Category: Beritajatim.com Politik

  • KPU Bondowoso Gelar PSU di TPS 3 Kasemek, Bawaslu Awasi Langsung

    KPU Bondowoso Gelar PSU di TPS 3 Kasemek, Bawaslu Awasi Langsung

    Bondowoso (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 3 Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Senin (2/12/2024).

    PSU dilaksanakan atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bondowoso atas temuan dugaan pelanggaran Pikada pada 27 November 2024 lalu.

    Pantauan di lapangan, PSU di TPS 3 Desa Kasemek berjalan dengan lancar. Beberapa personel kepolisian dan TNI turut berada di sekitar TPS.

    Proses PSU juga diawasi oleh pengawas pemilu. Komisioner Bawaslu Bondowoso, Sholikhul Huda turun lapang.

    Ia menjelaskan beberapa hal mengapa PSU wajib digelar di TPS 3 Desa Kasemek.

    “Pada 27 November 2024 itu telah dilaksanakan pemungutan suara. Pada saat pemungutan suara itu ada kejadian khusus di TPS 3 Desa Kasemek Kecamatan Tenggarang,” kata Huda kepada BeritaJatim.com.

    Kejadian khusus itu kemudian ditelaah oleh Bawaslu Bondowoso dan disimpulkan telah terjadi pelanggaran atas PKPU nomor 17 pasal 50.

    “Disebutkan di pasal itu bahwa KPU diharuskan melakukan pemungutan suara ulang. Di ayat 3 poin E di situ ‘lebih dari seorang pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih mendapatkan kesempatan memberikan suara pada TPS’,” ulasnya.

    Peristiwa itu menjadi kajian Bawaslu Bondowoso. Seperti adanya seorang pemilih meninggal dunia yang bisa menuangkan hak suaranya atas nama Nur Hayati.

    “Maka ini menjadi dasar kami merekomendasikan KPU melakukan pemungutan suara ulang,” tuturnya.

    Dalam pelaksanaannya, KPU menyiapkan logistik untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Pemilihan Bupati Bondowoso.

    “Alhamdulillah pada 2 Desember 2024 hari ini telah dilaksanakan pemungutan suara ulang. Sampai siang ini berjalan lancar,” nilainya.

    Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bondowoso, Nani Agustina menyebut, TPS 3 Desa Kasemek memiliki 491 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    “Dimana pemilih berdasarkan DPT yang hadir sebanyak 413 ditambah 6 pemilih dari DPK (Daftar Pemilih Khusus),” ungkapnya kepada BeritaJatim.com, Jumat (29/11/2024) lalu.

    Dari jumlah itu, pasangan calon (Paslon) KH Abdul Hamid Wahid – KH As’ad Yahya Syafi’i (RAHMAD) memeroleh 186 suara.

    Sementara Paslon Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir mendapatkan 223 suara. Sedangkan suara tidak sah berjumlah 10.

    “Dari data itu, diduga ada 9 suara bermasalah. Terdiri dari 1 hak pilih yang terkonfirmasi ternyata pemiliknya telah meninggal dunia atas nama Nur Hayati,” bebernya.

    Kemudian 8 hak pilih lain terinformasi bahwa pemiliknya merantau ke luar kota seperti di Malaysia dan di Bali.

    Jadi saat pemungutan suara, pemilik hak pilih tersebut tidak ada di TPS. Namun seolah mencoblos dan mengisi daftar hadir. [awi/beq]

  • Lancar dan Kondusif, Komisi II DPR RI Apresiasi Pilkada Serentak di Jatim

    Lancar dan Kondusif, Komisi II DPR RI Apresiasi Pilkada Serentak di Jatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Jatim berlangsung lancar, aman dan kondusif. Hal ini karena sejumlah persiapan matang dilakukan oleh Forkopimda, KPU dan Bawaslu Jatim.

    Atas lancarnya Pilkada serentak 2024 di Jatim ini, secara khusus Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memberikan apresiasi kepada Jawa Timur. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan dan pertemuan dengan Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono di Surabaya, Minggu (1/12/2024).

    “Kunjungan Komisi II DPR RI ke Provinsi Jatim untuk mengapresiasi kerja dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda serta penyelenggara yang dinilai sukses menyelenggarakan Pilkada 2024 dengan aman dan terkendali. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi ini sungguh suatu kehormatan bagi kami di Jawa Timur,” ujar Adhy.

