Category: Bisnis.com Tekno

  • Matrix Nap Info Gelar Kabel Laut Baru MCS2 Jakarta-Singapura

    Matrix Nap Info Gelar Kabel Laut Baru MCS2 Jakarta-Singapura

    Bisnis.com, JAKARTA — PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) menggelar sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) baru, Matrix Cable System 2 (MCS2), yang menghubungkan Jakarta dengan Singapura.

    Perusahaan memiliki misi untuk memperkuat konektivitas Indonesia di pasar internasional.

    Direktur Matrix NAP Info Omar Syarif Nasution mengatakan peluncuran Matrix Cable System 2 (MCS2) jadi langkah besar untuk konektivitas Indonesia ke layanan global. MCS2 memiliki keunggulan berupa kapasitas yang besar, sehingga dapat mengantarkan bandwidht dengan lancar dan andal.

    “Sebagai penerus dari sistem kabel Jakarta – Singapura, MCS2 menawarkan kapasitas lebih besar, latensi lebih rendah, dan skalabilitas lebih tinggi,” kata Omar, Rabu (8/10/2025).

    Diketahui, MCS2 merupakan generasi lanjutan dari Matrix Cable System yang dibangun dan dioperasikan oleh NAP Info Lintas Nusa serta Matrix Networks PTE LTD sebagai jaringan telekomunikasi internasional swasta pertama Indonesia.

    MCS membentang sekitar 1.055 km dari Singapura ke Jakarta, dengan kapasitas desain maksimum sebesar 2,56 Tbps. MCS menawarkan konektivitas PoP-ke-PoP antara Singapura dan Indonesia.

    Adapun jaringan Matrix NAP Info hadir di sejumlah lokasi data center seperti Biznet Midplaza Jakarta, Biznet Technovillage, Lintasarta Data Center, Telkomsigma Serpong & Sentul, Omadata Surabaya, DCI Indonesia (di Cibitung, Bekasi), serta EDGE Data Center yang berlokasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dan lainnya.

    Saat ini, kata Omar, Matrix NAP Info mengoperasikan Matrix Cable System (MCS), Matrix Cable Internet eXchange (MCIX), Matrix Data Center, Matrix Cloud dan Matrix Internet.

    Matrix NAP Info juga telah bergabung ke dalam Konsorsium Asia Link Cable (ALC), yang membuat Matrix NAP Info makin mempertegas posisinya sebagai penyedia infrastruktur terpercaya di Asia.

    “ALC menghadirkan jangkauan yang lebih luas, jaringan lebih tangguh, dan akses lebih cepat, memperkuat kehadiran Matrix NAP Info tidak hanya di koridor Jakarta-Singapura, tapi juga pasar-pasar utama lain di kawasan Asia,” kata Omar.

  • Matrix Nap Info Gelar Kabel Laut Baru MCS2 Jakarta-Singapura

    Matrix Nap Info Gelar Kabel Laut Baru MCS2 Jakarta-Singapura

    Bisnis.com, JAKARTA — PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) menggelar sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) baru, Matrix Cable System 2 (MCS2), yang menghubungkan Jakarta dengan Singapura.

    Perusahaan memiliki misi untuk memperkuat konektivitas Indonesia di pasar internasional.

    Direktur Matrix NAP Info Omar Syarif Nasution mengatakan peluncuran Matrix Cable System 2 (MCS2) jadi langkah besar untuk konektivitas Indonesia ke layanan global. MCS2 memiliki keunggulan berupa kapasitas yang besar, sehingga dapat mengantarkan bandwidht dengan lancar dan andal.

    “Sebagai penerus dari sistem kabel Jakarta – Singapura, MCS2 menawarkan kapasitas lebih besar, latensi lebih rendah, dan skalabilitas lebih tinggi,” kata Omar, Rabu (8/10/2025).

