Category: Bisnis.com Tekno

  • Lebih dari 1 Miliar Pengguna Android Berada di Pusaran Serangan Siber

    Lebih dari 1 Miliar Pengguna Android Berada di Pusaran Serangan Siber

    Bisnis.com, JAKARTA — Ekosistem HP Android menghadapi krisis keamanan serius seiring dengan banyaknya jumlah perangkat yang menjalankan versi sistem operasi yang lama. 

    Menurut data dari StatCounter, lebih dari 30% ponsel Android di seluruh dunia tercatat masih menggunakan Android 13 atau versi yang lebih jadul.

    Kondisi ini menempatkan sekitar 1 miliar pengguna Android dalam posisi yang membahayakan. Pasalnya, perangkat-perangkat tersebut dipastikan tidak akan menerima pembaruan keamanan lagi untuk menangani ancaman siber terbaru yang muncul pada akhir tahun ini.

    Situasi ini menjadi mendesak setelah Google mengeluarkan peringatan terkait serangan siber yang mulai mengeksploitasi celah pada sistem Android. Dua kerentanan utama, yakni CVE-2025-48633 dan CVE-2025-48572, dilaporkan telah dimanfaatkan dalam beberapa kasus serangan.

    Sebagai informasi, CVE-2025-48633 merupakan celah pengungkapan informasi pada Android Framework yang memungkinkan peretas mengakses data terlarang. 

    Sementara itu, CVE-2025-48572 adalah kerentanan peningkatan tinggi yang dapat memberikan kendali sistem lebih dalam kepada aplikasi berbahaya.

    Google telah merilis perbaikan untuk celah-celah tersebut, namun terbatas hanya untuk pengguna Android 13, 14, 15, dan 16. Bagi miliaran pengguna pada versi di bawahnya, perbaikan keamanan tersebut dipastikan tidak akan pernah tiba.

    Spesialis keamanan seluler Zimperium memperingatkan bahwa fragmentasi OS ini adalah masalah kronis. Pada periode tertentu, lebih dari 50% perangkat seluler di seluruh dunia menjalankan versi OS yang sudah kedaluwarsa dan berisiko terinfeksi malware.

    Kesenjangan keamanan ini makin terlihat jika dibandingkan dengan ekosistem rivalnya. Sekitar 90% pengguna iPhone saat ini menjalankan versi sistem operasi terbaru yang didukung penuh oleh Apple dengan pembaruan serentak.

    Selain masalah dukungan versi, kecepatan distribusi patch oleh produsen perangkat (Original Equipment Manufacturer/OEM) juga menjadi kendala. Proses integrasi yang memakan waktu lama membuat perangkat yang masih didukung pun tetap berada dalam zona risiko untuk beberapa waktu.

    Analisis dari Security Boulevard menunjukkan bahwa distribusi yang bertahap ini menciptakan pola yang tidak nyaman bagi dunia bisnis. Kerentanan yang sudah didokumentasikan tetap dapat dieksploitasi pada jutaan perangkat hingga pembaruan benar-benar tersebar luas.

    Sebagai langkah perlindungan tambahan, Google memperkenalkan fitur Advanced Protection Mode. Fitur ini diklaim sebagai pertahanan paling kuat untuk melindungi ponsel dari pencurian, penipuan, hingga serangan siber tingkat tinggi.

    Namun, fitur perlindungan tingkat lanjut ini tidak aktif secara otomatis dan hanya tersedia bagi pengguna yang telah melakukan peningkatan ke sistem operasi terbaru. Hal ini kembali meninggalkan satu miliar pengguna sistem operasi yang lama tanpa proteksi tambahan tersebut. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Wi-Fi 8 Lebih Cerdas dan Andal

    Wi-Fi 8 Lebih Cerdas dan Andal

    Bisnis.com, JAKARTA — Generasi Wi-Fi 8 dinilai tidak akan fokus pada kecepatan maksimum layanan internet, melainkan membuat konektivitas lebih stabil, pintar dan andal, terutama saat jaringan ramai.

    Intel Fellow sekaligus Kepala Teknologi Nirkabel Carlos Cordeiro mengatakan Wi-Fi 8 tidak akan mengejar angka kecepatan tertinggi di atas kertas, melainkan memastikan kecepatan yang ada bisa benar-benar dirasakan secara konsisten oleh pengguna.

    “Maksud saya, jika Anda menggunakan titik akses (AP) dan perangkat Wi-Fi 7, dan Anda mendapatkan kecepatan data tertentu, lalu Anda menggantinya dengan perangkat Wi-Fi 8, Anda akan dapat memperoleh kecepatan data yang lebih tinggi di lokasi yang sama, pada jangkauan yang sama,” kata Carlos dikutip dari The Register, Senin (29/12/2025).

