Category: Bisnis.com Tekno

  • Biznet Targetkan Miliki 4 Juta Homepass pada 2026

    Biznet Targetkan Miliki 4 Juta Homepass pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) menargetkan memiliki 4 juta homepass pada 2026 mendatang. Homepass adalah jumlah unit rumah atau bangunan yang telah dijangkau oleh infrastruktur fixed broadband, khususnya jaringan internet kabel atau fiber ke rumah (FTTH).

    Homepass bukan berarti jumlah pelanggan yang sudah memakai layanan internet, tapi potensi rumah berlangganan kepada provider karena sudah tersedia jaringannya.

    Vice President Marketing Biznet Hutomo Siswanto mengatakan saat ini jumlah homepass Biznet menyentuh 3 juta, dengan tingkat penetrasi pelanggan sekitar 25%. Dengan demikian jumlah pelanggan  mencapai sekitar 750 ribu.

    “Kami target homepass sekitar 4 juta tahun depan,” kata Hutomo ditemui usai Press Conference Biznet 25th Anniversary di Jakarta pada Rabu (1/10/2025). 

    Sementara itu, lanjut Hutomo, jumlah pelanggan ditargetkan dapat tumbuh hingga 30% dari total homepass.

    Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo menyampaikan fokus perusahaan tahun ini tidak hanya pada ekspansi, tetapi juga pada optimalisasi layanan kepada pelanggan yang sudah ada.

    “Pada tahun ini memang kami lebih fokus untuk pengembangan dari pelanggan itu sendiri. Itu sudah sekitar 25% penetration rate kami di Indonesia, maksudnya dari 3 juta homepass tadi yang cukup diserap,” katanya.

    Menurut Adrianto, salah satu tantangan utama Biznet adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kualitas internet yang baik melalui kapasitas bandwidth besar. Dia melihat, di banyak kota lapis kedua dan ketiga, masyarakat masih lebih berfokus pada harga dibandingkan kualitas layanan.

    Untuk memperkuat layanan, Biznet terus berinvestasi dalam infrastruktur. Pada Maret 2025, perusahaan resmi mengaktifkan jaringan kabel serat optik bawah laut di Pulau Jawa, yang menghubungkan Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. 

    Proyek ini ditujukan untuk menambah kapasitas bandwidth antar kota di Pulau Jawa sekaligus meningkatkan keandalan layanan. Inovasi ini menjadi bagian dari integrasi dengan pembangunan Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2), setelah sebelumnya BNCS-1 beroperasi sejak Juni 2024. 

    BNCS-2 direncanakan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi untuk memperkuat konektivitas nasional. Melalui proyek BNCS-2 yang menghubungkan Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, Biznet akan melanjutkan program ekspansi jaringan hingga menjangkau wilayah-wilayah terpencil, termasuk kampung nelayan yang masih sulit memperoleh akses internet. 

    Kehadiran proyek ini juga akan diperkuat dengan infrastruktur pendukung seperti cable landing station atau marine park. Hingga saat ini, Biznet telah membentangkan jaringan The New Biznet Fiber sepanjang lebih dari 100.000 kilometer yang mencakup Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Flores, dan Timor.

    Adapun jaringan bawah laut BNCS-1 menghubungkan Jawa, Sumatra, dan Bangka dengan titik pendaratan kapal atau Marine POP di Anyer (Banten), Kalianda (Lampung), Sungsang (Sumatra Selatan), dan Muntok (Bangka Barat).

  • 4 Fitur Baru WhatsApp, Ada Background AI untuk Videocall

    4 Fitur Baru WhatsApp, Ada Background AI untuk Videocall

    Bisnis.com, JAKARTA – WhatsApp mengumumkan pembaruan pada aplikasi mereka, di mana terdapat sejumlah fitur baru yang layak dicoba.

    Fitur baru ini diberikan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna yang ingin mengekspresikan dirinya secara maksimal saat bertukar pesan.

    Di jaman modern ini, WhatsApp kemudian memperkenalkan background artificial intelligence (AI) yang bisa digunakan saat melakukan video call.

    Opsi tersebut dapat dipakai saat melakukan panggilan video, maupun saat mengambil video secara manual dalam kolom pesan (chat).

    Nah, berikut ini daftar fitur baru WhatsApp yang wajib anda ketahui untuk memaksimalkan bertukar pesan dengan rekan-rekan.

