Category: Bisnis.com Tekno

  • UEA Kerja Sama Cetak 10 Juta Talenta Mahir Coding dalam 3 Tahun

    UEA Kerja Sama Cetak 10 Juta Talenta Mahir Coding dalam 3 Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) dalam peningkatan layanan pemerintahan berbasis digital. Kedua negara juga berkomitmen mencetak 10 juta talenta coding dalam 3 tahun ke depan.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan langkah ini diperlukan untuk menjawab keperluan konektivitas lebih dari 500 lembaga pemerintahan dari pusat hingga daerah.

    “Kami harus menghubungkan 500 kota/kabupaten dan bahkan pemerintahan di Jakarta dari hampir 50–70 lembaga, dan itulah tantangannya,” kata Meutya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Rabu (17/9/2025).

    Dia menambahkan, kementerian sejauh ini sudah melakukan restrukturisasi dengan membentuk Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, unit kerja baru yang fokus pada percepatan layanan pemerintahan digital.

    Terkait dengan hal itu, kata Meutya, Indonesia bisa belajar dari pengalaman UEA yang berhasil melakukan transformasi digital pemerintahan secara masif.

    “Saya rasa akan baik untuk saling berdiskusi karena sektor digital di UEAtelah banyak berkembang. Di Indonesia, tantangannya sangat besar dengan 280 juta penduduk, kita masih memiliki kesenjangan 50 juta yang belum memiliki akses,” ujarnya.

    Di sisi lain, Wakil Menteri Urusan Kabinet UEA untuk Daya Saing dan Pertukaran Pengetahuan, Abdulla Nasser Lootah, menambahkan negaranya sudah lama menjalankan Zero Bureaucracy.

    Yakni, sebuah inisiatif nasional sejak tahun 1990-an untuk merancang ulang proses layanan pemerintah menuju sistem e-government.

    “Kami mencapai era digital di mana melihat kendaraan digital seperti UEA Pass yang saat ini dimiliki semua orang di UEA. Kami juga memiliki UAE Wallet, dompet digital tempat anda dapat menyimpan dokumen dan layanan aktif dengan aman,” jelasnya.

    Selain kerja sama layanan pemerintahan digital, kedua negara juga meluncurkan Indonesia and UAE Government Experience Exchange Forum. Salah satu agenda besarnya adalah mencetak 10 juta talenta coder dalam tiga tahun ke depan.

  • China Sepakati Divestasi TikTok di AS, Siapa yang Bakal Beli?

    China Sepakati Divestasi TikTok di AS, Siapa yang Bakal Beli?

    Bisnis.com, JAKARTA— Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengalihkan kepemilikan TikTok di AS kepada investor lokal. 

    Namun, kesepakatan tersebut rencananya baru akan diumumkan secara resmi setelah Presiden Donald Trump berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Trump juga memberikan tenggat waktu penjualan diperpanjang hingga 16 Desember 2025. Dengan sekitar 170 juta pengguna di AS, sejauh ini TikTok berhasil menghindari ancaman penutupan permanen.

    Meski demikian, pertanyaan masih menggantung, siapa yang akhirnya akan membeli bisnis TikTok di AS?

    Valuasi bisnis TikTok di Negeri Paman Sam diperkirakan bisa melambung hingga lebih dari US$60 miliar atau sekitar Rp985 triliun. Karena itu, tidak sedikit pihak yang disebut berusaha masuk dalam perebutan kepemilikan.

    Melansir laman TechCrunch pada Rabu (17/9/2025), salah satu upaya serius datang dari konsorsium bernama The People’s Bid yang digagas Frank McCourt, mantan pemilik klub baseball Los Angeles Dodgers sekaligus pendiri Project Liberty. 

    Konsorsium ini menekankan pentingnya privasi dan kontrol data pengguna dengan pendekatan berbasis open source. Dukungan datang dari tokoh-tokoh besar seperti Alexis Ohanian, co-founder Reddit, investor Kevin O’Leary, hingga Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web.