    Diketahui, MCS2 merupakan generasi lanjutan dari Matrix Cable System yang dibangun dan dioperasikan oleh NAP Info Lintas Nusa serta Matrix Networks PTE LTD sebagai jaringan telekomunikasi internasional swasta pertama Indonesia.

    MCS membentang sekitar 1.055 km dari Singapura ke Jakarta, dengan kapasitas desain maksimum sebesar 2,56 Tbps. MCS menawarkan konektivitas PoP-ke-PoP antara Singapura dan Indonesia.

    Adapun jaringan Matrix NAP Info hadir di sejumlah lokasi data center seperti Biznet Midplaza Jakarta, Biznet Technovillage, Lintasarta Data Center, Telkomsigma Serpong & Sentul, Omadata Surabaya, DCI Indonesia (di Cibitung, Bekasi), serta EDGE Data Center yang berlokasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dan lainnya.

    Saat ini, kata Omar, Matrix NAP Info mengoperasikan Matrix Cable System (MCS), Matrix Cable Internet eXchange (MCIX), Matrix Data Center, Matrix Cloud dan Matrix Internet.

    Matrix NAP Info juga telah bergabung ke dalam Konsorsium Asia Link Cable (ALC), yang membuat Matrix NAP Info makin mempertegas posisinya sebagai penyedia infrastruktur terpercaya di Asia.

    “ALC menghadirkan jangkauan yang lebih luas, jaringan lebih tangguh, dan akses lebih cepat, memperkuat kehadiran Matrix NAP Info tidak hanya di koridor Jakarta-Singapura, tapi juga pasar-pasar utama lain di kawasan Asia,” kata Omar.

  • Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kimia 2025 Berkat Material Revolusioner Penangkap Karbon dan Air

    Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kimia 2025 Berkat Material Revolusioner Penangkap Karbon dan Air

    Bisnis.com, JAKARTA – Tiga ilmuwan, Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar Yaghi, meraih Hadiah Nobel Kimia 2025 atas pencapaian mereka dalam mengembangkan bentuk baru arsitektur molekuler yang menghasilkan material revolusioner.

    Temuan ini diyakini mampu membantu manusia menghadapi tantangan besar seperti perubahan iklim dan kekurangan air bersih.

    Melansir Reuters, Rabu (8/10/2025), ketiga penerima penghargaan tersebut berhasil menciptakan struktur molekul berpori dengan ruang luas yang memungkinkan aliran gas dan bahan kimia, serta dapat dimanfaatkan untuk mengekstraksi air dari udara gurun, menangkap karbon dioksida, dan menyimpan gas beracun secara aman.

    Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menjelaskan, beberapa material yang dikembangkan memiliki luas permukaan luar biasa besar. Satu kubus kecil seukuran gula pasir bisa memiliki area setara satu lapangan sepak bola.

    “Material ini bisa diibaratkan seperti tas Hermione dalam cerita Harry Potter, yang mampu menyimpan volume gas sangat besar di ruang yang amat kecil,” ujar anggota Komite Nobel Kimia Olof Ramstrom.

    Hadiah Nobel yang telah berusia lebih dari seabad ini diserahkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia. Para pemenang akan berbagi hadiah sebesar 11 juta krona Swedia (sekitar Rp19,4 miliar) dan kehormatan meraih salah satu penghargaan ilmiah paling prestisius di dunia.

    Dalam konferensi pers Nobel, Kitagawa yang merupakan profesor di Universitas Kyoto, Jepang, mengungkapkan rasa syukurnya.

    “Impian saya adalah menangkap dan memisahkan udara—misalnya menjadi karbondioksida, oksigen, atau air—lalu mengubahnya menjadi material berguna dengan energi terbarukan,” katanya.

    Sementara itu, Robson merupakan profesor di Universitas Melbourne, Australia, sementara Yaghi mengajar di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat.

    Melalui pengembangan metal-organic frameworks (MOFs), ketiganya dinilai telah membuka babak baru dalam dunia kimia dengan menciptakan peluang besar untuk menjawab berbagai krisis global, ujar Akademi dalam pernyataannya.

