Category: Bisnis.com Tekno

  • Sinyal Starlink Ganggu Observasi Luar Angkasa, 76 Juta Gambar Terdampak

    Sinyal Starlink Ganggu Observasi Luar Angkasa, 76 Juta Gambar Terdampak

    Bisnis.com, JAKARTA — Penelitian terbaru dari Universitas Curtin Australia mengungkap temuan mengkhawatirkan tentang dampak konstelasi satelit Starlink terhadap penelitian astronomi radio.

    Studi yang dipimpin oleh Dylan Grigg ini menemukan bahwa hingga sebanyak 76 juta gambar atau sekitar 30% dari gambar teleskop radio terganggu oleh emisi satelit, menimbulkan kekhawatiran serius bagi masa depan eksplorasi alam semesta.

    Tim peneliti dari International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) di Universitas Curtin melakukan survei terbesar di dunia terhadap emisi radio satelit frekuensi rendah.

    Menggunakan prototipe stasiun untuk Square Kilometre Array (SKA), mereka menganalisis 76 juta gambar langit selama empat bulan.

    Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 112.000 emisi radio terdeteksi dari 1.806 satelit Starlink yang berbeda. Yang paling mengejutkan, 703 satelit ditemukan memancarkan sinyal pada frekuensi 150,8 MHz, yang seharusnya dilindungi untuk kepentingan astronomi radio.

    “Beberapa satelit terdeteksi memancarkan pada pita frekuensi di mana seharusnya tidak ada sinyal sama sekali,” ungkap Dylan Grigg dilansir dari LiveScience, Minggu (3/8/2025).

    Dia mengatakan interferensi atau gangguan sinyal dari satelit Starlink bukan hanya masalah teknis, tetapi ancaman eksistensial bagi eksplorasi astronomi yang dilakukan saat ini.

    Netherlands Institute for Radio Astronomy (ASTRON) melaporkan bahwa satelit generasi kedua Starlink (V2) menghasilkan radiasi elektromagnetik 32 kali lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya. 

    Benjamin Winkel dari Max Planck Institute for Radio Astronomy menjelaskan bahwa gangguan ini “membutakan” teleskop radio, menyebabkan data observasi terganggu dan tidak dapat digunakan.

    Radiasi dari satelit Starlink bahkan 10 juta kali lebih kuat daripada sinyal terlemah yang biasanya ditangkap oleh teleskop radio seperti LOFAR.

    Dalam laman Curtin University, Direktur Eksekutif Curtin Institute of Radio Astronomy Steven Tingay menjelaskan regulasi International Telecommunication Union (ITU) saat ini hanya fokus pada transmisi yang disengaja dan tidak mencakup jenis emisi tidak disengaja seperti ini. 

    Namun, dia berharap penelitian ini dapat mendukung upaya internasional untuk memperbarui kebijakan yang mengatur dampak teknologi satelit terhadap penelitian astronomi radio. 

    Starlink diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat (AS)

    Meskipun menimbulkan kekhawatiran, SpaceX telah menunjukkan sikap kooperatif dalam menangani masalah ini. Perusahaan telah berkolaborasi dengan berbagai observatorium astronomi untuk mengembangkan solusi teknis. 

    Salah satu terobosan adalah pengembangan metode penghindaran boresight teleskop bersama National Radio Astronomy Observatory (NRAO). Teknologi ini memungkinkan satelit Starlink mengalihkan beam mereka secara otomatis untuk menghindari interferensi ketika melintas dekat teleskop radio. 

    SETI Institute dan SpaceX juga meluncurkan kolaborasi untuk melindungi observasi radio sensitif di Allen Telescope Array. Sistem ini menggunakan koordinasi real-time antara observatorium dan jaringan Starlink untuk mencegah saturasi sinyal.

    Dengan lebih dari 7.000 satelit Starlink yang sudah beroperasi dan rencana hingga 42.000 satelit dalam konstelasi lengkap, masalah ini diperkirakan akan semakin kompleks.

    Tidak hanya Starlink, operator satelit lain seperti Amazon dengan Project Kuiper dan OneWeb juga merencanakan konstelasi serupa.