    Selain itu, ada pula konsorsium investor AS yang dipimpin Jesse Tinsley, pendiri dan CEO Employer.com. 

    Mereka bahkan menyiapkan tawaran tunai senilai US$30 miliar atau sekitar Rp492 triliun untuk mengakuisisi operasional TikTok di AS. 

    Nama-nama yang terlibat dalam kelompok ini, antara lain David Baszucki, co-founder dan CEO Roblox; Nathan McCauley dari perusahaan kripto Anchorage Digital; hingga kreator YouTube populer Jimmy Donaldson atau yang lebih dikenal sebagai MrBeast.

    Di luar kedua konsorsium tersebut, sederet perusahaan besar juga disebut ikut masuk dalam perebutan TikTok. Amazon, Microsoft, dan Walmart kembali meramaikan bursa setelah sebelumnya sempat tertarik pada 2020. 

    Oracle bahkan disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi mitra teknologi cloud TikTok di AS, sementara perusahaan teknologi seluler AppLovin disebut mengajukan penawaran dengan dukungan pengusaha kasino Steve Wynn. 

    Ada pula nama Bobby Kotick, mantan CEO Activision, startup mesin pencari Perplexity AI, hingga platform video Rumble yang terang-terangan menyatakan minatnya lewat media sosial. 

    Mantan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pun dikabarkan kembali ikut dalam pembicaraan, sementara startup media sosial Zoop yang didirikan Tim Stokely, pendiri OnlyFans, mencoba masuk lewat proposal di tahap akhir.

    Di tengah beragam manuver tersebut, Trump disebut tengah menyiapkan rencana pembentukan “TikTok America,” sebuah entitas baru yang akan dimiliki separuhnya oleh investor Amerika, sementara ByteDance hanya akan memegang sekitar 19,9% saham. Meski begitu, hingga kini, belum ada kesepakatan final.

  • Telkomsel Genjot Jaringan dan Bundling, Kejar 1 Juta Pelanggan Baru Tiap Tahun

    Telkomsel Genjot Jaringan dan Bundling, Kejar 1 Juta Pelanggan Baru Tiap Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkuat kualitas jaringan dan mendorong produk bundling  untuk mencapai target 800.000 – 1.000.000 pelanggan internet rumah baru per tahun. 

    Vice President Household Consumer Business Strategy Management Telkomsel Pontjo Suharwono mengatakan perseroan melakukan penguatan strategi di sejumlah aspek, seperti Fixed Mobile Convergence (FMC), optimalisasi bundling produk, serta peningkatan kualitas jaringan dan layanan.

    “Dengan pendekatan ini, kami percaya dapat terus menghadirkan pertumbuhan yang sehat dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Pontjo kepada Bisnis ketika dihubungi Rabu (17/9/2025).

    Optimisme perusahaan, jelasnya, didorong oleh beberapa faktor seperti fundamental pasar yang besar, dengan penetrasi fixed broadband nasional masih relatif rendah, eksekusi FMC dan cross-selling mencakup bundling produk, serta penyederhanaan penawaran.

    Selain itu, kata Pontjo, kinerja progresif yang terlihat dari capaian 10,1 juta pelanggan business to consumer (B2C) per semester I/2025 turut menjadi pendorong utama.

    Kemudian, sambungnya, produk seperti EZnet menjadi entry product fixed broadband yang terjangkau dan mudah diakses untuk memperluas adopsi internet rumah di wilayah-wilayah tertentu serta di segmen sensitif harga.

    “Saat ini, EZnet menawarkan layanan fixed (fiber) dengan kecepatan hingga 20 Mbps, tarif mulai sekitar Rp150.000 – Rp170.000 per bulan – bergantung wilayah, belum termasuk PPN – serta jalur migrasi ke IndiHome bagi pelanggan yang kemudian membutuhkan peningkatan kecepatan lebih tinggi,” kata Pontjo.

