Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Begini Cerita Keluarga Almarhum Pelawak Polo di Madiun

Begini Cerita Keluarga Almarhum Pelawak Polo di Madiun

Madiun (beritajatim.com) – Christian Barata Nugroho, atau lebih dikenal dengan Pak Polo dalam Srimulat berpulang pada 6 Maret 2024 di Bekasi. Pelawak kawakan itu meninggal dunia karena penyakit radang paru-paru. 

Polo sebelumnya sempat berpesan ke kerabat jika dia ingin kembali ke kampung halamannya, yakni di Desa Kertosari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Namun, keinginan terakhirnya belum terwujud sampai mengembuskan napas terakhir di Bekasi. 

Jenazah pelawak 61 tahun itu dibawa ke rumah duka di kampung halamannya di Madiun. Jenazah sampai pada pukul 08.54 WIB. Kemudian, dilakukan pemberkatan dan  dimakamkan di TPU desa setempat, sekitar 500 meter dari rumah duka. 

Agung Cahyo Wibowo, adik kandung Polo, mengatakan sang kakak memang meninggalkan kenangan mendalam di keluarga.  Menurut Agung, Polo merupakan anak sulung itu dikenal penuh ide kreatif. 

‘’Meski jarak saya dan mas Polo itu lumayan jauh. Saya anak ke delapan, beliau anak pertama. Bagaimanapun, beliau ini kreatif dan memang suka jail dulu ke temennya. Itu kenangan yang ga bisa kami lupa,’’ katanya. 

Die bercerita, jika mendapatkan kabar jiak sang kakak meninggal pada 6 Maret 2024 siang. Menurutnya, sang kakak memang sudah mengidap radang paru-paru sejak tiga tahun terakhir. Sebelumnya, kondisinya tidak terlalu buruk. 

‘’Namun, sebulan terakhir kambuh. Sesak napas. Akhirnya dibawa ke rumah sakit di Bekasi. Tak sampai opname, dan sudah meninggal,’’ terang Agung. 

Terkahir, Polo pulang ke Madiun pada 1,5 bulan lalu. Dia menghadiri resepsi pernikahan anak mantan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. 

Tak hanya keluarga, Yeti Betet, sesama tokoh Srimulat bercerita jika dirinya sempat ketemu Polo tiga hari sebelum Polo meninggal. Mereka kerap bertemu dan rutin berkumpul di warung milik Kadir, sambil bernyanyi dengan Tessy dan Tarzan. 

‘’Semangat Pak Polo ini memang tinggi. Meski sudah kondisi yang sudah tidak fit, tetap semangat menghibur masyarakat. Kemana-mana bawa oksigen tapi tetap ceria. Tidak pernah menunjukkan kalau sakit,’’ terang Yeti. 

Tak hanya Yeti Betet, beberapa tokoh pelawak lain pun hadir di rumah duka di Kertosari. Seperti, Abah Kirun dan Marwoto. Keduanya pun disambut oleh takziah yang lain dan mengungkapkan bela sungkawa pada keluarga yang ditinggalkan. 

Diketahui, Polo aktif dalam dunia hiburan sejak tahun 1987 sampai akhir hayatnya. Penampilannya khas menggunakan baret merah dan berkumis.  

Bapak tiga anak itu pernah membintangi film Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap pada 2011, dan Misteri Pasar Kaget pada 2012. Ada pula sinetron Gara-Gara, Jodoh Wasiat Bapak, dan Orang Ketiga. [fiq/ted]

 

Merangkum Semua Peristiwa