Tuban (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban melaporkan beberapa bangunan mengalami rusak maupun roboh akibat gempa. Rinciannya, dua rumah dan satu balai desa roboh serta satu rumah lainnya rusak.
Kepala BMKG Tuban, Zem Irianto menyampaikan berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Tuban, ada 20 Kecamatan di Kabupaten Tuban yang terdampak.
“Hampir di 20 kecamatan di Kabupaten Tuban merasakan adanya getaran gempa,” ucap Zem Irianto.
Menurutnya, informasi saat ini bangunan yang terdampak yakni bangunan rumah roboh di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, beruntungnya tidak ada korban jiwa.
Yang kedua yakni Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan yang merupakan balai desa lama dan juga rumah tua di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban yang sudah lapuk sehingga roboh.
“Lalu, rumah Hj. Dartuk warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel dinding rumah dan keramik rontok,” paparnya.
Sementara itu, masih kata Zem sapanya Rumah Sakit Nahdlatul Ulama juga dilaporkan mencegah dampak yang lebih signifikan, sehingga para management mengevakuasi seluruh pasien rawat inap dan pasien rawat jalan untuk di evakuasi di titik kumpul.
“Setelah berkoordinasi dengan BMKG Tuban dan BMKG Pasuruan, serta ceking struktur bangunan tidak ada kerusakan yang signifikan di RSNU Tuban,” kata Zem.
Genteng salah satu rumah di Sangkapura Pulau Bawean berjatuhan akibat gempa
Namun, menurut Zem karena tidak ada kerusakan di struktur bangunan sehingga pasien direkomendsikan untuk di kembalikan ke ruangan perawatan. [ayu/beq]