    Menyoal dinamika pasar yang menghadirkan paket di kisaran Rp100.000-an, Telkomsel disebut tetap mengedepankan portofolio berjenjang (EZnet, IndiHome, Orbit), kualitas layanan, dan kepatuhan regulasi, bukan sekadar kompetisi harga.

    Dengan pendekatan tersebut, dia percaya perseroan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menjaga kualitas pengalaman.

    Lebih jauh ihwal kemungkinan mendorong produk Rp100.000an, ujar Pontjo, perusahaan bakal terus mengevaluasi portofolio dan model harga secara berkala dengan mempertimbangkan kualitas layanan, keberlanjutan bisnis, kebutuhan pelanggan, serta kepatuhan regulasi.

    “Fokus kami adalah menghadirkan layanan dengan harga yang terjangkau, nilai terbaik dan pengalaman andal bagi pelanggan di setiap segmen,” tutupnya.

  • Telkomsel Genjot Jaringan dan Bundling, Kejar 1 Juta Pelanggan Baru Tiap Tahun

    Telkomsel Genjot Jaringan dan Bundling, Kejar 1 Juta Pelanggan Baru Tiap Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkuat kualitas jaringan dan mendorong produk bundling  untuk mencapai target 800.000 – 1.000.000 pelanggan internet rumah baru per tahun. 

    Vice President Household Consumer Business Strategy Management Telkomsel Pontjo Suharwono mengatakan perseroan melakukan penguatan strategi di sejumlah aspek, seperti Fixed Mobile Convergence (FMC), optimalisasi bundling produk, serta peningkatan kualitas jaringan dan layanan.

    “Dengan pendekatan ini, kami percaya dapat terus menghadirkan pertumbuhan yang sehat dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Pontjo kepada Bisnis ketika dihubungi Rabu (17/9/2025).

    Optimisme perusahaan, jelasnya, didorong oleh beberapa faktor seperti fundamental pasar yang besar, dengan penetrasi fixed broadband nasional masih relatif rendah, eksekusi FMC dan cross-selling mencakup bundling produk, serta penyederhanaan penawaran.

    Selain itu, kata Pontjo, kinerja progresif yang terlihat dari capaian 10,1 juta pelanggan business to consumer (B2C) per semester I/2025 turut menjadi pendorong utama.

    Kemudian, sambungnya, produk seperti EZnet menjadi entry product fixed broadband yang terjangkau dan mudah diakses untuk memperluas adopsi internet rumah di wilayah-wilayah tertentu serta di segmen sensitif harga.

    “Saat ini, EZnet menawarkan layanan fixed (fiber) dengan kecepatan hingga 20 Mbps, tarif mulai sekitar Rp150.000 – Rp170.000 per bulan – bergantung wilayah, belum termasuk PPN – serta jalur migrasi ke IndiHome bagi pelanggan yang kemudian membutuhkan peningkatan kecepatan lebih tinggi,” kata Pontjo.

    Menyoal dinamika pasar yang menghadirkan paket di kisaran Rp100.000-an, Telkomsel disebut tetap mengedepankan portofolio berjenjang (EZnet, IndiHome, Orbit), kualitas layanan, dan kepatuhan regulasi, bukan sekadar kompetisi harga.

    Dengan pendekatan tersebut, dia percaya perseroan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menjaga kualitas pengalaman.

    Lebih jauh ihwal kemungkinan mendorong produk Rp100.000an, ujar Pontjo, perusahaan bakal terus mengevaluasi portofolio dan model harga secara berkala dengan mempertimbangkan kualitas layanan, keberlanjutan bisnis, kebutuhan pelanggan, serta kepatuhan regulasi.

    “Fokus kami adalah menghadirkan layanan dengan harga yang terjangkau, nilai terbaik dan pengalaman andal bagi pelanggan di setiap segmen,” tutupnya.

