Category: Bisnis.com Tekno

  • Komdigi Dorong AI Berdaulat, Talenta dan Lembaga Riset Disiapkan

    Komdigi Dorong AI Berdaulat, Talenta dan Lembaga Riset Disiapkan

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong hadirnya kecerdasan buatan (AI) berdaulat di Tanah Air dengan menyiapkan lembaga riset dan talenta.

    AI Berdaulat adalah sebuah konsep yang pengembangan AI di dalam negeri, menggunakan talenta lokal dan untuk kepentingan nasional.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). 

    Untuk berdaulat digital di tengah derasnya arus transformasi global, Indonesia harus menyiapkan ekosistem nasional yang kuat mulai dari riset dan pengembangan (R&D), komputasi, regulasi, hingga talenta digital unggul

    “Sebetulnya jelas sekali kalau kita ingin membuat satu regulasi dan lain sebagainya kita harus lihat geopolitik pengembangan AI ini. Atlas of AI itu harus jadi pedoman untuk membuat regulasi AI untuk Indonesia kalau kita mau teknologi yang berdaulat,” kata Nezar, dikutip Senin (30/6/2025). 

    Indonesia, lanjut Nezar, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sangat strategis untuk industri chip dan komputasi AI global, seperti nikel, boron, hingga mineral penting lainnya. Namun, belum ada desain besar yang mampu menjadikan kekayaan tersebut sebagai bagian dari ekosistem global AI.

    Untuk memperkuat posisi Indonesia, Nezar menekankan pentingnya membangun pusat riset dan cluster komputasi dalam negeri yang kuat—baik dari sisi hardware, infrastruktur, maupun kapasitas data. 

    Alasannya, saat ini dana R&D Indonesia hanya 0,24% dari total GDP sehingga perjalanan menuju kedaulatan digital, khususnya di bidang AI, masih lambat.

    “Nah tanpa R&D ini agak susah kita bisa mengembangkan AI yang berdaulat, AI yang milik kita sendiri. Untuk membangun semuanya dibutuhkan komputasi yang cukup kuat, infrastruktur yang mumpuni. Dua hal ini masih dalam perencanaan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Nezar menjelaskan pentingnya kedaulatan AI bagi Indonesia karena AI dirumuskan dengan foundation model yang dibuat negara pengembangnya seperti Amerika Serikat sehingga data-data yang digunakan adalah nilai-nilai yang ada di barat, yang ‘membonceng’ nilai-nilai nyata saat dilatih.

    “Alhasil, bias dalam data untuk dipakai oleh masyarakat di luar Amerika itu sering terjadi, termasuk juga stereotyping terhadap kelompok-kelompok tertentu, ras tertentu, bangsa tertentu itu terjadi di AI,” kata Nezar. 

  • Ada yang Membobol Rumah Kami

    Ada yang Membobol Rumah Kami

    Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan di balik ChatGPT, OpenAI mengaku tidak akan tinggal diam setelah Meta berhasil merekrut 8 peneliti senior perusahaan dalam sepekan. 

    Perusahaan AI yang berbasis di San Francisco tersebut  akan mengambil langkah cepat. 

    “Saya merasakan firasat yang kuat saat ini, seolah-olah seseorang telah membobol rumah kami dan mencuri sesuatu,” kata Kepala Riset OpenAI Mark Chen dalam memo Slack yang diperoleh Wired dikutip dari laman TechCrunch pada Senin (30/6/2025). 

    Chen menegaskan dirinya bersama CEO Sam Altman dan tim pimpinan lainnya terus menjalin komunikasi intensif dengan para peneliti yang menerima tawaran dari perusahaan lain, termasuk Meta. 

    Upaya tersebut juga dibarengi dengan penyesuaian ulang sistem kompensasi dan pencarian cara-cara kreatif untuk mempertahankan serta mengapresiasi talenta terbaik mereka. 

    Langkah ini menjadi respons serius atas laporan yang menyebutkan setidaknya delapan peneliti telah hengkang ke Meta dalam sepekan terakhir. 

    Bahkan Altman sempat menyindir Meta di sebuah podcast, menyebut perusahaan itu menawarkan bonus  senilai US$100 juta atau Rp1,6 triliun, klaim yang kabarnya dibantah oleh internal Meta.

    Sebelumnya, Meta dikabarkan berhasil merekrut empat peneliti dari OpenAI. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari strategi agresif Meta dalam mengembangkan proyek superintelijensi yang dipimpin langsung oleh CEO Mark Zuckerberg. 

    Menurut laporan The Information yang dikutip Reuters pada Sabtu (28/6/2025) keempat peneliti yang direkrut adalah Shengjia Zhao, Jiahui Yu, Shuchao Bi, dan Hongyu Ren. 