    Daftar 4 Fitur Baru WhatsApp

    1. Background AI untuk Videocall

    WhatsApp memperkenalkan background artificial intelligence (AI) yang bisa digunakan saat melakukan video call.

    Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih atau membuat latar belakang khusus dengan Meta AI. Nantinya, fitur bisa dipakai saat melakukan penggilan video, maupun saat mengambil video secara manual dalam kolom pesan (chat).

    2. Live Photos dan Motion Photos

    Fitur baru lain yang diunggulkan yakni Live Photos dan Motion Photos untuk pengguna iOS dan Android.

    Pengguna dapat mengirim, atau membuat, foto bergerak atau Live Photos selama 2 detik untuk dikirim ke rekan lain dalam kolom pesan (chat).

    3. Scan Dokumen

    WhatsApp juga memperkenalkan fitur lain yang dirasa berguna, yakni scan dokumen dengan mudah untuk para pengguna Android.

    Fitur ini memungkinkan pengguna untuk bisa memindai, memotong, menyimpan, dan mengirim dokumen langsung dari aplikasi, tanpa bantuan aplikasi pihak ketiga.

    4. Koleksi stiker baru

    Terakhir, fitur yang dirilis WhatsApp yakni koleksi paket stiker baru yang bisa langsung dinikmati oleh pengguna.

    Stiker baru tersebut yakni Fearless Bird dan Vacation.

  • Operator Besar Mundur dari Lelang, Pengamat Beberkan Potensi Frekuensi 1,4 GHz

    Operator Besar Mundur dari Lelang, Pengamat Beberkan Potensi Frekuensi 1,4 GHz

    Bisnis.com, JAKARTA — Lelang frekuensi 1,4 GHz untuk layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access/BWA) kini hanya menyisakan tiga peserta. Sejumlah operator besar seperti Telkomsel, Indosat, dan XLSMART memilih mundur dari proses seleksi.

    Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo menilai frekuensi 1,4 GHz memiliki potensi besar meskipun saat ini belum banyak dimanfaatkan.

    “Pita frekuensi 1.4GHz salah satu pita mid-band [1 GHz – 6 GHz] dari IMT. Cepat atau lambat, pabrikan handphone akan memasukkan pita frekuensi ini ke dalam produknya. Dari hal ini, pada dasarnya yang tepat untuk memanfaatkannya adalah operator selular,” kata Agung kepada Bisnis pada Rabu (1/10/2025).

    Menurutnya, ada tiga kondisi umum yang harus dipenuhi industri dalam memanfaatkan pita frekuensi ini, yakni kemampuan modal besar untuk menggelar jaringan, kemampuan mematuhi regulasi, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi.

    “Ketika operator selular mundur dari lelang, boleh jadi terkait pertimbangan bisnis saat ini, semisal belum matangnya ekosistem 1.4GHz,” tambahnya.

    Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti mekanisme seleksi yang memang mengharuskan operator memenuhi sejumlah persyaratan teknis maupun administratif.

    “Seleksi biasanya ada beberapa tahap. Pendaftaran, seleksi administrasi, kemudian lelang, ada masa sanggah, baru penetapan pemenang,” kata Heru.

    Dia menambahkan, mundurnya peserta bisa terjadi karena berbagai alasan. Menurutnya, ada yang memang mundur setelah mengetahui apa saja hak dan kewajiban sebagaimana tercantum dalam dokumen seleksi. Namun, lanjut dia, biasanya ada juga yang memang tidak memenuhi syarat dan dokumen tidak lengkap. 

    “Seperti bank garansi untuk lelang, memiliki izin yang sesuai, dan proposal teknis serta keuangan jika memenangkan seleksi. Kalau tersisa tiga artinya ya mereka yang benar-benar berminat dan memenuhi syarat untuk lanjut ke seleksi selanjutnya,” katanya.

    Meski demikian, Heru menilai implementasi jaringan 1,4 GHz bukanlah hal yang mudah. Pasalnya membutuhkan jaringan yang nantinya harus dikombinasikan dengan teknologi nirkabel. 

    Berbeda dengan seluler, jangkauan 1,4 GHz terbatas sehingga lebih mengandalkan jaringan berbasis serat optik. Dia menambahkan, meski tiga peserta yang tersisa dinilai cukup kuat, tantangan tetap ada terutama dalam menjangkau wilayah timur Indonesia.

