Category: Beritasatu.com Regional

  • Data Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Diperbarui, 10 Meninggal Dunia

    Data Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Diperbarui, 10 Meninggal Dunia

    Jakarta, Beritasatu.com – Penanganan tanggap darurat masih berlanjut pascaerupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Minggu (3/11/2024) dini hari. Tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja untuk memastikan semua korban dievakuasi dari area terdampak.

    Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Kabupaten Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperbarui data korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki pada Minggu (3/11/2024) dini hari. Data terbaru pada Senin (4/11/2024) pukul 11.51 Wita, korban meninggal menjadi 10 orang.

    Dari jumlah tersebut, sembilan korban telah dievakuasi oleh tim SAR, sementara satu korban lainnya masih terjebak di reruntuhan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah menyiapkan posko pengungsian yang tersebar di tiga lokasi, yaitu di Desa Konga, Lewolaga, dan Tietehena. BPBD Kabupaten Flores Timur juga masih mendata jumlah warga yang mengungsi.

    Hingga Senin (4/11/2024) siang pukul 12.30 Wita, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah menyebabkan kerusakan rumah-rumah di sekitar radius tujuh kilometer dari puncak. Hujan abu juga melanda area tersebut.

    BPBD setempat terus mengantisipasi kemungkinan banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki jika hujan deras terjadi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, dan Nobo.

    Sebagai respons terhadap kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menetapkan status tanggap darurat dengan nomor BPBD.300.2.2.5/24/BID.KL/XI/2024 untuk bencana alam erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Status ini berlaku mulai 4 November hingga 31 Desember 2024.

    Menurut surat Kepala PVMBG No. 95.1.Lap/GL.03/BGV/2024 dan hasil pemantauan visual serta instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, tingkat aktivitas vulkanik dinaikkan dari level III (siaga) ke level IV (awas) sejak Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 Wita.

  • Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemerkosa Remaja Disabilitas di Lampung, Begini Kronologinya

    Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemerkosa Remaja Disabilitas di Lampung, Begini Kronologinya

    Bandar Lampung, Beritasatu.com –  Polisi menangkap 2 pemuda pelaku pemerkosaan remaja putri disabilitas berusia 14 tahun di Bandar Lampung, Lampung. Kedua pelaku berinisial LF (18) dan FN (21), warga Way Hui, Kabupaten Lampung Selatan. 

    Kedua pelaku diduga merudapaksa korban berinisial DN selama 2 tahun. Kasus yang ditangani Polsek Sukarame, Bandar Lampung ini terungkap dari surat kaleng yang dikirimkan pelaku ke rumah korban. 

    Dalam surat kaleng itu, kedua pelaku mengancam akan menyebarkan video asusila bersama pelaku ke media sosial (medsos). Surat kaleng tersebut ditemukan oleh tante korban di samping pintu rumah orang tua korban.

    Setelah dilakukan pendekatan, korban kemudian menceritakan kekerasan yang dialami kepada tantenya. Tante korban kemudian melaporkan kedua pelaku ke Polsek Sukarame.

    Dari penyelidikan, polisi kemudian menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda di wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan pada Sabtu (2/11/2024).

    Dari hasil pemeriksaan terungkap, kedua pelaku merudapaksa korban yang saat itu masih kelas 6 sekolah dasar (SD). Pelaku merekam perbuatan bejatnya, lalu menjadikan video tersebut untuk mengancam korban agar mau berhubungan badan dengan pelaku. Karena takut, ND terus mengalami pemerkosaan hingga korban duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP).

    Kedua orang tua ND merupakan penyandang tunanetra sehingga aktivitas korban sering tidak terawasi. 

    Akibat kekerasan seksual yang dialami selama 2 tahun terakhir, korban mengalami trauma berat.

    Dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan kedua pelaku, polisi menyita barang bukti berupa hasil visum dari rumah sakit dan surat kaleng yang dikirim kedua pelaku.

    Kapolsek Sukarame, Kompol M Rohmawan mengatakan bahwa kedua pelaku merudapaksa korban secara bergantian dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

    “Pelaku LF mengajak rekannya FN untuk merudapaksa korban secara bergantian. Pelaku utama dari kasus pemerkosaan yang dialami korban yakni pelaku LF,” kata Rohmawan saat konferensi pers, Minggu (3/11/2024).

