Author: Medcom.id

  • Prakiraan Cuaca 15 Januari 2026: Jabodetabek Masih Diguyur Hujan

    Prakiraan Cuaca 15 Januari 2026: Jabodetabek Masih Diguyur Hujan

    Jakarta: Berdasarkan data terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diperkirakan didominasi awan tebal hingga hujan pada Kamis, 15 Januari 2026.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan sejak pagi.
     
    Prakiraan Cuaca Jabodetabek Kamis (15/1):

    Pagi Hari

    Sebagian besar wilayah Jabodetabek diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal pada pagi hari. Hujan ringan berpotensi terjadi di Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, serta sebagian wilayah Kabupaten Tangerang.

    Suhu udara berada di kisaran 24–26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
     

    Siang Hari

    Memasuki siang hari, intensitas hujan diprediksi meningkat. Hujan ringan berpeluang mengguyur Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

    Sementara itu, Depok, Bekasi, serta Tangerang Selatan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Adapun wilayah Kota dan Kabupaten Bogor perlu meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi dilanda hujan lebat.

    Sore hingga Malam Hari

    Pada sore hari, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah sebelum berangsur mereda pada malam hari. BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang masih mungkin terjadi di Tangerang dan Bogor, sedangkan wilayah Jakarta diprediksi didominasi cuaca mendung.
     
    Peringatan Dini

    BMKG memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lereng dan bantaran sungai di Bogor agar mewaspadai potensi banjir bandang serta tanah longsor akibat tingginya akumulasi curah hujan.

    “Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba yang dapat mengganggu aktivitas transportasi dan lalu lintas,” tulis keterangan resmi BMKG.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal media sosial resmi @infoBMKG guna memperoleh informasi terbaru secara real-time.

    Jakarta: Berdasarkan data terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diperkirakan didominasi awan tebal hingga hujan pada Kamis, 15 Januari 2026.
     
    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan sejak pagi.
     

    Prakiraan Cuaca Jabodetabek Kamis (15/1):

    Pagi Hari
     
    Sebagian besar wilayah Jabodetabek diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal pada pagi hari. Hujan ringan berpotensi terjadi di Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, serta sebagian wilayah Kabupaten Tangerang.

    Suhu udara berada di kisaran 24–26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
     

     
    Siang Hari
     
    Memasuki siang hari, intensitas hujan diprediksi meningkat. Hujan ringan berpeluang mengguyur Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
     
    Sementara itu, Depok, Bekasi, serta Tangerang Selatan diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Adapun wilayah Kota dan Kabupaten Bogor perlu meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi dilanda hujan lebat.
     
    Sore hingga Malam Hari
     
    Pada sore hari, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah sebelum berangsur mereda pada malam hari. BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang masih mungkin terjadi di Tangerang dan Bogor, sedangkan wilayah Jakarta diprediksi didominasi cuaca mendung.
     

    Peringatan Dini

    BMKG memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lereng dan bantaran sungai di Bogor agar mewaspadai potensi banjir bandang serta tanah longsor akibat tingginya akumulasi curah hujan.
     
    “Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba yang dapat mengganggu aktivitas transportasi dan lalu lintas,” tulis keterangan resmi BMKG.
     
    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal media sosial resmi @infoBMKG guna memperoleh informasi terbaru secara real-time.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Save the Children Ungkap Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

    Save the Children Ungkap Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

    Jakarta: Anak-Anak Indonesia semakin hidup di ruang digital, namun di saat yang
    sama menghadapi tekanan serius terhadap kesehatan mental dan perlindungan mereka. Di sisi lain, krisis iklim yang kian nyata juga berdampak langsung pada pemenuhan h
    mulai dari pangan, pendidikan hingga rasa aman. 

    Temuan ini disampaikan dalam diskusi media awal Tahun 2026 oleh Save the Children pada Rabu, 14 Januari 2026.

    Studi Save the Children Indonesia tahun 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak menunjukan bahwa hampir 40% anak usia SMP menghabiskan
    waktu 3-6 jam per hari di depan gawai, dengan puncak penggunaan terjadi pada pukul 18.00-21.00.

    Perempuan tercatat menghabiskan waktu layar lebih lama dibandingkan anak laki-laki. Temuan ini menguatkan fakta bahwa dunia digital telah menjadi ruang hidup utama anak, bahkan ketika sekolah melarang penggunaan ponsel, anak tetap berupaya mengakses gawai saat jam pelajaran.

    Hal lain yang ditemukan dalam studi yakni meningkatnya literasi digital tidak berkorelasi  dengan kesejahteraan mental anak. Semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak. 

    Studi juga menjelaskan bahwa anak-anak umumnya memahami berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian dan perundungan siber. Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.

    “Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” ungkap Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.

    Di saat vang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan bahwa krisis iklim telah merenggut hak hak anak. 

    Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kesehatan anak, menurunkan pendapatan keluarga, serta meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam
    situasi bencana.

    Bersama Save the Children dengan Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2
    menemukan bahwa kecukupan air bersih di lokasi pengungsian masih belum merata, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga. Banyak fasilitas
    yang terdampak dan tidak mampu melayani secara optimal, sementara kebutuhan balita, ibu menyusui belum terpenuhi secara memadai.
     

    Menghadapi situasi ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya pendekatan
    perlindungan anak yang komprehensif dan terintegrasi. Memasuki tahun 2026, terdapat sejumlah prioritas mendesak antara lain memperkuat keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan, sistem perlindungan dan partisipasi anak, guru serta orang tua; meningkatkan literasi adaptasi krisis iklim dan aksi iklim yang bermakna bagi anak; serta memastikan pemenuhan hak anak dalam tahapan transisi pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

    “Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman. Tanpa perlindungan pemenuhan hak anak hari ini, cita -cita itu akan sulit tercapai,” tegas Dessy.

    Jakarta: Anak-Anak Indonesia semakin hidup di ruang digital, namun di saat yang
    sama menghadapi tekanan serius terhadap kesehatan mental dan perlindungan mereka. Di sisi lain, krisis iklim yang kian nyata juga berdampak langsung pada pemenuhan h
    mulai dari pangan, pendidikan hingga rasa aman. 
     
    Temuan ini disampaikan dalam diskusi media awal Tahun 2026 oleh Save the Children pada Rabu, 14 Januari 2026.
     
    Studi Save the Children Indonesia tahun 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak menunjukan bahwa hampir 40% anak usia SMP menghabiskan
    waktu 3-6 jam per hari di depan gawai, dengan puncak penggunaan terjadi pada pukul 18.00-21.00.