    Hadiah Nobel Kimia menjadi penghargaan ketiga yang diumumkan tahun ini setelah bidang kedokteran dan fisika, dengan Nobel Sastra dijadwalkan menyusul pada Kamis.

    Penghargaan Nobel sendiri didirikan melalui wasiat penemu dan pengusaha asal Swedia, Alfred Nobel, dan telah diberikan sejak tahun 1901, dengan beberapa kali terhenti akibat perang dunia.

    Nobel, yang juga seorang kimiawan, mengumpulkan kekayaannya dari penemuan dinamit pada abad ke-19. Adapun penghargaan Nobel Ekonomi merupakan tambahan yang didanai oleh bank sentral Swedia.

    Meski kerap berada di bawah bayang-bayang Nobel Fisika, Sastra, dan Perdamaian, Nobel Kimia tetap menjadi ajang pengakuan bagi penemuan-penemuan yang mengubah dunia—mulai dari fisi nuklir hingga teknik sekuensing DNA.

    Tahun lalu, penghargaan ini diberikan kepada ilmuwan Amerika David Baker dan John Jumper, serta ilmuwan Inggris Demis Hassabis, atas riset mereka dalam menguraikan struktur dan rekayasa protein yang membuka jalan bagi terobosan baru dalam pengembangan obat.

  • Usai Caplok Motivair, Schneider Electric Luncurkan Portofolio Liquid Cooling

    Usai Caplok Motivair, Schneider Electric Luncurkan Portofolio Liquid Cooling

    Bisnis.com, SINGAPURA — Schneider Electric resmi meluncurkan portofolio liquid cooling end-to-end usai mengakuisisi kepemilikan mayoritas Motivair Corporation (Motivair), sebuah perusahaan yang fokus bergerak di bidang pendinginan cairan dan solusi manajemen termal untuk sistem komputasi berkemampuan tinggi.

    CEO Motivair by Schneider Electric, Richard Whitmore menjelaskan bahwa portofolio itu dicanangkan dalam rangka mendukung terwujudnya AI Factories of the Future. Dia memastikan, inovasi tersebut akan memenuhi kebutuhan daya tinggi serta beban kerja GPU yang intens pada pusat data berdensitas tinggi.

    “Seiring meningkatnya kompleksitas sistem pendinginan pusat data di era kecerdasan buatan (AI), portofolio kami terus berkembang untuk mampu memenuhi kebutuhan infrastruktur masa kini dan masa depan,” kata Richard di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (8/9/2025).

    Adapun, portofolio liquid cooling tersebut mencakup infrastruktur fisik pusat data (data center), termasuk CDU, RDHx, HDU, dynamic cold plates, chillers, dan lainnya, serta perangkat lunak dan layanan pendukung. 

    Dalam penjelasannya, sistem pendingin dapat memangkas hingga 40% dari total konsumsi daya Data Center. Di mana, teknologi liquid cooling mampu menghilangkan panas hingga 3.000 kali lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem pendinginan berbasis udara (air cooling).

    “Kami menjadi satu-satunya penyedia liquid cooling yang memiliki keahlian, terbukti hingga ke tingkat silicon melalui kolaborasi pengembangan bersama NVIDIA dan produsen GPU terkemuka lainnya. Bersama Schneider Electric, kami menciptakan portofolio tak tertandingi yang tidak hanya mempercepat waktu ke pasar (time-to-market), tetapi juga meningkatkan ROI bagi pelanggan di seluruh dunia,” ujarnya.

    Untuk diketahui sebelumnya, Schneider Electric mulai melakukan akuisisi terhadap perusahaan asal AS, Motivair pada Oktober 2024. Proses akuisisi baru rampung sepenuhnya pada Februari 2025.

    Schneider Electric saat ini menggenggam 75% saham Motivair, menjadikannya sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan. Di mana, nilai akuisisi tersebut mencapai US$850 juta.

