Category: Bisnis.com Tekno

  • Bobot, Layar, Baterai, dan Fitur

    Bobot, Layar, Baterai, dan Fitur

    Bisnis.com, JAKARTA— Huawei resmi menghadirkan Watch GT 6 Pro di Indonesia pada 9 Oktober 2025. Kehadirannya langsung mencuri perhatian karena membawa sejumlah peningkatan besar dibanding pendahulunya, Watch GT 5 Pro, yang meluncur setahun sebelumnya. 

    Melansir laman Huawei Central pada Jumat (10/10/2025) perubahan ini tak hanya tampak dari sisi desain dan daya tahan baterai, tetapi juga dari fitur olahraga dan kesehatan yang jauh lebih canggih, membuat GT 6 Pro layak disebut sebagai perangkat game changer di jajaran smartwatch Huawei.

    Perbedaan paling mencolok ada pada tampilannya. Jika GT 5 Pro hanya hadir dalam pilihan warna hitam dan putih, maka GT 6 Pro tampil lebih elegan dengan tiga varian warna: Black, Brown + Gold, dan Titanium. 

    Huawei kini juga menyederhanakan ukuran jam menjadi satu varian saja, yakni 46 mm, sehingga tampil lebih proporsional di pergelangan tangan.

    Dari sisi layar, GT 6 Pro mengalami peningkatan signifikan. Smartwatch ini dibekali layar AMOLED 1,47 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel dan kerapatan 317 ppi. 

    Area layarnya 5,5 persen lebih luas dibanding GT 5 Pro, serta memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, naik 1,5 kali lipat dari generasi sebelumnya. 

    Kombinasi ini membuat tampilan jam tetap jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung. Bagian baterai juga menjadi fokus utama peningkatan. 

    Jika GT 5 Pro hanya mampu bertahan hingga 14 hari dalam kondisi optimal, GT 6 Pro kini bisa digunakan hingga 21 hari dalam mode hemat, 12 hari dalam penggunaan normal, dan sekitar 7 hari jika fitur Always-on Display diaktifkan. 

    Peningkatan efisiensi ini menjadikannya salah satu smartwatch dengan daya tahan terbaik di kelasnya. Huawei juga menghadirkan fitur baru untuk aktivitas luar ruangan, khususnya bersepeda dan berlari. 

    Pada GT 6 Pro, mode bersepeda kini dibagi menjadi tiga kategori: Road, Expedition, dan Recreation. Masing-masing mode dilengkapi fungsi berbeda, seperti pemantauan detak jantung, kecepatan, jarak tempuh, serta dukungan Power Meter untuk memantau daya keluaran secara real time. 

    Fitur ini membantu pengguna menyesuaikan intensitas latihan dengan lebih akurat. Selain itu, tersedia pula fitur Fall Detection dan SOS Call dengan menekan mahkota jam sebanyak lima kali, untuk memudahkan panggilan darurat.

    Sementara di sisi kesehatan mental, Huawei memperbarui sistem pemantauan emosinya menjadi Emotional Wellbeing 2.0. Fitur ini dapat mendeteksi hingga 12 jenis suasana hati dan memberikan rekomendasi latihan pernapasan atau aktivitas relaksasi sesuai kondisi pengguna. 

    Dengan kemampuan ini, GT 6 Pro tidak hanya berfungsi sebagai pelacak kebugaran, tetapi juga teman yang membantu menjaga keseimbangan emosional penggunanya.

    Spesifikasi Huawei Watch GT 6 Pro

        •    Ukuran: 46 mm (45,6 x 45,6 x 11,25 mm)

        •    Bobot: ±54,7 g (tanpa strap)

        •    Layar: AMOLED 1,47 inci, resolusi 466 x 466 piksel, 317 ppi

        •    Kecerahan: hingga 3.000 nits

        •    Material: bodi titanium, kaca safir, dan punggung keramik nanokristal

        •    Ketahanan: 5 ATM + IP69, mendukung free diving bersertifikasi EN13319

        •    Baterai: 21 hari (hemat), 12 hari (normal), 7 hari (AOD aktif)

        •    Sensor: TruSense (detak jantung, SpO₂, stres, tidur), ECG real-time

        •    Fitur: Power Meter, Fall Detection, SOS Call, Emotional Wellbeing 2.0, >100 mode olahraga

        •    Navigasi: sistem Sunflower Positioning dengan antena ganda GNSS

    Spesifikasi Huawei Watch GT 5 Pro

        •    Ukuran: 46,3 x 46,3 x 10,9 mm

        •    Bobot: ±53 g (tanpa strap)

        •    Layar: AMOLED 1,43 inci, resolusi 466 x 466 piksel (326 ppi)

        •    Material: titanium/keramik, kaca safir

        •    Ketahanan: 5 ATM, mendukung penyelaman hingga 30–40 meter

        •    Baterai: hingga 14 hari dalam penggunaan optimal

        •    Sensor: TruSense (detak jantung, SpO₂, stres, tidur), ECG (tergantung varian)

        •    Fitur: >100 mode olahraga, peta golf, navigasi dasar, pemantauan kesehatan harian

  • SAP Incar Pertumbuhan Bisnis 13%, Integrasikan AI dan Aplikasi di Business Suite

    SAP Incar Pertumbuhan Bisnis 13%, Integrasikan AI dan Aplikasi di Business Suite

    Bisnis.com, JAKARTA — SAP, perusahaan teknologi asal Jerman, menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13% pada 2025 dibandingkan dengan 2024.

