Category: Bisnis.com Tekno

  • Seleksi 2,6 GHz Pakai Skema Lelang, Beban Regulator Opsel Berisiko Naik jadi 28%

    Seleksi 2,6 GHz Pakai Skema Lelang, Beban Regulator Opsel Berisiko Naik jadi 28%

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkapkan penggunaan skema seleksi frekuensi cara lama, yaitu lelang harga, pada alokasi frekuensi 2,6 GHz berpotensi membuat beban operator seluler makin bengkak di tengah kondisi sulit.

    Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menilai beban regulatory charge yang ditanggung industri operator seluler di Indonesia sudah terlalu tinggi dan berpotensi menggerus kesehatan industri apabila skema lelang harga tetap dipertahankan. 

    Saat ini, rasio regulatory charge Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi industri telekomunikasi Indonesia tercatat di atas 12,2%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara ASEAN yang berada di bawah 5%, rasio global sekitar 7%, serta kawasan Asia Pasifik (APAC) sebesar 8,7%.

    Berdasarkan analisis internal ATSI, estimasi regulatory charge secara industri berpotensi melonjak hingga lebih dari 28% apabila seleksi pita frekuensi 700 MHz, 2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 26 GHz masih menggunakan skema seleksi serta formula BHP yang sama seperti saat ini.

    “Itu bisa lebih di atas 12,2%, kalau skemanya masih seleksi dan BHP masih seperti sekarang. Masih lelang dan bukan beauty contest ya maka akan seperti itu,” kata Marwan dalam Bisnis Indonesia Forum: Menanti Frekuensi Baru Demi Akselerasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, dikutip Sabtu (27/12/2025).

    Marwan menambahkan, sejumlah negara telah mulai mengubah pendekatan dalam seleksi spektrum. Bahkan, Amerika Serikat (AS) disebut telah beralih ke pendekatan beauty contest. 

    Menurut ATSI, skema tersebut memungkinkan pemerintah menilai kesiapan serta komitmen operator dalam membangun jaringan, tidak semata-mata berdasarkan kemampuan membayar.

    “Beauty contest itu tiga kandidat yang ikut tiga kandidat yang menang. Namun harganya nanti ditentukan,” kata Marwan.

    Saat ini, operator seluler di Indonesia terdiri dari Telkomsel, XLSMART, dan Indosat. Marwan menyebutkan, total spektrum yang digunakan industri seluler baru mencapai sekitar 1.012 MHz, sehingga ruang untuk ekspansi jaringan 5G masih terbuka lebar.

    Dia menjelaskan, rencana pembukaan pita 700 MHz (low band) serta pita 2,6 GHz dan 3,5 GHz (mid band) perlu dikaji secara matang, terutama terkait kebutuhan bandwidth riil untuk layanan 5G. 

    Sebagian operator telah memiliki pita low band seperti 900 MHz, sehingga minat terhadap pita 700 MHz dapat berbeda antaroperator.

    “Ada satu yang memiliki low band 700 Mhz, tapi yang dua belum tentu itu, mungkin mereka lebih 2,6 atau 3,5, karena real 5G spektrum,” kata Marwan.

    Menurut ATSI, tambahan bandwidth tetap diperlukan, baik di low band maupun mid band, guna menjaga keseimbangan antara cakupan dan kapasitas jaringan.

    Berdasarkan studi GSMA, dalam periode 2024–2030, teknologi 5G diperkirakan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp650 triliun atau sekitar US$41 miliar. 

    Pada 2030, kontribusi 5G diproyeksikan mencapai 0,6% terhadap PDB atau sekitar Rp172 triliun.

    Namun demikian, Marwan menilai kontribusi tersebut masih bersifat makro dan belum sepenuhnya tercermin pada pendapatan operator seluler.

    “Jadi 0,6 [kontribusi 5G] ini untuk operator-nya masih belum kelihatan, sebenarnya para operator melihat,“ katanya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melaksanakan seleksi pita frekuensi 1,4 GHz untuk layanan akses nirkabel pita lebar, sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 13 Tahun 2025.

    Pemerintah juga berencana membuka lelang pita frekuensi 2,6 GHz dan 700 MHz untuk mendukung penggelaran jaringan 5G.

    Pita 700 MHz dinilai strategis karena memiliki jangkauan luas untuk wilayah pedesaan dan pinggiran kota, sementara pita 2,6 GHz menawarkan keseimbangan antara cakupan dan kapasitas data tinggi untuk layanan 5G.

  • Cara Hapus Data Cache di Smartphone Android agar Tidak Lemot

    Cara Hapus Data Cache di Smartphone Android agar Tidak Lemot

    Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja HP Android yang melambat sering kali menjadi keluhan pengguna, meski perangkat tidak mengalami kerusakan fisik. Penurunan performa ini kerap dipicu oleh penumpukan data digital “sampah” yang secara otomatis menyumbat cache dan cookies pada situs web.

    Berdasarkan tinjauan teknis, situ web di HP memiliki kecenderungan untuk menimbun data dari setiap situs yang dikunjungi, mulai dari kredensial login hingga data pelacak yang tidak esensial.

    Beberapa data mungkin berasal dari situs web yang hanya dikunjungi satu kali oleh pengguna, namun tetap membebani sistem. Data pelacak ini membantu penyajian iklan berdasarkan pola konsumsi atau aktivitas streaming pengguna. 

