Category: Beritasatu.com Nasional

  • Polda Metro Jaya dan PPATK Usut Aliran Dana Kasus Judi Online di Kemenkomdigi

    Polda Metro Jaya dan PPATK Usut Aliran Dana Kasus Judi Online di Kemenkomdigi

    Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya (PMJ) bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut aliran dana kasus judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan tim penyidik sedang melakukan investigasi gabungan. Upaya tersebut dilakukan sebagai komitmen PMJ dalam mengungkap kasus ini.

    “Penyidik telah melakukan join investigasi dan juga bekerja sama dengan PPATK dan stakeholder lain untuk membantu pengungkapan kasus ini,” kata Ade Ary dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).

    Selain investigasi gabungan, PMJ akan menerapkan pasal perjudian soal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat. Melalui pasal tersebut kepolisian dapat melakukan penyitaan aset untuk diserahkan kepada negara.

    Sementara itu, Ade Ary menyampaikan penyidik telah berhasil menangkap salah satu daftar pencarian orang (DPO) berinisial HE. Orang itu temukan di salah satu hotel di Jakarta Selatan.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka HE ini mengaku sebagai bandar atau pemilik dari salah satu web. Namanya webnya itu Keris123,” jelasnya.

  • Kapuspen: Foto Pamen TNI dengan Ivan Sugianto Sebulan Sebelum Kasus Perundungan

    Kapuspen: Foto Pamen TNI dengan Ivan Sugianto Sebulan Sebelum Kasus Perundungan

    Jakarta, Beritasatu.com – TNI menegaskan anggotanya yang merupakan perwira menengah (pamen) tidak memiliki hubungan bisnis dan bahkan tidak menjadi beking tersangka kasus perundungan di Surabaya, Jawa Timur, Ivan Sugianto. Foto yang beredar luas itu terjadi sebulan sebelum kasus perundungan.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto mengatakan pamen TNI dan Ivan Sugianto hanya teman biasa. Mengenai foto pamen TNI dengan Ivan Sugianto dalam mobil terjadi pada 18 September 2024 atau sekitar sebulan lebih sebelum insiden perundungan terjadi pada 21 Oktober.

    “Kami telah menelusuri itu, kejadian viral Ivan Sugianto tidak berkaitan dengan perwira menengah TNI yang ada dalam foto dalam kendaraan,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (16/11/2024).

    Foto tersebut beredar luas di media sosial sekitar Senin (11/11/2024). Dalam foto memperlihatkan pamen TNI yang berpakaian dinas lengkap dengan pangkat kolonel berfoto bersama Ivan Sugianto.

    Ivan Sugianto merupakan tersangka kasus perundungan terhadap seorang murid SMA di Surabaya. Ivan, yang dikenal sebagai pengusaha dan bos hiburan malam di Surabaya, memaksa korban untuk bersujud dan menggonggong seperti anjing. Aksi Ivan merundung murid SMA itu terekam dan hasil rekamannya viral di media sosial.

    Rekaman video itu pun memancing kemarahan publik, yang kemudian menuntut kepolisian bergerak mengusut kasus perundungan tersebut. Ivan sempat mengeluarkan pernyataan maaf yang dia tujukan kepada korban, keluarga korban, sekolah, dan masyarakat Indonesia.

    Polrestabes Surabaya menangkap Ivan di Bandara Juanda setelah dia terbang dari Jakarta untuk pulang ke Surabaya pada Kamis (14/11/2024). Polrestabes Surabaya saat itu telah memeriksa 11 saksi dan gelar perkara, yang keduanya menjadi dasar keyakinan penyidik menetapkan Ivan sebagai tersangka.

    Ivan kemudian diperiksa selama kurang lebih tiga jam oleh penyidik. Setelah menjalani pemeriksaan, Ivan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Surabaya. Tersangka perundungan anak itu terancam dijerat pasal berlapis yang hukumannya dapat mencapai 3 tahun penjara.