    Artinya, kata Carlos, meskipun kecepatan puncaknya mirip dengan Wi-Fi 7, Wi-Fi 8 akan terasa lebih lancar, terutama di tempat ramai seperti rumah dengan banyak perangkat, kantor, kampus, atau ruang publik. Masalah umum seperti Wi-Fi lemot saat banyak orang terhubung, panggilan video putus saat berpindah ruangan, atau game yang tiba-tiba lag ingin diperbaiki oleh Wi-Fi 8.

    Wi-Fi 8 juga akan lebih pintar mengatur prioritas. Jika di rumah ada orang rapat online, ada yang bermain game, dan ada yang menonton streaming, Wi-Fi 8 bisa mengenali mana aktivitas yang butuh respons cepat dan memberi prioritas lebih tinggi. Jadi, rapat tidak terganggu hanya karena orang lain sedang menonton video.

    “Bagaimana kita bisa mengatasi fakta bahwa beberapa perangkat sangat canggih, beberapa perangkat sangat murah, tetapi mereka berada dalam jaringan yang sama, dan Anda ingin memastikan bahwa perangkat murah tersebut tidak menyumbat saluran, sehingga semua orang dapat mengakses dan memanfaatkan spektrum dengan lebih baik,”

    Selain itu, Wi-Fi 8 dirancang agar perangkat murah tidak menghambat jaringan. Dalam satu jaringan sering ada campuran perangkat mahal dan murah. Wi-Fi 8 akan mengatur agar perangkat yang lebih lambat tidak “menyumbat” koneksi semua orang.

    Wi-Fi 8 juga akan membuat perangkat lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan teknologi ini, perangkat Wi-Fi dapat mendeteksi berbagai hal seperti jarak, arah, keberadaan orang, bahkan gerakan.

    Misalnya, laptop akan otomatis terkunci saat Anda menjauh, atau menyala saat Anda mendekat. Selain itu, saat Anda sedang mengikuti rapat online di laptop dan kemudian bergerak pergi, sesi rapat bisa berpindah secara otomatis ke ponsel Anda tanpa perlu melakukan apa-apa. Termasuk kontrol perangkat yang bisa dilakukan hanya dengan gerakan sederhana, memberikan kenyamanan lebih dalam berinteraksi dengan teknologi.

    Dari sisi teknis, Wi-Fi 8 meningkatkan cara pengiriman data agar lebih tahan gangguan, lebih sedikit error, dan lebih jarang harus mengirim ulang data. Access point juga bisa bekerja sama supaya tidak saling bertabrakan saat mengirim data, yang membuat jaringan lebih efisien.

    Keamanan juga ditingkatkan. Wi-Fi 8 akan lebih terlindungi dari serangan palsu seperti pemutusan koneksi ilegal, dan proses koneksi awal Wi-Fi akan dienkripsi dengan lebih baik.

    Meski membawa banyak peningkatan, Wi-Fi 8 tetap kompatibel dengan perangkat lama. Artinya, perangkat Wi-Fi 5, 6, atau 7 tetap bisa digunakan, hanya saja tidak menikmati fitur barunya.

    Tapi mohon bersabar karena Wi-Fi 8 sendiri masih akan hadir beberapa tahun ke depan, setelah proses sertifikasi selesai. (Nur Amalina)

  • Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah SSD yang Terasa Berjalan Lambat

    Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah SSD yang Terasa Berjalan Lambat

    Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja SSD (Solid State Drive) seringkali tidak sesuai harapan meskipun memiliki spesifikasi tinggi dan angka benchmark yang mengesankan. Mengapa demikian? 

    SSD adalah perangkat penyimpanan data berbasis memori flash NAND yang tidak memiliki bagian mekanik bergerak seperti HDD, sehingga lebih cepat, tahan guncangan, dan hemat daya. 

    Fungsi utamanya menyimpan, membaca, dan menulis data secara persisten bahkan tanpa daya listrik, dengan kecepatan akses hingga 8 kali lebih tinggi daripada HDD tradisional

    Salah satu alasan utama kenapa SSD Anda bisa terasa lambat adalah karena performa SSD itu sendiri sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

    Tidak seperti hard drive tradisional, SSD bekerja dengan teknologi flash yang melibatkan berbagai proses kompleks di balik layar, seperti pemeliharaan sistem dan interaksi dengan sistem operasi Anda. 

    Semua faktor ini mempengaruhi bagaimana SSD bekerja dan seberapa cepat ia dapat menulis atau membaca data. Saat faktor-faktor ini terganggu, bahkan SSD yang paling cepat sekalipun bisa terasa lebih lambat.

    Dikutip XDA Developers Senin (29/12/2025), dari salah satu penyebab umum adalah jika SSD Anda sudah hampir penuh. SSD memerlukan sedikit ruang kosong untuk bekerja dengan baik. Ketika kapasitasnya hampir penuh, SSD harus melakukan lebih banyak pekerjaan untuk menyimpan data baru.

