Category: Bisnis.com Tekno

  • Kode Redeem Roblox Agustus 2025, Klaim Biar Gak Boncos!

    Kode Redeem Roblox Agustus 2025, Klaim Biar Gak Boncos!

    Bisnis.com, JAKARTA – Roblox sedang menjadi permainan online yang digandrungi banyak orang. Tak hanya orang dewasa, remaja dan anak-anak juga memainkannya.

    Terdapat tips hemat saat bermain roblox agar pemain tidak perlu mengeluarkan uang. Salah satu cara hemat bermain roblox yakni klaim kode redeem.

    Kode redeem ini dapat digunakan pemain untuk ditukarkan uang, aksesoris, hingga item spesial.

    Nah, dengan melakukan klaim kode promo, Anda tak perlu lagi merogoh kocek untuk mendapat item yang dibutuhkan oleh Avatar Anda.

    Berikut ini daftar kode redeem roblox yang berlaku pada bulan Agustus 2025.

    Kode Redeem Roblox Agustus 2025

    Kode Blox Fruits

    ADMINFIGHT
    GIFTING_HOURS
    1LOSTADMIN (ditambah spasi di huruf terakhir)
    WildDares
    EARN_FRUITS

    Kode Blue Lock Rivals

    Kode The Bird Says

    Kode Roblox Lainnya

    FREENGNGON
    SPIDERCOLA
    FREENGNBOI

    Cara klaim kode promo Roblox

    1. Buka situs resmi Roblox yang dikhususkan untuk klaim kode, www.roblox.com/id/NewLogin?ReturnUrl=%2fredeem 
    2. Login dengan akun Roblox Anda
    3. Masukkan salah satu kode promo yang ada di atas
    4. Klik Redeem

  • Ini 10 Cara Cegah Malware dan Virus di HP Android

    Ini 10 Cara Cegah Malware dan Virus di HP Android

    Bisnis.com, JAKARTA – FBI telah mengumumkan adanya serangan deteksi serangan berbahaya dari malware bernama Badbox 2.0 yang bisa masuk melalui internet dan aplikasi yang digunakan oleh masyarakat.

    Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dibuat khusus untuk menyerang HP, smartphone android, dan tablet. Tujuan malware adalah dengan tujuan mendapatkan akses ke data pribadi.

    FBI memperingati bahwa malware seluler saat ini tidak seluas malware yang menyerang komputer, tetapi ancaman ini semakin berkembang. Temuan FBI adalah banyak perusahaan yang mengizinkan karyawannya untuk mengakses jaringan perusahaan melalui perangkat pribadi, yang berpotensi membawa ancaman yang tidak diketahui ke lingkungan.

    Ini 10 cara mencegah serangan malware di HP smartphone dan android:

    1. Jangan instal aplikasi yang tidak perlu

    Pengguna android harus menyadari bahwa perangkat seluler seperti HP android dan komputer, sangat sering disusupi oleh aplikasi bahaya seperti game berbahaya. Jangan install aplikasi yang tidak Anda perlukan.

    2. Perhatikan keamanan jaringan Wi-Fi

    Secara umum, jaringan Wi-Fi publik  biasanya tidak aman. Biasanya, jaringan wifi di bandara dan area publik, sangat tidak aman, sebab data Anda dapat terekspos ke hacker melalui nirkabel di titik akses yang sama.

    Bila Anda mau menggunakan jaringan wifi maka pakaikan VPN. VPN diklaim lebih aman, sehingga bisa mencegah data Anda dicuri oleh malware dan virus yang disusupi di internet.

    3. Tetapkan dan terapkan kebijakan bawa perangkat Anda sendiri

    Tanyakan pada diri sendiri, seberapa penting Anda menggunakan akses internet publik. Sebaiknya, jangan menggunakan internet dari kantor dan tempat umum di HP android Anda. 

    4. Selalu perbarui sistem operasi perangkat Anda

    Kedengarannya lebih mudah daripada yang sebenarnya. Dalam ekosistem Android, pembaruan android dapat diblokir dengan beberapa cara: oleh Google (yang memperbarui sistem operasi), oleh produsen perangkat (yang mungkin memutuskan untuk merilis pembaruan hanya untuk model terbaru); atau oleh operator seluler (yang mungkin tidak meningkatkan bandwidth jaringan Anda untuk mendukung pembaruan).

    Jika Anda tidak rutin memperbarui sistem software Android, maka perangkat Anda rentan terhadap potensi terhadap malware dan disusupi virus. Cari operator dan produsen ponsel untuk mengetahui mana yang menyediakan pembaruan dan mana yang tidak.

