Category: Bisnis.com Tekno

  • Serba-serbi Peluncuran Satelit Nusantara 5 yang Terbesar di Asia

    Serba-serbi Peluncuran Satelit Nusantara 5 yang Terbesar di Asia

    Bisnis.com, FLORIDA – Satelit Nusantara Lima milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tengah meluncur menuju orbit setelah pelepasan menggunakan Falcon 9 di SpaceX berhasil dilakukan. Satelit terbesar di Asia dengan bendera Indonesia itu sempat melakukan empat kali percobaan untuk meluncur namun terhalang cuaca hingga faktor teknis. Bahkan dalam percobaan peluncuran ke-3, roket sebesar 7,8 ton itu harus dihentikan peluncurannya ke luar angkasa 30 detik sebelum jadwal.

    “Bukan main [senangnya hati], berkat doa semua [Satelit Nusantara Lima berhasil diluncurkan]. Setelah wingsnya dibuka, maka perlu 145 hari menuju orbit. Titik aman 3 minggu dari sekarang,” kata Adi Rahman Adiwoso, CEO PSN pada Kamis, (11/9/2025) waktu Florida Amerika Serikat alias Jumat (12/9/2025) pagi di Tanah Air.

    Sosok yang dinobatkan sebagai Bapak Satelit Indonesia itu menyebut Nusantara Lima akan melayani kebutuhan Indonesia dengan teknologi satelit dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, sebagian kapasitas akan dimanfaatkan oleh Filipina dan Malaysia.

    1. Nusantara Lima Mengorbit pada Peluncuran ke-4

    Satelit Nusantara Lima pada tahap awal, diinformasikan oleh SpaceX diluncurkan pada 8 September 2025 pada pukul 20.02 waktu setempat. Akan tetapi, hingga batas akhir peluncuran pukul 22.02 waktu Florida, satelit Nusantara Lima tidak mendapatkan izin terbang karena terjadi petir dan tumpukan awan cumulonimbus.

    “Kita bisa lihat di sini [Cape Canaveral] hujan turun. Dan kita lihat ada kilat beberapa. Memang itu standard operating procedure bahwa kalau ada kilat dan [awan] cumulonimbus itu [peluncuran satelit] harus dijadwal tapi karena window-nya [waktu terbaik peluncuran] sudah selesai pukul 22.02 maka dipindahkan 1 hari. Karena tidak bisa lebih dari 22.02,” katanya di arena pemantauan peluncuran SpaceX di Florida, Amerika Serikat.

    Kondisi lebih baik terjadi pada percobaan peluncuran ke-2. Nusantara Lima telah menyelesaikan pengisian bahan bakar dan menyalakan mesin. Akan tetapi, 30 detik sebelum roket Falcon 9 meluncur, otoritas udara Amerika menyatakan peluncuran tidak dapat dilakukan.

    “Jadi 30 detik itu, mereka harus dapat clearance weather dari Air Force. Nah, mereka tidak memberikan clearance pada detik-detik terakhir. Mereka mengatakan terlalu risiko, jadi diberhentikan,” kata Adi, Selasa (9/9/2025) malam waktu setempat.

    Selanjutnya pada percobaan peluncuran ke-3, SpaceX meminta perpanjangan waktu. Pembatalan peluncuran saat detik terakhir membuat perusahaan roket milik orang terkaya di dunia Elon Musk itu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem operasi dan saluran bahan bakar.

    Peluncuran akhirnya dilakukan dengan sempurna pada percobaan peluncuran ke-4. Jadwal penerbangan yang disiapkan dari pukul 19.58 pada satu jam awal masih menunggu pergeseran awan. Hingga akhirnya pada pukul 21.56 waktu Florida, roket mendapatkan konfirmasi meluncur.

    “Menakjubkan” kata Satrio Adiwicaksono, Project Director Satelit Nusantara Lima dari Florida, Kamis (11/9/2025) malam atau Jumat pagi di Tanah Air.

    2. Gunakan Teknologi Boeing

    Proyek Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas bandwidth lebih dari 160 gigabit per detik (Gbps) dengan usia operasional mencapai lebih dari 15 tahun. Satelit ini menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) berbasis Ka-Band, dilengkapi XIPS Electrical Thruster, serta Gen 7 Channelizer dengan manufakturnya dikerjakan oleh Boeing Satellite Systems International, Inc.

    Dengan bobot peluncuran sekitar 7.800 kilogram, satelit ini dibangun dengan platform Boeing 702MP dan ditempatkan pada slot orbit 113 derajat bujur timur.

    3. Telan Biaya Investasi Termurah Capai Rp7,5 Triliun

    Total investasi yang digelontorkan untuk satelit Nusantara Lima mencapai Rp7,5 triliun atau sekitar Rp1 triliun kurang per ton. CEO PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut dengan teknologi yang ditanamkan maka Nusantara Lima akan menjadi salah satu satelit paling efisien yang tersedia di pasar. Dia menyebut, untuk membangun stasiun bumi dengan teknologi yang ditanamkan ini hanya membutuhkan beberapa juta rupiah.

    Pembiayaan untuk Nusantara Lima sendiri sebagian besar berasal dari internal pemegang saham. Sedangkan 25% lainnya berasal dari lembaga keuangan yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sedangkan asuransi yang digunakan dari Tanah Air adalah Sinar Mas.