    Prediksi menunjukkan jumlah satelit yang mengorbit dapat mencapai 100.000 pada tahun 2030.. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi proyek-proyek astronomi masa depan, termasuk Square Kilometre Array yang akan menjadi teleskop radio terbesar dan paling sensitif di dunia.

  • Galaxy S25 Edge Turun Rp2 juta

    Galaxy S25 Edge Turun Rp2 juta

    Bisnis.com, JAKARTA — Sebagian dari produk Samsung kembali mengalami penurunan harga. Samsung Galaxy S25 Edge turun hingga Rp2 juta dibanding Juli lalu.

    Galaxy S25 Edge kini dibanderol dengan harga Rp15,5 juta setelah pada Juli harganya mencapai Rp17,5 juta.

    Kini, Samsung telah resmi menjual kepada publik seri terbaru Z Fold & Flip 7 setelah masa pre-order habis di tanggal 31 Juli kemarin. Seperti biasa, harga awal seri ponsel lipat tersebut mencapai belasan hingga puluhan juta.

    Namun, sebagian besar produk smartphone Samsung tidak mengalami perubahan harga apapun baik kenaikan atau penurunan, sehingga kurang lebihnya katalog produk Samsung dapat dikatakan tidak banyak berubah.

    Berikut ini daftar rincian harga handphone Samsung per Agustus 2025, dikutip dari laman resmi Samsung Indonesia.

    Seri Galaxy Z: 

    Galaxy Z Flip 7

    256 GB Rp17.999.000

    512 GB Rp19.999.000

    Galaxy Z Fold 7

    256 GB Rp28.499.000

    512 GB Rp31.499.000

    1 TB Rp34.999.000

    Seri Galaxy S: 

    Galaxy S25: 

    512 GB dari Rp16.999.000 jadi Rp16.499.000 

    Galaxy S25 Edge: 

    256 GB dari Rp19.499.000 jadi 15.499.000 

    512 GB dari Rp21.499.000 jadi Rp17.499.000

    Galaxy S25 Ultra: 

    256 GB dari Rp22.999.000 jadi 21.499.000 

    1 TB dari Rp28.999.000 jadi 27.499.000

    Gerai smartphone Samsung

    Galaxy S24: 

    256 GB dari Rp10.999.000 jadi 9.999.000 

    Galaxy S24+: 

    512 GB dari Rp17.999.000 jadi Rp15.599.300

    Galaxy S24 Ultra: 

    256 GB Rp17.999.000 

    Galaxy S24 FE: 

    256 GB dari Rp9.999.000 jadi Rp8.999.000 

    Seri Galaxy A: 

    Galaxy A26 5G: 

    RAM 8 GB Rp4.399.000 jadi Rp3.999.000 

    Galaxy A36 5G: 

    RAM 8 GB dari Rp5.699.000 jadi Rp5.199.000 

    RAM 12GB dari Rp6.199.000 jadi Rp5.699.000 

    Galaxy A56 5G: 

    RAM 8 GB dari Rp6.699.000 jadi Rp6.199.000 

    RAM 12GB dari Rp7.199.000 jadi Rp6.699.000 

    Galaxy A16 5G: 

    RAM 8 GB Rp3.399.000

    (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Telkomsel Menang di Gartner Awards 2025 Berkat Program Filantropi

    Telkomsel Menang di Gartner Awards 2025 Berkat Program Filantropi

    Bisnis.com, JAKARTA – Telkomsel kembali mencatatkan prestasi internasional dengan penghargaan pada kategori Reputation Management Excellence dari Gartner Marketing & Communications Awards 2025.

    Apresiasi global ini menekankan keberhasilan Telkomsel dalam mengelola reputasi perusahaan melalui inisiatif sosial Telkomsel Sambungkan Senyuman, mengungguli tiga finalis perusahaan multinasional ternama dari Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Kanada.

    Ajang Gartner Marketing & Communications Awards yang diselenggarakan setiap tahun oleh Gartner, perusahaan riset dan konsultasi teknologi terkemuka di dunia, telah menjadi tolok ukur efektivitas strategi komunikasi dan pemasaran lintas industri secara global.

