Category: Bisnis.com Tekno

  • Asing Kuasai Pasar Game RI, Developer Lokal Agate Ungkap Tantangannya

    Asing Kuasai Pasar Game RI, Developer Lokal Agate Ungkap Tantangannya

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menjadi salah satu pasar game terbesar di dunia, dengan jumlah pemain (gamers) yang terus meningkat setiap tahun. 

    Namun, potensi besar ini masih lebih banyak dinikmati oleh pengembang asing dibandingkan developer lokal. Berdasarkan data terbaru, jumlah gamers di Indonesia mencapai sekitar 185 juta orang dan diperkirakan naik menjadi 192,1 juta pada 2025. Angka ini sejalan dengan fakta bahwa 95,3% pengguna internet di Indonesia aktif bermain video games.

    Besarnya basis pengguna tersebut menjadikan pasar game di Indonesia bernilai sekitar US$2 miliar atau setara Rp33 triliun pada 2024. Sayangnya, sekitar 95% pendapatan pasar game diambil oleh developer luar negeri, sementara developer lokal hanya menguasai sekitar 5%.

    CEO Agate International, Shieny Aprilia, mengakui kondisi ini menjadi tantangan besar bagi developer game dalam negeri. Menurutnya, saat ini studio lokal masih mencari cara agar bisa bertahan sekaligus menembus pasar lokal maupun internasional.

    “Game studio lokal sekarang lebih ke modenya live with it aja. Kayak mereka berusaha untuk survive dengan cara jualan gamenya ke luar. Kalau yang di lokalnya, kami sangat aktif untuk bisa eksplorasi,” kata Shieny ditemui usai acara Kamis Santuy bersama Agate “Kupas Tuntas Industri Game di Indonesia” di kantor redaksi Bisnis Indonesia, Jakarta pada Kamis (18/9/2025). 

    Shieny menambahkan, Agate terus berupaya mencari cara untuk menembus pasar lokal agar perlahan bisa mendapatkan pangsa pasar. Dia menyadari proses ini tidak akan berlangsung cepat, namun upaya tersebut masih terus berjalan untuk menemukan ceruk pasar yang tepat.

    Lebih lanjut, Shieny menilai ada peluang besar bagi developer lokal untuk menciptakan game dengan ciri khas Indonesia, baik dari sisi kultur maupun keseharian masyarakat. Dia mencontohkan bagaimana pasar game di China berkembang pesat berkat permainan yang mengusung budaya setempat.

    “Apakah di sini seperti itu juga? Mungkin ke kehidupan sehari-hari atau apa, masih belum tahu sih,” katanya.

    Meski menghadapi tantangan berat, Agate terus mengembangkan berbagai proyek game untuk bersaing di pasar global maupun lokal.

    “Beberapa proyek kami yang sudah berjalan, seperti Blades of Mirage, Rift Storm, terus ada beberapa proyek lain, Groupmare, itu yang sekarang kita masih ongoing development, mudah-mudahan bisa rilis lebih cepat,” tandas Shieny.

  • Honor Pad 10, Pad X9a, dan Pad X7 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp1,5 Juta

    Honor Pad 10, Pad X9a, dan Pad X7 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp1,5 Juta

    Bisnis.com, JAKARTA— Honor resmi menjual tiga tablet terbarunya di Indonesia, yakni Honor Pad 10, Honor Pad X9a, dan Honor Pad X7. Kehadiran ketiga perangkat ini melengkapi lini produk Honor mulai dari segmen entry-level hingga premium.

    Honor Pad 10 menempati segmen premium, Honor Pad X9a berada di kelas menengah, sedangkan Honor Pad X7 ditujukan untuk entry-level. Seluruh perangkat tablet ini sudah didukung fitur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Honor Indonesia Representative Frendy mengatakan, Honor Pad 10 dirancang untuk mampu menggantikan fungsi laptop, khususnya dalam pekerjaan yang berhubungan dengan pemrosesan dokumen.

