Category: Beritajatim.com Nasional

  • Kriminalitas di Bangkalan Naik Sepanjang Tahun 2025

    Kriminalitas di Bangkalan Naik Sepanjang Tahun 2025

    Bangkalan (beritajatim.com) – Tingkat kriminalitas di Kabupaten Bangkalan sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini tentu tidak bisa diabaikan.

    Data rilis akhir tahun Satreskrim Polres Bangkalan mencatat bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada jumlah perkara yang diungkap, tetapi juga pada eskalasi jenis kejahatan. Terutama pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih mendominasi.

    Sepanjang 2025, Satreskrim Polres Bangkalan mengungkap 236 kasus tindak pidana dengan 271 tersangka. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 203 kasus dan 237 tersangka.

    Dalam satu tahun, terjadi lonjakan 33 kasus atau sekitar 16 persen, serta peningkatan 34 tersangka atau 14 persen. Data ini menunjukkan bahwa meskipun kinerja pengungkapan meningkat, laju kriminalitas belum berhasil ditekan secara signifikan.

    Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono mengakui bahwa peningkatan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajarannya.

    “Kami tidak menutup mata bahwa angka kriminalitas masih mengalami kenaikan. Ini menjadi evaluasi bagi Polres Bangkalan untuk memperkuat langkah pencegahan dan penindakan agar kejahatan tidak terus berulang,” ujar AKBP Hendro Sukmono saat rilis akhir tahun.

    Lonjakan paling mencolok terlihat pada kasus curas. Jika pada 2024 hanya tercatat tiga kasus, maka pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi sembilan kasus atau naik hingga 200 persen.

    Jumlah tersangka bahkan meningkat dari tiga orang menjadi 12 orang, atau melonjak 300 persen. Sejumlah korban merupakan mahasiswa dan tenaga pendidik, yang mengindikasikan bahwa ruang publik di Bangkalan semakin rawan dan pelaku kejahatan kian berani menggunakan kekerasan.

    Selain curas, curanmor masih menjadi kejahatan paling dominan. Sepanjang 2025 tercatat 42 kasus curanmor dengan 47 tersangka.

    Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus naik sekitar lima persen, sementara jumlah pelaku meningkat hingga 11 persen. Sepeda motor jenis Honda Vario dan Honda Beat masih menjadi sasaran utama, menunjukkan pola kejahatan yang berulang dan belum sepenuhnya terputus.

    AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa faktor kelalaian masyarakat masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku.

    “Kami masih menemukan masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan kendaraannya. Ini terus kami sosialisasikan, tetapi juga kami imbangi dengan peningkatan patroli di wilayah rawan,” tegasnya.

    Di luar kejahatan jalanan, data kepolisian juga mencatat peningkatan kasus kepemilikan senjata tajam dari 24 kasus pada 2024 menjadi 26 kasus pada 2025. Bahkan sepanjang tahun lalu terjadi lima kasus pembunuhan di sejumlah kecamatan di Bangkalan.

    Fakta ini memperlihatkan bahwa eskalasi kekerasan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan mulai menjadi pola yang berulang.

    Polres Bangkalan mencatat keberhasilan mengembalikan 23 barang bukti kendaraan hasil curanmor kepada pemiliknya. Namun angka tersebut dinilai belum sebanding dengan total kasus yang terjadi sepanjang tahun.

    Kondisi ini menegaskan bahwa peningkatan pengungkapan perkara belum sepenuhnya berbanding lurus dengan meningkatnya rasa aman masyarakat.

    Menutup evaluasi akhir tahun, Kapolres Bangkalan menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan strategi pada tahun mendatang.

    “Ke depan kami akan memperkuat patroli, pengungkapan jaringan pelaku, serta mengajak masyarakat lebih aktif menjaga keamanan lingkungan. Tanpa keterlibatan semua pihak, kriminalitas sulit ditekan,” ucapnya. [sar/but]

  • Polda Jatim Waspadai Peredaran Narkoba di Tahun Baru

    Polda Jatim Waspadai Peredaran Narkoba di Tahun Baru

    Surabaya (beritajatim.com) – Peredaran narkoba di malam tahun baru diwaspadai bakal melonjak di Jawa Timur. Hal itu ditegaskan oleh Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto.

    “Kita memang mewaspadai peredaran narkoba pada malam pergantian tahun. Untuk perkara narkoba berkembang terus terutama menjelang hari besar seperti tahun baru ini,” ujar Kapolda.

    Berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan oleh Polda Jatim, diantaranya adalah penyekatan.

