Category: Beritajatim.com Politik

  • Bupati Malang Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal

    Bupati Malang Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal

    Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang, HM Sanusi, memastikan penanganan bencana banjir di Kabupaten Malang berjalan dengan optimal. Pada Jumat (29/11/2024), Sanusi meninjau langsung empat kecamatan terdampak banjir, yakni Kalipare, Pagak, Donomulyo, dan Bantur. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut memicu banjir dan tanah longsor akibat meluapnya drainase hingga ke pemukiman warga.

    Dalam kunjungannya, Bupati Malang bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Selain itu, ia memastikan langkah-langkah penanganan dan perbaikan kerusakan telah berjalan sesuai rencana.

    Bupati Sanusi mengungkapkan bahwa penanganan kerusakan akibat banjir akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Beberapa fasilitas umum yang rusak, seperti jembatan di sejumlah desa, akan diprioritaskan untuk perbaikan.

    “Penanganan bencana alam sudah tercover dalam APBD Kabupaten Malang. Kerusakan yang parah akan mulai dibenahi pada 2025, sementara perbaikan lainnya direncanakan rampung pada 2026,” ujar Sanusi.

    Sanusi menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, termasuk kepala desa, camat, masyarakat, dan Muspika setempat, untuk mengevaluasi kebutuhan prioritas pasca-bencana.

    “Kita harus terus waspada dan siaga terhadap bencana. Meskipun tidak bisa diprediksi, dengan kesiapan bersama, dampaknya dapat diminimalkan,” tambahnya.

    Dalam penanganan banjir ini, pemerintah Kabupaten Malang bekerja sama dengan BNPB, BPBD, PMI, relawan, dan berbagai pihak terkait. Sanusi berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

    Sanusi mengungkapkan harapannya agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Malang akan terus meningkatkan upaya mitigasi, termasuk evaluasi sistem drainase dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan bencana. [yog/beq]

  • F-Gerindra Soroti Efektivitas Pembenahan Trotoar dan Drainase di Kota Kediri

    F-Gerindra Soroti Efektivitas Pembenahan Trotoar dan Drainase di Kota Kediri

    Kediri (beritajatim.com) – Fraksi Partai Gerinda Kota Kediri menyoroti efektivitas pembenahan trotoar dan normalisasi saluran air alias drainase di Kota Kediri. Menyusul, terjadinya banjir di sejumlah tempat pada musim penghujan seperti saat ini.

    “Pembenahan trotoar, pembersihan dan normalisasi saluran air kurang efektif. Karena wilayah Kota Kediri ini ada 46 kelurahan dan tiga kecamatan. Di wilayah pinggiran kerap menerima luapan air,” kata Sriana, Ketua F-Gerindra Kota Kediri saat membacakan pandangan fraksi-fraksi pada Raperda APBD TA 2025 di Gedung DPRD Kota Kediri.

    F-Gerindra meminta Pemkot Kediri tidak hanya berfokus pada tengah kota dalam pembenahan trotroar serta normalisasi saluran air. Tetapi harus merata hingga wilayah pinggir kota.

    Sebelumnya, Pemkot Kediri telah melakukan pengedukan saluran air dan pembersihan inlet. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya genangan banjir saat intensitas hujan tinggi.

    Tetapi banjir tetap terjadi di sejumlah wilayah di Kota Kediri saat hujan deras turun. Plt Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Yono Heryadi mengakui, terdapat beberapa sauran air dan inlet dalam kondisi tertimbun oleh pasir dan sampah plastik.

    Menurut Yono, kondisi drainase di Kota Kediri berfungsi dengan baik. Hanya saja mengalami penurunan kemampuan dalam menampung debet air.

    “Pembersihan saluran air dan inlet kami lakukan supaya air yang mengalir di jalan dapat masuk ke saluran air. Sehingga dapat menghindari terjadinya genangan air,” katanya beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan pengamatan lapangan DPUPR Kota Kediri, beberapa lokasi pengedukan saluran air dan pembersihan inlet yaitu, Jl. A Yani, Jl. Gatot Subroto serta Jl. Mayor Bismo.

    Yono juga membeberkan beberapa lokasi rawan banjir di Kota Kediri. Mulai dari kawasan simpang empat Reco Pentung, Jl. Kilisuci, Jl, Joyoboyo, Jl. Patimura, Semampir. Jl. Mayor Bismo, dan Jl. Adi Sucipto.