    Ini disebabkan oleh proses yang disebut Write Amplification, di mana SSD harus membaca, menghapus, dan menulis ulang data dalam blok besar, yang menghabiskan lebih banyak waktu dan memperlambat kinerja. 

    Oleh karena itu, SSD membutuhkan sekitar 10-20% ruang kosong agar bisa berfungsi secara optimal, memberikan ruang bagi proses yang disebut garbage collection, yaitu proses pembersihan dan pengaturan ulang data saat SSD tidak sedang digunakan.

    SSD Anda juga bisa terasa lambat jika pengaturan sistem operasi tidak bekerja dengan baik. Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah apakah perintah TRIM diaktifkan.

    TRIM adalah perintah yang memberi tahu SSD blok data mana yang tidak lagi diperlukan, sehingga SSD bisa dengan lebih mudah menemukan ruang kosong dan menulis data baru. Jika TRIM tidak aktif, SSD harus melakukan proses pencarian ruang kosong yang lambat setiap kali ingin menulis data baru. 

    Dengan TRIM yang aktif, SSD dapat mengelola data lebih efisien dan mempercepat proses garbage collection, yang membantu menjaga SSD tetap cepat dan memperpanjang umur pakainya.

    Meskipun SSD Anda sudah dalam kondisi baik dan pengaturan sistem sudah tepat, masalah kinerja bisa disebabkan oleh usia SSD itu sendiri. 

    Seiring berjalannya waktu, cache SLC (Single Level Cell) yang digunakan oleh banyak SSD konsumen akan habis, dan SSD akan beralih ke memori NAND yang lebih lambat. 

    Ini bisa menyebabkan penurunan kinerja, terutama saat menulis data dalam jumlah besar. Selain itu, firmware SSD yang sudah usang juga dapat mempengaruhi kinerjanya. 

    Beberapa produsen SSD merilis pembaruan firmware untuk memperbaiki bug atau meningkatkan kinerja. Jadi, jika SSD Anda sudah cukup lama digunakan, pastikan untuk memeriksa apakah ada pembaruan firmware yang tersedia.

    Terakhir, ada beberapa faktor lain yang juga bisa mempengaruhi kecepatan SSD, seperti overheating (panas berlebih), pemasangan yang tidak tepat, serangan malware, atau pengaturan BIOS yang salah. Jika Anda sudah memeriksa hal-hal dasar seperti ruang kosong, TRIM, dan firmware, tetapi SSD Anda masih terasa lambat, mungkin faktor-faktor ini juga perlu diperiksa.

    Jika SSD Anda terasa lambat meskipun sudah memiliki spesifikasi tinggi, masalah umumnya bisa diperbaiki dengan memastikan ada ruang kosong yang cukup, mengaktifkan TRIM, dan memperbarui firmware. Jika masalah berlanjut, periksa faktor lain seperti overheating atau kerusakan perangkat keras. Dengan pemeliharaan yang tepat, SSD Anda bisa tetap berfungsi optimal. (Nur Amalina)

  • AI Dongkrak Bisnis Data Center pada 2025, Idpro: di Atas Ekspektasi

    AI Dongkrak Bisnis Data Center pada 2025, Idpro: di Atas Ekspektasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Data Center Provider Organization (Idpro) menyebut adopsi kecerdasan buatan (AI) telah mendorong pertumbuhan signifikan bisnis data center di Indonesia sepanjang 2025. Melebihi perkiraan mereka sebelumnya.

    Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (Idpro) Hendra Suryakusuma mengatakan saat ini sekitar 20 megawatt (MW) dari total kapasitas 420 MW data center Indonesia berasal dari beban kerja AI. Pencapaian tersebut melebihi proyeksi awal asosiasi yang sekitar belasan MW.

    Menurut Hendra, peningkatan ini terutama datang dari hyperscaler seperti Oracle Cloud, serta permintaan dari fintech dan layanan publik digital. Dia  juga mengatakan sejumlah pemain data center dalam negeri seperti BDX yang menyediakan colocation untuk AI, dan juga Lintasarta untuk Cloud Merdeka, juga berdampak pada pertumbuhan ini. 

    “Banyak operator data center kini membangun kapasitas baru di atas 40 kW per rak, beralih dari air cooling ke liquid cooling untuk menangani densitas tinggi AI,” kata Hendra kepada Bisnis, Senin (29/12/2025). 

    Sekadar informasi, Liquid cooling adalah teknologi pendinginan data center yang menggunakan cairan khusus untuk menyerap dan membuang panas dari komponen server seperti CPU dan GPU secara langsung, jauh lebih efisien daripada udara. Jenisnya meliputi direct-to-chip (cairan dialirkan ke pelat dingin di chip), immersion cooling (server direndam dalam cairan dielektrik non-konduktif), dan rear door heat exchanger.

