Category: Bisnis.com Tekno

  • Bos Microsoft Satya Nadella Takut AI Bisa Hancurkan Perusahaan

    Bos Microsoft Satya Nadella Takut AI Bisa Hancurkan Perusahaan

    Bisnis.com, JAKARTA— CEO Microsoft Satya Nadella secara terbuka mengaku khawatir kecerdasan buatan (AI) justru dapat menghancurkan perusahaannya sendiri. 

    Kekhawatiran itu dia sampaikan dalam pertemuan internal karyawan, di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan pergeseran fokus Microsoft ke investasi miliaran dolar untuk AI.

    Nadella menyinggung kisah Digital Equipment Corporation (DEC), perusahaan komputer yang berjaya pada 1970-an. Namun, kemudian tersingkir karena salah langkah strategis. 

    “Beberapa orang yang berkontribusi pada Windows NT berasal dari laboratorium DEC yang terkena PHK,” katanya dikutip dari laman The Verge pada Senin (22/9/2025). 

    Pernyataan tersebut mencerminkan ketatnya perebutan talenta AI saat ini. Perusahaan-perusahaan teknologi rela menggelontorkan biaya besar untuk membajak tenaga ahli terbaik dari pesaing.

    Suasana di internal perusahaan juga tengah tidak menentu. Ribuan karyawan kehilangan pekerjaan, sementara yang bertahan diliputi rasa takut akan digantikan oleh teknologi baru. Di sisi lain, Nadella menghadapi tekanan besar untuk memastikan Microsoft tetap relevan di tengah persaingan AI yang semakin sengit.

    Tekanan pada Microsoft makin terasa setelah miliarder Elon Musk meluncurkan proyek AI baru bernama Macrohard bulan lalu. Musk bahkan berspekulasi perusahaan perangkat lunak seperti Microsoft, yang tidak memproduksi perangkat keras, secara teori bisa digantikan sepenuhnya oleh AI.

    Menanggapi hal ini, Nadella menegaskan Microsoft siap beradaptasi, bahkan jika harus merelakan produk yang sudah dicintai puluhan tahun.

    “Semua kategori produk yang mungkin kita cintai selama 40 tahun bisa jadi tidak lagi relevan. Nilai kita ke depan hanya ada jika kita membangun sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan zaman, bukan sekadar terikat pada masa lalu,” katanya. 

    Microsoft masih menegaskan komitmennya pada AI. Tahun ini, perusahaan mengalokasikan dana hingga US$80 miliar atau sekitar Rp1.240 triliun untuk pembangunan pusat data AI. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan investasi yang digelontorkan Google maupun Meta.

    Namun, langkah ini tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hubungan dengan OpenAI. 

    Mitra strategisnya itu kini mendorong perubahan status menjadi perusahaan berorientasi laba sekaligus membutuhkan kapasitas komputasi lebih besar dari yang bisa diberikan Microsoft. Situasi tersebut menekan kerja sama bernilai miliaran dolar yang sudah terjalin.

    Pekan lalu, kedua perusahaan hanya berhasil menandatangani nota kesepahaman yang sifatnya tidak mengikat, sambil berusaha merampungkan kesepakatan resmi.

  • Lenovo Beberkan Strategi Investasi Berjenjang untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    Lenovo Beberkan Strategi Investasi Berjenjang untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA  — Lenovo, perusahaan teknologi asal China, berkomitmen memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui strategi investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang menyasar percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), pembangunan ekosistem digital, serta keberlanjutan.

    Executive Director CAP & ANZ Infrastructure Solutions Group (ISG) Lenovo Kumar Mitra mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam transformasi digital, khususnya di sektor yang mengandalkan adaptasi AI untuk mendorong efisiensi bisnis.

    Pendekatan investasi Lenovo tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada kepercayaan jangka panjang, peningkatan keterampilan, serta kontribusi terhadap target ekonomi digital nasional. 

    Dalam rencana investasi jangka pendek, Lenovo menekankan percepatan implementasi AI melalui solusi AI Fast Start, sebuah program yang memungkinkan perusahaan memulai proyek AI secara cepat dengan biaya lebih efisien, sekaligus memberikan hasil nyata yang bisa ditingkatkan skalanya seiring waktu.

    “Kami ingin membantu perusahaan di Indonesia agar tidak ragu memulai perjalanan AI. AI Fast Start memberikan fondasi yang tepat tanpa proses yang kompleks,” kata Kumar kepada Bisnis, Senin (22/9/2025).

