Category: Bisnis.com Tekno

  • Impian Sekjen Ariksa Aryo Djojohadikusumo Setelah Satelit Nusantara 5 Meluncur ke Orbit

    Impian Sekjen Ariksa Aryo Djojohadikusumo Setelah Satelit Nusantara 5 Meluncur ke Orbit

    Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Antariksa Indonesia (Ariksa) menyebut peluncuran Satelit Nusantara 5 menjadi titik baru bagi pelaku usaha dalam mendorong kemandirian luar angkasa Tanah Air.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ariksa Aryo PS Djojohadikusumo yang hadir dalam peluncuran Satelit Nusantara 5 menyebut PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sebagai perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki pengusaha Tanah Air. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian luar angkasa bukan hanya domain badan usaha milik negara (BUMN) dan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

    “Indonesia sebagai negara dengan tapak batas terbesar di area khatulistiwa, dengan teritori hak kedaulatan terbesar di khatulistiwa perlu berada di antariksa. Hari ini kita berbangga karena bertambah satu lagi armada satelit Indonesia. Ke depannya akan terus bertambah dan bukan hanya diluncurkan dari negara luar, tetapi juga dari Tanah Air,” kata Arto dari Florida, Amerika Serikat, Kamis (11/9/2025) waktu setempat atau Jumat (12/9/2025) pagi di Tanah Air.

    Aryo menyebut dengan pencapaian baru ini, Ariksa akan memperjuangkan hadirnya kawasan bandar udara antariksa di Tanah Air ke depannya. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat mengembangkan Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida sebagai kawasan ekosistem luar angkasa. Sejumlah perusahaan swasta yang berlomba menembus tepi langit seperti Blue Origin milik Jeff Bezos hingga SpaceX milik Elon Musk memiliki markas pengembangan di kawasan tersebut.

    Ia menekankan, kehadiran kawasan bandar udara antariksa selain meningkatkan perekonomian Indonesia juga akan menjadi sumber aspirasi dan inspirasi bagi anak-anak muda Tanah Air untuk mewujudkan mimpi menembus luar angkasa.

    Satelit Nusantara 5 milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meluncur mencapai orbit./Istimewa-PSN.

    Adi Rahman Adiwoso, CEO PSN yang juga Ketua Umum Ariksa, menyebut bahwa kemandirian dalam penguasaan orbit adalah sebuah keharusan. Ia mengingatkan adanya kutipan dari film dokumenter Wild Wild Space (2024) yang sangat relevan bagi dunia antariksa.

    “Whoever controls space, may very well control the future of humanity (Siapa pun yang menguasai teknologi antariksa, sangat mungkin akan menguasai masa depan umat manusia),” kata Adi dalam pernyataan terpisah.

    Menurut sosok yang berpengalaman dalam industri luar angkasa sejak era pra-Satelit Palapa 1 atau sejak 1974 itu, Indonesia harus mempertahankan kemandirian atas langitnya di sepanjang garis ekuator. Peluang hadirnya bandar udara antariksa di Biak, Papua, juga dinilai sangat menjanjikan secara bisnis.

    Adi mencontohkan, posisi Biak yang sangat dekat ke orbit ekuator memungkinkan peningkatan signifikan. Tanpa investasi baru, roket India yang hanya mampu mengangkat muatan 600 kilogram dapat ditingkatkan hingga 900 kilogram. Ia menyebut, secara kasar, untuk pengiriman material 1 kilogram ke luar angkasa dibutuhkan biaya sekitar US$12.000. Dengan demikian, terdapat tambahan penghematan hingga US$3,6 juta setiap peluncuran.

    “Saya gak usah koreksi alat [roketnya]. Itu mengurangi biaya sangat banyak. Belum lagi dari penghematan bahan bakar,” kata Adi.