    Disampaikan Adhy, sebelum Pilkada serentak berlangsung, pihaknya bersama Forkopimda Jatim meninjau langsung beberapa wilayah di Jatim. Hal ini untuk memastikan sekaligus menjamin Pilkada di Jawa Timur berlangsung aman dan terkendali.

    Hasilnya, lanjut Adhy, Pilkada terlaksana dengan kondisi aman dan terkendali. Semua ini karena sinergi dan koordinasi antara Pj. Gubernur dengan Forkopimda serta seluruh stakeholder tingkat kabupaten maupun kota yang sangat baik.

    “Kunci Pilkada serentak berjalan dengan aman dan terkendali karena sinergitas yang terjaga dengan baik antara Pemprov Jatim dengan Forkopimda, KPU dan Bawaslu,” ungkapnya.

    “Termasuk partai politik dan tim sukses saya ucapkan terima kasih karena ikut membantu dan mendukung suksesnya Pilkada 2024,” katanya menambahkan.

    Saat ini, lanjut Adhy, Pilkada Jatim memasuki tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan, kemudian dilanjut di KPU Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi. Sehingga calon pemimpin yang menang tetap menunggu hasil rekapitulasi KPU.

    “Yang terpilih adalah pemimpin yang menerima tanggung jawab dan kepercayaan dari masyarakat untuk melanjutkan pembangunan bagi masyarakat di masing-masing wilayah,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menilai situasi keamanan yang terjaga menjadi bukti kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi.

    “Tidak ada gangguan yang berarti dan ini adalah prestasi bagi kita sebagai bangsa yang mampu melaksanakan pilkada serentak secara tertib,” ucapnya.

    Lebih lanjut Rifqi mengatakan tahapan selanjutnya adalah proses rekapitulasi suara. Setelah pemungutan suara selesai, Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan menyampaikan hasil penghitungan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mulai Kamis (28/11/2024) hingga Sabtu (30/11/2024).

    Rekapitulasi tingkat kecamatan akan berlangsung hingga Selasa (3/12/2024), kemudian dilanjutkan ke tingkat kabupaten mulai Jumat (29/11/2024) hingga Jumat (6/12/2024).

    “Kami berharap seluruh tahapan selanjutnya dapat berjalan lancar dan tetap menjaga integritas serta transparansi,” pungkasnya. [tok/aje]

  • Sosialisasi Habiskan Ratusan Juta, KPU Blitar Gagal Tingkatkan Partisipasi

    Sosialisasi Habiskan Ratusan Juta, KPU Blitar Gagal Tingkatkan Partisipasi

    Blitar (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar tidak bisa memenuhi target partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 ini. Sebelumnya KPU Kabupaten Blitar menargetkan angka partisipasi masyarakat di Pilkada 2024 ini mencapai 75 persen.

    Namun nyatanya pada kontestasi Pilkada 2024 ini, angka partisipasi masyarakat Kabupaten Blitar hanya berada di angka 69,44 persen saja. Kondisi itu tentu cukup mengecewakan pasalnya berdasarkan informasi yang beredar KPU Kabupaten Blitar telah menggelontorkan anggaran ratusan juta rupiah untuk sosialisasi Pilkada ke masyarakat.

    “Angka partisipasi masyarakat 69,44 persen dari target awal 75 persen,” ungkap Chepto Rusiyanto, Senin (2/12/2024).

    Padahal beberapa bulan sebelumnya, pada Pemilu 2024 angka partisipasi Kabupaten Blitar mencapai 81 persen. Namun hanya berselang beberapa bulan saja, angka partisipasi masyarakat Kabupaten Blitar anjlok ke angka 69,44 persen.

    Tentu ada berbagai faktor yang membuat angka partisipasi masyarakat Kabupaten Blitar ini turun. Mulai dari faktor cuaca hingga kurangnya tepatnya sosialisasi ke masyarakat.

    “Jika dibandingkan dengan Pemilu Februari lalu tentu berbeda saat Pemilu tingkat partisipasinya mencapai 81 persen banyaknya calon di Pemilihan Legislatif magnet tersendiri,” ucap Sugino, Ketua KPU Kabupaten Blitar.

    Rendahnya partisipasi masyarakat tersebut menjadi sorotan sejumlah pihak. IJTI Blitar Raya salah satunya, organisasi jurnalis televisi ini menyoroti soal sosialisasi Pemilihan Bupati Blitar yang dianggap serampangan.

