Category: Bisnis.com Tekno

  • Rusia Siapkan Layanan Internet Satelit Pesaing Starlink, Perkuat Pertahanan

    Rusia Siapkan Layanan Internet Satelit Pesaing Starlink, Perkuat Pertahanan

    Bisnis.com, JAKARTA — Rusia mengembangkan layanan internet satelit baru yang ditargetkan menjadi pesaing Starlink milik Elon Musk. 

    Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Bakanov, mengatakan proyek ini dipercepat untuk mengejar ketertinggalan dari SpaceX, yang sudah lebih dulu mendominasi industri satelit.

    “Beberapa satelit uji coba sudah berada di orbit dan telah diperiksa. Produksi berikutnya juga telah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Kami bergerak dengan cepat ke arah ini,” kata Bakanov dikutip dari laman Reuters pada Minggu (21/9/2025). 

    Pengembangan sistem internet satelit orbit rendah (LEO) ini ditangani oleh perusahaan kedirgantaraan Rusia, Bureau 1440. Proyek tersebut ditujukan untuk menyediakan layanan internet pita lebar ke berbagai belahan dunia.

    Bakanov juga menyebut Rusia telah banyak belajar dari kesalahan masa lalu, termasuk ketika pada 2002 mereka menolak tawaran Musk yang ingin membeli rudal balistik antarbenua (ICBM) untuk peluncuran luar angkasa. 

    Penolakan tersebut justru memicu Musk mendirikan SpaceX dan menekan biaya peluncuran, yang pada akhirnya merugikan Rusia. Sejarah mencatat, Uni Soviet pernah memimpin dalam perlombaan antariksa dengan meluncurkan satelit pertama, Sputnik 1, pada 1957, dan mengirim Yuri Gagarin sebagai manusia pertama di luar angkasa pada 1961. 

    Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, program luar angkasa Rusia dilanda keterbatasan dana, praktik korupsi, hingga keluhan generasi muda soal manajemen yang buruk.

    Ambisi Rusia untuk kembali bersaing di antariksa sempat terpukul pada Agustus 2023 ketika misi tanpa awak Luna-25 gagal mendarat dan justru menabrak permukaan Bulan.

    Sebelumnya, Rusia telah menikmati hebatnya Starlink untuk memperkuat sistem drone pertahanan mereka. 

    Perusahaan asal Rusia, KB Valkyriya, memamerkan drone induk RD-8 yang dapat dikontrol melalui kanal radio konvensional, jaringan satelit Starlink, hingga jaringan seluler.

    Berdasarkan informasi di situs pengembang Rusia, seri drone yang ditawarkan mencakup RD-7, RD-8, RD-10, dan RD-12. Seluruh model tersebut dapat dikendalikan lewat Starlink atau jaringan seluler. 

    Adapun, pemanfaatan masif teknologi ini berpotensi mempermudah operasi drone bagi militer Rusia di wilayah belakang garis depan Ukraina, karena layanan Starlink tersedia di Ukraina, namun tidak di Rusia.

    Produsen membuat produk ini sebagai platform multi-guna, karena dapat berfungsi sebagai drone pengintai, drone induk (mothership), dan repeater, termasuk untuk drone pencegat (interceptor).

    Drone RD-8, yang dipresentasikan di pameran, diklaim sebagai drone untuk mendukung pasukan penyerang dan mengisolasi garis pertempuran hingga 150 km. Drone ini dirancang untuk menyisir area benteng pertahanan sebelum penyerangan menggunakan FPV.

    Drone ini memiliki lebar sayap 3,8 meter, dilengkapi dua motor listrik dan mesin hybrid, dengan tangki berkapasitas 5 liter bensin. Berat lepas landasnya 30 kg dalam konfigurasi pengintai dan 35 kg sebagai drone induk. 

    Durasi terbang drone itu masing-masing hingga 4,5 jam dan 3 jam, ketinggian maksimum hingga 3 kilometer dan jangkauannya hingga 150 km. Sementara itu, kecepatan jelajah 80 km per jam dan kecepatan maksimum 200 km per jam.

    Drone ini dapat membawa dua drone FPV dengan hulu ledak masing-masing seberat 3 kg. Drone pengintai ini dilengkapi dengan kamera siang dan malam. Kamera siang hari memiliki zoom 30x, dan kamera malam hari memiliki pencitraan termal dengan matriks 640×512 piksel.