    “Kami memberikan value yang sangat tinggi karena dia sudah hadir dengan keyboard plus stylus, jadi sudah paket lengkap. Untuk chip hardware-nya sudah sangat mumpuni untuk kelas harganya, chipsetnya Snapdragon 7 Gen 3 yang sudah sangat mumpuni di kelasnya,” kata Frendy dalam acara Honor All-Scenario Media & Tech Reviewer Gathering di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

    Frendy menambahkan, Honor Pad 10 juga dibekali baterai besar di kelasnya dengan kapasitas 10.100 mAh. Lebih jauh, perangkat ini menghadirkan berbagai fitur inovatif untuk mendukung produktivitas pengguna. Salah satunya Honor Docs yang berfungsi sebagai one-stop solution, memungkinkan pembuatan dokumen Word, lembar kerja Excel, presentasi PowerPoint, pengelolaan file PDF, hingga pengeditan dokumen lintas perangkat dengan aman.

    Fitur split screen mode memudahkan multitasking, misalnya membuka referensi di satu sisi layar sambil menulis di sisi lain. Sementara itu, teknologi handwriting recognition mampu mengubah rumus menjadi teks digital yang rapi, sehingga mempercepat pencatatan dan pengolahan data.

    Selain itu, tersedia fitur eksklusif seperti Pivot Table untuk menganalisis data pada tabel kompleks, serta pengaturan header dan footer. Untuk dukungan AI, perangkat ini dibekali AI Writing Tools seperti Smart Creation yang membantu membuat draf awal, Polishing & Rewriting untuk menyempurnakan tulisan agar lebih profesional, serta Grammar Correction yang memastikan tata bahasa tetap rapi. 

    Ada juga AI Real-time Speech to Text yang otomatis mengubah percakapan menjadi teks, sehingga pengguna bisa lebih fokus mengikuti diskusi. Pada periode 19 September–19 Oktober 2025, HONOR Pad 10 dipasarkan dengan harga Rp5.499.000.

    Spesifikasi Honor Pad 10:

        •    Layar: 12,1 inci

        •    Panel: IPS LCD, 18 Color, 120 Hz, HDR

        •    Chipset: Snapdragon 7 Gen 3

        •    OS: Android 15, MagicOS 9

        •    Kamera Depan: 8 MP, f/2.2 (wide)

        •    Kamera Belakang: 8 MP, f/2.0 (wide), AF

        •    RAM/ROM: 8 GB/256 GB

        •    Baterai: 10.100 mAh

        •    Warna: Channel, Gray

    Sementara itu, HONOR Pad X9a menjadi opsi bagi pengguna dengan anggaran lebih terbatas yang menginginkan perangkat berukuran compact. Tablet ini memiliki layar 11,5 inci, menggunakan chipset Snapdragon 685, dengan RAM 8 GB dan ROM 128 GB. Kapasitas baterainya 8.300 mAh didukung fast charging 35W. Sistem operasinya adalah MagicOS 9.0.

    Perangkat ini juga dilengkapi fitur AI seperti HONOR Notes, serta fitur produktivitas lain seperti HONOR Docs, HONOR Connect, hingga Google Kids yang menghadirkan ruang belajar aman bagi anak. HONOR Pad X9a dijual dengan harga Rp3.999.000.

    Di kelas entry-level, HONOR Pad X7 hadir dengan layar 8,7 inci HD dan baterai 7.020 mAh. Tablet ini mendukung fitur multitasking serta Google AI seperti Gemini untuk pencarian informasi cepat, sehingga memberikan pengalaman cerdas, responsif, dan efisien. Perangkat ini dipasarkan dengan harga Rp1.599.000.

    Tak hanya meluncurkan tiga tablet, Honor juga menghadirkan Honor Watch Fit di Indonesia. Perangkat pintar ini mengusung teknologi AI serta pemantauan kesehatan 24/7.

    Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain Body Energy untuk memantau energi harian, AI Exercise Suggestion dengan 100 mode olahraga yang merekomendasikan latihan sesuai kondisi tubuh dan kebiasaan, serta Healthy Morning Report yang menyajikan ringkasan kesehatan harian.

    Jam tangan pintar ini juga dibekali pemantauan oksigen darah, VO₂Max, tingkat stres, kualitas tidur, hingga SpO₂. Selain itu, perangkat ini sudah mendukung GPS dan memiliki rating 5ATM sehingga aman digunakan untuk berenang di kolam. Honor Watch Fit tersedia di pasar Indonesia dengan harga Rp1.299.000.