  • OpenAI Klaim Pengguna ChatGPT Bakal Tembus 700 Juta Pekan Ini

    OpenAI Klaim Pengguna ChatGPT Bakal Tembus 700 Juta Pekan Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — OpenAI mengungkap pengguna aktif ChatGPT terus meningkat. Bahkan chatbot ini diperkirakan akan mencapai 700 juta pengguna aktif mingguan pada pekan ini.

    Melansir laman TechCrunch pada Selasa (5/8/2025) angka tersebut meningkat apabila dibandingkan pada akhir Maret 2025, di mana ChatGPT mencatat 500 juta pengguna aktif mingguan. 

    Hal tersebut diungkapkan oleh Nick Turley, Wakil Presiden sekaligus Kepala Aplikasi ChatGPT, melalui sebuah unggahan di X. Dia menambahkan jumlah pengguna ChatGPT telah tumbuh 4 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

    “Setiap hari, orang dan tim mempelajari hal baru, berkreasi, dan menuntaskan tantangan yang semakin kompleks. Pekan ini akan menjadi momen besar. Terima kasih kepada tim yang telah membuat ChatGPT semakin bermanfaat dan mewujudkan misi agar semua orang bisa merasakan manfaat AI,” tulis Turley.

    Popularitas ChatGPT melonjak setelah OpenAI merilis fitur peningkatan pembuatan gambar berbasis model GPT-4 pada Maret lalu. 

    Pada awal April, Chief Operating Officer OpenAI, Brad Lightcap, mengungkapkan lebih dari 130 juta pengguna telah membuat lebih dari 700 juta gambar hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran fitur tersebut.

    Jumlah pelanggan berbayar juga meningkat. Pekan lalu, Lightcap mengatakan ChatGPT kini memiliki 5 juta pengguna bisnis berbayar, naik dari 3 juta pada Juni.

    Berdasarkan laporan terbaru firma intelijen pasar Sensor Tower, pengguna ChatGPT rata-rata mengakses aplikasi ini lebih dari 12 hari per bulan, menempatkannya di posisi kedua setelah Google dan X. 

    Laporan itu juga mencatat, pada paruh pertama 2025, pengguna menghabiskan rata-rata 16 menit per hari menggunakan ChatGPT.

    Lonjakan ini mencerminkan pertumbuhan pesat OpenAI sejak meluncurkan ChatGPT kurang dari tiga tahun lalu. Seorang juru bicara OpenAI menyebut angka pendapatan tersebut mencakup kontribusi dari berbagai lini usaha, termasuk produk konsumen ChatGPT, produk bisnis untuk perusahaan, serta layanan API yang ditawarkan kepada pengembang.

    Dari sisi bisnis, OpenAI mencatat pendapatan tahunannya melonjak menjadi US$10 miliar (sekitar Rp160 triliun) per Juni, memposisikan perusahaan untuk mencapai target setahun penuh di tengah lonjakan adopsi AI.

    Angka pendapatan tahunan yang diproyeksikan berdasarkan data pendapatan terkini, yaitu sekitar US$5,5 miliar (Rp88 triliun) pada Desember 2024.

    Ini berarti OpenAI berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pendapatannya sebesar US$12,7 miliar (Rp203,2 triliun) pada 2025.

  • FBI Peringatkan Serangan Malware ke 10 Juta Pengguna Android, Masuk dari Internet

    FBI Peringatkan Serangan Malware ke 10 Juta Pengguna Android, Masuk dari Internet

    Bisnis.com, JAKARTA – FBI mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pengguna Android di seluruh dunia, karena ada deteksi serangan berbahaya dari Malware bernama Badbox 2.0 yang masuk dari internet.

    Dilansir dari Forbes, Selasa (5/8/2025), FBI memperingatkan bahwa lebih dari 10 juta perangkat Android bisa terinfeksi oleh malware berbahaya, BadBox 2.0. Malware ini menyebar melalui perangkat IoT murah atau internet. Serangan malware ini, bisa menginfeksi semua perangkat android, mulai dari smartphone, smart TV, perangkat streaming, mobil otomatis, dan gadget lainnya.

    Menurut FBI, serangan ini sangat berbahaya karena perangkat yang terinfeksi bisa diubah menjadi proxy anonim yang digunakan untuk aktivitas kriminal seperti penipuan iklan, pencurian data, dan pencucian uang.

    Malware BadBox 2.0 ini biasanya sudah terpasang di firmware perangkat sebelum dijual, bahkan saat perangkat masih baru di pabrik. Jadi, tanpa sadar, banyak pengguna yang sudah menjadi bagian dari jaringan botnet ini tanpa mengetahui.

    Google dan Pemerintah Harus Bergerak Melawan Malware

    Google sudah mengambil langkah cepat untuk melawan malware ini. Pada 17 Juli 2025, Google sudah mengajukan gugatan hukum terhadap pelaku di pengadilan federal Amerika Serikat dan melakukan pembaruan sistem keamanan Google Play Protect untuk otomatis memblokir aplikasi terkait BadBox.