    Oleh karenanya, DPUPR melakukan pelebaran saluran sehingga debet air yang masuk teralirkan dengan maksimal. Seperti yang terjadi di Jl. Patimura, semula ukuran 60 X 60 centimeter (cm) menjadi 120 X 150 cm.

    Terkahir, Yono berpesan supaya masyarakat Kota Kediri selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah secara sembarangan. Pihaknya juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat yang siap membantu warga apabila terjadi banjir.

    Sementara itu, selain masalah saluran air dan trotoar, F-Gerindra juga memberikan sejumlah catatan terhadap Raperda APBD TA 2025. Selain masalah kemiskinan juga kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan oleh Pemkot Kediri.

    Rapat paripurna pandangan fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD TA 2025 dan pengesahan Perda APBD TA 2025 ini dihadiri sebanyak 20 anggota DPRD Kota Kediri, Pj Wali Kota Kediri Zanariah, Sekda Kota Kediri, Sekwan, SKPD di Pemkot Kediri serta Forkopimda. [nm/beq]

  • Pemkot Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota Malang Lewat TSP

    Pemkot Ajak Pelaku Usaha Bangun Kota Malang Lewat TSP

    Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) mengajak para pelaku usaha untuk membangun Kota Malang. Apalagi, keberhasilan pembangunan Kota Malang tak lepas dari peran banyak pihak. Untuk itu, mereka berupaya menguatkan jalinan kerja sama dengan dunia usaha, sebagai wujud kolaborasi hexahelix melalui forum bertajuk ‘Ngalam Berkolaborasi’, pada Kamis (28/11/2024) kemarin.

    Ngalam Berkolaborasi menjadi sebuah wadah menumbuhkembangkan semangat dan kesadaran untuk memajukan Kota Malang di segala sektor. Salah satunya, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) atau coorporate social responsibility (CSR).

    Penjabat Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menegaskan bahwa pembangunan akan berhasil jika ada dukungan dari berbagai pihak, salah satunya pelaku usaha.

    “Saya yakin Pemkot Malang tidak bisa melakukan pembangunan secara optimal tanpa adanya kolaborasi dengan pelaku usaha yang mencari nafkah di Kota Malang, dan memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Malang,” ujar Iwan.

    Forum Ngalam Berkolaborasi dihadiri ratusan pelaku usaha di Kota Malang dan sekitarnya. Momen ini menjadi kesempatan Iwan menyampaikan 11 program prioritas yang telah dicanangkannya berdasarkan hasil belanja masalah dan diskusi bersama seluruh perangkat daerah serta mitra strategis lainnya.

    Program prioritas tersebut yakni revitalisasi Pasar Besar Malang, Pembangunan TPS, penanganan banjir di kawasan Sukarno-Hatta, pengadaan lahan parkir Kayutangan Heritage, pengembangan MCC dan UMKM, rehabilitasi gedung SD-SMP, pemberian bantuan sosial terpadu, percepatan realisaai anggaran, optimalisasi pajak bumi dan bangunan (PBB), dan revitalisasi Alun-alun Merdeka.

    11 program prioritas ini diharapkan menjadi solusi atas beberapa problematika dan kebutuhan masyarakat Kota Malang.

    “TSP harus identik dan berkolaborasi dalam rangka mendukung program prioritas Kota Malang. Untuk menjalankan program prioritas tersebut, telah kami petakan mana program yang dananya bersumber pada APBN, APBD provinsi, APBD Kota Malang, juga termasuk program mana yang bersumber dari tanggung jawab sosial para pelaku usaha,” ujar Iwan.

    Iwan menyebut, beberapa program prioritas yang diproyeksikan didukung oleh pendanaan yang bersumber dari TSP adalah penyelenggaraan Porprov Jatim 2025. Kemudian pembangunan TPS, pemberdayaan UMKM melalui optimalisasi MCC, rehabilitasi SD dan SMP, hingga pemberian bantuan sosial terpadu.

    “Terima kasih. Di luar dugaan, dana CSR yang dihimpun pada malam ini mencapai Rl400 juta yang masuk, dan ada komitmen yang belum terdata sehingga bisa lebih dari itu. Ini pembelajaran luar biasa untuk bisa meningkatkan kolaborasi pemerintah dengan swasta,” ujar Iwan.