    Perempuan tercatat menghabiskan waktu layar lebih lama dibandingkan anak laki-laki. Temuan ini menguatkan fakta bahwa dunia digital telah menjadi ruang hidup utama anak, bahkan ketika sekolah melarang penggunaan ponsel, anak tetap berupaya mengakses gawai saat jam pelajaran.
     
    Hal lain yang ditemukan dalam studi yakni meningkatnya literasi digital tidak berkorelasi  dengan kesejahteraan mental anak. Semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak. 
     
    Studi juga menjelaskan bahwa anak-anak umumnya memahami berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian dan perundungan siber. Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.
     
    “Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” ungkap Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.
     
    Di saat vang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan bahwa krisis iklim telah merenggut hak hak anak. 
     
    Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kesehatan anak, menurunkan pendapatan keluarga, serta meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam
    situasi bencana.
     
    Bersama Save the Children dengan Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2
    menemukan bahwa kecukupan air bersih di lokasi pengungsian masih belum merata, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga. Banyak fasilitas
    yang terdampak dan tidak mampu melayani secara optimal, sementara kebutuhan balita, ibu menyusui belum terpenuhi secara memadai.
     

     
    Menghadapi situasi ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya pendekatan
    perlindungan anak yang komprehensif dan terintegrasi. Memasuki tahun 2026, terdapat sejumlah prioritas mendesak antara lain memperkuat keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan, sistem perlindungan dan partisipasi anak, guru serta orang tua; meningkatkan literasi adaptasi krisis iklim dan aksi iklim yang bermakna bagi anak; serta memastikan pemenuhan hak anak dalam tahapan transisi pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
     
    “Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman. Tanpa perlindungan pemenuhan hak anak hari ini, cita -cita itu akan sulit tercapai,” tegas Dessy.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Setelah Viral, Patung Macan Putih Balongjeruk Kini Kantongi Sertifikat Hak Cipta

    Setelah Viral, Patung Macan Putih Balongjeruk Kini Kantongi Sertifikat Hak Cipta

    Jakarta: Fenomena viralnya patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, kini memasuki babak baru. Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur secara resmi menyerahkan surat pencatatan hak cipta atas karya seni tersebut kepada pemerintah desa setempat.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto, mengemukakan bahwa pencatatan hak cipta pada ikon Desa Balongjeruk ini merupakan salah satu langkah strategis mengingat eksposur publik yang sangat tinggi, perlindungan kekayaan intelektual (KI) menjadi sangat krusial agar tidak terjadi klaim sepihak atau komersialisasi ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Seni patung Macan Putih yang hari ini menerima sertifikat hak cipta adalah bukti bahwa potensi budaya lokal memiliki nilai dan kedudukan hukum yang sama dengan karya-karya besar lainnya,” kata Haris dikutip dari Antara, Rabu, 14 Januari 2026.

    Haris juga menambahkan bahwa perlindungan KI merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan adanya payung hukum, potensi seni dan budaya daerah dapat bertransformasi menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

    “Kami mendorong agar setiap potensi lokal, baik seni, budaya, maupun produk kreatif lainnya, dilindungi secara hukum, karena dari sanalah nilai tambah ekonomi dan pengembangan ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh,” ujar Haris.

    Kepala Desa Balongjeruk, Imam Syafii, menyambut baik respons cepat dari pihak Kemenkum Jatim. Menurutnya, pencatatan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan suntikan semangat bagi warga desa untuk terus berinovasi.

    “Perlindungan kekayaan intelektual ini menjadi penyemangat bagi masyarakat Balongjeruk untuk menghasilkan karya-karya kreatif yang pada akhirnya bisa meningkatkan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Imam Syafii.
     

    Patung Macan Putih ini merupakan buah karya seniman lokal, Suwari, yang telah berkecimpung di dunia seni rupa sejak tahun 1980-an. Menariknya, karya yang dikerjakan dalam waktu 19 hari dengan modal awal Rp3,5 juta ini sempat menuai perdebatan netizen sejak dipasang pada Desember 2025 lalu.

    Meskipun visualnya sempat dikritik secara beragam di media sosial, viralnya ikon tersebut justru menjadi berkah bagi Desa Balongjeruk. Saat ini, kawasan sekitar patung bertransformasi menjadi pusat keramaian baru. Pedagang UMKM, PKL, hingga penjual pernak-pernik bertema Macan Putih mulai bermunculan, meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor wisata swafoto.

    Keunikan dan nilai historis patung ini bahkan sempat membuat pihak luar menawar karya tersebut senilai Rp180 juta. Namun, tawaran fantastis itu ditolak demi mempertahankan jati diri dan ikon kebanggaan Desa Balongjeruk.

    (Fany Wirda Putri)

    Jakarta: Fenomena viralnya patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, kini memasuki babak baru. Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur secara resmi menyerahkan surat pencatatan hak cipta atas karya seni tersebut kepada pemerintah desa setempat.
     
    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto, mengemukakan bahwa pencatatan hak cipta pada ikon Desa Balongjeruk ini merupakan salah satu langkah strategis mengingat eksposur publik yang sangat tinggi, perlindungan kekayaan intelektual (KI) menjadi sangat krusial agar tidak terjadi klaim sepihak atau komersialisasi ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
     

    “Seni patung Macan Putih yang hari ini menerima sertifikat hak cipta adalah bukti bahwa potensi budaya lokal memiliki nilai dan kedudukan hukum yang sama dengan karya-karya besar lainnya,” kata Haris dikutip dari Antara, Rabu, 14 Januari 2026.

    Haris juga menambahkan bahwa perlindungan KI merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan adanya payung hukum, potensi seni dan budaya daerah dapat bertransformasi menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
     
    “Kami mendorong agar setiap potensi lokal, baik seni, budaya, maupun produk kreatif lainnya, dilindungi secara hukum, karena dari sanalah nilai tambah ekonomi dan pengembangan ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh,” ujar Haris.
     
    Kepala Desa Balongjeruk, Imam Syafii, menyambut baik respons cepat dari pihak Kemenkum Jatim. Menurutnya, pencatatan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan suntikan semangat bagi warga desa untuk terus berinovasi.
     
    “Perlindungan kekayaan intelektual ini menjadi penyemangat bagi masyarakat Balongjeruk untuk menghasilkan karya-karya kreatif yang pada akhirnya bisa meningkatkan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Imam Syafii.
     