    Sejalan dengan itu, perusahaan melakukan sejumlah terobosan termasuk mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan (AI), data, dan aplikasi di Business Suite sehingga eksekutif makin cepat dalam mengambil keputusan.

    Dilansir dari laman resmi, Jumat (10/10/2025) SAP mengungkap di tengah kondisi yang dinamis dan penuh ketidakpastian, SAP berharap bisnis komputasi awan (cloud) dapat tumbuh sebesar €21,6 – 21,9 miliar pada 2025, atau naik 26% – 28% dibandingkan.

    “Sementara itu pendapatan cloud dan perangkat lunak sebesar €33,1 – 33,6 miliar atau naik 11% hingga 13%,” tulis SAP.

    Dalam mengejar pertumbuhan tersebut, SAP melakukan sejumlah terobosan di tengah kondisi yang menantang.

    SAP melakukan pembaruan SAP Business Suite, yang menghadirkan integrasi menyeluruh — mulai dari asisten berbasis peran yang digerakkan oleh Joule, hingga kemampuan data cloud lintas platform dan solusi rantai pasok berbasis AI yang mampu merespons disrupsi secara real time.

    Mengenai solusi ini, Anggota Dewan Eksekutif SAP SE untuk divisi Produk dan Rekayasa Muhammad Alam menjelaskan SAP Business Suite menyatukan AI, data, dan aplikasi dalam satu pengalaman terintegrasi yang mendorong keputusan lebih cerdas, eksekusi lebih cepat, dan transformasi yang berkelanjutan.

    “Di tengah ketidakpastian dan dinamika global, perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar kumpulan aplikasi terbaik. Mereka butuh sistem terpadu yang bisa berpikir, beradaptasi, dan bereaksi cepat,” kata Alam.

    SAP memperkenalkan evolusi terbaru Joule sebagai inti dari SAP Business Suite. Dengan memanfaatkan data dan aplikasi di seluruh ekosistem SAP, Joule kini menghadirkan asisten digital berbasis peran — dirancang untuk mendampingi pengguna dalam pekerjaan sehari-hari.

    Setiap asisten dapat berkoordinasi dengan sejumlah agen AI spesialis untuk menangani tugas tertentu, seperti analisis keuangan, perencanaan SDM, atau pengelolaan rantai pasok, sehingga karyawan dapat fokus pada pengambilan keputusan strategis.

    Sebagai contoh, People Manager Assistant dapat bekerja sama dengan People Intelligence Agent untuk mendeteksi anomali kompensasi dan memberikan rekomendasi penyelesaian. Sementara Financial Planning Assistant berkolaborasi dengan Cash Management Agent untuk mengoptimalkan arus kas dan hasil bunga.

    Asisten-asisten ini tidak hanya membantu individu, tetapi juga dapat saling berinteraksi lintas fungsi, menciptakan alur kerja kolaboratif yang meningkatkan produktivitas seluruh organisasi.

    SAP juga memperkenalkan SAP Business Data Cloud (BDC) Connect, sebuah inovasi yang menghapus hambatan antara data, sistem, dan mitra bisnis.

    BDC Connect memungkinkan pertukaran data dua arah secara aman antara SAP dan platform mitra seperti Databricks dan Google Cloud, tanpa perlu duplikasi atau migrasi data yang kompleks.

    “Kami ingin menghadirkan pengalaman di mana data mengalir bebas tanpa batas — aman, akurat, dan siap digunakan kapan saja,. Itulah fondasi utama AI yang benar-benar bermanfaat bagi bisnis,” kata Alam.

  • Kisah Omar Yaghi, Peraih Nobel Kimia yang Dapat Selamatkan Miliaran Nyawa Manusia

    Kisah Omar Yaghi, Peraih Nobel Kimia yang Dapat Selamatkan Miliaran Nyawa Manusia

    Bisnis.com, JAKARTA — Ilmuwan berdarah Palestina, Omar M. Yoghi, menarik perhatian dunia berkat temuannya yang dapat menyaring air langsung dari udara. Atas temuan tersebut, Omar menjadi pemenang Hadiah Nobel Kimia 2025, karena dengan solusi tersebut Omar dapat membantu mengatasi krisis air di dunia dan menyelamatkan miliaran hidup manusia.