  • Yandex Ungkap Tantangan dan Peluang AI di Pasar Indonesia

    Yandex Ungkap Tantangan dan Peluang AI di Pasar Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan teknologi asal Rusia Yandex melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial bagi pengembangan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI). 

    Namun, ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan pilihan pengguna dalam menentukan mesin pencari di perangkat mereka. CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy menilai dominasi mesin pencari tertentu membuat pengguna di Indonesia belum sepenuhnya memiliki kebebasan untuk memilih.

    “Seperti yang saya katakan, ketika membuka ponsel Anda, Anda sudah langsung mendapatkan Google yang terpasang, baik di Android karena mereka menguasai maupun di iOS karena adanya perjanjian global. Jadi, beberapa korporasi di Amerika saling bersepakat bahwa Anda harus menggunakan Google. Inilah kenyataannya,” kata Alexander saat menjawab pertanyaan Bisnis dalam sebuah wawancara di Jakarta pada 16 September 2025, dikutip Kamis (18/9/2025).

    Menurut Alexander, sejumlah negara seperti Uni Eropa, Rusia, dan India telah menerapkan regulasi yang mewajibkan akses setara ke platform digital. Mekanisme ini dilakukan melalui sistem sederhana bernama choice screen, yakni saat pertama kali pengguna melakukan pencarian, mereka akan ditanya mesin pencari mana yang ingin digunakan.

    Dia menambahkan, regulasi di Indonesia mungkin sudah menegaskan hak akses setara ke platform digital. Hanya saja, dibutuhkan aturan turunan yang lebih detail agar implementasinya dapat berjalan sesuai dengan tujuan.

    “Kurangnya pilihan ini adalah tantangan besar,” kata Alexander.

    Meski begitu, Yandex tetap optimistis melihat peluang di Indonesia. Alexander mengatakan, perusahaan kini sedang berada pada tahap awal transformasi dari mesin pencari tradisional menjadi asisten internet berbasis AI.

    “Tetapi sangat penting, yaitu transformasi dari mesin pencari internet tradisional menjadi asisten internet berbasis AI. Ini baru langkah awal. Mari kita lihat bagaimana perkembangannya. Saat ini sudah banyak manfaat yang dirasakan,” ungkapnya.

    Alexander menuturkan, teknologi Yandex mampu membantu pengguna lebih efisien dalam berselancar di internet. 

    Alexander menjelaskan, berdasarkan perhitungan tim pemasaran Yandex, pengguna dapat menghemat waktu berselancar hingga 1 minggu jika memakai Yandex Search dengan AI dibandingkan dengan browser tradisional. Efisiensi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi mereka yang melakukan riset ilmiah atau mempelajari topik tertentu di sekolah maupun universitas.

    Menurutnya, Yandex menyajikan hasil pencarian yang lengkap, ringkas, dan terverifikasi sehingga lebih dapat diandalkan dibanding jawaban instan yang berpotensi memunculkan kesalahan.

    “Yandex dapat memberikan jawaban yang komprehensif, menyajikan hasil pencarian yang lengkap, bukan sekadar jawaban yang berisiko menimbulkan halusinasi seperti ChatGPT,” kata Alexander.

    Sebelumnya, Yandex resmi meluncurkan layanan pencarian berbasis AI dengan dukungan penuh bahasa Indonesia. Layanan ini dapat diakses secara gratis melalui laman utama yandex.com.

    “Mesin pencarian modern sudah tidak bisa lagi sekadar menampilkan deretan tautan tetapi juga harus bisa memahami intensi pengguna, memberikan jawaban yang komprehensif sekaligus mencerminkan budaya dan konteks lokal,” kata Alexander dalam acara AI Innovation Summit (AIIS) 2025 di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

  • Yandex Ungkap Tantangan dan Peluang AI di Pasar Indonesia

    Yandex Ungkap Tantangan dan Peluang AI di Pasar Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan teknologi asal Rusia Yandex melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial bagi pengembangan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI). 

    Namun, ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan pilihan pengguna dalam menentukan mesin pencari di perangkat mereka. CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy menilai dominasi mesin pencari tertentu membuat pengguna di Indonesia belum sepenuhnya memiliki kebebasan untuk memilih.