     
    Patung Macan Putih ini merupakan buah karya seniman lokal, Suwari, yang telah berkecimpung di dunia seni rupa sejak tahun 1980-an. Menariknya, karya yang dikerjakan dalam waktu 19 hari dengan modal awal Rp3,5 juta ini sempat menuai perdebatan netizen sejak dipasang pada Desember 2025 lalu.
     
    Meskipun visualnya sempat dikritik secara beragam di media sosial, viralnya ikon tersebut justru menjadi berkah bagi Desa Balongjeruk. Saat ini, kawasan sekitar patung bertransformasi menjadi pusat keramaian baru. Pedagang UMKM, PKL, hingga penjual pernak-pernik bertema Macan Putih mulai bermunculan, meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor wisata swafoto.
     
    Keunikan dan nilai historis patung ini bahkan sempat membuat pihak luar menawar karya tersebut senilai Rp180 juta. Namun, tawaran fantastis itu ditolak demi mempertahankan jati diri dan ikon kebanggaan Desa Balongjeruk.
     
    (Fany Wirda Putri)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • ​Pemred Metro TV Raih Penghargaan Jurnalis Sahabat Anak Award dari Save the Children

    ​Pemred Metro TV Raih Penghargaan Jurnalis Sahabat Anak Award dari Save the Children

    Jakarta: Pemimpin Redaksi (Pemred) Metro TV, Budiyanto memperoleh penghargaan Jurnalis Sahabat Anak Award dari Save the Children. Penyerahan penghargaan  dilaksanakan di Antara Heritage, Rabu, 14 Januari 2026.

    Penghargaan ini merupakan bagian dari perayaan 50 tahun Save the Children yang jatuh pada 15 Mei mendatang. CEO Save The Children, Dessy Kurwiany Ukar mengatakan penghargaan merupakan bentuk apresiasi kepada media yang telah menyuarakan isu pemenuhan hak anak.

    “Kami ingin juga memberikan penghargaan kepada rekan-rekan jurnalis yang telah berkontribusi menyuarakan hak-hak anak, baik melalui peran strategisnya, maupun melalui karya jurnalistik yang konsisten dan perspektif terhadap hak-hak anak. Di usia kami yang 50 tahun, kami ingin mengajak rekan-rekan semua untuk terus berjalan bersama kami, tidak hanya memberitakan kebutuhan dan situasi yang dialami anak, tapi juga dampak positif ketangguhan dan harapan anak-anak Indonesia dari kerja-kerja pemenuhan kebutuhan hak-hak anak,” kata Dessydalam sambutannya Rabu, 14 Januari 2026.

    Penghargaan diterima Head of Media Academy, Prihadi Adhie yang mewakili Pemred Metro TV, Budiyanto. Prihadi apresiasi yang diberikan oleh Save The Children ini sangat bermakna, karena Metro TV dinilai telah turut berkontribusi menyuarakan hak-hak anak melalui pemberitaan.

    “Ini sangat berarti bagi kami yang menjadikan penghargaan ini menunjukkan bahwa media sangat berperang penting dalam menyuarakan hak-hak anak. Dan anak tidak lagi sebagai objek pemberitaan tapi juga sebagai subjek pemberitaan,” kata Prihadi.

    “Dan semoga juga dengan penghargaan ini kita lebih dalam ataupun juga lebih mempertebal suara-suara anak tidak hanya di layar kaca tapi juga setiap kebijakan-kebijakan yang diberikan atau yang dikeluarkan oleh pemerintah, ataupun lembaga seperti Save the Children.”
     

    Berbarengan dengan pemberian penghargaan   digelar juga diskusi media bertajuk Hak Anak: Agenda Prioritas 2026. Dalam pemaparannya Save The Children menyoroti tentang anak-anak Indonesia yang kini menghadapi tantangan ganda, yaitu kecanduan digital dan krisis iklim. 

    Anak-anak semakin kecanduan semakin kecanduan digital. Data Save the Children mengungkap hampir 40% anak usia SMP menghabiskan waktu per hari di depan gawai, dengan puncak penggunaan terjadi pada jam 6 malam. 

    Meski begitu anak-anak sudah mengerti berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian dan
    perundungan siber. Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk
    merespons secara aman dan sehat.

    “Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” jelas Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save The Children. 

    Di saat yang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan bahwa krisis iklim telah merenggut hak-hak anak. Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kes menurunkan pendapatan keluarga, serta meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam situasi bencana.

    Jakarta: Pemimpin Redaksi (Pemred) Metro TV, Budiyanto memperoleh penghargaan Jurnalis Sahabat Anak Award dari Save the Children. Penyerahan penghargaan  dilaksanakan di Antara Heritage, Rabu, 14 Januari 2026.
     
    Penghargaan ini merupakan bagian dari perayaan 50 tahun Save the Children yang jatuh pada 15 Mei mendatang. CEO Save The Children, Dessy Kurwiany Ukar mengatakan penghargaan merupakan bentuk apresiasi kepada media yang telah menyuarakan isu pemenuhan hak anak.
     
    “Kami ingin juga memberikan penghargaan kepada rekan-rekan jurnalis yang telah berkontribusi menyuarakan hak-hak anak, baik melalui peran strategisnya, maupun melalui karya jurnalistik yang konsisten dan perspektif terhadap hak-hak anak. Di usia kami yang 50 tahun, kami ingin mengajak rekan-rekan semua untuk terus berjalan bersama kami, tidak hanya memberitakan kebutuhan dan situasi yang dialami anak, tapi juga dampak positif ketangguhan dan harapan anak-anak Indonesia dari kerja-kerja pemenuhan kebutuhan hak-hak anak,” kata Dessydalam sambutannya Rabu, 14 Januari 2026.

    Penghargaan diterima Head of Media Academy, Prihadi Adhie yang mewakili Pemred Metro TV, Budiyanto. Prihadi apresiasi yang diberikan oleh Save The Children ini sangat bermakna, karena Metro TV dinilai telah turut berkontribusi menyuarakan hak-hak anak melalui pemberitaan.
     
    “Ini sangat berarti bagi kami yang menjadikan penghargaan ini menunjukkan bahwa media sangat berperang penting dalam menyuarakan hak-hak anak. Dan anak tidak lagi sebagai objek pemberitaan tapi juga sebagai subjek pemberitaan,” kata Prihadi.
     
