BGN Larang Dapur MBG Dibangun Dekat Kandang Hewan dan Tempat Pembuangan Sampah

BGN Larang Dapur MBG Dibangun Dekat Kandang Hewan dan Tempat Pembuangan Sampah

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut investasi yang digelontorkan mitra menjadi sia-sia jika membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdekatan dengan kandang hewan maupun tempat pembuangan sampah (TPS).

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan investasi yang ditanamkan mitra untuk membangun SPPG justru akan mubazir jika tak memindahkan kandang hewan maupun tempat sampah dari titik dapur MBG.

Dia menegaskan, jika kandang hewan maupun tempat sampah tersebut tidak dipindahkan, maka SPPG tidak akan beroperasi di wilayah itu. Beda halnya jika kandang hewan maupun tempat sampah itu dipindahkan, SPPG bisa berjalan.

“Sudah pasti dia [SPPG yang tidak beroperasi] investasi yang mubazir. Kan dia sendiri juga menyalahi janjinya, karena janjinya tidak berdekatan dengan kandang hewan dan tempat sampah,” kata Dadan dalam konferensi pers Capaian 1 Tahun MBG dan Operasional Perdana MBG di Tahun 2026, dikutip dari YouTube Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, dikutip pada Jumat (9/1/2026).

Pasalnya, Dadan menyampaikan pada dasarnya, mitra sudah membuat pernyataan bahwa keberadaan SPPG bakal jauh dari tempat sampah dan kandang hewan.

Dia pun mencontohkan kasus yang terjadi di Lumajang, Jawa Timur, di mana kandang kambing di sekitar SPPG dipindahkan agar dapur MBG tetap berjalan.

“Masyarakatnya yang kemudian berembuk dan bersedia memindahkan kandang kambing. Saya kira nanti yang di Sragen juga nanti sedang ada penyelesaian apakah SPPG-nya tidak jalan atau kandang hewannya yang pindah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, mekanisme perpindahan kandang hewan di Sragen tergantung pada keputusan yang disepakati mitra dengan warga sekitar.

“Yang jelas kalau kandang hewannya tidak pindah SPPG pasti tidak akan jalan. Tapi kalau kandang hewannya pindah, SPPG akan jalan,” jelasnya.

BGN mencatat, MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat dengan 19.188 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga 31 Desember 2025. Jika dibandingkan dengan 6 Januari 2025, program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu baru menjangkau 570.000 penerima manfaat dengan 190 SPPG.