Category: Bisnis.com Tekno

  • Studi Ungkap Poros Bumi Bergeser 31,5 Inchi dalam 2 Dekade

    Studi Ungkap Poros Bumi Bergeser 31,5 Inchi dalam 2 Dekade

    Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi inovatif terbaru yang diterbitkan dalam Geophysical Research Letters telah mengungkapkan sumbu rotasi Bumi telah bergeser 31,5 inci dalam waktu kurang dari dua dekade.

    Penelitian itu mengungkapkan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia seperti pemompaan air tanah.

    Penemuan tak terduga ini menantang pemahaman konvensional tentang rotasi Bumi dan kaitannya dengan perubahan iklim. Para ahli kini berpendapat bahwa kemiringan ini dapat memiliki implikasi yang lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya, termasuk berkontribusi pada kenaikan permukaan laut dan memperburuk ketidakstabilan iklim.

    Data baru ini, yang pertama kali diungkap melalui analisis ketat oleh para peneliti termasuk Ki-Weon Seo dari Universitas Nasional Seoul, mengungkapkan pergeseran dramatis dalam kemiringan Bumi yang disebabkan oleh redistribusi air tanah.

    Studi ini, yang mengkaji data dari tahun 1993 hingga 2010, menunjukkan bahwa aktivitas manusia, khususnya dalam irigasi dan konsumsi, memengaruhi distribusi massa planet ini. Temuan ini menawarkan wawasan penting tentang potensi penyebab pergeseran kutub rotasi Bumi, dan efek berantainya terhadap pola iklim dan permukaan laut.

    Dalam salah satu penemuan paling mengejutkan dalam geofisika modern, studi ini menunjukkan bahwa pemompaan air tanah secara masif memiliki dampak signifikan terhadap sumbu rotasi Bumi.

    Kutub rotasi Bumi sebenarnya banyak berubah. Studi kami menunjukkan bahwa di antara penyebab-penyebab terkait iklim, redistribusi air tanah justru memiliki dampak terbesar terhadap pergeseran kutub rotasi. Redistribusi massa di Bumi melalui ekstraksi air tanah mengubah rotasi, mirip dengan menambahkan beban kecil pada gasing, sehingga mengubah sumbu planet.

    Meskipun konsep air yang bergerak melalui planet yang memengaruhi rotasinya bukanlah hal baru, studi ini memberikan data spesifik yang mengkuantifikasi skala dampaknya. Ekstraksi air tanah, yang utamanya mendukung irigasi pertanian dan penggunaan air manusia, memindahkan 2.150 gigaton air yang mencengangkan dari cadangan bawah tanah ke lautan, yang selanjutnya menggeser keseimbangan massa Bumi.

    Hal ini mengakibatkan pergeseran sumbu rotasi planet sebesar 31,5 inci, sebuah fenomena yang sebelumnya diremehkan dalam hal dampaknya terhadap sistem iklim global.

    Salah satu aspek yang paling meresahkan dari studi ini adalah implikasinya terhadap kenaikan muka air laut global. Meskipun redistribusi air berdampak pada kemiringan Bumi, hal ini juga berkontribusi terhadap kenaikan muka air laut, yang telah menjadi kekhawatiran yang semakin meningkat bagi penduduk pesisir.

    Ketika air tanah dipompa dan dialirkan ke lautan, volume air yang berkontribusi terhadap kenaikan muka air laut global bertambah. 

    Dalam jangka panjang, jika pemompaan air tanah terus berlanjut dengan kecepatan seperti saat ini, efek gabungannya dapat memperburuk masalah banjir pesisir yang sudah mendesak.

    Studi ini menunjukkan bahwa hubungan antara redistribusi air tanah dan kenaikan permukaan laut mungkin lebih nyata daripada yang disadari para ahli, sehingga menciptakan tantangan baru bagi upaya mitigasi perubahan iklim.

    Pergeseran kutub rotasi Bumi selalu menjadi subjek keingintahuan ilmiah. Namun, hubungan antara pergeseran ini dan pemompaan air tanah membuka jalan baru untuk memahami perubahan iklim. Surendra Adhikari, seorang ilmuwan NASA yang terlibat dalam studi tahun 2016 tentang pergeseran rotasi Bumi, menambahkan bobot lebih lanjut pada penelitian ini, dengan menyatakan, 

    Meskipun pemompaan air tanah mungkin tampak sebagai masalah lokal, dampak luasnya terhadap distribusi massa planet membuktikan sebaliknya. Para peneliti menemukan bahwa pergerakan air dari wilayah seperti Amerika Utara bagian barat dan India barat laut memiliki dampak paling substansial terhadap pergeseran rotasi Bumi.

    Ketika air tanah dipompa dari wilayah-wilayah ini dan akhirnya mengalir ke lautan, hal itu memengaruhi keseimbangan distribusi air di seluruh planet. Hal ini menyoroti sifat global dari masalah ini, menggarisbawahi fakta bahwa praktik lingkungan lokal dapat memiliki konsekuensi yang luas.