    “Pembatasan dari jalur darat, laut dan udara. Harapannya sebelum memasuki Jawa Timur sudah digagalkan,” ujarnya.

    Sementara Direskoba Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan tren perkara narkoba di tahun 2025 ini mengalami kenaikan hingga 6,49 persen. Kenaikan ini dari hasil pengungkapan baik itu pengedar maupun kurir.

    “Untuk pengguna kita lakukan rehabilitasi di tahun 2024 ada sekitar 900 yang kita RJ, kemudian di tahun 2025 ada 1400. Ada kenaikan, tersangka ada 2000 lebih yang di RJ dari seluruh jajaran,” ujar Dacosta.

    Untuk peredaran narkoba di tahun baru,
    Dacosta mengatakan sudah dilakukan antisipasi. Sebab banyak modus yang diguakan.

    “Anggota tetap melakukan antisipasi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti BNNP, Bea cukai, dan imigrasi,” ujarnya.

    Untuk tempat hiburan malam, raszia sudah dilakukan. Namun untuk malam tahun baru fokus pengamanan. Untuk itu Dacosta menghimbau agar warga selalu mengingatkan untuk berperang pada narkoba yang selalu jadi ancaman. [uci/but]

     

  • Masyarakat Pamekasan Diimbau Tidak Nyalakan Kembang Api Malam Tahun Baru

    Masyarakat Pamekasan Diimbau Tidak Nyalakan Kembang Api Malam Tahun Baru

    Pamekasan (beritajatim.com) – Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan pada malam pergantian tahun. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama serta menjaga solidaritas dan ketertiban masyarakat.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat Pamekasan untuk merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang sederhana, aman, dan bermanfaat. Tidak perlu menyalakan kembang api atau petasan, cukup dengan kegiatan positif bersama keluarga maupun lingkungan sekitar,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, Rabu (31/12/2025).

    Pihaknya menilai jika penggunaan kembang api maupun petasan sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti kebakaran, cedera fisik, hingga gangguan ketertiban umum. “Selain itu, suara ledakan petasan juga dapat mengganggu kenyamanan warga, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sedang beristirahat atau menjalankan ibadah,” ungkapnya.

    “Karena itu kami menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan tidak menyalakan kembang api, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan situasi yang kondusif dan aman,” imbuhnya.

    Tidak hanya itu, pihkanya bersama instansi terkait akan tetap melakukan pengamanan dan patroli selama malam pergantian tahun guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. “Oleh karena itu kami sangat berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini demi keselamatan bersama, serta menjaga suasana pergantian tahun yang penuh kedamaian dan kebersamaan,” imbaunya.

    “Hal ini penting untuk kami sampaikan, pertama sebagai bagian dari bentuk solidaritas demi menghormati saudara-saudara kita yang sedang berduka dan terdampak bencana. Tentunya juga demi keselamatan bersama, yakni dengan mencegah resiko kebakaran, kecelakaan dan gangguan keamanan lainnya,” pungkasnya. [pin/but]

  • Imigrasi Surabaya Tutup 2025 dengan Kinerja Optimal, Serapan Anggaran Capai 99,95 Persen

    Imigrasi Surabaya Tutup 2025 dengan Kinerja Optimal, Serapan Anggaran Capai 99,95 Persen

    Sidoarjo (beritajatim.com) — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang dinilai optimal di seluruh sektor strategis, mulai dari pelayanan keimigrasian, pengawasan dan penegakan hukum, hingga pemeriksaan lalu lintas orang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Juanda.

    Sepanjang 2025, Imigrasi Surabaya mencatat pengelolaan anggaran yang efektif dengan realisasi mencapai Rp31.498.861.160 dari pagu efektif sebesar Rp31.513.363.000 atau setara 99,95 persen. Sisa anggaran sebesar Rp14.501.840 berasal dari efisiensi pengadaan barang dan jasa melalui proses negosiasi.

    Di sektor pelayanan paspor, antusiasme masyarakat terhadap layanan keimigrasian terlihat dari total 106.159 paspor yang diterbitkan sepanjang tahun. Rinciannya meliputi 459 paspor biasa 24 halaman, 7.063 paspor biasa 48 halaman, serta 98.637 paspor elektronik (e-Paspor).

    Tingginya penerbitan e-Paspor menunjukkan meningkatnya kebutuhan perjalanan internasional sekaligus kepercayaan publik terhadap kualitas layanan Imigrasi Surabaya.