    Dalam kategori Reputation Management Excellence, dua program dari inisiatif Telkomsel Sambungkan Senyuman, yakni Donasi Sekolah Super Seru dan Donasi Sepatu untuk Pelajar di Papua, dinilai telah berhasil meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus menguatkan keterlibatan aktif pelanggan dalam aksi sosial yang berdampak nyata. Para juri Gartner menilai bahwa inisiatif Telkomsel Sambungkan Senyuman mampu menyelaraskan tujuan bisnis Telkomsel dengan kontribusi sosial yang tulus dan otentik.

    Telkomsel Sambungkan Senyuman sendiri merupakan sebuah inisiatif filantropi kolaboratif yang melibatkan pelanggan dan karyawan dalam berbagai aksi nyata guna menghadirkan kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Di bawah payung inisiatif ini, Telkomsel menghadirkan beragam program sosial, salah satunya Donasi Sekolah Super Seru yang menyisihkan Rp1.000 dari setiap transaksi pelanggan untuk membangun dan merenovasi puluhan ruang kelas di sekolah-sekolah terpencil.

    Program ini sukses menjawab tantangan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, terbukti dengan lebih dari 2 juta transaksi pelanggan yang menghasilkan dana donasi lebih dari Rp2 miliar hanya dalam dua minggu sejak program diluncurkan.

    Telkomsel percaya bahwa pendidikan bukan hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga mencakup kesiapan anak-anak sebelum memasuki lingkungan sekolah. Melalui gerakan Sambungkan Senyuman untuk Generasi Gemilang, Telkomsel mengajak pelanggan untuk menukarkan Telkomsel Poin dan uCoin dengan ribuan tas sekolah hasil karya seniman disabilitas.

    Ini sekaligus melanjutkan kesuksesan penyaluran Donasi Sepatu untuk Pelajar di Papua pada tahun sebelumnya, di mana partisipasi aktif lebih dari 39 ribu pelanggan Telkomsel yang melakukan lebih dari 111 ribu transaksi penukaran Poin, telah dikonversi menjadi ratusan pasang sepatu untuk siswa di Papua.

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, “Pengakuan Gartner ini menegaskan bahwa reputasi bukan sekadar narasi, melainkan akumulasi aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sambungkan Senyuman lahir dari semangat Indonesia untuk membawa kebahagiaan, memperkuat inklusivitas, dan membuka peluang yang setara bagi setiap individu. Kami berterima kasih kepada pelanggan, mitra, serta karyawan yang bersama-sama terus nyalakan optimisme, karena setiap kebaikan yang tersambung akan melahirkan hari yang lebih baik dan masa depan Indonesia yang gemilang.”

    Informasi selengkapnya tentang inisiatif Telkomsel Sambungkan Senyuman yang meraih penghargaan Reputation Management Excellence dapat diakses melalui laman resmi Gartner Marketing & Communications Awards 2025.

  • Marketplace AI Targetkan 100.000 UMKM Manfaatkan Layanannya

    Marketplace AI Targetkan 100.000 UMKM Manfaatkan Layanannya

    Bisnis.com, JAKARTA – Marketplace kecerdasan buatan (AI) terdesentralisasi, MWX, dan penyedia stablecoin berbasis rupiah, IDRX, meresmikan kemitraan yang memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan AI dan membayarnya secara praktis menggunakan rupiah.

    Kini, teknologi canggih yang seringkali terasa jauh dan mahal dapat diakses semudah melakukan transaksi harian melalui QRIS, e-wallet, ataupun transfer bank.

    Melalui platform MWX, pelaku UMKM dapat mengaktifkan serangkaian solusi AI siap pakai yang dirancang untuk berbagai kebutuhan bisnis.

    Founder MWX, Yose Rizal, menyatakan tujuan utama dari kerja sama ini demi menyederhanakan proses adopsi teknologi bagi UMKM. Menurutnya, kerumitan pembayaran dalam mata uang asing selama ini menjadi penghalang besar.

    “Kami menghilangkan kerumitan itu dan membuka jalan bagi UMKM Indonesia untuk mengadopsi AI secara mudah. Dengan satu klik, mereka bisa meningkatkan produktivitas, mempercepat penjualan, dan membuat keputusan bisnis berbasis data, semuanya dibayar dalam rupiah,” tegas Yose.