    4. Merupakan Satelit Merah Putih yang Dibangun Swasta

    Satelit Nusantara Lima merupakan satelit milik perusahaan swasta PT Pasifik Satelit Nusantara. Pelaku usaha satelit sejak era 1990-an ini memulai bisnis dari modal disetor Rp40 juta. Adi menyebutkan, perusahaan pada tahap awal membeli satelit milik Telkom yang hendak dijual murah US$50.000 kepada pihak asing. Sebagai anak negeri yang memahami teknologi satelit, Adi bersama mitra kemudian nekat membeli satelit bekas itu.

    “Ada beberapa perbaikan yang dibutuhkan, setelah dihitung-hitung tidak besar,” katanya.

    Memulai startup satelit bermodal awal Rp40 juta, bisnis awal satelit itu kemudian menghasilkan pendapatan US$40 juta. PSN kemudian berkembang menjadi perusahaan satelit swasta terbesar di Tanah Air dan memiliki stasiun bumi dari ujung barat hingga timur Indonesia.

    “Total satelit yang sudah kita miliki ada puluhan sejak pertama kali,” katanya.

  • Serba-serbi Peluncuran Satelit Nusantara 5 yang Terbesar di Asia

    Serba-Serbi Peluncuran Satelit Nusantara 5, Kapasitas Terbesar di Asia Milik PSN

    Bisnis.com, FLORIDA – Satelit Nusantara Lima milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tengah meluncur menuju orbit setelah pelepasan menggunakan Falcon 9 di SpaceX berhasil dilakukan. Satelit terbesar di Asia dengan bendera Indonesia itu sempat melakukan empat kali percobaan untuk meluncur namun terhalang cuaca hingga faktor teknis. Bahkan dalam percobaan peluncuran ke-3, roket sebesar 7,8 ton itu harus dihentikan peluncurannya ke luar angkasa 30 detik sebelum jadwal.

    “Bukan main [senangnya hati], berkat doa semua [Satelit Nusantara Lima berhasil diluncurkan]. Setelah wingsnya dibuka, maka perlu 145 hari menuju orbit. Titik aman 3 minggu dari sekarang,” kata Adi Rahman Adiwoso, CEO PSN pada Kamis, (11/9/2025) waktu Florida Amerika Serikat alias Jumat (12/9/2025) pagi di Tanah Air.

    Sosok yang dinobatkan sebagai Bapak Satelit Indonesia itu menyebut Nusantara Lima akan melayani kebutuhan Indonesia dengan teknologi satelit dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, sebagian kapasitas akan dimanfaatkan oleh Filipina dan Malaysia.

    1. Nusantara Lima Mengorbit pada Peluncuran ke-4

    Satelit Nusantara Lima pada tahap awal, diinformasikan oleh SpaceX diluncurkan pada 8 September 2025 pada pukul 20.02 waktu setempat. Akan tetapi, hingga batas akhir peluncuran pukul 22.02 waktu Florida, satelit Nusantara Lima tidak mendapatkan izin terbang karena terjadi petir dan tumpukan awan cumulonimbus.

    “Kita bisa lihat di sini [Cape Canaveral] hujan turun. Dan kita lihat ada kilat beberapa. Memang itu standard operating procedure bahwa kalau ada kilat dan [awan] cumulonimbus itu [peluncuran satelit] harus dijadwal tapi karena window-nya [waktu terbaik peluncuran] sudah selesai pukul 22.02 maka dipindahkan 1 hari. Karena tidak bisa lebih dari 22.02,” katanya di arena pemantauan peluncuran SpaceX di Florida, Amerika Serikat.

    Kondisi lebih baik terjadi pada percobaan peluncuran ke-2. Nusantara Lima telah menyelesaikan pengisian bahan bakar dan menyalakan mesin. Akan tetapi, 30 detik sebelum roket Falcon 9 meluncur, otoritas udara Amerika menyatakan peluncuran tidak dapat dilakukan.

    “Jadi 30 detik itu, mereka harus dapat clearance weather dari Air Force. Nah, mereka tidak memberikan clearance pada detik-detik terakhir. Mereka mengatakan terlalu risiko, jadi diberhentikan,” kata Adi, Selasa (9/9/2025) malam waktu setempat.

    Selanjutnya pada percobaan peluncuran ke-3, SpaceX meminta perpanjangan waktu. Pembatalan peluncuran saat detik terakhir membuat perusahaan roket milik orang terkaya di dunia Elon Musk itu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem operasi dan saluran bahan bakar.

    Peluncuran akhirnya dilakukan dengan sempurna pada percobaan peluncuran ke-4. Jadwal penerbangan yang disiapkan dari pukul 19.58 pada satu jam awal masih menunggu pergeseran awan. Hingga akhirnya pada pukul 21.56 waktu Florida, roket mendapatkan konfirmasi meluncur.

    “Menakjubkan” kata Satrio Adiwicaksono, Project Director Satelit Nusantara Lima dari Florida, Kamis (11/9/2025) malam atau Jumat pagi di Tanah Air.

    Satelit Nusantara 5 yang dimiliki PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meluncur dari Florida, Amerika Serikat pada Kamis, 11 September 2025 dengan menggunakan roket milik SpaceX, Falcon 9./Istimewa-PSN. 

