Jakarta: Program pengembangan kewirausahaan bagi perempuan menjadi perhatian sejumlah perusahaan.
Salah satu perusahaan transportasi, Bluebird membuat program yang menghadirkan pelatihan pengembangan diri antara lain lewat kelas tata boga, tata busana, dan tata rias.
Program ini telah memberdayakan ribuan istri dan anak pengemudi Bluebird Group. Program yang diinisiasi oleh Noni Purnomo, Founder Bluebird Peduli, punya visi mewujudkan keluarga sejahtera melalui peningkatan peran perempuan.
Hal ini penting karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, perempuan mengelola 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia atau sekitar 37 juta UMKM dengan proyeksi di 2025 memiliki total nilai sebesar USD 135 miliar. Hal ini sekaligus merupakan cerminan begitu pentingnya peran women entrepreneur terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto (Andre) Djokosoetono, menuturkan program ini memberikan keterampilan teknologi untuk mendukung pengelolaan usaha, seperti pemasaran daring dan pengembangan produk kreatif.
“Upaya ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan peran perempuan di rumah tangga dapat bersaing di tengah dinamika era digital,” tegas dia dikutip Sabtu, 28 Desember 2024.
Perjalanan ini juga sejalan dengan visi keberlanjutan Bluebird Group melalui pilar BlueLife yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial. Dia menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan keluarga besar Bluebird.
“Program ini tidak hanya tentang pemberdayaan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk mewujudkan potensi terbaik mereka,” tegas dia.
Dia menjelaskan banyak cerita inspiratif yang lahir dari keberhasilan peserta, yang terus memotivasi Bluebird untuk mengembangkan program ini agar semakin banyak keluarga menjadi sejahtera. Program ini hadir untuk memberikan peluang bagi perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami terus berupaya memberikan dampak positif bagi pengemudi dan keluarganya yang merupakan pilar penting dari perusahaan,” tutup Andre.
Pelatihan kewirausahaan pelaku UMKM perempuan
Program serupa juga dilakukan dengan Standard Chartered Bank Indonesia memberikan program pelatihan kewirausahaan kepada pelaku UMKM perempuan. Lewat program Women in Entrepreneurship (WiE), pelaku UMKM perempuan akan mendapatkan pelatihan teknologi seperti penggunaan media sosial hingga kecerdasan buatan.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan dalam dunia kewirausahaan dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program WiE menyediakan berbagai fasilitas, termasuk pelatihan, mentoring, dan akses ke sumber daya yang diperlukan bagi perempuan yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis mereka.
Proyek WiE merupakan kerja sama Standard Chartered Indonesia dengan Yayasan Benih Baik, yang akan diimplementasikan sepanjang tahun 2024, dengan menargetkan 3.000 pelaku UMKM agar dapat lebih memanfaatkan perkembangan teknologi, salah satunya adalah artificial inteligence.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM RI, Rully Nuryanto, turut menambahkan visi Kementerian Koperasi dan UKM yang menyasar wirausaha muda termasuk dari kalangan perempuan.
“Dalam rangka menciptakan future SMEs melalui peningkatan kapasitas UMKM berbasis inovasi dan teknologi.” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id
(SAW)