Category: Bisnis.com Tekno

  • Robot Anjing Berwajah Elon Musk

    Robot Anjing Berwajah Elon Musk

    Bisnis.com, JAKARTA — Seniman digital ternama Mike Winkelmann atau Beeple membuat karya yang menampilkan robot anjing berwajah pemimpin raksasa teknologi dunia, yakni Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jeff Bezos.

    Dia mencatatkan kesuksesan komersial dalam gelaran Art Basel Miami Beach (ABMB) edisi ke-23 tahun ini. Karya terbarunya yang bertajuk “Regular Animals” (2025) dilaporkan ludes terjual pada hari pembukaan pameran.

    Melansir dari The Art Newspaper Kamis (25/12/2025), setiap unit robot dalam instalasi tersebut dibanderol seharga US$100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar.

    Instalasi ini menampilkan sekumpulan robot berkaki empat yang mengenakan topeng hiper-realistis wajah tokoh teknologi dunia seperti CEO Tesla Elon Musk, Pendiri Amazon Jeff Bezos, dan CEO Meta Mark Zuckerberg. Selain tokoh teknologi, Beeple juga menyertakan wajah seniman legendaris seperti Pablo Picasso, Andy Warhol, serta wajah dirinya sendiri.

    Secara teknis, robot-robot ini dirancang untuk melakukan aksi “poop mode”, di mana mereka mencetak gambar yang diambil kamera depan layaknya sedang buang air besar.

    Beeple menjelaskan bahwa karya ini merupakan kritik terhadap dominasi algoritma teknologi yang kini menggantikan peran seniman dalam membentuk perspektif visual manusia.

    “Dulu kita melihat dunia yang diinterpretasikan melalui mata para seniman, tetapi sekarang Mark Zuckerberg dan Elon, khususnya, mengendalikan sebagian besar cara kita melihat dunia,” kata Beeple dikutip dari Page Six.

    Dia menilai, para miliarder tersebut memiliki kendali penuh atas algoritma kuat yang menentukan apa yang dilihat oleh publik setiap harinya.

    Setiap robot menghasilkan output visual berbeda. Robot berwajah Zuckerberg mencetak gambar estetika Metaverse, sementara robot Musk menghasilkan gambar bernuansa robotik hitam-putih.

    Adapun robot berwajah Jeff Bezos tidak mencetak gambar sama sekali, namun tetap dihadirkan karena dianggap memiliki pengaruh besar dalam membentuk pandangan dunia.

    Karya kontroversial itu ditempatkan di sektor Zero10, sebuah area baru di Miami Beach Convention Center yang didedikasikan khusus untuk instalasi berbasis teknologi dan digital.

    Sebagai informasi, Beeple merupakan seniman yang sebelumnya memecahkan rekor penjualan NFT senilai US$69 juta di rumah lelang Christie’s pada 2021.

    Direktur pameran Bridget Finn menilai kehadiran karya berbasis teknologi ini memicu rasa penasaran yang kuat di kalangan pengunjung dan kolektor.

    “Seringkali, rasa ingin tahu sama kuatnya, jika tidak lebih kuat, daripada pengetahuan. Ini adalah titik masuk untuk percakapan lebih lanjut,” ujar Finn dikutip dari Artsy. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Malware Berkedok API Diunduh 56.000 Kali, Akun Pengguna WhatsApp Lenyap Seketika

    Malware Berkedok API Diunduh 56.000 Kali, Akun Pengguna WhatsApp Lenyap Seketika

    Bisnis.com, JAKARTA — Peneliti keamanan siber mengungkapkan detail mengenai paket berbahaya baru di repository npm yang menyamar sebagai API WhatsApp.

    API WhatsApp, atau WhatsApp Business API merupakan antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface) resmi dari WhatsApp yang dirancang untuk bisnis skala menengah hingga besar.

    Fitur ini memungkinkan integrasi WhatsApp dengan sistem lain seperti CRM, chatbot otomatis, dan pengiriman pesan massal, berbeda dari aplikasi WhatsApp Business biasa yang lebih sederhana.

    Paket bernama “lotusbail” ini memiliki kemampuan sebagai alat yang sah sekaligus mampu menyadap setiap pesan dan menautkan perangkat penyerang ke akun WhatsApp korban dengan menyamar sebagai API.