    Perlu dicatat juga bahwa pergeseran kemiringan Bumi ini bukan hanya akibat penggunaan air; pergeseran ini diperparah oleh perubahan iklim, yang dapat mempercepat dampak redistribusi air tanah. Ketika air bergerak dari wilayah dengan konsumsi tinggi ke lautan, perubahan distribusi massa akan terus memengaruhi rotasi planet dan dapat menyebabkan pola cuaca dan perubahan permukaan laut yang lebih nyata.

  • Rumus-rumus Dasar Microsoft Excel dan Contohnya

    Rumus-rumus Dasar Microsoft Excel dan Contohnya

    Bisnis.com, JAKARTA – Microsoft Excel merupakan salah satu perangkat lunak pengolah data untuk berbagai keperluan. Rumus dasar Microsoft Excel wajib dihafalkan untuk memudahkan pekerjaan.

    Microsoft Excel adalah software yang sangat populer dan banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti administrasi, keuangan, pendidikan, dan riset ilmiah.

    Salah satu keunggulan utama Excel terletak pada kemampuannya dalam melakukan perhitungan otomatis menggunakan rumus (formula).

    Penggunaan rumus dasar Microsoft Excel dapat mempercepat analisis data, mengurangi kesalahan perhitungan, dan meningkatkan efisiensi kerja.

    Rumus-rumus dasar Excel berguna untuk menghitung jumlah data atau secara spesifik mengelompokkan data tersebut.

    Penguasaan rumus dasar Microsoft Excel merupakan keterampilan penting yang menunjang efektivitas dalam bekerja dan belajar.

    Dengan memahami dan mempraktikkan rumus-rumus di atas, pengguna dapat mengolah data secara lebih efisien, akurat, dan sistematis.

    Excel juga menyediakan ratusan fungsi lainnya yang lebih kompleks dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna di bidang apa pun.

    Berikut rumus dasar Excel dan contohnya:

    Rumus Dasar Microsoft Excel

    1. SUM (Menjumlahkan Data)

    Fungsi: Menjumlahkan sekumpulan angka dalam rentang sel.

    Rumus:

    =SUM(A1:A5)

    Contoh: Jika sel A1 sampai A5 berisi angka 2, 4, 6, 8, dan 10, maka:

    =SUM(A1:A5) → hasilnya adalah 30

    2. AVERAGE (Menghitung Rata-rata)

    Fungsi: Menghitung nilai rata-rata dari sekumpulan angka.

    Rumus:

    =AVERAGE(B1:B5)

    Contoh: Jika B1 sampai B5 berisi nilai 70, 80, 90, 85, 75, maka:

    =AVERAGE(B1:B5) → hasilnya adalah 80

    3. MAX dan MIN (Mencari Nilai Tertinggi dan Terendah)

    Fungsi: MAX untuk mencari nilai tertinggi. MIN untuk mencari nilai terendah

    Rumus:

    =MAX(C1:C5)

    =MIN(C1:C5)

    Contoh: Jika C1 sampai C5 berisi nilai 45, 67, 89, 23, 56, maka:

    =MAX(C1:C5) → hasilnya adalah 89

    =MIN(C1:C5) → hasilnya adalah 23

    4. IF (Logika Kondisional)

    Fungsi: Menyatakan suatu kondisi logis dan hasil jika kondisi tersebut benar atau salah.

    Rumus:

    =IF(D1>=60, “Lulus”, “Tidak Lulus”)

    Contoh: Jika D1 berisi nilai 75, maka:

    =IF(D1>=60, “Lulus”, “Tidak Lulus”) → hasilnya adalah “Lulus”

    5. COUNT dan COUNTA (Menghitung Jumlah Data)

    Fungsi: COUNT Menghitung jumlah sel yang berisi angka. COUNTA Menghitung jumlah sel yang tidak kosong (angka maupun teks).

    Rumus:

    =COUNT(E1:E10)

    =COUNTA(E1:E10)

    Contoh: Jika E1 sampai E10 berisi 5 angka dan 3 teks, serta 2 sel kosong:

    =COUNT(E1:E10) → hasilnya adalah 5

    =COUNTA(E1:E10) → hasilnya adalah 8

    6. CONCATENATE / CONCAT (Menggabungkan Teks)

    Fungsi: Menggabungkan beberapa teks atau nilai dari sel berbeda.

    Rumus:

    =CONCATENATE(F1, ” “, G1)

    Contoh: Jika F1 berisi “Maman” dan G1 berisi “Suherman”:

    =CONCATENATE(F1, ” “, G1) → hasilnya adalah “Maman Suherman”

    Catatan: Pada Excel versi terbaru, CONCATENATE digantikan oleh fungsi CONCAT.

    7. NOW dan TODAY (Tanggal dan Waktu Sekarang)

    Fungsi: NOW Menampilkan tanggal dan waktu saat ini. TODAY Menampilkan tanggal hari ini (tanpa waktu).

