Belum Temukan Titik Jatuh, KNKT: Bukti di Lapangan Masih Sangat Terbatas

Belum Temukan Titik Jatuh, KNKT: Bukti di Lapangan Masih Sangat Terbatas

Ia berharap jika black box ditemukan, dapat segera diamankan untuk kepentingan investigasi.

“Terkait black box, kami sudah melakukan briefing dengan Panglima dan tim. Apabila ditemukan, kami sangat berharap black box tersebut dapat segera diamankan,” ungkapnya.

Hingga kini, KNKT juga belum dapat memastikan apakah pesawat tersebut menabrak tebing atau gunung.

Bukti yang ditemukan di lapangan baru sebatas sejumlah kertas yang diduga berasal dari pesawat.

“Kami juga belum bisa memastikan apakah pesawat menabrak tebing atau bagaimana, karena sejauh ini bukti yang kami miliki baru berupa kertas-kertas yang ditemukan,” terang Suryanto.

Ia menjelaskan, pesawat sebenarnya dilengkapi dengan Emergency Locator Transmitter (ELT) sebagai sinyal darurat. Namun, hingga saat ini sinyal ELT belum terdeteksi.

“Pesawat sebenarnya memiliki ELT, namun apabila benar terjadi tabrakan dengan gunung, biasanya perangkat tersebut ikut hancur sehingga tidak dapat memancarkan sinyal,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, membenarkan bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat sewaan yang digunakan KKP untuk kegiatan pengawasan rutin melalui jalur udara.

“Pesawat tersebut merupakan pesawat yang disewa oleh KKP untuk melakukan pengawasan rutin melalui udara, selain pengawasan yang kami lakukan menggunakan kapal laut,” ucap Haeru.

Ia menyebut pesawat tersebut telah lama digunakan dalam mendukung aktivitas pengawasan kelautan dan perikanan.

“Pesawat tersebut sudah lama kami sewa,” tambahnya.