    Selain paspor, Imigrasi Surabaya juga melayani 3.208 permohonan izin tinggal keimigrasian. Permohonan tersebut terdiri dari 1.035 Izin Tinggal Kunjungan (ITK), 2.084 Izin Tinggal Terbatas (ITAS), dan 89 Izin Tinggal Tetap (ITAP). Dominasi permohonan ITAS mencerminkan tingginya aktivitas warga negara asing yang bekerja dan berkontribusi secara produktif di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

    Pada bidang pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian (Inteldak), sepanjang 2025 tercatat tujuh perkara pro justitia dengan sembilan orang terpidana. Selain itu, Imigrasi Surabaya juga menjatuhkan 326 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) hingga akhir tahun sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas dan terukur.

    Sementara di TPI Bandara Internasional Juanda, petugas Imigrasi Surabaya melayani sebanyak 2.470.856 perlintasan penumpang sejak 1 Januari hingga 30 Desember 2025, baik kedatangan maupun keberangkatan warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA). Pelayanan dilakukan dengan mengedepankan kelancaran arus penumpang, aspek keamanan negara, serta kenyamanan pengguna jasa.

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

    “Sepanjang 2025 kami berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas pelayanan publik, pengawasan keimigrasian, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran. Capaian ini menjadi fondasi penting untuk terus mendorong inovasi dan perbaikan layanan keimigrasian ke depan,” ujar Agus Winarto.

    Memasuki tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengawasan keimigrasian, serta menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (ted)

     

  • Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Pengangkatan CEO RS Pura Raharja, Kuasa Hukum Lapor Polda Jatim

    Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Pengangkatan CEO RS Pura Raharja, Kuasa Hukum Lapor Polda Jatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Kuasa Hukum Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim Adhy Karyono (Sekdaprov Jatim), Syaiful Ma’arif akan melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Rabu (31/12/2025).

    “Rencana sore ini kita akan laporkan, Iki kita sedang susun draft pelaporannya,” ujar Syaiful Ma’arif.

    Saat ditanya siapa yang akan dilaporkan? Syaiful mengatakan akan diungkapkan ketika dia sudah ada di Polda Jatim.

    Diberitakan sebelumnya, Syaiful Ma’arif memberikan peringatan terakhir kepada CEO RS Pura Raharja Surabaya, Ishaq Jayabrata untuk meninggalkan RS pada Rabu (31/12/2025).

    “Ini karena kami dapat bukti bahwa Saudara Rasiyo yang saat itu Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim, tanda tangannya diduga dipalsukan. Artinya, Surat Keputusan Nomor 006/AN-JATIM/X/2021 tentang Penunjukan Pelimpahan Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Rumah Sakit, yang menjadi dasar perpanjangan Saudara Ishaq Jayabrata sebagai CEO dalam kurun waktu 2021-2026 tidak sah, dan tidak memiliki dasar hukum yang sah secara hukum,” kata Syaiful kepada wartawan di kantornya, Selasa (30/12/2025).

    Menurut Syaiful, Rasiyo yang saat ini menjabat Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat telah memberikan dua surat pernyataan kepada pihaknya.

    Surat pertama berisi pernyataan bahwa benar adanya tanda tangannya diduga dipalsukan oleh pihak lain. Dan, surat kedua berisi pernyataan Rasiyo bahwa RS Pura Raharja merupakan aset milik KORPRI Jatim, dalam hal ini pengelolaannya di bawah naungan Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo yang dikonfirmasi beritajatim.com terpisah mengakui bahwa tanda tangannya benar diduga dipalsukan.

    “Kelihatannya begitu (dipalsukan, red). Saya juga nggak tahu siapa yang memalsukan. Saya berharap bisa kondusif untuk permasalahan RS Pura Raharja ini. Saya pastikan yang berwenang saat ini adalah Sekdaprov Pak Adhy Karyono sebagai Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim. Saya harap Pak Adhy bisa bertemu dengan Pak Imam Utomo sebagai penasihat perkumpulan. Pak Ishaq Jayabrata juga jangan asal dipecat sebagai CEO. Beliau berjasa membesarkan RS Pura Raharja. Mungkin bisa dikasih posisi sebagai Wakil CEO atau Koordinator Pengawas RS,” tutur Rasiyo. [uci/ted]

  • Polda Jatim Amankan Tersangka Ketiga Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina

    Polda Jatim Amankan Tersangka Ketiga Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina

    Surabaya (beritajatim.com) – Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, kembali menangkap satu tersangka dalam kasus perusakan rumah milik nenek Elina.

    Tersangka berinisial SY diamankan tim penyidik pada Selasa malam, 30 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, penangkapan dilakukan saat tersangka berada di sebuah warung kopi Surabaya.