    Sementara itu, FBI juga mengimbau penggunanya untuk segera memutuskan koneksi perangkat internet yang diduga terinfeksi agar tidak menyebar lebih luas.

    Para peneliti keamanan dari tim Human Security mengungkap jaringan BadBox malware ini digunakan oleh beberapa kelompok kejahatan berbeda, untuk menjalankan aktivitas ilegal seperti fraud iklan, proxy hacking, dan pengendalian jaringan bot jaringan global di 222 negara.

    Apakah Indonesia pengguna android Indonesia akan diserang Malware melalui internet? Peringatan ini, tidak hanya kepada Indonesia, tetapi ke berbagai negara di seluruh dunia, khususnya pengguna android.

    Temuan ini menguatkan bahwa serangan ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan serangan berskala besar yang mengancam keamanan dan privasi seluruh pengguna.

    Cegah Serangan Badbox 2.0, ini saran dari FBI bagi pengguna android:

    Matikan layanan Google Play Protect pada perangkat yang terindikasi terinfeksi.
    Hindari perangkat streaming yang menawarkan konten gratis atau yang tidak resmi.
    Jangan gunakan perangkat dari merek tidak dikenal dan marketplace aplikasi tidak resmi saat mengunduh aplikasi.
    Perhatikan adanya lalu lintas internet yang tidak wajar dan mencurigakan di perangkatmu.

    Satu hal yang perlu diingat, jika perangkatmu menunjukkan tanda-tanda mencurigakan tersebut, sebaiknya segera disconnect dari jaringan internet dan lakukan pemeriksaan keamanan. Jangan abaikan ancaman ini, karena perlindungan terhadap perangkatmu adalah langkah utama untuk menjaga keamanan data dan privasi.

  • Solusi Inovatif DOKU PayChat Lewat WhatsApp

    Solusi Inovatif DOKU PayChat Lewat WhatsApp

    Bisnis.com, JAKARTA – Pebisnis di wilayah pelosok Indonesia, kini memiliki senjata baru untuk turut meramaikan perdagangan di era digital. Koperasi desa, lembaga perkreditan desa, atau komunitas komunal misalnya, kini dapat memanfaatkan layanan pada platform WhatsApp Business sebagai sebuah ekosistem baru pembayaran digital di Indonesia seiring diluncurkannya DOKU PayChat.

    Lewat solusi inovatif ini, memungkinkan pelanggan  suatu bisnis untuk chat, pemesanan, dan melakukan pembayaran langsung di dalam aplikasi WhatsApp Business tanpa perlu berpindah aplikasi. Dengan memanfaatkan layanan WhatsApp Business, DOKU PayChat memungkinkan pengguna menerima pembayaran, mengirim tagihan, menjadwalkan pengingat otomatis, dan mengelola interaksi pelanggan dalam satu chat.

    Namun berbeda dengan chatbot biasa, DOKU PayChat dirancang untuk mendorong konversi, dari chat hingga checkout, tanpa hambatan. Merchant pun dapat dengan mudah memeroleh cacatan transaksi yang sudah terkelola dengan baik lewat layanan DOKU PayChat.

    Chief of Product Experience DOKU Rama Prahara mengungkapkan bahwa banyak merchant kini juga sudah mulai menjual lewat WhatsApp. Namun, imbuhnya, pencatatan masih dilakukan secara manual dan terpecah-pecah.

    “Kami melihat belum ada yang menyatukan semua itu dalam satu layanan. Masih terpecah-pecah. Terima order, tempat, pembayaran, itu tidak tersambung. Kami membentuklah satu platform dengan nama DOKU PayChat,” katanya Senin (4/8/2025).

    Lewat layanan ini, Rama mengatakan bahwa pebisnis dapat membuat simple chat code, menerima order, bisa menghasilkan invoice, dan menerima pembayaran. “Semua di dalam satu platform, tak harus mereka pindah-pindah.”

    Tentu saja, hal ini akan memberikan kemudahan bagi merchant untuk meningkatkan layanan mereka kepada pelanggan, termasuk juga dalam hal pencatatan keuangan mereka.

    Sementara dari sisi konsumen, layanan ini akan menjadi solusi sederhana bagi mereka yang berada di wilayah pelosok menyusul pemesanan hingga pembayaran lewat chat yang jauh lebih ‘ringan’ ketimbang memanfaatkan aplikasi perdagangan daring yang makin hari makin berat.

    Akan tetapi, solusi tersebut belum terintegrasi sepenuhnya dengan sistem logistik. Hanya saja, DOKU telah memiliki peta jalan untuk mengembangkan DOKU PayChat terintegrasi dengan sistem logistik di masa mendatang.

