Jakarta –
Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengungkap ancaman dakwaan pidana dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Tindakan itu dinilai sebagai dalih untuk menekan bank sentral agar segera menurunkan suku bunga.
Powell mengatakan pihaknya mendapatkan surat panggilan pengadilan dengan ancaman pidana terkait kesaksiannya di Kongres pada musim panas lalu soal proyek renovasi gedung The Fed. Langkah itu dianggap sebagai tekanan dan ancaman berkelanjutan dari pemerintah.
“Ancaman dakwaan pidana ini merupakan konsekuensi dari keputusan Federal Reserve menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi presiden,” ujar Powell dikutip dari Reuters, Senin (12/1/2026).
The Fed menerima surat panggilan tersebut pada Jumat (9/1). Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mempertajam konflik berkepanjangan antara Trump dan Powell.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu (11/1), Trump membantah mengetahui adanya penyelidikan dari Departemen Kehakiman AS terhadap bank sentral. Pasar pun merespons cepat kabar tersebut, di mana Dolar AS melemah terhadap seluruh mata uang utama dan harga emas melanjutkan reli hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Trump selama ini mendesak pemangkasan suku bunga secara agresif untuk meningkatkan keterjangkauan perumahan dan menekan biaya utang pemerintah. Ia juga berulang kali melontarkan wacana pemecatan Powell dan bahkan berupaya mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook.
Pada bulan lalu, para pembuat kebijakan The Fed memangkas suku bunga acuan ke kisaran 3,5%-3,75%, menjadi pemangkasan ketiga berturut-turut masing-masing 25 basis poin, setelah menahan suku bunga stabil sepanjang sebagian besar 2025.
Setelah itu, pejabat The Fed mengaku belum terburu-buru melanjutkan penurunan suku bunga sebelum memperoleh data inflasi dan ketenagakerjaan terbaru. Rapat kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 27-28 Januari, di mana pasar berjangka memproyeksikan peluang kecil adanya perubahan suku bunga.
Masa Depan Powell
Dalam pernyataannya, Powell menegaskan akan terus menjalankan tugasnya dengan integritas dan komitmen melayani rakyat AS. Ia pertama kali ditunjuk sebagai Ketua The Fed pada 2018 oleh Trump.
Masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei 2026 mendatang, sementara masa tugasnya sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed baru berakhir pada 2028. Sampai saat ini ia belum menyatakan apakah akan mundur pada Mei atau tetap bertahan sebagai gubernur.
Di sisi lain, Trump menyatakan telah memilih kandidat pengganti Powell, meski belum mengumumkan namanya. Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett disebut-sebut sebagai kandidat terdepan.
Tonton juga video “Trump Mau Hubungi Elon Musk, Minta Pulihkan Internet di Iran”
(aid/fdl)