    “Dan semoga juga dengan penghargaan ini kita lebih dalam ataupun juga lebih mempertebal suara-suara anak tidak hanya di layar kaca tapi juga setiap kebijakan-kebijakan yang diberikan atau yang dikeluarkan oleh pemerintah, ataupun lembaga seperti Save the Children.”
     

     
    Berbarengan dengan pemberian penghargaan   digelar juga diskusi media bertajuk Hak Anak: Agenda Prioritas 2026. Dalam pemaparannya Save The Children menyoroti tentang anak-anak Indonesia yang kini menghadapi tantangan ganda, yaitu kecanduan digital dan krisis iklim. 
     
    Anak-anak semakin kecanduan semakin kecanduan digital. Data Save the Children mengungkap hampir 40% anak usia SMP menghabiskan waktu per hari di depan gawai, dengan puncak penggunaan terjadi pada jam 6 malam. 
     
    Meski begitu anak-anak sudah mengerti berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian dan
    perundungan siber. Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk
    merespons secara aman dan sehat.
     
    “Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” jelas Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save The Children. 
     
    Di saat yang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan bahwa krisis iklim telah merenggut hak-hak anak. Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kes menurunkan pendapatan keluarga, serta meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam situasi bencana.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • ​5 Tempat Asyik untuk Short Trip ke Bandung yang Mudah Dijangkau

    ​5 Tempat Asyik untuk Short Trip ke Bandung yang Mudah Dijangkau

    Jakarta: Bandung selalu menjadi pilihan tepat untuk liburan singkat. Selain memiliki udara sejuk dan pemandangan yang menenangkan, kota ini juga memiliki berbagai tempat menarik yang bisa dinikmati dalam waktu singkat.

    Dengan perkembangan transportasi modern, perjalanan ke Bandung kini semakin mudah. Salah satunya adalah dengan menggunakan kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Harga tiket Whoosh yang sesuai dengan waktu tempuh cepat membuat transportasi ini cocok menjadi pilihan dalam merencanakan short trip yang efisien.
     
    5 Tempat Asyik untuk Short Trip ke Bandung
    Berikut ini adalah 5 tempat menarik di Bandung yang mudah dijangkau dan bisa dikunjungi ketika melakukan short trip.
     
    1. Taman Hutan Raya Djuanda
    Taman Hutan Raya Djuanda adalah oasis hijau yang menawarkan pengalaman alam yang menyegarkan. Pengunjung bisa menikmati udara sejuk sambil berjalan-jalan di antara pepohonan pinus yang tinggi.

    Selain itu, tempat ini juga memiliki beberapa spot menarik seperti Goa Belanda dan Goa Jepang, yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dengan jalur trekking yang mengarah ke air terjun dan berbagai lokasi foto, Taman Hutan Raya Djuanda menjadi tempat ideal untuk Anda yang ingin menikmati alam dan sejarah dalam satu paket.
     
    2. Cihampelas Walk
    Cihampelas Walk (Ciwalk) adalah pusat perbelanjaan yang menyatu dengan alam. Terletak di kawasan Cihampelas yang terkenal, Ciwalk bukan hanya tempat belanja, tetapi juga tempat bersantai sambil menikmati udara Bandung yang segar. Ada berbagai pilihan restoran, kafe, dan toko-toko unik di sepanjang jalannya.

    Yang menarik, area outdoor di Ciwalk menawarkan pemandangan kota Bandung dengan latar belakang pegunungan, menjadikannya spot sempurna untuk berfoto. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin berbelanja atau sekadar duduk santai sambil menikmati keindahan kota.
     
    3. Dago Dreampark
    Dago Dreampark menawarkan pengalaman wisata yang seru dengan berbagai wahana menarik di tengah alam yang asri. Di sini, pengunjung bisa menikmati flying fox, berfoto di spot-spot instagramable, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan indah.

    Untuk keluarga, Dago Dreampark adalah pilihan tepat karena menawarkan kegiatan yang bisa dinikmati oleh semua usia. Selain itu, dengan banyaknya tanaman dan bunga yang ditata rapi, suasana di tempat ini sangat cocok untuk mereka yang ingin menikmati liburan singkat namun tetap menikmati keindahan alam.
     
    4. Jalan Braga
    Braga Street adalah salah satu jalan paling ikonik di Bandung dengan nuansa sejarah yang kental. Jalan yang dipenuhi dengan bangunan bergaya kolonial Belanda ini menawarkan pengalaman berbelanja di toko-toko antik dan kafe-kafe klasik.

    Braga juga terkenal dengan atmosfer yang hidup, terutama saat malam hari ketika lampu jalanan dan kafe-kafe terbuka menciptakan suasana romantis. Selain menikmati arsitektur klasik, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner khas Bandung yang ada di sepanjang jalan ini.
     
    5. Trans Studio Bandung
    Bagi yang mencari hiburan keluarga atau teman, Trans Studio Bandung adalah pilihan yang sangat seru. Sebagai taman hiburan indoor terbesar di Indonesia, Trans Studio menawarkan berbagai wahana menarik, mulai dari roller coaster hingga atraksi bertema luar angkasa yang memacu adrenalin.

    Tempat ini sangat cocok untuk keluarga karena menawarkan berbagai wahana yang aman dan menyenangkan untuk segala usia. Setelah puas bermain, Anda bisa menikmati berbagai pilihan makanan dan oleh-oleh yang ada di area sekitar Trans Studio.

    Dengan jarak tempuh yang hanya berkisar antara 20 hingga 30 menit dari stasiun Whoosh, kelima destinasi wisata ini memberikan pengalaman short trip yang seru dan mudah dijangkau. Mulai dari wisata alam di Taman Hutan Raya Djuanda, belanja dan bersantai di Cihampelas Walk, hingga serunya wahana di Trans Studio Bandung, semuanya bisa Anda nikmati dalam waktu singkat.

    Jika Anda tertarik untuk merencanakan perjalanan ke Bandung, cobalah menggunakan kereta cepat Whoosh yang memberikan kenyamanan dan efisiensi waktu. Jangan ragu untuk mencari informasi tentang harga tiket Whoosh melalui Traveloka dan rencanakan liburan singkat Anda ke Bandung sekarang juga!

    Jakarta: Bandung selalu menjadi pilihan tepat untuk liburan singkat. Selain memiliki udara sejuk dan pemandangan yang menenangkan, kota ini juga memiliki berbagai tempat menarik yang bisa dinikmati dalam waktu singkat.
     