    KPU Kabupaten Blitar dianggap gagal oleh IJTI Blitar Raya dalam hal sosialisasi. IJTI Blitar pun mempertanyakan golontoran anggaran untuk sosialisasi yang dinilai tidak efektif.

    “Seharusnya KPU Kabupaten Blitar dapat memaksimalkan sosialisasi, apalagi jarak antara Pemilu dan Pilkada tidak jauh, sehingga lebih mudah untuk menggaet masyarakat mensukseskan Pilkada dengan datang ke TPS,” ungkap Ketua IJTI Korda Blitar Raya Robby Ridwan.

    IJTI Korda Blitar Raya juga sempat untuk ditawari sejumlah uang untuk khas dari pihak pengelola iklan (agency). Robby menduga uang ini hasil keuntungan dari pihak ketiga yang ditunjuk KPU Kabupaten Blitar untuk mengelola iklan sosialisasi Pilkada.

    Tidak hanya IJTI Korda Blitar Raya yang ditawari uang, namun Robby selaku Ketua IJTI juga hendak diberi uang secara pribadi. Iapun menolak pemberian uang dari utusan pihak agnecy tersebut.

    Robby mengatakan, IJTI Korda Blitar hendak diberi uang kas sebesar Rp1 juta. Sementara untuk Robby secara pribadi sebesar Rp 750 ribu.

    “IJTI Korda Blitar Raya juga sempat ditawari oleh pihak agency yang mengelola iklan dari lembaga lain yang nominalnya lebih besar, IJTI jelas menolak. Ini uang yang diperoleh dari ranah abu-abu, sehingga khawatir menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Robby. [owi/beq]

  • Makan Bergizi Gratis Belum Masuk APBD Ponorogo 2025, Ini Alasannya

    Makan Bergizi Gratis Belum Masuk APBD Ponorogo 2025, Ini Alasannya

    Ponorogo (Beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Ponorogo belum membuat rencana anggaran untuk program makan bergizi gratis untuk 2025. Meski begitu, Pemkab tetap mengupayakan agar program tersebut dapat segera terealisasi.

    “Program makan bergizi gratis belum masuk APBD Ponorogo 2025,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, ditulis Senin (2/12/2024).

    Menurut Agus, belum adanya petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat, membuat program nasional makan bergizi gratis belum masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo 2025. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tetap mempersiapkan alternatif, agar program tersebut dapat terlaksana di Tahun Anggaran 2025.

    Ada strategi yang disiapkan jika juknis resmi sudah diterbitkan oleh Pemerintah Pusat. Salah satunya lewat Belanja Tidak Terduga (BTT).

    “Memang juknisnya belum ada. Tetapi kami sudah siapkan rumahnya, ya salah satunya lewat Belanja Tidak Terduga,” kata Agus.

    Agus menyebut meskipun APBD Ponorogo 2025 telah disahkan, anggaran untuk program makan bergizi gratis tetap memungkinkan untuk dibahas kembali jika juknis sudah turun. Nantinya, evaluasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga bisa menjadi dasar untuk menyesuaikan kebutuhan anggaran.

    “Tidak adanya anggaran makan bergizi gratis di dalam APBD Ponorogo 2025, ya tidak menutup kemungkinan menjadi materi evaluasi dari Gubernur,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo, Sumarno, menegaskan pentingnya juknis dalam penyusunan anggaran. Juknis berfungsi sebagai panduan utama, seperti menentukan siapa yang berhak menerima manfaat, standar nilai gizi, hingga besaran biaya per porsi makanan.

    “Kami perlu juknis resmi sebagai patokannya,” katanya.

    Saat ini, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2025 masih dalam tahap evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sumarno menambahkan, jika juknis diterbitkan setelah evaluasi atau program makan bergizi gratis menjadi bagian dari materi evaluasi gubernur, maka anggaran bisa segera disesuaikan.

    Pemkab Ponorogo berharap program makan bergizi gratis dapat berjalan maksimal untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Namun, pelaksanaannya tetap harus sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

    “Jika setelah dievaluasi gubernur atau juknis turun dan mewajibkan penyediaan anggaran, Kami siap memprosesnya sesuai aturan yang berlaku,” tutup Sumarno. [end/beq]

  • Sinergi TNI dan Petani Malang Semprot Hama Padi demi Swasembada Pangan

    Sinergi TNI dan Petani Malang Semprot Hama Padi demi Swasembada Pangan

    Malang (beritajatim.com) – Upaya mendukung keberlanjutan sektor pertanian terus diperkuat oleh berbagai pihak. Salah satunya terlihat di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (1/12/2024), di mana Kodim 0818 Malang-Batu bersama petani dan Dinas Pertanian melaksanakan kegiatan penyemprotan hama tanaman padi secara serentak.

