Category: Bisnis.com Tekno

  • Komdigi Fokus Perkuat Infrastruktur Digital pada 2026, Tambahan Anggaran Diajukan

    Komdigi Fokus Perkuat Infrastruktur Digital pada 2026, Tambahan Anggaran Diajukan

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan fokus pada tiga hal dalam memperkuat dan mendorong digitalisasi di Indonesia. Salah satunya adalah infrastruktur digital yang aman.

    Kementerian telah meminta tambahan anggaran sebesar Rp12,6 triliun pada 2026 yang sebagian digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital.

    Dalam paparan Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2026 yang disampaikan di depan Komisi I DPR RI, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pihaknya fokus pada tiga hal dalam pengembangan digital yang aman bagi masyarakat Indonesia.

    “Anggaran yang digunakan di tahun 2026 untuk penguatan infrastruktur digital, lalu penguatan ekosistem, dan juga ruang digital yang aman bagi warga, serta sejumlah program yang lain,” kata Nezar dilansir dari Antara, Rabu (3/9/2025). 

    Nezar tidak menjelaskan berapa besaran anggaran untuk 2026 yang disepakati oleh kedua pihak tersebut, namun jika mengacu pada rapat yang berlangsung di Juli 2025 Kemkodigi sempat mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp12,6 triliun untuk anggaran 2026.

    Sebelumnya, pada Senin (7/7), Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menjelaskan kebutuhan anggaran 2026 Kemkomdigi sebesar Rp20,3 triliun. Namun, pagu indikatif Kemkomdigi yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2026 sebesar Rp7,75 triliun sehingga terdapat kebutuhan tambahan anggaran senilai Rp12,6 triliun.

    Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono yang juga hadir dalam pembahasan RKA 2026 Kemkomdigi yang terbaru tersebut mengatakan bahwa rapat itu berjalan dengan lancar dan difokuskan dengan pembahasan pemanfaatan anggaran 2026 untuk Kemkomdigi mendukung digitalisasi di Indonesia.

    Selain membahas RKA 2026, dalam pertemuan antara wakil rakyat dengan perwakilan pemerintah itu Dave mengatakan turut dibahas beberapa isu lainnya termasuk yang tengah dihadapi saat ini di Indonesia.

    Menurutnya jawaban dari para Wakil Menteri Komunikasi dan Digital yang hadir baik Nezar Patria maupun Angga Raka Prabowo mampu memuaskan para anggota DPR.

  • Gibran Bertemu Ojol, Grab Indonesia Beberkan Driver yang Hadir di Istana Wapres

    Gibran Bertemu Ojol, Grab Indonesia Beberkan Driver yang Hadir di Istana Wapres

    Bisnis.com, JAKARTA – Grab Indonesia buka suara mengenai sosok mitra pengemudi yang hadir di Istana Wakil Presiden menemui Gibran Rakabuming Raka akhir pekan lalu di tengah gejolak demonstrasi. 

    Sebagai konteks, pertemuan Wakil Presiden Gibran dengan mitra aplikator lain termasuk Grab menimbulkan polemik di media sosial. Sejumlah pihak menyebut, mitra pengemudi yang datang bukanlah dari unsur pengemudi ojek online (Ojol).

    Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia memastikan mitra pengemudi yang hadir berasal dari unsur Grab terdaftar sebagai pengemudi.  

    “Grab ingin menjawab dengan tegas bahwa peserta yang hadir mewakili Grab adalah Mitra resmi Grab, tercatat aktif di aplikasi, melayani pelanggan setiap hari, dan memiliki keterlibatan nyata dalam komunitasnya,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/9/2025).

    Dia menyebut, sosok yang hadir adalah Riska, yang telah bergabung dengan Grab sejak 2016 dan aktif di komunitas Lady Grab Jakarta Barat. Sedangkan mitra pengemudi kedua adalah Arief, yang menjadi Mitra sejak 2018 dan aktif di komunitas Grab Militan Cikarang.

    “Keduanya dikenal di komunitas masing-masing sebagai sosok yang selalu aktif mendampingi rekan-rekannya, terbiasa menyuarakan aspirasi sesama Mitra Pengemudi, dan dipercaya untuk membawa suara komunitas ke ruang dialog,” katanya.