    Dengan perkembangan transportasi modern, perjalanan ke Bandung kini semakin mudah. Salah satunya adalah dengan menggunakan kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Harga tiket Whoosh yang sesuai dengan waktu tempuh cepat membuat transportasi ini cocok menjadi pilihan dalam merencanakan short trip yang efisien.
     
    5 Tempat Asyik untuk Short Trip ke Bandung
    Berikut ini adalah 5 tempat menarik di Bandung yang mudah dijangkau dan bisa dikunjungi ketika melakukan short trip.
     
    1. Taman Hutan Raya Djuanda
    Taman Hutan Raya Djuanda adalah oasis hijau yang menawarkan pengalaman alam yang menyegarkan. Pengunjung bisa menikmati udara sejuk sambil berjalan-jalan di antara pepohonan pinus yang tinggi.
     
    Selain itu, tempat ini juga memiliki beberapa spot menarik seperti Goa Belanda dan Goa Jepang, yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dengan jalur trekking yang mengarah ke air terjun dan berbagai lokasi foto, Taman Hutan Raya Djuanda menjadi tempat ideal untuk Anda yang ingin menikmati alam dan sejarah dalam satu paket.
     
    2. Cihampelas Walk
    Cihampelas Walk (Ciwalk) adalah pusat perbelanjaan yang menyatu dengan alam. Terletak di kawasan Cihampelas yang terkenal, Ciwalk bukan hanya tempat belanja, tetapi juga tempat bersantai sambil menikmati udara Bandung yang segar. Ada berbagai pilihan restoran, kafe, dan toko-toko unik di sepanjang jalannya.

    Yang menarik, area outdoor di Ciwalk menawarkan pemandangan kota Bandung dengan latar belakang pegunungan, menjadikannya spot sempurna untuk berfoto. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin berbelanja atau sekadar duduk santai sambil menikmati keindahan kota.
     

    3. Dago Dreampark
    Dago Dreampark menawarkan pengalaman wisata yang seru dengan berbagai wahana menarik di tengah alam yang asri. Di sini, pengunjung bisa menikmati flying fox, berfoto di spot-spot instagramable, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan indah.
     
    Untuk keluarga, Dago Dreampark adalah pilihan tepat karena menawarkan kegiatan yang bisa dinikmati oleh semua usia. Selain itu, dengan banyaknya tanaman dan bunga yang ditata rapi, suasana di tempat ini sangat cocok untuk mereka yang ingin menikmati liburan singkat namun tetap menikmati keindahan alam.
     
    4. Jalan Braga
    Braga Street adalah salah satu jalan paling ikonik di Bandung dengan nuansa sejarah yang kental. Jalan yang dipenuhi dengan bangunan bergaya kolonial Belanda ini menawarkan pengalaman berbelanja di toko-toko antik dan kafe-kafe klasik.
     
    Braga juga terkenal dengan atmosfer yang hidup, terutama saat malam hari ketika lampu jalanan dan kafe-kafe terbuka menciptakan suasana romantis. Selain menikmati arsitektur klasik, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner khas Bandung yang ada di sepanjang jalan ini.
     
    5. Trans Studio Bandung
    Bagi yang mencari hiburan keluarga atau teman, Trans Studio Bandung adalah pilihan yang sangat seru. Sebagai taman hiburan indoor terbesar di Indonesia, Trans Studio menawarkan berbagai wahana menarik, mulai dari roller coaster hingga atraksi bertema luar angkasa yang memacu adrenalin.
     
    Tempat ini sangat cocok untuk keluarga karena menawarkan berbagai wahana yang aman dan menyenangkan untuk segala usia. Setelah puas bermain, Anda bisa menikmati berbagai pilihan makanan dan oleh-oleh yang ada di area sekitar Trans Studio.
     
    Dengan jarak tempuh yang hanya berkisar antara 20 hingga 30 menit dari stasiun Whoosh, kelima destinasi wisata ini memberikan pengalaman short trip yang seru dan mudah dijangkau. Mulai dari wisata alam di Taman Hutan Raya Djuanda, belanja dan bersantai di Cihampelas Walk, hingga serunya wahana di Trans Studio Bandung, semuanya bisa Anda nikmati dalam waktu singkat.
     
    Jika Anda tertarik untuk merencanakan perjalanan ke Bandung, cobalah menggunakan kereta cepat Whoosh yang memberikan kenyamanan dan efisiensi waktu. Jangan ragu untuk mencari informasi tentang harga tiket Whoosh melalui Traveloka dan rencanakan liburan singkat Anda ke Bandung sekarang juga!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (MMI)

  • Makna Kunjungan Prabowo ke IKN, Ini Kata Pengamat

    Makna Kunjungan Prabowo ke IKN, Ini Kata Pengamat

    Jakarta: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menegaskan komitmen keberlanjutan proyek strategis nasional, meski tidak masuk dalam daftar program prioritas pemerintahannya.

    Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, mengatakan kehadiran Prabowo bukan sekadar formalitas, tetapi langkah politik untuk memastikan pembangunan IKN tetap berjalan.

    “Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN mempertegas adanya keberlanjutan pembangunan IKN,” ujar Yusak, dikutip dari Media Indonesia, Selasa (13/1).

    Menurut Yusak, IKN merupakan warisan pemerintahan Joko Widodo yang ingin dijaga keberlanjutannya.
     

    “Kunjungan Presiden ke IKN saya kira bukan sekadar formalitas, tetapi ingin memastikan keberlangsungan program yang menjadi legacy pendahulunya,” katanya.

    Selain makna simbolik, kunjungan ini juga penting secara politik dan ekonomi. “Secara politik, kunjungan Presiden ke IKN juga menjadi bagian dari cara Prabowo merawat hubungan dengan Jokowi,” ujar Yusak. Ia menambahkan, kehadiran presiden memberi sinyal kepada investor bahwa proyek IKN tetap diperhatikan, meski bukan prioritas utama.

    “Kalau dibiarkan mangkrak total, justru akan menjadi beban politik Prabowo dan berpotensi merusak hubungan baik dengan Jokowi,” pungkas Yusak.

    Jakarta: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menegaskan komitmen keberlanjutan proyek strategis nasional, meski tidak masuk dalam daftar program prioritas pemerintahannya.
     
    Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, mengatakan kehadiran Prabowo bukan sekadar formalitas, tetapi langkah politik untuk memastikan pembangunan IKN tetap berjalan.
     