    Ia menambahkan, dengan asumsi pengembangan bandar udara antariksa di Biak sebesar US$50 juta, hanya dibutuhkan 15 kali peluncuran untuk mengembalikan modal investasi. Sedangkan di sepanjang ekuator, dibutuhkan 50 hingga 70 satelit beroperasi secara berkesinambungan. Kawasan ini juga dihuni 12% penduduk bumi atau sekitar 1 miliar orang.

    “Itu legacy [bandar udara Antariksa] akan memberikan Indonesia kemampuan sangat strategis,” katanya.

  • Telkom Kembangkan Sistem Pertahanan Berbasis Satelit

    Telkom Kembangkan Sistem Pertahanan Berbasis Satelit

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), tengah mengembangkan sistem pertahanan berbasis satelit.

    Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) sebagai upaya memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pengembangan infrastruktur komunikasi dan digital berbasis satelit.

    Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir menegaskan penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret kolaborasi untuk membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri.

    “Kami percaya, kerja sama antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan kedaulatan digital sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara,” kata Honesti dalam keterangan resmi pada Jumat (12/9/2025).

    Dia menambahkan, konektivitas memegang peran penting dalam mendukung ketahanan nasional. Menurutnya, sebesar apa pun perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetap membutuhkan konektivitas. 

    Terlebih, dengan hampir 17.000 pulau, kebutuhan konektivitas di Indonesia bukan hanya urusan bisnis, melainkan juga bagian dari ketahanan nasional. Adapun, lingkup kerja sama dalam MoU ini mencakup penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2 untuk mendukung dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Selain itu, kedua pihak sepakat berkolaborasi dalam pengembangan, pembangunan, pengorbitan hingga pengoperasian satelit nasional yang mandiri dengan memanfaatkan konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).

    Kerja sama ini juga diarahkan pada pembangunan teknologi dan fasilitas strategis, antara lain command center, wahana peluncuran satelit nasional, pusat riset dan pengembangan, fasilitas produksi satelit nasional, serta pengembangan bisnis satelit di tingkat regional dan global. 

    “Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional,” kata Honesti. 

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, mengapresiasi sinergi antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero).

    “Terutama dalam menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” katanya.

  • Telkom Bidik 1 Juta Pelanggan Internet Rumah Baru per Tahun

    Telkom Bidik 1 Juta Pelanggan Internet Rumah Baru per Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — Telkom Indonesia (Persero) Tbk menargetkan penambahan pelanggan baru fixed broadband antara 800.000 hingga 1 juta pelanggan setiap tahun. 

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji mengatakan peluang pertumbuhan di bisnis fixed broadband masih sangat besar. 

    “Setiap tahun kami menargetkan penambahan pelanggan baru antara 800 ribu hingga 1 juta pelanggan baru,” kata Seno dalam Public Expose (Pubex) Live 2025 yang digelar secara daring pada Jumat (12/9/2025). 

    Seno menjelaskan, fokus Telkom saat ini adalah memperluas penetrasi ke pasar-pasar potensial dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru. 

    Selain menjaga pendapatan yang berkesinambungan melalui strategi bundling IndiHome dengan layanan digital lainnya, perseroan juga terus berinovasi dalam produk untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. 

    Menurutnya, bisnis Telkom Group saat ini masih didominasi oleh segmen consumer yang direpresentasikan oleh Telkomsel dengan kontribusi sebesar 72% dari pendapatan, melalui bisnis seluler dan fixed broadband. 

    Di segmen seluler, perseroan juga berfokus pada pertumbuhan produk bernilai tambah.

    “Kami melihat penyederhanaan varian produk dan starter pack membantu memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memilih paket telekomunikasi yang sesuai dan dipersonalisasi untuk meningkatkan retensi serta peningkatan kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan,” kata Seno. 

    Seno menuturkan, Telkom juga memperkuat strategi bundling dan cross-selling agar setiap pelanggan bisa memperoleh manfaat yang lebih lengkap dari layanan Telkom. 

    Dengan kombinasi pertumbuhan seluler dan fixed broadband, Telkom optimistis dapat menjaga profitabilitas dan memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

    “Dengan kombinasi pertumbuhan di seluler dan fixed broadband, Telkom Indonesia tetap optimis dapat menjaga profitabilitas sekaligus memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” tutur Seno.

