Category: Bisnis.com Tekno

  • Siap-Siap! Apple Bakal Rilis iPhone 17 pada 9 September 2025

    Siap-Siap! Apple Bakal Rilis iPhone 17 pada 9 September 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple Inc. memastikan akan menggelar acara peluncuran produk terbarunya pada 9 September 2025. Salah satu lini terbaru yang digadang-gadang bakal diluncurkan ialah iPhone 17.

    Dalam acara tahunan tersebut, perusahaan teknologi asal Cupertino, California, ini diperkirakan bakal memperkenalkan lini iPhone 17, termasuk varian baru yang hadir dengan desain jauh lebih tipis dibandingkan model sebelumnya.

    Melansir laman Bloomberg pada Rabu (27/8/2025) peluncuran akan dimulai pukul 10.00 waktu setempat dan disiarkan secara daring. Apple menggunakan tagline “awe dropping” dalam undangan resmi yang disebarkan ke publik dan media.

    Fokus utama tetap pada smartphone terbaru, yang terdiri dari model standar, dua edisi Pro, serta varian tipis yang digadang-gadang menjadi desain iPhone paling ramping sepanjang sejarah. 

    Selain iPhone, Apple juga menyiapkan penyegaran produk Apple Watch dalam kesempatan tersebut. Berdasarkan laporan Bloomberg, iPhone 17 standar akan memiliki tampilan mirip iPhone 16, namun dengan layar lebih besar dan peningkatan pada kamera. 

    Sementara itu, iPhone 17 Pro dan Pro Max akan hadir dengan desain belakang baru dan modul kamera lebih besar, sehingga fitur fotografi semakin menjadi nilai jual utama. Adapun iPhone 17 versi tipis disebut-sebut sebagai inovasi desain terbaru Apple setelah bertahun-tahun. 

    Perangkat ini akan lebih ramping sekitar 2 milimeter dari model iPhone yang ada saat ini. Meski demikian, varian tipis ini diperkirakan memiliki kompromi, seperti daya tahan baterai yang lebih singkat dan hanya dibekali satu kamera belakang.

    Peluncuran iPhone 17 akan menjadi pembuka bagi rangkaian produk baru Apple pada tahun ini. Di antaranya, Vision Pro generasi baru dengan prosesor lebih cepat, iPad Pro dengan chip M5 serta kamera depan tambahan, HomePod mini, hingga perangkat Apple TV terbaru.

    Untuk tahun depan, Apple berencana menghadirkan MacBook Pro generasi baru, iPhone 17e sebagai varian entry-level, serta aksesori Mac termasuk monitor eksternal. Salah satu produk besar yang ditunggu adalah smart speaker dengan layar, yang dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2026.

    Lebih jauh lagi, pengumuman September ini akan mengawali pembaruan besar iPhone dalam tiga tahun ke depan. Pada 2026, Apple akan memperkenalkan iPhone lipat pertamanya, mengikuti jejak Samsung dan Google. 

    Lalu pada 2027, perusahaan menyiapkan iPhone dengan desain kaca melengkung untuk menandai 20 tahun perjalanan iPhone sebagai produk andalan Apple.

  • Trump Sebut Meta Bangun Pusat Data Raksasa di AS Senilai Rp814 Triliun

    Trump Sebut Meta Bangun Pusat Data Raksasa di AS Senilai Rp814 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut, Meta Platforms Inc. berencana menggelontorkan dana sebanyak US$50 miliar atau sekitar Rp814,9 triliun (asumsi kurs Rp16.298 per dolar AS) untuk pembangunan pusat data raksasa di pedesaan Louisiana, AS.

    Melansir Bloomberg pada Rabu (27/8/2025), Trump mengungkapkan hal tersebut dalam rapat kabinet pada 26 Agustus kemarin. Dia mengaku terperangah dengan besarnya nilai proyek yang saat ini sedang dibangun tersebut. 

    “Ketika mereka bilang US$50 miliar untuk sebuah pabrik, saya bertanya, ‘Pabrik macam apa itu?’” kata Trump sambil menunjukkan sebuah ilustrasi dari CEO Meta Mark Zuckerberg. 

    Gambar tersebut memperlihatkan pusat data yang ditumpangkan di atas peta Manhattan guna menunjukkan skalanya. 