    Diketahui, paket ini telah diunduh lebih dari 56.000 kali sejak pertama kali diunggah ke registry oleh pengguna bernama “seiren_primrose” pada Mei 2025. 

    Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 711 unduhan tercatat terjadi sepanjang pekan lalu. Hingga laporan ini ditulis, library tersebut masih tersedia untuk diunduh.

    Melansir dari The Register Kamis (25/12/2025), peneliti Koi Security Tuval Admoni menjelaskan bahwa di balik kedok alat itu, malware ini mencuri kredensial WhatsApp, memanen kontak, hingga menginstal backdoor persisten.

    “Malware ini mengenkripsi semuanya sebelum mengirimkannya ke server pelaku ancaman,” kata Admoni dalam laporannya yang dikutip, Rabu (24/12/2025). Secara spesifik, paket ini dirancang untuk menangkap token otentikasi, kunci sesi, riwayat pesan, hingga dokumen media dan dokumen.

    Sebagai informasi, modus ini terinspirasi oleh @whiskeysockets/baileys yang merupakan library TypeScript berbasis WebSockets yang sah untuk berinteraksi dengan WhatsApp Web API.

    Serangan dilakukan melalui wrapper WebSocket berbahaya. Jalur ini merutekan informasi otentikasi dan pesan, sehingga memungkinkan peretas menangkap data sensitif yang kemudian dikirim ke URL yang dikendalikan penyerang.

    Lebih lanjut, paket ini memiliki fungsi tersembunyi untuk membajak proses penautan perangkat menggunakan kode pemasangan yang disematkan secara hard-coded.

    “Saat Anda menggunakan library ini untuk otentikasi, Anda tidak hanya menautkan aplikasi Anda, tetapi juga menautkan perangkat pelaku ancaman,” ujar Admoni.

    Hal ini memberikan akses penuh dan persisten bagi peretas terhadap akun WhatsApp korban tanpa disadari.

    Pihak Koi Security Idan Dardikman juga mengatakan bahwa aktivitas berbahaya ini dipicu secara otomatis ketika pengembang menggunakan library tersebut untuk terhubung ke WhatsApp.

    “Kode pairing backdoor juga aktif selama aliran otentikasi, jadi perangkat penyerang akan tertaut segera setelah Anda menghubungkan aplikasi ke WhatsApp,” kata Dardikman.

    Risiko operasional bagi pelaku usaha sangat tinggi karena akses penyerang tetap bertahan meskipun paket “lotusbail” telah dihapus dari sistem.

    Perangkat pelaku ancaman akan tetap tertaut ke akun WhatsApp hingga pengguna memutuskannya secara manual melalui pengaturan aplikasi. Selain itu, “lotusbail” dilengkapi kemampuan anti-debugging yang memicu infinite loop saat mendeteksi adanya alat debugging, sehingga menyebabkan eksekusi program membeku.

    Pihak Koi Security menegaskan bahwa serangan rantai pasok semacam ini makin canggih dan sulit dideteksi oleh keamanan tradisional karena kode tersebut terlihat berfungsi normal. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Harga Ponsel Flagship Diprediksi Naik 10% Tahun Depan

    Harga Ponsel Flagship Diprediksi Naik 10% Tahun Depan

    Bisnis.com, JAKARTA -— Harga smartphone untuk kategori flagship diperkirakan mengalami kenaikan signifikan pada 2026, seiring dengan naiknya biaya komponen utama seperti memori dan RAM. Tren ini diprediksi akan memengaruhi strategi harga peluncuran model-model terbaru dari sejumlah merek besar, termasuk Xiaomi, Samsung, dan Apple.

    Xiaomi diperkirakan menjadi yang pertama terdampak kenaikan harga di antara produsen besar dengan model flagship terbarunya, Xiaomi 17 Ultra yang dijadwalkan rilis awal 2026. Harganya dilaporkan 10% lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya. 

    Adapun model sebelumnya, Xiaomi 15 Ultra dibanderol dengan harga 6.499 yuan atau setara Rp15,4 juta dengan kurs saat ini. Namun, untuk Xiaomi 17 Ultra yang akan dirilis, harganya diprediksi sebesar 6.599 yuan atau setara Rp15,7 juta. 

    Presiden Xiaomi Group Lu Weibing, bahkan mengisyaratkan harganya bisa lebih tinggi, seperti yang diungkapnya dalam siaran langsung, baru-baru ini. Mengutip Gizmochina, Lu menjelaskan bahwa kenaikan biaya memori yang pesat menjadi alasan utama di balik kenaikan harga tersebut. 