    Tak berhenti sampai disitu, Schneider Electric juga berencana kembali mengakuisisi sisa 25% saham minoritas Motivair pada 2028.

  • Siap-Siap! T-Mobile Bakal Setop Jaringan 4G untuk Transisi ke 5G

    Siap-Siap! T-Mobile Bakal Setop Jaringan 4G untuk Transisi ke 5G

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan telekomunikasi asal Jerman yang bermarkas di Bonn, T-Mobile dikabarkan akan mulai menghentikan jaringan 4G secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. 

    Melansir laman Pone Arena, Rabu (8/10/2025), berdasarkan laporan internal yang beredar, T-Mobile disebut akan mulai mengalihkan sebagian spektrum LTE yang merupakan teknologi dasar dari jaringan 4G dalam dua tahun mendatang untuk memperkuat pengembangan jaringan 5G Standalone (5G SA).

    Jaringan ini disebut sebagai bentuk “5G sesungguhnya” karena tidak lagi bergantung pada infrastruktur 4G. Saat ini, jaringan 5G T-Mobile beroperasi di frekuensi rendah 600 MHz (n71) dan menengah 2500 MHz (n41). 

    Sementara jaringan 4G-nya menggunakan band 2, 4/66, 12, serta sebagian 71. Dengan penghentian 4G, frekuensi lama seperti Band 2 akan dikonversi menjadi 5G NR Band n2, dan Band 4/66 menjadi n66.

    Transisi ini akan berlangsung secara bertahap hingga 2028, ketika sebagian besar jaringan 4G diperkirakan sudah tidak lagi digunakan. 

    Meski demikian, T-Mobile masih akan mempertahankan kanal LTE kecil berkapasitas 5 MHz hingga 2035 untuk melayani perangkat lawas. Perubahan awal akan dimulai pada 2026, ketika operator tersebut menghentikan persetujuan aktivasi baru untuk perangkat LTE atau 5G Non-Standalone bagi pelanggan korporasi.

    Artinya, pengguna ponsel atau smartwatch lama yang masih bergantung pada 4G memang akan terdampak, tetapi tidak dalam waktu dekat. 

    Saat jaringan mulai beralih sepenuhnya ke 5G, sebagian besar perangkat yang digunakan saat ini kemungkinan sudah perlu diganti karena faktor usia, daya tahan baterai, atau dukungan perangkat lunak yang menurun. Meski begitu, penghentian 4G akan menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna perangkat lama seperti ponsel 4G-only, model 5G awal yang masih berbasis 4G core, serta perangkat Internet of Things (IoT) seperti modem, sistem keamanan, mobil terkoneksi, dan peralatan medis yang menggunakan modul LTE.

    Namun, T-Mobile diperkirakan akan membantu pengguna dalam masa transisi. Dalam penghentian jaringan 2G dan 3G beberapa tahun lalu, perusahaan menawarkan program upgrade gratis atau diskon perangkat baru, sehingga kemungkinan besar kebijakan serupa akan diterapkan kembali.

    Langkah T-Mobile menghentikan 4G dilakukan untuk membebaskan spektrum frekuensi yang terbatas dan mahal agar dapat digunakan bagi teknologi yang lebih cepat dan efisien seperti 5G dan kelak 6G. 

    Dengan mengalihkan spektrum tersebut, operator ini dapat meningkatkan cakupan dan kecepatan jaringan 5G Standalone serta memperluas jangkauannya ke seluruh wilayah Amerika Serikat. Selain peningkatan kecepatan, teknologi jaringan baru juga membawa manfaat lain seperti enkripsi yang lebih kuat, efisiensi energi yang lebih tinggi, dan kemampuan menangani lebih banyak perangkat secara bersamaan. 

    T-Mobile juga tengah mengembangkan teknologi 5G RedCap, versi ringan 5G yang dirancang khusus untuk perangkat kecil seperti wearable dan gadget IoT. 