    Di sisi teknologi transaksi, peran IDRX menjadi krusial. Nathanael Christian, Co-founder dan CEO IDRX, menjelaskan bahwa infrastruktur stablecoin IDRX berfungsi sebagai jembatan yang aman dan stabil antara Rupiah dengan ekosistem ekonomi digital global. Hal ini memastikan setiap pembayaran di platform MWX berjalan mulus.

    “Misi kami adalah menjembatani rupiah dengan ekonomi digital global tanpa mengorbankan stabilitas nilai. Bermitra dengan MWX memungkinkan kami menyalurkan manfaat itu langsung kepada para tulang punggung perekonomian, yakni UMKM,” ujar Nathanael.

    Untuk mengakselerasi adopsi, kemitraan ini menargetkan untuk menggaet 100.000 UMKM dalam setahun pertama. Target ambisius itu akan didukung oleh serangkaian program, termasuk webinar edukasi berkelanjutan bertema “AI untuk UMKM” serta penawaran insentif berupa program uji coba layanan gratis (free trial) bagi setiap UMKM yang terverifikasi.

    Langkah kolaboratif ini diyakini membuka babak baru bagi digitalisasi UMKM Indonesia, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, serta mendorong daya saing pelaku usaha lokal di panggung global.

  • Pemerintah Dorong Optimalisasi Belanja Digital melalui Mitra LKPP dan Katalog Versi 6

    Pemerintah Dorong Optimalisasi Belanja Digital melalui Mitra LKPP dan Katalog Versi 6

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mendorong kontribusi UMKM diperluas dalam sistem belanja negara berbasis digital. Selain itu, juga didorong kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk melakukan pengadaan barang dan jasa secara digital. 

    Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI Hendrar Prihadi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang sehat  dan transparan dalam lingkup pengadaan. LKPP sebagai bagian dari pemerintah juga meyakini transparansi terutama keterlibatan pelaku usaha yang ada di dalam negeri. 

    “Penting untuk dipahami terutama pelaku UMKM bahwa menayangkan produk di katalog tidak otomatis dibeli pemerintah. Pelaku usaha harus paham apa yang dikehendaki pemerintah,  jangan sampai apa yang kita tawari bukan kebutuhan yang diinginkan pemerintah,” ujarnya dilansir Antara, Jumat (1/8/2025). 

    Pihaknya ingin mengoptimalkan katalog bersinar agar makin mempermudah pelaku usaha dalam negeri untuk bisa terlibat aktif dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk pelaku UMKM. 

    Menurutnya, digitalisasi menjadi sebuah syarat wajib agar kita bisa bersinergi dengan cepat dan tepat, maka platform yang dikembangkan lewat katalog versi  dan yang juga dikembangkan mitra LKPP RI melalui e-marketplace merupakan terobosan untuk mempermudah transaksi.

    “Kita fokus ke arah tersebut, terutama untuk pengadaan pemerintah. Khusus bagi pihak swasta, kita buat regulasinya, kita buat sistemnya. Mudah- mudahan kecepatan itu bisa membuat pembangunan di Indonesia ini  semakin lebih agresif, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Jadi, karena regulasinya sudah sangat jelas, dan job description nya ada,  bagi rekan-rekan para pejabat pengadaan yang ada di kementerian, lembaga, pemerintah daerah, jangan pernah ragu bertransaksi sepanjang aturannya diikuti, terutama di wilayah e-purchasing atau e-marketplace,” katanya. 

    Ketua Umum Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Andi Zabur Rahman menambahkan bahwa Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) yang sejak 2014 telah menjadi forum profesional di bidang pengadaan, kini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kadin Indonesia sebagai representasi pelaku usaha nasional. Kolaborasi ini diharapkan memperbesar dampak strategis ICEF-IPFE dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% melalui penguatan rantai pasok dalam negeri, pemberdayaan penyedia lokal, serta peningkatan kapasitas SDM di bidang pengadaan. 

    “Semakin banyak penyedia yang bergabung dalam lokapasar mitra LKPP RI dan katalog versi 6 yang menyediakan produk dalam negeri, tentunya akan menciptakan pasar yang semakin kompetitif,” ucapnya. 