    “Dari ketiga peserta saya melihat cukup kuat untuk bersaing, dan kita harapkan bisa memberikan layanan internet dengan kecepatan tinggi dan murah, yang disebut Rp100 ribu. Hanya memang untuk Timur Indonesia tidak semua siap,” kata Heru.

    Diberitakan sebelumnya, dari tujuh perusahaan telekomunikasi yang mengambil dokumen seleksi, hanya lima yang mengajukan dokumen permohonan, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Indosat Tbk., PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk., PT Telemedia Komunikasi Pratama, dan PT Eka Mas Republik.

    Namun, dalam proses pemeriksaan dokumen pada 23 September 2025, Indosat dan XL Smart memutuskan mundur. 

    Alhasil, hanya tersisa tiga peserta, yaitu Telkom, Telemedia Komunikasi Pratama (anak usaha WIFI), dan Eka Mas Republik, yang akan bersaing memperebutkan pita 1,4 GHz yang terbagi dalam tiga zona.

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan seleksi telah memasuki tahap lelang harga yang akan dimulai pada Senin, 13 Oktober 2025 melalui sistem e-Auction. Peserta juga masih diberikan kesempatan untuk menyampaikan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi paling lambat Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB.

  • Lelang 1,4 GHz Tanpa 3 Operator Besar (Telkomsel, Indosat, XLSMART)

    Lelang 1,4 GHz Tanpa 3 Operator Besar (Telkomsel, Indosat, XLSMART)

    Bisnis.com, JAKARTA —  PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tak terlibat dalam lelang frekuensi 1,4 GHz. Dari 7 perusahaan telekomunikasi yang mengambil dokumen, hanya tersisa 3 perusahaan yang terlibat ke tahap penawaran.

    Adapun 3 perusahaan yang lanjut ke tahap lelang antara lain, PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak usaha WIFI), PT Eka Mas Republik, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

    Komdigi melaporkan pada Selasa, 23 September 2025, pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB dari 7 (tujuh) Calon Peserta Seleksi yang telah mengambil Dokumen Seleksi, terdapat 5 (lima) Calon Peserta Seleksi yang menyerahkan Dokumen Permohonan Keikutsertaan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025.

    Telkomsel dan PT Netciti Persada tidak mengumpulkan dokumen, yang menandakan mereka tak terlibat.  Sementara itu, Eka Mas Republik, Telemedia Komunikasi Pratama, Indosat, XLSmart, dan Telkom mengumpulkan dokumen.

    Kemudian, pada Selasa, 23 September 2025, pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB  Tim Seleksi telah melaksanakan Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Permohonan Keikutsertaan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025 yang dihadiri oleh perwakilan dari Calon Peserta Seleksi sebagai saksi.

    Berdasarkan Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Permohonan Keikutsertaan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, didapatkan bahwa Indosat dan XLSmart memutuskan untuk mundur. Artinya, tersisa Telkom, Telemedia Komunikasi Pratama, dan Eka Mas Republik sebagai peserta lelang. Mereka akan memperebutkan pita 1,4 GHz yang terbagi dalam 3 zona.

    “Sesuai  ketentuan dalam Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, maka berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam angka 5, proses Seleksi dilanjutkan ke tahapan Lelang Harga,” tulis Komdigi dalam website, Rabu (1/10/2025).

    Komdigi menyampaikan tahapan lelang harga angka 6 akan dimulai pada hari Senin, 13 Oktober 2025 melalui sistem e-Auction.

    Sesuai ketentuan dalam Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, Peserta Seleksi sebagaimana dimaksud dalam angka 5 dapat menyampaikan Sanggahan Hasil Evaluasi Administrasi dalam bentuk tertulis melalui surat resmi yang disertai bukti yang memperkuat sanggahan yang disampaikan secara daring melalui sistem e-Auction paling lambat Jumat, 3 Oktober 2025 Pukul 15.00 WIB.

  • Telkom, WIFI, dan Eka Mas Republik Masuk Tahap Lanjut Lelang Frekuensi 1,4 GHz

    Telkom, WIFI, dan Eka Mas Republik Masuk Tahap Lanjut Lelang Frekuensi 1,4 GHz

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak usaha WIFI), dan PT Eka Mas Republik lolos ke tahap selanjutkan dalam seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 Ghz untuk layanan akses nirkabel pita lebar atau broadband wireless access (BWA) 2025.

