JAKARTA – Seorang bayi berusia tujuh hari meninggal dunia akibat suhu dingin ekstrem dan penurunan suhu yang drastis di Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu 10 Januari pagi.
Mengutip WAFA via Antara, kejadian bayi meninggal itu membuat total korban meninggal akibat cuaca buruk dan dingin ekstrem yang melanda Jalur Gaza kini telah melampaui 15 orang.
Angka tersebut mencerminkan kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di wilayah Jalur Gaza, terutama bagi anak-anak dan warga yang mengungsi serta tinggal di tenda-tenda darurat yang rapuh dan tidak mampu melindungi mereka dari terpaan kerasnya musim dingin.
Warga Jalur Gaza terus menghadapi kekurangan tempat tinggal dan layanan kesehatan, serta keterbatasan bahan bakar untuk pemanas, di tengah cuaca badai, hujan, dan suhu dingin yang berkepanjangan.