    Mereka dikabarkan telah menyetujui tawaran untuk bergabung dengan raksasa teknologi tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses perekrutan ini. 

    Perekrutan ini terjadi hanya beberapa hari setelah laporan dari The Wall Street Journal menyebut Meta juga berhasil memboyong tiga peneliti AI lainnya dari kantor OpenAI di Zurich, yaitu Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, dan Xiaohua Zhai. Meta dan OpenAI belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut.

  • Australia Tempat Melahirkan Startup Unicorn Paling ‘Murah’ Saat Pendanaan Seret

    Australia Tempat Melahirkan Startup Unicorn Paling ‘Murah’ Saat Pendanaan Seret

    Bisnis.com, JAKARTA — Australia dinilai menjadi negara yang paling efektif dalam menghasilkan perusahaan rintisan (startup) yang mencapai kategori unicorn. 

    Unicorn adalah sebutan yang biasa digunakan untuk menyebut startup yang nilai valuasi perusahaannya sudah melampaui US$1 miliar (Rp16 triliun).

    Laporan terbaru dari Side Stage Ventures, Dealroom dan Amazon Web Services menunjukkan sejak 2000 Australia mampu melahirkan 1,22 unicorn untuk setiap investasi senilai US$1 miliar. Capaian ini menjadi tertinggi di dunia dan hampir dua kali lipat dari rasio di AS. Sementara itu, China bahkan tidak masuk dalam daftar, menyusul tekanan terhadap sektor swasta yang meningkat sejak 2020.

    Meski demikian, pendanaan startup Australia masih jauh di bawah puncaknya beberapa tahun lalu. Negara tersebut kini berupaya menghidupkan kembali arus investasi.

    Ukuran pasar domestik Australia yang relatif kecil serta jarak geografis dari pusat modal ventura seperti Silicon Valley dan Beijing menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, komunitas startup lokal optimistis dengan mengacu pada kisah sukses global seperti Canva Inc. dan Atlassian Corp.

    Ben Grabiner, Co-Founder Side Stage Ventures mengatakan ekses terhadap modal masih menjadi tantangan besar saat bersaing dengan perusahaan dan pendiri dari negara lain.

    “Namun, semakin banyak orang yang menyadari potensi ekosistem startup di Australia,” jelasnya dikutip dari Bloomberg, Senin (30/6/2025).

    Sektor perangkat lunak mendominasi lanskap startup di Australia, mencerminkan fokus para pendiri pada produk dan layanan yang lebih mudah diekspor ke luar negeri.

    Selain Canva dan Atlassian, perusahaan asal Australia seperti penyedia perangkat lunak logistik WiseTech Global Ltd. dan perusahaan fintech Afterpay Ltd. juga berhasil mencapai valuasi puluhan miliar dolar.

    Grabiner juga mencatat sektor energi, kesehatan, dan industri kreatif sebagai bidang pertumbuhan utama lainnya. Menurutnya, permintaan regional yang meningkat terhadap energi terbarukan turut mendorong inovasi di bidang tenaga surya.

    Meski demikian, Australia masih berada dalam musim dingin pendanaan. Sepanjang 2024, pendanaan startup hanya mencapai US$3,4 miliar, nyaris stagnan dibandingkan tahun sebelumnya dan anjlok dari puncaknya sebesar US$6,5 miliar pada 2021, berdasarkan data PitchBook.

    Salah satu tantangan utama adalah terbatasnya modal lokal dan ketergantungan pada investor asing. Pada 2024, sekitar 39% pendanaan tahap awal di Australia berasal dari luar negeri, jauh lebih tinggi dibandingkan 21% di AS dan 27% di Eropa.

    Startup tahap awal menjadi yang paling terdampak. Tahun lalu, perusahaan rintisan tahap awal di Australia hanya berhasil menghimpun US$1 miliar, jauh di bawah AS dan China yang masing-masing meraup US$24 miliar dan US$10 miliar, menurut laporan yang sama.

    “Pertanyaannya kini bukan lagi apakah startup bisa bertahan di Australia, tetapi seberapa baik mereka bisa tampil,” ujar Grabiner.

    Meski begitu, Phil Cummins, Managing Director StepStone Group menyebut, kondisi ini juga menyimpan peluang. Diaa menjelaskan, valuasi tahap awal dan ukuran dana investasi di Australia masih lebih kecil dibandingkan AS dan Eropa, dengan tingkat persaingan yang juga lebih rendah.

  • Trump Kantongi Nama Pembeli TikTok, Yakin Bakal Direstui Xi Jinping

    Trump Kantongi Nama Pembeli TikTok, Yakin Bakal Direstui Xi Jinping

    Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan dirinya telah mengantongi nama pembeli TikTok.