    Sebagai contoh, seseorang sering menerima iklan produk spesifik, seperti kacamata atau tas di Shopee atau Tokopedia, sesaat setelah mengklik toko online yang berkaitan.

    Membersihkan cache secara berkala menjadi cara yang disarankan untuk menghapus data tersebut. Meskipun pengguna harus melakukan login ulang pada beberapa situs, langkah ini dinilai sepadan untuk memastikan tidak ada pelacak data asing yang beroperasi di latar belakang.

    Proses pembersihan data ini relatif mudah dilakukan, baik pada Google Chrome maupun Samsung Internet. Pengguna memiliki fleksibilitas untuk menghapus seluruh data secara total atau hanya membersihkan data sampah dalam rentang waktu terbaru.

    Berikut adalah panduan teknis pembersihan data untuk dua situs utama Android

    Pembersihan pada Google Chrome

    Bagi pengguna Google Chrome di Android, manajemen data dapat dilakukan melalui menu internal aplikasi. Pengguna cukup klik tombol “More” (ikon tiga titik) di sudut kanan atas, kemudian memilih opsi “Delete browsing data”.

    Menu pop-up akan muncul untuk memberikan opsi rentang waktu penghapusan, mulai dari 15 menit terakhir hingga sepanjang waktu. Untuk pembersihan cepat, pengguna dapat langsung menekan tombol “Delete data” setelah memilih rentang waktu.

    Untuk kebutuhan yang lebih spesifik, pengguna dapat mengakses menu “More options”. Fitur ini memungkinkan penghapusan granular, meliputi riwayat penjelajahan, cookies, cache gambar, kata sandi tersimpan, hingga data autofill.

    Sistem Chrome mungkin akan memberikan konfirmasi tambahan sebelum eksekusi akhir. Hal ini terjadi jika sistem mendeteksi adanya situs web yang dianggap penting bagi aktivitas rutin pengguna.

    Pembersihan pada Samsung Internet

    Pengguna perangkat Samsung Galaxy memiliki dua metode, melalui aplikasi atau melalui pengaturan sistem ponsel. Melalui aplikasi, pengguna dapat mengetuk tombol “Options” (tiga garis horizontal), masuk ke menu “Settings”, lalu memilih “Personal browsing data”.

    Dalam menu “Delete browsing data”, pengguna dapat memilih kombinasi data yang ingin dihapus. Opsi mencakup riwayat formulir, cookies, cache file, hingga data biometrik atau kata sandi yang tersimpan.

    Metode kedua melalui menu “Settings” ponsel menawarkan pendekatan yang lebih drastis. Pengguna dapat menavigasi ke menu “Apps”, memilih “Samsung Internet”, dan masuk ke opsi “Storage and cache”.

    Pada menu ini, opsi “Clear storage” akan menghapus seluruh data aplikasi secara permanen, termasuk akun dan basis data. Langkah ini akan mengembalikan kondisi peramban Samsung Internet seperti baru dipasang, berbeda dengan “Clear cache” yang hanya membersihkan memori sementara. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Microsoft Terapkan BitLocker Versi Baru di Windows 11, Kunci Enskripsi Lebih Aman

    Microsoft Terapkan BitLocker Versi Baru di Windows 11, Kunci Enskripsi Lebih Aman

    Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft menghadirkan BitLocker dengan akselerasi perangkat keras di Windows 11, peningkatan yang membuat fitur keamanan ini jadi lebih cepat sekaligus lebih aman dibandingkan sebelumnya.

    Bagi pengguna awam, BitLocker bisa dibilang sebagai kunci pengaman untuk data di laptop atau PC. Fitur ini berfungsi mengenkripsi seluruh isi penyimpanan, sehingga data tidak bisa dibaca oleh orang lain tanpa izin. 

    BitLocker bekerja otomatis saat komputer dinyalakan, dengan bantuan chip keamanan bernama TPM (Trusted Platform Module) yang menyimpan kunci enkripsi secara aman.

    Masalahnya, seiring perkembangan teknologi penyimpanan yang semakin cepat terutama media penyimpanan non-volatile memory express (NVMe) proses enkripsi BitLocker justru mulai terasa membebani sistem. 

    Dalam aktivitas berat seperti bermain gim atau mengedit video, kerja enkripsi ini bisa sedikit mengurangi performa karena semuanya masih ditangani oleh CPU.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Microsoft kini memindahkan sebagian besar beban kerja BitLocker ke perangkat keras khusus. 

    Dilansir dari Bleeping Computer Rabu (24/12/2025),Microsoft menjelaskan bahwa BitLocker kini otomatis memakai enkripsi yang lebih kuat dan lebih cepat di perangkat modern.

    “Saat mengaktifkan BitLocker, perangkat yang didukung dengan drive NVMe bersama dengan salah satu SoC berkemampuan crypto offload baru akan menggunakan BitLocker yang dipercepat perangkat keras dengan algoritma XTS-AES-256 secara default,”  jelas Microsoft.

    Dengan memanfaatkan kemampuan system-on-a-chip (SoC) yang memiliki modul keamanan dan lingkungan aman dalam perangkat yang terpercaya, proses enkripsi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada CPU. Hasilnya, kinerja komputer menjadi lebih ringan dan responsif.