    Iwan mengajak pelaku usaha untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Saya mengajak para pelaku usaha untuk ikut partisipasi membangun Kota Malang. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Malang ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Mari berkolaborasi dengan Pemkot untuk pembangunan Kota Malang yang lebih baik,” ujar Iwan. (luc/but)

     

  • Anggota DPRD Tuban Ajak Siswa SMKN 1 Tuban Tertib Lalu Lintas

    Anggota DPRD Tuban Ajak Siswa SMKN 1 Tuban Tertib Lalu Lintas

    Tuban (beritajatim.com) – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, Anggota DPRD Kabupaten Tuban, Tri Astuti, mengadakan sosialisasi keamanan dan keselamatan berlalu lintas bersama para siswa SMKN 1 Tuban pada Jumat (29/11/2024).

    Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Satlantas Polres Tuban, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta Wakil Kepala Sekolah dan para guru SMKN 1 Tuban.

    Edukasi Lalu Lintas untuk Generasi Muda

    Tri Astuti menekankan pentingnya kesadaran berlalu lintas, terutama di kalangan remaja, guna menciptakan lingkungan jalan yang aman dan tertib.

    “Keamanan dan keselamatan lalu lintas harus menjadi prioritas utama. Kesadaran berlalu lintas sangat penting, khususnya bagi generasi muda,” ujar politisi Gerindra tersebut.

    Dalam sosialisasi ini, para siswa diberikan edukasi mengenai berbagai aspek lalu lintas, seperti:

    – Pentingnya mematuhi rambu lalu lintas,
    – Penegakan hukum,
    – Kelayakan kendaraan,
    – Peningkatan infrastruktur jalan,
    – Sistem transportasi berkelanjutan.

    Astuti juga mengingatkan bahwa disiplin dan kelayakan kendaraan adalah faktor kunci untuk mengurangi risiko kecelakaan.

    “Pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak. Ini demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.

    Materi Edukasi dari Narasumber Terkait

    Jajaran Satlantas Polres Tuban, Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja turut memberikan materi yang komprehensif, seperti:

    – Pentingnya penggunaan helm,
    – Pengendalian kecepatan,
    – Dampak fatal dari pelanggaran lalu lintas.

    Menurut Astuti, kesempatan ini menjadi momen penting bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari para ahli di bidang lalu lintas.

    Tri Astuti berharap sosialisasi semacam ini dapat dilanjutkan di berbagai sekolah di Tuban.

    “Semoga kegiatan ini meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. Kami juga mendorong agar kegiatan serupa terus dilakukan untuk menciptakan generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab di jalan raya,” tutupnya. [ayu/but]

     

  • Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji Menang Telak di Surabaya, Bukti Kerja Keras PDIP

    Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji Menang Telak di Surabaya, Bukti Kerja Keras PDIP

    Surabaya (beritajatim.com) – Rekapitulasi suara Pilkada Kota Surabaya memperlihatkan dominasi pasangan calon (paslon) yang diusung oleh PDI Perjuangan (PDIP). Tidak hanya unggul secara signifikan, partai berlambang banteng tersebut juga mengerahkan kekuatan penuh untuk mengawal proses penghitungan suara di tingkat kecamatan.

    Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, menyebut bahwa seluruh kader dan saksi telah diarahkan untuk memastikan suara rakyat terlindungi. “Arahan Ketua DPC Mas Adi Sutarwijono, selain saksi, juga segenap kader diminta berjaga di kantor kecamatan untuk mengawal suara rakyat yang memilih Bu Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji di seluruh kecamatan se-Kota Surabaya,” ujar Achmad, Jumat (29/11/2024).

    Berdasakan real count Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, paslon Risma-Gus Hans yang diusung PDIP berhasil meraih suara mayoritas dengan perolehan 72,1% atau 880.846 suara. Ini jauh melampaui perolehan suara paslon lainnya, yaitu Khofifah-Emil dengan 25,1% (307.013 suara) dan Luluk-Lukman dengan hanya 2,8% (34.440 suara).

    “Dominasi ini mencerminkan kepercayaan masyarakat Surabaya terhadap figur Bu Risma yang telah lama dikenal sebagai tokoh berpengaruh di kota pahlawan,” ujar mantan aktivis GMNI ini.

    Keunggulan PDIP juga terlihat dalam Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. Paslon Eri Cahyadi-Armuji mencetak kemenangan mutlak dengan perolehan 81,75% atau 979.894 suara, meninggalkan kotak kosong di angka 18,25% (223.663 suara). Hasil ini menunjukkan dukungan kuat warga Surabaya terhadap keberlanjutan program pembangunan yang diusung Eri-Armuji.

