Aceh (beritajatim.com) – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Direktorat Jenderal Bina Marga resmi memfungsikan kembali Jembatan Lawe Mengkudu 1 yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang. Langkah cepat tersebut mengakhiri terputusnya akses transportasi darat yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Pemulihan dilakukan dengan memasang jembatan Bailey sepanjang 36 meter sebagai solusi darurat. Konstruksi jembatan sementara itu memungkinkan kendaraan kembali melintas dengan aman di atas aliran sungai, sekaligus menjamin mobilitas logistik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Petugas lapangan BPJN Aceh menyebut pembangunan struktur pendukung jembatan Bailey rampung sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Kita sudah menyelesaikan jembatan bailey pada Desa Mengkudu. Jembatan ini dibangun sepanjang 36 meter dimana saat ini dengan pembangunan jembatan bailey tersebut arus lalu lintas sudah berjalan lancar,” kata petugas, Sabtu (27/12/2025).
Selain Jembatan Lawe Mengkudu 1, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum juga melakukan pemulihan infrastruktur di sejumlah titik lain yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Hingga kini, sepuluh jembatan ditangani secara bertahap untuk memastikan konektivitas wilayah kembali pulih.
Sejumlah jembatan yang telah dinyatakan fungsional antara lain Kreung Meureudu, Teupin Mane, Alue Kulus, Kreung Beutong, dan Kreung Tingkeum. Jembatan-jembatan tersebut kini siap dilalui kendaraan guna mendukung pergerakan orang dan barang antarwilayah.
Proses pemulihan dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor antara Kementerian PU dengan jajaran TNI dan Polri. Sinergi ini mempercepat pembersihan material sisa banjir serta pembangunan jalur alternatif, sehingga distribusi kebutuhan pokok antarkabupaten di Aceh tetap terjaga.
Bagi masyarakat Desa Kati Maju, Jembatan Lawe Mengkudu 1 kembali menjadi urat nadi utama dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari. Normalisasi akses ini memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya terhambat akibat kerusakan infrastruktur.
Perwakilan warga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana tersebut.
“Kami selaku masyarakat di sini, Masyarakat Kati Maju. Dengan dibangunnya jembatan ini kami berterimakasih, karena lalu lintas sudah normal,” ujar seorang warga setempat.
BPJN Aceh memastikan keandalan struktur jembatan Bailey tetap terjaga selama masa pemulihan berlangsung. Pengawasan rutin dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, sembari menyiapkan langkah lanjutan pemulihan infrastruktur strategis di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara sebagai bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam menjaga konektivitas daerah. [beq]