    Rumus:

    =NOW ()

    =Today ()

    Contoh:

    =NOW() → 28/07/2025 16:45

    =TODAY() → 28/07/2025

    8. VLOOKUP (Mencari Nilai dalam Tabel Vertikal)

    Fungsi: Mencari nilai dalam kolom pertama dan mengembalikan nilai dari kolom lain yang sesuai dalam baris yang sama.

    Rumus:

    =VLOOKUP(70, A2:B5, 2, FALSE)

    Contoh: Jika dalam tabel A2:B5 terdapat data:

    70 | A
    80 | B
    90 | C

    Maka:

    =VLOOKUP(70, A2:B5, 2, FALSE) → hasilnya adalah “A”

    9. LEFT, RIGHT, dan MID (Mengambil Teks dari String)

    Fungsi: LEFT mengambil karakter dari sisi kiri. RIGHT mengambil karakter dari kanan. MID mengambil karakter dari posisi tertentu.

    Rumus:

    =LEFT(text, jumlah_karakter)

    =RIGHT(text, jumlah_karakter)

    =MID(text, posisi_awal, jumlah_karakter)

    Contoh:

    =LEFT(“Excel Dasar”, 5) → “Excel”

    =RIGHT(“Excel Dasar”, 5) → “Dasar”

    =MID(“Excel Dasar”, 7, 5) → “Dasar”

    10. TRIM (Menghapus Spasi Berlebih)

    Fungsi: Menghapus spasi berlebih dalam teks, kecuali satu spasi antar kata.

    Rumus:

    =TRIM ( )

    Contoh:

    =TRIM(” Data Excel “) → hasilnya adalah “Data Excel”

    Itulah rumus dasar Microsoft Excel yang harus dihafalkan untuk memudahkan pekerjaan.

  • Menkomdigi Minta Perbankan Lebih Aktif Blokir Rekening Judi Online

    Menkomdigi Minta Perbankan Lebih Aktif Blokir Rekening Judi Online

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeklaim telah memblokir sebanyak 1,7 juta konten judi online (judol). Namun langkah ini belum optimal tanpa dukungan perbankan. 

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pemutusan akses terhadap situs judi online tidak cukup untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku judi online.

    Perlu langkah yang lebih konkret salah satunya dengan pemblokiran rekening.

    “Konten bisa dibuat ulang dengan mudah, tetapi rekening sulit dibuka kembali setelah diblokir,” kata Meutya, dikutip Kamis (31/7/2025).

    Untuk itu, Komdigi menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening bank yang digunakan untuk transaksi judi online.

    Nantinya, PPATK akan melakukan pelacakan rekening yang terindikasi judi online. Selain itu, Meutya menyampaikan bahwa langkah ini juga sekaligus mendorong sektor perbankan untuk lebih ketat dalam proses verifikasi nasabah.

    “Perbankan juga harus diminta lebih ketat sehingga pelaku tidak bisa membuat rekening lagi,” imbuhnya.

    Dia berharap, dengan adanya kolaborasi lintas sektor antara Kemkomdigi dan PPATK, maka upaya untuk memutus mata rantai judi online dapat berjalan lebih efektif.

    “Ini bagus kalau disatukan, jadi ada crawling kontennya dan ada juga crawling rekeningnya,” pungkasnya.

    Meutya mengatakan Kementerian Komdigi telah melakukan takedown terhadap hampir 2,5 juta konten negatif, dengan sekitar 1,7 juta di antaranya terkait judol. Adapun, pemblokiran ini merupakan kalkulasi sejak 20 Oktober 2024 hingga 28 Juli 2025.

    Meutya menyampaikan pemblokiran konten negatif ini berasal dari pengaduan masyarakat dan sistem crawling milik Komdigi. 

    “Data konten-konten negatif ini kami dapatkan dari aduan masyarakat dan sistem crawling kami,” kata Meutya.

    Kendati demikian, Meutya menyebut peredaran situs judi online masih marak dan terus dipromosikan di berbagai platform media sosial.

    Terlebih, kata Meutya, pelaku judi online semakin kreatif dalam mencari celah yang tidak terlacak oleh sistem crawling untuk melakukan promosi judol.

  • HP Lipat dengan Sentuhan AI Terbaru

    HP Lipat dengan Sentuhan AI Terbaru

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung resmi luncurkan tiga produk barunya yang menawarkan generasi terbaru kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung produktivitas.

    Galaxy Z Fold & Flip 7 jadi produk yang diperkenalkan. Dua seri itu tetap hadir sebagai ponsel lipat yang mendukung fleksibilitas penggunanya dengan fitur multitasking screen, memungkinkan pengguna menjalankan dua aplikasi sekaligus di masing-masing belahan layar.

    Z Fold 7 hadir dengan layar yang lebih lebar ketika dibentangkan, dan lebih tipis ketika dilipat dibanding seri sebelumnya. 

    Sementara itu, untuk Flip 7 juga serupa, menawarkan layar yang lebih luas ketika dibentangkan, yang membuat smartphone tersebut terasa tidak seperti ponsel lipat, melainkan seperti ponsel pada umumnya ketika digenggam.