    Dipimpin oleh Babinsa Karangduren, Serda Zainal Abidin, dan didampingi PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Tri Wahyuni, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, petani, dan pemerintah dalam meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

    Selain penyemprotan hama, acara ini juga diisi dengan pembagian obat pembasmi hama kepada petani. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian akibat serangan hama yang kerap mengancam produktivitas tanaman padi.

    “Penyemprotan hama secara serentak ini adalah langkah nyata untuk mendukung swasembada pangan. Harapannya, hasil panen di Desa Karangduren terus meningkat,” ujar Serda Zainal Abidin.

    Tidak hanya membantu dalam hal teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi para petani. Melalui penyuluhan langsung dari PPL dan Dinas Pertanian, petani diajarkan cara mengelola lahan secara efektif, mengidentifikasi hama lebih dini, dan menggunakan teknologi pertanian modern.

    Tri Wahyuni, selaku PPL Desa Karangduren, menekankan pentingnya kolaborasi seperti ini. “Sinergi antara petani, pemerintah, dan Babinsa bukan hanya memberikan hasil panen yang maksimal, tetapi juga meningkatkan kekompakan antarpetani,” tuturnya.

    Selain itu, Wahyuni menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan motivasi baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka. “Ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih besar bagi pertanian Karangduren,” tambahnya.

    Dengan keterlibatan langsung dari Babinsa dan PPL, petani Desa Karangduren merasa lebih termotivasi untuk mengelola pertanian secara maksimal. Langkah ini diharapkan mampu menjadi pondasi kuat menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

    “Sinergi petani dan pemerintah adalah kunci masa depan pangan bangsa. Semoga hasil panen ke depan semakin melimpah,” pungkas Serda Zainal Abidin. [yog/beq]

  • Klaim 27 Paslon yang Diusung Menang, PKS Jatim Siap Kolaborasi

    Klaim 27 Paslon yang Diusung Menang, PKS Jatim Siap Kolaborasi

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Jawa Timur telah selesai. Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan menyampaikan, rasa syukur atas capaian luar biasa PKS Jawa Timur dengan kemenangan 27 pasangan calon (paslon) yang diusung.

    Hal ini disampaikan dalam sambutannya di acara Pendidikan Anggota Pratama dan Pelantikan Anggota Madya PKS di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (1/12/2024).

    “Alhamdulillah, masyarakat Jawa Timur telah memilih paslon terbaik, paslon yang diusung oleh PKS. Insya Allah akan membawa kebaikan bagi Jawa Timur dan kabupaten/kota di dalamnya,” ujar Irwan Setiawan yang akrab disapa Kang Irwan ini.

    Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 26 paslon kepala daerah yang diusung PKS berhasil memenangkan kompetisi pilkada ditambah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Khofifah-Emil.

    “Kami punya harapan dan optimisme sebelumnya bahwa paslon yang diusung PKS dapat menang di lebih dari 26 daerah. Alhamdulillah, dari laporan DPD PKS se-Jawa Timur, hasil hitung cepat sesuai harapan,” ungkap Kang Irwan.

    Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras pengurus PKS di semua tingkatan, para kader, serta dukungan masyarakat Jawa Timur.

    “Sekali lagi, terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam memenangkan paslon yang diusung oleh PKS. Terima kasih kepada pemilih PKS yang sudah memilih paslon yang diusung oleh PKS. Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah ikut memilih Paslon yang diusung oleh PKS. Kini, saatnya kita membangun Jawa Timur bersama,” tambahnya.

    Capaian ini, menurut Kang Irwan, menjadi bukti keberhasilan strategi kolaborasi yang diterapkan PKS.

    “Kemenangan ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya PKS, tetapi juga masyarakat. Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga untuk membangun Jawa Timur yang lebih baik,” ujarnya.

    Dengan hasil pilkada ini, PKS Jawa Timur berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam melayani dan berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur di semua sektor kehidupan.

    “Alhamdulillah, dengan capaian 27 paslon yang diusung menang dalam pilkada tersebut, PKS Jawa Timur akan semakin all out untuk berkolaborasi dalam membangun dan berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur. Selain itu, menjadi momentum untuk semakin menarik simpati masyarakat pada Pemilu 2029,” ujar Kang Irwan.