    “Sesuai ketentuan dalam Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, maka berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi, proses Seleksi dilanjutkan ke tahapan Lelang Harga,” tulis Komdigi dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (1/10/2025) 

    Tahap lelang harga akan dimulai pada Senin, 13 Oktober 2025 melalui sistem e-Auction. Sesuai ketentuan, peserta seleksi berhak menyampaikan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi secara tertulis dengan bukti pendukung. 

    Sanggahan harus disampaikan secara daring melalui sistem e-Auction paling lambat Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 15.00 WIB. Jika sanggahan melewati batas waktu atau tidak sesuai dengan ketentuan, maka dinyatakan tidak diterima.

    “Pelaksanaan Seleksi tetap berlangsung meskipun terdapat Sanggahan Hasil Evaluasi Administrasi,” tulis Komdigi.

    Sebelumnya, terdapat tujuh penyelenggara yang mendaftar sebagai calon peserta seleksi dengan mengambil dokumen seleksi pada 11–20 Agustus 2025. 

    Mereka adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Indosat Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Telemedia Komunikasi Pratama, PT Netciti Persada, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Eka Mas Republik.

    Dari tujuh calon peserta tersebut, hanya lima yang menyerahkan dokumen permohonan keikutsertaan pada 23 September 2025, yaitu PT Eka Mas Republik, PT Telemedia Komunikasi Pratama, PT Indosat Tbk, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. 

    Pemeriksaan kelengkapan dokumen dilakukan di hari yang sama pada pukul 14.00–16.00 WIB, disaksikan perwakilan masing-masing peserta.

    Dokumen-dokumen tersebut ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

    Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa PT Eka Mas Republik, PT Telemedia Komunikasi Pratama, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dinyatakan lengkap. Sementara itu, PT Indosat Tbk dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk dokumen tidak lengkap dan menyatakan pengunduran diri. 

  • XLSMART Mulai Terapkan Registrasi SIM Card Pakai Face Recognition

    XLSMART Mulai Terapkan Registrasi SIM Card Pakai Face Recognition

    Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera telah mengimplementasikan registrasi SIM Card dengan pengenalan wajah (face recognition). Layanan tersebut masih bersifat opsional bagi pelanggan, sejalan dengan regulasi yang berlaku saat ini. 

    Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengatakan melalui sistem biometrik yang terhubung dengan database kependudukan nasional, proses verifikasi dilakukan secara otomatis untuk memastikan akurasi data. 

    “Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan XLSMART terhadap program pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional, sekaligus meningkatkan keamanan data pelanggan,” kata Merza dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (1/10/2025). 

    Merza mengatakan XLSMART berharap regulasi resmi terkait registrasi biometrik dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dapat segera dirilis, sehingga implementasi ini dapat berjalan lebih terarah, konsisten, dan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku industri.

    “Dengan penerapan ini, XLSMART memperkuat standar KYC [Know Your Customer] di industri, mempercepat proses registrasi, meningkatkan akurasi, serta meminimalkan risiko penipuan identitas dan penyalahgunaan data,” tandas Merza. 

    Untuk pelanggan XL dan AXIS dapat memanfaatkan layanan ini melalui situs registrasi.xl.co.id, sementara untuk pelanggan SMARTFREN dapat mengakses melalui http://smartfren.com/activation. 

    Sebelumnya, Komdigi menargetkan aturan penggunaan teknologi biometrik, termasuk pengenalan wajah, untuk registrasi kartu e-SIM dapat mulai diterapkan tahun ini. 

    Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan pihaknya tengah menyusun regulasi turunan berupa Peraturan Menteri yang akan menjadi payung hukum penerapan teknologi tersebut.  

    “Sedang kami susun Peraturan Menterinya, kita target tahun ini mulailah ya,” kata Edwin ditemui di sela acara Veeam Media Briefing di Jakarta pada Kamis (25/9/2025). 

    Edwin menekankan kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk e-SIM, melainkan juga akan diperluas ke seluruh jenis kartu SIM. 

    “Sekarang kan e—SIM saja, nanti semuanya,” imbuhnya.  

    Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah maraknya penipuan (scam) yang kerap memanfaatkan data palsu saat pembukaan nomor seluler baru.