  • Pentingnya Jaga Kesehatan pada Usia Muda untuk Cegah Kanker

    Pentingnya Jaga Kesehatan pada Usia Muda untuk Cegah Kanker

    Jakarta, Beritasatu.com – Merawat kesehatan sejak usia muda dapat mencegah risiko kanker, sehingga deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.

    “Pencegahan dimulai dari kesadaran, karena kanker tidak memandang usia atau siapa pun kita,” ujar dokter subspesialis bedah onkologi, dr Sri Anidyo Utami, MSi.Med, SpB, Finacs, MM, Subsp Onk (K), dalam sebuah talk show bertema “Deteksi sejak Dini, Antisipasi Kanker dan Kantong Kering di Usia Lanjut” di Jakarta, seperti dikutip dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).

    Menurut dr Anidyo, masyarakat, termasuk anak muda sebaiknya memahami faktor-faktor pemicu kanker, seperti pola hidup yang kurang sehat dan konsumsi makanan tidak bergizi.

    “Kesehatan tubuh bukan hanya pemberian Tuhan yang harus disyukuri, tetapi tanggung jawab kita memilih langkah yang tepat demi meningkatkan kualitas hidup,” jelasnya.

    Oleh karena itu, dr Anidyo menekankan pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pengurangan risiko terkena kanker. “Selain menjaga pola hidup sehat, masyarakat perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memperluas wawasan tentang risiko kanker,” tambahnya.

    Dalam acara yang sama, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Achmad K Permana menyampaikan, Allianz Syariah terus berkembang berkat kepercayaan nasabah sejak didirikan pada November 2023. “Kami berkomitmen untuk memberikan solusi perlindungan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkap Achmad saat membuka acara.

    Sementara itu, selebritas Zaskia Adya Mecca menyoroti pentingnya menjaga kebugaran tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat sebagai prioritas, meskipun risiko kesehatan tidak selalu dapat dihindari.

    “Di dalam hidup, ada fase-fase yang kita jalani. Beberapa berjalan sesuai rencana, tetapi ada juga yang tidak. Menjaga kesehatan diri dan keluarga adalah hal yang sangat penting,” kata Zaskia.

  • Wamendikdasmen Sebut Bakal Kurangi Beban Administratif Guru

    Wamendikdasmen Sebut Bakal Kurangi Beban Administratif Guru

    Solo, Beritasatu.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyebut Kemendikdasmen akan mengurangi beban tugas administratif yang selama ini dinilai memberatkan para guru di Indonesia.

    “Setelah mendengar aspirasi dan kemudian juga melakukan pengamatan ke lapangan dalam waktu yang relatif singkat ini, maka salah satu di antaranya kami akan mengurangi beban-beban administrasi yang dirasakan pada bapak dan ibu guru selama ini,” ujarnya.

    Atip menyampaikan hal itu saat menghadiri malam puncak  Festival Transformasi Pendidikan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/11/2024) malam.  

    Dia menjelaskan, mengurangi beban administrasi merupakan salah satu langkah yang disiapkan Kemendikdasmen untuk mewujudkan guru yang kompeten di Indonesia. Atip mengaku, banyaknya beban administratif membuat fokus guru menjadi terpecah dan tidak bisa maksimal saat mengajar siswa.

    “Jadi nanti bapak dan ibu guru tidak perlu lagi tengah malam dikiranya tahajud padahal sedang upload. Dan siang harinya terkantuk-kantuk karena terlalu banyak beban administratif. Kami akan kurangi akan melakukan relaksasi untuk hal tersebut. Dalam rangka mewujudkan guru hebat agar Indonesia kuat dalam mewujudkan generasi emas,” paparnya.

    Selain mengurangi beban administratif guru, untuk meningkatkan kompetensi Kemendikdasmen juga akan melaksanakan berbagai macam pelatihan serta memberikan kesejahteraan bagi para guru.