    Menurut World Meteorological Organization (WMO) dan PBB, satu dari tiga sungai besar dunia tahun 2024 berada pada kondisi tidak stabil, menandai enam tahun berturut-turut ketidakseimbangan pasokan air global. Hal ini membuat masyarakat makin sulit untuk mendapat air bersih.

    Krisis air juga dilaporkan menyebabkan kerugian ekonomi global hingga US$550 miliar dan 95% kerusakan infrastruktur dunia disebabkan oleh bencana terkait air seperti banjir dan kekeringan

    Tidak hanya itu lebih dari 2,2 miliar orang atau sekitar 1 dari 4 penduduk dunia tidak memiliki akses ke air minum aman.

    Berangkat dari hal tersebut, Omar menemukan sebuah terobosan inovatif.

    Omar merancang material kristalin baru berbasis senyawa logam dan organik. Inovasi tersebut mampu menyimpan energi, menangkap karbon, dan bahkan mengumpulkan air dari udara.

    Omar membuat proyek Atoco Mission yang mengembangkan sistem dengan kemampuan memanen air bersih langsung dari atmosfer, bahkan di daerah paling kering di dunia.

    Proyek Atoco Mission lahir dari pengalaman Yaghi kecil yang tumbuh dalam lingkungan krisis air, sehingga memotivasinya mengembangkan solusi untuk krisis air global.

    Atoco Mission dinilai sebagai salah satu inovasi global yang sangat potensial dalam menghadapi tantangan kekurangan air bersih di masa depan.

    Sistem Atoco Mission telah diuji dan terbukti dapat berfungsi di daerah gurun dengan kelembapan sangat rendah, menjadikannya salah satu terobosan terpenting di bidang air dan lingkungan abad ini.

    Teknologi dari Atoco Mission tidak hanya dipuji secara akademis, tapi juga dipertimbangkan untuk diadopsi secara luas sebagai solusi global, terutama karena kemampuannya menghasilkan air bersih tanpa infrastruktur air konvensional dan tanpa ketergantungan pada sumber air permukaan.

    Lelaki yang lahir di Amman, Yordania pada tahun 1965, berupaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di muka bumi.

    Latar Belakang Omar

    Omar lahir dalam keluarga pengungsi Palestina yang pindah pasca perang Arab-Israel. Masa kecilnya penuh tantangan. Dia hidup bersama sembilan saudara dalam satu ruangan sempit tanpa listrik dan harus bangun subuh hanya untuk mendapatkan air yang sangat terbatas.

    Sejak kecil, Omar sudah tertarik pada kimia dan mulai serius belajar sejak usia 10 tahun. Didukung keluarganya, pada usia 15 tahun Dia berangkat ke Amerika Serikat dengan kemampuan bahasa Inggris yang minim demi menempuh pendidikan yang lebih baik.

    Pengorbanan Omar berbuah manis. Omar sempat menjadi Postdoctoral Fellow di Harvard University dan asisten profesor di Arizona State University. Dia kemudian berkarier di University of Michigan, UCLA, hingga akhirnya menjadi profesor dan peneliti utama di University of California, Berkeley.

    Dia juga mendirikan Berkeley Global Science Institute dan menjadi anggota berbagai akademi sains prestisius di dunia.

  • Asia Pasifik Diproyeksi Jadi Jawara E-Commerce 2026, Tumbuh Lebih Pesat dari Eropa

    Asia Pasifik Diproyeksi Jadi Jawara E-Commerce 2026, Tumbuh Lebih Pesat dari Eropa

    Bisnis.com, JAKARTA — Pendapatan perusahaan e-commerce di Asia Pasifik diproyeksikan meningkat lebih tajam ketimbang wilayah lain seperti Amerika Utara, Eropa, hingga Afrika. Adapun Indonesia termasuk dalam bagian Asia Pasifik.

    Dilansir dari DataIndonesia, Jumat (10/10/2025) pendapatan lokapasar daring atua e-commerce global diperkirakan mencapai US$4,94 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 9,78% dari tahun lalu yang sebesar US$4,5 triliun.

    Selanjutnya, pendapatan e-commerce global diproyeksi menyentuh angka US$5,36 triliun pada 2026 mendatang. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,5% dibandingkan tahun 2025.

    Laporan eCommerceDB (ECDB) mengungkap berdasarkan wilayahnya, Asia Pasifik menjadi wilayah dengan pendapatan e-commerce tertinggi di dunia yakni mencapai US$2,76 triliun pada 2025. Angkanya diproyeksi tumbuh 9,5% menjadi US$3,02 triliun pada 2026 mendatang.

    E-Commerce besar seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada akan bertarung memperebutkan potensi pendapatan tersebut di Indonesia. 

    Posisi kedua ditempati oleh Amerika Utara (termasuk Amerika Serikat dan Kanada) dengan pendapatan e-commerce sebesar US$1,19 triliun pada tahun ini dan akan naik 7,4% menjadi US$1,28 triliun pada 2026.