    Dia mengatakan bahwa permintaan yang didorong oleh AI telah menyebabkan harga memori naik tajam sejak akhir 2022, kemudian 2025, dan diperkirakan berlanjut hingga 2027. 

    Sementara itu, menurut riset dari Counterpoint, harga jual rata-rata smartphone bisa melonjak 6,9% pada tahun depan, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini katanya terjadi akibat kurangnya chip dan hambatan dalam rantai pasokan semikonduktor, yang mendorong kenaikan harga komponen.

    Direktur riset di Counterpoint MS Hwang menyatakan, segmen smartphone kelas menengah dan atas mengalami kenaikan biaya material sebesar 10% hingga 15%.

    “Harga memori bisa naik lagi sebesar 40% hingga kuartal kedua tahun 2026, yang mengakibatkan biaya BoM (Bill of Materials) meningkat antara 8% hingga lebih dari 15% di atas level tinggi saat ini,” ujarnya, dikutip Bisnis, Kamis (25/12/2025). 

    Kenaikan harga komponen dapat dibebankan kepada konsumen dan hal itu pada gilirannya akan mendorong kenaikan harga jual rata-rata. “Apple dan Samsung berada di posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal mendatang,” sebut Hwang.

    Kendati demikian, Hwang mengatakan akan sulit bagi perusahaan lain yang tidak memiliki banyak ruang gerak untuk mengelola pangsa pasar dibandingkan margin keuntungan. Kondisi ini katanya sangat berdampak  pada produsen ponsel pintar asal China yang berada di segmen pasar menengah hingga bawah.

    Alhasil, beberapa perusahaan menurut riset Counterpoint, mungkin menurunkan kualitas komponen seperti modul kamera, layar, dan bahkan audio, serta menggunakan kembali komponen lama. Para pemain smartphone kemungkinan akan mencoba memberi insentif kepada konsumen untuk membeli perangkat flagship mereka. 

  • Sempat Turun, Ini Daftar Harga iPhone 17 Series Terbaru Desember 2025

    Sempat Turun, Ini Daftar Harga iPhone 17 Series Terbaru Desember 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – iPhone 17 series disebut mengalami penurunan hingga Rp500 ribu per unitnya pada Desember 2025.

    Namun berdasarkan pantauan Bisnis per Kamis (25/12/2025), harga iPhone 17 series saat ini masih terpantau stabil.

    iPhone 17 series yang dijual di iBox sudah tak lagi diskon, sehingga harganya kembali normal.

    Sebelumnya, iPhone 17 Pro 256GB sempat mengalami penurunan menjadi Rp 23.036.530. Namun kini ponsel tersebut telah memiliki harga normal yakni Rp23.749.000.

    Kemudian iPhone 17 Pro Max 256GB sempat turun harga menjadi Rp24.999.000. Namun kini ponsel tersebut kembali dijual dengan harga normal seperti pertama kali dirilis, yakni di angka Rp25.749.000.

    Berikut ini rincian harga iPhone 17 series yang dijual di iBox per Desember 2025:

    iPhone 17

    256GB Rp17.249.000
    512GB Rp21.999.000

    iPhone 17 Pro

    256GB Rp23.749.000
    512GB Rp28.249.000
    1 TB Rp32.999.000

    iPhone 17 Pro Max

    256GB Rp25.749.000
    1 TB Rp34.999.000
    2 TB Rp43.999.000.

  • Elon Musk Bagi-bagi Router Starlink Gratis untuk Pengguna, Ini Syaratnya!

    Elon Musk Bagi-bagi Router Starlink Gratis untuk Pengguna, Ini Syaratnya!

    Bisnis.com, JAKARTA – Elon Musk akan membagikan router Starlink gratis terhadap sejumlah pelanggan yang memenuhi syarat.

    Pemberian Starlink gratis untuk pelanggan ini dilakukan sesuai dengan rencana SpaceX untuk menghentikan pembaruan software pada router Starlink generasi pertama, yang dikenal dengan kode UTR-201.

    Router Starlink gratis ini diberikan khusus kepada pelanggan yang sudah bergabung sejak masa awal peluncuran layanan internet tersebut pada 2020.