    “Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN mempertegas adanya keberlanjutan pembangunan IKN,” ujar Yusak, dikutip dari Media Indonesia, Selasa (13/1).

    Menurut Yusak, IKN merupakan warisan pemerintahan Joko Widodo yang ingin dijaga keberlanjutannya.
     

     
    “Kunjungan Presiden ke IKN saya kira bukan sekadar formalitas, tetapi ingin memastikan keberlangsungan program yang menjadi legacy pendahulunya,” katanya.
     
    Selain makna simbolik, kunjungan ini juga penting secara politik dan ekonomi. “Secara politik, kunjungan Presiden ke IKN juga menjadi bagian dari cara Prabowo merawat hubungan dengan Jokowi,” ujar Yusak. Ia menambahkan, kehadiran presiden memberi sinyal kepada investor bahwa proyek IKN tetap diperhatikan, meski bukan prioritas utama.
     
    “Kalau dibiarkan mangkrak total, justru akan menjadi beban politik Prabowo dan berpotensi merusak hubungan baik dengan Jokowi,” pungkas Yusak.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Perkuat Tata Kelola Desa, S2P Dorong Kompetensi Perangkat Desa

    Perkuat Tata Kelola Desa, S2P Dorong Kompetensi Perangkat Desa

    Jakarta: Pemerintahan desa saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin kompleks. Administrasi yang padat, kebutuhan layanan publik yang cepat, serta keharusan menyusun kebijakan yang akuntabel, membuat peningkatan kompetensi perangkat desa menjadi kebutuhan mendesak.

    Hal lain untuk mendukung peningkatan kompetensi perangkat desa adalah kelengkapan fondasi data. Tanpa fondasi data yang kuat, proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa berisiko tidak tepat sasaran.

    Menjawab tantangan tersebut, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menyelenggarakan “Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa di Desa Sijenggung”. Program ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan data desa, sekaligus memastikan setiap keputusan pembangunan dan anggaran dapat dijalankan secara terukur, transparan, dan relevan dengan kebutuhan warga.

    Program ini diikuti oleh para perangkat desa dari Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. Kegiatannya meliputi pelatihan penggunaan web data desa, yakni pengenalan sistem penyusunan data secara digital; forum group discussion (FGD); serta pembelajaran langsung melalui studi banding ke Desa Sijenggung.
     

    Melalui studi banding ke Desa Sijenggung, peserta mempelajari secara langsung implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), termasuk penerapan digitalisasi data desa yang telah terbukti meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, serta kemudahan kerja perangkat desa. 

    Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pembelajaran dari studi banding serta penyusunan rencana implementasi digitalisasi data di desa masing-masing. 

    “Pengelolaan data desa yang baik adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui program ini, kami ingin mendorong desa-desa binaan agar mampu merencanakan pembangunan berbasis data, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan sejalan dengan pencapaian SDGs,” ujar Manager LK3 & CSR PT S2P, Zam Zam Nurjaman dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
     
    Data desa yang menjadi prioritas dalam program tersebut meliputi data kependudukan (jumlah penduduk, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial ekonomi); data kemiskinan dan kelompok rentan; data potensi ekonomi desa, seperti UMKM, pertanian, peternakan, dan tenaga kerja lokal; data infrastruktur dan lingkungan; serta data layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial, yang terhubung dengan indikator SDGs Desa.

    Data-data tersebut sering kali tersebar dan sulit diakses, sehingga dapat menghambat perencanaan. Program pelatihan ini bertujuan membuat data-data tersebut menjadi lebih terstruktur dan dapat langsung dihubungkan dengan proses penganggaran. 
    Efisiensi administrasi dan penguatan kompetensi aparatur desa 
    Program ini juga berupaya melakukan peningkatan kompetensi perangkat desa dalam menyederhanakan proses kerja mereka. Para peserta dikenalkan pada alur administrasi yang lebih rapi, dengan dukungan pengelolaan data desa yang sistematis.

    Ketika data tersusun dengan baik, proses pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini berdampak langsung pada kualitas layanan publik. Selain itu, aparatur desa juga dapat memantau penggunaan anggaran secara berkala dan melakukan evaluasi berbasis indikator yang jelas.

    Aspek penting lain dari program ini adalah peningkatan kepercayaan diri aparatur desa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang data dan administrasi, aparatur desa mampu menjalankan peran secara lebih profesional dan konsisten.  

    Zam Zam Nurjaman mengatakan lebih lanjut bahwa peningkatan kompetensi perangkat desa bukan hanya investasi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola desa yang kuat dan adaptif.

    “Sebagai bagian dari program CSR, PT S2P berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan pemerintah desa agar mampu berkembang secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Jakarta: Pemerintahan desa saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin kompleks. Administrasi yang padat, kebutuhan layanan publik yang cepat, serta keharusan menyusun kebijakan yang akuntabel, membuat peningkatan kompetensi perangkat desa menjadi kebutuhan mendesak.
     
    Hal lain untuk mendukung peningkatan kompetensi perangkat desa adalah kelengkapan fondasi data. Tanpa fondasi data yang kuat, proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa berisiko tidak tepat sasaran.
     
    Menjawab tantangan tersebut, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menyelenggarakan “Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa di Desa Sijenggung”. Program ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan data desa, sekaligus memastikan setiap keputusan pembangunan dan anggaran dapat dijalankan secara terukur, transparan, dan relevan dengan kebutuhan warga.

    Program ini diikuti oleh para perangkat desa dari Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. Kegiatannya meliputi pelatihan penggunaan web data desa, yakni pengenalan sistem penyusunan data secara digital; forum group discussion (FGD); serta pembelajaran langsung melalui studi banding ke Desa Sijenggung.
     

    Melalui studi banding ke Desa Sijenggung, peserta mempelajari secara langsung implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), termasuk penerapan digitalisasi data desa yang telah terbukti meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, serta kemudahan kerja perangkat desa. 
     
    Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pembelajaran dari studi banding serta penyusunan rencana implementasi digitalisasi data di desa masing-masing. 
     
    “Pengelolaan data desa yang baik adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Melalui program ini, kami ingin mendorong desa-desa binaan agar mampu merencanakan pembangunan berbasis data, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan sejalan dengan pencapaian SDGs,” ujar Manager LK3 & CSR PT S2P, Zam Zam Nurjaman dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Januari 2026.
     