    2. Gunakan Teknologi Boeing

    Proyek Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas bandwidth lebih dari 160 gigabit per detik (Gbps) dengan usia operasional mencapai lebih dari 15 tahun. Satelit ini menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) berbasis Ka-Band, dilengkapi XIPS Electrical Thruster, serta Gen 7 Channelizer dengan manufakturnya dikerjakan oleh Boeing Satellite Systems International, Inc.

    Dengan bobot peluncuran sekitar 7.800 kilogram, satelit ini dibangun dengan platform Boeing 702MP dan ditempatkan pada slot orbit 113 derajat bujur timur.

    3. Telan Biaya Investasi Termurah Capai Rp7,5 Triliun

    Total investasi yang digelontorkan untuk satelit Nusantara Lima mencapai Rp7,5 triliun atau sekitar Rp1 triliun kurang per ton. CEO PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut dengan teknologi yang ditanamkan maka Nusantara Lima akan menjadi salah satu satelit paling efisien yang tersedia di pasar. Dia menyebut, untuk membangun stasiun bumi dengan teknologi yang ditanamkan ini hanya membutuhkan beberapa juta rupiah.

    Pembiayaan untuk Nusantara Lima sendiri sebagian besar berasal dari internal pemegang saham. Sedangkan 25% lainnya berasal dari lembaga keuangan yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sedangkan asuransi yang digunakan dari Tanah Air adalah Sinar Mas.

    Satelit Nusantara 5 yang telah ditegakkan sebelum peluncuran dari Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Satelit milik Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini diantarkan ke orbit menggunakan roket yang dapat digunakan kembali Falcon 9 dari SpaceX./Istimewa-PSN. 

    4. Merupakan Satelit Merah Putih yang Dibangun Swasta

    Satelit Nusantara Lima merupakan satelit milik perusahaan swasta PT Pasifik Satelit Nusantara. Pelaku usaha satelit sejak era 1990-an ini memulai bisnis dari modal disetor Rp40 juta. Adi menyebutkan, perusahaan pada tahap awal membeli satelit milik Telkom yang hendak dijual murah US$50.000 kepada pihak asing. Sebagai anak negeri yang memahami teknologi satelit, Adi bersama mitra kemudian nekat membeli satelit bekas itu.

    “Ada beberapa perbaikan yang dibutuhkan, setelah dihitung-hitung tidak besar,” katanya.

    Memulai startup satelit bermodal awal Rp40 juta, bisnis awal satelit itu kemudian menghasilkan pendapatan US$40 juta. PSN kemudian berkembang menjadi perusahaan satelit swasta terbesar di Tanah Air dan memiliki stasiun bumi dari ujung barat hingga timur Indonesia.

    “Total satelit yang sudah kita miliki ada puluhan sejak pertama kali,” katanya.

  • Ini 5 Modus yang Harus Diwaspadai untuk Hindari Penipuan Online!

    Ini 5 Modus yang Harus Diwaspadai untuk Hindari Penipuan Online!

    Bisnis.com, JAKARTA – Transaksi digital sudah menjadi bagian hidup sehari-hari, bahkan tidak sedikit masyarakat Indonesia sudah cashless alias tidak lagi menyediakan uang tunai untuk berjaga-berjaga.

    Tapi di balik kemudahannya, ancaman penipuan online juga semakin marak. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa setiap harinya terjadi sekitar 700-800 kasus penipuan online di Indonesia. 

    Adapun, Indonesia Anti-Scam Center (IASC) memperkirakan kerugian total akibat penipuan online di tanah air mencapai sekitar Rp4,6 triliun sepanjang November 2024 hingga Agustus 2025.

    Norman Sasono, Chief Technology Officer DANA Indonesia mengatakan, untuk mengantisipasinya dan agar masyarakat lebih waspada, berikut adalah lima modus cybercrime paling sering ditemui berdasarkan data dari DANA, sekaligus langkah-langkah untuk mengantisipasinya:

    1. Lindungi Akun dari Penipu 

    Penipu saat ini bisa dengan mudah mengambil alih akun atau phising. Modus ini terjadi ketika pelaku berhasil menguasai akun digital korban, mulai dari media sosial hingga dompet digital, yang biasanya dilakukan lewat phishing, malware, atau kebocoran data. 

    Pelaku kemudian bisa mengganti kata sandi dan mengambil kendali penuh atas akun. Korban bisa mengalami kerugian finansial maupun penyalahgunaan identitas. 

    Maka, penting untuk selalu berhati-hati mengklik tautan, memeriksa keaslian situs, menggunakan kata sandi berbeda di tiap akun, serta aktifkan keamanan berlapis. 

    2. Waspadai Transaksi Palsu dengan Bukti Transfer Palsu

    Jika Anda adalah seorang pedagang atau pembeli online, pasti tidak asing dengan modus transaksi bodong, yang terjadi ketika pelaku mengirim bukti transfer atau resi palsu untuk mendesak pengiriman. 

    Cegah hal ini dengan memastikan pembayaran lewat kanal resmi, mengecek reputasi penjual lewat ulasan pembeli sebelumnya, serta verifikasi informasi kontak. 

    Hindari tergesa-gesa mengirim barang atau melakukan pembayaran sebelum menerima konfirmasi; waspadai bukti transfer atau resi yang mencurigakan, dan jika masih ragu, konsultasikan langsung dengan pihak terkait atau ahli untuk memastikan keamanan transaksi.