    Untuk diketahui, LKPP, IAPI, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggelar Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan IPFE 2025 dalam mewujudkan kolaborasi berbagai pihak untuk menggalakkan penggunaan produk dalam negeri (PDN) melalui belanja pemerintah dan mendukung pertumbuhan ekonomi negara. ICEF-IPFE 2025 menjadi forum penting untuk memperluas kontribusi UMKM dalam sistem belanja negara berbasis digital.

    CEO & Founder Mbizmarket Ryn Hermawan menuturkan ajang ICEF-IPFE 2025 menjadi momentum berharga untuk menguatkan komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan produk dalam negeri yang menciptakan dampak positif bagi perekonomian negara. Dukungan dari berbagai pihak untuk lebih mengutamakan belanja PDN dan memperkuat sektor UMK dan Koperasi merupakan langkah konkret menuju kemandirian bangsa. 

    Menurutnya, dengan transformasi digital sistem pengadaan barang/jasa pemerintah khususnya melalui marketplace mitra LKPP RI, kini transaksi pengadaan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan transparan.

    “Hanya dengan klik melalui Mbizmarket, APBN/APBD dapat dibelanjakan secara efisien, cepat dan tepat melalui penyedia UMKM yang telah bergabung di platform Mbizmarket. Pejabat pengadaan pemerintah dengan mudah dapat mencari produk dalam negeri, dan mengetahui persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) karena telah ada penanda TKDNnya. Penyedia dan pembeli tidak perlu lagi repot melapor dan menyetor pajak karena dapat bertindak sebagai WAPU sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK.03/2022,” tuturnya. 

  • Microsoft Tantang Peneliti, Siap Bayar Rp660 Juta Bagi Penemu Kerentanan .NET

    Microsoft Tantang Peneliti, Siap Bayar Rp660 Juta Bagi Penemu Kerentanan .NET

    Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft telah menaikkan hadiah dalam program Microsoft .NET Bounty menjadi US$40.000 atau sekitar Rp660 juta, bagi siapa pun yang berhasil menemukan kerentanan di dalamnya.

    Menurut manajer program senior untuk insentif dan Bounty Peneliti Microsoft, Madeleine Eckert, perubahan lewat program Bounty tersebut mencerminkan kompleksitas yang akurat dalam menemukan dan mengeksplorasi kerentanan .NET.

    Dia mewakili Microsoft merasa senang untuk mengumumkan pembaruan penting dalam program tersebut.

    “Perubahan ini memperluas cakupan program, menyederhanakan struktur penghargaan, dan menawarkan insentif yang luar biasa bagi para peneliti keamanan,” Kata Eckert, dilansir BleepingComputer, Jum’at (31/07/25).

    Terhitung mulai hari ini, Microsoft akan membayar hingga US$40.000 atau sekitar Rp660 juta (Kurs: Rp16.000) untuk kelemahan keamanan eksekusi kode jarak jauh dan peningkatan hak istimewa yang kritis.

    Hadiah lainnya sebesar US$30.000 atau sekitar Rp495 juta (Kurs: Rp16.000) ditawarkan untuk pelanggaran fitur keamanan kritis, dan US$20.000 atau sekitar Rp330 juta (Kurs: Rp16.000), untuk bug penolakan layanan jarak jauh yang kritis.

    Program Bug Bounty .NET juga telah diperluas untuk mencakup kerentanan kerangka kerja .NET dengan lebih baik.

    Februari lalu, Microsoft telah mengumumkan peningkatan bayaran sebesar US$30.000 atau sekitar Rp495 juta (Kurs: Rp16.000) untuk kelemahan keamanan Copilot AI dengan tingkat keparahan sedang dan pengganda penghargaan sebesar 100% untuk semua hadiah Copilot guna memberi insentif pada penelitian AI.

    Sementara itu, selama konferensi Ignite yang diadakan tahun lalu, perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) tersebut juga meluncurkan sebuah acara peretasan yang berfokus pada produk dan platform cloud serta AI bertajuk Zero Day Quest.