    Meski demikian, Kang Irwan menekankan pentingnya turut menjaga dan mengamankan proses rekapitulasi KPU hingga tuntas. Pihaknya akan menjaga kemenangan yang sudah ada berdasar hitung cepat. Serta, ada tambahan kemenangan di daerah lainnya.

    “Beberapa paslon yang diusung menang oleh PKS di antaranya Banyuwangi Ipuk Festiandani-Mujiono, Kabupaten Kediri Dhito-Dewi, Jember Gus Fawait-Djoko, Kabupaten Lumajang Indah-Yudha, Kota Malang Wahyu-Ali, Ponorogo Sugiri-Lisdyarita, dan Sampang Haji Idi-Mahfud,” lanjut Kang Irwan, pria yang pernah menjadi anggota DPRD Jatim 2 periode.

    Selanjutnya, dalam acara tersebut, Kang Irwan juga berpesan kepada peserta pendidikan anggota Pratama untuk terus aktif dalam struktur partai hingga tingkat desa. Ia menegaskan pentingnya peran PKS dalam melayani rakyat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

    “Melalui struktur-struktur PKS inilah cara kita berjuang untuk Indonesia, melayani rakyat, dan memperkuat NKRI,” tegasnya.

    Kang Irwan juga mendorong para kader untuk menjadi pelopor kegiatan sosial dan berkontribusi di berbagai sektor kehidupan, termasuk politik, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

    Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Suasana penuh semangat ini menjadi bagian dari langkah-langkah strategis PKS dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

    Pendidikan anggota merupakan bagian dari proses kaderisasi PKS yang berjenjang dan berkelanjutan.

    “Sebagaimana termaktub dalam UU partai politik juga dalam AD/ART PKS bahwa ada proses kaderisasi yang berjenjang dan berkelanjutan. Proses kaderisasi ini melahirkan kader kader yang siap berbakti untuk bangsa dan negara di berbagai sektor termasuk di legislatif. Alhamdulillah dalam pileg 2024, ada 5 kader dari Jatim terpilih sebagai anggota DPR RI, 5 kader di DPRD provinsi Jatim, dan 104 kader di DPR kab/kota. Mengalami kenaikan dibandingkan pileg 2019,” pungkas Kang Irwan. [tok/aje]

    Rekap Daftar Menang Cakada Jawa Timur yang diusung PKS berdasarkan Hitung Count

    1. Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak)
    2. Kabupaten Bangkalan (Lukman Hakim dan Fauzan Akbar).
    3. Kabupaten Banyuwangi (Ipuk Festiandani dan Mujiono).
    4. Kabupaten Bojonegoro (Setyo Wahono dan Nurul Azizah).
    5. Kabupaten Gresik (Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif).
    6. Kabupaten Jember (Muhammad Fawait dan Djoko Susanto).
    7. Kabupaten Jombang (Warsubi dan Salmanudin Yazid Al Hafidz).
    8. Kabupaten Kediri (Hanindhito H.P dan Dewi Mariya Ulfa).
    9. Kabupaten Lamongan (Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar).
    10. Kabupaten Lumajang (Indah Amperawati Masdar dan Yudha Adji Kusuma).
    11. Kabupaten Madiun (Hari Wuryanto dan Purnomo).
    12. Kabupaten Nganjuk (Marhaen Djumadi dan Trihandy Cahyo Saputro)
    13. Kabupaten Ngawi (Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko).
    14. Kabupaten Pasuruan (Mochamad Rusdi Sutejo dan Shobih Asrori).
    15. Kabupaten Ponorogo (Sugiri Sancoko dan Lisdyarita).
    16. Kabupaten Probolinggo (dr Muhammad Haris dan Fahmi AHZ).
    17. Kabupaten Sampang (Slamet Junaidi dan Ahmad Mahfudz).
    18. Kabupaten Sumenep (Ahmad Fauzi dan Imam Hasyim).
    19. Kabupaten Trenggalek (Muhammad Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara).
    20. Kabupaten Tuban (Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono).
    21. Kabupaten Tulungagung (Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin).
    22. Kota Kediri (Vinanda Prameswati dan Qowimuddin).
    23. Kota Madiun (Meidi dan F Bagus Panuntun)
    24. Kota Malang (Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin).
    25. Kota Mojokerto (Ika Puspitasari dan Rachman Sidharta Arisandi).
    26. Kota Pasuruan (Adi Wibowo dan Mokhamad Nawawi).
    27. Kota Surabaya (Eri Cahyadi dan Armuji).