    Ketahanan layar lipat dua produk handphone tersebut juga ditingkatkan, yaitu dengan armor flexi yang disempurnakan, memberikan ketahanan hingga 500.000 kali buka-tutup layar.

    “Kami menyasar target pasar konsumen yang menginginkan handphone lipat yang lebih kokoh dengan ketahanannya, tetapi terasa ringan untuk dibawa kemana-mana,” kata Head of Part MX Category Samsung Electronics Indonesia, Verry Octavianus di Jakarta, (30/07/25).

    Dia juga mengatakan, Fold & Flip 7 hadir dengan pilihan penyimpanan 256 GB, 512 GB, dan bahkan 1 TB. Berdasarkan jumlah pelanggan pre-order yang dia temukan, seri dengan penyimpanan 512 GB menjadi favorit.

    Selain menawarkan desain yang lebih ramping dan ketahanan yang ditingkatkan, Samsung Galaxy Fold & Flip 7 juga menghadirkan software terbarunya, OneUI 8, yang didukung dengan fitur-fitur AI Google Gemini.

    AI Google Gemini di seri terbaru smartphone Samsung itu berfungsi sebagai asisten pribadi pengguna secara lebih optimal. Deep research-nya dapat membantu, baik untuk proses kreatif, maupun untuk produktivitas lainnya, bahkan dapat digunakan untuk membuat rencana kegiatan.

    Kamera 200 MP menjanjikan kualitas gambar yang baik yang dapat diambil pengguna, dan perekam suara dengan noise reduction bawaannya menawarkan hasil rekaman suara yang jernih tanpa gangguan suara di latar belakang.

    Satu produk lainnya yang diluncurkan Samsung yaitu Galaxy Watch 8, yang hadir selain untuk menjadi penunjuk waktu, tetapi juga sebagai perangkat wearable yang pintar dan mendukung gaya hidup sehat.

    Sejumlah fitur baru yang hadir dalam jam pintar tersebut yaitu pengecekan index asupan antioksidan tubuh, Running Coach yang dapat mengatur program dan aktivitas lari pengguna, pengecekan Vascular Load untuk memonitor kesehatan jantung, serta penunjuk Sleep Score & Energy Score, mendukung pola recovery setelah aktivitas.

    Pengguna juga dapat mengaktifkan asisten AI Google Gemini lewat Galaxy Watch 8, yang membuatnya menjadi “AI Agent on the wrist”, cukup memberi perintah ke jam yang terintegrasi dengan smartphone, lalu itu akan dijalankan.

    Integrasi lainnya antara Galaxy Watch 8 dan Smartphone Fold & Flip 7 yang diperkenalkan adalah “Photo Pinch”, yaitu mengambil gambar dengan gestur seperti mencubit, pengguna dapat melakukan gestur tersebut dengan perangkat jam pintar dan smartphone Samsung yang terintegrasi.

    Untuk periode pre-order tiga produk baru tersebut masih berlangsung hingga Kamis (31/07/25), dengan pihak Samsung juga mengatakan setelah periode tersebut berakhir, tetap akan ada promo-promo lainnya yang dihadirkan.

    “Antusias masyarakat untuk produk foldable kami sejak 2020 hingga 2024 terus mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat tiap tahunnya,” Kata Verry Octavianus mengenai antusias masyarakat terhadap seri Fold & Flip.

    Dia juga mengatakan, untuk fitur AI yang ditawarkan Samsung hingga saat ini masih gratis, tetapi untuk yang Advanced, tetap berbayar dengan 6 bulan masa gratis. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Pemenang Perlu Dikawal dengan Regulasi

    Pemenang Perlu Dikawal dengan Regulasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Ekosistem teknologi di pita frekuensi 1,4 GHz dinilai belum matang dikhawatirka menimbulkan sejumlah tantangan bagi penetrasi internet berbasis fixed wireless access (FWA) di Indonesia. Pemerintah mengikat para pemenang dengan komitmen pembangunan yang kuat.

    Diketahui, ekosistem yang belum sempurnya membuat alat penerima sinyal internet dari pita 1,4 GHz dibandrol dengan harga mahal hingga Rp6,5 juta. Padahal, modem pita frekuensi eksisting — seperti 2300 MHz, 2100 MHz hingga 800 MHz — hanya dikenakan biaya di bawah Rp200.000.

    Mengenai situasi ekosistem 1,4 GHz yang belum matang tersebut, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan kondisi ini bisa berdampak pada lambatnya ketersediaan perangkat dan mahalnya harga layanan jika tidak diantisipasi oleh kebijakan maupun regulasi yang tepat.

    Oleh sebab itu, lanjutnya, pilihan kebijakan 1,4 GHz untuk mendorong broadband FWA ini, supaya dapat mencapai tujuan kebijakannya, perlu dikawal dengan regulasi yang tepat, termasuk pada komitmen bagi para pemenang lelang.

    “Tujuannya agar bisa mencegah kegagalan pasar, dan juga mengantisipasi kelambatan adopsi layanan,” kata Sigit kepada Bisnis, Rabu (30/7/2025).