    “Insyaallah akan ada kesejahteraan, tetapi jumlahnya sedang kami hitung. Jadi belum bisa dikira-kira nominalnya, yang penting sejahtera. Untuk formulasinya kami masih menyusunnya. Kalau lewat sertifikasi jelas itu salah satu mekanismenya karena ke depan semua guru termasuk honorer didorong untuk sertifikasi, tetapi yang lebih detail sedang kita persiapkan,” ungkapnya.

    Atip kembali menegaskan, peningkatan kompetensi merupakan cara untuk mewujudkan guru yang bermutu sehingga bisa menghadirkan pendidikan yang bermutu.

    “Sejak awal arah atau orientasi pendidikan adalah menciptakan pendidikan yang bermutu yang tentunya mensyaratkan guru yang bermutu. Maka ada beberapa langkah yang secara cepat dipersiapkan oleh ementerian sekarang untuk mewujudkan guru yang bermutu agar dapat menghadirkan pendidikan yang bermutu,” pungkasnya.

  • Kapuspen TNI Bantah Keterlibatan Perwira dalam Kasus Perundungan Ivan Sugianto

    Kapuspen TNI Bantah Keterlibatan Perwira dalam Kasus Perundungan Ivan Sugianto

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto membantah rumor yang menyebut seorang perwira menengah TNI terlibat dalam bisnis, apalagi menjadi pelindung (beking) tersangka kasus perundungan di Surabaya, Ivan Sugianto.

    Hariyanto menjelaskan hubungan antara perwira menengah TNI berpangkat kolonel itu dengan Ivan hanyalah sebatas pertemanan biasa. Ia juga mengklarifikasi sebuah foto yang beredar luas di media sosial, yang menunjukkan perwira tersebut berada bersama Ivan dalam kendaraan.

    “Kami telah menelusuri itu. Kejadian viral Ivan Sugianto tidak berkaitan dengan perwira menengah TNI yang ada dalam foto dalam kendaraan,” ujar Hariyanto di Jakarta, Sabtu (16/11/2024) dilansir Antara.

    Foto tersebut, yang menunjukkan Ivan bersama seorang kolonel TNI dalam pakaian dinas, diambil pada 18 September 2024, lebih dari sebulan sebelum insiden perundungan yang terjadi pada 21 Oktober.

    Kapuspen TNI menegaskan, tidak ada kaitan antara kasus perundungan tersebut dengan institusi TNI, meski foto sang kolonel sempat memicu spekulasi. “Hal ini telah diklarifikasi dengan tegas, dan kami memastikan tidak ada hubungan apa pun antara perwira TNI tersebut dengan kasus ini,” tegas Hariyanto.

    Nama Ivan Sugianto, seorang pengusaha dan pemilik tempat hiburan malam di Surabaya mencuat setelah aksi perundungannya terhadap seorag pelajar di Surabaya viral di media sosial. Ia memaksa korban untuk bersujud dan menggonggong seperti anjing.

    Tindakan yang direkam dalam video dan viral di media sosial itu memancing kemarahan publik. Polrestabes Surabaya menindaklanjuti kasus tersebut setelah video itu viral. Ivan sempat mengeluarkan pernyataan maaf yang ditujukan kepada korban, keluarga korban, sekolah, dan masyarakat Indonesia. Namun, polisi tetap menetapkannya sebagai tersangka.

    Pada Kamis (14/11/2024), Ivan ditangkap oleh Polrestabes Surabaya di Bandara Juanda setelah ia terbang dari Jakarta. Dalam proses penyelidikan, 11 saksi telah diperiksa dan gelar perkara dilakukan, yang menjadi dasar penyidik menetapkan Ivan sebagai tersangka.

    Ivan kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Surabaya dan menghadapi ancaman pasal berlapis dengan hukuman maksimal tiga tahun penjara.