    Pada semester I/2025, Telkom mencatat EBITDA sebesar Rp36,1 triliun dengan margin EBITDA 49,5%. Laba bersih tercatat Rp11 triliun, setara margin 15%, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan modal yang hati-hati.

    Belanja modal atau capex tercatat 13% dari pendapatan, turun dibandingkan periode sama tahun lalu 15,5%. 

    Penurunan ini berasal dari efisiensi renegosiasi dengan vendor dan penggunaan spesifikasi yang lebih tepat sasaran tanpa mengorbankan kualitas layanan. Dari sisi keuangan, rasio hutang terhadap EBITDA naik tipis dari 1x menjadi 1,2x, sementara hutang bersih terhadap EBITDA tetap stabil di 0,7x. 

    Adapun rasio hutang terhadap ekuitas berada di 57,2%, dengan hutang bersih terhadap ekuitas turun menjadi 33,8%.

  • Telkom Bakal Ekspansi Bisnis Data Center ke Johor, Rerata Utilisasi 76%

    Telkom Bakal Ekspansi Bisnis Data Center ke Johor, Rerata Utilisasi 76%

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana terus memperluas layanan komputasi dan bisnis data center dengan menyasar berbagai wilayah perbatasan termasuk Johor Bahru, Malaysia.

    Telkom berkomitmen memperkuat posisi sebagai pemain utama di bisnis infrastruktur digital nasional dan global dengan pengelolaan 35 data center yang terdiri dari 30 domestik dan 5 internasional. 

    Hingga September 2025, total kapasitas data center Telkom telah mencapai 48 megawatt (MW) dengan tingkat utilisasi rata-rata 76%.

    Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin mengatakan capaian ini merupakan pencapaian strategis karena menunjukkan fundamental bisnis digital Telkom yang terus tumbuh. 

    “Data center ini menjadi fondasi dalam mendorong ekosistem cloud, keamanan data, dan transformasi digital di berbagai sektor industri,” ujar Awaluddin, Jumat (12/9/2025).

    Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, mengatakan kebutuhan data center akan makin tinggi sejalan digitalisasi, cloud, keamanan data, serta tuntutan regulasi lokal yang mendorong lokalisasi data di Indonesia. 

    “Ke depannya sesuai dengan rencana kami bahwa memang data center ini konsep bisnisnya memang konsepnya adalah borderless.,” ungkap Honesti. 

    Honesti menjelaskan dengan konsep borderless dalam bisnis data center artinya Telkom akan menjalin kemitraan dengan pemain global yang punya teknologi serta permintaan internasional. 

    Dengan kolaborasi, Telkom menargetkan standar layanan yang setara operator kelas dunia dan memperluas cakupan hingga Asia Tenggara. 

    Telkom saat ini sudah mengelola data center 17MW di Singapura dan tengah mematangkan rencana ekspansi data center di Batam, Johor, hingga kawasan strategis perbatasan lain.

    “Kami lagi berekspansi untuk bisa melihat peluang pembangunan data center yang ada di sekitar boundary Asia Tenggara terutama yang di Indonesia, Batam, dan Singapura, dan Johor,” kata Honesti. 

    Merujuk pada laporan info memo, pendapatan Telkom dari bisnis komputasi awan dan data center pada semester I/2025 hanya Rp921 miliar. Secara total, pendapatan Telkom Group yang sebesar Rp71 triliun. 

  • Telkom (TLKM) Siap Transfer 50% Aset Portofolio ke Infranexia, Rampung Akhir 2025

    Telkom (TLKM) Siap Transfer 50% Aset Portofolio ke Infranexia, Rampung Akhir 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memastikan langkah strategis pemindahan aset infrastruktur tahap pertama ke Infranexia akan tuntas pada akhir 2025, dengan target transfer lebih dari 50% dari total portofolio aset infrastruktur perusahaan.