  • Hadir di Acara Muhammadiyah Jombang, Warsubi Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Pleno KPU

    Hadir di Acara Muhammadiyah Jombang, Warsubi Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Pleno KPU

    Jombang (beritajatim.com) – Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang menggelar acara ngopi bareng dan silaturahim dengan menghadirkan Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2, H Warsubi, Minggu (1/12/2024).

    Acara dikemas santai dengan lesehan di halaman Jombang Muhammadiyah Center (JMC). “Kami ingin mewujudkan silaturahim antara pimpinan Jombang yang baru dengan semua elemen masyarakat, khususnya masyarakat Muhammadiyah,” ujar Abdul Malik, Ketua PDM.

    Ia menambahkan, pihaknya ingin kedepan akan terwujud sinergitas program antara pemerintah daerah dengan ormas Muhammadiyah sehingga dapat segera terwujud percepatan masyarakat Jombang yang lebih maju dan sejahtera.

    Sementara itu, Cabup Warsubi yang hadir dengan mengenakan celana bahan hitam, baju batik dan peci menyambut baik ajakan ketua PDM untuk bersinergi dalam pemerintahan ke depan. Namun, ia menekankan untuk tetap menunggu hasil KPUD sebelum menetapkan pemenang dari Pilkada Jombang 2024.

    “Terima kasih atas dukungan dan doanya pada saya dan Gus Salman. Hasil quick count memang kami unggul sebesar 75 persen. Tapi belum bisa ditentukan pemenangnya. Karena kita masih menunggu hasil penghitungan KPU. Insyaallah di Pleno KPU akan ditentukan bahwa kami pemenangnya. ,” ungkapnya

    Warsubi mengaku bersama Gus Salman ia ingin membangun Jombang secara inklusif dengan melibatkan semua pihak. “Kita bangun Jombang dengan kebersamaan. Memang akan butuh waktu dan perencanaan kita yang kuat dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

    Ia berharap, jika sudah ditetapkan sebagai Bupati Jombang terpilih, angkatan muda Muhammadiyah bisa memberikan masukan yang baik.

    “Semoga seluruh masyarakat Jombang bisa mengawal kami agar kami bisa diselamatkan dari jabatan ini. Karena pejabat itu kaki kiri di neraka, kaki kanan di surga. Ini adalah niat baik kami dalam membangun Jombang. Kita bisa berjalan lurus sesuai dengan aturan,” tambahnya.

    Dari 302 desa dan 4 kelurahan yang didatangi, kata Warsubi, hampir semua keluhannya mencakup pembenahan infrastruktur jalan, distribusi pupuk, hingga lapangan pekerjaan. transportasi lancar ekonomi lancar, lapangan pekerjaan, distribusi pupuk.

    “Insyaallah akan kami kerjakan dalam jangka waktu 5 tahun kepemimpinan kami. Kami ingin mengabdi untuk masyarakat Jombang. Usia saya juga sudah 56 tahun. Kami ingin beribadah dengan tenang, mati juga khusnul khotimah,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, acara tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan Muhammadiyah dari semua level. Dari pimpinan daerah sampai desa. PDM, Ortom, PCM dan ortom cabang, ketua majelis dan lembaga, kepala sekolah dan direktur RSM juga turut hadir.

    Acara juga dilengkapi dengan santap sate dan gulai bersama. Tak lupa, PDM Muhammadiyah juga mengenalkan melon hasil kebun Green House yang ditanam dan dikelola serta dipanen oleh PDM sendiri. [suf]

  • Batumarmar dan Pademawu Jadi Lumbung Suara KHARISMA di Pilkada Pamekasan

    Batumarmar dan Pademawu Jadi Lumbung Suara KHARISMA di Pilkada Pamekasan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Kecamatan Batumarmar dan Pademawu, menjadi lumbung suara Pasangan KH Kholilurrahman dan Sukriyanto (KHARISMA) pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Rabu (27/11/2024) lalu.

    Hal tersebut berdasar hasil rekapitulasi tingkat kecamatan untuk pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Pamekasan, mengacu pada data rekapitulasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com, Jum’at (29/11/2024).

    Dari data tersebut, pasangan KHARISMA meraih suara total sebanyak 291.246 suara dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Namun paslon nomor urut 2 Pilkada Pamekasan itu, unggul dari dua paslon lain di 10 kecamatan berbeda.