    “Di roadmap kami memang sudah disiapkan. Kami akan menggabungkan dengan sistem logistik sehingga pelanggan dapat memilih sistem logistik dalam ekosistem yang tak terpisahkan,” jelas Vice President of Biller as a Service DOKU Rachma Kandini.  

    Kendati demikian, DOKU belum mematok target dari hadirnya DOKU PayChat ini. Perusahaan menekankan akan terus meningkatkan penerimaan di berbagai kalangan terlebih dahulu.

    “Memang tidak ada target spesifik. Kami berharap tahun depan kami sudah melihat pergerakan. Yang ingin kami lakukan adalah mendukung komunitas dan perusahaan yang memiliki basis untuk bisa layanan ini betul-betul dimanfaatkan,” kata Co-Founder dan Chief of Marketing Officer DOKU Himelda Renuat.

    Rachma menambahkan bahwa Jawa akan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan layanan ini kepada merchant-merchant DOKU. Selain karena populasi terbesar, imbuhnya, wilayah ini lebih mudah dijangkau untuk sosialisasi.

    “Secara area, kami tidak memfokuskan di daerah tertentu meski Jawa termasuk target. Jadi kami memanfaatkan Jawa dengan sebaran populasi tertinggi sebagai market utama,” ujarnya.

    Bahkan di Bali, layanan DOKU PayChat diyakini akan menjadi game changer terutama lewat kolaborasi dengan PT USSI dan Lembaga Perkeditan Desa (LPD).

    Chief Commercial Officer PT USSI Zul Fami mengatakan bahwa DOKU PayChat memungkinkan karyawan, agen, dan nasabah LPD untuk memberli paket internet langsung lewat WhatsApp dengan pilihan pembayaran digital yang beragam.

    “Ini suatu terobosan teknologi yang mendukung semua sektor, siap menyambut masa depan digital. Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

    Selain itu, di Pulau Dewata, layanan DOKU PayChat juga diharapkan dapat mengungkit minat wisatawan asing berkunjung ke destinasi superprioritas ini menyusul kemudahan dalam hal pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA).

    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun berharap bahwa dengan hadirnya DOKU PayChat, maka wisatawan asing yang berkunjung ke Bali dapat lebih menikmati kemudahan akses pembayaran PWA dengan lebih banyak pilihan metode pembayaran yang tetap fleksibel dan aman.

    Sebelumnya, pembayaran PWA hanya dapat dilaukan lewat laman Love Bali. Kini, imbuhnya, dengan adanya DOKU PayChat, wisatawan asing dapat memilih metode pembayaran hanya dengan memindai QR Code menggunakan ponsel pintar yang terhubung di WhatsApp.

    “Kami berharap inovasi ini dapat memajukan Bali sekaligus, melindungi, menjaga, memelihara alam, manusia, serta kebudayaan Bali,” ujarnya.

  • Tokopedia-Shopee Cs Kerek Biaya Pesanan, Konsumen & Seller Kian Terimpit

    Tokopedia-Shopee Cs Kerek Biaya Pesanan, Konsumen & Seller Kian Terimpit

    Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan sejumlah platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia hingga TikTok Shop menerapkan biaya pemrosesan pesanan sebesar Rp1.250 per transaksi dikhawatirkan kian membebani konsumen hingga pedagang (seller).

    Tokopedia dan TikTok Shop akan mulai menerapkan biaya pemrosesan order sebesar Rp1.250 per pesanan, berlaku mulai 11 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB. 

    Kebijakan ini berlaku untuk seluruh seller Tokopedia yang telah terintegrasi, serta semua seller di TikTok Shop by Tokopedia di Indonesia. Tokopedia dan TikTok Shop menyebutkan, kebijakan ini bertujuan mendukung perluasan program subsidi ongkir serta peningkatan layanan logistik di seluruh Indonesia.

    “Perluasan program ongkir akan memberikan manfaat bagi seller, dengan meningkatkan visibilitas dan penjualan melalui pilihan pengiriman yang lebih menarik bagi pelanggan yang lebih luas,” tulis mereka dalam pernyataan resmi.

    Biaya ini akan dikenakan pada setiap pesanan yang berhasil dikirim, tanpa memandang jumlah item atau nilai transaksi. Bahkan jika terjadi pengembalian barang atau dana setelah pengiriman, biaya tersebut tetap tidak akan dikembalikan.

    “Biaya pemrosesan order ditetapkan sebesar Rp1.250 [termasuk pajak] per pesanan yang berhasil dikirim, terlepas dari berapa banyak produk yang dimasukkan dalam pesanan,” jelas pihak Tokopedia dan TikTok Shop.

    Sementara itu, Shopee lebih dulu menerapkan biaya serupa sebesar Rp1.250 untuk setiap transaksi yang terselesaikan, efektif sejak 20 Juli 2025. 