    Sementara itu, teknologi 6G sudah mulai dikembangkan dan diperkirakan standar resminya akan hadir pada 2029, bertepatan dengan periode ketika jaringan 4G T-Mobile mulai benar-benar ditinggalkan. 

    Dengan kecepatan data hingga 1 terabit per detik, latensi ultra rendah di bawah satu mikrodetik, serta dukungan untuk jutaan perangkat per kilometer persegi, 6G diharapkan mampu merealisasikan konsep kota pintar, kendaraan otonom, serta layanan real time seperti operasi medis jarak jauh.

    T-Mobile kemungkinan akan menjadi operator pertama yang beralih penuh ke jaringan generasi berikutnya di Amerika Serikat. Meski demikian, pesaingnya seperti Verizon dan AT&T diperkirakan akan mengikuti langkah serupa, meski dengan tempo yang lebih lambat. Kedua operator tersebut masih bergantung pada infrastruktur 4G untuk menopang koneksi 5G mereka saat ini.

  • Perbandingan Harga iPhone 17 Series di iBox, Digimap, dan Erafone

    Perbandingan Harga iPhone 17 Series di iBox, Digimap, dan Erafone

    Bisnis.com, JAKARTA – Prapenjualan atau pre-order iPhone 17 series di Indonesia akan dibuka secara resmi pada Jumat, 10 Oktober 2025.

    Kemudian penjualan resminya akan dilakukan satu minggu setelahnya, pada Jumat, 17 Oktober 2025.

    “Minggu ini, penantian akan berakhir. Pelanggan di Indonesia dapat melakukan pre-order untuk iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro terbaru yang kuat mulai Jumat, 10 Oktober dan akan tersedia di toko mulai Jumat, 17 Oktober,” tulis Apple di laman resminya, Selasa.

    iBox, distributor resmi iPhone, telah merilis harga iPhone 17 Series yang segera diperkenalkan masuk pasar Indonesia.

    Seri paling rendah yakni iPhone 17 256GB dibanderol Harga lebih tinggi dari pendahulunya. iBox menjual ponsel tersebut di angka Rp17.249.000.

    Kemudian iPhone 17 Air 256GB memiliki harga Rp21.249.000. Sedangkan varian Pro paling rendah dijual dengan harga Rp23.749.000.

    Seri iPhone 17 paling tinggi yakni iPhone 17 Pro Max akan memiliki harga mulai dari Rp25.749.000.

    Selain iBox, Digimap dan Erafone juga telah merilis harga penjualan resmi mereka untuk iPhone 17 series. Harga yang diberikan Digimap dan Erafone tak berbeda alias sama seperti yang ditawarkan oleh iBox.

    Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa harga iPhone 17 series di iBox, Digimap, dan Erafone adalah sama. 

    Harga iPhone 17 Series di iBox, Digimap, dan Erafone 

    iPhone 17

    256GB Rp17.249.000
    512GB RP21.999.000

    iPhone 17 Air

    256GB Rp21.249.000
    512GB Rp25.999.000
    1TB Rp30.249.000

    iPhone 17 Pro

    256GB Rp23.749.000
    512GB Rp28.249.000
    1TB Rp32.999.000

    iPhone 17 Pro Max

    256GB Rp25.749.000
    512GB Rp30.249.000
    1TB Rp34.999.000
    2TB Rp43.999.000

  • AS Bakal Percepat Izin Satelit, Starlink hingga Amazon Dapat Angin Segar

    AS Bakal Percepat Izin Satelit, Starlink hingga Amazon Dapat Angin Segar

    Bisnis.com, JAKARTA— Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) tengah bersiap mempercepat proses perizinan peluncuran satelit, sebuah langkah yang berpotensi membuka jalan bagi ekspansi besar-besaran layanan internet satelit. 

    Melansir laman PC Mag pada Rabu (8/10/2025), Ketua FCC Brendan Carr mengumumkan inisiatif baru untuk mempercepat proses persetujuan sistem satelit yang selama ini dapat memakan waktu hingga 1 tahun atau lebih. Carr menegaskan perlunya perubahan sistem perizinan seiring meningkatnya jumlah permohonan satelit hingga tiga kali lipat dalam 1 dekade terakhir.