    Para pelanggan yang memenuhi syarat akan mendapatkan pengganti router lama tanpa biaya tambahan.

    Adapun router Starlink Gen 1 akan segera punah dan akan beralih model ke piringan datar. Pengguna pun diminta untuk segera mengganti router mereka.

    Meskipun masih bisa digunakan untuk beberapa saat, namun Elon Musk memperingatkan bahwa router tersebut berpotensi mengalami penurunan kompatibilitas.

    Router Gen 1 ini juga akan segera berhenti menerima pembaruan perangkat lunak dalam waktu dekat, sehingga kurang dapat diandalkan dalam segi kinerja dan keamanan.

    Oleh sebab itu sebagai bentuk apresiasi, Starlink akan membagikan router mini gratis untuk pengguna.

    “Sebagai bentuk rasa terima kasih kepada pelanggan, kami menawarkan Router Mini gratis, dengan jaringan dual-band router Wi-Fi 6. Router Gen 1 milik anda masih bisa digunakan, namun tanpa pembaruan yang kami belum bisa jamin performa dan peningkatannya,” tulis surat resmi Starlink kepada para pelanggannya.

    Starlink pun secara resmi telah memberikan penawaran khusus ini bagi pelanggan terpilih. Router gratis dapat diklaim setelah mendapatkan email resmi dari Starlink.

  • 5 Glotel Awards Diraih Telkomsel, Pemulihan Jaringan Sumut Terus Jalan

    5 Glotel Awards Diraih Telkomsel, Pemulihan Jaringan Sumut Terus Jalan

    Bisnis.com, LONDON – Telkomsel kembali mencatatkan prestasi global dengan meraih tiga penghargaan utama di ajang bergengsi Global Telecoms (Glotel) Awards 2025 – mempertahankan rekam jejak kemenangan tiga tahun berturut-turut pada ajang yang sama.

    Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan global atas kemajuan teknologi Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di kawasan Asia-Pasifik yang memberdayakan masyarakat Indonesia untuk mewujudkan hari yang lebih baik dan masa depan gemilang, melalui penyediaan konektivitas, layanan, dan solusi yang inovatif dan unggul – membuka semua peluang bagi setiap individu, setiap rumah, dan setiap bisnis.

    Tiga Penghargaan Utama untuk Inovasi Telkomsel

    Telkomsel dinobatkan sebagai Winner pada tiga kategori:

    Connecting the Unconnected: proyek Nias Digital Inclusion Breakthrough bersama Ericsson, yang membuka akses layanan digital bagi komunitas terpencil di salah satu pulau terluar Indonesia dengan jaringan microwave jarak jauh 180 km dan Far Edge Core berbasis cloud-native – memangkas latensi hingga 84% dan meningkatkan kecepatan akses 4 kali lipat.
    IoT Innovation of the Year: Proyek Telkomsel IoT InTANK mengubah proses pemeriksaan tangki manual menjadi sistem cerdas berbasis data melalui pemanfaatan teknologi IoT. Inovasi ini meningkatkan efisiensi operasional hingga 35%, memperkuat kinerja keselamatan sebesar 40%, serta memangkas waktu inspeksi dari 30–60 menit menjadi kurang dari 5 menit.
    Delighting the Customer: proyek AI-Augmented Digital Twins bersama Huawei, yang secara dinamis mengintegrasikan real-time insight terkait jaringan, layanan, dan produk untuk meningkatkan pengalaman pelanggan – meningkatkan Net Promoter Score (NPS) sebesar 15%, pertumbuhan penggunaan data 22%, dan peningkatan ARPU 1,5% dalam lima bulan.

    Komisaris Telkomsel, Rico Rustombi, menyatakan, “Meraih kemenangan tiga tahun berturut-turut di Glotel Awards menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melangkah maju. Kami tidak akan berhenti – kami bertekad untuk terus mencetak pencapaian dan menetapkan standar baru dalam inovasi. Glotel adalah ajang yang luar biasa untuk merayakan teknologi dan kolaborasi, dan kami bangga menjadi bagian dari ajang ini.”