    Data center modern, terutama untuk AI, menghasilkan panas ekstrem karena densitas tinggi hingga 100+ kW per rak. Panas ini hanya dapat diserap lewat liquid. Pasalnya, udara (Air Cooling) hanya serap panas 3.000 kali lebih lemah daripada cairan, sehingga air cooling gagal cegah overheating dan boros energi hingga 40% total daya. 

    Hendra menambahkan PLN memperkirakan kapasitas data center nasional mencapai 2,6 GW pada 2030 dari 500 MW saat ini, tapi belum termasuk beban AI berbasis GPU. 

    “Kapasitas data center tumbuhnya di angka 25%-30% menurut beberapa perusahaan riset,” kata Hendra. 

    Prospek dan Tantangan 2026

    Hendra optimistik bisnis data center masih bertumbuha pada 2026, dengan AI sebagai productivity tool yang bermanfaat bagi berbagai industri, dari firma hukum hingga akuntan publik. 

    Dia mengatakan banyak perusahaan kini bergantung pada AI. Bahkan konsultan top melakukan layoff karena AI gantikan fungsi auditor dan konsultan, sementara agentic AI dan generasi animasi berbasis AI semakin marak. Dampaknya akan meluas 2-3 tahun ke depan, ciptakan ekosistem developer AI lokal dan lapangan kerja masif di konstruksi data center.

    Adapun mengenai tantangan bisnis ini tahun depan, kata Hendra, adalah investasi pada pendinginan (liquid cooling wajib untuk densitas tinggi) dan panas yang dihasilkan dari pendingin tersebut.

    Era AI membuat data center makin panas, sehingga isu keberlanjutan menjadi sorotan di tengah kondisi yang makin tak menentu. Minimnya SDM yang siap AI, dan regulasi yang kurang fleksibel juga menjadi hambatan. 

    Di Indonesia, biaya impor dan pajak mencapai 15-17% dari total ongkos. Hal ini membuat Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang biaya impor dan pajaknya lebih rendah. 

    “Malaysia dan Thailand bebas duty, akhirnya investor pilih membangun di sana. TikTok bangun 300 MW di Johor Baru meski Indonesia pengguna terbesar dengan 120 juta user,” kata Hendra. 

    Hendra mengatakan untuk membuat sektor data center lebih terakselerasi, asosiasi telah berkomunikasi dengan Komdigi, Kemenkeu, hingga BKPM untuk meminta insentif fiskal. Asosiasi juga meminta kemudahan perizinan serta insentif untuk mendorong renewable energy di sektor data center. 

    “Domino efek dari kita memberikan insentif fiskal itu jauh lebih besar. Dibutuhkan political will,” kata Hendra. 

    Sebelumnya, Menurut laporan Mordor Intelligence, pasar datacenter Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 14% menjadi US$3,98 miliar pada 2028. Dari sisi kapasitas pun diproyeksikan meningkat dari kebutuhan saat ini, yang berada di 2.000MW.

    Salah pendorong pertumbuhan itu adalah adopsi AI yang berjalan cepat di Indonesia.

    Laporan Statista menyebut perkembangan AI di Indonesia diperkirakan tumbuh eksponensial hingga 2030, didorong transformasi digital, kebijakan nasional, dan adopsi sektor swasta. Pasar AI diprediksi capai US$2,97 miliar pada 2025 dengan CAGR 18,3% hingga 2031, kontribusi hingga 12% terhadap PDB nasional.

  • Sakit Hati Dipecat, Mantan Karyawan Hapus Seluruh Data Perusahaan di 180 Server

    Sakit Hati Dipecat, Mantan Karyawan Hapus Seluruh Data Perusahaan di 180 Server

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi informasi multinasional National Computer Systems (NCS) Singapura melaporkan insiden pembobolan sistem yang dilakukan oleh mantan karyawannya. 

    Pelaku yang menjabat sebagai konsultan cloud tersebut menghapus 180 server virtual atau peladen perusahaan setelah kontrak kerjanya diputus.

    NCS menyatakan bahwa peristiwa ini melibatkan seorang mantan karyawan kontrak yang pernah menjadi bagian dari tim yang mengelola sistem jaminan kualitas komputer di NCS. 

    Sistem ini terdiri dari lingkungan pengujian di mana program dan perangkat lunak baru diuji sebelum diluncurkan.

    “Karena kelalaian manusia dalam mengelola lingkungan pengujian mandiri, akses pelaku ke lingkungan pengujian tidak segera dihentikan setelah dia meninggalkan perusahaan,” kata NCS melansir dari CNA Senin (29/12/2025).

    Peristiwa ini bermula saat pelaku dipecat pada Oktober 2022 silam, namun akses administratif yang dimilikinya tidak segera dicabut oleh pihak perusahaan. Kelalaian prosedur ini dimanfaatkan pelaku untuk mengakses sistem internal NCS secara ilegal sebanyak enam kali sepanjang Januari 2023.