    3. Jangan Mudah Tergiur Hadiah Tanpa Usaha, Bisa Jadi Penipuan!

    Saat ini banyak SMS notifikasi Anda menang hadiah banyak. Hal ini memang menarik, tapi belum tentu semuanya asli, apalagi jika Anda tak ikut lomba apa pun. 

    Penipu kerap mengirim tautan atau pesan palsu yang mengatasnamakan pihak resmi, lalu meminta transfer uang untuk “biaya administrasi” atau “pajak hadiah”. Sekali dituruti, mereka akan terus dimintai uang tambahan, padahal hadiahnya sebenarnya tidak ada. 

    Ingat, perusahaan resmi tidak akan meminta biaya di muka atau data pribadi yang membahayakan. Jika penipu berhasil mendapatkan data pribadimu, tidak menutup kemungkinan berbagai aplikasimu bisa dibobol. 

    Segera laporkan pesan mencurigakan ke kanal resmi, agar pihak terkait bisa menindaklanjuti, sekaligus membatasi ruang gerak penipu.

    4. Cermati Solusi Jasa Instan yang Berujung Merugikan

    Tawaran seperti pekerjaan online dengan gaji besar, pinjaman instan, hingga jasa isi ulang yang terlihat praktis, sering dimanfaatkan penipu untuk menyajikan layanan palsu atau ilegal. 

    Meski tampak profesional, korban bisa kehilangan uang atau bahkan data pribadi. Hindari jebakan ini dengan memeriksa legalitas dan reputasi penyedia jasa, pastikan untuk menggunakan platform atau mitra resmi dan sah untuk setiap layanan, dan tidak membagikan data pribadi, seperti KTP, selfie, atau nomor rekening, yang rawan disalahgunakan.

    5. Hati-hati dengan Agen Customer Service Palsu

    Penipu yang berpura-pura jadi agen customer service ini biasanya memalsukan kasus, membuatmu merasa perlu segera menanggapi dan bahkan merasa terbantu. 

    Di sinilah mereka memanfaatkan momen untuk menurunkan kewaspadaan korban, lalu meminta PIN, OTP, atau informasi sensitif lainnya untuk mengakses akunmu dan melakukan transaksi tanpa izin. 

    Untuk menghindari jebakan ini, selalu pastikan kamu hanya berinteraksi melalui kanal resmi perusahaan. Jangan pernah membagikan PIN, OTP, atau data pribadi, meskipun diminta secara mendesak. Jika ragu, segera matikan telepon atau sudahi chat, dan hubungi kontak resmi yang tertera di aplikasi atau situs perusahaan.

  • IndiHome, Biznet, Remala (DATA), hingga WIFI

    IndiHome, Biznet, Remala (DATA), hingga WIFI

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan internet berlomba menghadirkan internet terjangkau bagi masyarakat untuk mendorong misi pemerintah meningkatkan penetrasi fixed broadband yang saat ini masih di bawah 15%. Menemukan paket internet rumah seharga Rp100.000-an bukan hal yang sulit.

    Surge (WIFI)

    Surge menghadirkan paket internet seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps. Melalui produk Starlite, perusahaan  menghadirkan internet cepat yang ramah di kantong rakyat.

    Dalam wawancara dengan Bisnis, Direktur Utama Surge Yune Marketatmo mengatakan layanan internet seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps dijalankan sesuai dengan aturan pemerintah, dan komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan yang terjangkau. 

    “Tentu saja keputusan yang akan diambil mengikuti aturan pemerintah, serta fokus pada komitmen kami untuk menghadirkan internet berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Yune, dikutip Rabu (10/9/2025).

    Remala Abadi (DATA)

    PT Remala Abadi Tbk. (DATA) memiliki produk yang tidak kalah menarik. Melalui Nethome, Remala menawarkan paket up to 500 Mbps seharga Rp116.000 (sudah termasuk pajak). Selain itu, ada juga paket dengan harga Rp227.000 untuk kecepatan internet hingga 1 Gbps, yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. 

    “Kami ingin menjadi game changer,” kata CEO Remala Abadi Agus Setiono kepada Bisnis.

    Agus berharap dengan langkah ini penetrasi internet rumah dapat meningkat sehingga misi pemerintah dalam menggenjot internet cepat dengan harga terjangkau makin cepat terealisasi. 

    Sejauh ini layanan tersebut masih berada di Pulau Jawa, sebagai wilayah dengan infrastruktur dan adopsi digital paling matang di Indonesia. 

    Selain melalui harga murah, dalam mendorong produknya perusahaan juga melakukan sejumlah strategi pemasaran seperti memberikan user experience gratis selama 1 bulan kepada pelanggan, memperluas rantai distribusi dengan skema kerja sama bagi hasil dengan pihak ketiga, dan lain sebagainya. Adapun hingga kuartal I/2025, sebanyak 83.000 rumah telah terhubung dengan internet murah Remala Abadi.

    “Jawa kami bakal dahulukan. Nanti di kota-kota lain. Kami sudah nyambung juga ke Kalimantan,” kata Agus. 

    IndiHome

    IndiHome memiliki paket layanan internet murah bernama Eznet, yang hanya menyasar beberapa wilayah.. 