  • Data Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT Diperbarui, 10 Meninggal Dunia

    10.000 Jiwa Terdampak Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah tempat pengungsian mulai disiapkan petugas untuk menampung sedikitnya 10.295 jiwa korban yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/11/2024) pagi.

    Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Bambang Surya Putra mengatakan, data sementara menyebutkan sebanyak 2.735 keluarga atau 10.295 jiwa terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mengonfirmasi gedung sekolah menjadi salah satu tempat pengungsian darurat yang disiapkan petugas gabungan,” kata dia dalam laporan yang diterima di Jakarta dilansir Antara.  

    Dari jumlah korban terdampak, sebanyak 207 keluarga atau 816 orang dari Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen, dan Riang Rita Kecamatan Ile Bura. “Korban dari Desa Dulipali saat ini sedang dievakuasi menuju lokasi pengungsian di gedung sekolah di Desa Lewolaga,” kata dia.

    Sebanyak 9.479 orang warga dari Desa Pululera, Nawakote, Hokeng Jaya, Boru, dan Boru Kedang di Kecamatan Wulanggitang. Selanjutnya Desa Konga, Kobasoma, Bokang, Wolomatang dan Watowara di Kecamatan Titehena.

    Sementara ini menurut keterangan warga, ada 10 orang meninggal dunia, delapan di antaranya merupakan warga Kecamatan Wulanggitang.

    Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Senin pagi ini pukul 02.48 Wita. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi kurang lebih 3 menit dan 5 detik.

    Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT dari level III siaga menjadi level IV awas mulai Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 Wita.

    PVMBG juga memperluas radius bahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dari sebelumnya 3 kilometer dari pusat erupsi, berubah menjadi 3,5 kilometer.

  • Bertambah, Korban Meninggal Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki Jadi 9 Orang

    Bertambah, Korban Meninggal Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki Jadi 9 Orang

    Kupang, Beritasatu.com – Korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara (NTT) bertambah menjadi sembilan orang. 

    Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Flores Timur Herry Lamawuran mengatakan para korban sudah dievakuasi tim SAR.

    “Update terakhir sembilan orang yang meninggal dan sudah dievakuasi oleh BPBD dan pihak terkait,” katanya saat dihubungi dari Kupang, NTT, Senin (4/11/2024).

    Herry menjelaskan, erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki pada Minggu (3/11/2024) malam yang disertai material berupa bongkahan batu tersebut mengakibatkan korban jiwa.

    Selain itu, kerusakan menimpa rumah dan asrama biarawan-biarawati di Desa Hokeng dan Klatanlo yang berada tepat di bawah kaki gunung tersebut.

    Mengenai kerusakan tersebut, dia mengaku belum mendapatkan informasi terbaru. Namun, dari video yang beredar terdapat satu sekolah dasar rusak berat tertimpa batu besar yang merupakan material yang disemburkan gunung api tersebut.

    Tidak hanya itu, Herry menambahkan, satu rumah juga rata dengan tanah karena tertimpa material erupsi. Asrama Biarawati Susteran SSpS dan Sekolah Menengah Pertama Santisima juga dilaporkan terbakar. Asrama Seminari Hokeng dilaporkan mengalami kerusakan yang berat karena material batu tembus hingga kamar para siswa.

    Saat ini warga sudah diungsikan ke sejumlah lokasi yang jauh dari kaki gunung tersebut.

    Berdasarkan laporan dari BPBD Flores Timur ada tujuh desa yang terdampak bencana tersebut, yaitu di Kecamatan Wulanggitang, seperti Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, Nawokote, Boru, Boru Kedang, dan desa Pululera serta satu desa di Kecamatan Ile Bura, yakni Dulipali.

    Warga juga sudah diungsikan ke tiga desa, yakni Desa Konga, Lewolaga, Bokang di Kecamatan Titehena. Sementara itu, tenda-tenda juga sudah didirikan untuk menampung para pengungsi.

  • Tak Terima Motor Digadaikan Tanpa Izin, Anak Polisikan Bapak Kandung di Balikpapan

    Tak Terima Motor Digadaikan Tanpa Izin, Anak Polisikan Bapak Kandung di Balikpapan

    Balikpapan, Beritasatu.com – Akibat tak terima sepeda motor digadaikan, seorang anak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tega mempolisikan bapak kandungnya sendiri, Senin (4/11/2024) pagi.