    Microsoft menjelaskan bahwa pada perangkat yang mendukung, seperti laptop dengan media penyimpanan NVMe dan chip terbaru yang mampu menangani enkripsi secara langsung, BitLocker akan otomatis berjalan dalam mode akselerasi perangkat keras. Mode ini menggunakan algoritma keamanan tingkat tinggi XTS-AES-256 tanpa perlu pengaturan tambahan dari pengguna.

    Dalam pengujian nyata, BitLocker versi baru ini mampu mengurangi penggunaan CPU hingga sekitar 70% saat melakukan aktivitas baca-tulis data, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada spesifikasi perangkat masing-masing. 

    Keamanan juga ikut meningkat. Sekarang kunci enkripsi BitLocker dilindungi langsung oleh perangkat keras, sehingga jauh lebih sulit diserang lewat celah CPU atau memori. 

    BitLocker versi terbaru ini sudah tersedia mulai Windows 11 versi 24H2 dengan pembaruan September terpasang dan akan berlanjut ke Windows 11 25H2. 

    Dukungan awal difokuskan pada perangkat dengan Intel vPro dan prosesor Intel Core Ultra Series 3, sementara dukungan untuk chip dari vendor lain akan menyusul secara bertahap.

    Bagi pengguna yang penasaran apakah perangkatnya sudah memakai BitLocker versi baru, pengecekan bisa dilakukan dengan perintah sederhana di Command Prompt. Jika pada metode enkripsi tertulis hardware accelerated, berarti fitur ini sudah aktif. (Nur Amalina)

  • Xiaomi 17 Ultra Meluncur Global, Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    Xiaomi 17 Ultra Meluncur Global, Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    Bisnis.com, JAKARTA – Xiaomi 17 Ultra resmi meluncur secara global. Smartphone premium terbaru dari Xiaomi ini menandai langkah strategis perusahaan dalam menetapkan standar baru kinerja optik seluler melalui perluasan kerja sama teknologi dengan Leica.

    Dalam mendukung fotografi smartphone, Xiaomi 17 Ultra dilengkapi dengan sistem tiga kamera. Terdiri atas lensa ultrawide 14mm, kamera ultra dinamis Leica 1 inci 23mm, dan kamera telefoto zoom optik Leica 200MP dengan panjang fokus 75-100mm, yang dirancang untuk mencakup berbagai skenario pemotretan, termasuk lanskap, potret, fotografi jalanan, hingga fotografi malam. 

    Mengutip laman resmi Xiaomi, Jumat (26/12/2025), kamera ultra dinamis Leica 1 inci dibangun di atas sensor Light Fusion 1050L yang menggabungkan teknologi LOFIC HDR, memberikan kapasitas full well 6,3 kali lebih besar daripada sensor 1 inci generasi sebelumnya. Hal ini memungkinkan kontrol highlight dan detail bayangan yang lebih baik dalam kontras tinggi.

    Kamera telefoto Leica 200MP dengan rentang fokus 75-100mm mengadopsi tiga kelompok lensa presisi tinggi yang dipadukan dengan sebuah prisma. Dua kelompok lensa di antaranya dirancang dapat bergerak secara independen guna menyesuaikan panjang fokus dan titik fokus. Mekanisme ini memungkinkan zoom optik penuh di seluruh rentang 75–100 mm tanpa mengorbankan kualitas gambar.

    Pada seluruh rentang ini, Xiaomi 17 Ultra sepenuhnya memanfaatkan sensor telefoto besar 1/1.4 inci dan mendukung kualitas gambar 200MP asli tanpa pemangkasan digital.

    Dari sisi optik, Xiaomi 17 Ultra menjadi ponsel flagship Xiaomi pertama yang memperoleh sertifikasi Leica APO. Kualitas optik ini menggunakan tiga elemen kaca khusus untuk menekan aberasi kromatik sejak tahap perangkat keras. Desain tersebut memastikan seluruh spektrum warna bertemu pada satu titik fokus yang sama sehingga menghasilkan gambar yang lebih tajam dan akurat.

    Untuk seluruh sistem kamera, Xiaomi 17 Ultra mengusung desain optik Leica UltraPure dengan konfigurasi grup lensa G+P yang berfungsi meminimalkan distorsi bayangan lengkung linier. Desain ini berkontribusi terhadap kualitas gambar yang lebih stabil dan konsisten, terutama saat digunakan dalam kondisi pencahayaan yang menantang.

    Dari sisi performa, Xiaomi 17 Ultra dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform dengan struktur CPU yang lebih baik dan GPU Adreno 840. Didukung Xiaomi 3D Dual-Channel IceLoop System dan struktur kapiler baru, ponsel ini mencapai peningkatan konduktivitas termal sebesar 50% dibandingkan generasi sebelumnya.

    Layarnya menampilkan kecepatan refresh LTPO 120Hz dan kecerahan puncak 3500 nits. Xiaomi HyperRGB secara signifikan meningkatkan efisiensi daya layar, dengan kejernihan yang setara dengan layar 2K dan konsumsi daya lebih rendah daripada layar 1,5K pada umumnya.

    Didukung Xiaomi Shield Glass 3.0 terbaru, ketahanan layar terhadap benturan hingga 20 kali lipat dari kaca penguat biasa. Kapasitas baterainya 6800mAh didukung pengisian HyperCharge kabel 90W, HyperCharge nirkabel 50W, dan PD PPS universal 90W.