    Achmad Hidayat menegaskan bahwa langkah PDIP dalam mengawal rekapitulasi adalah wujud tanggung jawab terhadap aspirasi masyarakat. “Kami memastikan bahwa suara rakyat benar-benar dihormati dan tidak ada potensi kecurangan yang bisa mencederai proses demokrasi,” tambahnya.

    Dengan hasil yang begitu dominan, PDIP Surabaya optimistis dapat terus menjaga kepercayaan publik dalam mengawal pembangunan kota ke depan.

    “Suara rakyat telah berbicara, dan partai ini berkomitmen untuk menjaga kemenangan tersebut hingga tahap akhir,” pungkas Achmad. [asg/but]

  • Ini Alasan Kades Randuharjo Tak Netral saat Pilkada Kabupaten Mojokerto

    Ini Alasan Kades Randuharjo Tak Netral saat Pilkada Kabupaten Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Desa (Kades) Randuharjo, Edo Yudha Astira (35) mengaku tak menyukai Calon Bupati Mojokerto nomor urut 2, Muhammad Al Barra sehingga membuat video viral tersebut. Hal tersebut terungkap saat sidang kasus dugaan pelanggaran netralitas Kades dalam agenda pemeriksaan terdakwa dan saksi meringankan (A de charge)

    Sidang berlangsung di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto dipimpin Ketua Majelis Hakim, Fransiskus Wilfrirdus Mamo. Dalam sidang kali ini terungkap jika terdakwa mengaku tidak menyukai Gus Barra (Muhammad Al-Barra) sehingga menjadi alasan terdakwa membuat video yang terindikasi mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Ikfina Fahmawati-Sa’dulloh Syarofi.

    Terdakwa menjelaskan tentang dua video yang diduga mendukung paslon petahana tersebut. Ia mengaku membuat video pertama pada 9 Oktober 2024 lalu. Dalam video tersebut, ia terlihat berjoget sambil menunjuk satu jari dan mengenakan kaos bergambar paslon yang memiliki akronim ‘Idola’ tersebut.

    “Saat itu saya yang merekam sendiri dan mengunggahnya ke TikTok pribadi saya, @kadesjapanese99. Saya meminta kaosnya ke warga, terus saya pakai untuk joget. Saat itu, saya melihat pembangunan jalan di desa dan melihat tim pemenangan paslon 1 membagikan kaos kampanye,” ungkapnya, Jumat (29/11/2024).

    Setelah diuploud di akun TikTok pribadinya, dua hari kemudian ia memilih untuk menghapus video tersebut. Sementara, video kedua dibuat pada 22 Oktober 2024. Dalam video tersebut, ia tampak membawa sejumlah uang dan menyatakan akan membagikannya kepada warga untuk kemenangan paslon Idola.

    “Saya spontan mengucapkan itu karena tidak menyukai Gus Barra, Yang Mulia. Karena beliau tidak datang saat pelantikan saya. Uang dalam video itu adalah hasil sewa TKD, bukan dari paslon 1. Saya tidak meminta merekam atau membagikan video itu. Saya juga tidak meminta untuk mengshare ke grup perangkat desa. Tiba-tiba sudah beredar luas,” ujarnya.

    Setelah memeriksa terdakwa, sidang disambung dengan pemeriksaan saksi meringankan. Dalam kesempatan itu, terdakwa menghadirkan Muhammad Toufik Budi Wardana selaku penyewa TKD. Setelah memeriksa saksi meringankan, sidang akan dilanjutkan kembali pada, Senin (2/12/2024) pekan depan dengan agenda tuntutan. [tin/but]

  • Walikota Surabaya Eri Cahyadi Beri Bantuan kepada Warga Terdampak Angin Kencang

    Walikota Surabaya Eri Cahyadi Beri Bantuan kepada Warga Terdampak Angin Kencang

    Surabaya (beritajatim.com) – Walikota Surabaya Eri Cahyadi, memastikan langsung kondisi warga di perkampungan Jalan Mulyorejo Selatan Baru usai diterjang angin kencang pada Jumat (29/11) sore.

    Eri memberikan bantuan berupa terpal, perbaikan, dan juga tenaga evakuasi kepada warga yang rumahnya rusak; serta memastikan lingkungan di perkampungan tersebut kembali aman – kondusif.

    “Iya (dibiayai, red.)  jadi nanti yang atap dipasang asbes akan kita pasang dengan asbes. Jenenge (namanya) musibah, ya pemkot membantu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi kepada awak media, Jumat (29/11).