    Infranexia adalah brand dari PT Telkom Infrastruktur Indonesia yang fokus menyediakan jaringan dan layanan telekomunikasi melalui skema network sharing. Melalui perusahaan, aset-aset Telkom yang belum terutilisasi dengan maksimal akan dibuka untuk dipakai oleh perusahaan telekomunikasi lain.

    Direktur Strategic Business Development & Portofolio Telkom, Seno Soemadji, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi value unlocking dalam mendiversifikasi portofolio bisnis Telkom yang diharapkan akan menciptakan lompatan pertumbuhan dan value baru di masa mendatang.

    “Strategi kami tidak hanya terbatas pada optimalisasi segmen mobile, namun juga mendorong pengembangan portofolio infrastruktur yang lebih luas. Salah satu kunci penciptaan nilai jangka panjang adalah mengoptimalkan aset strategis yang menopang konektivitas digital nasional,” ujar Seno, Jumat (12/9/2025).

    Telkom, lanjutnya, telah menyiapkan Infranexia sebagai identitas baru dari bisnis pemilik dan pengelola aset fiber optik yang sebelumnya ada dalam struktur Telkom. Persiapan ini meliputi pemisahan aset secara legal, pengamanan aspek finansial, serta tata kelola yang menarik bagi investor jangka panjang.

    Siasat Telkom optimalisasi aset

    Proses review dan spin off aset dilakukan secara transparan dengan memastikan aspek integritas dan skalabilitas—sehingga setiap aksi bisnis, baik kemitraan, suntikan modal, maupun aksi korporasi ke depan dapat berlangsung optimal dan kredibel.

    Saat ini, utilisasi infrastruktur fiber Infranexia baru mencapai sekitar 40%, membuka ruang ekspansi masif untuk melayani permintaan pasar yang lebih luas. Level utilisasi tersebut dinilai sebagai peluang emas bagi Infranexia untuk mendorong monetisasi lebih agresif, baik dari grup Telkom sendiri, maupun melalui kerjasama dengan 1.300+ Internet Service Provider (ISP).

    Pengelolaan dua jalur bisnis—akses, agregasi, backbone, hingga aset pendukung lainnya—semua akan dilibatkan dalam transfer tahap pertama ini.

    “Tahap pertama aset transfer ke Infranexia ditargetkan selesai pada akhir 2025 ini setelah mendapat persetujuan pemegang saham. Transfer pada tahap pertama akan mencakup lebih dari 50% aset infrastruktur Telkom,” kata Seno.

    Dia menuturkan transformasi ini mempertegas visi Telkom menjadikan Infranexia bukan sekadar wadah asset passive, namun satu platform pertumbuhan dan inovasi besar yang mendukung roadmap digitalisasi dan nilai tambah jangka panjang bagi Telkom Group.

    Ke depannya, Infranexia diproyeksi menjadi mesin uang baru TLKM, berkat skala aset lebih dari Rp150 triliun yang siap dimonetisasi dan diekspansi untuk penopang ekonomi digital Tanah Air.

  • Telkom (TLKM) Operasikan 3 Satelit, Total Kapasitas 42 Gbps Sasar Wilayah 3T

    Telkom (TLKM) Operasikan 3 Satelit, Total Kapasitas 42 Gbps Sasar Wilayah 3T

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengoperasikan tiga satelit aktif dengan kapasitas lebih dari 42 gigabit per second (Gbps). 

    Wakil Direktur Utama Telkom Indonesia, Muhammad Awaluddin mengatakan infrastruktur ini menjadi salah satu penopang penting untuk menghadirkan layanan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optic.

    “Di segmen satelit, Telkom Grup mengoperasikan 3 satelit aktif dengan kapasitas lebih dari 42 gigabit per second [Gbps] yang menjadi penumpang penting untuk memperluas layanan hingga ke daerah 3T yang belum terjangkau jaringan fiber optic,” kata Awaluddin dalam Public Expose (Pubex) Live 2025 yang digelar secara daring pada Jumat (12/9/2025). 