    Bicara desain, Xiaomi 17 Ultra adalah model pertama dalam lini Ultra yang menampilkan layar datar. Bezelnya ultra tipis, dengan tebal body 8,29 mm, menjadi model Ultra tertipis yang pernah dirilis Xiaomi hingga saat ini. 

    Bagi penggemar fotografi, Xiaomi memperkenalkan dua set perlengkapan fotografi yang diperbarui. Keduanya menampilkan desain ulang bentuk ergonomis untuk penanganan yang lebih baik dan kini mendukung pemasangan magnetik. 

    Untuk penggunaan sehari-hari, Xiaomi juga meluncurkan casing serat komposit ultra tipis, yang dirancang untuk mempertahankan sensasi tanpa casing.

    Ponsel ini mendukung jaringan 4G dan 5G, mencakup jaringan roaming hingga di 210 negara. Integrasi teknologi UWB memungkinkan perangkat ini berfungsi sebagai kunci mobil digital yang saat ini kompatibel dengan Xiaomi YU7, serta beberapa model dari XPeng. 

    Dalam peluncuran ini, hadir pula model kolaborasi yakni Xiaomi 17 Ultra by Leica, dirancang dengan keterlibatan langsung dari tim Leica dan terinspirasi oleh kamera seri M Leica klasik. Ada beberapa fitur menarik yang disematkan dalam model ponsel ini, mulai dari desain, hingga mode kualitas gambar khas Leica.

    Harga dan Ketersediaan Xiaomi 17 Ultra

    1. Xiaomi 17 Ultra

     – 12GB+512GB: 6999 yuan / Rp16,7 juta 

     – 16GB+512GB: 7499 yuan / Rp17,8 juta

     – 16GB+1TB: 8499 yuan / Rp20,3 juta

    Xiaomi 17 Ultra/Dok. Xiaomi

    2. Xiaomi 17 Ultra by Leica

    – 16GB+512GB: 7999 yuan / Rp19,1 juta

    – 16GB+1TB: RMB 8999 yuan / Rp21,4 juta

    Xiaomi 17 Ultra dan Xiaomi 17 Ultra by Leica tersedia di semua kanal penjualan Xiaomi mulai 27 Desember 2025.

    Xiaomi Ultra by Leica/Dok. Xiaomi

  • Proyek Pusat Data AI di Antariksa Punya Google Berpotensi Nabrak Satelit

    Proyek Pusat Data AI di Antariksa Punya Google Berpotensi Nabrak Satelit

    Bisnis.com, JAKARTA – Rencana ambisius Google untuk mengoperasikan pusat data kecerdasan buatan berbasis satelit di orbit rendah Bumi, disinyalir akan menghadapi tantangan teknis dan operasional yang serius. Pasalnya, sampah antariksa di ruang orbit terbilang semakin padat. 

    Ilmuan Antariksa dari Michigan State University, Mojtaba Akhavan-Tafti menyampaikan, orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO), terutama orbit sinkron matahari yang diincar Google, merupakan salah satu jalur lalu lintas satelit paling padat saat ini. 

    Ribuan objek buatan manusia, mulai dari satelit aktif, satelit mati, hingga fragmen kecil, kini mengelilingi Bumi dengan kecepatan sekitar 28.000 km/jam. Dampaknya yang terjadinya adalah konjungsi dekat atau tabrakan antar satelit. 

    “Objek di orbit ini paling mungkin bertabrakan dengan satelit lain atau puing-puing antariksa,” ujarnya, dikutip dari Space, Jumat (26/12/2025). 

    Dalam proposal yang dikenal sebagai Project Suncatcher, Google berencana meluncurkan konstelasi 81 satelit dengan panel surya, yang saling terhubung ke orbit rendah bumi. Mereka berencana menggunakan konstelasi tersebut untuk memanfaatkan sinar matahari guna memberi daya pada pusat data AI di luar angkasa. 

    Jadi, konstelasi tersebut akan mengirimkan data kembali ke Bumi. Google bermitra dengan sebuah perusahaan antariksa untuk meluncurkan dua prototipe satelit pada awal 2027 guna memvalidasi perangkat keras tersebut. 

    Mojtaba menerangkan, meskipun ruang hampa, terbang dalam formasi di LEO merupakan pertarungan melawan hukum fisika. Atmosfer di orbit Bumi rendah memang sangat tipis, tetapi bukan berarti kosong. 

    Lingkungan LEO katanya masih mengandung partikel udara dalam jumlah kecil yang menciptakan hambatan orbital dan berpotensi mengganggu stabilitas satelit. Hambatan ini bekerja sebagai gaya perlambatan yang secara bertahap menurunkan ketinggian satelit. 

    Dampaknya kian signifikan pada satelit dengan luas permukaan besar karena interaksi dengan partikel udara menyerupai layar yang menangkap angin. Kondisi tersebut memaksa operator melakukan manuver koreksi orbit secara berkala, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi bahan bakar dan memperpendek usia operasional satelit.

    Kompleksitas pengelolaan orbit turut diperbesar oleh dinamika cuaca antariksa. Aktivitas Matahari, termasuk aliran partikel bermuatan dan perubahan medan magnet, dapat memicu fluktuasi kepadatan partikel udara di orbit rendah. Perubahan ini sulit diprediksi dan secara langsung memengaruhi tingkat hambatan yang dialami satelit, sehingga meningkatkan ketidakpastian operasional.