    Data desa yang menjadi prioritas dalam program tersebut meliputi data kependudukan (jumlah penduduk, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial ekonomi); data kemiskinan dan kelompok rentan; data potensi ekonomi desa, seperti UMKM, pertanian, peternakan, dan tenaga kerja lokal; data infrastruktur dan lingkungan; serta data layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial, yang terhubung dengan indikator SDGs Desa.
     
    Data-data tersebut sering kali tersebar dan sulit diakses, sehingga dapat menghambat perencanaan. Program pelatihan ini bertujuan membuat data-data tersebut menjadi lebih terstruktur dan dapat langsung dihubungkan dengan proses penganggaran. 
    Efisiensi administrasi dan penguatan kompetensi aparatur desa 
    Program ini juga berupaya melakukan peningkatan kompetensi perangkat desa dalam menyederhanakan proses kerja mereka. Para peserta dikenalkan pada alur administrasi yang lebih rapi, dengan dukungan pengelolaan data desa yang sistematis.
     
    Ketika data tersusun dengan baik, proses pelaporan menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini berdampak langsung pada kualitas layanan publik. Selain itu, aparatur desa juga dapat memantau penggunaan anggaran secara berkala dan melakukan evaluasi berbasis indikator yang jelas.
     
    Aspek penting lain dari program ini adalah peningkatan kepercayaan diri aparatur desa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang data dan administrasi, aparatur desa mampu menjalankan peran secara lebih profesional dan konsisten.  
     
    Zam Zam Nurjaman mengatakan lebih lanjut bahwa peningkatan kompetensi perangkat desa bukan hanya investasi jangka pendek, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola desa yang kuat dan adaptif.
     
    “Sebagai bagian dari program CSR, PT S2P berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan pemerintah desa agar mampu berkembang secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (ANN)

  • ​36 GraPARI Telkomsel di Aceh dan Sumut Siap Berikan Kemudahan Layanan Pascabencana

    ​36 GraPARI Telkomsel di Aceh dan Sumut Siap Berikan Kemudahan Layanan Pascabencana

    Medan: Telkomsel memastikan kesiapan layanan GraPARI untuk mendukung kebutuhan pelanggan pascabencana yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus hadir memberikan kemudahan layanan dan menjaga kualitas pengalaman pelanggan di tengah masa pemulihan.

    Saat ini, terdapat 27 GraPARI di Provinsi Sumatera Utara dan 9 GraPARI di Provinsi Aceh yang terus beroperasi dan melayani pelanggan, termasuk mendukung kebutuhan layanan pascabencana di wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, tujuh GraPARI yang sempat terdampak bencana telah beroperasi penuh sejak minggu ketiga Desember 2025, yakni GraPARI di Bireuen, Takengon, Sigli, Langsa, Lhokseumawe, Gunung Sitoli, dan Sibolga.

    General Manager Mobile Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, menyampaikan bahwa Telkomsel menghadirkan kemudahan layanan bagi pelanggan yang terdampak bencana agar tetap dapat berkomunikasi dengan lancar.

    “Pascabencana, pelanggan membutuhkan layanan yang cepat dan mudah diakses. GraPARI kami siapkan untuk memberikan kemudahan layanan, termasuk penggantian kartu yang hilang, agar pelanggan dapat segera kembali terhubung,” ujar Agung.
     

    Melalui operasional GraPARI yang siap melayani, Telkomsel juga memastikan stabilitas layanan tetap terjaga sehingga experience pelanggan dapat dirasakan secara optimal. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan proses layanan berjalan lancar, responsif, dan sesuai kebutuhan pelanggan di wilayah terdampak.

    “Kami terus berupaya menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan. Kehadiran GraPARI pascabencana menjadi wujud komitmen Telkomsel untuk selalu mendampingi pelanggan, tidak hanya melalui jaringan yang andal, tetapi juga melalui layanan yang mudah dan solutif,” tambah Agung.

    Untuk informasi lebih lanjut serta pengecekan lokasi dan jam operasional GraPARI terdekat, pelanggan dapat mengunjungi halaman resmi Telkomsel di www.telkomsel.com/contact-us/my-grapari.

    Medan: Telkomsel memastikan kesiapan layanan GraPARI untuk mendukung kebutuhan pelanggan pascabencana yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus hadir memberikan kemudahan layanan dan menjaga kualitas pengalaman pelanggan di tengah masa pemulihan.
     
    Saat ini, terdapat 27 GraPARI di Provinsi Sumatera Utara dan 9 GraPARI di Provinsi Aceh yang terus beroperasi dan melayani pelanggan, termasuk mendukung kebutuhan layanan pascabencana di wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, tujuh GraPARI yang sempat terdampak bencana telah beroperasi penuh sejak minggu ketiga Desember 2025, yakni GraPARI di Bireuen, Takengon, Sigli, Langsa, Lhokseumawe, Gunung Sitoli, dan Sibolga.
     
    General Manager Mobile Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E. Setyobudi, menyampaikan bahwa Telkomsel menghadirkan kemudahan layanan bagi pelanggan yang terdampak bencana agar tetap dapat berkomunikasi dengan lancar.

    “Pascabencana, pelanggan membutuhkan layanan yang cepat dan mudah diakses. GraPARI kami siapkan untuk memberikan kemudahan layanan, termasuk penggantian kartu yang hilang, agar pelanggan dapat segera kembali terhubung,” ujar Agung.
     

     
    Melalui operasional GraPARI yang siap melayani, Telkomsel juga memastikan stabilitas layanan tetap terjaga sehingga experience pelanggan dapat dirasakan secara optimal. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan proses layanan berjalan lancar, responsif, dan sesuai kebutuhan pelanggan di wilayah terdampak.
     
    “Kami terus berupaya menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan. Kehadiran GraPARI pascabencana menjadi wujud komitmen Telkomsel untuk selalu mendampingi pelanggan, tidak hanya melalui jaringan yang andal, tetapi juga melalui layanan yang mudah dan solutif,” tambah Agung.
     
    Untuk informasi lebih lanjut serta pengecekan lokasi dan jam operasional GraPARI terdekat, pelanggan dapat mengunjungi halaman resmi Telkomsel di www.telkomsel.com/contact-us/my-grapari.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • ​Tekan Risiko Banjir di Jakarta, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

    ​Tekan Risiko Banjir di Jakarta, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

    Jakarta: Pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menekan potensi banjir akibat cuaca ekstrem di Jakarta melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, operasi ini bertujuan meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah ibu kota.