    Selain tiga satelit aktif, Awaluddin mengatakan Telkom Group juga mengoperasikan lebih dari 44.000 menara telekomunikasi dan 280.000 BTS yang memberikan cakupan hingga 99% populasi Indonesia. 

    Selain itu, perusahaan juga ditopang jaringan backbone fiber optic sepanjang 179 ribu km yang setara dengan empat kali keliling bumi turut memperkuat konektivitas, mencakup lebih dari 500 kota di Indonesia, serta terkoneksi dengan 58 titik di 26 negara.

    Tak hanya itu, Telkom juga mengoperasikan 35 data center yang terdiri dari 30 domestik dan 5 internasional dengan total kapasitas 48 megawatt dan tingkat utilisasi rata-rata 76%. 

    “Data center ini menjadi fondasi dalam mendorong ekosistem cloud, keamanan data, dan transformasi digital di berbagai sektor industri,” kata Awaluddin.

    Awaluddin mengatakan dengan kombinasi menara, BTS, data center, satelit, dan jaringan kabel laut, Telkom Group tidak hanya memastikan konektivitas dalam negeri tapi juga posisi strategis di pasar global. 

    “Telkom Group tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tapi juga sebagai enabler ekosistem digital Indonesia. Kami yakin langkah ini akan memperkuat daya saing bangsa, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis digital di masa depan,” kata Awaluddin.

    Lebih lanjut, dia menegaskan transformasi Telkom bukan sekadar respons terhadap tekanan jangka pendek, melainkan komitmen jangka panjang yang terstruktur. Transformasi tersebut berlandaskan pada empat pilar strategis, yaitu unlocking value, penyederhanaan portofolio bisnis, reposisi strategis, serta keunggulan operasional dan layanan.

    Menurutnya, langkah ini akan memastikan Telkom tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berperan sebagai penggerak ekosistem digital nasional maupun global. 

    “Bersama-sama, keempat pilar ini membentuk peta jalan transformasi kami, berlandaskan disiplin strategis, berfokus pada hasil jangka panjang, dan sepenuhnya selaras dengan ambisi kami untuk menjadi digital enabler masa depan Indonesia,” katanya.

  • Apple Rilis iPhone 17 hingga iPhone 17 Air, saat yang Tepat untuk Ganti Handphone?

    Apple Rilis iPhone 17 hingga iPhone 17 Air, saat yang Tepat untuk Ganti Handphone?

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple baru saja memperkenalkan varian iPhone 17, iPhone 17 Air, dan iPhone 17 Pro pada Selasa (9/9/2025). Namun, banyak orang mungkin bertanya-tanya: apakah sekarang saat yang tepat untuk mengganti handphone? 

    Dilansir dari USA Today pada Jumat (12/9/2025), Apple klaim bahwa iPhone 17 akan memiliki pengaturan kamera baru dan opsi warna baru.

    Yang paling menonjol, iPhone anyar memiliki ketipisan sebesar 5.64mm, sedangkan pesaingnya, Samsung S25 Edge sebesar 5.8mm. iPhone 17 Pro memiliki pengaturan kamera dan opsi warna baru, yaitu deep blue, cosmic orange, dan silver.

    Pemesanan di depan atau pre-order iPhone 17 untuk pasar Amerika Serikat baru bisa dilakukan pada Jumat (12/9). Seri iPhone 17 tersebut mulai dikirim Jumat depan, seperti yang diungkap Apple pada website resminya.

    iPhone baru biasanya dilengkapi dengan peningkatan kamera dan prosesor, serta fitur baru untuk membuatnya lebih menarik. Salah satu contohnya iPhone 14 Pro memperkenalkan Dynamic Island, iPhone 15 memperkenalkan tombol Action, dan iPhone 16 menambahkan tombol Camera Control dan Apple Intelligence. Kini, iPhone 17 menambahkan iOS 26 serta Center Stage pada kamera depan.

