Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap ada potensi cuaca ekstrem di sekitar Laut Timor atau di sebelah Utara Australia.
Berdasarkan laporan BMKG, cuaca ekstrem itu disebabkan oleh bibit siklon tropis 97S yang bergerak ke arah barat selama 24 jam kedepannya.
Bibit siklon tropis ini memiliki dampak tidak langsung berupa hujan sangat lebat dibarengi angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kemudian, hujan dengan tingkatan sedang diprediksi mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Bibit Siklon Tropis 97S memiliki peluang Rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan,” tulis BMKG di Instagram-nya, dikutip Senin (19/1/2026).
Adapun, kondisi gelombang di sekitar laut Banda, Flores, Perairan Kepulauan Kei, Aru, Babar, Tanimbar hingga Laut Arafuru di utara, timur dan tengah memiliki gelombang sekitar 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Sementara itu, di perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan, NTT dan Laut Arafuru bagian barat berpotensi memiliki gelombang 2,5 m hingga 4 meter.
Dalam hal ini, BMKG memperingatkan agar masyarakat di wilayah terdampak untuk waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang hingga gelombang tinggi.
“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” pungkasnya.