    Zero Day Quest pada saat itu menawarkan hadiah sebesar US$4 juta atau sekitar Rp65,99 juta (Kurs: Rp16.000).

    Upaya tersebut merupakan bagian dari Secure Future Initiative (SFI) Microsoft, yaitu sebuah rencana rekayasa keamanan siber yang diluncurkan pada November 2023, menyusul laporan Peninjau Keamanan Siber Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang menyatakan, “budaya keamanan Microsoft tidak memadai dan butuh perombakan”. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Turun Lebih dari Rp1 Juta!

    Turun Lebih dari Rp1 Juta!

    Bisnis.com, JAKARTA — iPhone kembali menurunkan harga pada Agustus dengan rata-rata seri iPhone 16 dan 16 Plus didiskon sebesar Rp1 juta dibanding Juli lalu.

    Contohnya seperti Seri iPhone 16 128 GB yang sebelumnya dibanderol Rp15 juta pada Juli, kini turun menjadi Rp14 juta. Ini menjadi penurunan harga yang sangat jauh dibanding harga aslinya yang mencapai Rp17 juta.

    Sementara itu, iPhone 12 seperti biasa tidak mengalami penurunan harga, tetapi yang menarik adalah iPhone 13 yang harganya justru naik dari Rp7,7 juta bulan lalu, kini menjadi Rp8,25 juta.

    Berikut adalah update harga iPhone terbaru Agustus 2025 dilansir iBox:
    Harga iPhone 16 Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 16.999.000 jadi Rp 13.999.000

    256 GB dari Rp 19.499.000 jadi Rp 16.499.000 

    512 GB dari Rp 23.499.000 jadi Rp 20.999.000 

    Harga iPhone 16 Plus Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 18.999.000 jadi Rp 15.999.000

    256 GB dari Rp 21.499.000 jadi Rp 18.499.000 

    512 GB dari Rp 25.499.000 jadi Rp 22.999.000 

    Harga iPhone 16 Pro Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 21.999.000 jadi Rp 17.499.000 

    256 GB dari Rp 24.499.000 jadi Rp 20.499.000 

    512 GB dari Rp 28.499.000 jadi Rp 25.499.000 

    1 TB dari Rp 32.499.000 jadi Rp 29.999.000 

    Harga iPhone 16 Pro Max Agustus 2025 

    256 GB dari Rp 25.999.000 jadi Rp 21.999.000 

    512 GB dari Rp 30.999.000 jadi Rp 27.499.000 

    1 TB dari Rp 34.999.000 jadi Rp 32.499.000 

    iPhone 15

    Harga iPhone 15 Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 14.499.000 jadi Rp 10.999.000 

    256 GB dari Rp 17.499.000 jadi Rp 13.499.000 

    512 GB dari Rp 21.499.000 jadi Rp 17.499.000 

    Harga iPhone 15 Plus Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 16.499.000 jadi Rp 12.999.000 

    256 GB dari Rp 19.499.000 jadi Rp 15.499.000 

    512 GB Rp 23.499.000 jadi Rp 19.499.000 

    Harga iPhone 14 Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 12.499.000 jadi Rp 9.699.000 

    256 GB dari Rp 15.299.000 jadi Rp 11.949.000 

    Harga iPhone 13 Agustus 2025 

    128 GB dari Rp 10.299.000 jadi Rp 8.249.000 

    Harga iPhone 12 Agustus 2025 

    64GB Rp 11.499.000 

    (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Tim Cook Siap Jor-joran Tanamkan AI di iPhone, Apple Kejar Ketertinggalan

    Tim Cook Siap Jor-joran Tanamkan AI di iPhone, Apple Kejar Ketertinggalan

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple berikan sinyal bahwa pihaknya akan semakin serius dalam mengejar ketertinggalan mereka di bidang pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    CEO Apple, Tim Cook menilai AI sebagai salah satu teknologi paling mutakhir saat ini, dan berniat mengintegrasikannya di seluruh perangkat, platform dan perusahaan.

    “Apple selalu berkomitmen mengadopsi teknologi tercanggih dan membuatnya mudah digunakan serta diakses oleh semua orang,” kata Cook, menjelaskan strategi AI perusahaan, dikutip dari TechCrunch (01/08/25).