  • Huawei Luncurkan Huawei Pura 80 Series di RI, Intip Spesifikasi dan Harganya

    Huawei Luncurkan Huawei Pura 80 Series di RI, Intip Spesifikasi dan Harganya

    Bisnis.com, JAKARTA— Huawei resmi meluncurkan Huawei Pura 80 Series di Indonesia pada Rabu (17/9/2025), dengan peningkatan di sisi kamera.

    Dua perangkat yang dibawa ke pasar Tanah Air adalah Huawei Pura 80 Pro dan Huawei Pura 80 Ultra, keduanya menawarkan peningkatan signifikan di sisi fotografi.

    “Hari ini, kami dengan bangga memperkenalkan Huawei Pura 80 Series. Sebuah smartphone flagship dengan inovasi kamera terbaik dan desain terbaik, menunjukkan legacy Huawei dalam menerbitkan pengalaman luar biasa bagi penagguna,” kata Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, dalam peluncuran di Jakarta pada Rabu (17/9/2025). 

    Huawei Pura 80 Pro

    Model ini hadir dengan 1 inch Ultra Lighting Camera dari varian Ultra untuk menangkap cahaya maksimal, diklaim dapat menghasilkan foto low-light yang jernih dan minim noise. Teknologi ini dilengkapi Ultra Chroma Technology dengan 1,5 juta channel warna untuk menghadirkan reproduksi warna natural dan akurat.

    Huawei Pura80

    Spesifikasi utama Huawei Pura 80 Pro:

        •    Layar: 6,8 inci LTPO OLED, adaptive refresh rate 1–120 Hz, PWM dimming 1.440 Hz, touch sampling rate 300 Hz

        •    OS: EMUI 15.0

        •    Memori: 12 GB RAM + 512 GB ROM

        •    Kamera depan: 13 MP (wide angle, f/2.0, autofocus)

        •    Kamera belakang: 50 MP Ultra Lighting 1 inci (f/1.6–f/4.0, OIS), 40 MP ultra wide (f/2.2), 48 MP telefoto makro Ultra Lighting (f/2.1, OIS), Ultra Chroma 1.5M spectral channels

        •    Zoom: optik 4x, digital hingga 100x

        •    Video: resolusi hingga 3840 × 2160 piksel

        •    Baterai: 5.170 mAh, Huawei SuperCharge hingga 100 W

         •    Warna: Glazed Red, Glazed Black, Glazed White

    Huawei Pura 80 Ultra

    Varian Ultra membawa inovasi Switchable Dual Tele-lens pertama di industri, memungkinkan fleksibilitas zoom optik 3,7x hingga 9,4x dalam satu modul. Teknologi Crystal-Clear Zoom menjaga ketajaman di setiap tingkat pembesaran, ditambah sensor 1 inch Ultra Lighting HDR dengan dynamic range hingga 16EV untuk hasil detail di area terang maupun gelap.

    Huawei Pura80 Ultra

    Spesifikasi utama Huawei Pura 80 Ultra:

        •    Layar: 6,8 inci LTPO OLED, adaptive refresh rate 1–120 Hz

        •    Prosesor: Kirin 9020, Octa-core

        •    OS: EMUI 15.0

        •    Memori: 16 GB RAM + 512 GB ROM

        •    Kamera depan: 13 MP (wide angle, f/2.0, autofocus)

        •    Kamera belakang: 50 MP Ultra Lighting HDR 1 inci (f/1.6–f/4.0, OIS), 40 MP ultra wide (f/2.2), 50 MP telefoto (optical zoom 3,7x, f/2.4, sensor shift OIS), 12,5 MP telefoto (optical zoom 9,4x, f/3.6, sensor shift OIS), Ultra Chroma 1.5M spectral channels

        •    Zoom: optik 3,7x dan 9,4x, digital hingga 100x

        •    Resolusi gambar: hingga 8.192 × 6.144 piksel

        •    Video: resolusi hingga 3840 × 2160 piksel

        •    Baterai: 5.170 mAh, Huawei SuperCharge hingga 100 W

        •    Warna: Golden Black, Prestige Gold

    Huawei Pura 80 Series diperkaya dengan HUAWEI XMAGE Imaging System untuk optimasi tekstur, warna, dan cahaya. Sistem ini mendukung fitur Moving Picture (rekaman tiga detik untuk memilih momen terbaik) dan AI Multi Exposure.