    “Kalau sudah lihat ini, barulah mengerti kenapa biayanya US$50 miliar,” imbuhnya.

    Juru bicara Meta menolak mengomentari pernyataan Trump terkait pusat data tersebut yang diberi nama Hyperion. Hingga kini, Meta hanya menyebut secara terbuka bahwa investasi pada fasilitas itu akan melebihi US$10 miliar atau sekitar Rp162,9 triliun.

    Trump menambahkan, perusahaan-perusahaan AS baru bisa membangun pusat data raksasa karena adanya izin untuk membangun fasilitas kelistrikan mereka sendiri.

    Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Meta telah menunjuk Pacific Investment Management Co. (Pimco) dan Blue Owl Capital Inc. untuk memimpin pembiayaan senilai US$29 miliar atau sekitar Rp472,6 triliun. Paket pendanaan itu menjadi yang terbesar sejauh ini untuk proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

  • Wamenkomdigi Angga Minta TikTok Bangun Sistem Penindak Konten Provokasi

    Wamenkomdigi Angga Minta TikTok Bangun Sistem Penindak Konten Provokasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyoroti maraknya konten provokatif terkait aksi unjuk rasa yang beredar di media sosial, khususnya TikTok. 

    Menurutnya, tayangan kerusuhan yang ditonton puluhan ribu warganet berpotensi memprovokasi publik dan merusak sendi-sendi demokrasi.

    Angga menegaskan pemerintah tidak bermaksud membungkam kebebasan berekspresi, tetapi meminta perusahaan platform digital memiliki sistem yang mampu mendeteksi disinformasi dan konten manipulatif.

    “Kami tekankan sekali lagi kepada platform untuk memiliki sistem untuk menindak. Kami gak mau demokrasi kita dicederai dengan hal-hal yang palsu gitu. Dibilangnya tadi misalnya ada bakar di sini, ternyata realnya tidak ada. Itu kadang-kadang mungkin gerakan yang di tahun kapan dibikin terus dinarasikan,” ujar Angga dalam konferensi pers di Gedung Kwartir Nasional, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

    Lebih lanjut, dia menambahkan, fenomena penyebaran disinformasi, fitnah, dan kebencian di ruang digital berpotensi mengaburkan tujuan penyampaian aspirasi masyarakat.

    “Kami ingin ruang digital kita aman, tidak diwarnai, atau tidak dikuasai oleh kelompok-kelompok kepentingan yang menggunakan disinformasi, fitnah, dan kebencian untuk menyulut dan mengadu domba masyarakat kita,” ucapnya.

    Sebagai langkah lanjutan, Angga menyebut pihaknya sudah menghubungi sejumlah platform besar untuk membicarakan fenomena ini. 

    Salah satunya, Helena Lersch, yang menjabat sebagai Global Public Policy Director (MENA, APAC) di ByteDance, perusahaan induk TikTok.

    “Saya pribadi, tadi sama Pak Dirjen juga, saya hubungi. Yang pertama, saya sudah hubungi Head TikTok Asia Pasifik Helena. Saya minta mereka ke Jakarta, kita akan bercerita tentang fenomena ini,” katanya.

    Tak berhenti di sana, Angga melanjutkan turut berkomunikasi dengan Meta Indonesia. Namun, dia menyebut adalah platform X atau yang sebelumnya adalah twitter. Mengingat, media sosial yang dimiliki Elon Musk tersebut tak memiliki kantor di Indonesia.

    Angga menegaskan, perusahaan platform digital yang beroperasi di Indonesia harus mematuhi regulasi nasional.

    “Harusnya, mohon maaf, mereka berjalan dan beroperasi di atas infrastruktur dan penggunanya adalah orang-orang Indonesia yang menurut kami sebagai warga negara Indonesia, dia harus comply dengan hukum-hukum yang berlaku di Indonesia,” pungkas Angga.

  • Waspada, Gambar Berpotensi jadi Pemicu Serangan Injeksi Prompt di Sistem AI

    Waspada, Gambar Berpotensi jadi Pemicu Serangan Injeksi Prompt di Sistem AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Tim peneliti dari Trail of Bits mengumumkan temuan metode serangan siber baru yang dapat mencuri data pengguna melalui injeksi prompt atau prompt injection tersembunyi pada gambar yang diproses oleh sistem kecerdasan buatan (AI) sebelum disampaikan ke model bahasa besar (LLM).