    Sementara itu untuk rencana jangka menengah, Lenovo akan memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal, termasuk Independent Software Vendor (ISV), system integrator, dan penyedia layanan cloud. Strategi ini dirancang untuk memperluas profesional services Lenovo serta mendukung inisiatif alih keterampilan tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi tren AI. 

    Executive Director CAP & ANZ Infrastructure Solutions Group (ISG) Lenovo Kumar Mitra

    Kumar menambahkan salah satu faktor penting yang ditawarkan Lenovo adalah model konsumsi fleksibel melalui platform TruScale. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengakses infrastruktur dan kemampuan AI sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan investasi awal yang besar, sesuatu yang kerap menjadi hambatan utama bagi bisnis menengah di Indonesia. 

    Ke depan, Lenovo menegaskan akan terus memperluas portofolio yang mencakup PC, infrastruktur, komputasi edge, hingga high-performance computing (HPC). Dimensi keberlanjutan juga menjadi pilar utama dalam strategi jangka panjang Lenovo.

    Teknologi pendingin hemat energi Neptune serta praktik ekonomi sirkular diproyeksikan menjadi solusi yang tidak hanya mendukung efisiensi perusahaan, tetapi juga tujuan lingkungan Indonesia yang lebih hijau. 

    Dengan pendekatan bertahap ini, Lenovo berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra utama transformasi digital Indonesia, sekaligus mendorong adopsi AI dan keberlanjutan yang sejalan dengan agenda pemerintah maupun kebutuhan industri.

    “Bagi Lenovo, Indonesia adalah pasar strategis. Kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan, memastikan keberlanjutan, dan mendukung visi ekonomi digital nasional,” kata Kumar. 

    Kumar mengatakan berdasarkan studi Lenovo bersama IDC, 65% organisasi di Indonesia memprioritaskan model hybrid atau on-prem untuk beban kerja AI, karena faktor keamanan data, latensi, dan kepatuhan. Di Indoneisa, lanjutnya, kebutuhan ini semakin relevan mengingat transformasi digital yang cepat di sektor perbankan, manufaktur, hingga ritel.

    “Lenovo melihat peluang besar untuk membantu perusahaan membangun fondasi AI yang kuat mulai dari data management, governance, hingga infrastruktur digital yang andal,” kata Kumar.

    Hambatan AI di Indonesia …

  • Daftar Setting Baru iOS 26, Bisa Langsung Blokir Spam Call

    Daftar Setting Baru iOS 26, Bisa Langsung Blokir Spam Call

    Bisnis.com, JAKARTA – Pengguna iPhone sudah bisa melakukan update sistem operasi yang paling baru yakni iOS 26.

    iOS 26 dirilis pada Rabu (16/9/2025) dengan membawa sederet peningkatan seperti tampilan ponsel dengan desain liquid glass.

    Desain ini menghadirkan tampilan dengan efek seperti kaca yang transparan, reflektif, dinamis, dan sudut membulat.

    Kemudian Apple telah memberikan peningkatan terhadap Apple Intelligence yang memiliki fitur Live Translation.

    Fitur lainnya yakni pengguna dapat meminta nama dan alasan seseorang yang sedang menelepon kita. Hal ini dilakukan untuk menghindar call spam yang dirasakan oleh banyak pengguna.

    Anda juga bisa melakukan setting terbaru setelah mengunduh dan menginstall iOS 26. Setting terbaru tersebut dilakukan agar pembaruan bisa bekerja dengan optimal.

    Berikut sejumlah pembaruan yang perlu dilakukan setelah menginstall iOS 26 pada iPhone anda.

    1. Battery Mode

    iOS 26 memiliki fitur Adaptive Battery Mode yang dapat mengatur konsumsi daya baterai secara otomatis.

    Apabila anda mengaktifkan fitur ini, layar dan aktivitas aplikasi di latar belakang dapat diatus secara otomatis aga penggunaan baterai meningkat.

    2. Liquid Glass

    iOS 26 memiliki desain unik yakni Liquid Glass yang membuat tampilan iPhone menjadi seperti transparan.

    3. Ringkasan Notifikasi

    Fitur lain yang diunggulkan dalam iOS 26 yakni adanya ringkasan notifikasi untuk berita dan hiburan.