    Telkomsel juga dinominasikan (Shortlisted) pada sejumlah kategori lainnya:

    Telecoms Marketing of the Year: Proyek Intelligent Smart Decision bersama Huawei didukung oleh teknologi Large Language Model (LLM) dan Large User Intent Model (LUM) terkini, memungkinkan pengambilan keputusan real-time menggunakan model CPC (Customer, Product, dan Channel) pada waktu yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan bisnis 5G.
    Delighting the Customer: Proyek Dunia Games: Where Gamers Win Beyond the Game telah mendefinisikan ulang pengalaman bagi 174 juta gamer di Indonesia dengan menggabungkan layanan gaming yang seamless, program loyalitas, dan pemberdayaan komunitas – mendorong pertumbuhan tahunan sebesar 15% dan menciptakan ruang yang merayakan setiap pemain.

    Tentang Glotel Awards

    Global Telecoms Awards (Glotel Awards) merupakan ajang penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh Telecoms.com, mengapresiasi inovasi dan keunggulan dari perusahaan-perusahaan yang mendorong transformasi industri telekomunikasi global. Berdasarkan hasil diskusi panel juri independen berdasarkan kriteria inovasi, dampak bisnis, hingga bukti keberhasilan implementasi, Telkomsel dinilai berhasil menghadirkan solusi inovatif yang berdampak dan bermanfaat, mencetak standar terbaru bagi industri telekomunikasi.

    Rekam Jejak Prestasi Internasional Telkomsel di Glotel Awards

    Tahun ini merupakan ketiga kalinya Telkomsel mencatatkan prestasi di Glotel Awards. Sebelumnya:

    “Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan komitmen bersama kami dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang dan mendorong transformasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, para juri, mitra, dan tim luar biasa di Telkomsel atas kerja keras menghadirkan inovasi dan solusi yang memajukan Indonesia. Bersama-sama, kami akan terus lampaui batas dan berikan dampak nyata bagi industri dan perekonomian,” pungkas Rico.

    Selengkapnya: Global Telecoms Awards 2025

    Telkomsel Terus Bergerak Pulihkan Jaringan dan Hadirkan Bantuan di Sumatera

    Di tengah pencapaian global, Telkomsel tetap memprioritaskan pemulihan layanan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Pemulihan jaringan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan kemajuan berarti.

    Berkoordinasi dengan PLN, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, dan mitra strategis, Telkomsel telah berhasil mengejar ketersediaan 98% layanan seluler di Sumatera Utara (4.527 dari total 4.616 site) dan 99% layanan IndiHome (313.741 dari total 314.956 line). Beberapa ruas fiber optic yang sempat terdampak, termasuk Sibolga-Balige, Sibolga-Padang Sidempuan, Dolok Sanggul-Barus, dan Pagaran-Tonga-Panyambungan, telah kembali beroperasi normal sebagai bagian dari pemulihan terkini.

    Di Kepulauan Nias, yang sempat mengalami pemadaman listrik total dan terputus dari akses telekomunikasi saat bencana, Telkomsel telah mengirimkan perangkat konektivitas darurat berbasis satelit, bantuan logistik, dan operasional layanan melalui kapal laut. Kini, seluruh jaringan di wilayah tersebut telah sepenuhnya pulih, bersamaan dengan percepatan pemulihan ruas fiber optic yang terdampak, memastikan konektivitas kembali tersedia bagi masyarakat.

    Telkomsel juga menyediakan telepon, SMS, dan penggantian kartu bebas biaya, perpanjangan masa aktif, penyesuaian paket data dan tagihan, hingga penggantian perangkat IndiHome, melalui titik-titik Posko Layanan Pelanggan Tanggap Bencana. Selain itu, tersedia Paket Siaga Peduli Sumatera bebas biaya melalui UMB *888*20#, dengan pilihan 3 GB data atau 300 menit telepon dan 1.000 SMS selama 7 hari.

    Informasi Tagihan: Terkait pemberitahuan tagihan Telkomsel (Pascabayar) dan IndiHome, pelanggan di wilayah terdampak dapat mengabaikan notifikasi tersebut karena penyesuaian tagihan telah dan sedang diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

    Bersama Telkom Group, Telkomsel pun mendukung pemulihan melalui posko darurat, WiFi gratis, bantuan dapur umum, mobilisasi logistik via kapal dan pesawat, serta instalasi satelit komersial dan CSR dari Telkomsat. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen Telkomsel untuk tetap menjaga akses konektivitas bagi masyarakat di masa sulit.