    Dalam pengumumannya, Shopee menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan bisnis penjual dengan menyediakan promosi yang lebih menarik.

    “Untuk terus menghadirkan beragam promosi yang lebih menarik guna mendukung pertumbuhan bisnis Penjual, Shopee akan memberlakukan Biaya Proses Pesanan sebesar Rp1.250 untuk setiap transaksi yang terselesaikan mulai 20 Juli 2025,” demikian pernyataan Shopee.

    Shopee juga memberikan keringanan bagi penjual baru. Biaya ini tidak dikenakan untuk 50 transaksi pertama bagi penjual non-Star. Setelah itu, biaya berlaku penuh untuk setiap transaksi tanpa memandang jumlah produk dalam satu pesanan.

    Konsumen Terbebani

    Pengamat ekonomi digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai langkah ini akan diterapkan semua platform e-commerce. Dia juga memperkirakan beban biaya tambahan ini yang hakikatnya diberikan kepada seller pada akhirnya akan berpotensi dialihkan kepada konsumen.

    “Seller pasti akan membebankan kepada konsumen, dan konsumen ketika diterapkan kenaikan order fee,” kata Huda saat dihubungi Bisnis pada Minggu (3/7/2025). 

    Namun demikian, lanjut Huda, kenaikan biaya tersebut cenderung terbatas, sehingga dampaknya terhadap harga jual pun diperkirakan tidak signifikan.

    Ketika harga barang naik, permintaan memang akan menurun, tapi menurutnya penurunan tersebut tidak akan terjadi secara drastis.

    Huda juga menyoroti kemungkinan perubahan strategi diskon oleh penjual. Dia menyebut penjual akan lebih memilih memberikan potongan harga kepada pembeli yang membeli dalam jumlah lebih dari satu.

    Warga berbelanja secara online menggunakan platform Tokopedia di Jakarta, Senin (28/10/2024). Bisnis/Himawan L Nugraha

    Huda menilai kebijakan ini juga merupakan strategi platform untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi atau lebih cepat. Menurutnya, pola bisnis e-commerce saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kuantitas atau valuasi perusahaan, melainkan mulai bergeser ke upaya meningkatkan profit dari setiap layanan yang diberikan.

    “Jadi menurut saya, akan lebih banyak biaya-biaya yang ditanggung oleh seller ke depan. Bisa juga biaya tambahan bagi buyer juga akan ditambah,” kata Huda.

    Dia juga mengingatkan beban biaya tambahan yang terus meningkat bisa mendorong perpindahan transaksi ke media sosial seperti Instagram, Facebook, atau X (dulu Twitter), yang tidak mengenakan biaya transaksi.

    “Namun memang hanya untuk penjualan yang memenuhi syarat ‘percaya’ antar satu sama lain. Toh, pembayaran bisa transfer atau QRIS statis. Pengiriman bisa melalui kurir pihak ketiga,” ungkapnya.

    Terkait kemungkinan intervensi pemerintah atas kebijakan ini, Huda menilai hal tersebut belum perlu dilakukan. “Soal intervensi, saya rasa belum waktunya pemerintah mengintervensi pasar ini. Pemerintah perlu intervensi soal barang impor saja dulu yang penting. Itu saja pemerintah gak bisa-bisa kan?” ujarnya.

    Kejar Profit

    Lebih lanjut, Huda menilai penarikan biaya pesanan ini merupakan salah satu strategi perusahaan e-commerce untuk cepat memperoleh keuntungan.

    Dia mengatakan pergeseran pola bisnis e-commerce kini lebih berfokus pada profitabilitas ketimbang sekadar pertumbuhan nilai perusahaan.

    “Bagi platform, tentu ini strategi untuk bisa mencapai keuntungan lebih tinggi atau lebih cepat. Pola bisnis sekarang tidak hanya mengandalkan kuantitas atau value perusahaan. Namun sudah lebih ke keuntungan per layanan,” kata Huda saat dihubungi Bisnis pada Minggu (3/8/2025). 

    Diketahui, Tokopedia-TikTok Shop dan Shopee terus memberikan kontribusi bagi masing-masing induk. Kontribusi tersebut berdampak pada peningkatan kinerja keuangan.

  • Pengguna China Ragukan Keandalan Sistem Keamanan Nvidia

    Pengguna China Ragukan Keandalan Sistem Keamanan Nvidia

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia diminta membuktikan keamanan mumpuni untuk menghilangkan kekhawatiran pengguna di China atas risiko keamanan pada chip-nya.

    Dalam komentar yang dipublikasikan di akun media sosial People’s Daily yang berjudul “Nvidia, How Can I Trust You?”, masyarakat mengatakan perusahaan asing harus mematuhi hukum China dan menganggap keamanan sebagai prasyarat dasar.