    Trump mengatakan bahwa pembeli tersebut merupakan orang yang sangat kaya dan identitasnya akan diumumkan dalam dua minggu ke depan.

    Dikutip dari laman Reuters pada Senin (30/6/2025) Trump menyebut kesepakatan ini kemungkinan besar memerlukan persetujuan dari pemerintah China. Dia pun meyakini Presiden China Xi Jinping akan memberikan lampu hijau.

    “Kami sudah punya pembeli untuk TikTok. Saya pikir ini perlu disetujui China. Saya rasa Presiden Xi kemungkinan akan menyetujuinya,” kata Trump. 

    Sebelumnya, Trump memperpanjang tenggat waktu hingga 17 September bagi ByteDance untuk melepaskan aset TikTok di AS. Pada awal tahun ini, sempat ada rencana untuk memisahkan operasional TikTok di AS menjadi entitas baru yang mayoritas dimiliki dan dijalankan oleh investor AS. 

    Namun, proses tersebut tertunda setelah China menolak memberikan persetujuan, menyusul kebijakan tarif tinggi yang diumumkan Trump terhadap barang-barang asal China.

    Undang-undang AS yang disahkan pada 2024 mewajibkan TikTok untuk menghentikan operasionalnya di AS pada 19 Januari 2025 apabila ByteDance belum menjual asetnya atau menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses divestasi. Trump, yang mengklaim popularitas TikTok turut membantunya meraih dukungan pemilih muda dalam pemilu November lalu, telah memperpanjang tenggat tersebut sebanyak tiga kali.

    Terakhir, Trump memperpanjang jangka waktu pemblokiran TikTok hingga 19 Juni 2025. Perpanjangan tersebut sebelumnya  bertentangan dengan keinginan Kongres, yang meloloskan tindakan penjualan atau pelarangan tahun lalu. 

    Pendahulunya, mantan Presiden Joe Biden, segera menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang. 

    Undang-undang tersebut ditujukan untuk mengatasi kekhawatiran bahwa TikTok, yang memiliki 170 juta pengguna Amerika, dapat digunakan oleh Tiongkok sebagai alat untuk memata-matai dan memanipulasi politik. 

    Adapun undang-undang hanya mengizinkan satu kali penundaan selama 90 hari jika terdapat kemajuan signifikan dalam proses penyelesaian kesepakatan.

    Hingga saat ini, beberapa konsorsium telah mengajukan tawaran pembelian aset TikTok di AS. Salah satu kandidat terkuat adalah gabungan investor yang mencakup Oracle Corp., Blackstone Inc., dan Andreessen Horowitz. 

    Skema dalam proposal itu mencakup pengalihan 50% kepemilikan TikTok AS kepada investor baru, serta 30% kepada investor AS yang sudah ada di ByteDance, sehingga kepemilikan ByteDance akan ditekan di bawah 20%. 

    Dalam skema tersebut, Oracle juga akan memegang saham minoritas sekaligus memberikan jaminan keamanan data pengguna AS. 

    Namun, algoritma aplikasi TikTok tetap berada di bawah kendali pihak China, yang memungkinkan kesepakatan ini mendapat restu dari ByteDance maupun otoritas Beijing. 

    Kendati demikian, kesepakatan semacam ini berpotensi ditolak oleh anggota Kongres AS yang hawkish terhadap China, karena dianggap tetap memberi Beijing akses terhadap data warga AS dan bertentangan dengan ketentuan hukum yang melarang software dikuasai oleh entitas asal China.

  • Meta Bajak 4 Peneliti OpenAI untuk Gabung Proyek Superintelijen

    Meta Bajak 4 Peneliti OpenAI untuk Gabung Proyek Superintelijen

    Bisnis.com, JAKARTA— Meta Platforms Inc. dikabarkan berhasil merekrut empat peneliti dari OpenAI. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari strategi agresif Meta dalam mengembangkan proyek superintelijen yang dipimpin langsung oleh CEO Mark Zuckerberg. 

    Menurut laporan The Information yang dikutip dari Reuters pada Senin (30/6/2025), keempat peneliti yang direkrut adalah Shengjia Zhao, Jiahui Yu, Shuchao Bi, dan Hongyu Ren. 

    Mereka dikabarkan telah menyetujui tawaran untuk bergabung dengan raksasa teknologi tersebut, sebagaimana disampaikan oleh sumber yang mengetahui proses perekrutan ini. Perekrutan ini terjadi hanya beberapa hari setelah laporan dari The Wall Street Journal menyebut Meta juga berhasil memboyong tiga peneliti AI lainnya dari kantor OpenAI di Zurich, yaitu Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, dan Xiaohua Zhai.