    “Tadi malam tim penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah menangkap satu orang tersangka lagi yang diduga sebagai pelaku tindak pidana Pasal 170 KUHP terkait perusakan rumah nenek Elina,” ujar Kombes Pol Jules, Rabu (31/12/2025).

    Dengan penangkapan SY, total tersangka yang berhasil diamankan oleh Direskrimum Polda Jatim dalam kasus ini menjadi tiga orang.

    Sebelumnya, penyidik telah lebih dulu menangkap tersangka MJ, setelah penangkapan tersangka SAK.

    Menurut Kabid Humas Polda Jatim tersangka SY memiliki peran yang sama dengan pelaku lainnya, yakni turut membantu mengeluarkan nenek Elina dari dalam rumah saat peristiwa pengerusakan terjadi.

    “Saat ini proses penyidikan masih berjalan dan kami akan menelusuri secara menyeluruh pihak-pihak lain yang terlibat,” jelas Kombes Abast.

    Polda Jatim memastikan bahwa identitas para tersangka mengarah pada pelaku yang terekam dalam video viral terkait peristiwa tersebut.

    Kombes Pol Abast mengatakan penyidik akan terus mendalami peran masing-masing tersangka berdasarkan alat bukti yang ada.

    “Kurang lebih berdasarkan alat bukti rekaman video, nanti akan kita telusuri lebih jauh terkait peran para tersangka,” tambah Kombes Pol Abast.

    Hingga saat ini, penyidik Polda Jatim telah memeriksa delapan orang saksi dalam kasus tersebut.

    “Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka, seiring pendalaman penyidikan,” pungkas Kombes Abast.

    Dalam kasus ini Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana perusakan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara. [uci/ted]

  • Akhir Tahun 2025, Kapolres Gresik Pimpin Kenaikan Pangkat Personel

    Akhir Tahun 2025, Kapolres Gresik Pimpin Kenaikan Pangkat Personel

    Gresik (beritajatim.com) – Momentum akhir tahun 2025 dimanfaatkan Polres Gresik untuk menggelar upacara kenaikan pangkat personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN). Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Rabu (31/12/2025).

    Dalam tradisi kenaikan pangkat tersebut, sebanyak 96 personel Polri dan 5 ASN Polres Gresik resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama Polres Gresik, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel.

    Adapun rincian kenaikan pangkat personel Polri adalah sebagai berikut:

    – 1 personel dari AKP ke Kompol,
    – 8 personel dari Iptu ke AKP,
    – 5 personel dari Ipda ke Iptu,
    – 1 personel dari Aiptu ke Ipda,
    – 45 personel dari Aipda ke Aiptu,
    – 21 personel dari Bripka ke Aipda,
    – 11 personel dari Briptu ke Brigpol, dan
    – 4 personel dari Bripda ke Briptu.

    Sementara itu, untuk ASN Polres Gresik, 4 personel naik pangkat dari Pengatur I ke Penata Muda, dan 1 personel dari Penata Muda Tingkat I ke Pengatur.

    Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar rutinitas atau formalitas semata.

    “Kenaikan pangkat bukan sekadar rutinitas atau formalitas, melainkan rahmat dan anugerah yang patut disyukuri. Ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, prestasi, serta dukungan pimpinan dan keluarga,” ujar AKBP Rovan.

    Pada kesempatan yang sama, Kapolres Gresik juga memberikan penghormatan kepada personel yang memasuki masa purna tugas periode Juli hingga Desember 2025. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian para purnawirawan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran selama bertugas di institusi Polri.

    “Sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya. Semoga masa purna tugas dijalani dengan bahagia dan tetap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” imbuhnya.

    Sebagai bagian dari tradisi, para personel yang naik pangkat disiram air menggunakan mobil water cannon sebagai simbol rasa syukur dan kesiapan mengemban tanggung jawab yang lebih besar. [dny/but]

  • Satlantas Polres Ngawi Catat 45.816 Teguran Lalu Lintas Sepanjang 2025

    Satlantas Polres Ngawi Catat 45.816 Teguran Lalu Lintas Sepanjang 2025

    Ngawi (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi Polda Jawa Timur mencatat sebanyak 45.816 teguran lalu lintas sepanjang tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan pendekatan penegakan hukum yang lebih humanis dan berorientasi pada edukasi kepada masyarakat.

    Data Satlantas Polres Ngawi menunjukkan, jumlah teguran pada 2025 meningkat sekitar 55 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 29.475 teguran. Peningkatan ini terjadi seiring kebijakan penindakan yang lebih mengedepankan pencegahan daripada sanksi tilang.