    Serangan inovatif ini bekerja dengan menyisipkan instruksi berbahaya yang tak kasat mata ke dalam gambar resolusi penuh.

    Saat gambar tersebut di-downscale menggunakan algoritma pemrosesan tertentu seperti bicubic, pola tersembunyi bisa muncul dan membentuk instruksi teks yang larut bersama masukan pengguna.

    Hasilnya, model AI dapat menjalankan perintah yang tak disadari dan berpotensi membocorkan data tanpa diketahui pemilik akun.

    Bleeping Computer melaporkan, Selasa (26/8/2025) eksperimen para peneliti, yakni Kikimora Morozova dan Suha Sabi Hussain, menunjukkan serangan ini efektif pada berbagai produk AI Google termasuk Gemini CLI, Vertex AI Studio, serta fitur di Google Assistant dan Genspark. Bahkan, data Google Calendar bisa diekstrak ke email asing tanpa konfirmasi jika integrasi tool tak memiliki proteksi berlapis.

    Sebagai langkah mitigasi, Trail of Bits menyarankan penerapan pembatasan dimensi gambar, pratinjau hasil sebelum dikirim ke LLM, serta konfirmasi eksplisit dari pengguna untuk aktivitas yang berisiko tinggi.

    Rekomendasi lain adalah desain sistem AI yang lebih aman agar mampu menahan berbagai jenis prompt injection multimodal.

    Peneliti juga merilis Anamorpher, tools open source untuk membuat gambar ‘jahat’ sesuai algoritma downscaling terkait—memicu perhatian lebih serius bagi developer AI akan ancaman baru di ranah keamanan data pengguna.

    Sebelumnya, data Kaspersky terbaru menunjukkan peningkatan persentase objek berbahaya yang diblokir di komputer ICS pada sektor konstruksi dan manufaktur pada kuartal I/2025 untuk wilayah Asia Tenggara.

    Dibandingkan dengan rata-rata global, persentase komputer ICS yang diblokir objek berbahaya pada kawasan Asia Tenggara lebih tinggi. 

    Ditemukan persentase di sektor konstruksi 1,5 kali lebih tinggi. Disusul manufaktur 1,3 kali lebih tinggi, dan otomatisasi bangunan, tenaga listrik, serta teknik dan integrator ICS dengan persentase 1,2 kali lebih tinggi.

    Keseluruhan, kawasan Asia Tenggara menempati peringkat kedua secara global berdasarkan persentase komputer ICS yang diblokir objek berbahayanya, yaitu sebesar 29,1%.

    Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Adrian Hia mengatakan seiring dengan perusahaan konstruksi merangkul teknologi digital, ada keseimbangan antara risiko dan peluang.

    “Bisnis harus memitigasi ancaman secara komprehensif melalui peluang baru untuk memperkuat lapisan perlindungan dan ketahanan mereka,” kata Hia

    Dia menambahkan, ke depan perangkat industri digital dapat menjadi target serangan siber karena langkah-langkah keamanan yang sudah ketinggalan zaman. Fasilitas jarak jauh yang mengandalkan peralatan jaringan yang murah sangat rentan terhadap eksploitasi.

    Untuk itu, merevisi langkah-langkah keamanan siber dari teknologi lama dan yang telah teruji waktu menjadi lebih penting dari sebelumnya.

  • Agate Bicara Soal Prospek Industri Gim Lokal Saat Digitalisasi Tak Jadi Prioritas RAPBN 2026

    Agate Bicara Soal Prospek Industri Gim Lokal Saat Digitalisasi Tak Jadi Prioritas RAPBN 2026

    Bisnis.com, JAKARTA— Industri gim lokal dinilai masih memiliki prospek cerah meskipun digitalisasi tidak tercantum dalam delapan agenda prioritas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

    CEO Agate International, Shieny Aprilia, mengatakan ekosistem gim di Indonesia sudah memiliki modal cukup untuk bisa bersaing di level global.