    Meta dan OpenAI belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut. Diberitakan sebelum, CEO OpenAI Sam Altman sempat menyoroti Meta yang mencoba merekrut peneliti AI terbaik perusahaan. 

    Bahkan, dia menyebut, Meta memberikan tawaran lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun per orang. Namun, menurut Altman, strategi agresif tersebut belum membuahkan hasil kala itu. Hal tersebut disampaikan Altman dalam sebuah podcast bersama saudaranya, Jack Altman pada 17 Juni Kemarin.

    Dia menyebut, Meta aktif mencoba merekrut talenta OpenAI untuk bergabung dengan tim superintelligence baru yang dipimpin mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang.

    “[Meta] mulai memberikan tawaran sangat besar kepada banyak anggota tim kami, US$100 juta sebagai bonus penandatanganan, dan lebih dari itu dalam total kompensasi tahunan. Tapi sejauh ini, saya senang tak satu pun dari orang terbaik kami menerimanya,” kata Altman, dikutip dari TechCrunch, Kamis (19/6/2025).

    Altman menilai para pegawai OpenAI memutuskan bertahan karena percaya pada visi dan potensi OpenAI untuk menjadi perusahaan yang lebih unggul dalam mengembangkan artificial general intelligence (AGI). Dia juga menyinggung budaya perusahaan, dengan menyindir bahwa Meta terlalu berfokus pada iming-iming gaji tinggi ketimbang misi jangka panjang, yang menurutnya bisa berdampak pada budaya kerja yang kurang sehat.

    Lebih lanjut, Altman menyebut budaya inovasi yang kuat menjadi salah satu kunci kesuksesan OpenAI. Dia menilai upaya Meta di bidang AI sejauh ini belum memberikan hasil signifikan. 

    “Saya menghormati banyak hal dari Meta, tapi saya tidak menganggap mereka perusahaan yang unggul dalam hal inovasi,” ujarnya.

    Meta sendiri telah mengakuisisi sejumlah nama besar di industri AI, seperti Jack Rae dari Google DeepMind dan Johan Schalkwyk dari Sesame AI. Selain itu, perusahaan juga mengumumkan investasi besar di Scale AI, perusahaan yang sebelumnya dipimpin oleh Alexandr Wang. 

    Namun, tantangan besar masih menanti Meta untuk membangun tim AI unggulan yang dapat bersaing dengan OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind yang saat ini tengah melaju kencang. Di tengah persaingan itu, OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan model AI open-source baru yang berpotensi membuat Meta semakin tertinggal.

    Menariknya, Altman juga membocorkan bahwa OpenAI tengah mengeksplorasi kemungkinan menciptakan aplikasi media sosial berbasis AI yang menyajikan konten sesuai preferensi pengguna yang berbeda dari feed algoritmik tradisional seperti di Instagram atau Facebook. 

    Hal ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap dominasi Meta di sektor media sosial.  Di sisi lain, Meta tengah menguji aplikasi sosial berbasis AI melalui platform Meta AI, namun peluncurannya sempat memicu kebingungan setelah sejumlah percakapan pribadi dengan chatbot AI tersebar ke publik.

  • Keunggulan ANGEL dalam Solusi Pemurnian Air Komersial di Indonesia

    Keunggulan ANGEL dalam Solusi Pemurnian Air Komersial di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA – Kehadiran ANGEL, merek teknologi pemurnian air terkemuka asal Tiongkok, kini resmi memperluas jangkauannya ke Indonesia. Dengan komitmen kuat terhadap inovasi dan keberlanjutan, ANGEL hadir untuk memberikan solusi pemurnian air komersial yang canggih dan efisien. Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade serta teknologi mutakhir, ANGEL siap membantu berbagai sektor bisnis di Indonesia dalam mencapai standar tertinggi kualitas air, mendukung efisiensi operasional, dan memperkuat praktik bisnis yang ramah lingkungan.

    Urgensi Kualitas Air untuk Bisnis di Indonesia

    Ketersediaan air bersih, aman, dan stabil kini menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasional bisnis di berbagai sektor di Indonesia. Air berkualitas bukan lagi sekadar kebutuhan dasar, melainkan elemen krusial dalam standar operasional, keamanan produk, dan kenyamanan konsumen.

    Tantangan seperti polusi, fluktuasi kualitas air baku, dan ketergantungan pada air tanah menjadi hambatan nyata. Sektor F&B, perhotelan, serta manufaktur seperti farmasi dan elektronik sangat bergantung pada air murni untuk menjaga mutu produk dan mencegah kerusakan peralatan.