    Keterbatasan ekosistem di pita ini berpotensi membuat perangkat pendukung layanan FWA lebih sedikit dan cenderung mahal di pasaran. Hal ini diakui akan menghambat penetrasi internet di pita 1,4 GHz – berbeda dengan ekosistem pita mid-band seperti 2,3 GHz atau 3,5 GHz yang telah mapan dan didukung oleh banyak vendor perangkat.

    Sigit memperkirakan, secara umum diperlukan waktu sekitar 1 hingga 1,5 tahun bagi vendor untuk bisa mulai menyediakan perangkat yang mendukung pita 1,4 GHz secara masif di pasar domestik. Namun, Dia menekankan, risiko keterlambatan tersebut tetap dapat diminimalisir dengan regulasi yang mengatur komitmen dari pemenang lelang spektrum.

    Modem untuk pita 1,4 GHz

    “Misalnya regulasi yang mengatur jelas kapan layanan FWA terkait harus tersedia, di wilayah mana, kecepatan minimal berapa, berapa harga layanan, dan seterusnya. Hal-hal itu bisa dikomitmenkan kepada pemenang lelang,” jelasnya.

    Sebelumnya, Head of Asia Pacific GSMA Julian Gorman mengatakan tantangan utama dalam pemanfaatan frekuensi 1,4 GHz berkaitan dengan kesiapan ekosistem pendukung yang masih minim.

    “Masalah utama dari teknologi 1,4 GHz adalah ukuran ekosistemnya,” ujar Julian dalam konferensi virtual, Senin (28/7/2025). 

    Dia menjelaskan bahwa setiap pita frekuensi yang dialokasikan membutuhkan ekosistem komprehensif agar dapat dimanfaatkan secara efektif—dari pembuat chip, antena, hingga produsen perangkat yang dapat mendukung spektrum tersebut.

    Di berbagai belahan dunia, pita frekuensi paling populer yang lebih dulu diadopsi secara masif adalah 3,5 GHz, diikuti dengan 2,6 GHz. Pita-pita ini mendapat sambutan luas karena didukung oleh rantai pasok global yang matang dan biaya produksi perangkat yang efisien karena skala adopsi yang besar.

    Sebaliknya, pita 1,4 GHz hanya digunakan secara sporadis di beberapa wilayah dunia, sehingga keberadaan perangkat, chip, dan dukungan teknis lainnya masih relatif terbatas. 

    “Kalau Indonesia memilih untuk mengembangkan layanan di pita ini, tentu kontribusi terhadap pembentukan ekosistem global sangat besar. Tetapi untuk saat ini, kurangnya skala adalah tantangan terbesar,” kata Julian. 

  • Nilai Pasar ERP Tembus Rp4.015 Triliun, Ini 5 Tren Pemanfaatannya di Global

    Nilai Pasar ERP Tembus Rp4.015 Triliun, Ini 5 Tren Pemanfaatannya di Global

    Bisnis.com, JAKARTA — Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) kini telah berkembang jauh dari sekadar alat manajemen akuntansi dan sumber daya perusahaan. Diproyeksikan sebanyak 1,4 juta perusahaan akan mengalokasikan lebih dari US$183 miliar atau Rp4.015 triliun untuk solusi ERP dalam setahun ke depan. Berikut 5 tren ERP di dunia pada 2025

    Secara sederhana, ERP adalah sistem perangkat lunak (software) yang dirancang untuk mengelola dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Sistem ini membantu menyederhanakan dan mengotomatisasi alur kerja, meningkatkan efisiensi, dan memberikan visibilitas yang lebih baik atas seluruh operasi bisnis. 

    ERP mengotomatiskan tugas-tugas rutin dan proses bisnis, mengurangi pekerjaan manual, dan meningkatkan efisiensi.
    Dalam perkembangannya, sistem ERP dibagi kedalam beberapa jenis seperti ERP on-premise (diinstal dan dijalankan di server perusahaan), ERP berbasis cloud (dioperasikan di server pihak ketiga), dan ERP hybrid (kombinasi keduanya).

    Berikut 5 tren penerapan ERP dilansir dari Oracle NetSuite, Rabu (30/7/2025):

    1. Dominasi Cloud ERP

    Seiring meningkatnya adopsi model kerja remote dan perluasan operasional lintas wilayah, ERP berbasis cloud kini menjadi pilihan utama. Cloud ERP memberi perusahaan kemudahan dalam implementasi, pengurangan biaya TI, dan fleksibilitas tinggi dalam menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan. 

    Pasar ERP cloud diproyeksikan tumbuh dari US$72,2 miliar pada 2023 menjadi US$130,5 miliar pada 2028, menunjukkan percepatan migrasi dari sistem on-premises menuju cloud. Selain itu, cloud ERP kini memainkan peran utama dalam mendukung edge computing, yang meningkatkan kecepatan dan keamanan pemrosesan data terdistribusi.