    “Sebenarnya sih memang kita jadinya mesti lebih berusaha secara organik ya studio-studio game dari Indonesia. Cuma menurut saya saat ini modalnya sudah cukup ada gitu untuk studio-studio game [lokal], karena kita udah cukup dikenal dengan game publisher luar gitu,” kata Shieny ditemui usai acara Digital Transformation Summit 2025 (DTS) di Jakarta pada Selasa (26/8/2025).

    Shieny menuturkan, meski industri gim belum menjadi prioritas utama, pemerintah pun tetap mengalokasikan anggaran dan dukungan bagi pengembang lokal. Dia mencontohkan, Agate pernah mendapat bantuan ketika mengikuti pameran di Jerman, sehingga menurutnya dukungan itu masih akan terus tersedia.

    Kendati demikian, Shieny mengakui sebagian besar pendanaan untuk pengembangan gim saat ini masih berasal dari publisher luar negeri. Namun, menurutnya hal itu justru membuka peluang bagi studio lokal untuk menunjukkan kapabilitas.

    “Kalau kami kebetulan tadi dari game publisher luar sih [pendanaan] kebanyakan. Dan kami cukup beruntung di posisi di mana kami udah punya kredensial yang cukup sehingga cukup ada kepercayaan lah dari mereka untuk bisa bekerja sama dengan kami sih,” ungkapnya.

    Oleh sebab itu, Shieny mengatakan studio-studio gim di Indonesia perlu konsisten agar bisa bertahan dan terus menghasilkan lebih banyak gim yang sukses di pasar global. Menurutnya, kesuksesan di level global akan memungkinkan profit diputar kembali untuk membiayai pengembangan gim dengan skala yang lebih besar.

    Lebih jauh, Shieny menyebut saat ini Indonesia telah menjadi negara dengan jumlah gim terbanyak di Asia. Menurutnya hal tersebut baik lantaran industri game di Indonesia mungkin baru aktif sekitar 5–10 tahun terakhir, namun sudah mengalahkan Singapura, Thailand, dan Vietnam dari sisi kuantitas. 

    Dari sisi kualitas, Shieny mengaku optimistis produk lokal sudah cukup kompetitif, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian, tantangan terbesar tetap ada pada ketersediaan pendanaan.

    “Ini sebenernya mungkin benchmarking dengan negara tetangga misalnya Australia, atau dulu waktu itu Singapura sama Malaysia, di mana mereka banyak support dari baik itu Pemerintah, sebenernya paling major dari pemerintah lah ya, dimana ada grant atau misalnya tax offset, atau misalnya tax rebate gitu ya,” katanya.

    Selain pendanaan, Shieny menilai pengembangan talenta menjadi faktor krusial lain untuk pertumbuhan industri. Melalui Agate Academy, pihaknya berupaya memberikan pelatihan teknologi terbaru, termasuk membangun komunitas untuk berbagi pengalaman.

    “Yang kita lakukan sekarang sebetulnya kita ini sih kayak yang masih dalam bentuk AGT Academy itu ya, dimana kita memberikan pelatihan kayak untuk engine-engine terbaru, teknologi terbaru, dan juga kita juga ada gathering komunitas dimana di situ kami bisa share juga insight-insight yang kami dapatkan,” ungkapnya.

  • Agate Ungkap Nasib Industri Gim Lokal saat Digitalisasi Tak Masuk Prioritas Prabowo

    Agate Ungkap Nasib Industri Gim Lokal saat Digitalisasi Tak Masuk Prioritas Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA— Industri game lokal dinilai masih memiliki prospek cerah meskipun digitalisasi tidak tercantum dalam delapan agenda prioritas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

    CEO Agate International, Shieny Aprilia, mengatakan ekosistem gim di Indonesia sudah memiliki modal cukup untuk bisa bersaing di level global.

    “Studio-studio game [lokal] kita udah cukup dikenal dengan game publisher luar gitu,” kata Shieny ditemui usai acara Digital Transformation Summit 2025 (DTS) di Jakarta pada Selasa (26/8/2025).

    Shieny menuturkan, meski industri gim belum menjadi prioritas utama, pemerintah pun tetap mengalokasikan anggaran dan dukungan bagi pengembang lokal. 

    Dia mencontohkan, Agate pernah mendapat bantuan ketika mengikuti pameran di Jerman, sehingga menurutnya dukungan itu masih akan terus tersedia.