    4. Call spam

    Terakhir, fitur lain yang menarik dalam iOS 26 yakni call screening untuk mengatur spam. Pengguna bisa mengatur setting baru saat menerima telepon dari nomor tak dikenal.

    Call screening memiliki tiga pilihan, yakni membiarkan panggilan berdering, membuat panggilan masuk ke voicemail, dan meminta penelepon menulis alasannya melakukan panggilan.

    Pengguna juga bisa melakukan pemblokiran telepon tak dikenal dengan cara buka Setting > Phone > Silence Unknown Callers > On.

    Kemudian anda juga bisa melakukan setting blokir telepon spam dengan cara buka Setting > Phone > Call Blocking & Identification.

  • Jadwal Cair, Cara Daftar, Syarat, dan Link Cek Penerima

    Jadwal Cair, Cara Daftar, Syarat, dan Link Cek Penerima

    Bisnis.com, JAKARTA – Simak berbagai informasi tentang BSU Rp600.000 bulan September 2025 di bawah ini terkait cara daftar, syarat, dan cek status.

    Kabar baik buat Anda sebab pemerintah akan kembali menyalurkan BSU Rp600.000 yang akan cair bulan ini.

    Melansir Antaranews, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa program BSU akan tetap disalurkan pada semester kedua tahun 2025.

    Akan tetapi, hingga pertengahan September ini, pemerintah belum merilis jadwal resmi pencairan berikutnya.

    Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk aktif mencari informasi mengenai BSU dan melakukan pengecekan berkala melalui kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) maupun BPJS Ketenagakerjaan guna menghindari informasi yang menyesatkan.

    Jika berkaca pada skema BSU sebelumnya, Anda bisa mendaftarkan diri sebagai penerima BSU Rp600.000.

    Sebab salah satu syarat utama mendapatkan BSU Rp600.000 adalah sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

    Syarat Umum Penerima BSU:

    Dikutip dari laman resmi kemnaker.go.id dan bpjsketenagakerjaan.go.id, syarat umum penerima BSU antara lain:

    – Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK valid.

    – Aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    – Memiliki gaji/upah di bawah batas tertentu yang ditentukan pemerintah.

    – Tidak menerima bantuan sosial lain seperti Kartu Prakerja pada periode yang sama.

    Cara Cek Penerima BSU September 2025

    1. Melalui Situs Kemnaker

    Masuk ke situs resmi bsu.kemnaker.go.id.
    Masukkan data diri berupa NIK KTP, nama lengkap, nama ibu kandung, nomor HP, serta alamat email.
    Lengkapi kode keamanan yang muncul.
    Klik tombol Cek Status untuk melihat hasil verifikasi.
    Jika lolos, sistem akan menampilkan notifikasi, dan penerima dapat mencairkan dana melalui bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN), Bank Syariah Indonesia, atau PT Pos Indonesia.

    2. Melalui JMO

    Unduh aplikasi JMO
    Daftar akun
    Setelah berhasil masuk, pada beranda aplikasi JMO, pilih menu “Bantuan Subsidi Upah (BSU)”.
    Aplikasi akan menampilkan apakah pengguna termasuk penerima BSU atau tidak, lengkap dengan status penyaluran dan informasi rekening tujuan.
    Jika tidak terdaftar sebagai penerima, akan muncul keterangan bahwa pengguna tidak memenuhi syarat penerima BSU.

    Cara Daftar BSU Rp600.000 September 2025 ada di halaman selanjutnya…

  • WhatsApp Uji Coba Message Reminder, Fitur Pengingat Obrolan Penting yang Tenggelam

    WhatsApp Uji Coba Message Reminder, Fitur Pengingat Obrolan Penting yang Tenggelam

    Bisnis.com, JAKARTA — WhatsApp tengah menguji fitur baru yang dirancang untuk membantu pengguna agar tidak melupakan pesan penting di tengah padatnya percakapan. Pesan penting tersebut terkadang ‘tenggelam’ di tengah masifnya percakapan di grup dan personal.

    Fitur bernama message reminder ini saat ini sedang diuji coba di sejumlah pengguna iOS dan belum tersedia secara luas.

    Dilansir dari Betanews, Minggu (21/9/2025) Pengguna WhatsApp banyak mengeluhkan mengenal situasi ketika seseorang menanyakan tindak lanjut atas pesan pekan lalu—namun ternyata percakapan tersebut sudah luput dari ingatan.