    2. Strategi Two-Tier ERP

    Model ERP dua tingkat (two-tier) akan digandrungi karena memberikan solusi lebih fleksibel bagi perusahaan yang memiliki berbagai unit bisnis dengan kebutuhan berbeda. 

    Dengan pendekatan ini, kantor pusat tetap menggunakan sistem ERP utama (tier 1), sementara cabang atau anak usaha menggunakan sistem ERP kedua (tier 2) yang lebih ringan dan fleksibel, sering kali berbasis cloud. Strategi ini memungkinkan penghematan biaya, kemudahan integrasi, dan responsivitas lebih tinggi terhadap kebutuhan unit kecil atau pasar regional.

    3. Integrasi Teknologi Lanjutan

    Sistem ERP semakin terhubung dengan teknologi baru untuk mendukung proses bisnis yang lebih cerdas dan otomatis. Beberapa contoh penerapannya ke depan antara lain seperti IoT ERP untuk pemantauan kondisi mesin secara real-time untuk menghindari downtime, ERP Robot otomatisasi gudang, hingga ERP E-Commerce untuk sinkronisasi transaksi, pengelolaan stok dan pengiriman secara terintegrasi.

    Integrasi ini mendongkrak efisiensi lintas proses dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

    4. ERP Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin (ML)

    AI dan machine learning telah menjadi bagian integral dari ERP. Sistem ini mampu memprediksi permintaan dengan lebih akurat, mengotomatisasi tugas repetitif, memberikan saran berbasis data historis dan mendeteksi anomali keuangan secara otomatis. 

    Chatbot berbasis AI juga mulai diterapkan sebagai interface bantu pengguna, menjawab pertanyaan dalam konteks pesanan, pelanggan, hingga stok barang secara real-time.

    Akses dari Smartphone …

  • Amvesindo Dorong Perbaikan Tata Kelola Usai Kasus MDI Ventures-Tanihub Mencuat

    Amvesindo Dorong Perbaikan Tata Kelola Usai Kasus MDI Ventures-Tanihub Mencuat

    Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) buka suara soal kasus hukum yang menyeret sejumlah perusahaan modal ventura – termasuk beberapa anggota asosiasi – terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana investasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Sebagaimana diketahui, MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., bersama startup agritech Tanihub terlibat dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Wakil Ketua IV Amvesindo Rama Mamuaya mengatakan pihaknya menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum.

    Dia juga menyampaikan keprihatinan atas kasus hukum yang menyeret sejumlah perusahaan modal ventura, termasuk beberapa anggota Amvesindo, terkait dugaan penyalahgunaan dana investasi dan TPPU.

    “Amvesindo menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum,” kata Rama dalam siaran pers, dikutip Bisnis Rabu (30/7/2025).

    Sebagai asosiasi yang menaungi pelaku industri modal ventura dan investasi startup di Indonesia, Rama menyebut Amvesindo memiliki komitmen yang kuat untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, pelaku industri, investor, dan masyarakat dalam membangun ekosistem investasi digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

    Walaupun terdapat kasus yang sedang berjalan, sambungnya, ekosistem startup dan investasi digital Indonesia tetap memiliki kontribusi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, serta menciptakan inovasi dan solusi bagi tantangan sosial masyarakat.

    Amvesindo akan terus mendorong praktik tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan kapasitas anggota melalui pelatihan, dialog kebijakan, dan pengawasan mandiri.

    “Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap potensi jangka panjang industri ini, sambil bersama-sama memperbaiki celah-celah sistemik yang ada,” kata Rama.

    Pemerintah diminta mengambil peran lebih aktif dalam mengawasi arus pendanaan ke startup.

    Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (Idiec), Tesar Sandikapura menilai perlunya langkah konkret untuk memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi pada masa depan. Salah satunya adalah pembentukan dewan pengawas khusus untuk sektor modal ventura.

    “Mesti ada dewan pengawas modal ventura mirip OJK. Setiap ada pendanaan lewat VC, mesti diawasi semua proses dan aliran dana serta pihak-pihak yang terkait dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai ini jadi ‘gorengan di dalam’,” ujar Tesar kepada Bisnis, Rabu (30/7/2025).

    Menurut Tesar sejauh ini belum terdapat sistem pengawasan menyeluruh terhadap aktivitas modal ventura, yang membuka celah bagi penyalahgunaan dana dan konflik kepentingan antara investor dan startup yang didanai.

    Berbeda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda berpendapat keterlibatan pemerintah dalam pengawasan pendanaan tidak boleh berlebihan.

    Dia menilai peran utama pemerintah seharusnya sebagai regulator bukan sebagai pengawas operasional secara langsung.

    “Pemerintah hanya perlu menciptakan peraturan yang prudent dan mendukung ekosistem digital, termasuk untuk VC. Jangan sampai terlalu dalam mengawasi pendanaan, karena bisa menimbulkan intervensi yang merugikan ekosistem ke depan,” kata Huda.

    Dia menggarisbawahi bahwa regulasi yang tepat sasaran dan tetap memberi ruang gerak kepada pelaku industri jauh lebih efektif dibanding kontrol langsung yang berpotensi menyebabkan birokratisasi dan menurunkan minat investor.