    Kendati demikian, Shieny mengakui sebagian besar pendanaan untuk pengembangan gim saat ini masih berasal dari publisher luar negeri. Namun, menurutnya hal itu justru membuka peluang bagi studio lokal untuk menunjukkan kapabilitas.

    “Kalau kami kebetulan tadi dari game publisher luar sih [pendanaan] kebanyakan. Dan kami cukup beruntung di posisi di mana kami udah punya kredensial yang cukup sehingga cukup ada kepercayaan lah dari mereka untuk bisa bekerja sama dengan kami sih,” ungkapnya .

    Oleh sebab itu, Shieny mengatakan studio-studio gim di Indonesia perlu konsisten agar bisa bertahan dan terus menghasilkan lebih banyak gim yang sukses di pasar global. Menurutnya, kesuksesan di level global akan memungkinkan profit diputar kembali untuk membiayai pengembangan gim dengan skala yang lebih besar.

    Lebih jauh, Shieny menyebut saat ini Indonesia telah menjadi negara dengan jumlah gim terbanyak di Asia. Menurutnya hal tersebut baik lantaran industri game di Indonesia mungkin baru aktif sekitar 5–10 tahun terakhir, namun sudah mengalahkan Singapura, Thailand, dan Vietnam dari sisi kuantitas. 

    Dari sisi kualitas, Shieny mengaku optimistis produk lokal sudah cukup kompetitif, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian, tantangan terbesar tetap ada pada ketersediaan pendanaan.

    “Ini sebenarnya mungkin benchmarking dengan negara tetangga misalnya Australia, atau dulu waktu itu Singapura sama Malaysia, di mana mereka banyak support dari baik itu Pemerintah, sebenernya paling major dari pemerintah lah ya, dimana ada grant atau misalnya tax offset, atau misalnya tax rebate gitu ya,” katanya.

    Selain pendanaan, Shieny menilai pengembangan talenta menjadi faktor krusial lain untuk pertumbuhan industri. Melalui Agate Academy, pihaknya berupaya memberikan pelatihan teknologi terbaru, termasuk membangun komunitas untuk berbagi pengalaman.

    “Yang kita lakukan sekarang sebetulnya kita ini sih kayak yang masih dalam bentuk AGT Academy itu ya, dimana kita memberikan pelatihan kayak untuk engine-engine terbaru, teknologi terbaru, dan juga kita juga ada gathering komunitas dimana di situ kami bisa share juga insight-insight yang kami dapatkan,” ungkapnya.

  • BingX AI Punya 2 Juta Pengguna, Kelola 20 Juta Query per Agustus 2025

    BingX AI Punya 2 Juta Pengguna, Kelola 20 Juta Query per Agustus 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — BingX AI, platform kecerdasan buatan milik perusahaan AI Web3 BingX, mengklaim telah melayani 2 juta pengguna dengan total query atau kata kunci pencarian yang diolah mencapai 20 juta per Agustus 2025.

    Chief Product Officer BingX, Vivien Lin, mengatakan keberhasilan ini menandai tonggak penting bagi BingX dalam memosisikan diri sebagai pemain kunci di persimpangan antara perdagangan aset digital dan teknologi kecerdasan buatan. Pencapaian ini ditempuh dalam 100 hari.

    Dia juga mengatakan tujuan BingX AI bukan menggantikan keputusan manusia, melainkan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui data dan kecerdasan waktu nyata.

    Dibangun menggunakan mesin AI multi-model dengan kumpulan data luas, BingX AI dirancang sebagai all-in-one assistant untuk memandu trader melalui berbagai tahap perjalanan investasi — mulai dari analisis, perumusan strategi, hingga pemantauan pasar waktu nyata.

    “Melampaui 2 juta pengguna hanyalah permulaan, tujuan kami adalah menjadikan perdagangan cerdas dan mudah diakses sebagai standar bagi semua orang, di mana pun mereka berada,” kata Vivien dikutip Selasa (26/8/2025).

    Vivien menambahkan pencapaian ini mengindikasikan meningkatnya minat terhadap solusi perdagangan berbasis AI di tengah pertumbuhan industri Web3.

    Dengan penetrasi pengguna yang pesat, BingX berpeluang memperluas posisi di pasar global sekaligus menguatkan daya tariknya di era keterhubungan digital yang semakin kompetitif.