    Pendapatan e-commerce di wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika diperkirakan senilai US$828 miliar pada 2025 dan akan meningkat 6,8% menjadi US$884 miliar pada tahun depan.

    Kemudian, pendapatannya di wilayah Amerika Latin diproyeksi sebesar US$155 miliar dan naik 12,4% menjadi US$174 miliar pada 2026.

    ECDB juga memperkirakan pendapatan e-commerce di wilayah Jerman, Swiss, Austria (GSA) sebesar US$146 miliar pada tahun ini atau meningkat 4,6% menjadi US$152 miliar pada tahun depan.

    Pendapatan e-commerce di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara pada 2025 sebesar US$66 miliar dan diperkirakan akan tumbuh 9,8% ke angka US$73 miliar pada 2026.

    Lalu, pendapatan e-commerce di kawasan Nordik (Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia, serta wilayah otonom seperti Kepulauan Faroe, Greenland, dan Åland) pada 2025 diestimasikan sebesar US$38 miliar dan akan naik 5,2% menjadi US$40 miliar pada 2026.

    Sementara itu, kawasan Benelux (Belgia, Belanda, dan Luksemburg) diproyeksi memiliki pendapatan e-commerce sebesar US$34 miliar pada 2025 dan akan meningkat 5,3% menjadi US$36 miliar pada 2026 mendatang.

  • Cara Login WhatsApp Pakai Nomor Tidak Aktif, Gunakan 2 Aplikasi Ini

    Cara Login WhatsApp Pakai Nomor Tidak Aktif, Gunakan 2 Aplikasi Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Nomor telepon yang sudah tidak aktif sering kali jadi kendala saat ingin kembali mengakses WhatsApp. Padahal, sebagian orang masih ingin mempertahankan akun lamanya atau sekadar ingin menggunakan WhatsApp tanpa harus mencantumkan nomor pribadi. 

    Ternyata, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap bisa masuk ke WhatsApp meski tanpa nomor aktif.

    Sebelum memulai, pastikan Anda menggunakan akun WhatsApp baru. Apabila sebelumnya sudah memiliki akun, hapus atau uninstall aplikasi WhatsApp dari ponsel, lalu instal ulang versi terbarunya.

    Setelah membuka aplikasi, Anda akan diminta menyetujui syarat dan ketentuan. Setelah menekan “Agree and Continue”, biasanya pengguna diminta melakukan verifikasi nomor telepon.

    Namun, pada tahap ini jangan gunakan nomor pribadi Anda. Ada beberapa trik untuk melakukan verifikasi tanpa nomor aktif. Berikut triknya seperti dikutip dari laman Tenorshare Jumat (10/10/2025): 

    Menggunakan Aplikasi TextNow

    Langkah pertama bisa dilakukan dengan bantuan aplikasi TextNow, layanan yang menyediakan nomor virtual gratis untuk mengirim pesan dan melakukan panggilan. Aplikasi ini tersedia di perangkat Android maupun iOS.

        1.    Unduh dan pasang aplikasi TextNow.

        2.    Setelah mendaftar, Anda akan mendapatkan nomor virtual dari aplikasi tersebut.

        3.    Buka WhatsApp dan masukkan nomor TextNow pada proses verifikasi.

        4.    Jika verifikasi melalui SMS gagal, pilih opsi “Call me”.

        5.    Anda akan menerima panggilan ke nomor TextNow berisi kode verifikasi.

        6.    Masukkan kode tersebut ke WhatsApp untuk mengaktifkan akun.

    Menggunakan Aplikasi Primo

    Alternatif lain adalah menggunakan aplikasi Primo, yang juga menyediakan nomor virtual untuk berbagai keperluan, termasuk verifikasi akun WhatsApp. Aplikasi ini tersedia di Android, iOS, Windows, dan Mac.

        1.    Unduh dan instal aplikasi Primo.

        2.    Buat akun baru tanpa perlu memasukkan nomor telepon atau alamat email.

        3.    Setelah login, buka menu utama untuk melihat nomor virtual Anda.

        4.    Saat verifikasi di WhatsApp, masukkan nomor tersebut dan pilih “Call me”.

        5.    Anda akan menerima panggilan dari WhatsApp melalui aplikasi Primo berisi kode verifikasi.

        6.    Catat kodenya dan gunakan untuk mengaktifkan akun WhatsApp Anda.

    Meskipun bisa login tanpa nomor aktif, keamanan data tetap perlu diperhatikan. Untuk menjaga agar pesan dan kontak penting tidak hilang, Anda dapat memanfaatkan aplikasi seperti WhatsApp Recovery.

    Aplikasi ini membantu mencadangkan serta memulihkan pesan, kontak, dan data penting lainnya di perangkat Android maupun iOS dengan mudah.