    “BNPB baru mengadakan OMC hari ini sampai dengan lima hari ke depan,” kata Isnawa di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

    Isnawa menjelaskan, OMC dilakukan sebagai respons atas banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (12/1). Upaya tersebut diharapkan mampu menurunkan intensitas hujan yang berpotensi memperparah genangan.
     

    Ia menambahkan, tahap awal OMC sepenuhnya dilaksanakan BNPB. Selanjutnya, BPBD DKI Jakarta akan melanjutkan operasi serupa dengan mengacu pada analisis serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    “Selanjutnya, BPBD DKI bisa melanjutkan, tentunya juga dengan hasil prediksi BMKG,” ujar Isnawa.
     
    Banjir di Jakarta berangsur surut

    Sementara itu, kondisi banjir di Jakarta dilaporkan mulai berangsur surut. BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Selasa pagi genangan masih tersisa di 28 rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan.

    Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyebut, ketinggian air yang tersisa bervariasi.

    “Ketinggian air saat ini berkisar 10-60 sentimeter,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

    Sebelumnya, banjir sempat merendam 63 RT di Jakarta pada Senin (12/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisi tersebut berangsur membaik hingga menyisakan 28 RT yang masih tergenang keesokan paginya. Selain permukiman warga, banjir juga masih berdampak pada akses jalan.

    Jakarta: Pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menekan potensi banjir akibat cuaca ekstrem di Jakarta melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari ke depan.
     
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, operasi ini bertujuan meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah ibu kota.
     
    “BNPB baru mengadakan OMC hari ini sampai dengan lima hari ke depan,” kata Isnawa di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

    Isnawa menjelaskan, OMC dilakukan sebagai respons atas banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (12/1). Upaya tersebut diharapkan mampu menurunkan intensitas hujan yang berpotensi memperparah genangan.
     

     
    Ia menambahkan, tahap awal OMC sepenuhnya dilaksanakan BNPB. Selanjutnya, BPBD DKI Jakarta akan melanjutkan operasi serupa dengan mengacu pada analisis serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
     
    “Selanjutnya, BPBD DKI bisa melanjutkan, tentunya juga dengan hasil prediksi BMKG,” ujar Isnawa.
     

    Banjir di Jakarta berangsur surut

    Sementara itu, kondisi banjir di Jakarta dilaporkan mulai berangsur surut. BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Selasa pagi genangan masih tersisa di 28 rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan.
     
    Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyebut, ketinggian air yang tersisa bervariasi.
     
    “Ketinggian air saat ini berkisar 10-60 sentimeter,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
     
    Sebelumnya, banjir sempat merendam 63 RT di Jakarta pada Senin (12/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisi tersebut berangsur membaik hingga menyisakan 28 RT yang masih tergenang keesokan paginya. Selain permukiman warga, banjir juga masih berdampak pada akses jalan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Siap-Siap Hujan Turun Lagi Mulai Siang

    Siap-Siap Hujan Turun Lagi Mulai Siang

    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta hari ini, Selasa 13 Januari 2026. Wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada siang hari.

    Dilansir pada laman BMKG, pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi akan didominasi oleh langit hujan ringan. Suhu udara pada pagi hari terasa cukup sejuk di angka 24 derajat celsius hingga 27 derajat celsius.. Kondisi ini sangat ideal bagi warga yang ingin berangkat kerja lebih awal, namun tetap disarankan membawa perlengkapan hujan sebagai antisipasi.

    Adapun kelembapan udara yang terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta, seperti Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat berkisar 77-95 persen. Kelembapan yang tinggi ini sering kali memicu rasa gerah sebelum hujan turun.

    Memasuki siang hingga sore hari, terjadi perubahan signifikan. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir. 

    Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprediksi akan menjadi area yang paling terdampak oleh guyuran hujan petir berdurasi singkat namun intens. Sementara itu, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan. 
     

    Bagi Sobat Medcom yang akan beraktivitas, berikut beberapa tips menghadapi cuaca hari ini diharapkan untuk sedia payung atau jas hujan, mengingat potensi hujan sore hari bertepatan dengan jam pulang kantor. 

    Bagi yang membawa kendaraan, diimbau untuk selalu cek kondisi kendaraan. Pastikan wiper dan lampu kendaraan berfungsi dengan baik untuk menghadapi jarak pandang yang berkurang saat hujan lebat. Hindari berteduh di bawah pohon, saat terjadi hujan petir, hindari tempat terbuka, baliho besar, atau pohon yang rawan tumbang.

    Secara umum, Jakarta akan mengawali hari dengan mendung dan berpotensi menutup hari dengan hujan. Pantau terus informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar aktivitas Anda tetap berjalan lancar dan aman.

    (Fany Wirda Putri)

    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta hari ini, Selasa 13 Januari 2026. Wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada siang hari.
     
    Dilansir pada laman BMKG, pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi akan didominasi oleh langit hujan ringan. Suhu udara pada pagi hari terasa cukup sejuk di angka 24 derajat celsius hingga 27 derajat celsius.. Kondisi ini sangat ideal bagi warga yang ingin berangkat kerja lebih awal, namun tetap disarankan membawa perlengkapan hujan sebagai antisipasi.
     
    Adapun kelembapan udara yang terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta, seperti Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat berkisar 77-95 persen. Kelembapan yang tinggi ini sering kali memicu rasa gerah sebelum hujan turun.

    Memasuki siang hingga sore hari, terjadi perubahan signifikan. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir. 
     
    Wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diprediksi akan menjadi area yang paling terdampak oleh guyuran hujan petir berdurasi singkat namun intens. Sementara itu, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan. 
     

     
    Bagi Sobat Medcom yang akan beraktivitas, berikut beberapa tips menghadapi cuaca hari ini diharapkan untuk sedia payung atau jas hujan, mengingat potensi hujan sore hari bertepatan dengan jam pulang kantor. 
     
    Bagi yang membawa kendaraan, diimbau untuk selalu cek kondisi kendaraan. Pastikan wiper dan lampu kendaraan berfungsi dengan baik untuk menghadapi jarak pandang yang berkurang saat hujan lebat. Hindari berteduh di bawah pohon, saat terjadi hujan petir, hindari tempat terbuka, baliho besar, atau pohon yang rawan tumbang.
     
    Secara umum, Jakarta akan mengawali hari dengan mendung dan berpotensi menutup hari dengan hujan. Pantau terus informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar aktivitas Anda tetap berjalan lancar dan aman.
     
    (Fany Wirda Putri)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)