    Vivien mengatakan dalam memperkuat posisinya di pasar, BingX AI mengandalkan sejumlah fitur utama seperti fitur analitic yang menyederhanakan grafik dan data kompleks menjadi wawasan pasar yang bisa ditindaklanjuti.

    Perusahaan juga fokus membantu membangun strategi perdagangan adaptif dengan dukungan peramalan tren berbasis AI.

    Sebelumnya, BingX telah mengantongi sertifikasi Standar Keamanan Data Industri Kartu Pembayaran (PCI DSS) v4.0.1 untuk bisnis penyimpanan aset kripto. 

    Chief Business Officer BingX, Daniel Lai mengatakan dengan memperoleh sertifikasi ini, menegaskan kepatuhan BingX di enam domain keamanan utama, termasuk keamanan jaringan, manajemen kerentanan, perlindungan data, kontrol akses, pemantauan, dan strategi keamanan informasi. 

  • Realme Siap Rilis Smartphone dengan Baterai Berkapasitas 10.000 mAh

    Realme Siap Rilis Smartphone dengan Baterai Berkapasitas 10.000 mAh

    Bisnis.com, JAKARTA — Realme, produsen smartphone asal China, kembali memanaskan persaingan pasar smartphone dengan menghadirkan smartphone baru dengan baterai berkapasitas 10.000 mAh dan pendingin kipas. Spesifikasi tersebut cocok untuk bermain berlama-lama. 

    Realme mengonfirmasi akan meluncurkan perangkat dengan baterai berkapasitas minimal 10.000 mAh, salah satu yang terbesar pernah ditanamkan pada sebuah ponsel.

    Realme juga menambahkan komponen yang jarang ditemui di smartphone, yakni kipas pendingin internal, di smartphone raksasanya. Kehadiran fitur ini memunculkan spekulasi bahwa perangkat baru tersebut ditujukan bagi segmen pengguna berat, seperti gamer mobile maupun konten kreator yang membutuhkan performa stabil dalam waktu lama.

    Meski demikian, hingga kini Realme masih menutup rapat detail spesifikasi perangkat tersebut. Informasi yang beredar baru sebatas kapasitas baterai dan keberadaan pendingin kipas. Dari teaser resmi, perusahaan juga sempat memperlihatkan tampilan bagian belakang ponsel, namun tak diiringi keterangan teknis lebih jauh dilansira dari GSMA, Selasa (26/7/2025).

    Belum jelas pula apakah perangkat ini akan menjadi satu-satunya produk yang diumumkan pada 828 Fan Festival, atau justru menjadi bagian dari lini ponsel baru yang diperkenalkan secara bersamaan.

    Dengan jadwal peluncuran yang tinggal menghitung hari, publik hanya perlu menunggu konfirmasi resmi untuk mengetahui strategi Realme dalam memanfaatkan momentum festival tahunan tersebut. Jika benar hadir dengan kombinasi daya jumbo dan pendinginan aktif, ponsel ini berpotensi menantang standar baru di industri smartphone.

    Tahun lalu, Realme juga menarik perhatian dengan membawa Realme 13 Pro Series 5G ke Indonesia.

    Ponsel pintar multilensa dengan sensor ini memiliki resolusi lebih tinggi dan algoritma pemrosesan gambar canggih yang memungkinkan kualitas gambar ke level sebanding kamera DSLR.

    Public Relations Lead realme Indonesia Krisva Angnieszca mengatakan produk ini memberikan akses pengalaman fotografi level flagship kepada pengguna dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    “Secara khusus kami pun membawa realme Next AI yang ditingkatkan ke lini Pro Number Series ini, guna membantu para penggunanya mendapatkan tangkapan sempurna setiap saat,” ujar lewat keterangan resmi, Selasa (24/9/2024).

    Realme 13 Pro Series 5G dilengkapi dengan sistem kamera HYPERIMAGE+ yang inovatif. Khususnya, pada realme 13 Pro+ 5G, kameranya menggunakan Sony LYT-600 Periscope Camera, yang memiliki sensor 50MP, aperture f/2.65 yang lebar, dan panjang fokus setara 73mm.