  • PBNU Soroti Upaya Organisasi Terlarang Menyebarkan Paham lewat Seminar hingga Workshop

    PBNU Soroti Upaya Organisasi Terlarang Menyebarkan Paham lewat Seminar hingga Workshop

    Jakarta, Beritasatu.com – PBNU menyoroti adanya tren budaya populer yang dimanfaatkan oleh organisasi terlarang untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. 

    “Pendekatan penyebaran paham ini tidak lagi menggunakan metode ceramah konvensional, melainkan dikemas dalam bentuk seminar, workshop, reuni, atau pertemuan skala besar,” ungkap Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Najih Arromadloni dilansir Antara, Sabtu (16/11/2024).

    Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.

    Gus Najih menegaskan perlunya menghidupkan semangat hubbul wathan minal iman atau mencintai tanah air sebagai bagian dari iman, khususnya di kalangan pemuda, untuk memperkuat rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

    “Mencintai tanah air adalah fitrah manusia dan sejalan dengan ajaran agama. Pada hakikatnya, membela negara juga berarti membela agama,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa meskipun hubbul wathan minal iman bukan merupakan redaksi hadis, secara esensi nilai tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah Saw. Oleh karena itu, semangat ini perlu terus digaungkan untuk memperkokoh nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda.

    “Nasionalisme sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Justru, nasionalisme adalah bagian dari ajaran Islam,” tutur Gus Najih. 

    Menurutnyaa, pernyataan bahwa nasionalisme tidak memiliki dasar agama adalah pandangan yang dangkal dan sembrono.

    Selain itu, Gus Najih menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai langkah menjaga persatuan serta memulihkan esensi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ia menilai masih banyak umat yang belum memahami ajaran kasih sayang dalam Islam, sehingga muncul berbagai penafsiran kaku yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. 

    Hal ini sering kali menyebabkan intoleransi, kegaduhan, hingga radikalisme yang mengatasnamakan agama. “Kita perlu mengembalikan agama pada jati diri aslinya, yaitu sebagai rahmatan lil alamin, dengan karakter wasatiyah atau moderasi beragama,” jelasnya.

    Menurut Gus Najih, moderasi beragama adalah kunci untuk melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi transnasional yang berpotensi memicu ekstremisme dan radikalisme. Konsep ini mengajarkan sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atas nama agama.

  • Menag Minta Jajarannya Tidak Nodai Nama Baik Kemenag

    Menag Minta Jajarannya Tidak Nodai Nama Baik Kemenag

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau jajarannya untuk memanfaatkan rapat kerja nasional (Rakernas) Kementerian Agama (Kemenag) sebagai momen untuk memulai hal baru. Dia menganalogikan institusi yang dipimpinnya seperti selembar kertas putih bersih yang mudah terlihat jika terdapat noda.

    “Mulai hari ini, mari kita memulai titik awal yang baru. Hari ini kita seperti kertas putih tanpa noda. Jangan ada yang mencoreng nama baik Kemenag,” kata Menag saat membuka rakernas di Bogor, Jumat (16/11/2024) dilansir Antara.

    Menag menegaskan Kemenag memiliki peran penting dalam kehidupan umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu, citra institusi harus dijaga tanpa cela karena dampaknya akan terus teringat oleh masyarakat.

    Menag juga meminta jajarannya untuk lebih fokus pada upaya penyelesaian masalah. Ia yakin setiap unit kerja sudah memahami tantangan yang ada, sehingga tinggal diarahkan pada solusi.

    “Saya percaya, bapak/ibu sudah tahu bagaimana menyelesaikan persoalan di satuan kerja masing-masing. Jadi, segera selesaikan,” ujarnya.

    Selain itu, Menag mengajak jajarannya untuk tidak ragu berkonsultasi langsung dengannya. Ia mengatakan sejak ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri agama, dirinya siap mendedikasikan diri sepenuhnya untuk umat.