    Institusi publik seperti sekolah, bandara, dan kantor pemerintahan juga memerlukan air higienis demi mendukung kesehatan masyarakat.

    Oleh karena itu, investasi pada sistem pemurnian air yang andal merupakan langkah strategis. Menjawab kebutuhan ini, ANGEL hadir dengan teknologi pemurnian air yang efisien, higienis, dan ramah lingkungan, mendukung keberlanjutan operasional bisnis sekaligus kesejahteraan masyarakat Indonesia.

    Teknologi Pemurnian Air Terdepan dari ANGEL

    ANGEL dengan bangga menghadirkan terobosan dalam teknologi pemurnian air yang menggabungkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan. Inovasi kami seperti Reverse Osmosis tahan lama meningkatkan efisiensi filtrasi sekaligus memperpanjang usia pakai filter.

    Kami juga memperkenalkan filter antikerak yang efektif mencegah penumpukan kerak, serta Sistem Pelunakan Ganda yang menghilangkan mineral penyebab kerak solusi penting bagi industri yang menggunakan mesin pemanas air.

    Untuk kebutuhan air panas instan, teknologi pemanas aliran tinggi kami menghadirkan kecepatan dan efisiensi optimal, cocok untuk hotel, kafe, dan perkantoran.

    Seluruh produk ANGEL menggunakan desain intuitif dan material premium, menjamin kemudahan operasional serta daya tahan jangka panjang.

    Fokus pada pasar B2B, teknologi ANGEL dapat diintegrasikan secara fleksibel ke sistem yang sudah ada, menjawab berbagai tantangan dari kontaminasi mikrobiologis hingga kesadahan air.

    Keunggulan ANGEL, Solusi untuk Bisnis di Indonesia

    Untuk menjawab kebutuhan akan air bersih yang konsisten dan berkualitas di berbagai sektor, ANGEL hadir sebagai penyedia solusi pemurnian air andal dengan teknologi canggih. Sistem filtrasi berstandar internasional dan desain efisien dari ANGEL mendukung operasional bisnis berkelanjutan di Indonesia.

    Industri makanan dan minuman seperti restoran, waralaba, dan dapur komersial memerlukan air bebas kontaminan demi menjaga rasa, higienitas, dan reputasi produk. ANGEL menyediakan teknologi khusus untuk memenuhi standar tinggi sektor F&B.

    Fasilitas publik seperti stasiun, bandara, dan pelabuhan membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar, dan ANGEL menawarkan sistem yang skalabel. Untuk kantor dan institusi pendidikan, sistem ANGEL yang mudah diintegrasikan dan hemat perawatan menjadi solusi ideal. ANGEL juga menyediakan layanan purna jual responsif dan kemitraan fleksibel.

    Investasi Cerdas untuk Masa Depan Bisnis di Indonesia

    Kesadaran akan kualitas air dan keberlanjutan lingkungan semakin meningkat, mendorong kebutuhan akan solusi pemurnian air yang efisien dan andal. ANGEL hadir sebagai pilihan strategis bagi bisnis di Indonesia yang ingin menjaga operasional tetap bersih, hemat, dan ramah lingkungan.

    Dengan teknologi terdepan, sistem ANGEL menjamin air aman untuk kebutuhan konsumsi hingga industri. Sistem ini scalable, mudah diintegrasikan, serta mengurangi pemborosan dan biaya perawatan, sekaligus memenuhi standar sanitasi lokal maupun global.

    Lebih dari sekadar penyedia produk, ANGEL menawarkan solusi menyeluruh, mulai dari konsultasi, instalasi, hingga layanan purna jual yang responsif. Teknologi kami mendukung praktik bisnis hijau, memperkuat citra perusahaan yang bertanggung jawab.

    Kunjungi website resmi ANGEL di sini untuk solusi terbaik sesuai kebutuhan industri Anda.

  • APJII Soroti Keberlanjutan Program Internet Cepat 100 Mbps di Sekolah Rakyat

    APJII Soroti Keberlanjutan Program Internet Cepat 100 Mbps di Sekolah Rakyat

    Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menaruh harapan agar program penyediaan internet cepat hingga 100 Mbps di Sekolah Rakyat (SR) dapat berjalan secara berkelanjutan. 

    Sekretaris Umum APJII, Zulfadly Syam menilai inisiatif ini harus dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pelaku industri, khususnya penyelenggara jasa internet (ISP) lokal. 

    Dia menyebut, ada sejumlah kegagalan dalam akselerasi pengadaan internet di masa lalu akibat ketidakkonsistenan pemerintah dalam menerapkan model bisnis yang tepat.