    Eri turut mengerahkan warga untuk bekerja bakti mempercepat penanganan membantu petugas di lokasi. Kata dia, semua satuan tugas [satgas] ikut dikerahkan.

    “Teman teman cipta karya, dengan semua satgas, pendidikan dan kesehatan akan membantu, untuk menutupi kembali atap,” papar Eri.

    Untuk aliran listrik, lanjut Eri, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan PLN. Dan dipastikan bahwa aliran listrik di perkampungan tersebut aman, tidak terjadi gangguan.

    “Kata PLN masih aman. Ada satu rumah yang galvalumnya nutup, gak berani nutup atapnya dengan terpal, karena ada galvalum menggantung,” ucapnya.

    Dari situ, Eri juga mengimbau warga masyarakat Surabaya agar hati hati menghadapi musim hujan ekstrem tahun ini. Dan apabila terjadi musibah angin kencang yang sama, warga diimbau berlindung.

    “Jika ada puting beliung lebih hati hati, untuk seluruh warga Kota Surabaya. Jikalau ada puting beliung juga harus hati hati, jangan di atas rumah harus berlindung,” tutupnya.

    Diketahui, menurut data dari BPBD Surabaya jumlah atap rumah warga terdampak sementara ini ada 59 rumah. 36 laporan dari RT 03 dan 23 laporan dari RT 04, Jalan Mulyorejo Selatan Baru. [ram/ian]

  • Peringati HUT ke-53 KORPRI, Begini Pesan Bupati Tuban

    Peringati HUT ke-53 KORPRI, Begini Pesan Bupati Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Tuban menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 KORPRI, Hari Kesehatan Nasional ke-60, dan Hari Guru Nasional tahun 2024, Jumat (29/11/2024) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban.

    Upacara tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky sebagai Inspektur Upacara, dan diikuti oleh Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpinan OPD, ASN Pemkab Tuban, guru, dan pelajar.

    Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, memberikan apresiasi kepada seluruh ASN, tenaga kesehatan, dan guru atas dedikasi serta pengabdian mereka terhadap Kabupaten Tuban. Ia menegaskan bahwa kontribusi mereka telah mendorong berbagai kemajuan pembangunan di wilayah Kabupaten Tuban.

    “Loyalitas dan dedikasi yang diberikan telah membawa banyak perubahan positif bagi Kabupaten Tuban,” ujar Mas Lindra sapaan akrabnya.

    Ia juga menjelaskan, Hari KORPRI ini mengusung tema “KORPRI untuk Indonesia” artinya bahwa transformasi KORPRI menjadi organisasi percontohan yang memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjadi wahana untuk mempercepat penyebarluasan informasi program pembangunan pemerintah.

    “Selain itu, peran penting sektor kesehatan dalam mendukung terlaksananya program pembangunan, serta keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kesuksesan dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat,” imbuhnya.

    Kemudian, lanjut Bupati Tuban pada bidang pendidikan, guru harus menjadi teladan yang inovatif, bijaksana, penuh welas asih, dan mampu menghargai setiap peserta didik. Selain itu, tenaga pengajar diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

    “Bahwa guru memiliki peran strategis sebagai motor penggerak kemajuan bangsa serta diperlukan tenaga pengajar yang bermutu, tangguh, dan berdaya saing, yang mampu mencetak generasi unggul berkarakter luhur,” pungkasnya. [ayu/ian]

  • KPU Tuban Mulai Lakukan Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan, Target Selesai 1 Desember 2024

    KPU Tuban Mulai Lakukan Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan, Target Selesai 1 Desember 2024

    Tuban (beritajatim.com) – Usai pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tuban, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban mulai melakukan rekapitulasi di tingkat Kecamatan.

    Menurut Ketua KPU Tuban Zakiyatul Munawaroh bahwa pada tanggal 29 November sampai tanggal 1 Desember 2024 pihaknya menargetkan rekapitulasi hasil pemungutan suara di tingkat Kecamatan.

    “Mulai hari ini sudah dilakukan rekapitulasi, namun kami menargetkan tanggal 1 Desember selesai,” ujar Zakiyatul Munawaroh, Jumat (29/11/2024).

    Ia menjelaskan, sebetulnya aturan di KPU RI jadwal pelaksanaan rekapitulasi di tingkat Kecamatan sampai dengan tanggal 3 Desember 2024. Namun, pihaknya berharap tanggal 1 Desember sudah selesai.