    Dari 10 kecamatan berbeda yang memenangkan pasangan KHARISMA, masing-masing kecamatan Batumarmar, Kadur, Larangan, Pademawu, Pagantenan, Pakong, Pamekasan, Pasean, Proppo, dan Tlanakan.

    Namun dari total 10 kecamatan yang memenangkan pasangan KHARISMA, tercatat dua kecamatan berbeda menjadi salah satu penyumbang suara terbanyak untuk pasangan yang mengusung tagline Bangkit Bersama Menuju Pamekasan Maju, yakni Kecamatan Batumarmar dan Pademawu.

    Dari dua kecamatan tersebut, pasangan KHARISMA mampu mengumpulkan sebanyak 63.983 suara, terdiri dari sebanyak 32.923 suara di kecamatan Batumarmar, serta sebanyak 31.060 suara di Kecamatan Pademawu.

    Sementara palon nomor urut 2, Muhammad Baqir Aminatullah dan Taufadi (BERBAKTI) mendapatkan sebanyak 263.739 suara di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dan mereka mampu dominan di tiga kecamatan berbeda, yakni Galis, Palengaan, dan Waru.

    Lumbung suara pasangan BERBAKTI, berhasil mereka kumpulkan di kecamatan Palengaan, di mana mereka mampu meraup sebanyak 34.398 suara dan meninggalkan dua paslon lainnya, baik Fattah Jasin dan Mujahid Anshori (TAUHID) maupun pasangan KHARISMA.

    Sementara pasangan TAUHID belum mampu mengejar maupun melampaui perolehan suara dari dua paslon lainnya, sekalipun mereka juga memiliki basis massa dengan angka perolehan terbanyak di kecamatan Pamekasan (Kota), yakni sebanyak 6.323 suara.

    KHARISMA: Ideal dan Representatif
    Jauh sebelum proses pemilihan, pasangan KHARISMA memang sempat dianggap sebagai pasangan ideal dan representatif. Selain dari beragam pengalaman birokrasi maupun politik yang sudah melekat bagi kedua sosok tersebut, namun zona juga menjadi salah satu faktor yang relatif dominan.

    KH Kholilurrahman merupakan sosok familiar khususnya bagi kalangan masyarakat Pamekasan, dan ia juga merupakan figur yang berdomisili di wilayah selatan Pamekasan, tepatnya di Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Desa Panempan, Pamekasan. Sehingga masyarakat wilayah selatan lebih banyak tahu terhadap sosok yang akrab disapa Kiai Kholil.

    Sehingga bukan sebuah kebetulan jika Kiai Kholil mendapat dukungan banyak suara di wilayah selatan, khususnya di kecamatan Pademawu, yang notabene berbatasan dengan pesantren yang ditinggalinya, yakni di wilayah kecamatan Pamekasan.

    Hal yang sama juga berlaku bagi sang wakil, Sukriyanto yang berasal dari wilayah Pantura Pamekasan, tepatnya dari Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Sehingga raihan suara terbanyak di Batumarmar, tidak lepas dari keberadaan dirinya bersama para pendukung maupun relawan.

    Kondisi tersebut mengingatkan pada perhelatan pesta demokrasi, yakni Pilkada Pamekasan sebelumnya. Di mana Badrut Tamam yang berpasangan dengan Raja’e (Almarhum) juga mampu unggul dari pesaingnya, seiring dengan status pasangan tersebut yang menjadi representasi dari wilayah selatan dan pantura Pamekasan.

    Bahkan kondisi tersebut juga sempat disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Pamekasan, Mustafa Afif yang menilai pasangan KHARISMA sebagai pasangan representatif.

    “Kiai Kholil bersama Sukri merupakan pasangan representatif untuk Pilkada Pamekasan, Kiai Kholil representasi dari daerah selatan, dan Sukriyanto sebagai representasi dari daerah utara,” pungkasnya. [pin/ted]

  • Pilgub Jatim 2024: Khofifah-Emil Raih Suara Tinggi di Bangkalan

    Pilgub Jatim 2024: Khofifah-Emil Raih Suara Tinggi di Bangkalan

    Bangkalan (beritajatim.com) – Pasangan calon nomor urut 02 dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, berhasil meraih suara signifikan di Kabupaten Bangkalan.

    Berdasarkan hasil penghitungan sementara, pasangan ini memperoleh 58,10 persen suara.

    Ketua Aliansi Santri Pemuda Ekonomi dan Kiai (ASPEK) Madura, KH Muchlis Muhsin, menyampaikan bahwa Khofifah-Emil mendapatkan dukungan sebanyak 304.800 suara di Bangkalan.