    Dilansir dari laman resmi, Telkomsel membanderol paket Eznet dengan kecepatan internet 10Mbps adalah Rp150.000/bulan untuk wilayah Jawa dan Bali, Rp170.000/bulan untuk wilayah Sumatra, dan Rp200.000/bulan untuk wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Harga belum termasuk PPN.

    EZnet by Telkomsel tersedia di seluruh wilayah Indonesia yang sudah mengadakan jaringan fixed broadband milik Telkomsel dengan mengacu pada kebijakan ketentuan area yang berlaku dari Telkomsel untuk ketersediaan layanan EZnet by Telkomsel.

    Biznet

    Paket Biznet Home termurah saat ini adalah Biznet Home 0D yang harganya mulai dari Rp175.000 per bulan untuk kecepatan hingga 65 Mbps. Biznet berkomitmen mendukung aktivitas digital seperti bekerja dan belajar dari rumah.

    Pada Juli 2025, Presiden Direktur & CEO Biznet, Adi Kusma, mengatakan layanan internet Biznet ini ditawarkan untuk sejumlah wilayah kota kecil.  Perusahaan belum memiliki rencana untuk menyediakan layanan di kisaran harga Rp100.000 per bulan secara nasional, untuk menghadapi persaingan yang makin ketat. 

    Meski demikian, Adi mengakui jika ada penyedia layanan yang mampu memberikan kualitas baik dengan harga Rp100.000, maka pelanggan tentu akan merasa lebih puas.

    “Bagi Biznet, kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam memberikan layanan kepada pelanggan,” kata Adi kepada Bisnis. 

  • Rusia Pakai Starlink untuk Operasikan Drone Militer, Dapat dari Pasar Gelap

    Rusia Pakai Starlink untuk Operasikan Drone Militer, Dapat dari Pasar Gelap

    Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asal Rusia, KB Valkyriya, memamerkan drone induk RD-8 yang dapat dikontrol melalui kanal radio konvensional, jaringan satelit Starlink, hingga jaringan seluler.

    Berdasarkan informasi di situs pengembang Rusia, seri drone yang ditawarkan mencakup RD-7, RD-8, RD-10, dan RD-12. Seluruh model tersebut dapat dikendalikan lewat Starlink atau jaringan seluler. 

    Adapun, pemanfaatan masif teknologi ini berpotensi mempermudah operasi drone bagi militer Rusia di wilayah belakang garis depan Ukraina, karena layanan Starlink tersedia di Ukraina, namun tidak di Rusia.

    Produsen membuat produk ini sebagai platform multi-guna, karena dapat berfungsi sebagai drone pengintai, drone induk (mothership), dan repeater, termasuk untuk drone pencegat (interceptor).

    Drone RD-8, yang dipresentasikan di pameran, diklaim sebagai drone untuk mendukung pasukan penyerang dan mengisolasi garis pertempuran hingga 150 km. Drone ini dirancang untuk menyisir area benteng pertahanan sebelum penyerangan menggunakan FPV.

    Drone ini memiliki lebar sayap 3,8 meter, dilengkapi dua motor listrik dan mesin hybrid, dengan tangki berkapasitas 5 liter bensin. Berat lepas landasnya 30 kg dalam konfigurasi pengintai dan 35 kg sebagai drone induk. 

    Durasi terbang drone itu masing-masing hingga 4,5 jam dan 3 jam, ketinggian maksimum hingga 3 kilometer dan jangkauannya hingga 150 km. Sementara itu, kecepatan jelajah 80 km per jam dan kecepatan maksimum 200 km per jam.

    Drone ini dapat membawa dua drone FPV dengan hulu ledak masing-masing seberat 3 kg. Drone pengintai ini dilengkapi dengan kamera siang dan malam. Kamera siang hari memiliki zoom 30x, dan kamera malam hari memiliki pencitraan termal dengan matriks 640×512 piksel.

    Pasar Gelap Starlink

    Perlu diketahui, perusahaan atau individu Rusia tidak diizinkan menjual Starlink, namun ada pasar gelap yang menyelundupkannya untuk memenuhi kebutuhan militer dan warga sipil Rusia.

    Melansir situs resmi Ukraina, penjualan terminal Starlink untuk pengguna Rusia marak dilakukan lewat aplikasi Telegram. Di salah satu grup, perangkat beserta koneksi ditawarkan seharga sekitar US$1.000. Penjual bahkan memberikan panduan gratis cara menghindari pemblokiran, lengkap dengan video testimoni tentara Rusia yang sudah menggunakan layanan tersebut.

    Untuk keperluan registrasi, para penyedia mencari orang yang bersedia ‘meminjamkan’ data identitas. Menurut percakapan di grup Telegram, membeli sekaligus mendaftarkan terminal di luar negeri bukanlah hal sulit. Umumnya, pembelian dilakukan di Eropa dan barang dikirim melalui Uni Emirat Arab.

    Namun, ada sejumlah peringatan bagi pembeli. Salah satu grup menekankan agar terminal tidak diaktifkan di wilayah Rusia karena berisiko langsung diblokir. Pemasok lain juga mengingatkan bahwa perangkat yang dibeli di Uni Eropa bisa terblokir otomatis setelah 90 hari penggunaan.

    Meski begitu, pedagang menawarkan solusi alternatif, yakni terminal didaftarkan dengan menggunakan data Ukraina. Dengan cara ini, risiko pemblokiran dianggap lebih kecil dan perangkat tetap bisa dipakai untuk mendukung operasi di lapangan.