    Selama periode tersebut, pelaku diduga mempelajari infrastruktur sistem dan mencari celah keamanan untuk memastikan aktivitasnya tidak terdeteksi. Pelaku juga melakukan uji coba skrip penghapusan server secara bertahap sebelum melancarkan serangan utama.

    Dalam melancarkan aksinya, pelaku sengaja menyewa kamar bersama mantan rekannya di Singapura agar bisa menggunakan koneksi Wifi yang sama. Strategi ini digunakan untuk menyamarkan jejak digitalnya seolah-olah serangan berasal dari kredensial karyawan yang masih aktif.

    Puncak serangan terjadi pada Maret 2023 ketika pelaku mengeksekusi skrip khusus yang menghapus 180 server virtual satu per satu. Serangan ini dilakukan pada akhir pekan, sehingga manajemen NCS baru menyadari kerusakan masif tersebut pada hari Senin pekan berikutnya.

    Dampak finansial dari insiden ini diperkirakan mencapai lebih dari S$917,832 atau sekitar Rp 12 miliar untuk biaya penanganan dan pemulihan sistem. Atas tindakannya, pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan kepada pelaku pada Juni 2024.

    NCS juga telah menyampaikan mereka telah menerapkan proses dan kontrol yang ketat, serta akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan secara berkelanjutan.

    “Meskipun kejadian ini bersifat tunggal, NCS menerapkan kebijakan toleransi nol terhadap tindakan yang melanggar ketentuan seperti ini dan mengharapkan seluruh personel untuk bertindak dengan penuh integritas dan kejujuran,” ujar pihak NCS. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Peneliti AS Kembangkan Robot Terkecil di Dunia, Seukuran Butiran Garam

    Peneliti AS Kembangkan Robot Terkecil di Dunia, Seukuran Butiran Garam

    Bisnis.com, JAKARTA — Para peneliti berhasil mengembangkan robot terkecil di dunia seukuran butiran garam. Meskipun ukurannya sangat kecil, robot ini mampu merasakan, berpikir, dan bertindak secara otonom.

    Robot ini sangat kecil hanya seukuran sebutir garam, hingga dapat bertumpu pada tonjolan sidik jari manusia. Perangkat terkecil ini dapat bergerak secara otonom melalui cairan dan mengurangi volume desainnya hingga sekitar 10.000 kali lipat dibandingkan versi sebelumnya.

    Para peneliti di Universitas Pennsylvania dan Universitas Michigan berhasil memasang komputer, prosesor, memori, sensor, dan sistem penggerak ke dalam platform yang sangat kecil, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Platform ini hanya berfungsi saat terendam dalam cairan, tetapi mampu bergerak, merasakan, bertindak, dan melakukan perhitungan dengan menggunakan energi dari sel surya yang menghasilkan sekitar 100 nanowatt.

    Perangkat ini juga dapat mengukur suhu cairan tempatnya direndam dan menyampaikan pengukuran tersebut dengan melakukan gerakan kecil, mirip dengan cara lebah madu berkomunikasi.

    Insinyur nanorobotika dari Universitas Pennsylvania, Marc Miskin, menjelaskan bahwa ini merupakan langkah awal dalam pengembangan robot super kecil.

     “Ini sebenarnya baru bab pertama,…Kami telah menunjukkan bahwa Anda dapat memasukkan otak, sensor, dan motor ke dalam sesuatu yang hampir terlalu kecil untuk dilihat, dan membuatnya bertahan dan berfungsi selama berbulan-bulan.” Dilansir dari Sience Alert, Senin (29/12/2025).

    Robot ini mampu bertahan lebih lama dibandingkan robot mikro lainnya, bahkan dapat beroperasi selama berbulan-bulan. Namun, Miskin juga mengingatkan bahwa meskipun ini sudah pencapaian besar, masih banyak yang harus diperbaiki dan dikembangkan untuk aplikasi yang lebih beragam di masa depan.

    Sebelumnya, robot otonom terkecil yang pernah dikembangkan memiliki ukuran lebih besar dari 1 milimeter. Namun, pada ukuran sangat kecil ini hukum fisika bekerja dengan cara yang berbeda.

    Akhirnya, terobosan baru berhasil dilakukan dengan menggabungkan dua teknologi oleh komputer mikroskopis dari Universitas Michigan dan sistem penggerak khusus dari Universitas Pennsylvania.

    Mikrorobot ini tidak memiliki kaki atau bagian tubuh tradisional. Sebagai gantinya, aliran listrik yang dihasilkan oleh bagian kecil robot itu sendiri yang memungkinkannya bergerak.

    Robot kecil ini juga dilengkapi dengan komputer mini di dalamnya, yang bekerja bersama secara sinkron, mirip seperti kawanan ikan.

    Ilmuwan komputer di Universitas Michigan, David Blaauw, berpendapat bahwa pembuatan komputer seukuran ini membutuhkan cara baru dalam pemrograman dan desain semikonduktor. 

