalah AI pada umumnya adalah halusinasi dalam memberi jawaban (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Cara Mengubah Foto menjadi Video Pendek di Google Photos

    Cara Mengubah Foto menjadi Video Pendek di Google Photos

    Bisnis.com, JAKARTA — Google Photos meluncurkan fitur AI generatif terbaru yang dapat mengubah gambar diam menjadi klip video pendek dengan gerakan yang tampak alami. 

    Fitur mengubah foto ke video tersebut menggunakan model AI Veo 2 Google, yang juga digunakan di YouTube, Gemini, dan platform lain dalam ekosistem Google. Akan tetapi, fitur ini hanya mampu mengubah foto menjadi klip dengan durasi enam detik.

    Cara menggunakannya adalah dengan memilih terlebih dahulu gambar mana yang hendak diubah menjadi video. Lalu pilih “Subtle Movements” atau “I’m feeling lucky” untuk membuat subjek pada gambar bergerak. 

    Kedua opsi itu dibuat dengan model yang dirancang untuk menebak pergerakan apa yang mungkin terjadi berdasarkan objek visual tidak bergerak yang disertakan.

    Selain fitur tersebut, ada juga fitur Remix yang dapat mengubah foto yang dipilih pengguna menjadi model atau bentuk lainnya seperti gaya komik, anime atau animasi 3D.

    Kemampuan itu sebetulnya sudah cukup lama ditawarkan Google Gemini dan pesaingnya, tetapi kini terintegrasi langsung ke galeri foto, serta tidak membutuhkan prompt untuk melakukannya.

    Pembaruan tersebut hadir dalam tab Buat di dalam aplikasi, yang akan berfungsi sebagai pusat bagi alat-alat tersebut serta fitur AI lainnya yang mungkin akan dirilis Google di masa mendatang.

    Photo-to-Video AI generator dan Remix akan melengkapi opsi pembuat video kolase yang sudah ada. Model Veo yang dirancang semakin cerdas akan memperluas kemungkinan peningkatan AI seperti klip video yang diperluas, sulih suara, atau cerita multi-gambar.

    Perusahaan yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna itu tidak mengklaim pembaruan ini sebagai revolusi kreatif, hanya sebagai peningkatan memori AI. Mereka juga menambahkan label dan tanda air SynthID untuk setiap video dan konten remix yang dibuat pengguna untuk mencegahnya mengelabui khalayak luas.

    Dikutip dari Techradar (25/07/25), Layanan-layanan AI terbaru Google Photos tersebut rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat di Amerika Serikat (AS) untuk Android dan iOS. Untuk negara lain tinggal menunggu gilirannya untuk merasakan pembaruan itu.

    Sebelum mengintegrasikan fitur berbasis Veo 2 pada Google Photos, perusahaan tersebut sudah terlebih dahulu mengembangkan model Google AI Veo 3, yang mampu mengubah teks prompt ke dalam bentuk video pendek, lengkap dengan dialog dan audio latarnya. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)