    “Seperti yang saya katakan, ketika membuka ponsel Anda, Anda sudah langsung mendapatkan Google yang terpasang, baik di Android karena mereka menguasai maupun di iOS karena adanya perjanjian global. Jadi, beberapa korporasi di Amerika saling bersepakat bahwa Anda harus menggunakan Google. Inilah kenyataannya,” kata Alexander saat menjawab pertanyaan Bisnis dalam sebuah wawancara di Jakarta pada 16 September 2025, dikutip Kamis (18/9/2025).

    Menurut Alexander, sejumlah negara seperti Uni Eropa, Rusia, dan India telah menerapkan regulasi yang mewajibkan akses setara ke platform digital. Mekanisme ini dilakukan melalui sistem sederhana bernama choice screen, yakni saat pertama kali pengguna melakukan pencarian, mereka akan ditanya mesin pencari mana yang ingin digunakan.

    Dia menambahkan, regulasi di Indonesia mungkin sudah menegaskan hak akses setara ke platform digital. Hanya saja, dibutuhkan aturan turunan yang lebih detail agar implementasinya dapat berjalan sesuai dengan tujuan.

    “Kurangnya pilihan ini adalah tantangan besar,” kata Alexander.

    Meski begitu, Yandex tetap optimistis melihat peluang di Indonesia. Alexander mengatakan, perusahaan kini sedang berada pada tahap awal transformasi dari mesin pencari tradisional menjadi asisten internet berbasis AI.

    “Tetapi sangat penting, yaitu transformasi dari mesin pencari internet tradisional menjadi asisten internet berbasis AI. Ini baru langkah awal. Mari kita lihat bagaimana perkembangannya. Saat ini sudah banyak manfaat yang dirasakan,” ungkapnya.

    Alexander menuturkan, teknologi Yandex mampu membantu pengguna lebih efisien dalam berselancar di internet. 

    Alexander menjelaskan, berdasarkan perhitungan tim pemasaran Yandex, pengguna dapat menghemat waktu berselancar hingga 1 minggu jika memakai Yandex Search dengan AI dibandingkan dengan browser tradisional. Efisiensi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi mereka yang melakukan riset ilmiah atau mempelajari topik tertentu di sekolah maupun universitas.

    Menurutnya, Yandex menyajikan hasil pencarian yang lengkap, ringkas, dan terverifikasi sehingga lebih dapat diandalkan dibanding jawaban instan yang berpotensi memunculkan kesalahan.

    “Yandex dapat memberikan jawaban yang komprehensif, menyajikan hasil pencarian yang lengkap, bukan sekadar jawaban yang berisiko menimbulkan halusinasi seperti ChatGPT,” kata Alexander.

    Sebelumnya, Yandex resmi meluncurkan layanan pencarian berbasis AI dengan dukungan penuh bahasa Indonesia. Layanan ini dapat diakses secara gratis melalui laman utama yandex.com.

    “Mesin pencarian modern sudah tidak bisa lagi sekadar menampilkan deretan tautan tetapi juga harus bisa memahami intensi pengguna, memberikan jawaban yang komprehensif sekaligus mencerminkan budaya dan konteks lokal,” kata Alexander dalam acara AI Innovation Summit (AIIS) 2025 di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

  • Mantan Insinyur Tesla Puji Teknologi Baterai iPhone Air

    Mantan Insinyur Tesla Puji Teknologi Baterai iPhone Air

    Bisnis.com, JAKARTA – Desain tipis iPhone Air memang menjadi daya tarik utama, termasuk keberhasilan Apple mengecilkan ukuran papan induk (logic board). Namun, menurut Gene Berdichevsky, Co-Founder sekaligus CEO produsen material baterai Sila, terobosan terbesar dari perangkat terbaru Apple tersebut justru terletak pada teknologi baterainya.

    “Baterai di iPhone terbaru ini benar-benar luar biasa. Bentuknya yang seakan-akan bebas dan bisa dibuat dalam dua dimensi yang unik itu menakjubkan,” kata Berdichevsky dikutip dari laman TechCrunch pada Kamis (18/9/2025).

    Berdichevsky bukan orang sembarangan dalam bidang baterai. Dia merupakan karyawan ketujuh Tesla yang dulu memimpin pengembangan baterai untuk mobil listrik Roadster pertama, proyek yang kemudian menjadi dasar bagi seluruh model Tesla setelahnya. 