    Risiko menjadi semakin tinggi ketika satelit dioperasikan dalam jarak sangat dekat, yakni kurang dari 200 meter. Pada konfigurasi tersebut, ruang toleransi kesalahan praktis menghilang. Satu insiden tabrakan tidak hanya berpotensi menghancurkan satu unit, tetapi juga dapat memicu efek berantai yang menyeret satelit lain di sekitarnya.

    “Memicu efek domino yang dapat menghancurkan seluruh gugusan satelit dan secara acak menyebarkan jutaan puing baru ke orbit yang sudah penuh dengan bahaya,” jelas Mojtaba.

    Untuk mencegah tabrakan beruntun ini, perusahaan satelit sebaiknya merancang satelit yang sesuai standar seperti tidak mudah hancur, melepaskan puing-puing, membahayakan satelit lain, dan dapat dikeluarkan dari orbit dengan aman. Untuk konstelasi yang padat dan rumit seperti Suncatcher, Google memerlukan perlengkapan satelit dengan refleks yang secara otomatis mendeteksi dan menghindari medan puing. 

    “Desain Suncatcher saat ini tidak mencakup kemampuan penghindaran aktif ini,” tegas Motjaba.

  • Dapat Kado Natal Komputer Tablet? Ini 8 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memulai

    Dapat Kado Natal Komputer Tablet? Ini 8 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memulai

    Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat kerap mendapat hadiah natal berupa komputer tablet, baik itu iPad, Huawei, ataupun Samsung. Namun setelah layar pertama menyala, tidak sedikit orang yang merasa bingung harus mulai dari mana?

    Agar tablet baru Anda bisa langsung digunakan secara maksimal, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan sejak awal.

    Dilansir dari Wich.co.uk  Rabu (24/12/2025), terdapat delapan cara yang bisa Anda lalukan, ini dia delapan cara yang bisa anda ikuti, selamat mencoba!

    1. Hubungkan akun yang benar-benar Anda butuhkan

    Tablet memang bisa terhubung dengan berbagai akun, tetapi Anda tidak wajib masuk ke semuanya. iPad tetap bisa digunakan tanpa email Apple, begitu juga tablet Android yang tidak selalu harus memakai Gmail. 

    Aplikasi email bawaan pada tablet umumnya mendukung berbagai jenis akun, sehingga Anda tetap bisa menerima email apa pun di satu tempat. Yang terpenting, atur izin dan notifikasi dengan bijak. 

    Tidak semua akun media sosial perlu aktif atau mengirim pemberitahuan terus-menerus, terutama saat Anda ingin beristirahat atau menikmati waktu santai.

    2. Sesuaikan pengaturan agar baterai lebih awet

    Sebagian besar tablet mampu bertahan lebih dari 10 jam dalam sekali pengisian daya, tetapi masa pakainya bisa diperpanjang dengan pengaturan sederhana. 

    Mengurangi kecerahan layar adalah langkah paling efektif karena layar merupakan komponen yang paling banyak menguras baterai. Mengaktifkan fitur kecerahan otomatis juga sangat membantu agar layar menyesuaikan dengan kondisi cahaya sekitar. 

    Selain itu, mematikan layanan lokasi dapat menghemat daya, karena tablet jarang digunakan untuk navigasi seperti ponsel.

    3. Gunakan casing sejak awal

    Meski layar tablet saat ini sudah lebih kuat, tidak ada jaminan perangkat akan aman jika terjatuh, terutama di lantai keras. 

    Menggunakan casing sejak awal adalah langkah pencegahan yang bijak. Untuk penggunaan di rumah, casing karet tipis sudah cukup melindungi tablet dari debu dan tumpahan cairan. 

    Jika tablet sering dibawa keluar rumah, casing keras dari merek terpercaya lebih disarankan karena mampu melindungi dari benturan. Mengeluarkan sedikit biaya untuk casing jauh lebih hemat dibandingkan harus mengganti layar yang rusak.

    4. Bersihkan aplikasi bawaan dengan aman

    Tablet baru biasanya sudah dilengkapi berbagai aplikasi bawaan yang belum tentu Anda butuhkan. Aplikasi-aplikasi ini bisa dihapus atau dinonaktifkan untuk menghemat ruang penyimpanan. 

    Saat ingin mengunduh aplikasi tambahan, pastikan hanya menggunakan toko aplikasi resmi agar lebih aman. Perhatikan juga aplikasi yang jarang diperbarui atau meminta izin yang tidak masuk akal, karena hal tersebut bisa menjadi tanda risiko keamanan.

    5. Gunakan aplikasi yang paling nyaman bagi Anda

    Produsen tablet memang menyediakan browser, email, dan kalender bawaan, tetapi Anda tidak harus menggunakannya jika tidak sesuai kebiasaan. 

    Anda bebas memilih browser lain seperti Firefox, menggunakan Outlook untuk email, atau bahkan mengganti keyboard jika yang bawaan terasa kurang nyaman. Tablet dirancang agar bisa disesuaikan dengan gaya penggunaan Anda, bukan sebaliknya.