    Tirza menilai undangan dialog dengan Wakil Presiden merupakan kesempatan berharga yang tidak datang setiap hari bagi Mitra Pengemudi aktif. “Partisipasi para Mitra Grab dalam forum ini kami pandang sebagai bagian dari upaya kolektif untuk memastikan suara komunitas ojol yang aktif benar-benar hadir di ruang dialog resmi dengan cara yang damai, konstruktif, dan otentik. Kami percaya, pengalaman nyata di lapangan Mitra Pengemudi jauh lebih relevan dibandingkan narasi dari pihak lainnya, sehingga yang tersampaikan kepada pemerintah adalah suara murni dari lapangan,” katanya.

    Dia menilai ruang dialog antara mitra dengan pemerintah adalah kesempatan berharga sekaligus bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi yang sehat dan berkelanjutan. “Kami percaya, mendengar langsung aspirasi para Mitra adalah fondasi penting untuk membangun solusi bersama yang lebih baik dan berkelanjutan, demi kesejahteraan pengemudi, penumpang, dan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

  • Telkomsel Ungkap Penyebab Penurunan Jumlah Pelanggan Semester I/2025

    Telkomsel Ungkap Penyebab Penurunan Jumlah Pelanggan Semester I/2025

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatat jumlah pelanggan seluler pada kuartal II/2025 mencapai 158,4 juta pelanggan. Angka tersebut turun tipis 0,9% dibandingkan dengan periode semester I/2024 yang mencapai 159,88 juta pelanggan.

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi mengatakan perubahan jumlah pelanggan sebagai bagian dari dinamika alami industri telekomunikasi. 

    Menurutnya, kondisi makroekonomi yang masih menantang serta tren pasar yang mulai saturasi turut mempengaruhi kinerja.

    “Perubahan jumlah pelanggan pada paruh pertama 2025 kami pandang sebagai bagian dari dinamika alami industri telekomunikasi di tengah kondisi makro ekonomi yang masih menantang, termasuk tren pasar yang mulai saturasi dan adanya normalisasi konsumsi digital pasca periode pertumbuhan tinggi,” kata Abdullah kepada Bisnis pada Selasa (2/9/2025).

    Selain itu, Abdullah mengatakan penurunan tipis jumlah pelanggan terjadi seiring dengan upaya perusahaan melakukan penyelarasan portofolio. Hal itu termasuk melalui penyederhanaan produk, pengelolaan retensi, serta fokus pada peningkatan kualitas basis pelanggan.

    Meski jumlah pelanggan sedikit terkoreksi, Telkomsel tetap optimistis terhadap prospek bisnis hingga akhir tahun. Abdullah menyebut optimisme ini ditopang oleh beberapa faktor, seperti kenaikan trafik data hingga 20,1% secara tahunan (year on year/YoY), penetrasi layanan konvergensi IndiHome yang terus meningkat, serta kontribusi bisnis digital yang kini menyumbang lebih dari 90% terhadap pendapatan seluler.

    Adapun pelanggan IndiHome justru menunjukkan tren pertumbuhan. Hingga paruh pertama tahun ini, jumlah pelanggan IndiHome mencapai 10,06 juta, tumbuh 10% dibandingkan 9,14 juta pelanggan pada semester I/2024.

    Lebih lanjut, Abdullah menegaskan fokus Telkomsel bukan lagi sekadar menambah jumlah pelanggan, melainkan meningkatkan kualitas interaksi agar lebih produktif dan berkelanjutan.

    “Fokus utama kami bukan sekadar menambah jumlah pelanggan secara kuantitatif, melainkan meningkatkan kualitas interaksi dan produktivitas pelanggan yang ada, sehingga tercipta nilai yang berkelanjutan baik bagi pelanggan maupun perusahaan,” katanya.

    Telkomsel pun terus menjalankan strategi konvergensi fixed-mobile, penawaran bundling yang lebih relevan, serta penguatan pengalaman digital demi menjaga engagement pelanggan tetap tinggi.

    Dengan konsistensi eksekusi strategi ini, lanjut Abdullah, Telkomsel berharap dapat terus menjadi penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik yang menghadirkan konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif bagi masyarakat Indonesia. 

    “Sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat dan berdaya saing tinggi,” tutup Abdullah.

  • Xiaomi Minta Pengguna Power Bank 20000mAh Kembalikan Perangkat, Begini Caranya

    Xiaomi Minta Pengguna Power Bank 20000mAh Kembalikan Perangkat, Begini Caranya

    Bisnis.com, JAKARTA – Xiaomi mengimbau pengguna unit Xiaomi 33W Power Bank 20000mAh (Integrated Cable) (model: PB2030MI) agar berpartisipasi dalam program recall menyusul ditemukannya potensi gangguan pada sebagian bahan baku power bank yang membuatnya dapat terbakar.

    Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng mengatakan untuk berpartisipasi dalam program recall, pengguna dapat memasukkan kode SN produk pada laman resmi https://www.mi.co.id/id/support/safety-notice/.

    “Pengguna produk tercatat dan masuk dalam batch yang terdampak segera menghentikan penggunaan perangkat,” kata Andi kepada Bisnis, Selasa (2/9/2025).

    Proses penarikan, sambungnya, dapat dilakukan melalui layanan pick-up atau kunjungan langsung ke service centre. Lebih jauh dijelaskan menyoal konfirmasi pengembalian dana akan diproses setelah pengecekan selesai dilakukan.

    Sebagai informasi, sejumlah unit Xiaomi 33W Power Bank 20000mAh yang ditarik diproduksi periode Agustus hingga September 2024.

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. Xiaomi tetap berkomitmen untuk menghadirkan produk yang aman, andal, dan berkualitas tinggi bagi seluruh pengguna di seluruh dunia,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, gangguan yang dialami sejumlah Xiaomi 33W Power Bank 20000mAh berisiko menyebabkan baterai menjadi panas berlebih hingga berpotensi menimbulkan kebakaran.
     
    Meski insiden yang dilaporkan relatif sedikit, perusahaan menegaskan recall ini dilakukan untuk memastikan standar kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

    Adapun Xiaomi dalam jalur mengalahkan iPhone dan Samsung. Perangkat ini dikatakan berpeluang diluncurkan paling banter pada September 2025.

    Mengutip T3.com pada Selasa (15/7/2025), perangkat ini diberi label internal Q200 dengan nama kode Pandora. Fitur ini disebut merupakan tambahan baru dalam lini produk Xiaomi dan akan mengusung desain layar ganda (dual screen design).

    Detail ponsel baru ini ditemukan dalam kode HyperOS yang menunjukkan perangkat tersebut sudah dalam tahap pengembangan lanjutan. Ha tersebut juga dipandang memperkuat dugaan bahwa peluncurannya bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

    Informasi tambahan juga datang dari Digital Chat Station, yang menggambarkan perangkat ini memiliki layar sekunder penuh berukuran besar dengan orientasi horizontal. Sementara itu, sumber lain menyebut kehadiran kamera telefoto periskop sebagai fitur standar ponsel kelas atas Xiaomi.

  • TikTok Live Come Back! Manajemen Komitmen Hadirkan Platform yang Aman dan Beradap

    TikTok Live Come Back! Manajemen Komitmen Hadirkan Platform yang Aman dan Beradap

    Bisnis.com, JAKARTA — TikTok telah mengaktifkan kembali fitur siaran langsungnya (live) setelah sempat dipadamkan saat demo pekan lalu. Perusahaan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas dan menampilkan live yang aman dan beradap.

    Juru Bicara TikTok mengatakan perusahaan telah mengaktifkan kembali layanan livestream di Indonesia agar para pengguna dapat memiliki pengalaman TikTok yang lengkap.

    TikTok berjanji akan terus menempatkan upaya-upaya pengamanan tambahan selama beberapa waktu ke depan.

    “Kami terus memantau situasi yang ada, dan memprioritaskan upaya dalam menyediakan platform yang aman dan beradab bagi para pengguna untuk berekspresi,” kata Juru Bicara TikTok kepada Bisnis, Selasa (2/9/2025).

    Adapun mengenai tudingan Menkomdigi Meutya Hafid mengenai aliran dana di platform media sosial saat demo dan alasan TikTok baru mengaktifkan kembali fitur ini, pihak manejemen belum menjawab. 

    Sebelumnya, fitur siaran langsung atau live platform media sosial TikTok mendadak tidak bisa digunakan. Dalam fitur tersebut muncul tulisan “Koneksi tidak stabil. Coba masuk live lagi”.

    Sementara itu, jika masuk ke kolom pencarian dan menuliskan kata kunci, kemudian memilih fitur live maka hasilnya akan kosong.

    Pihak TikTok membenarkan informasi terkait fitur Live yang dimatikan saat aksi demonstrasi marak terjadi di mana-mana.