  • Sistem Pertahanan Berbasis Satelit Telkomsat Ditargetkan Beroperasi 2027

    Sistem Pertahanan Berbasis Satelit Telkomsat Ditargetkan Beroperasi 2027

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia Satelit Indonesia (Telkomsat) menyiapkan sistem pertahanan berbasis satelit untuk mendukung keamanan Indonesia. Sistem ini diharapkan dapat diimplementasikan pada 2027. 

    Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. yang berfokus pada industri satelit itu telah menjalin kerja sama dengan PT Len Industri Persero untuk merealisasikan rencana tersebut. 

    VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono mengatakan sinergi atau kerja sama dengan Len akan membantu mendukung sistem pertahanan indonesia melalui pemanfaatan kapasitas satelit Indonesia yang dikelola Telkomsat, serta dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang dibutuhkan. 

    Dengan satelit-satelit dengan frekuensi yang beragam dan kehandalan yang tinggi, berbagai kebutuhan pertahanan untuk komunikasi serta layanan pendukungnya dapat diterapkan.

    “Diharapkan 2-3 tahun dari sekarang implementasinya sudah dapat dilakukan. Pastinya dengan dukung bisnis, teknis dan regulasi serta komitmen yang kuat dari stakeholders,” kata VP Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono kepada Bisnis pada Senin (14/7/2025). 

    Dalam mencapai target tersebut, kata Fino, diharapkan pada tahun ini akan ada beberapa kasus pemanfaatan yang dapat direalisasikan. Fino belum dapat memberitahu kasus pemanfaatan tersebut. 

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan, strategis antar dua perusahaan milik negara ini mencerminkan dukungan pengembangan teknologi satelit dan sistem pertahanan nasional.  

    Lebih jauh, sinergi Len – Telkomsat menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia, riset, dan sains untuk menjawab tantangan global yang selaras dengan delapan Astacita Len, khususnya pada pengembangan teknologi satelit yang menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat kedaulatan teknologi dan kemampuan nasional.  

    “Sebuah langkah strategis yang sangat kami apresiasi dan kami dorong, contoh nyata sinergi antar BUMN yang tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tapi juga mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional” ujar Tri. 

    Tahap awal dari kerja sama ini akan memanfaatkan kapasitas Satelit Merah Putih 2 (GEO HTS) dan berlanjut dengan pengembangan konstelasi satelit orbit rendah (LEO) yang akan menjadi fondasi bagi penguatan sistem pertahanan nasional yang lebih modern dan mandiri.  

    Sinergi ini juga mencakup pengembangan teknologi command center, fasilitas produksi dan riset satelit nasional, serta wahana peluncuran satelit nasional yang akan memperkokoh kemampuan dalam mengorbitkan satelit buatan dalam negeri. 

    Kolaborasi Len – Telkomsat bukan hanya berfokus pada aspek militer, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.  Dengan hadirnya teknologi satelit yang terintegrasi, masyarakat akan merasakan peningkatan keamanan melalui sistem pertahanan yang lebih modern dan responsif. 

    Selain itu, teknologi satelit membuka peluang pemerataan akses komunikasi dan internet hingga ke daerah terpencil, sehingga mendukung transformasi digital di bidang pendidikan, ekonomi, dan layanan publik.  Penguasaan teknologi satelit juga memberikan manfaat dalam mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan efisiensi pelayanan publik.

  • Komdigi Andalkan Satelit dan BTS untuk Konektivitas 330.000 Smart TV Prabowo

    Komdigi Andalkan Satelit dan BTS untuk Konektivitas 330.000 Smart TV Prabowo

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan konektivitas yang andal dan merata untuk mendukung program digitalisasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif dengan layar digital pintar.

    Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi Wijaya Kusumawardhana mengatakan dalam menghadirkan konektivitas, Komdigi menyediakan berbagai pilihan dan alternatif. Untuk wilayah perkotaan, terdapat infrastruktur serat optik. Sementara wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah yang sulit dijangkau serat optik, Komdigi mengandalkan Satelit Multifungsi Satria-1. 

    “Kalau tidak bisa dengan fiberisasi, kita pakai tadi BTS, paling tidak kita menyediakan juga dengan satelit, dengan apa itu, parabola, kita menyediakan itu,” kata Wijaya dilansir dari Antara, Minggu (21/9/2025). 