    6. Maksimalkan penggunaan untuk panggilan video

    Layar tablet yang besar membuatnya sangat nyaman untuk melakukan panggilan video. Baik pengguna iPad maupun Android memiliki banyak pilihan aplikasi seperti FaceTime, Google Meet, WhatsApp, Zoom, dan Microsoft Teams. 

    Agar lebih nyaman, gunakan casing yang dilengkapi penyangga sehingga Anda bisa melakukan panggilan video tanpa harus memegang tablet terus-menerus.

    7. Manfaatkan fitur pintar yang tersedia

    Tablet keluaran terbaru sudah dilengkapi berbagai fitur pintar berbasis kecerdasan buatan yang sebenarnya sangat membantu. Di iPad, Anda bisa merangkum dokumen atau memperbaiki tulisan dengan cepat. 

    Pada tablet Samsung, Anda dapat mencari informasi dari gambar atau video hanya dengan melingkarinya di layar. Selain itu, gunakan fitur keamanan seperti pemindai wajah atau sidik jari karena lebih aman dibandingkan kata sandi biasa.

    8. Jadikan tablet sebagai pusat kontrol rumah pintar

    Karena sering digunakan di rumah, tablet sangat cocok dijadikan pusat kendali perangkat pintar seperti lampu, colokan, atau bel pintu digital. Jika tablet diletakkan secara permanen di satu tempat, penting untuk mengaktifkan pembatas pengisian baterai. 

    Mengisi daya hingga penuh secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan baterai, sehingga pengaturan ini membantu menjaga umur perangkat tetap panjang. (Nur Amalina)

  • Cumi-Cumi dan Gurita Ternyata Satu Nenek Moyang, Ini Penjelasan Ilmuwan

    Cumi-Cumi dan Gurita Ternyata Satu Nenek Moyang, Ini Penjelasan Ilmuwan

    Bisnis.com, JAKARTA — Para ilmuwan akhirnya berhasil memecahkan salah satu misteri besar tentang cumi-cumi dan gurita. Mereka berhasil membaca kode genetik (DNA) dari hewan laut dalam yang langka, yaitu cumi-cumi vampir (Vampyroteuthis infernalis).

    Penemuan ini membantu menjawab pertanyaan lama, bagaimana hubungan antara cumi-cumi dan gurita di masa lalu?

    Selama bertahun-tahun, para ilmuwan bingung bagaimana nenek moyang yang mirip cumi-cumi bisa berkembang menjadi gurita seperti yang kita kenal sekarang.

    Ternyata, jawabannya ada pada cumi-cumi vampir, hewan laut dalam yang hidup jauh di bawah permukaan laut dan jarang terlihat manusia.

    Cumi-cumi vampir memiliki penampilan unik. Matanya tampak menyala, tubuhnya berwarna merah gelap, dan memiliki delapan lengan seperti gurita. Meski namanya menyeramkan sperti hantu, hewan ini sebenarnya tidak berbahaya.

    Dari hasil penelitian terbaru, para ilmuwan menemukan bahwa secara genetik, cumi-cumi vampir adalah perpaduan antara cumi-cumi dan gurita.

    Dilansir dari Live Sience Rabu (24/25/2025), penelitian yang diterbitkan pada akhir November ini menunjukkan bahwa DNA cumi-cumi vampir masih sangat mirip dengan cumi-cumi dan sotong, meskipun secara kelompok ia lebih dekat dengan gurita.

    Karena itulah, para ilmuwan menyebutnya sebagai fosil hidup, yaitu makhluk hidup yang masih menyimpan ciri-ciri nenek moyangnya dari ratusan juta tahun lalu.

    Menariknya, DNA cumi-cumi vampir sangat besar, bahkan hampir empat kali lebih besar dari DNA manusia. Ini menjadikannya salah satu genom terbesar yang pernah dipelajari pada hewan laut sejenis.

    Berbeda dengan gurita modern yang DNA nya sering berubah dan bercampur, susunan DNA cumi-cumi vampir relatif tetap dan kuno.

    Sederhananya, ini adalah hewan yang secara genetik masih terjebak di masa lalu, seperti gambaran awal nenek moyang cumi-cumi dan gurita sekitar 300 juta tahun yang lalu.

    Cumi-cumi vampir sendiri sudah lama membingungkan para ilmuwan. Saat pertama kali ditemukan lebih dari seabad lalu, hewan ini sempat dikira sebagai gurita. Baru beberapa puluh tahun kemudian, ilmuwan menyadari bahwa cumi-cumi vampir adalah kelompok unik yang berbeda dari cumi-cumi maupun gurita.

    Penemuan DNA ini sangat penting karena cumi-cumi vampir sangat sulit dipelajari. Mereka hidup di laut dalam, jarang terlihat, hidup menyendiri, dan tidak bisa bertahan lama jika dipelihara di akuarium, mirip seperti hantu. Karena itu, mendapatkan sampel DNA mereka adalah hal yang sangat langka.

    Para ilmuwan kini semakin yakin bahwa cumi-cumi vampir adalah kunci untuk memahami asal-usul gurita dan cumi-cumi modern. Selain tampilannya yang unik dan misterius, hewan ini ternyata menyimpan rahasia besar tentang sejarah kehidupan di laut.(Nur Amalina)

  • Robot Anjing Berwajah Elon Musk

    Robot Anjing Berwajah Elon Musk

    Bisnis.com, JAKARTA — Seniman digital ternama Mike Winkelmann atau Beeple membuat karya yang menampilkan robot anjing berwajah pemimpin raksasa teknologi dunia, yakni Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jeff Bezos.