    Saat ini, dia memimpin Sila, perusahaan yang fokus mengembangkan material anoda silikon untuk perangkat elektronik dan kendaraan listrik. Berdichevsky menilai, penggunaan desain baterai berlekuk pada iPhone Air dimungkinkan berkat teknologi baru Apple yang telah dipatenkan, yakni baterai kaleng logam (metal can battery).

    Berbeda dengan baterai pouch yang lazim digunakan pada perangkat elektronik—berlapis plastik, lebih murah diproduksi, tetapi rentan mengembang, baterai kaleng logam hadir dengan konstruksi berbeda. Teknologi ini menggunakan lapisan logam yang membungkus seluruh sel, sehingga membuat baterai lebih kokoh, tahan lama, sekaligus dapat dibentuk sesuai kebutuhan desain perangkat

    Selama ini Apple menggunakan baterai berbentuk huruf L. Masalahnya, semua baterai lithium ion bisa mengembang seiring pemakaian, dan sudut dalam pada desain L sering menjadi titik rawan. 

    “Dengan teknologi baru ini, masalah itu bisa diatasi. Anda bisa membuat baterai dalam bentuk dua dimensi apa pun, tanpa kompromi,” kata Berdichevsky.

    Keunggulan lainnya, baterai kaleng logam memungkinkan Apple memaksimalkan ruang di dalam iPhone Air. Baterai bisa ditempatkan hingga ke tepi perangkat dan mengisi celah yang tersisa setelah papan induk dipasang.

    Meski lebih mahal, Berdichevsky optimistis mayoritas ponsel pintar akan beralih ke teknologi ini karena kapasitas energi yang lebih besar. Dia juga menekankan, teknologi ini akan sangat penting bagi perangkat berukuran kecil seperti kacamata AR dan VR. 

    “Bentuk baterai bisa menyesuaikan ruang yang aneh dan sempit. Itu benar-benar meningkatkan kepadatan energi,” ujarnya.

    Meski begitu, adopsi desain baterai baru ini menjadi alasan Apple belum beralih dari anoda karbon ke anoda silikon. Menurut Berdichevsky, wajar jika Apple tetap memakai teknologi kimia baterai lama saat memperkenalkan desain baru.

    Namun, dia menilai transisi ke baterai kaleng logam bisa membuka jalan menuju penggunaan anoda silikon di masa depan. Anoda silikon murni mampu menyimpan energi hingga 50% lebih banyak dibandingkan grafit tradisional, meski berisiko mengembang lebih besar. Perusahaan seperti Sila sudah mengembangkan cara untuk mengatasi masalah ini, tetapi tetap butuh dukungan dari desain sel baterai.

    “Teknologi ini jelas akan membantu mempercepat adopsi silikon. Kita bisa mendorong performa lebih jauh, sambil tetap mengelola risiko pengembangan. Inilah yang membuatnya sangat revolusioner,” kata Berdichevsky.

  • Alasan Apple Hilangkan iOS 19 dan Berganti ke iOS 26

    Alasan Apple Hilangkan iOS 19 dan Berganti ke iOS 26

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple baru saja merilis update sistem operasi terbaru mereka yakni iOS 26 pada Rabu (17/9/2025).

    Penamaan iOS 26 ini cukup mengejutkan bagi sejumlah pihak. Pasalnya sistem operasi sebelumnya baru sampai di angka 18.

    Sehingga seharusnya update sistem operasi terbaru kali ini dinamakan iOS 19.

    Lantas apa yang terjadi pada iOS 19 dan kenapa Apple memilih untuk menghilangkan penamaan tersebut?

    Melansir 9to5Mac, nomor pada sistem opersi didasarkan pada pemasaran dan bukan sains. Hal ini membuat Apple dapat menamai platformnya sesuka hati.

    Dihapusnya iOS 19 menjadi iOS 26 pun didasarkan pada alasan Apple ingin menyesuaikan dengan kalender pemasaran saat ini.

    Sehingga mulai saat ini dan ke depannya, rilis iOS terbaru akan diberi nama berdasarkan tahun setelah diperkenalkan. Jadi, iOS ini disebut iOS 26 karena akan tersedia secara umum mulai akhir tahun.

    Fitur Baru iOS 26

    iOS 26 versi final bisa langsung diunduh oleh pengguna, yang juga telah membawa sederet peningkatan.