    Melalui message reminder, WhatsApp berusaha memberikan solusi sederhana berbasis pengingat otomatis yang bisa diatur langsung dari pesan tertentu.

    Cara Kerja Message Reminder

    Fitur ini bekerja mirip dengan alarm atau pengingat kalender. Melalui menu aksi pada aplikasi, pengguna dapat menambahkan pengingat pada sebuah pesan yang ingin ditindaklanjuti atau dibuka kembali di waktu tertentu.

    Menurut laporan WABetaInfo, terdapat sejumlah opsi standar untuk mengaktifkan pengingat, mulai dari 2 jam ke depan, 8 jam, hingga 1 hari. Pengguna juga bisa memilih opsi custom untuk mengatur waktu sesuai kebutuhan.

    Setelah pengingat dibuat, WhatsApp akan menampilkan ikon lonceng kecil pada gelembung pesan sebagai tanda. Begitu waktu pengingat tiba, pengguna menerima notifikasi lengkap dengan isi pesan, pratinjau media (jika ada), dan nama chat di mana pesan tersebut berada.

    Seluruh pemrosesan pengingat dilakukan langsung on-device. Artinya, baik WhatsApp maupun orang lain di dalam percakapan tidak memiliki akses pada isi pengingat tersebut.

    Mekanisme ini memastikan privasi pengguna tetap terjaga sekaligus memberi kendali penuh dalam mengatur pesan yang dianggap penting.

    Selain itu, pengingat yang sudah dikirimkan melalui notifikasi akan otomatis dihapus dari WhatsApp untuk mencegah tumpukan yang berlebihan.

    Menariknya, fitur ini tidak mewajibkan pengguna untuk berada di jalur beta WhatsApp. Namun demikian, belum semua pengguna bisa menikmatinya karena WhatsApp tampaknya menggunakan skema uji terbatas atau peluncuran bertahap.

    Dengan dominasi WhatsApp sebagai aplikasi percakapan utama baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis, kehadiran fitur message reminder dinilai bisa menjadi alat praktis bagi jutaan pengguna agar tidak lagi melewatkan tindak lanjut obrolan penting.

  • Kawal 330.000 Smart Tv Sekolah, Kapasitas Cukup?

    Kawal 330.000 Smart Tv Sekolah, Kapasitas Cukup?

    Bisnis.com, JAKARTA— Rencana pemerintah mendistribusikan 330.000 layar digital pintar (Smart TV) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia menghadapi tantangan besar dari sisi infrastruktur, khususnya ketersediaan kapasitas satelit.

    Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai kapasitas Satelit Satria-1 saat ini belum mencukupi untuk menopang kebutuhan program pendidikan digital tersebut.

    “Satelit memang solusi ideal untuk wilayah 3T [tertinggal, terdepan, terluar], tetapi untuk skala sebesar ini, kemungkinan kapasitasnya terbatas sangat tinggi,” kata Heru saat dihubungi Bisnis pada Minggu (21/9/2025).

    Sekadar informasi, Satria-1 memiliki kapasitas sekitar 150 Gbps. Pada Juni 2025, sekitar 70% dari kapasitas tersebut telah terpakai. Artinya sisa kapasitas pada saat itu sekitar 45 Gbps. 

    Sementara itu belum diketahui berapa besar bandwidth yang akan terpakai jika Satria-1 juga dialokasi untuk kebutuhan Smart TV untuk sekolah. .

    Heru mengingatkan tanpa penambahan satelit atau optimalisasi infrastruktur lain seperti BTS, program ini berisiko tersendat. 

    Dia menilai kapasitas satelit saat ini belum cukup untuk menjamin kelancaran distribusi konten pendidikan ke seluruh sekolah. 

     “Program tersebut menuntut bandwidth besar untuk konten interaktif seperti animasi, yang jelas-jelas menguras sumber daya satelit,” imbuh Heru.

    Alternatif

    Dia juga menekankan pentingnya kombinasi infrastruktur agar distribusi konten pendidikan berjalan lancar. Misalnya, dengan memanfaatkan kapasitas satelit milik penyelenggara telekomunikasi lain. Namun, untuk itu perlu disediakan perangkat VSAT di wilayah yang membutuhkan, serta alokasi anggaran untuk menyewa kapasitas satelit swasta.