    Untuk ketahanan, Pura 80 Pro dilengkapi 2nd-Gen Kunlun Glass yang meningkatkan drop resistance hingga 20 kali lipat. Pura 80 Ultra memakai 2nd-Gen Crystal Armor Kunlun Glass, yang menawarkan scratch resistance 16 kali lipat dan drop resistance hingga 25 kali lipat.

    Huawei juga membekali seri ini dengan fitur AI Smart Controls, AI Removal, AI Messaging, hingga AI Noise Cancellation. Pengguna bisa menikmati tema interaktif seperti Emoji Crush dan Air Hoops, serta dynamic wallpapers yang merespons pergerakan mata.

    Selama periode peluncuran 17 September— 17 Oktober 2025, Huawei menawarkan harga Huawei Pura 80 Ultra Rp22.999.000 dan Huawei Pura 80 Pro Rp14.999.000. 

  • Profil Angga Raka, Wamenkomdigi yang Dikabarkan Digeser Prabowo ke PCO

    Profil Angga Raka, Wamenkomdigi yang Dikabarkan Digeser Prabowo ke PCO

    Bisnis.com, JAKARTA— Angga Raka Prabowo dikabarkan bakal dilantik menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Akan tetapi belum diketahui apakah dia akan menggantikan posisi Hasan Nasbi.

    Angga Raka sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi). Dia dilantik menjadi Wamenkomdigi Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 21 Oktober 2024.

    Pria kelahiran 8 September 1989 tersebut merupakan kader Partai Gerindra sejak 2008. Dalam struktur Partai Gerindra, Angga menempati posisi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal sekaligus Ketua Badan Komunikasi.

    Sebelumnya, pada 2019 dia pernah menjadi Kepala Departemen Media Sosial Partai Gerindra.

    Setahun sebelumnya, pada 2018, dia menjabat sebagai Chief Executive Officer Tabloid Independent Observer. Lalu, pada 2021, dia diangkat menjadi Komisaris PT Teknologi Militer Indonesia. Pada 2017, dia menjadi CEO PT Media Pandu Bangga.

    Angga Raka juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Komunikasi sekaligus Direktur Media Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto—Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Umum Presiden 2024.

    Angga Raka meraih gelas S1 Hubungan Internasional dari Universitas Jayabaya pada 2011. Dia menjadi satu dari 141 orang yang mendapatkan tanda jasa dan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo.

  • Fakta-fakta Fenomena Langka Gerhana Matahari Parsial 21 September

    Fakta-fakta Fenomena Langka Gerhana Matahari Parsial 21 September

    Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena langit langka akan kembali terjadi. Tepat pada 21 September 2025, dunia akan menyaksikan gerhana matahari parsial, ketika bulan tampak “menggigit” sebagian permukaan matahari.

    Peristiwa ini hanya bisa diamati dari wilayah tertentu di belahan bumi selatan, terutama Samudera Pasifik Selatan, Selandia Baru, dan sebagian Antartika.

    Menurut laporan Space.com, gerhana akan dimulai pada 13:29 ET (17:29 GMT) dan mencapai puncaknya pada 15:41 ET (19:41 GMT). Di beberapa lokasi seperti bagian selatan Selandia Baru dan Antartika, bulan diperkirakan akan menutupi hingga 70 – 80% permukaan matahari.

    Fenomena ini dikenal sebagai gerhana parsial karena bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari. Dari bumi, matahari akan tampak berbentuk sabit atau seolah tergigit sebagian.

