Jember (beritajatim.com) – Kepala Badan Kepegawaian Nasional RI Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekeerja serius melaksanakan visi dan misi presiden, gubernur, dan kepala daerah.
“Dengan Perda SOTK (Peraturan Daerah Susunan Organisasi dan Tata Kerja), semua kewenangan bupati sudah didelegasikan kepada para ASN. Itu penting dan luar biasanya para ASN,” kata Zudan, saat memberikan sambutan dalam acara senam bersama ASN, di alun-alun Jember Nusantara, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).
Namun, menurut Zudan, para ASN sering merasa tidak penting. “Sok rumangsa ra pati penting. Itu yang jadi masalah. Teko sak karepe dewe, ngantor sak karepe dewe (datang dan bekerja di kantor semaunya, red),” katanya.
Zudan mengingatkan hal itu tidak boleh terjadi, termasuk di kalangan ASN Pemkab Jember. “APBN kita Rp3.600 triliun. APBD kita Rp1.300 triliun. Yang mengeksekusi tanda tangannya, semuanya ASN,” katanya.
Tugas 6,5 juta ASN di Indonesia, menurut Zudan, bertugas membuat rakyat sejahtera dan bahagia, “Pintunya Asta Cita. Pintu Nasional. Kemudian ada pintu provinsi, visi misi gubernur. Ada pintu kabupaten kota, visi misi bupati dan walikota,” katanya.
BKN bertugas mendorong ASN mewujudkan Asta Cita, visi-misi gubernur, dan visi-misi bupati dan walikota. “Kalau bupati walikota berhasil, maka gubernur berhasil, dan Asta Cita berhasil,” kata Zudan.
Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menegaskan, ASN adalah ujung ujung tombak pelayanan di Kabupaten Jember. “Maka untuk menjaga pelayanan yang baik di Kabupaten Jember, di saat provinsi mungkin TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai)-nya dipotong, karena ada pengurangan transfer dari pusat, beberapa kabupaten dan kota juga dipotong, untuk Kabupaten Jember kami pertahankan TPP-nya,” katanya.
Fawait mengaku kebijakan itu cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembee. “Tapi saya yakin dengan doa para ASN di Kabupaten Jember, walaupun TPP-nya tidak kita turunkan karena pengurangan transfer, maka itu hakikatnya naik. Alhamdulillah PAD (Pendaoatan Asli Daerah) kami untuk tahun 2025 naik 30 persen,” katanya.
Fawait juga menyebut kualitas ASN di Jember lebih baik dibanding tempat lain. Jember adalah salah satu kota pendidikan, sehingga ASN-nya pasti kualitasnya insyaallah lebih baik dibanding yang lainnya cuma mungkin tinggal kita manajemen dengan baik, supaya bergeraknya kompak. Saya yakin Jember ke depan akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi andalan di ujung timur pulau Jawa,” katanya. [wir]