    “Tidak mungkin kita hanya terus memaksakan lebih banyak permohonan melalui sistem yang sama. Kita membutuhkan peningkatan kapasitas atau efisiensi secara eksponensial,” kata Carr.

    Carr mengusulkan agar FCC meninggalkan sistem perizinan yang bersifat rumit dan individual, lalu menggantinya dengan pendekatan seperti jalur perakitan (assembly line). Dengan metode ini, permohonan lisensi satelit dapat diproses lebih cepat layaknya produksi di pabrik.

    “Permohonan sederhana akan dianggap memenuhi kepentingan publik dan langsung diproses. Kami juga akan menyederhanakan formulir, menetapkan tenggat waktu yang jelas, dan memberikan fleksibilitas lebih bagi operator satelit,” ujarnya.

    Langkah ini melanjutkan kebijakan yang sebelumnya diterapkan FCC pada Juli lalu, ketika lembaga tersebut mengurangi sejumlah persyaratan perizinan untuk stasiun radio darat yang berkomunikasi dengan satelit di orbit.

    Carr juga menunjukkan adanya rencana reformasi yang jauh lebih luas, termasuk kemungkinan penggunaan frekuensi di pita gelombang mikro atas untuk mendukung operasi satelit yang lebih intensif. Meski teks resmi proposal belum dipublikasikan, FCC dijadwalkan melakukan pemungutan suara atas usulan tersebut dalam rapat bulanan berikutnya.

    Kendati demikian, sebagian besar aktivitas FCC saat ini terhenti akibat penutupan sementara pemerintah AS (government shutdown). Bagi SpaceX, kabar ini menjadi angin segar. Pada Desember 2022, FCC menunda permohonan perusahaan tersebut untuk meluncurkan tambahan 30.000 satelit Starlink. 

    Namun, sejak tahun lalu, SpaceX kembali mendorong rencana itu guna meningkatkan kapasitas jaringan internet berkecepatan gigabit. Bulan lalu, perusahaan milik Elon Musk itu juga mengajukan izin baru untuk meluncurkan hingga 15.000 satelit tambahan, kali ini untuk memperluas jaringan Starlink versi seluler yang bekerja sama dengan T-Mobile.

    Perusahaan lain seperti Amazon (Project Kuiper), AST SpaceMobile, dan Globalstar juga berpotensi diuntungkan oleh kebijakan baru FCC ini. Namun, ekspansi besar-besaran konstelasi satelit tetap menimbulkan kekhawatiran dari kelompok lingkungan dan astronom. Mereka menilai ribuan satelit baru berisiko meningkatkan polusi cahaya serta berdampak pada atmosfer Bumi.

    Di bawah kepemimpinan Carr, FCC juga tengah mempertimbangkan pengecualian satelit dari kajian lingkungan, langkah yang menuai penolakan dari American Astronomical Society dan DarkSky International.

    Meski menuai pro dan kontra, Carr menegaskan percepatan ini penting agar Amerika Serikat tidak tertinggal dari China dalam perlombaan teknologi luar angkasa.

    “China menargetkan dominasi di orbit rendah Bumi bahkan di seluruh orbit. Kita harus memimpin dalam perlombaan ini,” ungkapnya.

  • Resmi! Ini Harga iPhone 17 Series di Indonesia, Mulai Rp17 Jutaan

    Resmi! Ini Harga iPhone 17 Series di Indonesia, Mulai Rp17 Jutaan

    Bisnis.com, JAKARTA – Apple mengumumkan bahwa prapenjualan atau pre-order iPhone 17 series di Indonesia akan dibuka pada 10 Oktober 2025.

    Kemudian penjualan resmi iPhone 17 seris akan dilakukan satu minggu setelahnya yakni pada Jumat, 17 Oktober 2025.