    Sejumlah fitur baru yang bisa langsung dirasakan oleh pengguna iOS 26 yakni tampilan ponsel hadir dengan desain liquid glass.

    Desain ini menghadirkan tampilan dengan efek seperti kaca yang transparan, reflektif, dinamis, dan sudut membulat.

    Kemudian Apple telah memberikan peningkatan terhadap Apple Intelligence yang memiliki fitur Live Translation.

    Fitur lainnya yakni pengguna dapat meminta nama dan alasan seseorang yang sedang menelepon kita. Hal ini dilakukan untuk menghindar call spam yang dirasakan oleh banyak pengguna.

    Pada aplikasi Maps, pengguna dapat menyimpan rute favorit. Pengguna juga akan langsung mendapat notifikasi apabila terjadi kemacetan lalu lintas.

    Sayangnya, update iOS 26 ini tak bisa digunakan oleh semua pengguna iPhone. Terdapat batasan seri ponsel untuk melakukan update sistem operasi ini.

    Berikut daftar iPhone yang masih kebagian update iOS 26:

    iPhone 17
    iPhone 17 Air
    iPhone 17 Pro
    iPhone 17 Pro Max
    iPhone 16e
    iPhone 16
    iPhone 16 Plus
    iPhone 16 Pro
    iPhone 16 Pro Max
    iPhone 15
    iPhone 15 Plus
    iPhone 15 Pro
    iPhone 15 Pro Max
    iPhone 14
    iPhone 14 Plus
    iPhone 14 Pro
    iPhone 14 Pro Max
    iPhone 13
    iPhone 13 mini
    iPhone 13 Pro
    iPhone 13 Pro Max
    iPhone 12
    iPhone 12 mini
    iPhone 12 Pro
    iPhone 12 Pro Max
    iPhone 11
    iPhone 11 Pro
    iPhone 11 Pro Max
    iPhone SE 2
    iPhone SE 3

  • Daftar iPhone yang Kebagian Update iOS 26

    Daftar iPhone yang Kebagian Update iOS 26

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple resmi merilis update sistem operasi atau iOS terbaru mereka pada Rabu (16/9/2025).

    iOS 26 versi final bisa langsung diunduh oleh pengguna, yang juga telah membawa sederet peningkatan.

    Sejumlah fitur baru yang bisa langsung dirasakan oleh pengguna iOS 26 yakni tampilan ponsel hadir dengan desain liquid glass.

    Desain ini menghadirkan tampilan dengan efek seperti kaca yang transparan, reflektif, dinamis, dan sudut membulat.

    Kemudian Apple telah memberikan peningkatan terhadap Apple Intelligence yang memiliki fitur Live Translation.

    Fitur lainnya yakni pengguna dapat meminta nama dan alasan seseorang yang sedang menelepon kita. Hal ini dilakukan untuk menghindar call spam yang dirasakan oleh banyak pengguna.

    Sayangnya, update iOS 26 ini tak bisa digunakan oleh semua pengguna iPhone. Terdapat batasan seri ponsel untuk melakukan update sistem operasi ini.

    Berikut daftar iPhone yang masih kebagian update iOS 26:

    iPhone 17
    iPhone 17 Air
    iPhone 17 Pro
    iPhone 17 Pro Max
    iPhone 16e
    iPhone 16
    iPhone 16 Plus
    iPhone 16 Pro
    iPhone 16 Pro Max
    iPhone 15
    iPhone 15 Plus
    iPhone 15 Pro
    iPhone 15 Pro Max
    iPhone 14
    iPhone 14 Plus
    iPhone 14 Pro
    iPhone 14 Pro Max
    iPhone 13
    iPhone 13 mini
    iPhone 13 Pro
    iPhone 13 Pro Max
    iPhone 12
    iPhone 12 mini
    iPhone 12 Pro
    iPhone 12 Pro Max
    iPhone 11
    iPhone 11 Pro
    iPhone 11 Pro Max
    iPhone SE 2
    iPhone SE 3

  • 16 Platform Raksasa Sepakat Perkuat Moderasi Konten, Fokus Berantas Judi Online

    16 Platform Raksasa Sepakat Perkuat Moderasi Konten, Fokus Berantas Judi Online

    Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar mengatakan pemerintah bersama 16 platform digital besar, termasuk TikTok, Google, dan Meta, telah sepakat untuk memperkuat moderasi konten berbahaya, khususnya judi online.