  • Bunga Matahari Bakal Ditanam di Cikande untuk Serap Radioaktif, Pernah Dipakai di Chernobyl

    Bunga Matahari Bakal Ditanam di Cikande untuk Serap Radioaktif, Pernah Dipakai di Chernobyl

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemkab Serang dikabarkan akan menanam bunga matahari di sekitar wilayah yang terpapar radiasi Cesium 137 di Cikande.

    Hal ini karena bunga matahari memiliki kemampuan dalam membersihkan limbah radioaktif dari lingkungan.

    Itulah sebabnya bunga matahari pernah ditanam secara massal setelah bencana Chernobyl tahun 1986.

    “Bunga matahari sangat pandai menyerap isotop radioaktif tertentu,” jelas ilmuwan tanah Michael Blaylock dilansir dari IFL science.

    Tanaman-tanaman berwarna cerah ini bukan hanya membuat indah lingkungan, namun juga menyimpan sebagian besar biomassanya di daun dan batang, sehingga bahan radioaktif yang diserap tanaman dapat dibuang tanpa harus menggali akarnya. Inilah kenapa bunga matahari bisa menyerap limbah radioaktif dan membersihkan lingkungan dari paparannya.

    Fitoremediasi, atau penggunaan tanaman untuk membersihkan racun dari lingkungan, merupakan kesuksesan besar di Chernobyl, di mana bencana nuklir meninggalkan tanah dan air di sekitarnya yang sarat dengan unsur radioaktif cesium dan strontium.

    Proses ini berhasil karena isotop “meniru” nutrisi yang diserap bunga matahari secara alami cesium meniru kalium, yang dibutuhkan tanaman untuk fotosintesis, dan strontium berperan sebagai kalsium, yang memberikan dukungan struktural.

    Awal mula Bunga Matahari jadi ‘obat’ penghilang radiasi

    Dilansir dari UA magazine, banyak teknologi yang dikembangkan sejak kecelakaan Chernobyl pada tahun 1986 menggunakan mesin dan bahan kimia canggih; namun, beberapa perusahaan dan ilmuwan telah mengalihkan perhatian mereka kepada sahabat dan penolong tertua kita: tumbuhan.

    Para ilmuwan telah menyelidiki spesies tumbuhan yang tidak dianggap untuk dikonsumsi untuk membantu menghilangkan radionuklida yang dilepaskan setelah kecelakaan nuklir. Proses ini disebut fitoremediasi.

    Penggunaan fitoremediator telah dimulai puluhan tahun yang lalu. Namun, dari ribuan tanaman yang dipertimbangkan, kultivar bunga matahari Helianthus annuus L telah dinyatakan sebagai pemenang yang jelas.

    Pada tahun 1986, ahli biologi tanaman Ilya Rasking dan kelompok penelitiannya di Universitas Rutgers menemukan bahwa budidaya hidroponik spesies bunga matahari ini dengan cepat mengakumulasi logam berat dan radionuklida. Mereka melakukan eksperimen dengan air yang terkontaminasi uranium di Ohio, dan melaporkan bahwa, setelah 24 jam, konsentrasi uranium dalam air menurun hingga 94%.

    Pada tahun 1994, sebuah upaya multinasional berhasil menggunakan bunga matahari untuk membersihkan 137Cs dan strontium 90Sr dari air di Chernobyl, Ukraina. Ladang bunga matahari yang luas ditanam di area terdampak, sedekat satu kilometer dari reaktor nuklir yang rusak.

    Menurut perusahaan Phytotech, fitoremediasi mengurangi biaya pembersihan hingga sepuluh persen dibandingkan dengan metode lain seperti perawatan kimia.

    Spesies bunga matahari Helianthus annuus L juga terbukti mampu menghilangkan logam beracun lainnya, seperti Cu2+, Cd2+, Ni2+, Pb2+, dan Zn2+, dari larutan air secara efektif.

    Bunga matahari efektif di dalam air dalam eksperimen dan di Chernobyl, tetapi tidak demikian halnya di dalam tanah.

    Para peneliti dari Universitas Purdue di AS menyelidiki fitoremediator lain seperti mustard dan tembakau. Profesor botani Mary Alice Webb melakukan eksperimen dengan bibit tembakau untuk menyerap kalsium.

    Secara mengejutkan, eksperimennya menunjukkan bahwa tembakau juga mampu menyerap isotop 90Sr, dan menyadari bahwa tembakau juga dapat membantu membersihkan tanah dari kontaminan nuklir ini. Dalam hal ini, yang terjadi adalah 90Sr meniru kalsium yang mengalir ke tanaman.