    Sementara itu, jumlah pelanggaran yang ditindak dengan tilang justru mengalami penurunan. Pada 2024, tilang manual tercatat sebanyak 4.475 pelanggaran, sedangkan pada 2025 menurun menjadi 3.975 pelanggaran atau turun sekitar 11 persen.

    Penurunan juga terjadi pada penindakan berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Jika pada 2024 tercatat 2.302 pelanggaran, maka pada 2025 jumlahnya turun signifikan menjadi 1.203 pelanggaran atau berkurang sekitar 47 persen. Kondisi ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepatuhan pengguna jalan di Kabupaten Ngawi.

    Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi strategi utama Polres Ngawi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sepanjang 2025. Menurutnya, langkah pencegahan dan edukasi mulai menunjukkan hasil positif.

    Kebijakan tersebut ditegaskan oleh Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika yang menjelaskan bahwa peningkatan jumlah teguran merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran berlalu lintas tanpa selalu mengedepankan sanksi hukum.

    “Kami fokus pada edukasi dan pencegahan. Teguran diberikan agar masyarakat memahami kesalahan dan tidak mengulanginya, sehingga keselamatan berlalu lintas bisa terwujud bersama,” ujar AKP Yuliana Plantika, Rabu (31/12/2025).

    Melalui pendekatan ini, Polres Ngawi berharap dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Ke depan, pelayanan yang humanis dan responsif akan terus diperkuat guna menciptakan lalu lintas yang aman dan berbudaya di wilayah Kabupaten Ngawi. [fiq/beq]

  • Polres Lumajang Kesulitan Buru Pelaku Utama Penanam Ganja di Lereng Semeru

    Polres Lumajang Kesulitan Buru Pelaku Utama Penanam Ganja di Lereng Semeru

    Lumajang (beritajatim.com) – Sosok Edi, terduga pelaku utama penanam ganja di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih belum terungkap hingga penghujung tahun 2025.

    Kepolisian Resort (Polres) Lumajang bahkan mengalami kesulitan untuk memburu jejak Edi yang sudah lama dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Padahal, sebelumnya polisi sudah mengantongi sebuah identitas berupa foto yang diduga kuat sebagai sososk Edi.

    Sebagai informasi, sosok Edi disebut-sebut sebagai otak dari aktivitas ilegal penanaman ganja di kawasan hutan konservasi Gunung Semeru.

    Adapun perannya, Edi diketahui merupakan orang yang menyediakan lahan, bibit, pupuk hingga pengepul hasil panen tanaman ganja.

    Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, pihaknya masih terus berupaya untuk memburu DPO Edi.

    Menurutnya, belum ada hasil yang didapat dari upaya pencarian di beberapa tempat yang diduga kuat menjadi tujuan pelarian Edi.

    “Jadi memang masih ada DPO yang saat ini melarikan diri, dan kita masih terus melakukan pencarian. Namun di beberapa tempat yang sudah kita lakukan pencarian belum kita temukan,” terang Alex saat dikonfirmasi di Mapolres Lumajang, Rabu (31/12/2025).

    Meski sudah mengantongi identitas berupa foto, polisi masih sangat kesulitan untuk mengungkap siapa Edi.

    Alex mengaku, Edi seolah-olah sangat mudah memanipulasi identitasnya untuk mengelabui masyarakat bahkan petugas.

    Sehingga, Alex menyebut pihaknya harus berupaya dengan lebih teliti selama melakukan proses pencarian.

    “Identitas inikan gampang sekali dimanipulasi, dengan merubah gaya, dengan merubah warna dan ciri-ciri. Itu untuk mengelabui petugas dan seluruh masyarakat. Jadi, dibutuhkan ketelitian khusus dalam melakukan upaya penyelidikan pencarian,” ungkapnya. (has)

  • Prabowo Tiba di Silangit, Tinjau Langsung Pemulihan Pascabencana

    Prabowo Tiba di Silangit, Tinjau Langsung Pemulihan Pascabencana

    Tapanuli (beritajatim.com) — Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara untuk meninjau kembali secara langsung lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara dan Aceh.

    Prabowo mengenakan pakaian kemeja safari berwarna krem dan topi biru. Hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

    Tampak juga Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

    Kemudian turut mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan, serta Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa.

    Prabowo kemudian berjalan menuju Helikopter TNI AU Caracal untuk meninjau jembatan bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

    Di lokasi tersebut, Prabowo melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan jembatan, sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas dan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. (hen/ted)