Bangkalan (beritajatim.com) – Niat mencari air bersih justru membuka kejutan dari perut bumi Bangkalan. Pengeboran sumur sedalam 105 meter di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, mendadak mengeluarkan cairan hitam berbau gas yang dapat menyala saat disulut api.
Pengeboran tersebut telah berlangsung selama 11 hari di halaman rumah warga. Target awalnya adalah menemukan sumber air di kedalaman 120 hingga 125 meter. Namun sebelum mencapai target, cairan tak lazim itu muncul dari dalam tanah.
“Di kedalaman 105 meter sudah keluar cairan berwarna gelap dan berbau gas,” ujar Kepala BPBD Bangkalan, M Zainul Qomar, Jumat (9/1/2025).
Mengetahui temuan tersebut, pemilik rumah langsung menghentikan aktivitas pengeboran. Meski demikian, kabar itu dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Banyak warga berdatangan ke lokasi, didorong rasa penasaran dan ketidakpercayaan.
Di lokasi kejadian, cairan tampak pekat dengan aroma menyengat. Rasa ingin tahu sebagian warga sempat berubah menjadi aksi berisiko, ketika ada yang mencoba menyulut cairan itu menggunakan korek api.
“Dan cairan itu menyala,” kata Zainul.
Meski api yang muncul tidak besar, kondisi tersebut dinilai berbahaya. Petugas melarang percobaan lanjutan karena dikhawatirkan dapat memicu kebakaran atau ledakan, mengingat kandungan gas dalam cairan tersebut belum diketahui secara pasti.
Sebagai langkah pengamanan, Muspika bersama BPBD Bangkalan langsung mengamankan area sumur. Sampel cairan juga telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
“Kami sudah koordinasi agar temuan ini diperiksa secara resmi oleh ESDM,” jelas Zainul.
Hingga saat ini, lokasi pengeboran masih dalam pemantauan. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tidak mendekati area sumur dan menghentikan seluruh aktivitas di sekitar lokasi, sambil menunggu hasil pemeriksaan resmi yang akan memastikan apakah cairan tersebut mengandung minyak mentah atau unsur berbahaya lainnya. [sar/beq]