    “Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” ujar Juru Bicara TikTok melalui pesan singkat kepada Bisnis, Sabtu (30/8/2025).

    Berdasarkan catatan Bisnis, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria pernah menyampaikan Komdigi berencana memanggil platform media sosial seperti TikTok dan Meta terkait moderasi konten. Nezar membantah pemanggilan tersebut mengenai penyensoran konten-konten demo.

    “Enggak terkait dengan demo sebetulnya. Lebih konten moderasi aja, gitu. Itu sebenarnya sudah berjalan lama, jadi enggak terkait dengan demo-demo sih,” kata Nezar di Jakarta, Jumat (29/8/2025)

  • Fitur Live TikTok Aktif Lagi, Begini Penjelasan Manajemen

    Fitur Live TikTok Aktif Lagi, Begini Penjelasan Manajemen

    Bisnis.com, JAKARTA – Mulai hari ini, tepatnya sore hari Selasa 2 September 2025 fitur Live TikTok sudah aktif lagi untuk digunakan penggunanya.

    Manajemen Tiktok melalui juru bicaranya menyampaikan fitur Live TikTok sudah diaktifkan kembali agar pengguna dapat memanfaatkan fitur tersebut lagi untuk aktivitas dan transaksinya. 

    Juru bicara TikTok juga menyampaikan telah menempatkan upaya-upaya pengamanan tambahan selama beberapa waktu ke depan untuk menjadikan TikTok sebagai platform yang aman digunakan.

    “Kami telah mengaktifkan kembali layanan livestream di Indonesia agar para pengguna dapat memiliki pengalaman TikTok yang lengkap. Bersamaan dengan langkah ini, kami terus menempatkan upaya-upaya pengamanan tambahan selama beberapa waktu ke depan. Kami terus memantau situasi yang ada, dan memprioritaskan upaya dalam menyediakan platform yang aman dan beradab bagi para pengguna untuk berekspresi.” demikian pernyataan Juru Bicara TikTok.

    Fitur live TikTok dimatikan ketika aksi demo di Jakarta memanas.

    Sejumlah penjual mengeluhkan akunnya  tidak bisa lagi berjualan selama beberapa hari kemarin. 

  • Gandeng EDGE, Perusahaan Cloud Singapura EdgeNext Ekspansi ke Indonesia

    Gandeng EDGE, Perusahaan Cloud Singapura EdgeNext Ekspansi ke Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA — Penyedia layanan komputasi awan (cloud) asal Singapura, EdgeNext, memperluas bisnis ke Indonesia. Perusahaan itu meluncurkan layanan edge cloud di EDGE2, fasilitas carrier-neutral milik PT Ekagrata Data Gemilang.

    Sebagai informasi, dalam aksi korporasi ini EdgeNext bekerja sama dengan PT Ekagrata Data Gemilang atau EDGE DC, anak usaha PT Indointernet Tbk. (EDGE).

    CEO EdgeNext Terence Wang mengatakan kemitraan tersebut memungkinan perusahaan menawarkan layanan edge yang skalabel, aman, dan berkecepatan tinggi kepada ISP dan perusahaan lokal di pasar Indonesia.

    “Dengan kemampuan interkoneksi EDGE DC dan backbone serat optik Indonet, kami siap mendukung transformasi digital Indonesia dan menghadirkan pengalaman edge cloud yang lancar,” kata Wang dalam siaran pers, Selasa (2/9/2025).

    Sementara itu, CEO EDGE DC Stephanus Oscar menambahkan kerja sama ini memperkuat ekosistem perusahaan dengan mengintegrasikan layanan cloud edge EdgeNext, sehingga dapat menghadirkan konektivitas dengan performa tinggi dan latensi rendah untuk aplikasi-aplikasi generasi selanjutnya.

    “Kolaborasi ini memperkuat ekosistem kami dengan mengintegrasikan layanan cloud edge EdgeNext, yang didukung oleh layanan colocation dan Edge Peering Internet Exchange (EPIX),” kata Oscar. 

    Ketersediaan EdgeNext di fasilitas EDGE2 memungkinkan perusahaan untuk menghadirkan layanan solusi edge cloud lengkap, termasuk CDN, streaming yang lebih lancar, layanan keamanan, dan komputasi edge.

    Kemitraan menggabungkan infrastruktur edge global milik EdgeNext yang tersebar lebih dari 1.700 node di 300 kota-kota di dunia, dengan lingkungan pusat data EDGE DC yang memiliki performa tinggi dengan latensi rendah.