    Di sisi lain, pihak Nvidia juga mengklaim, mereka menganggap keamanan siber adalah sebuah hal yang penting bagi perusahaan.

    “Nvidia tidak memiliki ‘backdoor’ dalam chip kami yang memungkinkan siapapun mengakses atau mengendalikannya dari jarak jauh,” Kata salah satu juru bicara Nvidia, dilansir Reuters (04/08/25).

    Komentar itu muncul sehari setelah Beijing menyuarakan kekhawatirannya atas potensi risiko keamanan yang ada pada chip kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) milik Nvidia, H20.

    Kekhawatiran terhadap chip H20 kemudian menimbulkan ketidakpastian atas prospek penjualan perusahaan di China beberapa pekan setelah larangan ekspor Amerika Serikat (AS) dicabut.

    Administrasi Dunia Maya China, selaku regulator internet di negara tersebut mengatakan, pihaknya prihatin dengan usulan AS agar chip canggih itu dijual di luar negeri dengan dilengkapi fungsi pelacakan dan pemosisian.

    Mereka juga mengabarkan, pihaknya telah memanggil Nvidia ke sebuah rapat untuk menjelaskan apakah chip AI H20 buatannya memiliki risiko keamanan pintu belakang, karena khawatir itu akan mempengaruhi data dan privasi pengguna di China.

    Backdoor security risks atau risiko pintu belakang adalah metode rahasia untuk menghindari prosedur autentikasi normal, untuk memperoleh akses tidak sah ke suatu sistem.

    Biasanya, para pelaku mengeksekusi serangan tersebut dengan mengeksploitasi kelemahan sistem atau pemasangan software berbahaya yang menciptakan titik masuk.

    Menurut Crowdstrike, ada tiga jalur umum yang digunakan dalam melakukan operasi pintu belakang, yaitu Maintenance Hook, Covert Channels, dan Kernel-level atau Application-level installations.

    Maintenance hook adalah fitur atau perintah yang sengaja dibangun ke dalam sistem atau aplikasi oleh pengembang untuk pengujian, pemecahan masalah, atau pemeliharaan.

    Covert channels, atau saluran rahasia digunakan para penyerang untuk mengirim informasi menggunakan bagian-bagian jaringan atau sistem operasi yang biasanya tidak dirancang untuk transmisi data.

    Sementara itu, peretas juga biasanya memanfaatkan instalasi tingkat kernel atau aplikasi, dengan memasang kode berbahaya di dalam atau yang disebarkan dan dipasang secara diam-diam oleh sebuah software.

    Serangan backdoor security dapat mengakibatkan eskalasi hak istimewa, perpindahan lateral ke sistem lain, eksfiltrasi data sensitif, dan juga gangguan operasional. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Komdigi & Kemensos Pastikan Akses Digital CKGS hingga Pelosok Lewat Satelit

    Komdigi & Kemensos Pastikan Akses Digital CKGS hingga Pelosok Lewat Satelit

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan dukungan penuh terhadap kelancaran pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKGS), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

    Salah satu aspek krusial yang menjadi perhatian Komdigi adalah kesiapan infrastruktur digital, khususnya jaringan internet untuk mendukung pengumpulan data secara masif dari pelaksanaan program ini di berbagai satuan pendidikan.

    Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto, menegaskan untuk wilayah perkotaan, kapasitas internet dan bandwidth yang disiapkan oleh para operator sudah memadai.

    “Kalau daerah-daerah seperti sekarang perkotaan itu semuanya aman. Baik si kapasitas internet dan juga kapasitas bandwidth yang disiapkan oleh para operator. Operator kan banyak, operator fixed broadband,” kata Wayan ditemui disela acara Menkomdigi menghadiri Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten pada Senin (4/8/2025). 

    Menurut Wayan, pengukuran kualitas jaringan sudah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan infrastruktur fixed broadband di wilayah-wilayah ini mencukupi. Hal ini dinilai penting karena koneksi data dari sekolah dalam pelaksanaan CKGS mayoritas menggunakan jaringan tetap (fixed broadband), bukan seluler.

    “Tapi kan untuk data di sini pakai fixed broadband. Tadi sudah diukur. Kalau diukur dari sisi kapasitas, artinya di sini sudah mencukupi. Jadi tidak ada isu untuk internet,” jelasnya.

    Namun, dia tidak menampik tantangan di daerah-daerah terpencil, yang masih memiliki keterbatasan akses jaringan. Sebagai solusinya, Komdigi bersama Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan penyelenggara satelit nasional, seperti Telkom dan lainnya, untuk memastikan pemerataan akses digital hingga ke pelosok.