    Setelah lima tahun pengembangan, mereka berhasil menciptakan mikrorobot yang dapat bergerak bersama secara sinkron, yang berpotensi digunakan dalam aplikasi berbeda, termasuk di bidang kesehatan. (Nur Amalina)

  • Google Siapkan Fitur Penggantian Alamat Email, Begini Nasib Gmail Lama

    Google Siapkan Fitur Penggantian Alamat Email, Begini Nasib Gmail Lama

    Bisnis.com, JAKARTA — Google dikabarkan akan segera meluncurkan fitur penggantian alamat email @gmail.com secara bertahap bagi seluruh pengguna. 

    Melansir dari 9to5Google Senin (29/12/2025), rincian fitur ini pertama kali terdeteksi pada grup Telegram “Google Pixel Hub”. Informasi tersebut merujuk pada pembaruan laman dukungan resmi Google yang mulai menjabarkan mekanisme teknis perubahan alamat email tersebut.

    Sebelumnya, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini hanya mengizinkan perubahan alamat email bagi akun dengan domain pihak ketiga. Anehnya, rumor tentang fitur ini hanya tersedia di laman resmi Google versi bahasa Hindi. Belum ada pernyataan resmi dari Google dengan bahasa Inggris atau Indonesia.

    Pihak Google mengonfirmasi bahwa mekanisme baru ini akan menetapkan alamat lama sebagai alias secara otomatis. Dengan sistem ini, seluruh pesan yang dikirim ke alamat lama tetap akan diterima di kotak masuk yang sama.

    “Jika Anda mau, Anda dapat mengubah alamat email Akun Google Anda yang berakhiran gmail.com menjadi alamat email baru yang berakhiran gmail.com.” dikutip dari laman resmi Google versi bahasa Hindi Senin (29/12/2025).

    Adapun, data yang tersimpan di akun lama, termasuk foto, pesan, dan email yang dikirim ke alamat email, tidak akan terpengaruh, kata Google.

    Keamanan dan integrasi data menjadi prioritas utama dalam pembaruan sistem ini. Pengguna tetap dapat masuk ke berbagai ekosistem layanan seperti YouTube, Google Drive, Maps, dan Google Play menggunakan alamat lama maupun alamat yang baru diperbarui.

    Terdapat catatan juga mengenai sinkronisasi identitas pada beberapa layanan lama. Google menyebutkan bahwa alamat email lama mungkin masih muncul dalam kasus tertentu, seperti pada undangan Google Calendar yang dibuat sebelum proses perubahan alamat dilakukan.

    Google juga menerapkan batasan ketat guna menjaga integritas layanan dan mencegah penyalahgunaan. Setiap akun hanya diperbolehkan melakukan penggantian alamat @gmail.com maksimal sebanyak tiga kali, dengan kuota total empat alamat berbeda sepanjang masa aktif akun.

    Selain pembatasan jumlah, Google menetapkan periode “masa tenang” atau jeda waktu selama 12 bulan setelah perubahan dilakukan. 

    Dalam kurun waktu tersebut, pengguna dilarang untuk membuat alamat email @gmail.com baru atau menghapus identitas yang baru saja didaftarkan.

    Kebijakan ini juga menjamin perlindungan identitas bagi pemilik akun. Alamat email lama yang telah diganti akan tetap menjadi hak milik pengguna dan tidak akan tersedia untuk digunakan oleh pengguna lain di masa depan guna menghindari risiko pencurian identitas.

    Secara teknis, proses penggantian alamat ini dapat diakses melalui menu pengaturan pada Akun Google. Pengguna perlu masuk ke bagian “Kelola Akun Google Anda”, kemudian klik tab “Info Pribadi” untuk menemukan opsi pada kolom “Email Akun Google”.

    Ketersediaan fitur ini masih bergantung pada jadwal peluncuran bertahap di masing-masing wilayah, Indonesia saat ini belum kedapatan pembaruan. 

    Jika opsi perubahan belum tersedia di layar pengaturan, Google mengimbau pengguna untuk menunggu hingga pembaruan sistem mencapai akun mereka secara menyeluruh. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Keluar dari Aplikasi Secara Mendadak? Kenali Tanda-Tanda Akun WhatsApp Disadap

    Keluar dari Aplikasi Secara Mendadak? Kenali Tanda-Tanda Akun WhatsApp Disadap

    Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi perpesanan instan WhatsApp memiliki lebih dari dua miliar pengguna aktif di seluruh dunia. Ada tanda-tanda yang harus Anda perhatikan ketika memakai aplikasi pesan ini. Salah satunya keluar dari aplikasi secara mendadak.

    Fitur enkripsi sejatinya telah memberikan rasa aman bagi pengguna dalam bertukar informasi rahasia. Namun,  para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan berbagai metode canggih untuk mendapatkan akses tidak sah. 

    Fenomena ini menjadi perhatian serius karena akun yang berhasil disadap sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan penipuan atau spam kepada kontak terdekat pengguna.