    Berdasarkan catatan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), pada Juni 2025, kapasitas Satelit Satria-1 telah terpakai 70% untuk menyalurkan internet ke puluhan ribu titik. Tersisa 30% yang bakal digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga layanan. 

    Bakti menargetkan kapasitas dapat mencapai 90% tahun ini. Belum diketahui apakah kapasitas yang tersedia cukup untuk mendukung program 330.000 Smart TV yang butuh bandwidht besar. 

    Wijaya menambahkan metode-metode tersebut sudah dijalankan Komdigi pada upaya memperluas jaringan internet di Indonesia. Lebih lanjut, Komdigi akan melakukan penyesuaian khusus untuk memenuhi kebutuhan program distribusi layar digital pintar ke sekolah-sekolah.

    Dia juga mengatakan bahwa perluasan internet telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Nantinya infrastruktur yang dimiliki akan dikonfigurasikan dengan Smart TV yang menjadi program Prabowo Subianto. 

    “Karena ini untuk smart TV (layar digital pintar), tentunya kita lihat konfigurasinya dan nanti kita sesuaikan,” ujar Wijaya.

    Dia mengatakan, Kemkomdigi juga akan melibatkan perusahaan telekomunikasi untuk membantu pelaksanaan program tersebut.

    “Kita pasti akan melibatkan teman-teman dari operator untuk terlibat di dalam program-program pemerintah tentunya,” ucapnya.

    Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan distribusi layar digital pintar ke 330.000 sekolah di seluruh Indonesia. Melalui teknologi tersebut, akan ditampilkan pelajaran-pelajaran bagi siswa dengan konten yang terbaik, salah satunya yang berkaitan dengan animasi.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan jaringan internet yang luas untuk mendukung program digital, termasuk di sektor pendidikan.

  • PERURI Wanti-wanti AI Bisa jadi Ancaman Serius Ketahanan Digital RI

    PERURI Wanti-wanti AI Bisa jadi Ancaman Serius Ketahanan Digital RI

    Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi ketahanan digital nasional di tengah pesatnya adopsi Artificial Intelligence (AI).

    Direktur Digital Business PERURI, Farah Fitria Rahmayanti mengingatkan bahwa tanpa tata kelola yang jelas, pemanfaatan AI justru bisa menjadi ancaman serius.

    Mengutip laporan IBM, 74% organisasi mengalami kebocoran AI pada 2024, naik 67% dari tahun sebelumnya akibat ketiadaan regulasi yang memadai.

    “Fakta ini menunjukkan pentingnya regulasi, standar, dan panduan yang jelas agar AI bisa diadopsi secara aman sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis,” ujar Farah dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (20/9/2025).

    Dalam paparannya, Farah menekankan penerapan prinsip Privacy by Design sebagai kunci utama membangun AI yang aman. Ia mengibaratkan prinsip ini seperti sabuk pengaman mobil yang dipasang saat kendaraan dirakit, bukan setelah selesai dibuat. 

    “Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi risiko kebocoran data yang semakin meningkat seiring dengan masifnya adopsi AI,” jelasnya.

    Farah merinci sejumlah prinsip kedaulatan data yang harus menjadi pedoman organisasi di era AI generative mulai dari menerapkan Zero-Trust Data Input dan menggunakan layanan AI kelas enterprise dengan jaminan zero data retention.

    Tak hanya itu, dia menilai perlu untuk melakukan anonimisasi data sensitif dan menyusun panduan internal agar prompt tidak memasukkan informasi rahasia.

    Sementara itu, praktik yang harus dihindari meliputi penggunaan shadow AI oleh karyawan, mengunggah dokumen internal ke platform publik, abai terhadap analisis kontrak dan syarat layanan, serta membiarkan celah prompt injection attack.

    “Analogi pentingnya, prinsip ini seperti sabuk pengaman yang dipasang pada mobil saat dirakit, bukan setelah kendaraan selesai dibuat. Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi risiko kebocoran data yang semakin meningkat seiring dengan masifnya adopsi AI,” tandas Farah.

  • Ratusan Orang Mengantre pada Peluncuran iPhone 17 di Beijing

    Ratusan Orang Mengantre pada Peluncuran iPhone 17 di Beijing

    Bisnis.com, JAKARTA – Ratusan masyarakat Beijing rela mengantre pada peluncuran perdana iPhone 17 pada Jumat (19/9/2025).