    Meski tidak dapat diamati langsung dari Indonesia, peristiwa ini menjadi perhatian penting bagi astronom dan pecinta fenomena langit. Gerhana parsial memberi kesempatan untuk mempelajari interaksi cahaya matahari, bulan, serta atmosfer bumi, sekaligus menjadi momen edukatif untuk meningkatkan minat masyarakat pada astronomi.

    Menurut NASA, gerhana ini juga bertepatan dengan periode ekuinoks September, yaitu momen ketika panjang siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.

    Pakar astronomi mengingatkan agar masyarakat tidak melihat matahari secara langsung tanpa perlindungan khusus. Diperlukan kacamata gerhana atau filter matahari bersertifikat untuk menghindari risiko kerusakan permanen pada mata.

    Bagi masyarakat di luar jalur pengamatan, fenomena ini dapat disaksikan melalui siaran langsung daring yang biasanya disediakan oleh lembaga astronomi internasional maupun komunitas pengamat langit.

    Data dari Time and Date menyebutkan sekitar 16,6 juta orang berada di wilayah yang berpotensi menyaksikan gerhana ini secara langsung. Bagi penggemar astronomi di Indonesia, kesempatan terbaik adalah mengikuti siaran digital untuk tetap bisa merasakan momen langka tersebut.

  • Perjalanan TikTok, dari Sempat Diblokir di Indonesia hingga Batal Tutup di AS

    Perjalanan TikTok, dari Sempat Diblokir di Indonesia hingga Batal Tutup di AS

    Bisnis.com, JAKARTA— TikTok melewati perjalanan panjang sejak diluncurkan, mulai dari sempat diblokir di Indonesia pada 2018 hingga terancam ditutup di Amerika Serikat (AS)

    Kini aplikasi tersebut batal dilarang di AS setelah pemerintah setempat mencapai kesepakatan dengan investor lokal yang akan mengambil alih kepemilikan.

    Melansir laman Reuters pada Rabu (17/9/2025) TikTok dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan asal China yang didirikan Zhang Yiming pada 2012. Versi awalnya bernama Douyin, yang diluncurkan di pasar domestik pada 2016, sebelum hadir secara global setahun kemudian. 

    Pada 2018, ByteDance mengakuisisi aplikasi asal AS, Flipgram, serta aplikasi lip-sync populer Musical.ly. Integrasi dengan Musical.ly mendorong TikTok meluas ke pasar internasional, termasuk Indonesia. 

    Namun pada tahun yang sama, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat memblokir TikTok karena dianggap memuat konten pornografi, penistaan agama, serta konten negatif lainnya. 

    Larangan itu hanya bertahan sepekan, setelah TikTok berkomitmen menghapus konten bermasalah dan membuka kantor perwakilan di Jakarta.

    Popularitas TikTok kemudian terus meningkat. Pada 2019, unduhan globalnya sudah menembus 1 miliar kali dan setahun kemudian melonjak menjadi 2 miliar. Namun, seiring pertumbuhan tersebut, aplikasi ini mulai mendapat pengawasan ketat di sejumlah negara.

    India misalnya, melarang TikTok pada 2020 dengan alasan keamanan nasional setelah bentrokan di perbatasan dengan China.  Kemudian Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump juga menaruh perhatian besar, dengan kekhawatiran data pengguna bisa diakses oleh pemerintah Beijing. 

    Pada Agustus 2020, Trump bahkan menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan ByteDance, sembari mendesak agar operasi TikTok di AS dialihkan ke pemilik lokal.

    Sejumlah perusahaan besar, termasuk Microsoft dan Oracle, sempat masuk dalam pembicaraan untuk membeli bisnis TikTok di AS. Meski negosiasi berlarut-larut, ByteDance berhasil mempertahankan operasional aplikasi tersebut, sambil menghadapi berbagai tuntutan hukum dan investigasi terkait perlindungan data anak-anak.

    Pada periode berikutnya, tekanan terhadap TikTok kian kuat. Pemerintahan Joe Biden pada 2024 menandatangani undang-undang yang mewajibkan ByteDance menjual aset TikTok di AS paling lambat Januari 2025, atau aplikasi itu akan dilarang dari toko aplikasi maupun layanan internet di Negeri Paman Sam. 