    Akibatnya, sang bapak pun kini ditahan dan resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian kendaraan bermotor.

    Pria berinisial FS (42) ini, kini tak bisa berkutik seusai resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor, yang dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri.

    Kanitreskrim Polsek Balikpapan Utara Iptu Rudyanto Purba mengatakan, kronologi kasus ini bermula saat tersangka FS yang tinggal seatap dengan korban dan menantunya, mengambil kunci motor milik korban. Saat itu, istri korban dan mertuanya sedang tak berada di rumah lantaran tengah bekerja di luar kota.

    Kemudian, sepeda motor itu ternyata justru malah digadaikan oleh tersangka FS kepada teman wanitanya berinisial S yang kini juga telah ditangkap dan ditahan di rutan wanita Mapolresta Balikpapan.

    “Untuk kronologinya ini, beliau ini meminjam atau mengambil kunci motor dari rumahnya, karena rumahnya adalah rumah menantu dan mertuanya dibawa, kemudian beliau menggadaikan motor ini kepada orang lain,” kata Rudyana kepada Beritasatu.com di Mapolsek Balikpapan Utara, Senin (4/11/2024) pagi.

    Menurutnya, saat itu tersangka FS mengelabuhi korban dengan beralasan meminjam  sepeda motor milik anaknya untuk membeli sembako. Namun, sepeda motor itu justru digadaikan oleh FS kepada tersangka S senilai Rp 2,5 juta.

    “Modusnya dia hanya hubungan antara bapak, anak dan mantu, dia hanya meminjam sepeda motor kepada anaknya, mantu waktu itu berada di Bali, dipinjamkan untuk membeli sembako, dan itu kendaraan itu ternyata sama yang bersangkutan digadaikan, dan beliau mengakui juga,” sambungnya.

    Akibat ulah dari tersangka FS ini, korban pun menderita kerugian hingga belasan juta rupiah, sehingga kemudian kasus ini pun dilaporkan ke polisi. Tersangka FS pun berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

    Dari tangan tersangka FS, penyidik menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor matic yang digadaikan kepada tersangka S. Polisi pun menjerat tersangka FS dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

  • Ngeri! Detik-detik Likuifaksi di Mamuju Tengah Sebabkan Ekskavator Tenggelam

    Ngeri! Detik-detik Likuifaksi di Mamuju Tengah Sebabkan Ekskavator Tenggelam

    Mamuju, Beritasatu.com – Fenomena tanah bergerak atau likuifaksi terjadi di Desa Saloadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Sabtu (2/11/2024). Peristiwa ini terjadi saat proses perbaikan jalan di wilayah tersebut, di mana tanah mendadak bergeser, menyeret alat berat hingga tertimbun dan memutus akses jalan.

    Kejadian ini terekam oleh warga setempat yang histeris menyaksikan pergeseran tanah yang luar biasa. Warga sekitar yang berada di lokasi panik dan segera menjauh dari tempat kejadian.

    Tanah amblas sepanjang 100 meter ini mengakibatkan satu ekskavator terseret dan tertelan lumpur. Beruntung, operator alat berat yang tertimbun material tanah berhasil keluar dari kemudi untuk menyelamatkan diri. Akibat kejadian ini, aktivitas warga di sekitar lokasi lumpuh total.

    Diketahui bahwa jalan tersebut memiliki struktur tanah gambut yang rentan terhadap pergerakan dasar tanah, sehingga mengakibatkan terjadinya likuifaksi saat dilalui kendaraan berat. Meskipun tidak ada korban luka atau jiwa, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang sering melintas di jalan tersebut.

    Saat ini, petugas telah berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas di jalan tersebut hingga dinyatakan aman.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah, Sigit Dwihatono, mengatakan bahwa lokasi tanah bergerak ini merupakan jalan penghubung antardesa. Peristiwa terjadi saat perbaikan jalan dilakukan, dan tiba-tiba tanah di lokasi bergerak.