    Secara keseluruhan, pembaruan iPhone dalam beberapa tahun terakhir relatif tak terlalu agresif. 

    Lantas, apakah Anda harus mengganti gadget dengan seri iPhone 17 yang baru saja dirilis?

    Perlu diingat, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membeli iPhone 17, iPhone 17 Air, atau iPhone 17 Pro. Anda bisa menundanya dan memikirkan kebutuhan serta kondisi keuangan Anda saat ini. 

    “Jika menunda membeli iPhone 17, setidaknya dapat membantu untuk memastikan apakah memilih perangkat terbaru atau model lama seperti iPhone 16 atau 15 dinilai sepadan. Lagi pula, jika perbedaannya tidak terlalu jauh, Anda mungkin bisa menghemat ratusan dollar AS dengan memilih model sebelumnya” tulis Abrar Al-Heeti, Reporter Teknologi Senior dalam CNET pada Minggu (7/9/2025)

    Ketidakpastian bertambah karena kebijakan Tarif Trump. Meskipun ponsel pintar dan komputer mendapat pengecualian tarif yang lebih luas dari Presiden Donald Trump, ia baru-baru ini mengatakan bahwa Apple tetap harus membayar tarif 25% untuk iPhone yang diproduksi di luar AS.

    Hal ini pasti akan menyebabkan kenaikan harga gawai tersebut. Namun, bahkan tanpa tarif Trump, iPhone diperkirakan akan mengalami kenaikan harga,

    “iPhone belum mengalami kenaikan harga selama lima tahun dan sudah waktunya untuk itu,” tulisnya. “Secara historis, itu adalah periode terpanjang yang pernah dilalui perusahaan tanpa kenaikan harga.” ungkap Patrick Holland, Manager Editor CNET, sekaligus pengamat iPhone, seperti yang dilansir dari CNET pada Jumat (12/9/2025).

    Jadi, kapan waktu terbaik untuk membeli iPhone baru?

    Tidak ada waktu “terbaik” yang pasti untuk membeli iPhone baru, karena harga relatif stabil sepanjang tahun, tetapi menjelang akhir tahun adalah pilihan yang menarik.

    Di saat itu, Apple biasanya memperkenalkan iPhone terbarunya. Di saat yang sama, operator seluler bersemangat menarik pelanggan baru dengan penawaran tukar tambah dan promosi yang melimpah. Bahkan jika tidak ingin iPhone versi terbaru, calon konsumen bisa mendapatkan versi lama iPhone dengan diskon setelah peluncuran iPhone 17.

    CNET merekomendasikan untuk upgrade ke ponsel terbaru jika ponsel Anda saat ini sudah lebih dari dua generasi, terutama jika ingin tetap mengikuti fitur terbaru seperti Apple Intelligence, meskipun konsumen masih bisa memaksimalkan pemakaian versi lama. (Stefanus Bintang Agni)

  • Volume Trasaksi E-Commerce Naik, Warga Cari Barang Murah di Shopee-TikTok Cs

    Volume Trasaksi E-Commerce Naik, Warga Cari Barang Murah di Shopee-TikTok Cs

    Bisnis.com, JAKARTA— Lonjakan transaksi yang terjadi di e-commerce dinilai sebagai upaya masyarakat mencari barang murah di tengah kondisi yang menantang. 

    Bank Indonesia (BI) mencatat belanja masyarakat lewat e-commerce masih kencang pada Januari–Juli 2025. 

    Secara volume, e-commerce tumbuh 6,64% secara bulanan (month-to-month/MtM) dan secara tahunan 16,89% (year-on-year/YoY) menjadi sebesar 466,93 juta transaksi. 

    Dari sisi nominal, nilai belanja online meningkat 6,41% secara bulanan. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, transaksi naik 2,32% dengan total mencapai Rp44,4 triliun. Rata-rata belanja per transaksi atau ticket size pun ikut naik menjadi sekitar Rp95.000.

    Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2025 dengan kontribusi 5,12% yoy. 