    TikTok sempat hilang dari App Store dan Google Play di AS pada Januari 2025, namun sehari kemudian kembali aktif setelah Trump yang terpilih kembali sebagai Presiden menyatakan akan memberi jalan keluar bagi aplikasi tersebut.

    Sejak itu, tenggat penjualan berulang kali diperpanjang hingga akhirnya pada pertengahan September 2025, pemerintah AS dan China mencapai kesepakatan awal dalam perundingan di Madrid. 

    Kedua negara sepakat untuk mengalihkan kepemilikan TikTok di AS ke investor lokal, yang akan diumumkan resmi setelah Trump dan Presiden China Xi Jinping berbicara langsung. 

    Trump kemudian menegaskan TikTok tidak akan ditutup di Amerika Serikat, dan tenggat penjualan diperpanjang hingga 16 Desember 2025. Memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS, TikTok sejauh ini berhasil terhindar dari ancaman penutupan.

  • Cara Lacak Handphone Hilang Menggunakan Email, Ikuti Langkah-langkahnya

    Cara Lacak Handphone Hilang Menggunakan Email, Ikuti Langkah-langkahnya

    Bisnis.com, JAKARTA – Handphone yang hilang membuat aktivitas kita menjadi berhenti, terlebih sekarang handphone genggam bukan sekadar alat komunikasi saja, namun bisa untuk bekerja, bertransaksi dan menyimpan kenangan dan dokumen penting.

    Namun, jangan khawatir, handphone yang hilang bisa ditemukan dengan akun Gmail. Caranya cukup sederhana, karena perlu login ke akun Gmail anda di perangkat lain.

    Dilansir dari komunitas Google, cara menemukan handphone dengan akun Gmail adalah seperti berikut:

    Buka aplikasi chrome pada perangkat gawai yang lain. Bisa dengan hp, tablet, maupun PC/laptop
    Buka situs MyAccount Google
    Login akun Gmail dengan memasukkan alamat email yang tersimpan dalam handphone Anda yang hilang, kemudian masukkan juga passwordnya
    Selanjutnya, klik tipe atau nama handphone Anda yang hilang
    Kemudian, Google akan melacak lokasi handphone Anda yang hilang
    Pada layar akan muncul peta dengan perkiraan titik lokasi ponsel. Lokasi yang ditunjukkan merupakan perkiraan. Selain itu, ditampilkan juga tipe hp, lengkap dengan waktu terakhir hp diaktifkan dan persentase sisa baterai.
    Sementara pada hp yang dicari tersebut nantinya akan mendapatkan notifikasi pada layar.

    Pada tampilan Find My Device, Anda dapat melakukan beberapa aksi untuk Handphone yang hilang, seperti “Play Sound” untuk memutar suara keras dan “Secure Device” untuk mengamankan handphone yang hilang.

    Dalam fitur Secure Device, handphone yang hilang dapat dikunci layarnya dari jarak jauh dengan PIN, pola, atau kata sandi, bahkan mengeluarkan akun email Google. Selain itu, dengan fitur ini, Anda dapat mengirim pesan dan nomor kontak khusus ke layar kunci agar seseorang dapat mengembalikan perangkat Anda.

    Perlu diingat, fitur ini hanya berfungsi jika GPS atau Location Service, dan internet ponsel dalam keadaan aktif dan akun Gmail masih terhubung di perangkat. Selain itu, jika handphone benar-benar hilang atau dicuri, sebaiknya segera melapor kepada pihak berwenang agar proses pencarian dan keamanan data lebih terjamin.

    (Stefanus Bintang)

  • Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2025: AI Minutes

    Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2025: AI Minutes

    Bisnis.com, SHENZHEN — Raksasa teknologi dari China, Tencent Holdings, memamerkan beragam produk berbasis kecerdasan buatan (AI) termutakhir dalam ajang Tencent Digital Global Ecosystem Summit 2025. Salah satunya, AI Minutes. 