    “Untuk di daerah-daerah, Kemsos juga sudah bekerja sama dengan penyelenggara satelit. Misalnya dengan Telkom, dengan penyelenggara lain. Jadi solusinya itu secara teknologi sudah memungkinkan,” kata Wayan.

    Dalam pelaksanaan CKGS, Wayan menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan penyelenggara telekomunikasi untuk menjamin kualitas sinyal baik dari sisi seluler maupun fixed broadband. 

    “Jangan sampai ada data yang tidak terkirim untuk data apapun yang digunakan oleh pelanggan. Jadi kami kondisi terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi,” tambahnya.

    Diberitakan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut meninjau langsung pelaksanaan kick-off program CKGS yang digelar serentak di 12 lokasi sekolah di seluruh Indonesia pada Senin (4/8/2025). 

    Dalam kunjungannya ke SMPK Penabur Gading Serpong, Meutya menegaskan kehadiran Komdigi dalam program ini tidak hanya membawa unsur komunikasi, tetapi juga memastikan kesiapan teknologi untuk mendukung keberlanjutan program kesehatan.

    “Kementerian Komunikasi dan Digital hari ini hadir. Tentu program pemerintah perlu disampaikan dengan baik, dikomunikasikan dengan baik. Dalam rangka transparansi, dalam rangka pertanggungjawaban publik. Selain juga unsur komunikasinya, kami juga membawa tadi infrastruktur yang bisa mempercepat koneksi,” kata Meutya.

    Dia juga menekankan pentingnya integrasi sistem pendataan, mengingat program CKGS akan menghasilkan data dalam jumlah besar. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau sekitar 53 juta siswa dari seluruh Indonesia.

    Meutya juga menyampaikan pentingnya program ini untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang muncul akibat perkembangan zaman, termasuk gangguan penglihatan akibat paparan layar (screen time).

    “Baik anak-anak maupun juga remaja yang paling juga diukur adalah kesehatan matanya. Karena memang di era digitalisasi ini kita sangat terpapar dengan screen time,” ujarnya.

    Program CKGS merupakan bagian dari percepatan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan. Pemeriksaan yang dilakukan di sekolah meliputi status gizi, tekanan darah, kesehatan mata, gigi, telinga, mental, hingga kebugaran. Untuk jenjang SMP dan SMA, pemeriksaan juga mencakup anemia, talasemia, dan kesehatan reproduksi.

    Lokasi kick-off CKGS serentak pada 4 Agustus 2025 antara lain:

        •    SD Cideng 02 Jakarta Pusat

        •    MIN 8 Jagakarsa Jakarta Selatan

        •    SMKN 26 Jakarta Timur

        •    Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat

        •    SMA Negeri 6 Tangerang Selatan

        •    SD Prestasi Global, Depok

        •    SMPN 5 Kota Bandung

        •    MTs Persis 1-2 Kota Bandung

        •    SLB Negeri Semarang

        •    SMPN 1 Padangan Bojonegoro

        •    Pesantren Al-Amanah, Sidoarjo

        •    SMPK Penabur Gading Serpong

  • Model Sarah Murray Cemas Vogue Cs Makin Gencar Pakai AI untuk Iklan

    Model Sarah Murray Cemas Vogue Cs Makin Gencar Pakai AI untuk Iklan

    Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu model komersial, Sarah Murray, mengaku khawatir melihat merek-merek fashion yang semakin gencar dalam penggunaan model buatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Hal itu dia ungkapkan sejak 2023, saat pertama kalinya melihat model buatan AI berupa seorang wanita muda mengenakan gaun denim Levi’s.

    “Dunia model sebagai profesi sudah cukup menantang tanpa harus bersaing dengan standar kesempurnaan digital baru yang dapat dicapai dengan AI,” kata Murray, dilansir TechCrunch (04/8/25).

    Dia mengatakan 2 tahun kemudian sejak kejadian itu, kekhawatiran terus meningkat. Merek-merek terus bereksperimen dengan model yang dihasilkan AI, salah satunya datang dari edisi cetak Vogue Juli yang menampilkan iklan Guess dengan model AI.

    Itu menjadi kontroversi di kalangan masyarakat, mengingat Vogue adalah majalah yang jadi acuan insan fashion dalam menentukan apa yang dapat dan tidak dapat diterima di industri.

    Model AI itu pun dirasa lebih pantas bila ditampilkan dalam editorial, bukan konten iklan, tetapi Vogue mengklaim hal tersebut memenuhi standar periklanannya.

    Model E-Commerce Terancam

    Model dan pendiri organisasi WAYE yang menulis tentang model CGI untuk Vogue, Sinead Bovell mengatakan, model e-commerce adalah pihak yang paling terancam oleh otomatisasi.

    Model e-commerce adalah mereka yang berpose untuk iklan atau memajang pakaian dan aksesori untuk pembeli online. Tampilan mereka lebih “realistis dan mudah dipahami” ketimbang model kelas atas yang penampilannya mencolok.