    Pengguna WhatsApp yang aktif seharusnya dapat menyadari jika terdapat aktivitas yang tidak wajar pada akun mereka. Terdapat beberapa indikator utama bahwa sebuah akun mungkin telah disusupi. 

    Salah satu tanda yang paling mencolok adalah terjadinya logout secara mendadak. Jika pengguna mendapati diri mereka harus masuk kembali ke akun tanpa pernah melakukan logout sebelumnya, hal ini merupakan peringatan serius.

    Selain itu, munculnya pesan-pesan asing yang tidak pernah dikirim oleh pengguna, baik kepada kontak yang dikenal maupun nomor acak, menjadi bukti kuat adanya akses ilegal. Perubahan pada profil, seperti teks status atau foto profil yang berubah tanpa izin, juga patut diwaspadai. 

    Tanda lainnya mencakup penambahan akun secara tiba-tiba ke dalam grup obrolan baru yang tidak dikenal. 

    Terakhir, pengguna harus sangat waspada jika menerima kode verifikasi atau kode MFA yang tidak diminta melalui WhatsApp, karena hal ini menunjukkan adanya upaya aktif dari pihak luar untuk mengakses akun tersebut.

    Sebagai langkah pertolongan pertama jika Anda menemukan indikasi kuat bahwa WhatsApp Anda telah disadap, hal pertama yang dapat dilakukan adalah membuka WhatsApp di ponsel Anda. Apabila aplikasi dapat dibuka tanpa masalah, akses menu Perangkat Tertaut (Linked Devices) melalui Pengaturan (pada iPhone) atau dengan mengetuk ikon tiga titik (pada Android), kemudian pilih Perangkat Tertaut.

    Periksa setiap perangkat yang muncul dalam daftar, ketuk perangkat tersebut, dan pilih Keluar. Ini akan memutuskan semua perangkat tertaut dari akun Anda dan mencabut akses penyerang.

    Metode Peretasan yang Umum Digunakan

    Terdapat berbagai metode yang digunakan oleh hacker untuk mencuri kredensial WhatsApp. Phishing tetap menjadi salah satu teknik paling populer, di mana penyerang menyamar sebagai kontak terdekat seperti keluarga atau saudara untuk mengirimkan tautan/link mencurigakan.

    Sebagai contoh, terkadang hacker berpura-pura agar mengirimkan undangan online yang berformat “.PDF”. Padahal, format yang asli ialah dengan menggunakan “.pdf” yang selalu tertulis dengan huruf kecil. 

    Pengguna diingatkan untuk berpikir jernih sebelum mengklik tautan atau mengirimkan kode apa pun, bahkan jika pesan tersebut seolah berasal dari kerabat dekat.

    Selain itu, ancaman Malware dan Spyware juga mengintai, terutama bagi pengguna yang melakukan jailbreaking pada ponsel atau mengunduh aplikasi dari toko pihak ketiga yang tidak resmi. Bahkan, beberapa perangkat murah di pasar gelap dilaporkan telah terpasang spyware secara bawaan sejak diproduksi.

    Eksploitasi melalui WhatsApp Web juga menjadi celah, di mana pengguna secara tidak sengaja memberikan akses melalui situs web berbahaya atau pemindaian kode QR yang tidak sah. 

    Terdapat juga skema pengalihan telepon yang menggunakan penipuan sosial. Penipu biasanya menyamar sebagai operator seluler dan meminta pengguna memasukkan kode simbol tertentu yang sebenarnya menginstruksikan ponsel untuk meneruskan semua panggilan ke nomor peretas, sehingga mereka bisa mencuri kode otentikasi melalui panggilan suara. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • RTN Teken Kontrak Jumbo, CYBR Ingatkan Penguatan SDM di Tengah Tren AI

    RTN Teken Kontrak Jumbo, CYBR Ingatkan Penguatan SDM di Tengah Tren AI

    Bisnis.com, JAKARTA — PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) mengingatkan urgensi penguatan sumber daya manusia (SDM) di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tumbuh pesat.  

    Laporan Statista memperkirakan perkembangan AI di Indonesia menunjukkan pertumbuhan eksponensial hingga 2030, didorong transformasi digital, kebijakan nasional, dan adopsi sektor swasta.

    Pasar AI diprediksi capai US$ 2,97 miliar pada 2025 dengan CAGR 18,3% hingga 2031, kontribusi hingga 12% terhadap PDB nasional. Namun sejalan dengan pertumbuhan itu, ancaman siber dari peretas juga menghantui. 

    Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Rudolf Dannacher mengatakan ke depan, ancaman siber diproyeksikan makin kompleks, terorganisir dan memanfaatkan teknologi AI.

    Teknologi baru itu tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku ancaman untuk meningkatkan skala dan kecanggihan dari serangan. Karena itu untuk menghadapinya, pengembangan kapabilitas SDM menjadi kunci. 