    Konfigurasi unggul tersebut menghasilkan kemampuan zoom optik 3x, menangkap detail yang lebih tajam dan foto portrait yang lebih baik dengan panjang fokus 80mm khusus untuk mode portrait.

    Melalui algoritma AI Portrait yang disempurnakan, realme 13 Pro+ 5G dapat secara akurat mengidentifikasi latar depan, tengah, dan belakang pemandangan, serta subjek yang sedang difoto.

  • RI Hadapi 9 Serangan Siber per Detik Semester I/2025, Mayoritas dari China

    RI Hadapi 9 Serangan Siber per Detik Semester I/2025, Mayoritas dari China

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dibanjiri serangan siber hingga 9 percobaan per detik pada semester I/2025. Mayoritas serangan berasal dari China.

    Dalam laporan Indonesia Waspada: Ancaman Digital di Indonesia Semester 1 Tahun 2025 yang dirilis AwanPintar.id tercatat ada 133.439.209 serangan siber sepanjang semester I/2025 atau rata-rata 9 serangan per detik.

    Eskalasi serangan ini turun 94,66 persen dari 2.499.486.085 serangan yang terjadi pada Semester 1/2024. 

    “Penurunan drastis ini sudah dimulai sejak November dan Desember 2024. Sebagai catatan, pada 2024 tinggi karena terdapat peristiwa besar di Indonesia, yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,” kata Founder AwanPintar.id Yudhi Kukuh, Selasa (26/8/2025).

    Yudhi menambahkan dari sisi jenis serangan siber, pada semester I/2025 didominasi oleh Generic Protocol Command Decode, yaitu serangan siber yang menggunakan teknik manipulasi atau mencampuradukan protokol jaringan.

    Serangan Generic Protocol naik 68,37% naik dari 27,10% pada semester 1/2024.

    Mesin pendeteksi serangan siber AwanPintar

    Salah satu teknik serangan seperti ini adalah DDoS yang memanfaatkan kelemahan untuk melumpuhkan atau mendapatkan hak akses. 

    Pelaku kejahatan siber memanfaatkan berbagai teknik, mulai dari brute force hingga rekayasa sosial, untuk mendapatkan akses penuh secara tidak sah ke akun pengguna. Serangan terhadap port komputer juga menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. 

    Pelaku kejahatan siber secara aktif memindai dan mengeksploitasi port yang terbuka, membuka pintu bagi penyusupan dan eksfiltrasi data

    Dari sisi global, China menjadi negara penyumbang serangan siber terbesar ke Indonesia (12,87%) disusul Amerika Serikat (9,07%), Turki (7,53%), dan India (7,4%). Menurunnya dominasi Amerika Serikat mengindikasikan adanya pergeseran geografis dalam sumber malware global. 

    “Hal ini mungkin terkait dengan pengembangan infrastruktur baru atau pergeseran fokus kelompok penjahat siber,” kata Yudhi,

    Sementara itu, serangan yang berasal dari dalam negeri tercatat  9,19%. Kontribusi serangan dari dalam Indonesia meningkat yang menegaskan adanya infrastruktur domestik yang terkompromi, seperti botnet atau server yang disalahgunakan di dalam negeri, yang kini juga menjadi sumber penting penyebaran malware. 

    “Tren ini menunjukkan bahwa isu keamanan siber bukan hanya soal serangan lintas negara, tetapi juga terkait lemahnya kesadaran digital di tingkat lokal,” kata Yudhi. 

    Jambi

    Jika diurut lebih dalam, Kerinci (Jambi) muncul sebagai daerah penyerang teratas (16,69%) di Indonesia, lalu Jakarta (11,62%), Klaten (1,74%), Bandung (0,99%), dan Semarang (0,44%). Hal ini menunjukkan diversifikasi sumber serangan siber dari dalam negeri. 

    Ancaman siber tidak lagi terkonsentrasi di pusat-pusat metropolitan dan ini menekankan pentingnya keamanan siber merata di seluruh wilayah, tidak hanya terpusat pada kota-kota besar.

    Spam dan malware, melonjak di awal, turun di akhir semester. Persentase email spam tinggi di awal 2025 (23,04%) namun turun di akhir semester 1 2025 (11,7%). Begitu pun malware yang berada di angka 43% di awal tahun, turun menjadi 22,82% pada Juni 2025.