    Komitmen itu ditegaskan usai pertemuan evaluasi yang dilakukan hingga Rabu siang (17/9/2025), dengan menekankan penggunaan dan penyempurnaan sistem Saman, sebuah mekanisme moderasi konten digital otomatis yang sejak tahun lalu telah dirilis.

    Alexander menjelaskan sistem Saman telah diuji selama hampir setahun dan akan segera berakhir masa piloting-nya bulan depan.

    “Kita harapkan dengan masukan dari para penyelenggara platform digital dan evaluasi internal, celah-celah yang ada bisa ditutup. Bulan depan sistem ini sudah bisa berjalan penuh,” kata Alexander di Jakarta.

    Dia menegaskan, keberadaan sistem ini vital untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap bersih, aman, sehat, dan produktif sesuai regulasi yang berlaku.

    Dalam kesempatan itu, Alexander juga terus mengingatkan tentang bahaya judi online. Pemerintah berkomitmen untuk memberantas praktik ini.

    Menurut data Komdigi, pemberantasan judi online menjadi prioritas utama dalam kerjasama lintas platform ini. Hingga 16 September 2025, Komdigi telah menindak lebih dari 2,8 juta konten negatif, dengan 2,1 juta di antaranya berupa konten perjudian online.

    Alexander menekankan judi online telah menimbulkan kerusakan sosial yang serius.

    “Jadi kita melihat anak-anak kehilangan masa depan, orang tua kehilangan harta, bahkan rumah tangga runtuh,” kata Alexander

    Dia mengilustrasikan, jumlah konten judi online yang ditindak sebanding dengan 20 kali kapasitas Gelora Bung Karno jika setiap kursi diibaratkan sebagai satu konten berbahaya.

    Dengan adanya komitmen dari 16 platform digital utama, Komdigi berharap sinergi multisektor ini akan meningkatkan efektivitas moderasi konten, menutup celah penyalahgunaan, serta memutus rantai peredaran judi online dan konten

  • Snowflake Bidik Pertumbuhan Agresif pada 2026, Optimalkan AI Data Cloud

    Snowflake Bidik Pertumbuhan Agresif pada 2026, Optimalkan AI Data Cloud

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan data cloud global, Snowflake, akan memperkuat ekspansi di Indonesia pada 2026 dengan mendorong layanan komputasi awan (Cloud) berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Managing Director ASEAN Snowflake Satchit Jogeklar menuturkan pasar Indonesia memiliki potensi besar dan akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan di kawasan Asia Tenggara.

    Meskipun tidak membagikan angka detail, Satchit menyampaikan kinerja Snowflake di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.

    “Tahun ke tahun, jumlah tim kami di Indonesia sudah berlipat ganda, begitu juga dengan jumlah pelanggan. Laju ini masih akan berlanjut mengingat potensi pasar yang begitu besar,” kata Satchit, Rabu (17/9/2025).

    Dengan tren tersebut, lanjutnya, Snowflake menargetkan pertumbuhan bisnis yang semakin agresif pada 2026, lewat ekspansi layanan, peningkatan kapabilitas, dan penetrasi lebih dalam pada berbagai sektor industri.

    Snowflake menyiapkan strategi tiga pilar untuk mencapai target 2026 di Indonesia yaitu dengan membangun tim Snowflake yang semakin besar dan fokus mendukung kebutuhan unik pelanggan Indonesia. Kemudian, menggandeng perusahaan konsultan lokal, integrator sistem data dan AI, serta mitra global termasuk penyedia layanan cloud (hyperscalers) seperti AWS untuk percepatan transformasi digital.

    Perusahaan juga meluncurkan berbagai program peningkatan kompetensi data dan AI bagi komunitas Indonesia, mulai dari mahasiswa hingga profesional. Program seperti One Platform Program disiapkan untuk mendorong skala adopsi teknologi data di seluruh lapisan masyarakat.

    Satchit menekankan ekspansi Snowflake di Indonesia bukan semata soal menambah karyawan atau klien, tetapi sebuah strategi jangka panjang untuk membangun fondasi ekosistem data dan AI yang berkelanjutan.