    Dengan cara-cara di atas, Anda tetap bisa menggunakan WhatsApp meskipun nomor lama sudah tidak aktif. Namun, sebaiknya penggunaan nomor virtual hanya bersifat sementara demi menjaga keamanan serta privasi akun Anda.

  • Garuda Spark dan AI Center Komdigi Berpotensi Dongkrak Indeks Digital RI

    Garuda Spark dan AI Center Komdigi Berpotensi Dongkrak Indeks Digital RI

    Bisnis.com, JAKARTA— Inisiatif pemerintah menghadirkan Garuda Spark Innovation dan AI Center disebut berpeluang membuat skor Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) meningkat.

    Garuda Spark Innovation dan AI Center adalah wadah pengembangan ekosistem inovasi digital yang diinisiasi pemerintah Indonesia, terutama melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), untuk mendorong pertumbuhan startup, pengembangan artificial intelligence (AI), serta kolaborasi lintas sektor di berbagai daerah.

    Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, memproyeksikan IMDI 2026 bisa mencapai 45,8–46,3 poin, lebih tinggi dari proyeksi Komdigi yang mematok angka 45,33 poin.

    Heru menilai, potensi peningkatan IMDI tahun depan besar jika sejumlah inisiatif digital dijalankan secara berkelanjutan.

    “IMDI 2026 bisa mencapai 45,8–46,3, dengan tren positif bertahan jika inisiatif seperti Garuda Spark Innovation Hub diperluas, AI Center dibangun dan dikembangkan, serta infrastruktur diperhatikan. Tantangan pemerataan di daerah timur Indonesia menuntut strategi cerdas, seperti pelatihan digital masif,” kata Heru kepada Bisnis, Rabu (8/10/2025).

    Dia mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kenaikan indeks tidak stagnan. Menurutnya, tanpa inovasi tambahan, peningkatan nilai IMDI bisa terhambat, namun kolaborasi yang solid antara pemerintah dan swasta akan memastikan langkah Indonesia dalam transformasi digital tidak hanya stabil, tetapi juga melesat lebih cepat.

    Heru juga menyoroti pilar Keterampilan Digital sebagai faktor penentu utama peningkatan IMDI 2026, terutama dalam konteks pemerataan di daerah.

    Menurutnya, literasi digital harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur agar manfaat transformasi digital dirasakan secara menyeluruh.

    “Karena apa gunanya jaringan tanpa kemampuan menggunakannya? Dan bagaimana keterampilan digital bisa bagus jika infrastrukturnya tidak tersedia,” katanya.

    Dia mencontohkan, daerah seperti Maluku Tengah atau Sorong, yang masih tertinggal dibandingkan Jakarta dengan skor 50,50, membutuhkan pendekatan berbasis komunitas dan aplikasi yang ramah pengguna.

    “Dengan prioritas tepat, IMDI tak hanya naik, tapi memastikan setiap warga, dari kota hingga desa, jadi pelaku transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” kata Heru.

    Lebih lanjut, Heru menilai capaian IMDI 2025 bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari strategi terukur pemerintah. “Kenaikan IMDI 1,19 poin di 2025 bukan kebetulan, melainkan hasil strategi terukur. Walaupun harusnya bisa naik 10–20 poin,” katanya.

    Dia menyebut terdapat tiga pendorong utama peningkatan IMDI 2025 yakni penambahan infrastruktur digital yang membuka akses hingga ke pelosok, peningkatan pilar keterampilan digital melalui integrasi indeks literasi digital dan pelatihan nasional, serta kolaborasi multipihak yang melibatkan belasan ribu unit usaha.

    Namun, Heru mengingatkan, keberlanjutan peningkatan indeks bergantung pada alokasi anggaran dan penguatan innovation hub di daerah tertinggal.

    “Keberlanjutan bergantung pada anggaran yang dialokasikan dan analitik data yang ketat. Perkuatan innovation hub di daerah tertinggal akan mendorong akselerasi. Jika stagnasi diabaikan, memang ada risiko IMDI melambat. Semoga kenaikan ini bukan hanya akan bertahan, melainkan menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia digital yang unggul dan merata,” tutur Heru.

    Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Boni Pudjianto, mengatakan pihaknya menargetkan nilai IMDI 2026 mencapai 45,33 poin, naik sekitar 0,8 poin dari capaian tahun ini. 

    Dia menjelaskan, peningkatan akan diupayakan melalui tiga langkah utama: penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi dan keterampilan digital dasar masyarakat, serta pengembangan kompetensi digital SDM nasional sesuai kebutuhan industri masa depan. 

    Boni menambahkan, kesenjangan antarwilayah masih menjadi tantangan utama, terutama di kawasan timur Indonesia. Untuk itu, Komdigi akan memprioritaskan wilayah dengan nilai IMDI terendah sebagai fokus pengembangan SDM digital.