    Sebagai solusi, Huda mengusulkan agar pemerintah mewajibkan VC, khususnya yang menyalurkan dana ke startup digital, untuk menyampaikan pelaporan keuangan dan kinerja secara berkala melalui badan audit independen.

    “Bisa juga melalui sistem pelaporan berbasis digital yang transparan dan bisa dipantau publik atau regulator,” ujarnya.

  • Aplikasi Kencan Asal AS Tea Matikan Fitur Pesan Setelah Data Pengguna Diretas

    Aplikasi Kencan Asal AS Tea Matikan Fitur Pesan Setelah Data Pengguna Diretas

    Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi kencan asal Amerika Serikat (AS) khusus perempuan, Tea, menangguhkan fitur pesan langsung setelah serangkaian pelanggaran keamanan pembocoran data pribadi serta komunikasi sensitif para penggunanya.

    Mengutip Reuters, aplikasi yang juga dikenal dengan nama Tea Dating Advice itu menyampaikan informasi penonaktifan tersebut lewat TikTok.

    Dalam serangkaian unggahan di TikTok, Tea Dating Advice menyatakan telah menonaktifkan fitur pesan “dengan sangat hati-hati” setelah menemukan adanya pelanggaran.

    Pengumuman ini muncul setelah laporan dari media teknologi 404Media pekan lalu yang mengungkapkan perusahaan secara tidak sengaja telah membocorkan nama, swafoto (selfie), dan dokumen identitas ribuan perempuan.

    Laporan kedua yang dirilis Selasa (29/7/2025) pagi menyebutkan pesan langsung — termasuk percakapan sensitif seputar aborsi dan perselingkuhan — juga ikut terekspos.

    Aplikasi ini — yang mengklaim memiliki 4,6 juta pengguna — dipasarkan sebagai platform keamanan kencan yang dapat digunakan perempuan untuk menghindari pria yang selingkuh, tidak jujur, atau lebih buruk lagi.

    Pengguna Tea didorong membagikan informasi tentang calon pasangan kencan, membuat peringatan terhadap nama-nama pria, serta memberi tanda bahaya (red flags) pada pria yang dianggap tidak layak dan tanda aman (green flags) bagi yang tidak bermasalah.

    Dalam unggahan TikTok perusahaan, perusahaan menyebut Federal Bureau of Investigation (FBI) tengah menyelidiki pelanggaran tersebut.

    Menurut Direktur Keamanan Siber Electronic Frontier Foundation Eva Galperin, konsep dasar aplikasi ini menciptakan semacam jaringan informasi rahasia berskala besar yang digerakkan oleh pengguna anonym yang sejak awal sudah agak mencurigakan.

     

  • Perbandingan Samsung Z Fold & Flip 7 vs Z Fold & Flip 6: Harga dan Spesifikasi

    Perbandingan Samsung Z Fold & Flip 7 vs Z Fold & Flip 6: Harga dan Spesifikasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung akan segera meluncurkan seri ponsel Flagship terbarunya, Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7, pada Rabu, (30/07/25)

    Smartphone lipat yang sudah ada sejak sekitar tahun 2020 ini menghadirkan desain dan inovasi terkini dalam produk terbarunya, khususnya dengan beragam fitur AI dengan kemampuan multimodal yang intuitifnya, serta didukung dengan kamera berkualitas tinggi.

    Kurang lebihnya, fitur-fitur yang ditawarkan oleh seri Z Fold dan Flip terbaru akan serupa dengan seri sebelumnya, Z Fold 6 & Z Flip 6, hanya saja dilengkapi dengan fitur AI yang lebih disempurnakan, dan juga dimensi layar yang lebih memberikan kenyamanan bagi pengguna ketika memakainya.

    Berikut ini perbandingan Samsung Galaxy Z Flip 7 & Fold 7 dengan seri Flip 6 dan Fold 6:

    Samsung Z Fold 7 & Flip 7

    Z Flip 7:

    Layar utama 6,9 inci (4.1 inci ketika dilipat), resolusi 2520 x 1080 piksel, Super AMOLED, Color Depth 16M

    Prosesor: Exynos 2500

    RAM: 12 GB

    Memori Internal: 256 GB atau 512 GB

    Kamera Belakang: 50.0 MP + 12.0 MP

    Kamera Depan: 10.0 MP

    Baterai: 4.300 mAh

    Dimensi: 166.7 x 75.2 x 6.5 (85.5 x 75.2 x 13.7 ketika dilipat)

    Bobot: 188g

    Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Dual SIM (SIM 1 + eSIM/Dual eSIM)

    Harga: Rp17.999.000

    Z Fold 7:

    Layar 8.0 inci (6.5 inci ketika dilipat), resolusi 2520 x 1080 piksel, Dynamic AMOLED 2X, Color Depth 16M

    Prosesor: Snapdragon®️ 8 Elite for Galaxy

    RAM: 12 GB/16 GB (Khusus Memori 1 TB)