    “Kami sudah mencatat beberapa kegagalan akselerasi pengadaan internet hanya karena ketidakkonsistenan pemerintah dalam menjalankan model ini,” kata Zulfadly saat dihubungi Bisnis pada Minggu (29/6/2025). 

    Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk memastikan apakah penyediaan layanan internet akan diberikan kepada satu perusahaan besar atau didistribusikan ke ISP-ISP setempat. 

    Dia menegaskan, apabila hanya satu penyelenggara yang ditunjuk, maka pemerintah tidak akan memiliki kepekaan terhadap ekosistem yang telah diatur dalam regulasi. 

    Zulfadly juga menekankan pentingnya program ini menghasilkan manfaat tidak hanya bagi pengguna akhir, tetapi juga bagi para penyelenggara internet tanpa unsur monopoli.

    Lebih jauh, dia menyoroti bahwa penyediaan internet cepat seharusnya disertai dengan peningkatan literasi digital agar dapat mendorong inovasi, bukan sekadar konsumsi layanan.

    “Kita juga tahu orang Indonesia ketika diberikan fasilitas, malah akan menjadi penikmat fasilitas. Bukan menjadikan fasilitas sebagai landasan untuk menghasilkan inovasi. Artinya, bahwa penting literasi setelah kecepatan internet diberdayakan,” ungkap Zulfadly.

    Menkomdigi Meutya Hafid mengecek kecepatan internet di salah satu Sekolah Rakyat di Yogyakarta

    Dia menambahkan, program SR tidak akan mempengaruhi persaingan di industri fixed broadband asalkan pemerintah membagi instalasi secara merata kepada ISP sesuai kapabilitas dan zona daerah masing-masing. Skema ini diyakini mampu memperkuat infrastruktur dan layanan teknis secara lokal.

    “Kekuatan infrastruktur masing-masing Penyelenggara berbeda-beda. Ada yang kuat di Jawa namun tidak kuat di Sumatera. Berdasarkan hal tersebut, maka model bisnis terbaik adalah prioritaskan Penyelenggara dari lokal daerah tersebut,” katanya .

    Senada, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menegaskan pentingnya pemerataan akses internet berkualitas di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dia menilai kecepatan minimal 100 Mbps kini menjadi standar global yang juga harus diadopsi Indonesia jika ingin bersaing dalam ekonomi digital.

    “Layanan internet harus disediakan secara merata di seluruh Indonesia dan berkecapatan tinggi. Banyak negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara, sudah menetapkan kecepatan minimal 100 Mbps. Dan kalau nggak mau tertinggal dari persaingan ekonomi digital global, Indonesia juga harus merata,” kata Heru kepada Bisnis pada Minggu (29/6/2025). 

    Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, atau yang dirinya sebut dengan kerja sama penta-helix, melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media.

    “Sebab kalau semua dikerjakan pemerintah pasti gagal, sebab SDM terbatas dan anggaran juga terbatas,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai menyediakan akses internet cepat di dua SR di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. SR di Sleman mendapatkan koneksi 100 Mbps untuk mendukung kegiatan belajar 75 siswa, sedangkan SR di Bantul menerima koneksi 200 Mbps untuk 200 siswa dari lima kabupaten/kota di DIY.

    Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan  dua sekolah tersebut nantinya didesain sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto adalah yakni menjadi smart school, di mana semuanya sangat tergantung juga dengan layanan internet. 

    Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengatakan internet 100 Mbps akan hadir di 100 titik Sekolah Rakyat. 

    Komdigi mendapat penugasan langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) terkait program SR untuk memastikan ketersediaan jaringan internet di seluruh lokasi SR.

    “Sesuai penugasan yang terdapat di Inpres SR, Komdigi mendapat tugas salah satunya mendukung ketersediaan sistem dan jaringan internet di Sekolah Rakyat, dengan demikian Komdigi akan memastikan bahwa di seluruh SR sudah ada jaringan FO yang bisa digunakan SR untuk mendapatkan layanan internet,” kata Wayan saat dihubungi Bisnis.

    Dia menambahkan, apabila di lokasi SR belum tersedia jaringan FO, maka Komdigi akan bekerja sama dengan operator untuk memastikan kabel fiber optik ditarik hingga ke titik sekolah. Menurut Wayan, program ini juga memprioritaskan SR yang berada di wilayah belum terjangkau jaringan FO.

    “Sehingga ketika SR beroperasi, di semua lokasi SR sudah terdapat jaringan FO yang bisa digunakan SR untuk layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps,” jelasnya.

  • Komdigi Pastikan 100 Sekolah Rakyat Bakal Dibekali Internet Cepat 100 Mbps

    Komdigi Pastikan 100 Sekolah Rakyat Bakal Dibekali Internet Cepat 100 Mbps

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan seluruh Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto akan mendapatkan akses internet cepat berbasis fiber optik (FO) dengan kecepatan minimal 100 Mbps. 