    Dia mencatatkan kesuksesan komersial dalam gelaran Art Basel Miami Beach (ABMB) edisi ke-23 tahun ini. Karya terbarunya yang bertajuk “Regular Animals” (2025) dilaporkan ludes terjual pada hari pembukaan pameran.

    Melansir dari The Art Newspaper Kamis (25/12/2025), setiap unit robot dalam instalasi tersebut dibanderol seharga US$100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar.

    Instalasi ini menampilkan sekumpulan robot berkaki empat yang mengenakan topeng hiper-realistis wajah tokoh teknologi dunia seperti CEO Tesla Elon Musk, Pendiri Amazon Jeff Bezos, dan CEO Meta Mark Zuckerberg. Selain tokoh teknologi, Beeple juga menyertakan wajah seniman legendaris seperti Pablo Picasso, Andy Warhol, serta wajah dirinya sendiri.

    Secara teknis, robot-robot ini dirancang untuk melakukan aksi “poop mode”, di mana mereka mencetak gambar yang diambil kamera depan layaknya sedang buang air besar.

    Beeple menjelaskan bahwa karya ini merupakan kritik terhadap dominasi algoritma teknologi yang kini menggantikan peran seniman dalam membentuk perspektif visual manusia.

    “Dulu kita melihat dunia yang diinterpretasikan melalui mata para seniman, tetapi sekarang Mark Zuckerberg dan Elon, khususnya, mengendalikan sebagian besar cara kita melihat dunia,” kata Beeple dikutip dari Page Six.

    Dia menilai, para miliarder tersebut memiliki kendali penuh atas algoritma kuat yang menentukan apa yang dilihat oleh publik setiap harinya.

    Setiap robot menghasilkan output visual berbeda. Robot berwajah Zuckerberg mencetak gambar estetika Metaverse, sementara robot Musk menghasilkan gambar bernuansa robotik hitam-putih.

    Adapun robot berwajah Jeff Bezos tidak mencetak gambar sama sekali, namun tetap dihadirkan karena dianggap memiliki pengaruh besar dalam membentuk pandangan dunia.

    Karya kontroversial itu ditempatkan di sektor Zero10, sebuah area baru di Miami Beach Convention Center yang didedikasikan khusus untuk instalasi berbasis teknologi dan digital.

    Sebagai informasi, Beeple merupakan seniman yang sebelumnya memecahkan rekor penjualan NFT senilai US$69 juta di rumah lelang Christie’s pada 2021.

    Direktur pameran Bridget Finn menilai kehadiran karya berbasis teknologi ini memicu rasa penasaran yang kuat di kalangan pengunjung dan kolektor.

    “Seringkali, rasa ingin tahu sama kuatnya, jika tidak lebih kuat, daripada pengetahuan. Ini adalah titik masuk untuk percakapan lebih lanjut,” ujar Finn dikutip dari Artsy. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Malware Berkedok API Diunduh 56.000 Kali, Akun Pengguna WhatsApp Lenyap Seketika

    Malware Berkedok API Diunduh 56.000 Kali, Akun Pengguna WhatsApp Lenyap Seketika

    Bisnis.com, JAKARTA — Peneliti keamanan siber mengungkapkan detail mengenai paket berbahaya baru di repository npm yang menyamar sebagai API WhatsApp.

    API WhatsApp, atau WhatsApp Business API merupakan antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface) resmi dari WhatsApp yang dirancang untuk bisnis skala menengah hingga besar.

    Fitur ini memungkinkan integrasi WhatsApp dengan sistem lain seperti CRM, chatbot otomatis, dan pengiriman pesan massal, berbeda dari aplikasi WhatsApp Business biasa yang lebih sederhana.

    Paket bernama “lotusbail” ini memiliki kemampuan sebagai alat yang sah sekaligus mampu menyadap setiap pesan dan menautkan perangkat penyerang ke akun WhatsApp korban dengan menyamar sebagai API.

    Diketahui, paket ini telah diunduh lebih dari 56.000 kali sejak pertama kali diunggah ke registry oleh pengguna bernama “seiren_primrose” pada Mei 2025. 

    Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 711 unduhan tercatat terjadi sepanjang pekan lalu. Hingga laporan ini ditulis, library tersebut masih tersedia untuk diunduh.

    Melansir dari The Register Kamis (25/12/2025), peneliti Koi Security Tuval Admoni menjelaskan bahwa di balik kedok alat itu, malware ini mencuri kredensial WhatsApp, memanen kontak, hingga menginstal backdoor persisten.

    “Malware ini mengenkripsi semuanya sebelum mengirimkannya ke server pelaku ancaman,” kata Admoni dalam laporannya yang dikutip, Rabu (24/12/2025). Secara spesifik, paket ini dirancang untuk menangkap token otentikasi, kunci sesi, riwayat pesan, hingga dokumen media dan dokumen.

    Sebagai informasi, modus ini terinspirasi oleh @whiskeysockets/baileys yang merupakan library TypeScript berbasis WebSockets yang sah untuk berinteraksi dengan WhatsApp Web API.