    Memori Internal: 256 GB/512 GB/1 TB

    Kamera Belakang: 200.0 MP + 12.0 MP + 10.0 MP

    Kamera Depan: 10.0 MP

    Baterai: 4.400 mAh

    Dimensi: 158.4 x 143.2 x 4.2 (158.4 x 72.8 x 8.9 ketika dilipat)

    Bobot: 215g

    Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Dual SIM (SIM 1 + eSIM/Dual eSIM)

    Fitur lain: Gemini Live, Seamless actions across apps, Now Brief

    Harga: Rp28.499.000

    Kamera Z Fold 6

    Samsung Z Fold 6 & Flip 6

    Z Flip 6:

    Layar utama 6,7 inci (3.4 inci ketika dilipat), resolusi 2520 x 1080 piksel, Super AMOLED, Color Depth 16M

    Prosesor: Snapdragon®️ 8 Gen 3 Mobile Platform for Galaxy

    RAM: 12 GB

    Memori Internal: 256 GB atau 512 GB

    Kamera Belakang: 50.0 MP + 12.0 MP

    Kamera Depan: 10.0 MP

    Baterai: 4.000 mAh

    Dimensi: 165.1 x 71.9 x 6.9 (85.1 x 71.9 x 14.9 ketika dilipat)

    Bobot: 187g

    Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Dual SIM (SIM 1 + eSIM/Dual eSIM)

    Harga: sekitar Rp11.599.000

    Z Fold 6:

    Layar 7.6 inci (6.3 inci ketika dilipat), resolusi 2520 x 1080 piksel, Dynamic AMOLED 2X, Color Depth 16M

    Prosesor: Snapdragon®️ 8 Gen 3 Mobile Platform for Galaxy

    RAM: 12 GB/16 GB (Khusus Memori 1 TB)

    Memori Internal: 256 GB/512 GB/1 TB

    Kamera Belakang: 50.0 MP + 12.0 MP + 10.0 MP

    Kamera Depan: 10.0 MP

    Baterai: 4.400 mAh

    Dimensi: 158.4 x 143.2 x 4.2 (158.4 x 72.8 x 8.9 ketika dilipat)

    Bobot: 239g

    Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Dual SIM (SIM 1 + eSIM/Dual eSIM)

    Fitur lain; Gemini Live, Circle to Search, Call Assist

    Harga: sekitar Rp20.799.000

    (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Maskapai Penerbangan Terbesar Rusia Batalkan 60 Perjalanan Akibat Serangan Siber

    Maskapai Penerbangan Terbesar Rusia Batalkan 60 Perjalanan Akibat Serangan Siber

    Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai penerbangan nasional Rusia, Aeroflot, membatalkan lebih dari 60 perjalanan serta mengalami keterlambatan parah pada penerbangan lain setelah mengalami serangan siber.

    Mengutip Bleeping Computer, kelompok peretas Ukraina bernama Silent Crow dan Belarusia bernama Cyberpartisans BY mengeklaim sebagai pihak yang melancarkan aksi tersebut.

    Berdasarkan informasi di X dan telegram, pelaku mengaku menyusup ke infrastruktur TI Aeroflot selama lebih dari 1 tahun, memetakan sistem secara mendalam untuk mengidentifikasi seluruh sumber daya yang bernilai, untuk dihancurkan.

    Kedua kelompok tersebut mengaku berhasil mengakses 122 hypervisor, 43 instalasi virtualisasi ZVIRT, sekitar 100 antarmuka iLO yang digunakan untuk manajemen server, serta empat kluster Proxmox.

    Termasuk, menyalin seluruh basis data dari riwayat penerbangan dan workstation karyawan (termasuk eksekutif puncak), server penyadapan yang berisi rekaman percakapan telepon, serta sistem pemantauan personel.

    Pada hari serangan, para peretas mengklaim telah menghapus 7.000 server fisik dan virtual yang meng-host 12TB basis data, 8TB file Windows Share, dan 2TB email korporat.

    Dengan armada 171 pesawat, 33.500 karyawan, dan 104 tujuan penerbangan, Aeroflot merupakan maskapai terbesar di Rusia, dengan pemerintah memegang 74% saham.

    Tahun lalu, perusahaan ini melayani lebih dari 55 juta penumpang, mencakup lebih dari 42% pangsa pasar penerbangan domestik.

    Pembatalan dan penundaan penerbangan dikabarkan masih terjadi hingga saat ini, dan beberapa penerbangan dijadwalkan tetap dilakukan tanpa dukungan sistem komputer.

    Serangan ini bukan kali pertama kelompok Ukraina mengklaim berhasil meretas sektor transportasi udara Rusia.

    Pada November 2023, dinas intelijen Ukraina yang berada di bawah Kementerian Pertahanan mengklaim telah meretas Badan Transportasi Udara Federal Rusia, Rosaviatsia.

    Dalam serangan tersebut, para peretas membocorkan data yang mencerminkan kondisi memburuk akibat sanksi internasional dan kekurangan suku cadang.