    BPS menyebut shifting belanja ke online menjadi motor penggerak konsumsi masyarakat.

    Ekonom Digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menjelaskan ada dua hal yang terlihat dari meningkatnya transaksi e-commerce. 

    Pertama adalah proses moving dari belanja offline ke online masih berlangsung pesat. 

    “Orang semakin ‘malas’ beli lewat toko offline. Toko offline hanya untuk lihat-lihat saja, belinya online. Maka muncul fenomena rohana dan rojali. Selain itu, belanja kebutuhan sehari-hari pun sudah pake egroceries seperti Alfagift dan Indomaret Klik,” kata Huda kepada Bisnis pada Jumat (12/9/2025).

    Kedua, lanjut Huda, daya beli masyarakat yang tertekan membuat konsumen cenderung memilih belanja online yang menawarkan harga lebih murah. 

    Ilustrasi e-commerce

    Kondisi ini, menurutnya, berkaitan erat dengan dompet masyarakat yang semakin menipis, sementara kebutuhan maupun keinginan tetap ada. Alhasil, mereka mencari alternatif barang secara online.

    “Terlebih dua platform besar masih bakar uang juga meskipun berkurang dan diambil dari ‘biaya’ seller,” imbuhnya.

    Namun demikian, Huda mengingatkan tren pertumbuhan e-commerce berpotensi menghadapi tantangan besar di masa depan. 

    Dia menilai, ketika regulasi perdagangan online diberlakukan setara dengan penjual offline, maka harga produk akan mengalami kenaikan akibat beban pajak dan biaya tambahan lain. 

    Di sisi lain, akses pendanaan yang semakin ketat membuat banyak platform mulai mengambil keuntungan dari seller, sehingga harga produk ikut terdorong naik.

    “Akibatnya harga dari seller akan meningkat. Jika permintaan turun, maka seller akan moving ke media sosial. Mereka akan lebih banyak berjualan via medsos,” katanya. 

    Dari sisi asosiasi, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Budi Primawan menilai tren positif ini sebagai bukti belanja online semakin menjadi kebiasaan masyarakat.

    “Kenaikan transaksi e-commerce dua digit sampai Juli 2025 menunjukkan belanja online makin jadi bagian dari keseharian masyarakat,” kata Budi. 

    Budi mengatakan pertumbuhannya didorong oleh literasi digital yang makin baik, promo tematik dari platform, kemudahan layanan pembayaran digital, dan jangkauan logistik yang makin luas. 

    Budi menambahkan fokus asosiasi menjaga agar pertumbuhan ini tetap sehat. Selain itu, mendorong perlindungan konsumen dan mekanisme komplain yang jelas.

    Pihaknya juga aktif membantu UMKM lewat program literasi digital, fasilitasi onboarding, advokasi kebijakan yang adil, dan promosi produk lokal supaya makin dikenal. 

    “Harapannya ekosistem e-commerce bisa tetap inklusif dan kompetitif bagi semua,” katanya.

  • Cara Bikin Foto Polaroid Gemini AI Dipeluk Idol K-Pop, Viral di TikTok

    Cara Bikin Foto Polaroid Gemini AI Dipeluk Idol K-Pop, Viral di TikTok

    Bisnis.com, JAKARTA— Tren baru kembali mewarnai dunia maya, khususnya di kalangan penggemar K-Pop. 

    Belakangan ini, beredar luas di media sosial foto-foto bergaya polaroid yang memperlihatkan seseorang tengah berpelukan dengan idolanya. 

    Dari penelusuran Bisnis di TikTok, hasil foto tersebut tampak begitu nyata hingga membuat banyak pengguna penasaran bagaimana cara membuatnya. Trik ini rupanya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) dari Gemini AI, sebuah platform berbasis gambar yang memungkinkan pengguna menggabungkan dua foto berbeda menjadi satu tampilan seolah-olah diambil langsung dari kamera polaroid.

    1757652322_16771acd-f5e4-48f9-9a2f-c364714c57c9.

