Ngawi (beritajatim.com) – Kalaksa BPBD Ngawi Prilla Yuda Putra mengungkapkan kondisi banjir di sejumlah wilayah Ngawi sudah mulai surut menjelang Senin (11/3/2024) sore. Khususnya di wilayah yang terdampak banjir Bengawan Madiun seperti wilayah Pangkur, Kwadungan, dan Padas.
Sementara, untuk luapan Bengawan Solo yang melanda Kelurahan Margomulyo dan Kelurahan Karangtengah di Kecamatan Ngawi sudah berangsur surut. Sehingga sejumlah masyarakat yang mengungsi ke lokasi lain sudah mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan.
Pasca surut, pihaknya memprediksi tidak akan ada lagi banjir jika tidak hujan. Pun, yang harus dikhawatirkan justru bukan Waduk Gajah Mungkur, melainkan air dari kawasan Boyolali, dan Klaten, serta kawasan Solo sendiri.
“Elevasi Waduk Gajah Mungkur masih minus. Jadi, belum sampai buka spill way. Sehingga, Semoga saja wilayah tersebut tidak terjadi hujan, sehingga tidak lagi berdampak ke Ngawi,”terang Yuda.
Semnetara, pihaknya masih terus bersiaga. Mengingat musim penghujan masih berlanjut. Selain itu, pihaknya meminta masyarakat agar selalu waspada saat terjadi cuaca ekstrim.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 90 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir yang menggenangi kawasan Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (11/3/2023) pagi.
Air dari Bengawan Solo itu meluap ke pemukiman warga sejak Senin dini hari. Tak hanya kelurahan Margomulyo, Kelurahan Karangtengah Ngawi juga terdampak luapan air.
Di Gang Pudak Kelurahan Margomulyo, air setinggi satu meter menggenangi rumah warga. Sebagian warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga harta benda dari air banjir.
Sebanyak 58 KK di Kelurahan Margomulyo memilih mengungsi ke tempat saudara dan tetangga. Ada pula yang mengungsi ke Posko terdekat. Harta benda warga sudah diselamatkan lebih dulu oleh warga dibantu petugas saat banjir datang pada Minggu (10/3/2024) siang.
Sementara, 32 KK di Kelurahan Karangtengah mengungsi ke rumah tetangga mereka yang tak terkena banjir. “Jam 02.00 WIB dini hari itu air naik terus. Pagi ini udah mulai berkurang dikut. Tapi masing menggenangi rumah kami. Kami memilih bertahan, tetangga lain masih mengungsi semua,” terang Riska, warga Kelurahan Margomulyo.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Margomulyo Fajar Hermanto mengatakan, pihaknya memastikan warganya dalam kondisi sehat. “Kondisi warga baik ya. Total 58 KK mengungsi. Bapak-bapak berjaga di rumah. Fasilitas kesehatan juga sudah disiapkan,” terang Fajar.
Makanan untuk warga yang mengungsi sudah dicukupi oleh dapur umum yang disiapkan oleh pemerintah. Air luapan Bengawan Solo itu belum surut menjelang siang ini.
Sementara itu, untuk banjir yang melanda Kecamatan Padas, Pangkur, Kwadungan, Ngawi, Geneng imbas luapan Bengawan Madiun sudah mulai surut. [fiq/kun]