    “Sehingga setelah itu kami dapat melakukan rekapitulasi di tingkat Kabupaten,” ujar Zakiya sapanya.

    Selain itu, jadwal rekapitulasi di tingkat Kabupaten Tuban pada tanggal 2 Desember 2024 dan ditargetkan selesai dalam 1 hari.

    “Namun, apabila selama 1 hari pelaksanaannya belum selesai maka dilanjutkan keesokan harinya,” terang dia.

    Saat ditanya mengenai kendala, hingga hari ini kata Zakiya belum ada kendala dalam rekapitulasi di tingkat Kecamatan. Meski begitu pihaknya berharap tahapan ini lancar sampai dengan tahapan selanjutnya. [ayu/ian]

  • Buka OPOP Expo 2024, Pj Gubernur Adhy: Produk Pesantren Jadi Unggulan Jatim

    Buka OPOP Expo 2024, Pj Gubernur Adhy: Produk Pesantren Jadi Unggulan Jatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono membuka gelaran One Pesantren One Product (OPOP) Expo 2024 yang diikuti oleh 35 booth produk pesantren di Royal Plaza Surabaya, Jumat (29/11/2024).

    Dalam sambutannya, Pj Gubernur Adhy menyampaikan bahwa produk-produk dari pesantren saat ini menjadi unggulan Provinsi Jawa Timur. Terbukti, produk seperti kopi hingga olahan daun kelor diekspor ke sejumlah negara.

    Produk-produk yang kini masuk dalam daftar ekspor unggulan Jatim tersebut antara lain minuman kopi kaleng besutan Koperasi Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo Malang serta Daun kelor dari OPOP Sumenep. Kedua produk itu diekspor ke Jerman.

    “Inilah bukti bahwa kontribusi dari pesantren untuk ekonomi Jatim betul-betul signifikan termasuk membawa Jatim mendunia dengan cara ekspor produk unggulan,” ujar Adhy.

    Lebih lanjut, Adhy mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jatim mencapai 4,91 persen. Angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di antara provinsi di pulau Jawa, dengan kontribusi 14,5 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 25,14 persen untuk Pulau Jawa.

    “Pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi ini, salah satunya dari kontribusi pesantren. Jadi OPOP ikut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi di Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.

    Selain pertumbuhan ekonomi, hadirnya OPOP juga membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Jatim. Hal ini terlihat dari jumlah santri yang telah dibina untuk berwirausaha mencapai lebih dari 500 ribu orang dan telah terbentuk 1.210 pesantren preneur.

    Saat ini, lanjut Pj Gubernur Adhy, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim per Agustus 2024 berada di angka 4,19 persen atau 1,02 juta dan turun 0,69 persen poin dibandingkan TPT Agustus 2023 yaitu 4,88 persen atau 1,17 juta.

    Hal serupa juga terjadi pada kemiskinan ekstrem. Di mana terjadi penurunan yang signifikan selama 4 tahun terakhir atau turun dari 4,4 persen di tahun 2020 menjadi 0,66 persen per Maret 2024.

    “Ekosistem ekonomi yang terbangun di pesantren, sebagian besar mampu menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Jatim. Oleh karena itu OPOP dapat menjadi bagian penting dalam strategi exit dari kemiskinan dan pengangguran,” ucapnya.

    Di akhir, Adhy juga mengajak pondok pesantren untuk terus menggelorakan produk halal kepada masyarakat. Karena selain memberikan perlindungan kepada konsumen, juga bagian dari upaya menjangkau pasar yang lebih luas.

    “Dari hasil survei, penduduk muslim dunia di tahun 2050 akan mencapai 2,8 miliar. Negara-negara seperti Jepang, Taiwan sudah memulai diplomasi produk halal. Oleh karena itu kita harus pastikan agar semua produk OPOP harus bersertifikat halal,” tandasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Endy Alim Abdi Nusa menyampaikan, OPOP Expo tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keenam kalinya. Kali ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 29 November – 1 Desember 2024.

    Dalam Expo hari ini, akan diisi dengan fashion show muslim dari Pondok Pesantren Al Hidayah Kabupaten Ngawi, serta penyerahan sertifikat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam bidang perancang pemasaran online serta penyerahan sertifikat zona kuliner halal aman sehat (khas).

    “Kami sengaja menyelenggarakan di Royal Plaza agar masyarakat umun dapat melihat dan mengenal produk-produk unggulan yang dibuat oleh pondok pesantren kita,” pungkasnya. (tok/ian)