    Antrean panjang ini menandakan bahwa penjualan seri baru ini menunjukkan awal yang menjanjikan di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

    Salah satu dari 300 orang yang tiba di took Apple di pusat kota Sanlitun, mengatakan ia mengantre untuk mengambil ponsel yang telah dipesannya secara daring.

    Shuke Wang, 35 tahun, mengatakan ia membeli model Pro Max dengan harga mulai dari 9.999 yuan ($1.406) atau sekitar Rp23 jutaan, di Tiongkok.

    Adapun seri tersebut dipatok oleh para analis sebagai model terlaris di seri 17.

    “Saya sangat menyukai desain ulang seri 17, dan menurut saya warna oranye terlihat bagus, tetapi terlalu mencolok. Model Air juga terlihat bagus, tetapi Pro Max menawarkan daya tahan baterai yang lebih lama,” ujarnya dikutip dari Reuters.

    Apple mengatakan bahwa model dasar iPhone 17 memiliki layar yang lebih cerah dan lebih tahan gores, serta kamera depan yang lebih baik sehingga swafoto horizontal terlihat lebih baik.

    Para analis mengatakan seri iPhone 17 dapat memberikan dorongan penting di akhir tahun bagi pangsa pasar dan pengiriman Apple di Tiongkok, yang telah tertekan tahun ini akibat persaingan yang semakin ketat dari Xiaomi dan Huawei di tengah melemahnya permintaan konsumen.

    Selain Beijing, antrean panjang untuk penjualan iPhone 17 ini juga terjadi di Malaysia dan India. Warga Mumbai bahkan rela menunggu sejak malam demi melihat perilisan resmi iPhone 17 series tersebut.

  • Alasan Baterai iPhone Drop setelah Update iOS 26

    Alasan Baterai iPhone Drop setelah Update iOS 26

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple secara terbuka mengatakan bahwa melakukan update sistem operasi ke iOS 26 akan mempengaruhi baterai iPhone anda.

    Namun baterai iPhone yang drop ini dinilai normal saat melakukan instalasi ke sistem operasi yang baru.

    Melansir 9to5Mac, pembaruan iOS utama memerlukan pengaturan latar belakang seperti pengindeksan data dan berkas untuk pencarian, mengunduh aset baru, dan memperbarui aplikasi.

    Apple juga menyatakan bahwa fitur-fitur baru mungkin memerlukan lebih banyak sumber daya, yang mengakibatkan “dampak kecil” pada kinerja dan daya tahan baterai.

    Perusahaan meyakinkan pengguna bahwa efek ini bersifat sementara dan umumnya akan hilang setelah proses latar belakang selesai.

    Menurut halaman dukungan Apple, “Segera setelah menyelesaikan pembaruan, terutama rilis utama, Anda mungkin merasakan dampak sementara pada masa pakai baterai dan kinerja termal. Hal ini normal, karena perangkat Anda membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses pengaturan di latar belakang.”

    Apple juga mengakui bahwa fitur-fitur baru tertentu dapat menuntut lebih banyak sumber daya dari perangkat yang berpotensi menyebabkan dampak berkelanjutan pada kinerja dan baterai.

    Namun mereka akan melakukan mengoptimalkan fitur-fitur baru untuk memastikan masa pakai baterai yang baik dan pengalaman pengguna yang lancar.

    Meskipun sebagian besar masalah mengenai baterai drop mereda dalam beberapa hari, namun beberapa pengguna mungkin tetap merasakan masalah pada seberapa besar konsumsi daya fitur-fitur baru tersebut.

    Fitur Baru dan Daftar iPhone yang Kebagian iOS 26

    Apple resmi merilis update sistem operasi atau iOS terbaru mereka pada Rabu (16/9/2025).

    iOS 26 versi final bisa langsung diunduh oleh pengguna, yang juga telah membawa sederet peningkatan.

    Sejumlah fitur baru yang bisa langsung dirasakan oleh pengguna iOS 26 yakni tampilan ponsel hadir dengan desain liquid glass.

    Desain ini menghadirkan tampilan dengan efek seperti kaca yang transparan, reflektif, dinamis, dan sudut membulat.

    Kemudian Apple telah memberikan peningkatan terhadap Apple Intelligence yang memiliki fitur Live Translation.