    Dia menambahkan perusahaannya sejauh ini sudah memiliki tim yang hebat, dan berniat untuk mengalokasikan seluruh kapabilitas yang dimiliki untuk pengembangan AI.

    Selain itu, dalam rangka meningkatkan investasi Apple secara signifikan, mereka juga akan mendorong peningkatan belanja modal. 

    Namun, Apple menekankan, mereka masih menggunakan model hybrid, yang artinya mereka masih bergantung pada pihak ketiga untuk melancarkan investasi modal, sehingga angkanya tidak akan tumbuh secara eksponensial.

    Sebelumnya, perusahaan teknologi berlogo apel itu juga mengungkapkan keterbukaan mereka untuk Merger dan Akuisisi (M&A) guna mempercepat rencana bisnisnya. Menurut CNBC Amerika Serikat (AS).

    Tahun ini Apple telah mengakuisisi tujuh perusahaan, tetapi tidak satupun di antaranya bernilai besar.

    Smartphone iPhone milik Apple

    Hingga saat ini, Apple terus dikritik karena dianggap lemah di tengah era AI, meskipun mereka telah mengumumkan sejumlah fitur AI yang belum diluncurkan, bahkan memamerkan versi Siri yang telah disempurnakan AI, padahal peluncurannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Akan tetapi, perusahaan tersebut membela diri dengan mengatakan, tidak perlu buru-buru meluncurkan suatu produk atau fitur hanya untuk berujung menjadi sebuah kesalahan. Hal itu juga berlaku bila produk-produk tidak berfungsi seperti yang dijanjikan.

    Sejauh ini, Apple mengklaim telah meluncurkan lebih dari 20 fitur Apple Intelligence termasuk kecerdasan visual, pembersihan, dan alat penulisan.

    Akhir tahun ini mereka berencana meluncurkan fitur AI tambahan seperti terjemahan langsung dan teman olahraga, meski disayangkan, peningkatan Siri yang lebih personal harus ditunda hingga 2026.

    Para eksekutif Apple merahasiakan teknologi AI mana yang akan dijadikan komoditas, karena itu akan membocorkan strateginya. 

    Namun mereka melaporkan, penjualan iPhone yang lebih baik dari perkiraan dan pendapatan yang memecahkan rekor pada kuartal ketiga 2025 mengakibatkan saham perusahaan melonjak dalam after-hours trading. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Tim Cook Siap Jor-joran Tanamkan AI di iPhone, Apple Kejar Ketertinggalan

    Tim Cook Siap Jorjoran Tanamkan AI di iPhone, Apple Kejar Ketertinggalan

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple berikan sinyal bahwa pihaknya akan semakin serius dalam mengejar ketertinggalan mereka di bidang pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    CEO Apple, Tim Cook menilai AI sebagai salah satu teknologi paling mutakhir saat ini, dan berniat mengintegrasikannya di seluruh perangkat, platform dan perusahaan.

    “Apple selalu berkomitmen mengadopsi teknologi tercanggih dan membuatnya mudah digunakan serta diakses oleh semua orang,” kata Cook, menjelaskan strategi AI perusahaan, dikutip dari TechCrunch (01/08/25).

    Dia menambahkan perusahaannya sejauh ini sudah memiliki tim yang hebat, dan berniat untuk mengalokasikan seluruh kapabilitas yang dimiliki untuk pengembangan AI.

    Selain itu, dalam rangka meningkatkan investasi Apple secara signifikan, mereka juga akan mendorong peningkatan belanja modal. 

    Namun, Apple menekankan, mereka masih menggunakan model hybrid, yang artinya mereka masih bergantung pada pihak ketiga untuk melancarkan investasi modal, sehingga angkanya tidak akan tumbuh secara eksponensial.

    Sebelumnya, perusahaan teknologi berlogo apel itu juga mengungkapkan keterbukaan mereka untuk Merger dan Akuisisi (M&A) guna mempercepat rencana bisnisnya. Menurut CNBC Amerika Serikat (AS).

    Tahun ini Apple telah mengakuisisi tujuh perusahaan, tetapi tidak satupun di antaranya bernilai besar.

