Bareskrim Terjunkan Tim untuk Selidiki Tambang Ilegal di Sumbar

Bareskrim Terjunkan Tim untuk Selidiki Tambang Ilegal di Sumbar

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) telah menerjunkan tim untuk mengusut dugaan tambang ilegal di Sumatra Barat (Sumbar).

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengatakan tim yang diterjunkan itu bakal menyelidiki soal dugaan tindak pidana terkait tambang ilegal.

“Kami sudah menurunkan tim ke Sumatra Barat untuk melakukan penegakan hukum terkait tambang ilegal, terutama di sana kan banyak emas,” ujar Irhamni di Bareskrim Polri, Senin (12/1/2025).

Dia menambahkan, nantinya tim dari Dirtipidter Bareskrim Polri bakal berkolaborasi baik itu dengan Polda maupun Polres jajaran untuk mengusut perkara tersebut.

Di samping itu, Irhamni meminta agar masyarakat yang menemukan indikasi tindakan ilegal baik itu perusahaan maupun individu agar bisa melaporkan ke pihaknya.

“Dimohon untuk segera, masyarakat yang mempunyai informasi, segera sampaikan kepada kami sehingga kami bisa melakukan penegakan hukum. Tentunya penegakan hukum secara berkeadilan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade menyampaikan bahwa dugaan tambang ilegal yang masif di Sumatra Barat (Sumbar).

Oleh karena itu, dia langsung mendatangi Bareskrim Polri untuk berkoordinasi secara dengan penyidik Dittipidter Bareskrim Polri pada hari ini, Senin (12/1/2026).

Dia menambahkan, tambang ilegal itu telah berdampak pada kerusakan lingkungan yang cukup parah. Selain terhadap lingkungan, pihak penambang ilegal ini diduga telah melakukan perbuatan semena-mena terhadap warga.

Misalnya, kasus nenek Saudah (67). Dia merupakan warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara. Dia diduga menjadi korban penganiayaan karena menolak aktivitas pertambangan di Sungai Batang Air Sibinail.

“Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat Nenek Saudah itu. Lalu di Kabupaten Pasaman Barat, lalu ada Kabupaten Salur Selatan, dan juga Kabupaten Sijunjung, dan beberapa tempat lain,” ujar Andre.