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto menegaskan pihaknya mendapat penugasan langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) terkait program SR untuk memastikan ketersediaan jaringan internet di seluruh lokasi SR

    “Sesuai penugasan yang terdapat di Inpres SR, Komdigi mendapat tugas salah satunya mendukung ketersediaan sistem dan jaringan internet di Sekolah Rakyat, dengan demikian Komdigi akan memastikan bahwa di seluruh SR sudah ada jaringan FO yang bisa digunakan SR untuk mendapatkan layanan internet,” kata Wayan saat dihubungi Bisnis pada Minggu (29/6/2025). 

    Dia menambahkan, apabila di lokasi SR belum tersedia jaringan FO, maka Komdigi akan bekerja sama dengan operator untuk memastikan kabel fiber optik ditarik hingga ke titik sekolah. Menurut Wayan, program ini juga memprioritaskan SR yang berada di wilayah belum terjangkau jaringan FO.

    “Sehingga ketika SR beroperasi, di semua lokasi SR sudah terdapat jaringan FO yang bisa digunakan SR untuk layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps,” jelasnya.

    Dia menambahkan, penyediaan jaringan FO ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai operator internet, mencakup instalasi jaringan hingga pemeliharaan dan monitoring kualitas layanan secara berkelanjutan.

    “Penyediaan jaringan FO ini bekerja sama dengan berbagai operator ISP/FO dari penyediaan jaringan ke lokasi SR sampai pemeliharaan dan monitoring kualitas jaringan,” tegas Wayan.

    Sebelumnya, ada dua sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah menerima layanan internet cepat dari Komdigi. Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 di Kabupaten Bantul menerima koneksi internet 200 Mbps, sedangkan SR Menengah Atas 20 di Kabupaten Sleman mendapatkan akses 100 Mbps. Layanan ini mendukung proses belajar 75 siswa di Sleman dan 200 siswa di Bantul.

    Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional berbasis digital.

    “Sekolah ini nanti didesain sesuai arahan Bapak Presiden adalah sekolah dengan smart school, di mana semuanya sangat tergantung juga dengan layanan internet yang diberikan oleh teman-teman Komdigi,” kata Meutya dikutip dari laman resmi Komdigi pada Sabtu (28/6/2025).

    Menurutnya, program SR merupakan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memberikan akses pendidikan berkualitas. Peluncuran resmi 100 SR dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 14 Juli 2025.

  • Makin Siap, Bos XLSMART Tunggu Momentum Tepat Dorong 5G di Kota Pilihan

    Makin Siap, Bos XLSMART Tunggu Momentum Tepat Dorong 5G di Kota Pilihan

    Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) masih memantau perkembangan 5G di Indonesia. Perusahaan akan selektif dan terukur dalam membangun jaringan tersebut.   

    Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan merger dua operator besar ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat infrastruktur jaringan serta efisiensi operasional perusahaan. Langkah tersebut, menurutnya, juga menjadi fondasi penting dalam menyambut era konektivitas generasi kelima.

    “Pengembangan 5G di Indonesia masih lambat dibanding negara tetangga. Merger ini juga menyiapkan jaringan kami untuk 5G, sehingga saat waktunya tepat, kami siap meluncurkan 5G di kota-kota yang kami targetkan,” kata Rajeev dalam wawancara eksklusif di XLSMART Tower, Kuningan, Jakarta pada Rabu (18/6/2025).

    Diketahui, sebelum merger XL Axiata telah mengembangkan 5G di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Perusahaan menggunakan pita spektrum 1800 MHz dan 2100 MHz, dengan metode Dynamic Specturm Sharing. 

    Sementara itu Smartfren sempat melakukan uji coba 5G untuk salah satu manufaktur di Meruya, Jakarta Utara. 

    Dia menjelaskan, salah satu dampak positif dari merger adalah efisiensi infrastruktur jaringan. XLSMART kini dapat menggabungkan menara-menara yang sebelumnya berdiri berdampingan, dan mengalihkannya ke wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal.

    Tak hanya menara, kombinasi spektrum dari kedua operator juga menjadi keunggulan tersendiri. XLSMART kini memiliki kapasitas dan efisiensi jaringan yang lebih besar dibanding sebelumnya.

    “Dengan merger, kami gabungkan spektrum XL dan Smartfren, sehingga kapasitas dan efisiensi jaringan kami jadi yang terbaik di pasar. Jaringan juga akan di-refresh, semua peralatan baru dan siap untuk 5G,” tambah Rajeev.

