Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar, mengatakan keterlibatan pihaknya dilakukan atas arahan langsung Wali Kota Makassar. Menurutnya, ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi darurat.
“Atas arahan Bapak Wali Kota, kami diminta bergerak cepat. Dalam kondisi seperti ini, demi kemanusiaan, tidak mengenal batas wilayah,” ujar Fadli.
Dalam penguatan respons, BPBD Makassar mengerahkan 12 personel. Selain itu, disiagakan dua unit mobil ambulans, dua unit mobil rescue, serta satu unit drone untuk pemantauan udara.
“Ini kan tujuan penerbangan adalah Makassar. Jadi kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab moral kami,” tambahnya.
Fadli memastikan seluruh personel BPBD bekerja dalam rantai komando operasi SAR yang dipimpin Basarnas. Fokus dukungan meliputi kesiapan shelter, logistik, dan penanganan kedaruratan.
“Kami tidak mengambil alih kewenangan. Kami hadir untuk memperkuat tim gabungan. Semua langkah dilakukan terukur dan terkoordinasi,” tegasnya.
BPBD Makassar juga memastikan kesiapan menambah dukungan personel dan peralatan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
“Informasi lanjutan akan kami sampaikan secara resmi dan berkala,” katanya.
Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung. Tim gabungan terus menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat berdasarkan data radar dan informasi warga.
(Arya/Fajar)