    Fitur lainnya yakni pengguna dapat meminta nama dan alasan seseorang yang sedang menelepon kita. Hal ini dilakukan untuk menghindar call spam yang dirasakan oleh banyak pengguna.

  • Link Live Streaming Puncak Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025

    Link Live Streaming Puncak Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena alam Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di langit dunia pada 21 September 2025.

    Namun apakah fenomena tersebut bisa terlihat di langit di Indonesia? Jawabannya adalah Tidak.

    Pemandangan alam yang cantik tersebut hanya akan terlihat di langit Selandia Baru, Kepulauan Mikronesia, Fiji dan sebagian kecil wilayah Australia Timur.

    Mengutip BMKG, gerhana matahari sebagian merupakan peristiwa terhalangnya sebagian cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.

    Hal ini terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar. Di mana akan terlihat seolah-olah bulan telah “menggigit” matahari.

    Kemudian mengutip Observatorium Bosscha, wilayah di permukaan Bumi yang berada di dalam penumbra akan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS), yaitu saat piringan matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan (Gambar 3) ketika fase maksimum gerhana.

    Kemudian wilayah lain di permukaan Bumi di luar penumbra tidak akan dapat menyaksikan gerhana matahari.

    Cara Menonton Gerhana Matahari

    Gerhana Matahari Sebagian akan mulai terlihat di langit dunia pada Minggu (21/9/2025) pada pukul 17.29 UTC atau Senin (22/9/2025) pukul 00.29 WIB.

    Adapun fenomena ini akan terjadi pada tiga fase yakni fase gerhana Matahari sebagian, puncak gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari sebagian berakhir.

    Sayangnya, Anda tidak dapat melihat langsung ke matahari selama gerhana matahari tanpa perlindungan mata yang sesuai. Pastikan untuk menggunakan kacamata gerhana matahari atau filter matahari untuk teleskop atau teropong.

    Proyektor lubang jarum juga merupakan pilihan yang bagus jika Anda sudah terlambat mendapatkan peralatan khusus, karena Anda dapat dengan mudah membuatnya dengan beberapa barang dasar dari sekitar rumah Anda.

    Biasanya, penampakan gerhana matahari sebagian juga akan disiarkan oleh beberapa observatorium melalui tayangan live streaming.

    Berikut link live streaming penampakan Gerhana Matahari Sebagian pada 21 September 2025:

    klik di sini.

  • IndiHome vs Biznet vs DATA vs WIFI

    IndiHome vs Biznet vs DATA vs WIFI

    Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi memperkirakan paket internet rumah seharga Rp100.000-an akan menjadi pengubah pertarungan di bisnis fixed broadband tahun depan. Dia mewanti-wanti agar kualitas tetap terjaga meski harga internet rumah makin rendah.

    “Harus dipastikan meski harga murah,kualitas tetap dijaga,” kata Heru kepada Bisnis dikutip Sabtu (20/9/2025).

    Lantas apa keunggulan paket internet rumah Rp100.000-an milik IndiHome, Biznet, WIFI, dan Data? berikut ulasannya.

    Surge (WIFI)

    Surge menghadirkan paket internet seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps. Melalui produk Starlite, perusahaan  menghadirkan internet cepat yang ramah di kantong rakyat.

    Dalam wawancara dengan Bisnis, Direktur Utama Surge Yune Marketatmo mengatakan layanan internet seharga Rp100.000 dengan kecepatan hingga 200 Mbps dijalankan sesuai dengan aturan pemerintah, dan komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan yang terjangkau. 

    Keunggulan paket ini tentu kuota yang besar, namun baru tersedia di titik-titik tertentu.

    Remala Abadi (DATA)

    PT Remala Abadi Tbk. (DATA) memiliki produk yang tidak kalah menarik. Melalui Nethome, Remala menawarkan paket up to 500 Mbps seharga Rp116.000 (sudah termasuk pajak). Selain itu, ada juga paket dengan harga Rp227.000 untuk kecepatan internet hingga 1 Gbps, yang dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. 

    “Kami ingin menjadi game changer,” kata CEO Remala Abadi Agus Setiono kepada Bisnis.

    Agus berharap dengan langkah ini penetrasi internet rumah dapat meningkat sehingga misi pemerintah dalam menggenjot internet cepat dengan harga terjangkau makin cepat terealisasi. 

    Sejauh ini layanan tersebut masih berada di Pulau Jawa, sebagai wilayah dengan infrastruktur dan adopsi digital paling matang di Indonesia. 