    Dia menegaskan saat perangkat pelanggan sudah kompatibel dengan jaringan 5G, XLSMART akan siap menjadi pelopor dalam layanan tersebut di Indonesia. 

    “Jadi, saat perangkat pelanggan sudah siap, kami bisa langsung jadi pemimpin 5G,” katanya. 

    Dia memastikan perusahaan memanfaatkan merger untuk membebaskan sumber daya, membuat jaringan lebih efisien, dan mendistribusikan kembali ke daerah baru. 

    Rajeev juga menyoroti ketidakseimbangan dalam industri telekomunikasi nasional yang dinilainya belum sehat. 

    Dia menyebut praktik perang harga kartu SIM dan rotasi pelanggan yang terlalu tinggi sebagai salah satu tantangan utama industri.

  • Microsoft Hapus Kata Sandi 2 Bulan Lagi, Ini Kelebihan Passkey Penggantinya

    Microsoft Hapus Kata Sandi 2 Bulan Lagi, Ini Kelebihan Passkey Penggantinya

    Bisnis.com, JAKARTA – Microsoft akan menghentikan fitur penyimpanan kata sandi di aplikasi Authenticator mulai Agustus 2025. Artinya, aplikasi ini tidak lagi mendukung fitur isi otomatis (autofill) maupun penyimpanan kata sandi. 

    Sebagai gantinya, pengguna harus menggantikan kata sandi yang tersimpan dengan passkey. Yakni, metode login baru yang lebih aman karena terhubung langsung ke perangkat dan identitas biometrik pengguna.

    Mengutip Techradar pada Minggu (29/6/2025), langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Microsoft untuk mengakhiri penggunaan kata sandi. Tahun lalu, perusahaan ini melaporkan telah mendeteksi 7.000 serangan berbasis kata sandi setiap detik. 

    Dengan semakin meningkatnya serangan siber dan risiko terhadap kredensial pengguna, Microsoft menganggap passkey sebagai kunci utama menuju masa depan yang lebih aman.

    Namun, apa sebenarnya passkey itu, dan mengapa lebih aman dibandingkan kata sandi? Sampai kapan pengguna mempunyai waktu sebelum Microsoft Authenticator benar-benar melupakan semua kata sandi.

    Sebelumnya, perlu diketahui Microsoft Authenticator adalah aplikasi seluler gratis yang tersedia di perangkat Android dan iOS. Aplikasi ini membantu pengguna masuk ke akun dengan lebih aman. 

    Awalnya, Microsoft Authenticator dirancang sebagai alat autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun Microsoft, aplikasinya kemudian berkembang dan mendukung penyimpanan serta pengisian otomatis kata sandi.

    Pengguna bisa menyimpan login, menyinkronkannya di berbagai perangkat, dan mengisi kredensial secara otomatis di situs web dan aplikasi. Setelah disimpan, login bisa diverifikasi menggunakan sidik jari, pengenalan wajah, atau PIN.

    Fitur penyimpanan dan pengisian kata sandi ini akan dihapus dan akan diganti dengan passkey sebagai metode login yang lebih baru dan disebut lebih aman.

    Sebagai informasi, Passkey adalah metode login alternatif yang tidak lagi mengandalkan kata atau frasa yang harus kamu ingat atau simpan. Sebaliknya, passkey memverifikasi identitasmu menggunakan biometrik (seperti wajah atau sidik jari) atau PIN.

    Passkey dikembangkan oleh Fast Identity Online Alliance (FIDO). Teknologi ini menggunakan protokol otentikasi terbuka yang memang dirancang untuk menggantikan kata sandi sepenuhnya.

    Saat membuat passkey, perangkat pengguna menyimpan private key (kunci privat). Untuk login, pengguna cukup membuka kunci perangkat dengan pengenalan wajah, sidik jari, atau PIN. Kemudian kunci publik yang sesuai akan digunakan untuk memverifikasi identitas secara online terhadap kunci privat yang tersimpan.

    Metode ini disebut lebih aman dibandingkan dengan kata sandi.

    Dijelaskan, kata sandi telah lama menjadi mata rantai terlemah dalam keamanan online. Sejak awal digunakan, banyak orang membuat kata sandi yang lemah dan mudah ditebak demi kemudahan mengingat. Tak jarang pula pengguna menggunakan kata sandi yang sama atau mirip untuk banyak akun.

    Taktik ini membuat pengguna sangat rentan terhadap pembobolan data. Apabila satu akun bocor, maka semua akun lain yang memakai kata sandi serupa juga ikut terancam. Selain itu, penggunaan kata sandi juga membuat pengguna lebih mudah terkena phishing, yaitu penipuan yang dirancang untuk mencuri kredensial mereka.