  • AI Tak Punya Kesadaran, Etika Pengguna jadi Kunci di Era Digital

    AI Tak Punya Kesadaran, Etika Pengguna jadi Kunci di Era Digital

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan teknologi kecerdasan buatan (AI) merupakan mesin cerdas yang mampu bekerja sangat cepat dan melayani manusia tanpa mengenal lelah.

    Namun, menurutnya, AI tidak memiliki sifat dasar dari manusia yaitu kesadaran, terutama kesadaran etika.

    “AI itu smart servant, bahkan kadang lebih pintar dari manusia. Tapi jangan harap soal etika dari AI. Yang punya etika adalah kita penggunanya,” kata Komaruddin dalam kegiatan diskusi kolaborasi GOTO dan Dewan Pers bertema Literasi Media di Era Artificial Intelligence (AI) di Jakarta, Kamis (9/10/2025). 

    Komaruddin menekankan dalam kehidupan di masyarakat terdapat tiga pilar etika yaitu moral, etika, dan akhlak. Moral  adalah tradisi bersama yang dibangun masyarakat.

    Pergeseran moral terjadi akibat perubahan lingkungan dan interaksi lintas budaya di kota-kota besar. Di tingkat global, kata Komaruddin, rasionalitas dalam etika lebih menonjol dibandingkan standar moral lokal

    Sementara itu akhlak berpijak pada ajaran agama dan di Indonesia ketiganya (moral, etika, akhlak) selalu berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam penggunaan AI di ranah media dan informasi, Komaruddin menekankan pentingnya literasi digital dan penalaran kritis agar masyarakat tidak terjebak arus informasi yang hanya mengikuti emosi tanpa validasi akademik.

    Wartawan yang menggunakan AI terikat dengan etik.

    “AI hanya alat, bukan agen bermoral atau berkesadaran. Jadi wartawan dan pengguna AI harus bertanggung jawab secara etik dan profesional,” kata Komaruddin.

    Penggunaan AI tanpa etika saat ini terjadi di sejumlah negara yang berdampak cukup merugikan. Dalam pemilihan umum Filipina 2022, politisi memanfaatkan algoritma AI di TikTok untuk manipulasi sosial dan penyebaran propaganda yang menyesatkan generasi muda. Hal ini memperburuk polarisasi politik dan membuat sulit membedakan berita benar dan palsu, seperti diungkap dalam studi Ford tentang bahaya AI di media sosial.

    Di Amerika Serikat, algoritma prediksi kriminal seperti COMPAS digunakan untuk menilai risiko pelaku kejahatan. Ternyata, sistem ini memberi skor risiko lebih tinggi kepada individu kulit hitam dibanding kulit putih untuk kejahatan yang sama akibat bias data historis. Akibatnya, vonis yang dihasilkan justru memperburuk diskriminasi rasial dalam sistem peradilan.

    Selain itu, ada juga kasus bunuh diri yang dilakukan oleh seorang remaja di AS setelah menjalin hubungan emosional dengan chatbot CharacterAI. Chatbot tersebut gagal menempatkan batas etika dan justru memperparah kondisinya, sehingga perusahaan digugat karena dianggap lalai menjaga keselamatan pengguna muda.

  • Gang Clop Bobol Oracle, Puluhan Data Eksekutif Korporasi Dunia Dicuri

    Gang Clop Bobol Oracle, Puluhan Data Eksekutif Korporasi Dunia Dicuri

    Bisnis.com, JAKARTA — Peneliti keamanan dari Google mengungkap pencurian data eksekutif bisnis melalui kampanye pemerasan yang melibatkan puluhan organisasi global.

    Geng ransomware Clop mengeksploitasi rangkaian kerentanan pada perangkat lunak Oracle E-Business Suite sehingga data penting, seperti identitas eksekutif, pelanggan, dan dokumen HR, berhasil diambil.

    Pelaku utama adalah geng Clop yang berafiliasi dengan kelompok ransomware Rusia, dikenal atas serangan besar menggunakan kerentanan zero-day pada perangkat lunak populer.

    Korban berasal dari perusahaan multinasional yang memakai Oracle E-Business Suite untuk mengelola operasi bisnis dan data SDM.

    Dalam memeras korban, kata Analis utama Google Threat Intelligence Group John Hultquist, Clop mengirimkan email pemerasan kepada para eksekutif korporasi, menyertakan bukti pencurian data dan menuntut pembayaran tinggi untuk mencegah publikasi atau penjualan data.

    Penyerang menggabungkan lima kerentanan pada E-Business Suite untuk mendapatkan akses remote, dan exploit script kini telah beredar luas di dunia maya.

    Clop memanfaatkan celah keamanan kritis (CVE-2025-61882), sebuah zero-day bug yang dapat dieksploitasi secara remote tanpa autentikasi.

    “Sayangnya kampanye zero-day skala besar seperti ini semakin jadi fenomena baru kejahatan siber,” kata John dilansir dari TechCrunh, Jumat (10/10/2025).