    EDGE DC menyediakan layanan colocation dan akses ke Edge Peering Internet Exchange (EPIX), yang memungkinkan EdgeNext terhubung dengan berbagai jaringan dan penyedia layanan.

    Selain itu, Indonet mendukung konektivitas serat optik guna memastikan akses yang cepat dan stabil di seluruh wilayah.

    Sekadar informasi, dalam keterangan resminya Edgenext menyebut pendapatan dari layanan colocation diproyeksikan mencapai US$675,1 juta atau setara dengan Rp 11,08 triliun (kurs Rp16.400 per dolar AS) pada 2025.

    Di samping itu, pasar pusat data nasional diperkirakan mencapai pendapatan sebesar US$3,54 miliar atau setara dengan Rp58,056 triliun pada 2025, dengan kontribusi dari infrastruktur jaringan senilai Rp38,7 triliun.

  • Fitur Live TikTok Sudah Aktif Lagi

    Fitur Live TikTok Sudah Aktif Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA – Fitur live TikTok sudah mulai digunakan dan sejumlah akun sudah tampak live berjualan secara normal.

    Berdasarkan pantauan Bisnis, beberapa akun sudah kembali live di media sosial TikTok sore ini.

    Mereka mulai bisa berjualan atau berinteraksi dengan followernya seperti biasa.

    Penonton live Tiktok tersebutpun cukup banyak setelah beberapa hari vakum.

    Seperti diketahui, live Tiktok sementara dimatikan oleh manajemen TikTok untuk menjaga suasana tetap aman di tengah banyaknya orang yang live saat demo beberapa waktu lalu.

    Juru bicara Tiktok sebelumnya mengatakan langkah mematikan fitur live untuk pengamanan tambahan menjaha TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab.

    “Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada.” demikian pernyataan mereka.

  • Xiaomi Recall Produk Power Bank 20000mAh Imbas Cacat Bahan Baku dan Risiko Terbakar

    Xiaomi Recall Produk Power Bank 20000mAh Imbas Cacat Bahan Baku dan Risiko Terbakar

    Bisnis.com, JAKARTA — Xiaomi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap salah satu produknya, yakni Xiaomi 33W Power Bank 20000mAh (Integrated Cable) dengan model PB2030MI yang diproduksi pada batch Agustus dan September 2024.

    Langkah tersebut dilakukan setelah perusahaan menemukan adanya potensi gangguan fungsi akibat bahan baku tertentu dari pemasok. 

    Gangguan tersebut berisiko menyebabkan baterai menjadi panas berlebih hingga berpotensi menimbulkan kebakaran.

    “Karena dapat mengakibatkan baterai mengalami panas berlebih serta dapat menimbulkan risiko kebakaran,” tulis Xiaomi dalam pengumuman resmi dikutip pada Selasa (2/9/2025), 

    Meski insiden yang dilaporkan relatif sedikit, perusahaan menegaskan recall ini dilakukan untuk memastikan standar kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.

    Xiaomi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami konsumen. 

    “Xiaomi tetap berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan produk yang aman, andal, dan berkualitas tinggi kepada para pengguna di seluruh dunia,” tulis Xiaomi. 

    Lebih lanjut, Xiaomi meminta pengguna produk tersebut untuk mengikuti langkah-langkah proses recall yang telah disediakan.

    Adapun Xiaomi dalam jalur mengalahkan iPhone dan Samsung. Perangkat ini dikatakan berpeluang diluncurkan paling banter pada September 2025.

    Mengutip T3.com pada Selasa (15/7/2025), perangkat ini diberi label internal Q200 dengan nama kode Pandora. Fitur ini disebut merupakan tambahan baru dalam lini produk Xiaomi dan akan mengusung desain layar ganda (dual screen design).

    Detail ponsel baru ini ditemukan dalam kode HyperOS yang menunjukkan perangkat tersebut sudah dalam tahap pengembangan lanjutan. Ha tersebut juga dipandang memperkuat dugaan bahwa peluncurannya bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.

    Informasi tambahan juga datang dari Digital Chat Station, yang menggambarkan perangkat ini memiliki layar sekunder penuh berukuran besar dengan orientasi horizontal. Sementara itu, sumber lain menyebut kehadiran kamera telefoto periskop sebagai fitur standar ponsel kelas atas Xiaomi.