  • Operator Telekomunikasi Dibayangi Serangan Siber Kompleks Sepanjang 2025

    Operator Telekomunikasi Dibayangi Serangan Siber Kompleks Sepanjang 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Operator telekomunikasi menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pelaku kejahatan siber sepanjang 2025. Transformasi teknologi yang kian masif dan saling terhubung membuat sektor ini menjadi sasaran utama berbagai jenis serangan.

    Dalam laporan terbaru di Buletin Keamanan Kaspersky serangan mencakup aktivitas ancaman yang ditargetkan atau advanced persistent threat (APT), kompromi rantai pasokan, gangguan DDoS, dan penipuan berbasis SIM. Laporan yang dikutip Kamis (25/12/2025) itu mencatat, ancaman APT paling mendominasi.

    Peneliti keamanan senior Kaspersky GReAT Leonid Bezvershenko menjelaskan kelompok peretas memanfaatkan posisi strategis infrastruktur telekomunikasi untuk aktivitas spionase jangka panjang.

    Di sisi lain, kelemahan rantai pasokan juga menjadi titik kritis. Banyaknya vendor, kontraktor, dan platform terintegrasi membuat celah keamanan pada perangkat lunak maupun layanan berpotensi merembet langsung ke jaringan inti operator. Sementara itu, serangan distributed denial of service (DDoS) tetap menjadi ancaman nyata bagi kapasitas dan ketersediaan layanan.

    “Ancaman yang mendominasi pada 2025, kampanye APT, serangan rantai pasokan, hingga serangan DDoS tidak akan hilang,” ujar Bezvershenko dalam keterangannya dikutip Rabu (24/12/2025).

    Data Kaspersky Security Network menunjukkan, sepanjang November 2024 hingga Oktober 2025, sebesar 12,79% pengguna di sektor telekomunikasi menghadapi ancaman online. Pada saat yang sama, 20,76% pengguna berhadapan dengan ancaman langsung pada perangkat, sementara 9,86% organisasi telekomunikasi dilaporkan mengalami insiden ransomware.

    Memasuki 2026, ancaman diperkirakan semakin kompleks. Risiko siber kini berkelindan dengan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), transisi ke kriptografi pascakuwantum, serta integrasi jaringan 5G dengan satelit atau non-terrestrial network (NTN).

    Bezvershenko menilai, pengelolaan jaringan berbasis AI berpotensi memperbesar kesalahan konfigurasi jika tidak diawasi secara memadai. Transisi kriptografi pascakuwantum yang tergesa-gesa juga dinilai dapat memicu masalah interoperabilitas dan kinerja.

    Pada saat yang sama, integrasi 5G dengan satelit memperluas jangkauan layanan, tetapi sekaligus menambah titik risiko baru dalam sistem. Bezvershenko menegaskan pentingnya kesiapan pertahanan sejak awal.

    “Kuncinya adalah intelijen ancaman berkelanjutan yang mencakup dari titik akhir hingga orbit,” tegasnya.”

    Untuk memperkuat pertahanan, para ahli Kaspersky menyarankan pemantauan berkelanjutan atas lanskap APT dan infrastruktur telekomunikasi. Otomatisasi jaringan berbasis AI juga perlu diperlakukan sebagai program manajemen perubahan, bukan sekadar proyek teknis.

    Di sisi kapasitas layanan, kesiapsiagaan menghadapi DDoS perlu ditingkatkan, mulai dari validasi mitigasi, perlindungan perutean tepi, hingga pemantauan sinyal lalu lintas. Penggunaan intelijen ancaman penting untuk mendeteksi infrastruktur botnet sejak dini.

  • Satelit Starlink Gagal Fungsi di Luar Angkasa, Puing-puing Berceceran

    Satelit Starlink Gagal Fungsi di Luar Angkasa, Puing-puing Berceceran

    Bisnis.com, JAKARTA — Satelit Starlink dilaporkan mengalami kegagalan fungsi dan mengakibatkan puing-puing berceceran ke luar angkasa. Peristiwa itu menyebabkan satelit tersebut jatuh kembali ke atmosfer Bumi.

    Berdasarkan keterangan resmi Starlink, satelit itu mengalami “anomali” yang memicu pembuangan tangki bahan pendorong. Hal ini menyebabkan lepasnya sejumlah objek kecil yang terlacak dengan kecepatan relatif rendah.

    Para pengamat menyebut insiden ini kemungkinan besar disebabkan oleh sumber energi internal dan bukan karena tabrakan dengan objek lain. Akibat kejadian tersebut, sistem komunikasi dengan satelit tersebut dilaporkan terputus total.