    Senior Executive Vice-President of Tencent and CEO of Cloud & Smart Industries Group Dowson Tong mengatakan bahwa produk kecerdasan buatan (AI) yang dibangun Tencent mengacu prinsip berpusat pada manusia. 

    Dengan model itu, dia melanjutkan AI yang dibangun mudah digunakan, memenuhi kebutuhan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja.

    Dowson menuturkan salah satu produk terbarunya adalah AI Minutes yang berfungsi sebagai sekretaris virtual, memberikan ringkasan terkini dengan pembaruan setiap dua menit.

    Produk Tencent Learn Share juga dipamerkan untuk mendukung perusahaan dalam manajemen pengetahuan, pengembangan budaya perusahaan, komunikasi internal, dan pelatihan karyawan.

    Terbaru, Hunyuan 3D 3.0, Hunyuan 3D AI, dan Hunyuan 3D Studio yang dilengkapi dengan kapabilitas generasi 3D mutakhir untuk kreator dan pengembang di industri media dan gim.

    Model AI Hunyuan sepenuhnya mengadopsi pengembangan open-source sehingga mendukung lebih dari 30 bahasa, bersama dengan kapabilitas generasi multimodal komprehensif serta alat untuk konten gambar, video, dan 3D.

    “Tencent Hunyuan telah diluncurkan lebih dari satu tahun dan kini sudah menjadi aplikasi ‘AI native’ dengan DAU [daily active users] tiga besar di China,” katanya dalam Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2025 yang berlokasi di Shenzhen World Exhibition & Convention Center Provinsi Guangdong, China pada Selasa (16/9/2025).

    Sebaliknya, aplikasi AI Native dari Tencent yaitu Tencent Yuanbao adalah asisten yang dibangun untuk meningkatkan efisiensi kerja dan belajar. 

    Produk itu mendukung input suara yang nyaman dengan pencarian terintegrasi di seluruh ekosistem Tencent.

    Selama Tencent Global Digital Ecosystem Summit, mitra global Tencent ikut terlibat sebagai pembicara termasuk Converge Information and Communications Technology Solutions, DANA, e& UAE, Hong Kong Jockey Club, Fusion Bank, GoTo Group, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Miniclip, MUFG Bank (China), Prosus, True IDC, dan lainnya. Tencent merupakan raksasa teknologi dan gim yang juga memiliki layanan Wechat dan QQ yang sudah diunduh lebih dari 1,4 miliar pengguna.

    Dowson memaparkan sejumlah produk Tencent antara lain Platform Pengembangan Agen 3.0 (ADP) yang memungkinkan perusahaan menghasilkan dan mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja. 

    ADP untuk skenario seperti layanan pelanggan, pemasaran, manajemen inventaris, penelitian, dan lainnya.

    Selain itu, AI Infra “Agent Runtime” juga diluncurkan guna menyediakan infrastruktur yang kuat dalam membangun dan mengoperasikan agen AI.

    Tencent juga menawarkan aplikasi SaaS+AI yang ditingkatkan yaitu layanan audio dan video terkini, cloud live streaming, instant messaging, dan pemrosesan media.

    SaaS+AI bisa dipakai industri e-commerce, gim, pendidikan, hiburan, keuangan, kesehatan, dan perusahaan yang membutuhkan efek audio-visual.

    “Aplikasi AI yang benar-benar dapat digunakan dan praktis mendorong efisiensi industri, sementara internasionalisasi membuka peluang pertumbuhan baru,” paparnya.

    Dowson juga menegaskan Tencent juga memiliki Tencent Meetings sebagai produk yang membantu perusahaan dalam melakukan rapat dengan menampilkan Asisten AI, Rekaman Cerdas dan Terjemahan Real-time untuk membantu lebih dari 28 juta pengguna aktif layanan tersebut.