    Smartphone iPhone milik Apple

    Hingga saat ini, Apple terus dikritik karena dianggap lemah di tengah era AI, meskipun mereka telah mengumumkan sejumlah fitur AI yang belum diluncurkan, bahkan memamerkan versi Siri yang telah disempurnakan AI, padahal peluncurannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Akan tetapi, perusahaan tersebut membela diri dengan mengatakan, tidak perlu buru-buru meluncurkan suatu produk atau fitur hanya untuk berujung menjadi sebuah kesalahan. Hal itu juga berlaku bila produk-produk tidak berfungsi seperti yang dijanjikan.

    Sejauh ini, Apple mengklaim telah meluncurkan lebih dari 20 fitur Apple Intelligence termasuk kecerdasan visual, pembersihan, dan alat penulisan.

    Akhir tahun ini mereka berencana meluncurkan fitur AI tambahan seperti terjemahan langsung dan teman olahraga, meski disayangkan, peningkatan Siri yang lebih personal harus ditunda hingga 2026.

    Para eksekutif Apple merahasiakan teknologi AI mana yang akan dijadikan komoditas, karena itu akan membocorkan strateginya. 

    Namun mereka melaporkan, penjualan iPhone yang lebih baik dari perkiraan dan pendapatan yang memecahkan rekor pada kuartal ketiga 2025 mengakibatkan saham perusahaan melonjak dalam after-hours trading. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Profesor Harvard Sebut Komet 3I/ATLAS adalah Alien

    Profesor Harvard Sebut Komet 3I/ATLAS adalah Alien

    Bisnis.com, JAKARTA – Seorang ilmuwan di Harvard memberikan pernyataan kontroversi dengan menyebutkan komet yang dikenal sebagai “3I/ATLAS” bisa jadi merupakan wahana alien.

    Profesor Avi Loeb mengatakan ada tanda-tanda jelas bahwa komet itu adalah wahana alien.

    “Kita harus mengesampingkan semua kemungkinan bahwa itu adalah batu, komet, atau sesuatu yang lain sampai kita mendapatkan bukti, data yang akan memberi tahu kita apa itu,” kata Loeb dilansir dari CBS.

    Profesor Loeb dan timnya mengatakan objek antarbintang itu berada di jalur yang sangat tidak biasa untuk sebuah komet, jalur yang akan membawanya mendekati Venus, Mars, dan Jupiter.

    Loeb mengatakan objek itu tampaknya diarahkan secara “cerdas” dan jika itu alien, dunia harus bersiap.

    Loeb mengatakan risiko tersebut harus dinilai menggunakan skala Richter untuk gempa bumi.

    Profesor Loeb mengatakan objek tersebut akan melewati titik terdekatnya dengan matahari pada 29 Oktober.

    Menurut NASA, Komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi dan akan tetap berada jauh.

    Dilansir dari USA Today, sebuah komet yang kemungkinan dikenal sebagai 3I/ATLAS menjadi berita awal Juli ketika dipastikan berasal dari luar tata surya Bumi, menjadikannya salah satu dari tiga objek antarbintang yang pernah ditemukan di lingkungan kosmik kita.

    Lebih lanjut, objek tersebut, yang diperkirakan para ilmuwan memiliki lebar lebih dari 19 kilometer, melesat dengan kecepatan 72 kilometer per detik relatif terhadap matahari pada lintasan yang pada 30 Oktober akan membawanya dalam jarak sekitar 200 juta kilometer dari Bumi, menurut NASA.

    Sebuah teleskop di Chili bagian dari Sistem Peringatan Terakhir Dampak Terestrial Asteroid (ATLAS) yang didanai NASA – adalah teleskop pertama yang mendeteksi sesuatu yang awalnya tampak seperti asteroid tak dikenal di jalur yang mendekati orbit Bumi.

    Pengamatan ini dilaporkan ke Pusat Planet Minor, otoritas resmi untuk mengamati dan melaporkan asteroid, komet, dan benda-benda kecil baru lainnya di tata surya. Objek tersebut, yang akhirnya dipastikan hampir pasti sebagai komet dan diberi nama 3I/ATLAS, kemudian dipastikan berasal dari antarbintang setelah pengamatan lanjutan.