    “Pelatihan yang adaptif dan berbasis teknologi terkini diperlukan agar institusi mampu merespons dinamika ancaman dengan cepat dan tepat,” kata Patrick kepada Bisnis, Senin (29/12/2025). 

    Membaca tantangan tersebut, ITSEC melalui ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy),  menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN) yang merupakan penyedia layanan bagi Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    ITSEC akan menyelenggarakan pelatihan Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan dengan kurikulum yang mengacu pada standar internasional. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan praktikal serta pemahaman terkini atas tren ancaman siber internasional dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

    Dari sisi komersial, nilai kontrak tersebut mencapai US$60 juta atau Rp1 triliun dengan periode pelaksanaan selama 4 (empat) tahun sejak kontrak ditandatangani.

    Patrick mengatakan pelatihan yang dikembangkan ITSEC Cyber & AI Academy dirancang dengan menyatukan penguasaan teknologi software dan hardware dalam satu kerangka pembelajaran terintegrasi.

    Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan operasional dan ketahan jangka panjang melalui kurikulum yang adaptif terhadap dinamika ancaman siber global. 

    “Pendekatan ini memastikan  peserta tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu mengimplementasikan secara strategis di lingkungan nyata,” kata Patrick.

    Kerja sama dengan mitra Kemenhan hanyalah awal. Patrick mengatakan ITSEC sangat terbuka untuk menjajaki penerapan model pelatihan serupa di berbagai kementerian dan lembaga. Kerangka pelatihan dirancang modular dan fleksibel, sehingga dapat disesuaikan dengan mandat, kebutuhan dan profil risiko masing-masing institusi.

    Pendekatan ini memungkinkan penguatan kapabilitas lintas sektor, dengan fokus pada pembangunan kesiapan jangka panjang di bidang keamanan siber dan pengembangan SDM. 

  • RTN Teken Kontrak Jumbo, CYBR Ingatkan Penguatan SDM di Tengah Tren AI

    RTN Teken Kontrak Jumbo, CYBR Ingatkan Penguatan SDM di Tengah Tren AI

    Bisnis.com, JAKARTA — PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) mengingatkan urgensi penguatan sumber daya manusia (SDM) di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tumbuh pesat.  

    Laporan Statista memperkirakan perkembangan AI di Indonesia menunjukkan pertumbuhan eksponensial hingga 2030, didorong transformasi digital, kebijakan nasional, dan adopsi sektor swasta.

    Pasar AI diprediksi capai US$ 2,97 miliar pada 2025 dengan CAGR 18,3% hingga 2031, kontribusi hingga 12% terhadap PDB nasional. Namun sejalan dengan pertumbuhan itu, ancaman siber dari peretas juga menghantui. 

    Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Rudolf Dannacher mengatakan ke depan, ancaman siber diproyeksikan makin kompleks, terorganisir dan memanfaatkan teknologi AI.

    Teknologi baru itu tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku ancaman untuk meningkatkan skala dan kecanggihan dari serangan. Karena itu untuk menghadapinya, pengembangan kapabilitas SDM menjadi kunci. 

    “Pelatihan yang adaptif dan berbasis teknologi terkini diperlukan agar institusi mampu merespons dinamika ancaman dengan cepat dan tepat,” kata Patrick kepada Bisnis, Senin (29/12/2025). 

    Membaca tantangan tersebut, ITSEC melalui ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy),  menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN) yang merupakan penyedia layanan bagi Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    ITSEC akan menyelenggarakan pelatihan Keamanan Siber dan Kecerdasan Buatan dengan kurikulum yang mengacu pada standar internasional. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan praktikal serta pemahaman terkini atas tren ancaman siber internasional dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

    Dari sisi komersial, nilai kontrak tersebut mencapai US$60 juta atau Rp1 triliun dengan periode pelaksanaan selama 4 (empat) tahun sejak kontrak ditandatangani.

    Patrick mengatakan pelatihan yang dikembangkan ITSEC Cyber & AI Academy dirancang dengan menyatukan penguasaan teknologi software dan hardware dalam satu kerangka pembelajaran terintegrasi.

    Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan operasional dan ketahan jangka panjang melalui kurikulum yang adaptif terhadap dinamika ancaman siber global. 

    “Pendekatan ini memastikan  peserta tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu mengimplementasikan secara strategis di lingkungan nyata,” kata Patrick.

    Kerja sama dengan mitra Kemenhan hanyalah awal. Patrick mengatakan ITSEC sangat terbuka untuk menjajaki penerapan model pelatihan serupa di berbagai kementerian dan lembaga. Kerangka pelatihan dirancang modular dan fleksibel, sehingga dapat disesuaikan dengan mandat, kebutuhan dan profil risiko masing-masing institusi.

    Pendekatan ini memungkinkan penguatan kapabilitas lintas sektor, dengan fokus pada pembangunan kesiapan jangka panjang di bidang keamanan siber dan pengembangan SDM.