    Badan Keamanan Siber Singapura (CSA) dalam laman resminya menjelaskan kerentanan ini memungkinkan penyerang mengambil kendali penuh server korban dan mengakses data sensitif tanpa batas.

    Oracle dan peneliti WatchTowr mengonfirmasi rangkaian bug belum diketahui vendor ketika dieksploitasi dan patch baru tersedia Oktober lalu.

    Serangan diketahui aktif sejak 10 Juli 2025—lebih awal dari deteksi publik—dan mencapai puncaknya ketika email pemerasan dikirimkan ke para eksekutif mulai akhir September.

    Target utamanya adalah sistem Oracle E-Business Suite yang digunakan perusahaan-perusahaan di berbagai negara, dengan puluhan organisasi sudah teridentifikasi sebagai korban. Sebagian besar server rentan terdeteksi berada di Amerika Serikat.

  • 10 Prompt Gemini AI Membuat Foto Prank Orang Tak Dikenal Masuk Rumah yang Lagi Viral

    10 Prompt Gemini AI Membuat Foto Prank Orang Tak Dikenal Masuk Rumah yang Lagi Viral

    Bisnis.com, JAKARTA – Berikut adalah kumpulan prompt Gemini AI untuk membuat foto prank orang tak dikenal yang masuk rumah.

    Prank orang tak dikenal tiba-tiba masuk rumah menjadi tren baru di TikTok.

    Beberapa pengguna merekam bagaimana orang tua atau saudara mereka panik ketika Anda mengirim foto orang tak dikenal masuk ke dalam rumah.

    Namun tenang saja, hal itu tidaklah nyata. Sebab foto orang masuk rumah yang sedang viral ini hanyalah hasil dari Gemini AI.

    Berikut adalah cara membuat foto prank orang tak dikenal masuk ke dalam rumah:

    1. Pastikan Anda memiliki foto sudut rumah yang akan ditambahkan orang tak dikenal.

    2. Buka Gemini AI di link berikut ini: https://gemini.google.com/app

    3. Unggah foto ruanganmu sebagai latar belakang.

    4. Tulis prompt secara detail. Jangan lupa memasukkan bagaimana ekspresi, pakaian, dan kondisi orang tersebut.

    5. Gunakan kata “realistic” atau “photo-realistic” supaya hasilnya lebih mirip foto asli.

    6. Tunggu prosesnya dan foto siap digunakan.

    10 Prompt Gemini AI Membuat Foto Prank Orang Tak Dikenal Masuk Rumah yang Lagi Viral

    1. “Tambahkan seorang laki-laki berpakaian lusuh dengan rambut acak-acakan sedang duduk di sofa ruang tamu, ekspresinya bingung seperti kehilangan arah, pastikan pencahayaan dan bayangan sesuai dengan ruangan.”

    2. “Ubah foto ini dengan menambahkan perempuan berpakaian compang-camping duduk di lantai kamar tidur, rambut kusut dan wajah kebingungan, tangannya memegang lutut.”

    3. “Tambahkan seorang pria tampak kotor dan lelah berdiri di pojok dapur, melihat ke arah wastafel dengan ekspresi bingung, pencahayaan alami dari jendela tetap dipertahankan.”

    4. “Masukkan sosok perempuan dengan pakaian robek dan rambut berantakan sedang bersandar di dinding ruang tamu, ekspresinya kosong dan seolah sedang memikirkan sesuatu.”

    5. “Tambahkan laki-laki berpakaian usang sedang jongkok di dekat pintu rumah, rambut panjang acak-acakan, ekspresi bingung seperti baru tersesat.”

    6. “Tambahkan sosok pria berpakaian kotor berdiri di halaman belakang rumah, rambutnya kusut, memandangi rumah dengan wajah kebingungan.”

    7. “Ubah foto ini dengan menambahkan seorang perempuan berwajah letih dan pakaian compang-camping sedang duduk di teras rumah, menatap kosong ke jalan.”

    8. “Tambahkan manusia dengan rambut kusut dan pakaian sobek berjalan perlahan di taman belakang rumah, ekspresi bingung seperti mencari sesuatu.”

    9. “Masukkan sosok laki-laki berpakaian compang-camping sedang duduk di tepi kasur dengan rambut berantakan, menatap lantai kosong dengan ekspresi bingung.”

    10. “Tambahkan perempuan lusuh dengan rambut panjang kusut sedang duduk di lantai dekat tempat tidur, tangannya memegang kepala, wajah kebingungan.”