    Selain melalui harga murah, dalam mendorong produknya perusahaan juga melakukan sejumlah strategi pemasaran seperti memberikan user experience gratis selama 1 bulan kepada pelanggan, memperluas rantai distribusi dengan skema kerja sama bagi hasil dengan pihak ketiga, dan lain sebagainya. Adapun hingga kuartal I/2025, sebanyak 83.000 rumah telah terhubung dengan internet murah Remala Abadi.

    “Jawa kami bakal dahulukan. Nanti di kota-kota lain. Kami sudah nyambung juga ke Kalimantan,” kata Agus. 

    IndiHome

    IndiHome memiliki paket layanan internet murah bernama Eznet, yang hanya menyasar beberapa wilayah.. 

    Dilansir dari laman resmi, Telkomsel membanderol paket Eznet dengan kecepatan internet 10Mbps adalah Rp150.000/bulan untuk wilayah Jawa dan Bali, Rp170.000/bulan untuk wilayah Sumatra, dan Rp200.000/bulan untuk wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Harga belum termasuk PPN.

    EZnet by Telkomsel tersedia di seluruh wilayah Indonesia yang sudah mengadakan jaringan fixed broadband milik Telkomsel dengan mengacu pada kebijakan ketentuan area yang berlaku dari Telkomsel untuk ketersediaan layanan EZnet by Telkomsel.

    Pekerja IndiHome

    Biznet

    Paket Biznet Home termurah saat ini adalah Biznet Home 0D yang harganya mulai dari Rp175.000 per bulan untuk kecepatan hingga 65 Mbps. Biznet berkomitmen mendukung aktivitas digital seperti bekerja dan belajar dari rumah.

    Pada Juli 2025, Presiden Direktur & CEO Biznet, Adi Kusma, mengatakan layanan internet Biznet ini ditawarkan untuk sejumlah wilayah kota kecil.  Perusahaan belum memiliki rencana untuk menyediakan layanan di kisaran harga Rp100.000 per bulan secara nasional, untuk menghadapi persaingan yang makin ketat. 

    Meski demikian, Adi mengakui jika ada penyedia layanan yang mampu memberikan kualitas baik dengan harga Rp100.000, maka pelanggan tentu akan merasa lebih puas.

    “Bagi Biznet, kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam memberikan layanan kepada pelanggan,” kata Adi kepada Bisnis. 

  • Akademisi Sebut Akun Bot Banyak Sebar Hoaks

    Akademisi Sebut Akun Bot Banyak Sebar Hoaks

    Bisnis.com, SURABAYA – Pakar Kebijakan Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Titik Puji Rahayu angkat suara mengenai rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang tengah mempelajari penerapan kebijakan satu orang satu akun media sosial.

    Titik menjelaskan, bila nantinya kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan, maka akan berpotensi besar memangkas penyebaran informasi positif. Menurutnya, media sosial bukan hanya sebagai sarana penyebaran hoaks semata, melainkan juga menjadi medium penyebaran informasi yang bermanfaat dan dapat memberdayakan masyarakat. 

    “Hal lain yang juga menjadi poin kritik, kalau berpikir bahwa mengurangi akun akan mengurangi penyebaran hoaks itu seolah-olah cara berpikirnya bahwa satu akun hanya akan menyebarkan satu hoaks, padahal satu akun bisa menyebarkan ratusan ribuan hoaks. Jadi ini yang jadi unit analisisnya itu akunnya atau jumlah hoaksnya?,” tegas Titik, Jumat (19/9/2025).

    Lebih lanjut, Titik menegaskan bahwa wacana tersebut belum dapat menyentuh akar permasalahan. Menurutnya, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa penyebaran hoaks atau mis-informasi sebagian besar disebabkan oleh bot, bukan akun organik milik manusia. 

    Dia pun menilai bahwa pendekatan oleh pemerintah selaku regulator justru kurang efektif dan akan menghukum kelompok yang salah. 

    “Jadi yang banyak menyebarkan hokas itu biasanya adalah bot, tapi kenapa yang dihukum justru manusia, di mana dia bukan merupakan bot atau automated social media in system. Jadi sebuah aplikasi yang dirancang untuk berperilaku di media sosial seolah-olah dia manusia, padahal sebetulnya adalah software,” tegasnya. 