    Selain itu, Heru menambahkan, pemanfaatan BTS maupun jaringan serat optik juga bisa menjadi pilihan. Menurutnya, perlu ada pemetaan jelas mengenai wilayah yang menggunakan satelit, seluler, maupun serat optik.

    “Dan karena menggunakan jaringan yang tidak dimiliki pemerintah, maka sekali lagi harus ada anggaran sewanya jaringannya dan perangkat tambahan agar smart TV-nya bisa mendapat sinyal internet,” kata Heru.

    Pusat Gawet Satelit Satria-1

    Dia mengingatkan dampak serius bila hanya mengandalkan Satria-1, seperti layar digital pintar di sekolah pelosok akan terganggu, koneksi lambat, konten animasi macet, dan akses pendidikan digital timpang, khususnya di wilayah 3T. 

    “Masalah infrastruktur ini bukan hanya soal teknis, tapi ancaman terhadap visi pemerataan pendidikan yang digagas Presiden Prabowo. Harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, Heru menyarankan pemerintah harus agresif melibatkan operator telekomunikasi untuk menambah BTS, memperluas serat optik, hingga menyiapkan alokasi bandwidth khusus. 

    “Jika tidak, tambah satelit baru atau alokasikan bandwidth khusus untuk pendidikan. Tanpa langkah cepat, program ambisius ini dikhawatirkan tidak berjalan sesuai harapan Presiden Prabowo,” katanya.

    Aktif Secara Bersamaan

    Sementara itu, pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, menilai kebutuhan bandwidth sebenarnya bisa disesuaikan dengan standar resolusi tayangan Smart TV. Dia menjelaskan, di Indonesia beredar beberapa jenis smart TV, mulai dari SD, HD, hingga 4K. 

    Masing-masing membutuhkan kecepatan transfer data yang berbeda, di mana semakin tinggi resolusinya, semakin besar pula kebutuhan bandwidth. Kebutuhan internet pada smart TV juga dipengaruhi oleh jumlah frame per detik.

    “Untuk keperluan pembelajaran, dengan SD [standard definition] dan 30 fps mencukupi. Hal ini dapat dilayani dengan Satelit Satria,” kata Agung kepada Bisnis.

    Namun, dia mengingatkan perlunya perhitungan matang dari pemerintah, termasuk terkait jumlah smart TV yang dapat dilayani secara bersamaan yang harus dihitung oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). 

    “Dengan adanya layanan Internet melalui fiber optik, BTS 4G/5G, dan Satelit Satria, dapat melayani 330.000 konektivitas Smart TV,” tambahnya.

    Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan akan menyediakan konektivitas andal dan merata untuk mendukung program digitalisasi pendidikan melalui Smart TV. 

    Peluncuran Satelit Satria-1

    Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi, Wijaya Kusumawardhana, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan alternatif infrastruktur sesuai kondisi wilayah.

    “Kalau tidak bisa dengan fiberisasi, kami pakai tadi BTS, paling tidak kita menyediakan juga dengan satelit, dengan apa itu, parabola, kami menyediakan itu,” kata Wijaya dilansir dari Antara, Minggu (21/9/2025).

    Menurut catatan BAKTI, hingga Juni 2025, kapasitas Satelit Satria-1 sudah terpakai 70% untuk menyalurkan internet ke puluhan ribu titik. 

    Artinya, hanya tersisa 30% yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga layanan. Bakti menargetkan kapasitas satelit bisa mencapai 90% tahun ini. Wijaya menambahkan, Komdigi akan melakukan penyesuaian agar program distribusi layar digital pintar berjalan optimal. 

    “Karena ini untuk smart TV, tentunya kami lihat konfigurasinya dan nanti kami sesuaikan,” katanya.

    Dia juga menegaskan operator telekomunikasi akan dilibatkan dalam program tersebut. “Kami pasti akan melibatkan teman-teman dari operator untuk terlibat di dalam program-program pemerintah tentunya,” ujarnya.

    Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan distribusi 330.000 Smart TV untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Melalui teknologi ini, pelajaran dengan konten interaktif, termasuk animasi, diharapkan bisa diakses secara merata oleh siswa di seluruh daerah.

  • Mayoritas untuk Perawatan, Tambahan Aset Baru Minim

    Mayoritas untuk Perawatan, Tambahan Aset Baru Minim

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan dengan anggaran Rp8 triliun pada tahun ini, porsi pembangunan infrastruktur baru kemungkinan akan relatif kecil.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komdigi, Ismail, menjelaskan pembangunan infrastruktur baru akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Untuk saat ini, Komdigi lebih memprioritaskan kelanjutan program yang sudah ada.