  • Telkomsel NextDev 2025 Cetak Technopreneur Melalui Kurikulum Berbasis AI

    Telkomsel NextDev 2025 Cetak Technopreneur Melalui Kurikulum Berbasis AI

    Bisnis.com, JAKARTA – Telkomsel gelar NextDev Tahun ke-11, program impact incubator yang sejak 2015 menjadi inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan untuk memberdayakan technopreneurs tahap awal di Indonesia. Memasuki dekade keduanya, NextDev hadir dengan fokus utama AI-Powered Innovation Curriculum, yang dirancang untuk mendorong technopreneurs menciptakan solusi digital berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

    Vice President Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan, “Telkomsel bangga mempersembahkan NextDev Tahun ke-11 dengan fokus pada AI-Powered Innovation Curriculum. NextDev berkomitmen sebagai impact incubator yang mendukung technopreneurs Indonesia melahirkan solusi digital yang inovatif, serta memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Selain itu, kami terus konsisten mendorong inovasi berbasis data yang memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat, serta memperkuat ekosistem digital Indonesia.”

    Alumni NextDev Tahun ke-9 dan Founder Startup Smartcoop, M. Ihsan Firdaus menambahkan, “NextDev telah menjadi katalis penting bagi kami dalam membentuk ekosistem technopreneurs Indonesia. Memasuki dekade kedua, kami berharap program ini terus relevan menghadirkan kurikulum yang mampu menjawab tantangan masa depan. Kami mengapresiasi konsistensi Telkomsel dalam mendukung technopreneurs untuk menciptakan solusi digital AI yang berdampak, tetaplah menjadi bagian terpenting dari perkembangan ekosistem digital di negeri ini.”

    Inovasi di NextDev Tahun ke-11

    NextDev Tahun ke-11 mengusung AI-Powered Innovation Curriculum sebagai landasan kurikulum utama. Fokus AI diterapkan sejak tahap seleksi, memprioritaskan technopreneurs dengan integrasi AI dalam solusi digital mereka.

    Tahun ini, NextDev Tahun ke-11 tidak lagi membagi peserta dalam kategori khusus, sehingga memberikan kesempatan bagi technopreneurs dari berbagai sektor untuk berpartisipasi. Technopreneurs dapat mendaftarkan digital business-nya dengan mengakses link pendaftaran program NextDev di tsel.id/11thnextdevregist hingga 7 November 2025.

    Sejumlah hal baru di NextDev meliputi:

    Pendampingan Ahli: Bimbingan fokus pada empat pilar utama, yaitu strategi, keuangan, pemasaran, dan produktivitas untuk membangun fondasi bisnis kokoh.
    Konsultasi Diagnostik: Menyediakan Konsultasi khusus dan teknis untuk mengidentifikasi masalah dan menerapkan solusi efektif.
    Rujukan Alumni: Seleksi mempertimbangkan rekomendasi alumni NextDev untuk menjaga kualitas peserta.
    Ekosistem Inklusif: Melakukan kolaborasi lintas ekosistem digital dengan melibatkan investor, komunitas, dan pemimpin industri.
    Onsite Coaching: Sesi tatap muka di roadshow kota-kota utama, yang memungkinkan konsultasi langsung dengan mentor untuk memecahkan tantangan bisnis.

    Technopreneurs lokal melakukan on-site coaching NextDev yang memungkinkan konsultasi langsung dengan mentor untuk memecahkan tantangan bisnis.

    Tiga Tahapan NextDev Tahun ke-11

    Rangkaian NextDev Tahun ke-11 dirancang dalam tiga fase utama untuk menginkubasi para peserta:

    1.Scouting (September – Desember 2025)

    Tahap awal ini bertujuan untuk merekrut technopreneurs potensial melalui serangkaian acara. Open Session di Bandung (9 Oktober) dan Roadshow di tiga kota: Makassar (14 Oktober), Medan (23 Oktober), dan Bali (30 Oktober). Dalam setiap acara, peserta berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan seperti diskusi bersama para ahli, pameran komunitas, pembinaan tatap muka, dan sesi pitching yang akan memilih lima technopreneurs terbaik dari masing-masing kota untuk mendapatkan fast track untuk langsung lolos ke tahap Top 18.

    2.Academy (Januari – April 2026)

    Technopreneurs yang lolos seleksi akan memasuki tahap inkubasi intensif selama empat bulan. Fase ini mencakup bootcamp, sesi mentoring, dan diskusi bersama para ahli. Kurikulumnya akan fokus pada empat area utama, yaitu: strategi pertumbuhan bisnis, memperkuat fundamental business, pemasaran dan penjualan, serta strategi implementasi AI.

    3.Summit (April 2026)

    Merupakan puncak dari seluruh rangkaian program. NextDev Summit akan menghadirkan pameran, sesi konferensi, final pitch, dan awarding bagi technopreneurs terbaik. Sesi ini juga menjadi wahana untuk mempertemukan para finalis dengan investor dan pelaku ekosistem digital lainnya.

    Telkomsel mengajak  technopreneurs visioner di Indonesia untuk bergabung dalam impact incubator NextDev. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kapabilitas, berkolaborasi dengan para ahli, serta mendapatkan akses ke jaringan ekosistem digital. Informasi selengkapnya terkait NextDev Tahun ke-11 dapat diakses melalui nextdev.co.id.