    “Bukan hanya soal perekrutan, tapi juga bagaimana Snowflake bisa menjawab kebutuhan data Indonesia lewat kolaborasi dengan ekosistem lokal dan global serta investasi pada talenta digital,” kata Sachit.

    Satchit juga berbagi mengenai cara Snowflake membantu organisasi-organisasi Indonesia mengatasi tantangan dengan menyediakan platform terpadu yang menyederhanakan kompleksitas, meningkatkan efisiensi biaya, dan membuat implementasi AI menjadi mudah dan dapat dipercaya. 

    Di Indonesia, melalui “Self-Service Analytics Project” yang didukung oleh Snowflake, Evermos dapat meningkatkan jaringan reseller-nya dan menghasilkan 2x lebih banyak wawasan berbasis data.

    Sementara itu XLSMART melakukan migrasi 2 petabyte data dalam waktu kurang dari lima bulan, mencapai peningkatan kinerja 2,5x untuk laporan-laporan kritikal dan pengurangan biaya sebesar 41%.

    Pupuk Indonesia Holding Company memanfaatkan AI Data Cloud untuk membantu para petani meningkatkan hasil panen dengan menyediakan satu sumber data yang akurat dan bisa diakses oleh siapa saja, yang mendorong pertanian berkelanjutan.

     Satchit menyimpulkan bahwa berbagai perusahaan di Indonesia harus beralih dari data yang terpisah-pisah dan tidak teratur — menuju cara baru yang memilki kecerdasan terpadu. 

    “AI Data Cloud Snowflake akan berfungsi sebagai jembatan yang memungkinkan berbagai organisasi untuk menghapus pengkotak-kotakan data, memobilisasi data secara aman,” kata Satchit.

  • Huawei Optimistis Mampu Bersaing di Pasar Flagship, Tak Terpengaruh iPhone 17

    Huawei Optimistis Mampu Bersaing di Pasar Flagship, Tak Terpengaruh iPhone 17

    Bisnis.com, JAKARTA— Huawei memastikan tetap optimistis terhadap pasar smartphone flagship di Indonesia, di tengah persaingan yang makin ketat dan hadirnya sejumlah produk baru seperti iPhone 17. 

    Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, menegaskan perusahaan memiliki rencana yang jelas dalam menghadirkan perangkat flagship ke pasar Tanah Air.

    “Kalau smartphone flagship, ini kan memang target marketnya Huawei di Indonesia, smartphone kita. Dari awal tahun, kita ngeluarin beberapa seri, ada Nova, ada X6, kemudian ada XT [Huawei Nova 13 Pro, Huawei Mate XT, dan Huawei Mate X6],” kata Edy ditemui usai peluncuran Huawei Pura80 Series di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Pada hari ini, Huawei kembali merilis ponsel flagship di pasar Tanah Air dengan menghadirkan Huawei Pura80 Series. 

    Edy mengatakan peluncuran flagship teranyarnya sudah sesuai dengan rencana perusahaan sejak awal, sehingga kehadiran produk kompetitor tidak banyak memengaruhi strategi maupun timeline yang telah disusun.

    Di sisi lain,  Apple baru saja meluncurkan iPhone 17 Series secara global pada 9 September kemarin. 

    “Jadi sebenarnya, kompetitor itu nggak terlalu ada efeknya dengan timeline kami,” imbuhnya. 

    Edy juga menyebutkan konsumen Indonesia cenderung lebih menyukai keunggulan kamera Huawei di segmen flagship. Karena itu, perusahaan menaruh harapan besar pada Huawei Pura80 Series.

    “Ekspektasi kami di Pura80 Series ini, banyak konsumen sih yang bakalan mulai dari penasaran sampai yang benar-benar appreciate sama teknologi-teknologi terbaru,” katanya.

    Edy menuturkan Huawei Pura 80 Ultra dan Pro menyasar segmen konsumen yang berbeda, di mana varian Ultra lebih ditujukan bagi pencinta fotografi, sedangkan Pro diarahkan untuk penggunaan sehari-hari.

    Meski demikian, kedua ponsel membawa peningkatan signifikan di sisi fotografi, termasuk teknologi kamera 1 inci Ultra Lighting, sistem zoom optik fleksibel, serta dukungan HUAWEI XMAGE Imaging System.