    “Itu kan sudah jadi aset yang dibeli, dibangun sebelumnya. Nah, aset-asetnya harus operation maintenance-nya jangan sampai mangkrak di aset-aset itu lebih mayoritas. Mungkin ada porsi sedikit [pembangunan baru] tapi tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya untuk yang aset baru itu,” kata Ismail dalam acara Ngopi Bareng Media, Jumat (19/9/2025).

    Menurutnya, sebagian besar anggaran Rp8 triliun akan dialokasikan ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), termasuk untuk melanjutkan komitmen jangka panjang seperti Palapa Ring dan Satelit Satria I. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk operation maintenance, termasuk pengoperasian BTS.

    “Jadi, kalau ditanya 8T itu, sebagian besar fokusnya itu adalah untuk melanjutkan,” ujarnya.

    Ismail menambahkan, anggaran juga digunakan untuk membayar gaji sekitar 4.000 pegawai Komdigi di seluruh Indonesia serta biaya operasional kantor. Meski demikian, dia mengakui dana tersebut belum sepenuhnya mencukupi, terutama karena masih ada kebutuhan baru yang harus dibiayai, salah satunya pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang.

    “Anggaran yang sedang kami usulkan untuk ditambahkan. Jadi, tapi semua terkontrol lah. Artinya kita memahami syarat dari Presiden dan Kementerian Keuangan,” kata Ismail.

    Menara BTS di daerah 3T

    Untuk efisiensi, Komdigi menerapkan sejumlah strategi, seperti memangkas biaya rapat tatap muka dengan memperbanyak rapat daring. Selain itu, Komdigi juga mengurangi jumlah mobil operasional yang dinilai berlebihan. Ismail menambahkan efisiensi juga diterapkan dalam perjalanan dinas, meskipun ada unit-unit tertentu yang tetap harus turun ke lapangan.

    “Misalnya pengawasan spektrum frekuensi radio yang sampai ke pelosok-pelosok. Ya, ini kita siapkan anggaran karena mereka memang harus turun lapangan, kerjaannya memang seperti itu. Bukan di belakang meja, bukan di kantor,” katanya.

    Ismail menyimpulkan sebagian besar anggaran tahun ini difokuskan untuk operation maintenance, belanja pegawai, serta operasional kantor. Sementara itu, inisiatif baru dilakukan secara selektif untuk mendukung program prioritas pemerintah.

    “Termasuk kita juga mendapatkan banyak penugasan karena di setiap program prioritas presiden itu ada persoalan solusi digital yang diperlukan. Contohnya misalnya untuk sekolah rakyat itu ya di dalam sekolah rakyat itu ada solusi digital,” katanya.

    Menurutnya, dukungan Komdigi terhadap program prioritas presiden mencakup penyediaan koneksi internet di sekolah, pelatihan talenta digital bagi guru dan siswa, hingga mendukung program koperasi desa Merah Putih dan makan bergizi gratis.

    Sebelumnya, Komdigi menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I DPR pada Senin (15/9/2025). Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan rapat tersebut membahas alokasi anggaran Komdigi. Sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), pagu Komdigi ditetapkan sebesar Rp8 triliun, sama dengan usulan awal.

    “[Anggaran Komdigi] Rp8 triliun, jadi tadi ini kurang lebih sama dengan pagu awal, kemudian menjadi pagu definitifnya,” kata Meutya usai rapat di Kompleks Parlemen, Senin (15/9/2025).

    Meutya menegaskan pihaknya akan mematuhi keputusan Banggar dan menata ulang prioritas penggunaan anggaran agar program utama, khususnya yang terkait dengan Asta Cita Presiden serta quick wins Komdigi, tetap berjalan. Dia menyebut sejumlah program prioritas Komdigi antara lain pembangunan infrastruktur digital, pengawasan ruang digital yang aman, hingga komunikasi publik yang mendukung ekosistem startup.

    Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, Komdigi memperoleh alokasi Rp8,08 triliun, lebih rendah dibanding outlook 2025 yang mencapai Rp9,52 triliun.