    “Minggu ini, penantian akan berakhir. Pelanggan di Indonesia dapat melakukan pre-order untuk iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro terbaru yang kuat mulai Jumat, 10 Oktober dan akan tersedia di toko mulai Jumat, 17 Oktober,” tulis Apple di laman resminya, Selasa.

    iBox, distributor resmi iPhone, telah merilis harga iPhone 17 Series yang segera diperkenalkan masuk pasar Indonesia.

    Seri paling rendah yakni iPhone 17 256GB dibanderol Harga lebih tinggi dari pendahulunya. iBox menjual ponsel tersebut di angka Rp17.249.000.

    Kemudian iPhone 17 Air 256GB memiliki harga Rp21.249.000. Sedangkan varian Pro paling rendah dijual dengan harga Rp23.749.000.

    Seri iPhone 17 paling tinggi yakni iPhone 17 Pro Max akan memiliki harga mulai dari Rp25.749.000.

    Berikut ini daftar harga iPhone 17 series yang dijual di iBox:

    iPhone 17

    256GB Rp17.249.000
    512GB RP21.999.000

    iPhone 17 Air

    256GB Rp21.249.000
    512GB Rp25.999.000
    1TB Rp30.249.000

    iPhone 17 Pro

    256GB Rp23.749.000
    512GB Rp28.249.000
    1TB Rp32.999.000

    iPhone 17 Pro Max

    256GB Rp25.749.000
    512GB Rp30.249.000
    1TB Rp34.999.000
    2TB Rp43.999.000

  • Indonet (EDGE) Kantongi Kredit Rp5,5 Triliun dari BCA, Fokus Ekspansi Data Center

    Indonet (EDGE) Kantongi Kredit Rp5,5 Triliun dari BCA, Fokus Ekspansi Data Center

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indointernet Tbk. atau Indonet (EDGE), penyedia layanan infrastruktur digital terintegrasi, memperoleh fasilitas kredit senilai Rp5,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

    Pinjaman ini diberikan tidak hanya kepada Indonet, tetapi juga mencakup anak perusahaannya, PT Ekagrata Data Gemilang (“EDGE DC”), yang bergerak di bidang layanan pusat data. 

    Melalui fasilitas pinjaman ini, perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi pada pusat data (data center) berstandar internasional dan jaringan konektivitas yang andal, guna menjawab meningkatnya kebutuhan perusahaan, institusi keuangan, serta pelaku industri di era transformasi digital. 

    Manajemen juga menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan kepentingan. 

    Direktur Indonet Donauly Situmorang mengatakan transaksi ini memperkuat komitmen Indonet group dalam mendorong tercapainya tujuan keberlanjutan perusahaan.

    Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk mendukung sejumlah agenda strategis Indonet group, seperti ekspansi fiber optic di pusat kota Jakarta dan wilayah sekitarnya, refinancing fasilitas kredit terdahulu, pembiayaan penyelesaian konstruksi fase akhir pusat data EDGE2, serta untuk keperluan general corporate purpose, termasuk modal kerja, pengembangan bisnis  data center dan fiber optic (FO). 

    “Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus menghadirkan infrastruktur digital yang andal dan kompetitif, serta menegaskan dukungan kami terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Donauly dikutip, Rabu (8/10/2025).

    Sementara itu, CEO EDGE DC Stephanus Oscar mengatakan perusahaan telah merancang EDGE2 dengan kapasitas hingga 23 MW IT load yang siap mendukung kebutuhan hyperscale maupun enterprise di Indonesia. 

    “Dengan tambahan fasilitas baru ini, EDGE DC memperkuat posisi sebagai market leader untuk data center di pusat kota Jakarta. Komitmen kami jelas, yaitu menghadirkan infrastruktur yang aman, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional,” ungkap Oscar.

    Rudy Susanto, Direktur Korporasi BCA, mengatakan perusahaan melihat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sebagai peluang besar yang perlu ditopang oleh infrastruktur teknologi yang kuat. 