    “Jalan ini adalah akses utama antara pabrik ke Tobadak 7 dan Tobadak lainnya. Teman-teman dari perusahaan melakukan perbaikan, dan ternyata saat perbaikan terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan ekskavator tenggelam,” ujar Sigit kepada wartawan, Minggu (3/11/2024).

    Menurutnya, daerah tersebut memiliki kondisi tanah yang labil, yakni tanah gambut, yang diduga menjadi penyebab pergeseran tanah.

    “Perlu diketahui bahwa daerah ini merupakan daerah yang labil. Di bawahnya adalah tanah gambut, sementara di atasnya merupakan simpanan air,” tambahnya.

    Pihaknya telah melakukan peninjauan untuk memantau evakuasi alat berat. Rencananya, hal itu akan membuka jalan alternatif untuk warga.

    “Kami sudah berkoordinasi untuk evakuasi alat berat, serta memproteksi daerah tersebut agar tidak ada aktivitas di sana. Selanjutnya, kami mencari alternatif agar jalan itu bisa digunakan kembali jika tidak bisa dipakai,” jelas Sigit.

  • Gunung Merapi Muntahkan 44 Kali Guguran Lava Sejauh 2.000 Meter dalam 24 Jam

    Gunung Merapi Muntahkan 44 Kali Guguran Lava Sejauh 2.000 Meter dalam 24 Jam

    Sleman, Beritasatu.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat dengan adanya guguran lava dan awan panas guguran yang terpantau pada Minggu (3/11/2024) pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB. Selama 24 jam, Gunung Merapi memuntahkan 44 kali guguran lava sejauh 2.000 meter.

    Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran lava itu mengarah ke sektor barat daya, tepatnya di Kali Bebeng.

    “Teramati 44 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter, teramati 1 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur 1.000 meter,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya pada Senin (4/11/2024).

    Cuaca di sekitar Merapi dalam periode pengamatan terpantau berawan hingga hujan dengan curah hujan mencapai 36 mm per hari. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau naik 50-100 meter di atas puncak kawah, menunjukkan adanya suplai magma yang terus berlangsung.

    “Hal ini menandakan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang bisa mengancam wilayah-wilayah tertentu,” lanjutnya.

    BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi pada level III (siaga). Warga diimbau menghindari aktivitas di wilayah potensi bahaya, yang mencakup Sungai Boyong hingga jarak 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km di sektor selatan-barat daya.

    Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga jarak 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km dari puncak.

    Selain itu, masyarakat di sekitar lereng Merapi juga diminta waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), khususnya saat hujan. Jika aktivitas Merapi mengalami peningkatan signifikan, pihak berwenang akan segera meninjau ulang status aktivitas gunung.

    BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

  • KPPU Selidiki Dugaan Persekongkolan Tender Air Bersih di Tiga Gili

    KPPU Selidiki Dugaan Persekongkolan Tender Air Bersih di Tiga Gili

    Mataram, Beritasatu.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyelediki dugaan persekongkolan dalam pengadaan penyedia air bersih di Kepulauan Gili atau Tiga Gili, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Terdapat dua terlapor, yaitu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Amirta Dayan Gunung, mantan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Lombok Utara, dan PT Tiara Cipta Nirwana (PT CTN).

    “Kasus ini terdaftar dalam perkara Nomor 11/KPPU-L/2024 dan berfokus pada dugaan pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Dugaan pelanggaran ini terkait dengan pengadaan badan usaha penyedia air bersih menggunakan teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Utara pada tahun anggaran 2017,” ungkap Kepala Bidang Penegakan Hukum KPPU Kantor Wilayah IV Surabaya, Haris Munandar, pada Senin (4/11/2024).

    Dalam agenda pemeriksaan pendahuluan, KPPU akan membaca laporan dugaan pelanggaran yang diajukan oleh investigator KPPU, dan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan alat bukti.

    “Kami melaksanakan sidang ini untuk menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelanggaran. Kami akan melanjutkan dengan pemeriksaan saksi, ahli, dan dokumen yang relevan,” jelas Haris.

    Lebih lanjut, Haris menyatakan bahwa laporan perkara ini diajukan pada 2022, berkaitan dengan tender yang diduga mengindikasikan adanya kolusi antara PDAM dan PT CTN. Dalam pengawalan perkara ini, KPPU telah melaksanakan langkah-langkah awal sesuai dengan peraturan yang ada.