    Titik juga menyebutkan bahwa kebiasaan masyarakat yang memiliki banyak akun media sosial dipandangnya sebagai hal yang wajar dan umumnya memiliki tujuan yang spesifik sesuai dengan kegunaanya masing-masing. 

    “Maka mereka punya suatu akun yang memang mereka tujukan untuk merepresentasikan citra profesional mereka. Di sisi lain mereka juga punya akun yang itu sifatnya untuk pertemanan, di mana mereka lebih lugas menyampaikan mereka dengan apa adanya,” jelasnya. 

    Untuk itu, Titik pun menawarkan sebuah solusi yang lebih fundamental kepada pemerintah. Menurutnya, masyarakat yang sejahtera dan teredukasi dinilai akan lebih kebal terhadap misinformasi dan tidak mudah menyebarkan hoaks. 

    “Justru pemerintah perlu menggenjot edukasi kepada masyarakat agar mereka tidak sembarangan menyebarkan informasi jika mereka tidak memahami informasi,” terangnya. 

    Titik juga mengajak pemerintah untuk dapat lebih berpihak dan memalingkan fokus dan pekerjaannya dalam upaya pengembangan industri digital nasional yang dapat membuka banyak lapangan pekerjaan. 

    “Saya rasa pemerintah lebih baik fokus membangkitkan industri media digital, sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Benefitnya bukan hanya benefit politik dalam artian berpendapat, berdemokrasi, tapi juga ada benefit ekonomi, benefit sosio-kultural, ” pungkasnya.

  • DeepSeek Habiskan Rp4,5 Miliar untuk Latih Model AI, ChatGPT Triliun Rupiah

    DeepSeek Habiskan Rp4,5 Miliar untuk Latih Model AI, ChatGPT Triliun Rupiah

    Bisnis.com, JAKARTA – DeepSeek, platform kecerdasan buatan (AI) asal China, menghabiskan US$294.000 atau setara dengan Rp4,56 miliar untuk melatih model R1. Jauh lebih murah dari kompetitor-kompetitor asal Amerika Serikat (AS) seperti ChatGPT 4 yang merogoh kocek hingga triliunan rupiah.

    Mengutip Reuters, informasi mengenail biaya yang dikeluarkan oleh pengembang asal China itu muncul dalam sebuah artikel peer-reviewed di jurnal akademik Nature yang diterbitkan pada Rabu (17/9/2025).

    Artikel di Nature menyebutkan model R1 DeepSeek yang berfokus pada penalaran menelan biaya Rp4,56 untuk dilatih menggunakan 512 chip Nvidia H800. Informasi ini tidak dimuat dalam versi artikel sebelumnya yang diterbitkan pada Januari 2025.

    Lebih jauh dijelaskan biaya pelatihan untuk large-language models yang mendukung chatbot AI merujuk pada pengeluaran untuk menjalankan kluster chip bertenaga tinggi selama berpekan-pekan hingga berbulan-bulan guna memproses sejumlah besar teks dan kode.

    Sebelumnya, peluncuran sistem AI berbiaya lebih rendah oleh DeepSeek pada Januari lalu mendorong investor global melepas saham-saham teknologi karena khawatir model baru tersebut dapat mengancam dominasi para pemimpin AI termasuk Nvidia.

    CEO raksasa AI asal AS OpenAI Sam Altman mengatakan pada 2023, pelatihan model fondasi menelan biaya jauh lebih besar dari US$100 juta atau sekitar Rp1,55 trilun, meski perusahaannya tidak pernah memberikan rincian angka untuk setiap rilis modelnya.

    Selain itu, beberapa pernyataan DeepSeek mengenai biaya pengembangan serta teknologi yang digunakan dipertanyakan oleh perusahaan dan pejabat AS.

    Chip H800 yang disebutkan DeepSeek dirancang oleh Nvidia untuk pasar China setelah pemerintah AS pada Oktober 2022 melarang ekspor chip AI yang lebih kuat, H100 dan A100, ke Negeri Tirai Bambu.

    Pejabat AS mengatakan kepada Reuters pada Juni lalu, DeepSeek memiliki akses ke volume besar chip H100 yang diperoleh setelah aturan pembatasan ekspor AS diberlakukan.

    Nvidia pada saat itu mengatakan kepada Reuters bahwa DeepSeek menggunakan chip H800 yang diperoleh secara sah, bukan H100.