    Satelit yang terdampak diidentifikasi sebagai Starlink 35956. Unit ini baru saja diluncurkan pada (23/11/2025) sebagai bagian dari misi Starlink Group 11-30-13, menurut daftar satelit yang disusun oleh Jonathan McDowell.

    Pada saat komunikasi terputus, satelit berada di ketinggian 418 kilometer. Meskipun saat ini masih dalam kondisi utuh, satelit tersebut dilaporkan sedang berputar tanpa kendali di orbitnya.

    Melalui pernyataan resmi di platform X, Starlink menyatakan bahwa satelit tersebut akan memasuki kembali atmosfer Bumi. Proses peluruhan orbit ini diperkirakan akan tuntas sepenuhnya dalam beberapa minggu ke depan.

    “Lintasan satelit saat ini akan menempatkannya di bawah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sehingga tidak menimbulkan risiko bagi laboratorium orbit maupun awaknya,” tulis manajemen Starlink dikutip, Rabu (24/12/2025).

    Hingga saat ini, penyebab pasti dari peristiwa “energetik” tersebut masih belum dijelaskan secara rinci. Pihak perusahaan menyatakan bahwa tim teknis tengah bekerja cepat untuk mencari akar permasalahan dan memitigasi sumber anomali.

    Sebagai langkah preventif, SpaceX sedang dalam proses memperbarui perangkat lunak pada armada satelit lainnya. Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan perlindungan terhadap jenis insiden serupa di masa mendatang.

    Mantan astronot Space Shuttle dan kru ISS Ed Lu mencatat bahwa terdapat ratusan objek puing yang terkait dengan insiden ini. Puing-puing tersebut kini tengah dalam pantauan ketat.

    “Puing-puing ini telah menyebar hingga 6.000 kilometer di sepanjang jalur orbital hanya dalam waktu beberapa hari,” ujar Lu, yang juga merupakan Co-founder dan CTO LeoLabs, sebuah perusahaan spesialis pelacakan objek di orbit. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Rp45 Triliun Raib, Korea Utara Diduga Terlibat

    Rp45 Triliun Raib, Korea Utara Diduga Terlibat

    Bisnis.com, JAKARTA — Tahun 2025 mencatatkan rekor baru dalam dunia peretasan aset kripto, dengan para peretas berhasil mencuri lebih dari US$2,7 miliar atau Rp45,28 triliun dalam bentuk cryptocurrency. Diduga kelompok peretas ini berasal dari Pemerintah Korea Utara.

    Menurut laporan dari perusahaan pemantau blockchain, para peretas menargetkan berbagai bursa kripto dan proyek DeFi, serta berhasil mencuri dana dalam jumlah yang sangat besar. Peretasan paling besar tahun ini terjadi di bursa kripto Bybit yang berbasis di Dubai, di mana sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp23 triliun berhasil dicuri.

    Kasus ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk FBI dan perusahaan analisis blockchain, yang menghubungkan peretasan ini dengan kelompok peretas yang diduga berasal dari pemerintah Korea Utara. Kelompok ini telah lama dikenal sebagai salah satu yang paling produktif dalam melakukan peretasan dan pencurian kripto.

    Dikutip dari TechCrunch Rabu (24/12/2025), sebelum peretasan Bybit, pencurian kripto terbesar terjadi pada tahun 2022, dengan peretasan yang merugikan Jaringan Ronin dan Jaringan Poly masing-masing sebesar US$624 juta atau Rp10,42 triliun dan US$611 juta atau Rp10,20 triliun.

    Namun, pencurian yang terjadi pada tahun 2025 jauh melampaui angka-angka tersebut, dengan total kerugian yang mencapai US$2,7 miliar atau Rp45,28 triliun. Angka ini termasuk peretasan besar dan juga pencurian dari dompet pribadi, yang mana dilaporkan sekitar US$700.000 atau Rp11,69 miliar berhasil dicuri dari dompet individu.

    Perusahaan keamanan web3, seperti De.Fi, yang melacak kejadian-kejadian peretasan ini, menyebutkan bahwa jumlah total kripto yang dicuri pada tahun 2025 memang mencapai US$2,7 miliar atau Rp45,28 triliun.