    KPPU menyelidiki tender yang dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Ketiga lokasi ini direncanakan menjadi tempat kegiatan tender oleh PT CTN selama kurun waktu 30 tahun. Dalam pengadaan ini, KPPU menyatakan bahwa mereka hanya membutuhkan dua alat bukti yang kuat, termasuk keterangan saksi, untuk menentukan apakah terlapor bersalah atau tidak.

    “Jika terbukti, kami akan mengenakan sanksi, yang dapat berupa denda atau pencabutan izin usaha. Denda maksimum yang dapat dikenakan oleh KPPU adalah 50% dari keuntungan bersih atau sepuluh persen dari hasil penjualan selama periode pelanggaran,” ungkap Haris Munandar.

    Agenda sidang selanjutnya dijadwalkan pada 15 November 2024, dengan fokus pada mendengarkan tanggapan dari terlapor atas laporan dugaan pelanggaran.

  • Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level IV dari Siaga Jadi Awas

    Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level IV dari Siaga Jadi Awas

    Kupang, Beritasatu.com– Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari level III siaga menjadi level IV awas mulai Minggu (3/11/2024) pukul 24.00 Wita.

    “Peningkatan status tersebut berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki periode 23 Oktober-3 November 2024 pukul 18.00 Wita,” kata Kepala PVMBG P Hadi Wijaya dalam keterangan yang dilaporkan di Kupang, Senin (4/11/2024) dilansir Antara.

    Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Lewotobi Laki-laki yang cukup signifikan.

    PVMBG juga memperluas radius bahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dari sebelumnya 3 kilometer dari pusat erupsi, berubah menjadi 3,5 kilometer.

    Pada Minggu malam, letusan dan bunyi dentuman terdengar dari Gunung Lewotobi Laki-laki. Hal ini membuat warga sekitar cemas. Mereka melihat cahaya merah menyala di atas gunung.

  • Jadi Tersangka Kasus Asusila, Oknum Anggota DPRD Kota Singkawang Diciduk

    Jadi Tersangka Kasus Asusila, Oknum Anggota DPRD Kota Singkawang Diciduk

    Singkawang, Beritasatu.com – Seorang anggota DPRD Kota Singkawang berinisial HA, tersangka kasus asusila terhadap anak di bawah umur, akhirnya berhasil dibekuk Satreskrim Polres Singkawang pada Minggu (3/11/2024).

    “HA kami tangkap di sebuah rumah yang terletak di Jalan Karya Baru, Pontianak, sekitar pukul 12.30 WIB,” ungkap Kasatreskrim Polres Singkawang Iptu Deddi Sitepu dilansir Antara.

    Deddi menjelaskan tersangka bersikap kooperatif ketika petugas mendatangi rumah tersebut. Sebelum dibawa ke Singkawang, tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Pontianak.

    “Tersangka sempat mengeluhkan rasa sakit di dada saat ditangkap dan hasil pemeriksaan dari dokter menunjukkan ia mengalami gejala vertigo,” katanya.

    Setibanya di Mapolres Singkawang, pihak kepolisian kembali melakukan pemeriksaan kesehatan pada HA.  “Dari pemeriksaan dokter klinik polres, tersangka dalam kondisi sehat,” lanjutnya.

    Selanjutnya, Satreskrim Polres Singkawang akan melaksanakan pemeriksaan terhadap HA, yang kini telah didampingi oleh pengacaranya.

    “Pengacara tersangka sudah berganti. Setelah pemeriksaan, kami akan menentukan apakah penahanan akan dilakukan atau tidak,” ujar Deddi.

    Deddi menambahkan bahwa penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyatakan tersangka berada di salah satu rumah di Pontianak.

    “Ketika kami tiba di lokasi, keluarga bersikap kooperatif tanpa ada perlawanan,” tambahnya.

    Sebelumnya, kuasa hukum tersangka HA telah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Singkawang terhadap Polres Singkawang, karena keberatan kliennya ditetapkan sebagai tersangka.

    Namun, dalam sidang pada 28 Oktober 2024, hakim tunggal Pengadilan Negeri Singkawang menolak praperadilan tersebut. Dengan demikian, proses hukum terhadap HA oleh Polres Singkawang dapat dilanjutkan.