    “E-Commerce adalah sumber penghasilan utama sebagian besar model, yang meski belum tentu menjanjikan ketenaran atau prestise, tetapi tetap dapat menjamin keamanan finansial,” kata Bovell.

    Di sisi lain, teknisi seni yang pernah bekerja dengan merek-merek fashion ternama, Paul Mouginot mengatakan bahwa bekerja dengan model manusia itu mahal, terutama bila harus memotret mereka dengan beragam pakaian, sepatu, dan aksesori.

    “AI kini memungkinkan kita memakaikan produk pada model virtual, bahkan juga dapat memposisikan model tersebut dalam pengaturan yang koheren dan menghasilkan gambar seperti editorial model asli,” ujar Mouginot, dilansir TechCrunch (04/08/25).

    Lebih Mudah dan Murah Menggunakan Model AI

    Penulis mode sekaligus biografi Gwyneth Paltrow, Amy Odell mengatakan, di masa kini akan jauh lebih murah bagi merek fashion untuk menggunakan model AI.

    Itu disebabkan oleh kebutuhan konten yang banyak dan terus bertambah, sehingga dengan model AI, mereka dapat menghemat biaya iklan cetak atau bahkan feed TikTok mereka. Pendiri perusahaan periklanan Silverside AI, PJ Pereira juga menjelaskan, penggunaan model AI itu bergantung pada skala.

    Setiap percakapan Silverside AI dengan merek-merek fashion selalu berpusat pada fakta, seluruh sistem pemasaran yang setiap merek hanya memproduksi empat konten besar per tahun.

    Media sosial dan e-commerce jadi faktor pemicu perubahan di masa kini, yang membuat merek butuh sekitar 400 hingga 400.000 konten yang pasti juga membutuhkan biaya yang besar. Menurut Pereira, peningkatan skala ini tidak akan cukup ditangani hanya dengan penyesuaian proses.

    “Anda butuh sistem baru, tapi sayangnya orang-orang marah dan berasumsi hal ini hanya tentang meraup keuntungan dari para artis dan model, padahal bukan itu yang saya lihat,” jelas founder Silverside AI tersebut. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Besok 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek di Dunia, Ini Fakta-faktanya

    Besok 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek di Dunia, Ini Fakta-faktanya

    Bisnis.com, JAKARTA – Satu hari di Bumi berlangsung sekitar 86.400 detik, atau 24 jam, waktu yang dibutuhkan planet untuk berotasi penuh pada porosnya. Namun, kecepatan rotasi ini bergantung pada banyak faktor, termasuk posisi matahari dan bulan, serta medan gravitasi Bumi.

    Namun, pada besok, Selasa 5 Agustus diperkirakan waktu dalam sehari akan akan berkurang 1,52 milidetik, menurut timeanddate.com.

    Lantas mengapa bisa terjadi hari lebih pendek? Berikut penjelasannya.

    1. Rotasi bumi lebih cepat

    Hal ini terjadi karena, pada  5 Agustus 2025, bulan akan berada pada titik terjauhnya dari khatulistiwa, yang mengubah dampak tarikan gravitasinya terhadap rotasi Bumi.

    Bayangkan Bumi seperti gasing yang berputar  jika Anda melingkarkan jari di tengahnya dan memutarnya, dia tidak akan berputar secepat jika Anda memegangnya dari atas ke bawah. Hal serupa terjadi pada Bumi.

    Dengan bulan yang lebih dekat ke kutub, Bumi mulai berputar lebih cepat, membuat hari-hari kita lebih pendek dari biasanya.

    2. Dampak hari lebih cepat

    Dilansir dari livescience, Bagi kebanyakan dari kita, hilangnya satu atau dua milidetik sama sekali tidak disadari. Namun, komputer, GPS, sistem perbankan, teleskop besar, dan jaringan listrik bergantung pada sinkronisasi yang sangat akurat untuk beroperasi. Bagi sistem-sistem ini, setiap milidetik sangat berarti.

    3. Dalam miliaran tahun terakhir bumi berputar lebih cepat

    Selama beberapa miliar tahun terakhir, rotasi Bumi justru melambat, yang menyebabkan hari-hari kita menjadi lebih panjang. Sebagai contoh, para peneliti pada tahun 2023 menemukan bahwa, antara sekitar 1 miliar hingga 2 miliar tahun yang lalu, satu hari di Bumi hanya berdurasi 19 jam. Para ilmuwan berpendapat bahwa hal ini sebagian besar disebabkan oleh pergeseran bulan secara bertahap menjauhi planet kita, yang membuat tarikan gravitasi bulan melemah seiring waktu dan menyebabkan Bumi berputar lebih lambat pada porosnya.