    Tren ini bisa disebabkan oleh peluncuran kampanye spam atau malware skala besar di awal tahun, peningkatan jumlah botnet yang aktif, atau adaptasi penyerang terhadap celah keamanan baru.

    Dia mengatakan dengan jutaan data ancaman siber yang diproses setiap harinya melalui detektor yang tersebar di jaringan internet nasional, AwanPintar.id® berperan sebagai garda depan dalam mendeteksi, menganalisis, dan menyebarkan intelligence siber di Indonesia. 

     “Temuan pada Semester 1/2025 mengingatkan kita bahwa ancaman siber di Indonesia semakin berlapis dan kompleks. Evolusi botnet Mirai yang menyasar perangkat IoT, ditambah dengan kerentanan CVE, menunjukkan bahwa kelemahan di dunia digital bisa datang dari mana saja,” ucap Yudhi.  

  • Terungkap! Asteroid Bennu Mengandung Debu Bintang Berusia Lebih dari 4,6 Miliar Tahun

    Terungkap! Asteroid Bennu Mengandung Debu Bintang Berusia Lebih dari 4,6 Miliar Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA – Ilmuan mengungkapkan asteroid Bennu mengandung debu bintang yang lebih tua dari tata surya, serta material organik dan es dari ruang antarbintang.

    Para ilmuwan di seluruh dunia telah meneliti sampel Bennu sejak material dari asteroid tersebut dibawa ke Bumi pada tahun 2023, berkat misi OSIRIS-REx NASA, yang terbang bersama asteroid tersebut sebelum mendarat sebentar di atasnya dan mengambil sampel pada tahun 2020.

    Temuan ini memberikan gambaran sekilas tentang kondisi di kosmos sebelum tata surya kita terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu dan mengungkap lebih banyak tentang benda induk yang menghasilkan asteroid selebar 1.600 kaki (hampir 500 meter) tersebut.

    Dilansir dari livescience, Bennu terpecah dalam tabrakan dahsyat, setelah sejarah yang rumit. Benda langit yang lebih tua itu mengandung material dari sejumlah lingkungan yang berbeda: dekat dengan matahari, jauh dari matahari tetapi masih dalam tata surya kita, dan di luar tata surya kita di ruang antarbintang.

    Para ilmuwan menemukan lokasi-lokasi ini dengan mengamati isotop, atau jenis unsur, dalam sampel debu Bennu. Isotop yang berasal dari tata surya memiliki komposisi yang berbeda dengan isotop yang berasal dari debu bintang antarbintang, misalnya.

    Para ilmuwan menduga asteroid induk terbentuk di tata surya bagian luar, kemungkinan di luar Jupiter dan Saturnus. Namun kemudian terjadi peristiwa dahsyat: “Kami menduga benda induk ini ditabrak oleh asteroid yang datang dan hancur berkeping-keping,” ujar Jessica Barnes, salah satu penulis utama studi ini, seorang profesor madya di Laboratorium Lunar dan Planet Universitas Arizona, dalam sebuah pernyataan dari Universitas Arizona.

    Setelah tumbukan awal, “fragmen-fragmen tersebut kembali tersusun, dan ini mungkin terulang beberapa kali,” tambah Barnes. Akhirnya, beberapa material yang tersisa menyatu menjadi Bennu.

    Asteroid induk untuk Ryugu, Bennu, dan meteorit-meteorit tersebut kemungkinan besar muncul di “wilayah yang serupa dan jauh di tata surya awal,” tulis para pejabat NASA dalam pernyataan dari badan antariksa tersebut. Namun, Bennu berbeda dari benda-benda lain yang disampel dalam beberapa hal, menunjukkan bahwa “wilayah ini berubah seiring waktu, atau tidak bercampur sebaik yang diperkirakan beberapa ilmuwan,” kata mereka.

    Secara spesifik, materi Bennu dari asteroid induk berubah drastis saat bersentuhan dengan air, menurut studi kedua.

    Meskipun Bennu sendiri tidak memiliki kehidupan, studi ini dapat membantu para ilmuwan mempelajari bagaimana kehidupan muncul di planet kita, kata Michelle Thompson, penulis utama kedua makalah ini dan profesor madya di Universitas Purdue yang berspesialisasi dalam pelapukan antariksa.