    “HP kami menyala 24 jam. Saya dan wamen, insyaallah telah mewakafkan diri untuk Kemenag. Ini adalah bagian dari jihad kita bersama,” tegas Nasaruddin Umar.

    Menag juga memberikan arahan mengenai efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan anggaran. Ia mengingatkan untuk membatasi anggaran perjalanan dinas, khususnya untuk perjalanan ke luar negeri.

    “Tidak perlu terbang hanya untuk menghadiri acara tanpa hasil. Seminar bisa dilakukan melalui Zoom. Perjalanan dinas tidak perlu melibatkan rombongan besar. Ini bukan zamannya lagi. Anggaran Kemenag lebih baik dimanfaatkan untuk membantu kaum fakir dan duafa,” ujarnya.

  • Minat Masyarakat Masuk Pesantren Meningkat, Majelis Masyayikh Tekankan Pentingnya Penjaminan Mutu

    Minat Masyarakat Masuk Pesantren Meningkat, Majelis Masyayikh Tekankan Pentingnya Penjaminan Mutu

    Jakarta, Beritasatu.com – Penerapan standar penjaminan mutu pendidikan di pesantren penting untuk memastikan pengakuan atas kualitas lulusan pesantren. Ketua Majelis Masyayikh Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menyampaikan peningkatan minat masyarakat terhadap pendidikan pesantren dalam dua dekade terakhir menjadi alasan mendesaknya penjaminan mutu.

    “Peningkatan mutu pesantren menjadi penting karena tren masyarakat selama 20 tahun terakhir menunjukkan antusiasme besar untuk memasukkan anak-anak mereka ke pesantren,” ujar Gus Rozin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Muadalah Muallimin di Jakarta dilansir Antara, Jumat (14/11/2024).

    Jumlah Pesantren di Indonesia yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) hingga 2023 sebanyak 36.600, dengan jumlah santri sebanyak 3,4 juta dan tenaga pengajar (kiai, ustaz) sebanyak 370.000.

    “Undang-Undang Pesantren adalah pijakan konstitusional pertama untuk pesantren. Pelaksanaannya yang utuh akan menghapus segregasi, diskriminasi, dan perlakuan berbeda terhadap pesantren,” jelas Gus Rozin.

    Ia menambahkan bahwa ijazah atau syahadah pesantren, termasuk dari muadalah muallimin, harus diakui oleh negara tanpa syarat tambahan, sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap pendidikan pesantren.

    Sementara itu, Ketua Pelaksana Bimtek Abdul Ghofur Maiomen (Gus Ghofur) menguraikan lima prinsip penyusunan standar mutu pendidikan pesantren, yaitu umum, inklusif, memberdayakan, esensial, dan ringkas.

    “Bimtek ini menjadi momen penting bagi peserta untuk memahami perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan standar mutu pendidikan. Dengan demikian, pesantren dapat terus berkembang dan diakui kualitasnya di tingkat nasional,” ujar Gus Ghofur.

    Penerapan standar mutu ini diharapkan dapat memperkokoh posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berdaya saing dan kontributif terhadap pembangunan nasional.
     

  • Kementerian PPPA Berencana Usulkan Revisi UU Penghapusan KDRT

    Kementerian PPPA Berencana Usulkan Revisi UU Penghapusan KDRT

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berencana mengusulkan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Hal ini dilakukan karena masih terdapat berbagai kelemahan dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga yang cenderung meningkat.

    “UU Penghapusan KDRT harus lebih kuat. Kami akan mengusulkan revisi ini ke DPR, dan untuk itu perlu masuk dalam Prolegnas terlebih dahulu,” kata Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan Kementerian PPPA, Eni Widiyanti, di Jakarta, Jumat (16/11/2024) dilansir Antara.