  • XLSMART Berharap Ada Skema Insentif di Program Kampung Internet Komdigi

    XLSMART Berharap Ada Skema Insentif di Program Kampung Internet Komdigi

    Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) mendukung Program Kampung Internet 2025 yang baru-baru ini diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ada usulan agar program tersebut disertai dengan insentif.

    Head of External Communications XLSMART, Henry Wijayanto, mengatakan program tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menghubungkan setiap orang Indonesia untuk kehidupan yang lebih baik. 

    “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memperluas jaringan, menghadirkan layanan broadband terjangkau, dan mendukung transformasi digital masyarakat,” kata Henry kepada Bisnis pada Rabu (1/10/2025).

    Lebih lanjut, Henry menekankan sejumlah aspek penting agar tujuan itu bisa terwujud. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, operator, dan mitra teknologi. 

    Selain itu, skema investasi dan insentif untuk pembangunan di wilayah non-ekonomi juga diperlukan, disertai peningkatan literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara produktif.

    “Serta kebijakan spektrum dan regulasi yang mendukung adopsi teknologi baru,” kata Henry. 

    Sebelumnya, Komdigi meresmikan Program Kampung Internet 2025 di Desa Kramat Gajah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 29 September 2025. 

    Program ini ditujukan untuk memperluas akses internet hingga pelosok desa dengan membangun 1.194 titik penerima manfaat di lima provinsi. Pada tahap awal, sebanyak 307 titik akan dibangun di Sumatera Utara, dengan tambahan jaringan kabel fiber optik sepanjang 196 kilometer.

    Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran internet akan menjadi motor penggerak kemajuan desa.

    “Dengan Kampung Internet, anak-anak sekolah bisa belajar lebih mudah, UMKM bisa memperluas pasar, dan layanan publik desa makin cepat. Inilah motor penggerak kemajuan desa di era digital,” kata Meutya dalam laman resmi Komdigi pada Senin (29/9/2025).

    Selain Sumatera Utara, titik Kampung Internet 2025 juga akan dibangun di NTB, Lampung, Jawa Barat, dan Banten. Program ini mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang mencakup penetrasi broadband rumah tangga 50%, pembangunan jaringan fiber optik hingga 90% kecamatan, serta kecepatan internet 100 Mbps pada 2029.

    “Saat ini baru 21% rumah tangga yang memiliki akses broadband tetap. Artinya, pekerjaan rumah kita masih besar. Kampung Internet adalah salah satu cara untuk mengejar target itu,” tambah Meutya.

    Dalam peresmian tersebut, Komdigi juga menyerahkan bantuan laboratorium fiber optik untuk SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, yang akan digunakan untuk melatih guru dan siswa menjadi tenaga terampil di bidang jaringan.

    “Untuk membangun konektivitas kita tidak bisa sendiri. Pemerintah pusat, daerah, industri, dan masyarakat harus saling bergandengan,” tandas Meutya.

  • Tutorial Praktis Kirim Live Photo WhatsApp di iOS dan Android

    Tutorial Praktis Kirim Live Photo WhatsApp di iOS dan Android

    Bisnis.com, JAKARTA— WhatsApp menghadirkan fitur pengiriman Live Photo melalui aplikasi WhatsApp di perangkat iOS. Fitur ini memberikan alternatif bagi pengguna iPhone untuk mengirimkan foto bergerak langsung melalui WhatsApp, tanpa harus menggunakan AirDrop.

    Tak hanya pengguna iOS, pembaruan serupa juga dapat dinikmati oleh pengguna WhatsApp di Android.

    “Kini Anda bisa membagikan Live Photo (iOS) dan Foto Bergerak (Android) yang menangkap kehidupan apa adanya, lengkap dengan suara dan gerakan, artinya Anda bisa membagikan momen yang lebih beragam kepada teman-teman di platform apa pun,” tulis WhatsApp dalam keterangan resminya, Selasa (30/9/2025).