    Beberapa kreator konten bahkan membagikan tips bagaimana cara mengedit foto tersebut, lengkap dengan prompt yang digunakan. Cara ini membuat siapapun bisa mendapatkan ilusi seolah-olah sedang dipeluk oleh idola K-Pop favoritnya.

    Berikut tutorial yang kini ramai beredar di media sosial:

        1.    Unduh Aplikasi Gemini AI

    Pengguna dapat mengunduh aplikasi Gemini AI atau mencarinya langsung melalui Google untuk versi berbasis web.

        2.    Pilih Dua Foto

    Siapkan dua foto yang akan digabung, yakni foto pribadi dan foto sang idola K-Pop pilihan.

        3.    Masukkan Perintah (Prompt)

    Di kolom perintah, tuliskan instruksi spesifik agar hasil foto terlihat natural. Misalnya:

    “Buatlah gambar yang diambil dengan kamera polaroid. Foto tersebut harus terlihat seperti foto biasa tanpa subjek atau properti yang jelas. Foto harus memiliki sedikit efek blur dengan sumber cahaya konsisten, seperti lampu kilat dalam ruangan gelap, yang tersebar di seluruh foto. Jangan ubah wajah. Ganti latar belakang di belakang kedua orang tersebut dengan tirai putih. Ekspresi keduanya saling berpelukan.”

        4.    Unduh Foto

    Setelah proses selesai, pengguna dapat mengunduh hasil foto yang sudah diedit dengan tampilan polaroid.

    1757652322_8b8c0a19-ed24-4044-a5f4-0f664320e1e7.

  • Pengusaha Seluler Berharap Menkeu Purbaya Kaji Kembali Ongkos Regulator Telko

    Pengusaha Seluler Berharap Menkeu Purbaya Kaji Kembali Ongkos Regulator Telko

    Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berharap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dapat menekan biaya regulasi telekomunikasi yang tinggi di Industri.

    GSMA melaporkan beban biaya regulasi saat ini bisa mencapai 12,2% dari pendapatan kotor operator seluler di Indonesia. 

    Angka ini mencerminkan pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk mematuhi berbagai aturan dan peraturan yang berlaku di industri telekomunikasi. 

    Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan rerata biaya regulasi global yang mencapai 7% dan rerata Asia Pasifik yang sekitar 8,7%.  

    Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, menegaskan penurunan biaya regulatory charges akan sangat membantu industri yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi investasi maupun ekspansi jaringan.

    “Ya semoga biaya regulatory charges diturunkan. Itu yang sangat membantu industri telekomunikasi saat ini,” kata Marwan kepada Bisnis, Jumat (12/9/2025).

    Sebelumnya, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) juga menyoroti pentingnya langkah konkret dari Menkeu baru untuk mendorong debottlenecking berbagai aturan yang selama ini menghambat pergerakan industri digital nasional. 

    Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menilai sektor digital merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai lini, sehingga membutuhkan dukungan kebijakan fiskal yang progresif.

    “Kami berharap Menkeu yang baru mulai memilih debottlenecking aturan yang menghambat industri digital bergerak. Saya yakin Menkeu sangat paham digitalisasi adalah enabler utama pertumbuhan ekonomi berbagai sektor,” kata Sarwoto. 

    Sarwoto menambahkan, industri digital sangat membutuhkan terobosan di bidang infrastruktur 5G, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga government technology (GovTech) yang membutuhkan dukungan insentif pemerintah. 

    Menurutnya, Mastel konsisten menyuarakan insentif berupa penurunan tarif, deferred payment, maupun keringanan formula agar beban regulasi, seperti biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi dan pungutan lain di tingkat pusat maupun daerah, dapat ditinjau ulang.

    Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025). Dalam perombakan tersebut, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa resmi menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan melalui Keputusan Presiden RI No. 86B/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

    Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan pada Senin (8/9/2025) pukul 16.00 WIB. Sementara itu, acara serah terima jabatan Menteri Keuangan dilakukan pada Selasa (9/9/2025) di Jakarta.