    Eni menjelaskan bahwa berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), 74% kekerasan yang terjadi terhadap perempuan terjadi di dalam rumah tangga. Sebagian besar pelaku adalah suami (54%), diikuti mantan pacar (13%), serta orang tua, guru, dan saudara.

    Meski Indonesia telah memiliki UU Penghapusan KDRT yang sudah berusia 20 tahun, angka kekerasan dalam rumah tangga tetap tinggi. “Kenapa kekerasan ini masih banyak terjadi, padahal kita sudah punya undang-undang yang mengaturnya?” ujar Eni.

    Menurutnya, penerapan UU  Penghapusan KDRT masih menghadapi berbagai kendala. Beberapa kasus KDRT yang dilaporkan ke polisi sering berakhir dengan penyelesaian secara damai (restorative justice). Selain itu, polisi seringkali tidak bisa melanjutkan penyelidikan jika laporan dicabut oleh korban.

    “Banyak kasus KDRT berakhir tragis, korban meninggal meskipun sebelumnya telah melapor dan laporan dicabut. Polisi tidak bisa mengambil tindakan karena ini merupakan delik aduan,” tambahnya.

    Eni juga menyoroti masalah siklus kekerasan dalam rumah tangga yang semakin memburuk. Kekerasan yang awalnya hanya berupa pukulan, bisa berujung pada kekerasan lebih parah, seperti penggorokan hingga kematian korban.

    Selain itu, Eni menjelaskan adanya kesulitan dalam menerapkan UU  Penghapusan KDRT untuk istri dalam perkawinan siri. “Ini karena adanya perbedaan penafsiran. Padahal, UU  Penghapusan KDRT seharusnya bisa digunakan untuk melindungi semua pihak yang tinggal dalam satu rumah, termasuk istri siri, pekerja rumah tangga, sopir, atau tukang kebun,” katanya.

  • Gelar Rakernas, Menag: Peras Otak, Berikan Solusi Terbaik bagi Umat

    Gelar Rakernas, Menag: Peras Otak, Berikan Solusi Terbaik bagi Umat

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 15-17 November 2024 di Bogor, Jawa Barat. Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta rakernas menjadi sarana memutar otak untuk melahirkan solusi permasalahan umat.

    Rakernas ini mengangkat tema “Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan Masa Depan”.

    Menag menuturkan rakernas digelar untuk bertukar wawasan dan solusi terhadap berbagai layanan keagamaan di Indonesia. Sebagai instansi vertikal yang memiliki satuan kerja hingga tingkat kecamatan, maka penyamaan langkah menjadi hal penting bagi Kementerian Agama.

    “Rakernas ini untuk menyamakan sekaligus untuk mempertajam visi Kementerian Agama ke depan,” ujar Nasaruddin Umar di Bogor, Jumat (15/11/2024).

    Nasaruddin Umar berpesan kepada jajarannya untuk serius melaksanakan rakernas. “Mari peras otak kita, saling bertukar wawasan dan menyatukan langkah. Berikan solusi terbaik untuk umat,” pesan Nasaruddin Umar.

    Ia juga menekankan komitmennya untuk melaksanakan hal-hal yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo, yaitu pembersihan organisasi dari berbagai penyimpangan serta pelaksanaan birokrasi yang efisien dan efektif.

    “Mari bersama kita menjadikan Kemenag semakin baik. Sampaikan berbagai permasalahan yang ada, kita cari pemecahannya,” tegas Nasaruddin Umar.

    Menag Nasaruddin mengingatkan jajarannya tentang tantangan ke depan, yaitu menjadikan agama sebagai faktor independen. Dengan begitu, tokoh agama bisa menjalankan fungsi kritis.

    “Pemimpin agama bukan subordinasi dari pemerintah. Kita arahkan menjalankan fungsinya agar bisa berkontribusi dalam fungsi kritis. Sehingga, agama dan negara bisa berjalan seiring, saling menguatkan satu dengan lainnya,” ujar Nasaruddin Umar.