    Serangan dilakukan melalui wrapper WebSocket berbahaya. Jalur ini merutekan informasi otentikasi dan pesan, sehingga memungkinkan peretas menangkap data sensitif yang kemudian dikirim ke URL yang dikendalikan penyerang.

    Lebih lanjut, paket ini memiliki fungsi tersembunyi untuk membajak proses penautan perangkat menggunakan kode pemasangan yang disematkan secara hard-coded.

    “Saat Anda menggunakan library ini untuk otentikasi, Anda tidak hanya menautkan aplikasi Anda, tetapi juga menautkan perangkat pelaku ancaman,” ujar Admoni.

    Hal ini memberikan akses penuh dan persisten bagi peretas terhadap akun WhatsApp korban tanpa disadari.

    Pihak Koi Security Idan Dardikman juga mengatakan bahwa aktivitas berbahaya ini dipicu secara otomatis ketika pengembang menggunakan library tersebut untuk terhubung ke WhatsApp.

    “Kode pairing backdoor juga aktif selama aliran otentikasi, jadi perangkat penyerang akan tertaut segera setelah Anda menghubungkan aplikasi ke WhatsApp,” kata Dardikman.

    Risiko operasional bagi pelaku usaha sangat tinggi karena akses penyerang tetap bertahan meskipun paket “lotusbail” telah dihapus dari sistem.

    Perangkat pelaku ancaman akan tetap tertaut ke akun WhatsApp hingga pengguna memutuskannya secara manual melalui pengaturan aplikasi. Selain itu, “lotusbail” dilengkapi kemampuan anti-debugging yang memicu infinite loop saat mendeteksi adanya alat debugging, sehingga menyebabkan eksekusi program membeku.

    Pihak Koi Security menegaskan bahwa serangan rantai pasok semacam ini makin canggih dan sulit dideteksi oleh keamanan tradisional karena kode tersebut terlihat berfungsi normal. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Harga Ponsel Flagship Diprediksi Naik 10% Tahun Depan

    Harga Ponsel Flagship Diprediksi Naik 10% Tahun Depan

    Bisnis.com, JAKARTA -— Harga smartphone untuk kategori flagship diperkirakan mengalami kenaikan signifikan pada 2026, seiring dengan naiknya biaya komponen utama seperti memori dan RAM. Tren ini diprediksi akan memengaruhi strategi harga peluncuran model-model terbaru dari sejumlah merek besar, termasuk Xiaomi, Samsung, dan Apple.

    Xiaomi diperkirakan menjadi yang pertama terdampak kenaikan harga di antara produsen besar dengan model flagship terbarunya, Xiaomi 17 Ultra yang dijadwalkan rilis awal 2026. Harganya dilaporkan 10% lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya. 

    Adapun model sebelumnya, Xiaomi 15 Ultra dibanderol dengan harga 6.499 yuan atau setara Rp15,4 juta dengan kurs saat ini. Namun, untuk Xiaomi 17 Ultra yang akan dirilis, harganya diprediksi sebesar 6.599 yuan atau setara Rp15,7 juta. 

    Presiden Xiaomi Group Lu Weibing, bahkan mengisyaratkan harganya bisa lebih tinggi, seperti yang diungkapnya dalam siaran langsung, baru-baru ini. Mengutip Gizmochina, Lu menjelaskan bahwa kenaikan biaya memori yang pesat menjadi alasan utama di balik kenaikan harga tersebut. 

    Dia mengatakan bahwa permintaan yang didorong oleh AI telah menyebabkan harga memori naik tajam sejak akhir 2022, kemudian 2025, dan diperkirakan berlanjut hingga 2027. 

    Sementara itu, menurut riset dari Counterpoint, harga jual rata-rata smartphone bisa melonjak 6,9% pada tahun depan, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini katanya terjadi akibat kurangnya chip dan hambatan dalam rantai pasokan semikonduktor, yang mendorong kenaikan harga komponen.

    Direktur riset di Counterpoint MS Hwang menyatakan, segmen smartphone kelas menengah dan atas mengalami kenaikan biaya material sebesar 10% hingga 15%.

    “Harga memori bisa naik lagi sebesar 40% hingga kuartal kedua tahun 2026, yang mengakibatkan biaya BoM (Bill of Materials) meningkat antara 8% hingga lebih dari 15% di atas level tinggi saat ini,” ujarnya, dikutip Bisnis, Kamis (25/12/2025). 

    Kenaikan harga komponen dapat dibebankan kepada konsumen dan hal itu pada gilirannya akan mendorong kenaikan harga jual rata-rata. “Apple dan Samsung berada di posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal mendatang,” sebut Hwang.

    Kendati demikian, Hwang mengatakan akan sulit bagi perusahaan lain yang tidak memiliki banyak ruang gerak untuk mengelola pangsa pasar dibandingkan margin keuntungan. Kondisi ini katanya sangat berdampak  pada produsen ponsel pintar asal China yang berada di segmen pasar menengah hingga bawah.

    Alhasil, beberapa perusahaan menurut riset Counterpoint, mungkin menurunkan kualitas komponen seperti modul kamera, layar, dan bahkan audio, serta menggunakan kembali komponen lama. Para pemain smartphone kemungkinan akan mencoba memberi insentif kepada konsumen untuk membeli perangkat flagship mereka.