    Adapun Cara Mengirim Live Photo di WhatsApp (iOS):

        1.    Buka aplikasi WhatsApp yang sudah diperbarui ke versi terbaru.

        2.    Pilih chat atau kontak yang ingin Anda kirimkan Live Photo.

        3.    Ketuk ikon “+” di sebelah kiri kolom pesan.

        4.    Pilih menu Foto & Video, lalu pilih Live Photo yang ingin dikirim.

        5.    Aktifkan fitur Live dengan mengetuk ikon di pojok kanan atas.

        6.    Tekan tombol Kirim.

    Dalam beberapa bulan terakhir, WhatsApp terus menggulirkan beragam pembaruan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Selain kemampuan mengirim Live Photo di iOS dan Foto Bergerak di Android, aplikasi ini juga memperkenalkan sejumlah fitur baru. 

    Pengguna kini bisa memanfaatkan Meta AI untuk membuat tema obrolan khusus sesuai kreativitas masing-masing, bahkan menghadirkan latar belakang unik saat melakukan panggilan video maupun ketika mengambil foto dan video langsung di dalam chat.

    Selain itu, WhatsApp menambahkan paket stiker baru yang membuat percakapan lebih ekspresif, mulai dari koleksi Burung Pemberani, Hari Sekolah, hingga Liburan. 

    Fungsi pencarian grup juga semakin mudah, cukup dengan mencari nama salah satu anggota untuk menampilkan grup yang sama. 

    Khusus pengguna Android, kini tersedia fitur pemindaian dokumen yang memungkinkan pemotongan, penyimpanan, hingga pengiriman dokumen langsung dari aplikasi, sebuah kemampuan yang sebelumnya hanya ada di iPhone.

  • Komdigi Targetkan Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 21% menjadi 50% pada 2029

    Komdigi Targetkan Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 21% menjadi 50% pada 2029

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan penetrasi internet tetap atau fixed broadband dapat menyentuh 50% pada 2029. Adapun saat ini penetrasi fixed broadband masih di bawah 25%. 

    Fixed broadband adalah layanan internet berkecepatan tinggi yang menggunakan infrastruktur fisik seperti kabel serat optik, DSL (Digital Subscriber Line), atau kabel koaksial untuk menyediakan koneksi internet secara tetap dan stabil pada satu lokasi, seperti rumah atau kantor.

    Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan saat ini penetrasi fixed broadband Indonesia masih 21%. Artinya, dari seluruh rumah dan kantor di Indonesia, hanya 21% yang telah menggunakan layanan internet tetap berbasis serat optik.

    Untuk mengejar  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menargetkan penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50%, jaringan fiber optik hingga 90% kecamatan, dan kecepatan layanan 100 Mbps pada 2029, Komdigi mendorong Program Kampung Internet 2025.

    “Saat ini baru 21 persen rumah tangga yang memiliki akses broadband tetap. Artinya, pekerjaan rumah kita masih besar. Kampung Internet adalah salah satu cara untuk mengejar target itu,” kata Meutya, dikutip Rabu (1/10/2025).

    Komdigi meluncurkan Program Kampung Internet 2025 untuk memperluas akses internet hingga ke pelosok desa. Sebanyak 1.194 titik penerima manfaat akan dibangun di lima provinsi, dimulai dengan 307 titik di Sumatera Utara.

    Peresmian perdana berlangsung di Desa Kramat Gajah, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program ini akan menambah jaringan kabel fiber optik sepanjang 196 kilometer dan menjadi langkah awal pemerataan layanan broadband nasional.

    Meutya mengatakan akses internet menjadi hal yang penting bagi masyarakat desa. Dengan Kampung Internet, anak-anak sekolah bisa belajar lebih mudah, UMKM bisa memperluas pasar, dan layanan publik desa makin cepat.

    “Inilah motor penggerak kemajuan desa di era digital,” ujar Meutya, dikutip Selasa (30/9/2025).

    Selain Sumatera Utara, provinsi lain yang akan mendapatkan titik Kampung Internet pada 2025 adalah NTB, Lampung, Jawa Barat, dan Banten.

    Dalam acara peresmian, Kemkomdigi juga menyerahkan bantuan alat laboratorium fiber optik untuk SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Fasilitas ini akan dipakai untuk pelatihan guru dan siswa agar siap menjadi tenaga terampil di bidang jaringan.

    Program Kampung Internet terlaksana berkat kolaborasi Kemkomdigi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

    “Untuk membangun konektivitas kita tidak bisa sendiri. Pemerintah pusat, daerah, industri, dan masyarakat harus saling bergandengan,” tandas Meutya.

    Turut hadir dalam peresmian ini Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, perwakilan industri telekomunikasi, serta masyarakat Desa Kramat Gajah.