    Angka tersebut mencerminkan kepercayaan besar masyarakat terhadap pasangan tersebut.

    “Pasangan Ibu Khofifah dan Mas Emil memperoleh 58,10 persen suara di Bangkalan,” ungkap KH Muchlis, Minggu (1/12/2024).

    Ia juga menambahkan bahwa kemenangan di Bangkalan menjadi bukti dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil. Hasil ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi kepada pasangan nomor urut 02.

    Lebih lanjut, KH Muchlis memperkirakan bahwa total suara yang diraih Khofifah-Emil di Madura bisa mencapai 80 persen. Hal ini didasarkan pada hasil koordinasi dengan sejumlah pihak di kabupaten lain di Madura.

    “Kami sudah berkomunikasi dengan teman-teman di kabupaten lain. Hasilnya juga sangat positif. Insyaallah total suara di Madura bisa mencapai 80 persen,” tutupnya.

    Hasil ini menjadi sinyal kuat dukungan masyarakat Madura terhadap pasangan Khofifah-Emil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024. (sar/ted)

  • Visi Misi RAHMAD Terakomodir dalam APBD Bondowoso 2025

    Visi Misi RAHMAD Terakomodir dalam APBD Bondowoso 2025

    Bondowoso (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso belum menetapkan secara resmi pemenang Pilbup 2024.

    Dari hasil perhitungan real count, kedua kubu sama-sama mengklaim memenangkan kontestasi. Seluruhnya mengklaim data berdasar C1.

    Kontestan Pilbup Bondowoso 2024 adalah KH Abdul Hamid Wahid – KH As’ad Yahya Syafi’i di nomor urut 01. Sedangkan Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir adalah paslon nomor urut 02.

    Namun DPRD Kabupaten Bondowoso cukup yakin bahwa paslon Ra Hamid – Ra As’ad (RAHMAD) bakal keluar sebagai pemenang resmi.

    Bahkan, visi misi RAHMAD sudah masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso tahun 2025.

    Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir kepada BeritaJatim.com, Sabtu (30/11/2024).

    “Saya tidak mendahului keputusan KPU, tapi (DPRD) sudah mengakomodir visi misi RAHMAD,” ungkapnya.

    Salah satu visi misi RAHMAD yang terakomodir adalah tentang kenaikan angka penghasilan tetap (siltap) kades dan perangkat desa di Bondowoso.

    “Kemarin hanya Rp 2.020.000, sekarang Alhamdulillah DPRD sudah menyetujui sesuai dengan gaji ASN golongan II,” sebut Ahmad Dhafir yang juga Ketua Tim Pemenangan RAHMAD di Pilbup Bondowoso ini.

    Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Kabupaten Bondowoso berterima kasih atas terakomodirnya harapan para kades dan perangkat desa itu.

    “Memang (Kenaikan Siltap) itu yang kita harapkan selaku penyelenggara pemerintahan desa. Tentang kesejahteraan kita. Kalau itu dinaikkan, kita terima kasih,” kata Ketua SKAK Bondowoso, Mathari dikonfirmasi terpisah, Minggu (1/12/2024).

    Kendati demikian, SKAK Bondowoso meminta lebih. Bukan hanya angkanya yang naik, melainkan juga ketepatan waktu pencairan.

    “Saya berharap juga jangan cuma nambah, tapi harus tepat waktu. Karena selama ini (siltap) kita tertunda-tunda terutama di awal tahun,” pinta Kades Bukor tersebut.

    Selain itu, Mathari ingin pemerintah juga memfasilitasi kades dan perangkat desa dengan BPJS tunjangan hari tua dan pensiun.

    “Dua jenis BPJS itu belum mengcover kami. Kalau BPJS kesehatan dan jenis BPJS ketenagakerjaan lainnya sudah,” akunya.

    Selain itu, Mathari juga meminta tambahan bantuan keuangan bagi Pemdes di luar dari DD dan ADD yang teranggarkan saban tahun.

    “Kami harap ada semacam bantuan keuangan yang diberikan pemerintah daerah yang nanti swakelola. Peruntukkannya untuk fisik juga bisa. Regulasinya bisa diatur oleh Perbup,” pinta Mathari.

    Berdasarkan data, ada 209 kepala desa dan 3 ribuan perangkat desa se Kabupaten Bondowoso. Lantas mampukah APBD Bondowoso memfasilitasinya? (awi/ted)