    Pemerintah Korea Utara kembali muncul sebagai aktor utama dalam pencurian ini, dengan estimasi bahwa negara tersebut telah mencuri lebih dari US$6 miliar atau Rp100,2 triliun sejak 2017 untuk mendanai program senjata nuklir mereka, yang selama ini mendapat sanksi internasional.

    Selain peretasan Bybit, terdapat juga beberapa kejadian penting lainnya, seperti peretasan terhadap bursa terdesentralisasi Cetus yang menghasilkan US$223 juta atau Rp 3,7 juta untuk peretas, peretasan pada protokol Balancer yang menyebabkan kerugian hingga US$128 juta atau Rp2,14 triliun, serta peretasan pada bursa Phemex yang merugikan sekitar US$73 juta atau Rp1,22 triliun.

    Keamanan di dunia kripto tampaknya terus menghadapi ancaman besar. Tahun 2024 telah mencatatkan kerugian sebesar US$2,2 miliar atau Rp36,74 triliun dan tahun 2023 sebesar US$2 miliar atau Rp33,4 triliun, angka pada tahun 2025 menjadi rekor tertinggi. (Nur Amalina)

  • Mastel Dorong Skema Hybrid untuk Seleksi Frekuensi 5G, Tekan Beban Biaya Operator

    Mastel Dorong Skema Hybrid untuk Seleksi Frekuensi 5G, Tekan Beban Biaya Operator

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengusulkan terobosan regulasi berupa pendekatan spektrum hybrid guna mengatasi hambatan beban biaya tinggi dalam implementasi teknologi 5G di Indonesia.

    Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Infratelnas) Mastel Sigit Jarot menjelaskan bahwa strategi ini dinilai lebih masuk akal untuk memacu akselerasi digital karena menggabungkan berbagai mekanisme alokasi frekuensi, melampaui skema lelang konvensional yang selama ini diterapkan.

    “Konsep hybrid lebih masuk akan dengan mengkombinasi antara lelang atau beauty contest” ujarnya di dalam diskusi Bisnis Indonesia Forum dengan tajuk “Menanti Frekuensi Baru, Demi Akselerasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” Selasa (23/12/2025).

    Sejauh ini, pemerintah dipandang cenderung menggunakan mekanisme lelang yang bersifat mengejar pendapatan negara secara maksimal. Namun, bagi ekosistem 5G, skema lelang murni dinilai terlalu berat bagi ketahanan finansial operator seluler di tanah air.

    Pakar menyarankan agar regulator lebih kreatif dengan tidak menyamakan perlakuan terhadap seluruh blok frekuensi yang tersedia.

    Sebagai ilustrasi, pemerintah dapat tetap menerapkan mekanisme lelang untuk wilayah perkotaan di mana model bisnis telekomunikasi sudah dianggap matang.

    Sementara itu, dia juga menjelaskan untuk daerah rural atau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), pemerintah disarankan menggunakan skema beauty contest atau kerja sama berbagi infrastruktur.

    “Kita perlu inovasi sedikitlah regulasinya, dibedakan antara penugasan frekuensi untuk daerah perkotaan dengan daerah rural,” tambahnya. 

    Pendekatan hybrid ini juga dapat diterapkan pada manajemen pita frekuensi itu sendiri, yakni dengan menggabungkan pita 2,6 GHz dan 3,5 GHz dalam satu paket kebijakan. Dengan menyatukan dua pita 5G tersebut, operator seluler diharapkan memiliki pilihan yang lebih luas dengan harga spektrum yang lebih kompetitif.

    Selain itu, pemanfaatan frekuensi rendah (low band) seperti 700 MHz harus ditarik ke dalam strategi ini untuk menjamin cakupan jaringan secara nasional. Adapun pita tengah (mid-band) dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas data masyarakat di wilayah padat penduduk.

    Tujuan utama dari inovasi ini adalah mengubah paradigma kebijakan dari sekadar mengejar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di muka.

    Pemerintah didorong untuk lebih fokus pada penciptaan dampak ekonomi digital yang lebih luas bagi masyarakat dalam jangka panjang.

    Melalui strategi hybrid, pemerintah memiliki ruang untuk memberikan insentif berupa pengurangan Biaya Hak Penggunaan (BHP) bagi operator. Insentif ini dikhususkan bagi perusahaan yang berkomitmen membangun infrastruktur di daerah sulit, sehingga beban finansial perusahaan tidak menumpuk di awal investasi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)