  • Honor Ungkap 3 Pilar Utama Modal Kuasai Pasar Indonesia pada 2026

    Honor Ungkap 3 Pilar Utama Modal Kuasai Pasar Indonesia pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Honor, perusahaan elektronik asal China, fokus pada 3 pilar utama untuk bersaing dengan kompetitor dalam menguasai pasar Indonesia. 

    Setelah sempat hengkang pada 2019, Honor kembali meramaikan pasar Indonesia pada awal 2025 dengan membawa sejumlah perangkat terbaru. 

    Kini, perusahaan asal Tiongkok tersebut semakin agresif memperluas lini produk, mulai dari smartphone, tablet, hingga perangkat wearable.

    President of HONOR South Pacific, Justin Li, mengatakan Honor di Indonesia berfokus untuk menyediakan berbagai pilihan di berbagai segmen pasar, dengan tetap menghadirkan value for money terbaik 

    Menurutnya, strategi Honor bukan hanya bermain di satu kelas harga, melainkan menyasar lebih banyak konsumen dengan membawa fitur canggih. 

    “Seperti perangkat berbasis AI, layar berkualitas tinggi, dan daya tahan baterai yang panjang, agar dapat diakses oleh lebih banyak konsumen,” kata Justin kepada Bisnis pada Minggu (21/9/2025$. 

    Lebih lanjut, dia mengatakan Honor akan memperkuat komitmennya di pasar Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni portofolio produk, kanal distribusi, dan kedekatan dengan konsumen.

    Dari sisi produk, perusahaan akan terus menghadirkan perangkat-perangkat terbaru di kategori smartphone, tablet, dan wearables yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

    Dari sisi distribusi, perusahaan akan memperluas jangkauan, baik melalui toko fisik maupun platform online, sehingga konsumen di berbagai daerah dapat dengan mudah mengakses produk Honor. 

    “Sementara dari sisi konsumen, kami akan membuka lebih banyak Honor Experience Store, serta memperkuat layanan purna jual agar konsumen merasa semakin dekat dan percaya dengan brand Honor,” ungkap Justin.

    Sejak comeback pada awal 2025, Honor langsung menghadirkan deretan produk terbaru, mulai dari smartphone lipat Honor Magic V3, seri Honor X9c 5G, Honor 200 Pro, tablet Honor Pad 9 dan Honor Pad X8a, laptop Honor MagicBook Art 14, hingga perangkat wearable seperti Honor Watch 5 dan Honor Earbuds X7 Lite.

    Teranyar, pada 18 September 2025, Honor resmi meluncurkan tiga tablet anyar di Indonesia yakni Honor Pad 10, Honor Pad X9a, dan Honor Pad X7. Ketiganya hadir untuk memperluas jangkauan produk di berbagai segmen pasar, mulai dari entry-level hingga premium.

    Honor Pad 10 diposisikan di segmen premium, Honor Pad X9a di kelas menengah, sementara Honor Pad X7 menyasar entry-level. Seluruh perangkat tersebut telah dibekali fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendukung produktivitas dan hiburan pengguna.

  • Bos Honor Fokus Inovasi Berbasis Kebutuhan untuk Taklukan Pasar Gawai RI

    Bos Honor Fokus Inovasi Berbasis Kebutuhan untuk Taklukan Pasar Gawai RI

    Bisnis.com, JAKARTA — Honor, perusahaan penyedia elektronik asal China, menilai persaingan industri perangkat pintar yang ketat hingga preferensi konsumen menjadi tantangan dalam berjualan di Tanah Air. Perusahaan fokus pada inovasi untuk melewati tantangan tersebut. 

    “Tantangan tentu ada, mulai dari persaingan yang sangat ketat hingga preferensi konsumen,” kata President of Honor South Pacific, Justin Li kepada Bisnis pada Minggu (21/9/2025). 

    Namun, lanjut Justin, Honor melihat tantangan ini bukan sebagai hambatan, melainkan peluang untuk terus berinovasi dan semakin memahami karakteristik pasar Indonesia yang sangat dinamis.  

    Justin menambahkan untuk menghadapi persaingan tersebut, Honor mengusung strategi yang berfokus pada inovasi berbasis kebutuhan konsumen Indonesia.

    Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan rangkaian produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. 

    “Prinsip human-centric yang kami pegang membuat setiap inovasi berangkat dari insight konsumen. Misalnya, permintaan akan daya tahan baterai yang lama, layar nyaman untuk mata, hingga fitur AI yang membuat hidup lebih produktif,” kata Justin.