  • Spyware Serang Pengguna iPhone, Jurnalis

    Spyware Serang Pengguna iPhone, Jurnalis

    Bisnis.com, JAKARTA — Apple memperingatkan pelanggannya soal serangan spyware canggih yang menargetkan pengguna iPhone di Prancis dan seluruh dunia.

    Data Business of Apps menyebut jumlah pengguna iPhone di seluruh dunia sekitar 1,4 miliar atau 30% dari total smartphone yang beredar di bumi.

    Peringatan ini dikonfirmasi oleh otoritas keamanan siber Prancis (CERT-FR di bawah ANSSI), menyusul serangkaian “Apple Threat Notification” yang dikirim pada 5 Maret, 29 April, 25 Juni, dan terakhir 3 September 2025 ke sejumlah pengguna dengan status dan jabatan strategis—mulai dari jurnalis, politisi, aktivis, pejabat tinggi hingga anggota manajemen sektor-sektor kritis.

    Dilansir dari Bleeping Computer, Jumat (12/9/2025) CERT-FR dan Apple menyebut serangan “mercenary spyware” ini sangat canggih, memanfaatkan celah zero-day yang memungkinkan perangkat dikompromikan tanpa interaksi pengguna.

    Apple menegaskan bahwa laporan serangan semacam ini sering kali tidak bisa ditelusuri ke pelaku atau negara tertentu. Namun, perangkat yang menerima notifikasi resmi Apple berarti sudah ditargetkan dan kemungkinan telah ditembus, menempatkan data dan aktivitas korban dalam risiko serius menurut laporan AInvest.

    Salah satu serangan yang terdeteksi bulan lalu bahkan melibatkan kerentanan yang dikaitkan dengan WhatsApp zero-click serta eksploitasi flaw kritis di software iOS (CVE-2025-43300 dan CVE-2025-55177).

    Apple dan WhatsApp segera merilis update darurat serta menghimbau pengguna untuk melakukan reset perangkat, mengaktifkan Lockdown Mode, serta meminta bantuan forensik ke Digital Security Helpline milik Access Now.

    Pegasus, Predator, Graphite, dan Triangulation disebut sebagai contoh spyware yang kerap digunakan dan menjadi biang keladi berbagai skandal pengintaian dunia, dari aktivis hingga pejabat tertinggi. Kasus Presiden Emmanuel Macron yang pada 2021 mengganti nomor akibat serangan Pegasus menambah panjang daftar korban elite yang dipantau spyware berdaya komersial tinggi.

    Para analis keamanan mendesak agar korban tidak sembarangan reset atau update perangkat sendiri—karena bisa menghilangkan bukti forensik—dan sebaiknya langsung menghubungi tim siber resmi atau laboratorium keamanan independen.

    Hingga kini, Apple menyebut telah mengirim notifikasi serupa ke pengguna di 150 negara dan memperkuat sistem pertahanan, mulai dari BlastDoor hingga Lockdown Mode, serta menjalankan respons keamanan cepat saat ditemukan exploit baru.

    Problemnya, pasar spyware tetap “subur” karena permintaan dari negara dan organisasi yang mengincar data para tokoh strategis maupun sipil—menjadikan ancaman ini bukan barang langka, melainkan sudah jadi norma baru dalam keamanan digital.

    Techcrunch melaporkan Prancis dan Uni Eropa sendiri sudah mendesak penguatan regulasi, transparansi vendor, serta perlindungan HAM digital lebih ketat. Namun penyebaran spyware elite tetap sulit dihentikan selama insentif dan rahasia industri masih tinggi—dan Apple serta platform lain hanya bisa bertindak sejauh deteksi dan mitigasi yang mereka miliki.

  • LAPORAN DARI FLORIDA AS:  Menakjubkan, Satelit Nusantara 5 Resmi Meluncur ke Orbit

    LAPORAN DARI FLORIDA AS:  Menakjubkan, Satelit Nusantara 5 Resmi Meluncur ke Orbit

    Bisnis.com, JAKARTA – Satelit Nusantara Lima telah resmi meluncur ke angkasa. Satelit berbendera merah putih itu akan menuju orbit 113 dalam empat bulan ke depan.

    “Menakjubkan” kata Satrio Adiwicaksono, Project Director Satelit Nusantara Lima dari Florida, Kamis (11/9/2025) malam atau Jumat pagi di Tanah Air.

    Satelit Nusantara Lima dijadwalkan terbang mulanya pada Senin, 8 September 2025. Meski demikian penerbangan terus tertunda karena faktor cuaca.

    Satelit Nusantara Lima siap mengorbit sebagai salah satu satelit komunikasi dengan kapasitas terbesar di Asia saat ini. Satelit ini memiliki kapasitas lebih dari 160 gigabit per detik (Gbps) untuk memenuhi kebutuhan akses digital di kawasan.

    Satelit yang diproduksi oleh Boeing Satellite Systems International Inc. ini menggunakan platform Boeing 702MP dengan bobot peluncuran sekitar 7,8 ton. Nusantara Lima dirancang memiliki masa operasi lebih dari 15 tahun dengan dukungan Ka-Band VHTS, XIPS Electrical Thruster, serta Gen 7 Channelizer.

    Menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Florida, Amerika Serikat, satelit ini menempati slot orbit 113 derajat bujur timur. Nusantara Lima disebut sebagai satelit dengan kapasitas terbesar di Asia saat ini, sekaligus memperluas jangkauan layanan internet di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

    Dari sisi jangkauan, satelit ini dilengkapi 101 user spot beams dengan 11 gateway yang didesain untuk mendistribusikan konektivitas secara merata, termasuk ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau infrastruktur darat.

    Satelit ini juga membawa muatan analog dan digital dengan teknologi channelizer, serta dilengkapi empat antena reflektor multi-spot yang memastikan kualitas sinyal lebih stabil.

  • LAPORAN DARI FLORIDA AS:  Menakjubkan, Satelit Nusantara 5 Resmi Meluncur ke Orbit

    LAPORAN DARI FLORIDA AS:  Menakjubkan, Nusantara 5 Resmi Meluncur ke Orbit

    Bisnis.com, JAKARTA – Satelit Nusantara Lima telah resmi meluncur ke angkasa. Satelit berbendera merah putih itu akan menuju orbit 113 dalam empat bulan ke depan.

    “Menakjubkan” kata Satrio Adiwicaksono, Project Director Satelit Nusantara Lima dari Florida, Kamis (11/9/2025) malam atau Jumat pagi di Tanah Air.

    Satelit Nusantara Lima dijadwalkan terbang mulanya pada Senin, 8 September 2025. Meski demikian penerbangan terus tertunda karena faktor cuaca.

    Satelit Nusantara Lima siap mengorbit sebagai salah satu satelit komunikasi dengan kapasitas terbesar di Asia saat ini. Satelit ini memiliki kapasitas lebih dari 160 gigabit per detik (Gbps) untuk memenuhi kebutuhan akses digital di kawasan.

    Satelit yang diproduksi oleh Boeing Satellite Systems International Inc. ini menggunakan platform Boeing 702MP dengan bobot peluncuran sekitar 7,8 ton. Nusantara Lima dirancang memiliki masa operasi lebih dari 15 tahun dengan dukungan Ka-Band VHTS, XIPS Electrical Thruster, serta Gen 7 Channelizer.

    Menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Florida, Amerika Serikat, satelit ini menempati slot orbit 113 derajat bujur timur. Nusantara Lima disebut sebagai satelit dengan kapasitas terbesar di Asia saat ini, sekaligus memperluas jangkauan layanan internet di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

    Dari sisi jangkauan, satelit ini dilengkapi 101 user spot beams dengan 11 gateway yang didesain untuk mendistribusikan konektivitas secara merata, termasuk ke wilayah yang selama ini sulit terjangkau infrastruktur darat.

    Satelit ini juga membawa muatan analog dan digital dengan teknologi channelizer, serta dilengkapi empat antena reflektor multi-spot yang memastikan kualitas sinyal lebih stabil.

  • Starlink Pegang Spektrum Frekuensi, Elon Musk Siap Gusur Operator Seluler

    Starlink Pegang Spektrum Frekuensi, Elon Musk Siap Gusur Operator Seluler

    Bisnis.com, JAKARTA – Elon Musk mengeklaim Starlink dapat menggabungkan internet rumah dengan jaringan seluler. Ini berarti membuka kemungkinan layanan satelit itu bisa menggantikan operator seluler.

    Hal ini disampaikan Musk sehari setelah perusahaannya, SpaceX, mengakuisisi spektrum nirkabel senilai US$17 miliar dari perusahaan telekomunikasi EchoStar.

    Dikutip dari CNET.com yang mengutip Musk dalam podcast All-In, orang terkaya dunia itu membuka kemungkinan terkait dengan salah satu cara untuk memperoleh lebih banyak spektrum adalah dengan langsung membeli Verizon.

    “Bukan hal yang mustahil. Saya kira itu bisa saja terjadi,” kata Musk, dikutip Bisnis dari CNET.com pada Kamis (11/9/2025).

    Namun, dia menekankan Starlink tidak akan membuat AT&T, T-Mobile, dan Verizon ‘gulung tikar’ dalam waktu dekat karena perusahaan-perusahaan itu masih memiliki spektrum nirkabel yang jauh lebih luas, yang digunakan untuk mengirim pesan teks, melakukan panggilan, dan streaming video.

    CEO SpaceX itu juga memaparkan rencana untuk memanfaatkan spektrum baru tersebut agar satelit Starlink dapat mengirim data langsung ke ponsel pelanggan. Dari total 8.140 satelit SpaceX yang mengorbit, 657 di antaranya adalah satelit direct-to-cell. Sisanya digunakan untuk layanan internet Starlink.

    “Ini semacam proyek jangka panjang. Hal ini akan memungkinkan SpaceX memberikan konektivitas berkapasitas tinggi langsung dari satelit ke ponsel. Namun, ada perubahan perangkat keras yang perlu dilakukan pada ponsel,” jelasnya.

    Adapun, untuk dapat menggunakan spektrum EchoStar, ponsel harus dilengkapi chipset yang kompatibel dengan frekuensi tersebut. Musk memperkirakan hal itu memerlukan waktu sekitar dua tahun.

    Sebagai informasi, SpaceX meluncurkan kemitraan dengan T-Mobile yang memanfaatkan satelit Starlink untuk menutup celah konektivitas di wilayah-wilayah tanpa sinyal di seluruh Amerika pada Juli 2025.

