Sementara itu, kelompok barang lainnya tercatat kontraksi, terdalam pada Subkelompok Sandang (-19,2%, mtm), diikuti Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (-9,7%, mtm), Peralatan Informasi dan Komunikasi (-9,4%, mtm), Suku Cadang dan Aksesori (-5,6%, mtm), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (-4,5%, mtm).
Responden menginformasikan penurunan penjualan eceran dipengaruhi oleh berakhirnya program diskon dan normalisasi permintaan masyarakat pasca-HBKN.
Perkiraan Penjualan Riil Mei 2025
Adapun Bank Indonesia memperkirakan pada Mei 2025, penjualan eceran mengalami peningkatan kinerja baik secara tahunan dan bulanan. IPR Mei 2025 diprakirakan sebesar 234,0 (Grafik 1), atau secara tahunan tumbuh sebesar 2,6% (voy), meningkat dari kontraksi 0,3% (yoy) pada April 2025.
Peningkatan penjualan tersebut terutama didorong oleh Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (9,0%, yoy), Makanan, Minuman, dan Tembakau (4,3%, yoy), dan Subkelompok Sandang (4,2%, yoy).
Sementara itu, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (2,7%, yoy) dan Suku Cadang dan Aksesori (0,6%, yoy) diprakirakan tetap tumbuh meski lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Secara bulanan, penjualan eceran pada Mei 2025 diprakirakan mengalami perbaikan dari kontraksi sebesar 5,1% (mtm) pada April 2025 menjadi kontraksi sebesar 0,6% (mtm).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)