    Selain itu, pihaknya memperkuat ekosistem all-scenario Honor agar konsumen dapat merasakan pengalaman yang lebih seamless, baik saat menggunakan smartphone, tablet, maupun perangkat wearables. 

    “Dengan pendekatan ini, kami yakin bisa membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen secara berkelanjutan,” ungkapnya. 

    Perusahaan teknologi yang baru kembali ke RI juga mengatakan respons konsumen Tanah Air sejauh ini cukup positif. Justin mengatakan smartphone dan tablet menjadi pendorong utama pertumbuhan HONOR di Indonesia.

    “Sejak awal 2025, kami melihat respons pasar Indonesia terhadap smartphone dan tablet HONOR sangat positif. Kedua kategori ini menjadi motor penggerak utama karena memang paling relevan dengan kebutuhan konsumen sehari-hari, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan,” kata Justin. 

    Honor sendiri bukan nama baru di Indonesia. Perusahaan ini pertama kali hadir pada 2018, kemudian hengkang pada 2019, sebelum akhirnya kembali pada awal 2025 dengan membawa sejumlah perangkat terbaru.

    Perangkat terbaru tersebut mulai dari smartphone lipat Honor Magic V3, seri Honor X9c 5G, Honor 200 Pro, tablet Honor Pad 9 dan Honor Pad X8a, hingga laptop Honor MagicBook Art 14 serta perangkat wearables seperti Honor Watch 5 dan Honor Earbuds X7 Lite.

    Terbaru, Honor resmi meluncurkan tiga tablet anyar di Indonesia pada 18 September 2025, yakni Honor Pad 10, Honor Pad X9a, dan Honor Pad X7. Kehadiran ketiganya memperluas jangkauan produk Honor di berbagai segmen, mulai dari entry-level hingga premium. 

    Honor Pad 10 diposisikan di segmen premium, Honor Pad X9a di kelas menengah, sementara Honor Pad X7 menyasar entry-level. Ketiga perangkat ini sudah didukung fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang produktivitas dan hiburan konsumen.

  • Telkom (TLKM) Perluas Bisnis, Perkuat Ekosistem Digital Kosgoro 1957

    Telkom (TLKM) Perluas Bisnis, Perkuat Ekosistem Digital Kosgoro 1957

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) berkerja sama dengan Institut Bisnis Kosgoro 1957 (IBK 1957) memperkuat internalisasi ekosistem digital pendidikan perguruan tinggi yang berada dalam naungan Yayasan Universitas KOSGORO 1957.

    Melalui  kerja sama tersebut, Telkom memberikan layanan konektivitas yang disertai dengan sistem penunjang Pendidikan bagi IBI Kosgoro, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas baik peserta didik maupun proses bisnis di IBI Kosgoro. Adapun nilai kontrak kerja sama senilai Rp1,1 miliar.

    Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 2 Telkom Edie Kurniawan mengatakan kerja sama juga mencakup pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan pendidikan Kosgor. Selain pemanfaatan AI, Telkom juga membuka kesempatan untuk sharing value dengan pakar di bidang AI, keamanan siber (cyber security), dan benda-benda yang terhubung dengan internet atau Internet of things (IoT).

    “Telkom berkomitmen untuk bisa memberikan value synergy ke dunia pendidikan, bisa melalui sharing dalam bentuk studium generale maupun program magang bagi mahasiswa,” ujar Edie, dikutip Minggu (21/9/2025).

    Sebelumnya, Telkom telah menghadirkan AI Center of Excellence sebagai respons atas tingginya kebutuhan Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan di dunia industri. 

    Direktur IT Digital Telkom Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, AI Center of Excellence, disebar di 9 kota strategis, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali, Aceh, Makassar, Labuan Bajo, dan Papua. 

    Di 9 kota besar itu, penggunaan AI meningkat pesat mulai dari pemerintahan, enterprise hingga UMKM. Bahkan AI seakan telah menjadi fenomena FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan mereka.

    Didorong komitmen memenuhi kebutuhan itu, Telkom siap menghadirkan layanan AI melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. 

    “Untuk berkolaborasi perlu tempat. Jadi nanti terjadi link and match antara produk dan customer,” jelas Faisal.

    Dia memaparkan, Telkom akan menjadi penggerak dengan menggandeng seperti teknologi provider, solution provider khusus di bidang AI, startup, pemilik platform AI dan lainnya.