    Saat ini, pelanggan yang tergabung dalam layanan T-Satellite bisa mengirim SMS. Namun, mulai Oktober 2025 rencananya layanan ini akan diperluas untuk mendukung data di aplikasi pihak ketiga seperti AccuWeather, AllTrails, WhatsApp, dan X.

    Spektrum EchoStar yang baru pada dasarnya akan memperkuat kemampuan direct-to-cell Starlink secara signifikan, meski butuh waktu untuk mencapainya.

  • Google Bantah Kabar Dibayar Pemerintah Israel Tutupi Isu Kelaparan di Gaza

    Google Bantah Kabar Dibayar Pemerintah Israel Tutupi Isu Kelaparan di Gaza

    Bisnis.com, JAKARTA— Google membantah laporan yang menyebut perusahaan menerima bayaran dari Pemerintah Israel untuk menyebarkan propaganda di tengah meningkatnya kecaman internasional atas pengepungan dan penghancuran Jalur Gaza.

    Sebelumnya, beredar laporan bahwa Pemerintah Israel dilaporkan membayar Google sebanyak US$45 juta atau sekitar Rp741,9 miliar. 

    Dana tersebut disebut-sebut digunakan untuk menutup isu kelaparan yang dialami masyarakat Gaza dengan memanfaatkan iklan digital. 

    Google menegaskan informasi tersebut tidak benar. Perwakilan Google mengungkap dokumen yang menjadi dasar pemberitaan itu bukanlah perjanjian antara perusahaan dengan Pemerintah Israel.

    “Kami secara konsisten memastikan bahwa semua iklan mematuhi kebijakan kami,” ujar perwakilan Google kepada Bisnis pada Kamis (11/9/2025). 

    Melansir laman New Arab pada Selasa (9/9/2025) kabar Pemerintah  Israel membayar Google diungkap oleh investigasi Drop Site News awal pekan ini. 

    Menurut laporan tersebut, pembahasan di Knesset (parlemen Israel) mengenai kampanye hubungan masyarakat ini dimulai hanya beberapa jam setelah pemerintah Israel mengumumkan penghentian total pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya ke jalur Gaza pada 2 Maret 2025.

    Para anggota Knesset disebut lebih mengkhawatirkan citra Israel di mata dunia ketimbang kondisi kemanusiaan warga sipil Palestina yang terdampak.  Sejak kebijakan itu diterapkan, setidaknya 367 warga Gaza meninggal akibat kelaparan, termasuk 131 anak-anak. 

    Kontrak senilai US$45 juta tersebut diteken pada akhir Juni 2025 untuk sebuah kampanye iklan berdurasi enam bulan.  Saat itu, pasukan Israel gencar menyerang warga Palestina yang tengah berdesakan di lokasi distribusi bantuan yang dijalankan Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang justru kerap dicap negatif oleh pemerintah Israel. 

    Serangan udara ke kawasan sipil Gaza pun terjadi setiap hari. Kampanye ini diusulkan oleh Avichay Adraee, juru bicara militer Israel untuk dunia Arab, yang menyarankan agar diluncurkan kampanye digital untuk membantah adanya kelaparan. 

    “Kita bisa meluncurkan kampanye digital dalam konteks ini, untuk menjelaskan bahwa tidak ada kelaparan dan menyajikan data,” kata Adraee. 

    Salah satu iklan paling menonjol muncul di YouTube, platform berbagi video milik Google, yang memperlihatkan warga Palestina sedang menyiapkan dan memakan makanan. 

    Video tersebut diakhiri dengan kalimat, “Ada makanan di Gaza. Klaim lain adalah kebohongan.”

    Iklan itu tayang di tengah meningkatnya kecaman global terhadap kasus kelaparan dan gizi buruk di Gaza, serta hanya beberapa saat sebelum PBB secara resmi menyatakan terjadinya kelaparan di Kota Gaza dan wilayah sekitarnya.

    Selain dengan Google, pemerintah Israel juga dilaporkan membayar US$3 juta atau sekitar Rp49,5 miliar kepada platform media sosial X (sebelumnya Twitter) untuk kampanye serupa. 

    Mereka bahkan mendatangkan influencer asal Amerika Serikat ke Gaza untuk menyebarkan narasi pro-Israel, sementara jurnalis internasional dilarang masuk dan wartawan Palestina kerap menjadi target serangan. Meski berusaha membantah adanya kelaparan, sejumlah menteri Israel secara terbuka justru pernah menyerukan agar warga Gaza dibuat kelaparan. 

    “Menurut saya, mereka bisa dikepung. Tidak ada air, tidak ada listrik, mereka bisa mati kelaparan atau menyerah,” kata Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich. 

    Pernyataan senada juga datang dari Menteri Warisan Amichay Eliyahu yang menegaskan bahwa warga Palestina perlu dibuat kelaparan kecuali mereka mau meninggalkan Gaza.

    Langkah Israel menggandeng Google ini juga muncul setelah salah satu pendiri Google, Sergey Brin, menyebut PBB sebagai lembaga yang secara transparan antisemit usai Pelapor Khusus PBB, Francesca Albanese, mengkritik Google karena mendapat keuntungan dari agresi Israel dengan menyediakan layanan cloud bagi pemerintah Israel.