    “Kami percaya Indonet dan EDGE DC  memiliki rekam jejak serta kapabilitas yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Rudy.

    Mengacu pada laporan e-Conomy SEA 2024, ekonomi digital Indonesia terus mencatat pertumbuhan yang pesat dengan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV) mencapai sekitar USD360 miliar pada tahun 2030.

    Pencapaian ini berpotensi menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan konektivitas yang andal dan kapasitas data yang besar semakin meningkat, sehingga mendorong permintaan yang tinggi terhadap pusat data dan jaringan serat optik di Indonesia. 

  • Strategi Axis Gaet Pelanggan Muda: Fokus Digitalisasi

    Strategi Axis Gaet Pelanggan Muda: Fokus Digitalisasi

    Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS mengungkapkan strategi untuk menggaet pelanggan muda.

    Head Marketing Communication Youth Segment XLSMART, Nahdiyah Estu Pawestri, menjelaskan saat ini banyak merek mulai berbicara tentang generasi muda atau generasi Z (Gen Z). Namun, Axis berupaya melangkah lebih jauh dengan memahami generasi berikutnya yang akan menjadi pasar potensial di masa depan.

    “Jadi salah satu strateginya itu adalah kita gimana caranya stay ahead. Untuk tau nih next generation kayak Gen Alpha tuh gimana. Meanwhile sekarang semua orang lagi bicara Gen Z. Masih bicara Gen Z. Kita udah mulai depend up,” kata Nahdiyah ditemui usai acara Road To Grand Final Axis Nation Cup, Selasa (7/10/2025).

    Selain fokus pada regenerasi audiens, Nahdiyah menuturkan bahwa Axis juga memberi perhatian besar terhadap proses digitalisasi pelanggan muda. Nahdiyah menjelaskan tantangan utama dalam menghadapi segmen muda adalah keterbatasan mereka dalam hal finansial dan administrasi. 

    Sebagian besar masih mengandalkan uang saku dan belum memiliki KTP, sehingga akses mereka terhadap sistem pembayaran digital pun masih terbatas.

    “Tapi kami fokus gimana caranya digitalisasi mereka supaya mereka mendapat benefit yang lebih maksimal,” katanya.

    Upaya digitalisasi itu diwujudkan melalui aplikasi AxisNet, yang menawarkan berbagai kemudahan serta keuntungan eksklusif bagi pelanggan muda. Dari sisi branding, Axis mengusung semangat kebebasan berekspresi, yang dianggap sebagai nilai utama generasi muda saat ini.

    “Karena kan bedanya sama generasi kita. Kita tuh takut punya pilihan ya. Tapi kan anak-anak ini kan enggak ya. Pilihan hidupnya banyak banget. Nah itu yang kita encourage. Makanya opsi kita tuh beragam banget,” tutur Nahdiyah.

    Axis juga mencermati pola konsumsi data di segmen muda yang didominasi oleh aktivitas streaming, media sosial, dan gaming. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Axis menghadirkan paket data yang fleksibel dan terjangkau sesuai kemampuan finansial pengguna muda.

    “Kekuatan kami adalah di short validity. Short validity itu artinya apa? Di 3 hari, 5 hari. Berapanya itu macam-macam. Kami kasih varian. Tergantung gigabyte-nya, tergantung benefit di dalamnya. Tapi memang itu kayaknya masuk akal banget sama pocket money-nya mereka ya,” kata Nahdiyah.

    Selain itu, Axis juga mengedepankan personalisasi melalui fitur “Paket Suka-Suka” di aplikasi AxisNet. Nahdiyah menegaskan kustomisasi menjadi kunci dalam menjangkau segmen muda.

    “Makanya yang kita sekarang perjuangkan itu adalah customize. Itu salah satu hero dari produknya Axis di kategori youth. Anak-anak kecil dan anak-anak muda ini semua di-customize ya sekarang,” pungkasnya.