  • IDC Soroti 4 Tantangan Besar Adopsi Gen AI: Regulasi hingga Manajemen Multicloud

    IDC Soroti 4 Tantangan Besar Adopsi Gen AI: Regulasi hingga Manajemen Multicloud

    Bisnis.com, JAKARTA — Korporasi di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menghadapi setumpuk kesulitan saat beralih dalam implementasi teknologi generatif AI dari tahap eksperimen ke tahap eksekusi. 

    Dalam laporan terbaru berjudul “The Edge Evolution: Powering Success from Core to Edge,” terungkap bahwa hampir separuh dari perusahaan di wilayah ini mengalami kesulitan dalam pengelolaan multi cloud yang kompleks, sebagai salah satu bagian pemanfaatan Gen AI.

    Sebanyak 49% perusahaan dari perusahaan yang disurvey mengalami kesulitan mengelola lingkungan multicloud karena inkonsistensi pada alat, fragmentasi manajemen data, dan tantangan dalam menjaga sistem tetap mutakhir pada berbagai platform.

    IDC juga menemukan 50% dari organisasi teratas di Asia Pasifik menghadapi kesulitan pemanfaatan Gen AI karena regulasi yang berbeda-beda dan standar kepatuhan yang terus berkembang, sehingga menyulitkan mereka beradaptasi dengan kondisi pasar dan mendorong inovasi AI. 

    Ketiga, hambatan pemanfaatan Gen AI di korporasi adalah kenaikan biaya. Dalam hal ini, 24% organisasi mengidentifikasi kenaikan biaya cloud yang tidak terduga sebagai tantangan utama dalam strategi GenAI perusahaan.

    Keempat, hambatan performa. Model cloud hub-and-spoke konvensional menimbulkan latensi yang melemahkan performa aplikasi AI real time, sehingga tidak sesuai untuk beban kerja GenAI pada skala produksi.

    Ilustrasi AI

    Research Director di IDC Asia Pasifik Daphne Chung menjelaskan GenAI beralih dari tahap eksperimen menuju penerapan di seluruh perusahaan. Akibatnya, berbagai organisasi meninjau kembali bagaimana dan dimana infrastruktur mereka beroperasi. 

    “Strategi edge tidak lagi bersifat teoritis – strategi ini diterapkan secara aktif untuk memenuhi tuntutan dunia nyata akan kecerdasan, kepatuhan, dan skala,” kata Chung dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Selasa (2/9/2025).

    Maraknya perusahaan yang mulai menerapkan Gen AI karena mereka berusaha menangkap potensi dari teknologi ini. 

    Diperkirakan pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth/CAGR) Gen AI sebesar 17% hingga 2028, dengan total belanja yang diproyeksikan mencapai US$29 miliar pada tahun 2028.

    Selain itu, IDC memperkirakan pada 2027 sebanyak 80% CIO akan beralih dari penyedia cloud ke layanan edge untuk memenuhi tuntutan performa dan kepatuhan dari inferensi AI. Pergeseran ini menandai apa yang dalam riset tersebut disebut sebagai ‘Evolusi Edge.

    Hasil penelitian tersebut juga menguraikan bagaimana sistem yang terhubung dengan cloud publik menggabungkan adaptabilitas dan skalabilitas cloud publik dengan kedekatan dan performa komputasi edge, sehingga memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan dunia bisnis untuk berkembang di masa depan yang berbasis AI.

    Seiring beralihnya AI generatif dari tahap eksperimen ke tahap eksekusi, perusahaan-perusahaan di APAC mulai menghadapi keterbatasan infrastruktur lawas yang digunakan. 

    Saat ini, 31% organisasi yang disurvei di kawasan tersebut telah menerapkan aplikasi GenAI pada tahap produksi. Sementara itu, 64% organisasi masih berada pada tahap uji coba atau pilot. 

    Perusahaan yang disurvei disebut masih menguji Gen AI, baik untuk skenario penggunaan guna memenuhi kebutuhan pelanggan maupun internal. 

    Senior Vice President Sales dan Managing Director Asia Pasifik di Akamai Technologies Parimal Pandya mengatakan hasil penelitian IDC ini mengungkap bagaimana bisnis di Asia Pasifik mengadopsi infrastruktur berbasis edge yang lebih terdistribusi untuk memenuhi kebutuhan performa, keamanan, dan biaya beban kerja AI modern. 

    “AI hanyalah sekuat infrastruktur yang dijalankan,” kata Parimal.